Kita lanjut pembahasan pendidikan anak di keramaian yaa tapi karena materi belum di tulis, jadi versi ngobrol bukan versi twitter.. hehehe
Oke.. bagian akhir adalah latihan keterampilan. Keterampilan apa aja sih yang perlu dilatih terkait anak di lingkungan umum/keramaian? Banyak ya, kira-kira semua keterampilan dasar di atas berjalan. Misalnya keterampilan naik tangga jalan/eskalator. Seringkali, orangtua takut saat anaknya mau naik eskalator takut anaknya jatuh, atau seperti yang pernah terjadi, terjepit mesin eskalator sehingga harus operasi. Kalau takut, apa jawabannya? Justru kita harus belajar. Dan mengajarkan anak
Perhatikan syarat-syarat anak bisa menguasai suatu keterampilan misalnya naik eskalator, syaratnya:
1. Anak sudah bisa berjalan,
2. bisa melompat ,
3. Badan seimbang, tegap, bisa berdiri
4. Bisa berdiri tegap berpegangan, dan tentunya bisa mengikuti instruksi
Prinsip saya hal-hal yang jadi keseharian kita, harus diajari ke anak minimal anak tahu konsep sehingga saat diperlukan, mereka mencoba berbuat dengan cara yang benar refleks nya sesuai. Contohnya menyeberang jalan.
Nah lanjut, setelah terbiasa anak mulai dipegangi 1 tangan saja. Instruksi 123 selalu yaa.. setiap kali naik dan turun eskalator. Kunci belajar anak ada 2: pengkondisian, instruksi dan konsisten. Eh.. 3 ya.. wkwk
Lanjut. Lalu jelaskan juga sisi keamanan, saat naik kaki di bagian warna hitam tidak menginjak garis kuning. Berpegangan, dan tidak bercanda menghadap ke depan nggak gerak gerak heboh. Kira-kira begitu. Bayangkan kalau anak anda 2,5 tahun sudah bisa naik eskalator didampingi tapi tidak dipegangin kesigapan dirinya tentu akan beda dengan anak yang belum bisa.
Jadi.. melatih keterampilan dasar di ruang publik seperti ini, bukan hanya perkara kemandirian saja tapi juga keamanan. Hal-hal lain seperti ini juga termasuk keterampilan mengenal simbol/tanda-tanda (toilet, mushala, tanda panah..) Keterampilan menggunakan lift (paham tanda panah atas bawah, memencet tombol, angka 123), keterampilan dan keberanian sosial seperti bertanya, meminta tolong. Keberanian untuk berkata TIDAK. Hehe
Saya biasanya tidak lagi melayani anak sesuatu yang sudah bisa ia lakukan sendiri. Misalnya anak sudah bisa naik eskalator sendiri saya nggak lagi pegangi tangannya atau beri instruksi. Hanya.. untuk keamanan, saya berdiri di depannya saat eskalator turun, dan di belakangnya saat naik. Selalu dalam jarak aman. Anak saya sepertinya 1,5 tahun mulai belajar naik eskalator. 2,5 th sudah bisa sendiri. Saat anak punya ketertarikan buka peluangnya untuk belajar tapi pastikan keamanan. Belajar juga nyicil jangan langsung semuanya.
Tanya
Kira kira mulai usia berapa ya?
Jawab
Tetep yaa setiap anak beda-beda. Liat-liat apakah syarat-syarat diajarkannya sudah memenuhi
Kita tutup dengan Doa Kafaratul majelis
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ
“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”
--------------------------------------------------
Hari / Tanggal : Senin, 01 Juni 2015
Narasumber : Ustadzah Dianda Azani
Tema : Parenting
Notulen : Ana Trienta
Narasumber : Ustadzah Dianda Azani
Tema : Parenting
Notulen : Ana Trienta
Kajian Online Telegram Hamba اَﻟﻠﱣﻪ Ta'ala
Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT




0 komentar:
Post a Comment