بسم الله الر حمن الر حيم
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ
وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا و مِنْ َسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا
مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ
وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا و مِنْ َسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا
مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ
Puji syukur kehadirat Allah SWT yang masih memberikan kita
nikmat iman, islam dan Al Qur'an semoga kita selalu istiqomah sebagai
shohibul qur'an dan ahlul Qur'an dan dikumpulkan sebagai keluarga Al
Qur'an di JannahNya..
Shalawat beriring salam selalu kita hadiahkan kepada uswah
hasanah kita, pejuang peradaban Islam, Al Qur'an berjalan, kekasih Allah
SWT yakninya nabi besar Muhammad SAW, pada keluarga dan para sahabat
nya semoga kita mendapatkan syafaat beliau di hari akhir nanti.
InsyaaLlah..
Aamiin
Adab erat kaitannya dengan perilaku. Biasanya adab
berhubungan dengan latar budaya seseorang. Banyak kisah yang
menceritakan bagaimana seseorang harus memperhatikan masalah adab maupun
mengetahui budaya yang ada di sekitarnya. Budaya yang berbeda dapat
menyebabkan kesalahpahaman antar sesama.
Dalam lembar sejarah Islam, kita mengetahui bagaimana
Rasulullah SAW mengajarkan para sahabatnya tentang tatakrama, mulai
memberi salam, makan hingga berkunjung ke tempat orang lain. Rasulullah
juga mempersiapkan salah seorang sahabatnya bila akan diutus menjadi
duta ke suatu wilayah dengan menyuruhnya memperhatikan perilaku dan
budaya yang berlaku disana. Oleh karena itu kita mengenal duta Islam
pertama yaitu Mus’ab bin Umair. Beliau diutus untuk mempersiapkan
hijrahnya Rasulullah SAW. Keberhasilan Mus’ab ini dapat dilihat dari
masuknya seluruh masyarakat Madinah menyambut seruan itu dan bahkan
menanti-nanti kedatangan Rasulullah SAW untuk tinggal bersama mereka.
Selanjutnya terbukti bahwa penduduk Madinah menjadi penyokong utama
da’wah Rasulullah SAW di kemudian hari.
Sebagai seorang muslim, adab dan perilaku dapat menjadi
alat untuk berda’wah. Oleh karena itulah adab dan perilaku kita merujuk
kepada Rasulullah SAW, karena dialah yang menjadi panutan umat Islam.
Adab juga merupakan hasil dari pemahaman dan pengamalan kita terhadap
nilai-nilai Islam yang kita ketahui. Dari lembar siroh kita dapat
mengetahui bahwa kemuliaan akhlaq dan perilaku ini dapat melunakkan hati
bahkan mengajak seseorang masuk ke dalam Islam dengan kesadarannya
sendiri. Kisah seorang wanita yahudi yang selalu meludahi Rasulullah SAW
setiap akan sholat ke Masjidil Haram kemudian tergerak hatinya masuk
Islam karena Rasulullah SAW-lah yang pertama menjenguknya ketika dia
sakit. Dari adab inilah cahaya Islam terpancar. Keutamaan dan kemuliaan
Islam akan bersinar melalui adab-adab yang dimiliki umatnya.
Adab ketika akan bertemu dengan orang lain
1.Adab berpenampilan
Rasulullah SAW memberikan nasehat bagaimana seorang muslim
berpenampilan: “Sesungguhnya kalian akan mendatangi saudara-saudara
kalian (sesama muslim), maka perbaikilah kondisi perjalanan kalian,
perindahlah pakaian kalian sehingga keadaan kalian seakan-akan wangi
dalam pandangan manusia karena Allah tidak menyukai kejorokan dan sikap
jorok.” (HR. Abu Daud).
Rasulullah SAW juga memberi peringatan bagi seseorang yang
tidak memperhatikan penampilannya ketika akan bertemu dengan orang lain,
sabdanya: “Rasulullah datang berkunjung kepada kamikemudian beliau
melihat seorang laki-laki yang pakainnya kotor lantas beliau bersabda,
“Apakah orang ini tidak mendapatkan sesuatu untuk mencuci pakaiannya.”
(HR. Imam Ahmad dan Nasa’i)
2.Adab menjaga kebersihan mulut
Masalah pakaian dan bau mulut ternyata bagian perhatian
yang perlu dijaga. Rasulullah bersabda, “Kalau sekiranya aku tidak
khawatir memberatkan umatku, maka pastilah akan aku perintahkan kepada
mereka bersiwak (menggosok gigi) setiap kali hendak wudhu.” (HR. Muslim)
Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa yang memakan bawang
merah, putih dan kurats (sejenis makanan yang meninggalkan bau yang
menyengat), maka janganlah ia sekali-kali ia mendekati masjid. Malaikat
merasa terganggu apa-apa yang mengganggu anak Adam.” (HR. Muslim)
Bahkan bagi setiap laki-laki disunnahkan mandi dan memakai
minyak wangi sebelum pergi sholat jum’at. Untuk kondisi sehari-hari
Rasulullah mencontohkan bagaimana ia selalu menjaga kebersihan dan
keharuman badannya. Dalam hal ini Anas bin Malik ra. berkata, “Aku tidak
pernah sama sekali mencium ambar dan mistik (aroma wewangian) yang
lebih wangi dari yang tercium dari tubuh Rasulullah SAW.” (HR. Muslim)
3.Menjaga kebersihan rambut dan badan
Rasulullah SAW memerintahkan kepada kaum muslimin untuk
menjaga rambut mereka. Sabdanya, “Siapa-siapa yang memiliki rambut maka
hendaklah ia menghormatinya.” (HR. Abu Daud). Maksud menghormati disini
ialah membersihkannya (mencuci rambut), menyisirnya, memakaikan
wewangian dan memperindah bentuk dan penampilannya.
Dalam hal membersihkan badan secara keseluruhan, Rasulullah
SAW mengingatkan batas minimalnya. “Adalah merupakan hak atas seorang
muslim ketika mandi dalam seminggu, agar sehari daripadanya ia membasahi
kepala (keramas) dan badannya.” (mutafaqu’alaih)
Hadits diatas mengingatkan kita untuk membersihkan kepala
kita dalam sepekan sehingga kepala dan kulit kepala kita bersih dan
wangi sebagaimana tubuh kita.
Adab pergaulan sehari-hari
1. Adab meminta izin untuk masuk ke rumah orang lain
Islam sangat menghargai privacy seseorang. Oleh karena itu seorang muslim ketika akan berkunjung hendaklah memperhatikan masalah ini.
Rasulullah SAW bersabda, “Janganlah kalian mendatangi rumah-rumah itu dari depan melainkan dari samping-sampingnya. Maka minta izinlah dan jika diizinkan bagi kalian maka masuklah, kalau tidak mendapat izin pulanglah.” (HR. Thabrani)
2. Mengucapkan salam
“Apabila salah seorang kalian sampai pada suatu majelis maka hendaklah
ia mengucapkan salam, sebab bukanlah yang pertama lebih berhak dari yang
terakhir.” (HR. Abu Daud dan At Tirmidzi ia berkata hasan)
3. Adab dalam majelis
- Hendaklah salah seorang mereka duduk di tempat yang mereka dapatkan
di majelis tanpa merasa kurang dihormati/diremehkan. (HR. Abu Daud)
- Tidak boleh dua orang yang sedang berbicara disela, kecuali dengan izin dari keduanya. (HR. Abu Daud dan At Tirmidzi)
- Bila majelis itu penuh dan tidak ada tempat bagi yang baru datang maka Rasulullah menyuruh mereka untuk melonggarkan dan merapatkan diri agar orang tersebut dapat tempat. (HR. Al Khamsah)
- Jika majelis tersebut bersifat khusus dan membicarakan masalah khusus, maka Rasulullah melarang orang lain bergabung dalam majelis tersebut.
- Diantara adab majelis adalah hendaknya tidak menempati tempat duduk seseorang yang meninggalkannya sementara ada keperluan. (HR. Muslim)
- Hendaknya dua orang tidak berbisik-bisik tanpa meminta izin dari orang ketiga karena akan membuat orang ketiga itu sakit hati/sedih. (HR. Bukhari dan Muslim)
- Tidak boleh dua orang yang sedang berbicara disela, kecuali dengan izin dari keduanya. (HR. Abu Daud dan At Tirmidzi)
- Bila majelis itu penuh dan tidak ada tempat bagi yang baru datang maka Rasulullah menyuruh mereka untuk melonggarkan dan merapatkan diri agar orang tersebut dapat tempat. (HR. Al Khamsah)
- Jika majelis tersebut bersifat khusus dan membicarakan masalah khusus, maka Rasulullah melarang orang lain bergabung dalam majelis tersebut.
- Diantara adab majelis adalah hendaknya tidak menempati tempat duduk seseorang yang meninggalkannya sementara ada keperluan. (HR. Muslim)
- Hendaknya dua orang tidak berbisik-bisik tanpa meminta izin dari orang ketiga karena akan membuat orang ketiga itu sakit hati/sedih. (HR. Bukhari dan Muslim)
4.Adab Makan
- Membaca basmalah
- Makan dengan tangan kanan
- Memakan dari sisi yang depan
- Tawadhu ketika makan
- Tidak boleh mencela makanan
- Tidak meniup makanan yang masih panas
- Mencuci tangan sebelum makan dan sesudah makan
5.Adab Minum
- Minum dengan tangan kanan
- Minum sambil duduk
- Berdo’a sebelum dan sesudah makan
- Mendahulukan orang di sebelah kanan
- Diharamkan makan dan minum dari wadah yang terbuat dari emas dan perak
6.Tata cara makan dan minum di tempat orang lain
- Datang karena diundang
- Tidak membawa orang yang tidak diundang
- Menjaga harga diri
- Berdo’a untuk pemilik hidangan
- Bersegera pulang setelah menghadiri acara (tidak berlama-lama)
7.Dalam pergaulan sehari-hari ada beberapa yang perlu diperhatikan:
- Mengucapkan dan menjawab salam
- Berjabat tangan (hanya untuk sesama jenis)
- Khalwah tidak diperkenankan karena menimbulkan fitnah
*Referensi :
-Musthofa Muhammad Thahan, Pribadi Muslim Tangguh
-Ziyad Abbas (ed.) Pilihan Hadits Politik, Ekonomi dan Sosial
-Muhammad Ali Hasyimi, Apakah Anda Berkepribadian Muslim
-Isnet, Urgensi Akhlaq 1
-Materi Training Manajemen Da’wah Muslimah, “Peran Muslimah dalam Da’wah”
-Ziyad Abbas (ed.) Pilihan Hadits Politik, Ekonomi dan Sosial
-Muhammad Ali Hasyimi, Apakah Anda Berkepribadian Muslim
-Isnet, Urgensi Akhlaq 1
-Materi Training Manajemen Da’wah Muslimah, “Peran Muslimah dalam Da’wah”
TANYA JAWAB
1. Assalamualaikum, SAyA mau tanya apakAh ada adab ketika kita berada di rumah sendiri (rumah ortu)? Misal: saya sudah 1 tahun meninggalkan rumah, apakah ketika mau masuk rumah harus dapat izin dari orangtua? Syukron.
Jawaban:
Biasanya orangtua pasti mengizinkan, tapi alangkah
baiknya apabila sebelum tinggal lama lagi dirumah orangtua kita izin terlebih
dahulu, sebagai tanda hormat kita kepada orangtua.
2.
Materi diatas dijelaskan kita boleh salaman dengan sesama jenis aja. Apakah ada pendapat lain dari para mujtahid? Bagaimana hukumnya bersalaman dengan laki-laki yang sudah tua renta atau sama sepupu?
Jawaban:
Kemurahan (diperbolehkan) berjabat tangan dengan
wanita tua yang sudah tidak punya gairah terhadap laki-laki, demikian
pula dengan anak-anak kecil yang belum mempunyai syahwat terhadap
laki-laki, karena berjabat tangan dengan mereka itu aman dari
sebab-sebab fitnah. Begitu pula bila si laki-laki sudah tua dan tidak
punya gairah terhadap wanita.
Hal ini didasarkan pada riwayat dari Abu Bakar RA bahwa
beliau pernah berjabat tangan dengan beberapa orang wanita tua, dan
Abdullah bin Zubair mengambil pembantu wanita tua untuk merawatnya, maka
wanita itu mengusapnya dengan tangannya dan membersihkan kepalanya dari
kutu.2
Hal ini sudah ditunjukkan Al-Qur’an dalam membicarakan
perempuan-perempuan tua yang sudah berhenti (dari haid dan mengandung),
dan tiada gairah terhadap laki-laki, dimana mereka diberi keringanan
dalam beberapa masalah pakaian yang tidak diberikan kepada yang lain:
“Dan perempuan-perempuan tua yang telah terhenti (dari haid
dan mengandung) yang tiada ingin kawin (lagi), tiadalah atas mereka
dosa menanggalkan pakaian mereka dengan tidak (bermaksud) menampakkan
perhiasan, dan berlaku sopan adalah lebih baik bagi mereka. Dan Allah
Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (an-Nur: 60)
Dikecualikan pula laki-laki yang tidak memiliki gairah
terhadap wanita dan anak-anak kecil yang belum muncul hasrat seksualnya.
Mereka dikecualikan dari sasaran larangan terhadap wanita-wanita
mukminah dalam hal menampakkan perhiasannya.
“… Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya,
dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka,
atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka,
atau putra-putra saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara
perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka
miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan
(terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat
wanita …”(an-Nur: 31)
3.Tentang adab ketika bertamu, apa ada jam tertentu untuk
bertamu ustadzah? Lalu jika tamu keenakan ngobrol sampai larut malam,
cara mengingatkan dengan baik bagaimana ya ustadzah? Syukron.
Jawaban:
Sebaiknya tidak sampai larut malam, jika ada
pembicaraan yang penting hendaknya disampaikan dulu kepada tetangga terdekat
rumah bahwa akan ada tamu untuk membicarakan hal yg penting. Kalau tidak ada pembicaraan penting sebaiknya tamu diminta pulang. Tuan rumah harus tegas sehingga tamu juga tahu diri.
4.Afwan mau memperjelas lanjutan pertanyaan saya diatas. Berarti tidak boleh ya kalau salam dengan spupu yang laki-laki, suami dari bibi, dan lain-lain, apapun alasannya?
Jawaban:
Iya Mbak, tapi biasanya kalo sepupu itu sudah menjadi teman main sejak kecil, akan agak susah menolak salamannya. Kecuali kalo sepupu kita sudah fahim hukum bersalaman dengan anyg bukan mahrom.
5.Benar ustadzah, jadi bagaimana caranya, agar bisa menghindari salaman dengan sepupu, bagi tips nya dong ustadzah.
Jawaban:
Sepupu kita ajak belajar Islam juga. Atau kalo tidak bisa ya gapapa salaman. Tapi ujungnya saja dan tanpa disertai nafsu. Wallahu a'lam
6. Ada lagi, apa yang harus kita lakukan ketika kita mengikuti
majelis ilmu yang pesertanya lumayan banyak. Sampai suara pemateri tidak
terdengar sampai di belakang. Dan orang sekitar kita sudah mulai cerita karena tidak mendngar suara pemateri, apakah tidak apa-apa meninggalkan majelis ilmunya?
Jawaban:
Tidak apa-apa, lain kali datang awal ya Mba Asfa biar dapat duduk didepan.
7. Saya mau tanya, boleh tidak jika seorang muslimah menampakkan auratnya di depan wanita non muslim? Jika boleh, sampai mana batasan yang boleh dilihat? Jika tidak, bagaimna wanita yang di make-up oleh wanita non muslim? (secara tidak langsung mereka melihat rambut muslimah tersebut).
Jawaban:
Tidak boleh mba, yang boleh dilihat muka dan (telapak)
tangan, kalo bisa nyari orang muslim untuk make-up kita karena sekarang banyak juga
salon-salon khusus muslimah. Salon wanita saja tidak cukup, karena belum tentu yang punya dan pegawainya orang islam. Yang boleh salon muslimah, wallahu a'lam.
8.Bagaimana jaga aurat kalau saudara non mahram yang sering
datang kerumah. Kalau pake kerudung bisa, tapi kalau kaki gimana? Masa iya
dirumah pake kaos kaki?
Jawaban:
Kaki juga aurat, jadi sebaiknya tetap pake kaos kak
i
9.Ustadzah saya mau tanya, beberapa bulan ini kan saya itu
dikejutkan dengan info beberapa teman ikhwan dunia maya itu ternyata
penyuka sesama jenis, bahkan mendominasi , di situ di grup whatsapp
pecinta bulutangkis, awalnya saya terkejut saya pelan-pelan memberi
nasihat , tapi mereka malah seperti menularkan itu kepada ikhwan yang
normal, saya sudah mengingatkan beberapa kali tapi tetap saja ustadzah,
dan akhirnya saya nyerah dan memutuskan tali silatuhrahmi sama mereka,
mereka bukannya makin sadar malah makin menjadi jadi , jadi saya pikir
dari pada saya di fitnah yang tidak-tidak saya mundur akhirnya untuk
mengawasi memereka dan menasihati mereka, sikap saya sudah benar belum
ustadzah?
Jawaban:
Kalo mereka susah dinasihati dan kita ajak kembali ke
jalan yang benar tidak mau gapapa kalo kita putuskan pertemanan dengan mereka
(jika khawatir kita ikut2an).
10. Orang yang menutup auratnya tapi masih menampakkan
sedikit auratnya misalnya bagian kaki (tdk pakai kaos kaki) dengan orang
yang masih lebih banyak menampakkan auratnya , misal tidak memakai
khimar, atau bahkan memakai baju terbuka, apakah kiranya dosanya sama?
Karena sama2 terlihat auratnya walaupun porsinya berbeda.
Jawaban:
Masalah dosa urusan Allah Ta'ala, tapi kalau menurut
syariat bahwa wanita yang sudah baligh wajib menutup auratnya, dan batasan
aurat wanita adl seluruh tubuh kecuali muka dan telapak tangan, dan
berdosa apabila tidak melaksanakan perintah agama.
Jazakumullahu khairan katsiran atas ilmunya hari ini ,,
Semoga ilmunya bermanfaat untuk diri pribadi dan nanda semua, bisa diamalkan untum orang-orang di sekitar kita
Baiklah nanda kita tutup kajian kita hari ini dengan istigfar sebanyak2nya dan hamdallah serta do'a kafaratul majelis
Do'a kafaratul majelis
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِين
اسْتَغْفِــــرُ اللّــــهَ الْعَظِــــيْم
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ
آمــــــــــــــــــين يَا رَبَّالعَالَمِين
اسْتَغْفِــــرُ اللّــــهَ الْعَظِــــيْم
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ
آمــــــــــــــــــين يَا رَبَّالعَالَمِين
Maha Suci Engkau yaa Allah dan dengan memujiMU aku bersaksi
bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau Aku mohon ampun dan bertaubat
kepadaMU
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Nanda M116 Kajian Online Hamba الله
Rabu, 27 Syawal 1436H/12 Agustus 2015
Narasumber: Ustadzah Tribuana
Tema: Adab Muslim/Muslimah Bergaul Dalam Islam
Notulen: Lily
Admin: Asri & Sari
Narasumber: Ustadzah Tribuana
Tema: Adab Muslim/Muslimah Bergaul Dalam Islam
Notulen: Lily
Admin: Asri & Sari
Editor : Ana Trienta
Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT



0 komentar:
Post a Comment