بسم الله الرحمن الرحيم
السلم عليكم ورحمةالله وبركته
Bunda sekalian saya doakan bagi yang segera respon dan menjawab salam saya
semoga Allah karuniakan selalu keberkahan dalam hidupnya, luas dan
lapang rizkynya, panjang umur dan jodohnya serta kelak dimasukkan dalam
jannah-Nya.
Berikut bahannya ya, silahkan dipelajari temanya cinta dan benci karena Allah. Sebagai pengantar yuuk kita buka,
103. Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama)
Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah
kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka
Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah,
orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang
neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah
menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.
QS. 9. At Taubah. Ajaran kepada orang-orang mukmin dan janji Allah terhadap mereka.
71. Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian
mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka
menyuruh (mengerjakan) yang ma'ruf, mencegah dari yang munkar,
mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan
Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah
Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
Sahabat Anas bin Malik berkata, bahwa Rasulullah saw telah
bersabda: "Ada tiga perkara yang apabila dimiliki oleh seseorang, dia
akan morasakan manisnya iman. Yakni Allah dan Rasul-Nya lebih dia cintai
daripada kecintaannya terhadap sesuatu yang lain, mencintai orang lain
semata-mata hanya karena mencari keridhaan Allah, dan takut kembali ke
jalan kufur sebagaimana dia takut dirinya di masukkan ke dalam siksa
neraka." (HR. Bukhari).
Di dalam riwayat lain diketengahkan: "Ada tiga
perkara yang apabila dimiliki oleh seseorang, dia akan merasakan enak
dan manisnya iman. Yakni Allah dan Rasul-Nya lebih dia cintai daripada
kecintaannya terhadap sesuatu yang lain, mencintai dan membenci orang
lain semata-mata hanya karena mencari keridhaan Allah, dan lebih merasa
senang dimasukkan dalam bara api daripada harus menyekutukan Allah
dengan sesuatu yang lain." (HR. Bukhari dan Muslim)
Sahabat Am Hurairah ra berkata, bahwa Rasulullah saw telah
bersabda: "Pada hari kiamat nanti Allah swt akan berfiman: "Di manakah
orang-orang yang saling memadu kasih . karena mencari keridhaan-Ku? Pada
hari ini Aku akan memberikan kepada mereka sebuah perlindungan (tempat
bernaung) dimana pada hari ini tidak ada tempat bernaung kecuali tempat
yang Aku sediakan," (HR. Muslim).
Sahabat Abi Hurairah ra berkata, bahwa Nabi saw telah
bersabda: "Ada tujuh orang yang akan mendapatkan perlindun-gan Allah
padahari kiamat dimanapadahari itu tidak ada tempat berlindung kecuali
perlindungan Allah. Yakni penguasa yang adil, pemuda yang tampil kreatif
lagi dinamis dalam menegakkan peribadatan kepada Allah, orang yang
senantiasa merindukan peribadatan di dalam masjid, dua orang yang sating
memadu kasih karena mencari keridhaan Allah hingga mereka berpisah dan
bertemu semata- mata karena Allah, orang yang diajak berzina oleh
seorang wanita yang cantik molek lagi terhormat tetapi dia menolak
karena takut kepada Allah, orang yang bersedekah dengan rahasia sehingga
ibarat tangan kanan memberikan sedekah sementara tangan kirinya tidak
mengetahui, dan orang yang berdzikir kepada Allah di tengah keheningan
malam hingga berlinang air mata karena takut kepada adzab Allah." (HR.
Bukhari dan Muslim).
Sahabat Ibnu Umar ra berkata, bahwa Rasulullah saw telah
bersabda: "Di antara hamba-hamba Allah ada sekelompok manusia yang
mereka bukan nabi dan bukan pula syuhada', tetapi mereka mendapatkan
kemuliaan di sisi Allah sejajar dengan para nabi dan para syuhada'."
Lalu para sahabat berkata: "Ya Rasulullah, khabarkanlah kepada kami
siapakah mereka itu?" Jawab Rasulullah: "Mereka adalah sekelompok orang
yang saling memadu kasih karena Allah, bukan karena motivasi kekerabatan
maupun materi. Demi Allah, wajah mereka bersinar bagaikan cahaya,
bahkan mereka adalah cahaya di atas cahaya. Mereka tidak merasa takut
ketika umat manusia dilanda perasaan takut" Lalu Rasulullah saw membaca
ayat: "Dan ingatlah, bahwa para kekasih Allah tidak akan pernah dilanda
perasaan takut dan tidak pernah pula dilanda perasaan sedih." (HR. Abu
Dawud).
Sahabat Abi Umamah berkata, bahwa Rasulullah saw telah
bersabda: "Barangsiapa cinta dan marah karena Allah, memberi sesuatu
dan mencegah sesuatu karena Allah, maka berarti dia telah memiliki
keimanan yang sempurna." (HR. Abu Dawud).
Sahabat Anas ra berkata, bahwa ada seorang lelaki
mengajukan pertanyaan kepada Rasulullah: "Ya Rasulallah, kapan hari
kiamat datang?" Jawab Rasulullah: "Apakah yang engkau persiapkan untuk
menghadapi hari kiamat?" Jawab lelaki itu: "Tidak ada sesuatu pun yang
dapat aku jadikan bekal kecuali kecintaanku kepada Allah dan Rasul-Nya."
Lalu Rasulullah bersabda: "Engkau bersama orang yang engkau cintai."
Selanjutnya sahabat Anas berkata: "Kami belum pernah merasakan arti
kebahagiaan yang luar biasa kecuali ketika mendengar sabda Rasulullah:
"Engkau bersama orang yang engkau cintai." Lalu sahabat Anas berkata
pula: "Aku sangat mencintai Rasulullah, Abu Bakar, dan Umar bin Khathab,
dengan harapan diriku bisa bersama mereka (di dalam sorga)." (HR.
Bukhari dan Muslim).
Sahabat Aisyah berkata, bahwa Rasulullah saw telah
bersabda: "Syirik lebih tidak kelihatan daripada setitik debu yang
berada di atas batu halus pada malam nan gelap gulita. Perbuatan syirik
yang paling minim adalah tertarik pada suatu perbuatan maksiat, dan
membenci suatu perbuatan baik. Bukankah agama Islam itu hanya terdiri
dari cinta dan benci? Bukankah Allah swt telah berfirman: "Katakanlah
(Muhamad): Apabila kamu mencintai Allah, maka ikutilah ajaran-ajaranku,
tentu Allah akan mencintaimu." (HR. Hakim, dan menurutnya hadis ini
shahih sanadnya).
Silahkan dipelajari tafadol jika ada yang hendak di diskusikan bunda...
Afwan jika lambat respon krn gawai dan disambil aktivitas lain...
TANYA JAWAB
1. Ustadz mau tanya, apabila ada orang yang selalu mengerjakan sholat, tetapi masih melakukan
perbuatan yang buruk, itu bagaimana ya ustadz? Dia sangat tahu dosanya tapi terus diperbuat juga, apa pahala atas sholatnya jadi lenyap dengan semua perbuatan
jeleknya?
Jawab: Berdasarkan surat al zalzalah berlaku masing masing bunda
{فَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ (7) وَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ (8)} [الزلزلة : 7-8]
Krn Allah adalah tuhan yg maha Adil...setiap perbuatan ada bgian
konsekwensi masing masing. Jika baik berpahala jika buruk ada dosa kelak
akan di mizan dan d hisab
2. Assalamualaikum ustadz, mau nanya, jika seorang hamba menjadikan dirinya sholeh lahir bathin
niscaya akan mendapatkan kasih sayang Alloh secara lahir bathin pula. Benarkah pernyataan ini ustadz?
Trus boleh kah seorang hamba mengatakan mau bercinta dengan Alloh dengan
harapan Alloh mencintai hambanya, terima kasih sebelumnya.
Jawab: Insya Allah pernyataannya tidak keliru. Teringat akan hadist nabi
barang siapa yang mendekat pada Allah sejengkal maka Allah akan mendekat
padanya sehasta, jika hambanya mendekat dengan berjalan Allah mendekat
padanya dengan berlari dan seterusnya.
Silahkan lihat di :http://rumaysho.com/aqidah/ faedah-tauhid-5-allah-selalu- mengingat-hamba-yang- mengingat-nya-2544.html. Cukup Bagus sebagai referensi.
3. Waalaikumsalam aamiin yaa Allah , ustadz saya mau tanya ada seorang wanita
& laki-laki pacaran lalu hamil , sudah 5 bulan hamil baru mereka menikah
apakah sah pernikahan mereka ? Dan apa harus menikah lagi? Dan apakah kalau
anaknya perempuan kalau menikah nanti ayahnya boleh tidak jadi walinya?
Terima kasih.
Jawab: Dalam fiqh status pernikahan orang yang sedang hamil itu tidak syah hingga
wajib mengulang akad nikahnya. Ayahnya tetap menjadi walinya dengan catatan tidak ganti orang ya.
Catatan terlepas dari dosa ya anaknya tetap suci tidak ada istilah anak
haram yang ada perbuatan orangtunya yang berdosa besar harus bertaubat
nasuha.
4. Maaf tanya lagi ya ustadz, Ada laki-laki poligami, tidak menafkahi lahir karena istri sudah punya
penghasilan sendiri. Untuk nafkah bathinnya ditentukan oleh istri pertama, dan
segala urusan harus seizin istri pertamanya. Demikian itu adilkah menurut
syariat islam ustadz?
Jawab: menafkahi itu kewajiban suami apapun kondisinya. Lain hal keridhoan
istri itu amal sholehnya istri. Adapun masalah adil adalah kewajian si
suami dan hak istri apapun kondisinya. Lalu masalah adil sendiri
pembahasannya konon cukup panjang. Sederhananya dimulai dengan
pembagian apapun yang sama, terutama materi, kalau perasaan sulit
ngukurnya.
5. Assalamualaikum ustadz, Ada seorang anak merasa kurang berbakti kepada orang tuanya karena hampir
seluruh waktunya dia habiskan u/ berjuang di jalan Allah, yang
mengharuskan dia jauh dari kedua orang tua, selama ini kedua orang
tuanya pun tidak pernah menuntut materi atau pun perhatian kepada anak nya,
tapi perasaan kurang berbakti itu sering kali hinggap di hati si
anak,bagaimana menurut pandangan agama tentang hal tersebut ustadz?
Bagaimana seharusnya yang dilakukan si anak agar dia merasa sudah berbuat
adil antara ibadah kepada Allah dan berbakti kepada org tua.
Jawab: teringat hadist tentang amal anak adam akan putus kecuali 3 hal diantaranya anak sholeh yang selalu mendoakan. Sesibuk apapun di jalan dakwah sebaiknya tetap memperhatikan tentang berbakti kepada kedua orangtua. Teringat kisah juraij sang ahli ibadah. Kisahnya d riwayatkan dalam hadist yang cukup panjang sebentar sy copaskan dulu ya
24/32. Dari Abu Hurairah berkata, Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,
٢٤/٣٢ ثَلاَثُ دَعَوَاتٍ مُسْتَجَابَاتُ لَهُنَّ لاَ شَكَّ فِيْهِنَّ
دَعْوَةُ الْمَظْلُومِ، وَدَعْوَةُ المسَّافِرِ وَدَعْوَةُ الْوَالِدَيْنِ
عَلَى وَلَدِهِمَا.
"Ada tiga doa yang tidak diragukan kemustajabannya, yaitu, doa orang
yang dizhalimi (dianiaya), doa orang musafir, dan doa kedua orang tua
kepada anaknya."
Hasan, di dalam kitab Ash-Shahihah (598), (Abu Daud: 8-Kitab Ash-Shalat,
29- Bab Ad-Doa’u Bizhahril Ghaibi, At-Tirmidzi, 25- Kitab Al Birru
wash-Shilah, 7- Bab Ma Ja^afi Da'watil Walidaini. Ibnu Majah: 34- Kitab
Doa\ 11- Bab Da’watul-Walid Da'watul Mazhlum, hadits 3862).
25/33. Dari Abu Hurairah, dia berkata, "Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,
٢٥/٣٣ مَا تَكَلَّمَ مَوْلُوْدٌ مِنَ النَّاسِ فِي مَهْدِ اِلاَّ عِيْسَى
بْنُ مَرْيَمَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمِ وَصَاحِبُ جُرَيْجٍ،
قِيْلَ: يَا نّبِيَّ اللهُ! وَمَا صَاحِبُ جُرَيْجٍ؟ قَالَ: فَإِنَّ
جُرَيْجًا كَانَ رَجُلاً رَاهِبًا فِي صُوْمِعَةٍ لَهُ، وَكَانَ رَاعِى
بَقَرٍ يَأْوِي إِلَى أَسْفَلَ صَوْمعَتِهِ وَكَانَتِ امْرَأَةٌ مِنْ
أَهْلِ الْقَرْيَةَ تَخْتَلِفُ إِلَى الرَّاعِى فَأَتَتْ أُمُّهُ يَوْمًا
فَقَالَتْ: يَا جُرَيْجُ وَهُوَ يُصَلِّى، فَقَالَ فِي نَفْسِهِ، وَهُوَ
يُصَلَّى: أُمِّى وَصَلاَتِى؟ فَرَأَى أَنْ يُؤَثِّرَ صَلاَتَهُ، ثُمَّ
صَرَخَتْ بِهِ الثَّانِيَةُ، فَقَالَ فِي نَفْسِهِ: أُمِّى وَصَلاَتِى؟
فَرَأَى أَنْ يُؤَثَّرَ صَلاَتَهُ ثُمَّ صَرَخَتْ بِهِ الثَّالِثَةُ
فَقَالَ: أُمِّى وَصَلاَتِى؟ فَرَأَى أَنْ يُؤَثِّرُ صَلاَتَهُ فَلَمَّا
لَمْ يُجِبْهَا قَالَتْ: لاً أمًاتًكً اللهٌ يًا جٌرًيْجُ حَتَّى تَنْظُرَ
فِي وَجْهِ الْمَوْمِسَاتِ ثُمَّ انْصَرَفَتْ .
فَأُتِىَ الْمَلِكُ بِتِلْكَ الْمَرْأَةِ وَلَدَتْ فَقَالَ: مِمَّنْ؟
قَالَتْ: مِنْ جُرَيْجٍ، قَالَ: أَصَاحِبُ الصُّومِعَةِ؟ قَالَتْ: نَعَمْ،
قَالَ: اهْدُمُوْا صُوْمَعَتَهُ وَأُتُوْنِي بِهِ، فَضَرَبُوْا
صُوْمَعَتَهُ بِالْفُئُوْسِ حَتَّى وَقَعَتْ. فَجَعَلُوْا يَدَهُ إِلَى
عُنُقِهِ بِحَبْلٍﻧ ثُمَّ انْطَلَقَ بِهِ، فَمَرَّ بِهِ عَلَى
الْمُوْمِسَاتَ فَرَآهُنَّ فَتَبَسَّمَ، وَهُنَّ يَنْظُرْنَ إِلَيْهِ فِي
النَّاسِ، فَقَالَ الْمَلِكُ: مَا تَزْعُمُ هَذِهِ؟ قَالَ: مَا تَزْعُمُ؟
قَالَ: تَزْعُمُ أَنْ وَلَدُهَا مِنْكَ، قَالَ: أَنْتَ تَزْعُمَيْنَ؟
قَالَتْ: نَعَمْ، قَالَ: أَيْنَ هَذَا الصَّغِيْرُ؟ قَالُوْا هُوَ ذَا فِي
حَجْرِهَا، فَأَقْبَلَ عَلَيْهِ فَقَالَ: مَنْ أَبُْوكَ؟ قَالَ: رَاعِي
الْبَقَرِ، قَالَ الْمَلِكُ: أَنَجْعَلُ صُوْمَعَتَكَ مِنْ ذَهَبَ؟ قَالَ:
لاَ، قَالَ: مِنْ فِضَّةٍ؟ قَالَ: لاَ، قَالَ: فَمَا نَجْعَلُهَا؟ قَالَ:
رُدُّوْهَا كَمَا كَانَتْ، قَالَ: فَمَا الَّذِي تَبَسَّمْتَ؟ قَالَ:
أَمْرًا عَرَفْتُهُ، أَدْرَكَتْنِى دَعْوَةُ أُمِّى ثُمَّ أُخْبِرُهُمْ .
'Tidak ada seorang bayi yang dapat bicara di dalam ayunan (buaian)
(ibunya) kecuali Isa ibnu Maryam 'alaihissalam dan bayi (dalam cerita)
Juraij.' Ditanyakan, 'Wahai Nabi Allah, bagaimana (cerita tentang)
Juraij?' Nabi menjawab, 'Sesungguhnya Juraij adalah seorang yang selalu
beribadah di dalam tempat ibadah miliknya. Ada seorang penggembala sapi
yang tinggal di bawah tempat ibadahnya dan ada seorang perempuan dari
penduduk desa berzina dengan penggembala sapi tersebut. Suatu hari ibu
Juraij mendatangi Juraij yang sedang beribadah, lalu memanggilnya,
'Wahai Jurai!', sementara dia sedang beribadah, maka terdetik dalam
hatinya, 'Ibuku atau shalatku?' Dia lebih mengutamakan shalatnya.
Kemudian ibunya memanggilnya untuk kedua kalinya, lalu dia berkata dalam
hatinya, 'Ibuku atau shalatku?' Dia mengutamakan shalatnya. Ibunya
memanggilnya untuk yang ketiga kalinya. Juraij berkata dalam hatinya,
'Ibuku atau shalatku?,' Dia mengutamakan shalatnya. Tatkala Juraij tidak
menjawabnya, (sambil marah) ibunya berdoa, 'Mudah-mudahan Allah tidak
mematikanmu, wahai Juraij! Kecuali engkau melihat wajah
perempuan-perempuan pelacur' kemudian ibunya pergi. Tiba-tiba seorang
wanita yang melahirkan seorang bayi (hasil perzinahan) di hadapkan
kepada seorang raja. Lalu raja tersebut bertanya, 'Siapa yang
menghamilimu?,' Wanita tersebut menjawab, 'Dari Juraij.' Raja bertanya,
'Pemilik tempat ibadah itu?' Wanita itu menjawab, 'Ya.' Lalu raja
memberikan perintah, 'Rubuhkan (tempat ibadahnya) dan datangkan Juraij
kepadaku.' Lalu mereka (masyarakat) menghancurkan tempat ibadah tersebut
dengan martil (kapak) yang beraneka ragam sampai roboh. Kemudian mereka
mengikat tangan Juraij sampai lehernya dan diseret (menghadap raja)
melewati para wanita pelacur dan dia tersenyum, para pelacur tersebut
diperlihatkan kepadanya ditengah orang ramai. Lalu sang raja berkata,
'Apa yang mereka tuduhkan (kepadamu)?,' dia menjawab, 'Apa yang
dituduhkan oleh mereka (terhadapku)?,' sang raja berkata, 'Dia menuduhmu
bahwa anaknya ini dari mu!,' Juraij berkata, 'Kamu menuduh demikian?,'
wanita itu menjawab, 'Ya.' Juraij berkata, 'Di mana bayi itu?,' mereka
menjawab, 'Itu, yang ada dipangkuannya!,' lalu Juraij menghampiri bayi
itu, seraya bertanya, 'Siapa bapakmu?/ Bayi itu menjawab, 'Penggembala
sapi.' Maka kemudian sang raja berkata, 'Apakah kami membangun (kembali)
tempat ibadahmu dari emas?,' Juraij menjawab, "Tidak," sang raja
berkata, "Dari perak?," Juraij menjawab, "Tidak," sang raja berkata,
"Lalu apa yang bisa kami jadikan untuk mengganti tempat ibadahmu itu?,"
Juraij menjawab, "Kembalikan tempat ibadah itu seperti semula." Sang
raja bertanya, "Apa yang membuat engkau tersenyum?," Juraij menjawab,
"Tentang satu hal yang sudah aku ketahui bahwa aku terkena akibat dari
doa ibu saya, lalu saya menceritakannya kepada mereka'."
Shahih, (Bukhari, 60-Kitab Al Anbiya^u, 48- bab (Wadzkur fi Kitabi
Maryama) (Qs. Maryam (19): 16), Muslim 45- Kitab Al Birru ivash-Shilatu
wal Adab, hadits 7,8).
6. Ustadz, kalau kita punya dosa, dan itu menyakitkan seseorang. Kita
bertaubat pada Allah dengan sungguh-sungguh. Kita juga minta maaf pada orang yang bersangkutan. Allah
maha pengampun kita berhusnudzon akan diampuni walaupun khawatir
juga, tapi kalau orang yang dimintain maaf belum tentu memaafkan. Bagaimana. Apa
dosa kita tdk bisa diampuni krnnya?Jawab: Insya Allah dengan tetap terus berusaha mendapat keridhoan dari yang bersangkutan. Meski yang bersangkutan tidak mau memaafkan. Pasti ada jalannya ikhlaskan niat ya.
Sekalian pamit afwan jiddan jika blm optimal.
Kajian Online Hamba Alloh
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ
“Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allailahailla anta astaghfiruka wa’atubu ilaik”
Artinya : “Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku
bersaksi bahwa tiada tiada Tuhan melainkan Engkau, aku memohon
pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.” (HR. Tirmidzi, Shahih)
~~~~~~~~~~~~Kajian Online Hamba Alloh
Rabu,19 Agustus 2015
Narasumber : Ustadz Cipta
Narasumber : Ustadz Cipta
Editor : Ana Trienta
Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT



0 komentar:
Post a Comment