
Hati Yang Riya ~ Ustadz Syahrawi Munthe
Seringkali kali rasa hati ini
dibahas oleh para ulama saat menyampaikan dakwahnya. Penyakit hati yang tak
kalah parahnya dengan penyakit hati lainnya, yaitu riya. Demikian itu karena
riya merupakan penghapus amal bahkan disamakan dengan syirik. Seseorang yang
beramal hanya karena ingin dilihat atau didengar orang lain, lalu memuji
dirinya. Ia beribadah bukan karena Allah tapi karena pujian. Sabda Rasulullah :
"Sesuatu yang aku khawatrikan menimpa kalian adalah perbuatan syirik
asghar. Ketika beliau ditanya tentang maksudnya, beliau menjawab: ‘(contohnya)
adalah riya’ ” (HR. Ahmad dan ath-Thabrani)
Rasa hati ini sungguh sangat merusak
karena amal dikerjakan hanya sekadar dan malas-malasan. Allah berfirman:
إِنَّ الْمُنَافِقِينَ يُخَادِعُونَ اللَّهَ
وَهُوَ خَادِعُهُمْ وَإِذَا قَامُوا إِلَى الصَّلَاةِ قَامُوا كُسَالَىٰ
يُرَاءُونَ النَّاسَ وَلَا يَذْكُرُونَ اللَّهَ إِلَّا قَلِيلًا
"Sesungguhnya orang-orang
munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila
mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya
(dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali
sedikit sekali."
(QS. 4 : 142)
Riya di hati kelak akan ditanya oleh
Allah dan Allah sebutkan bahwa amalan itu 'omong kosong', bahkan orang tsb
dicap sebagai pendusta. Allah menyebutkan bahwa semua amalan tsb hanyalah untuk
pujian semata.
Di salah satu hadist shahih,
diriwayatkan oleh Muslim dan An-Nasa-i, Rasulullah mengisahkan bahwa yang
pertama akan diadili pd hari kiamat adalah yang mati syahid, lalu orang yang
menuntut ilmu dan mengajarkannya serta membaca al Qur`an, kemudian orang yang
diberikan kelapangan rezeki dan berbagai macam harta benda.
Lalu Allah bertanya kepada mereka,
terkait amalnya. Orang yang mati syahid menjawab, " Aku berperang
semata-mata karena Engkau sehingga aku mati syahid." Tapi Allah katakan ,
"Engkau dusta! Engkau berperang supaya dikatakan seorang yang gagah
berani."
Allah bertanya kepada orang yang
menuntut ilmu dan mengajarkannya serta membaca al Qur`an tentang amalnya. Ia
menjawab, " Aku menuntut ilmu dan mengajarkannya, serta aku membaca al
Qur`an hanyalah karena engkau." Tapi Allah katakan, "Engkau dusta!
Engkau menuntut ilmu agar dikatakan seorang ‘alim (yang berilmu) dan engkau
membaca al Qur`an supaya dikatakan (sebagai) seorang qari’ (pembaca al Qur`an
yang baik).
Kemudian, Allah bertanya kepada
orang yang diberikan kelapangan rezeki dan berbagai macam harta benda tentang
amalnya. Ia menjawab, " Aku tidak pernah meninggalkan shadaqah dan infaq
pada jalan yang Engkau cintai, melainkan pasti aku melakukannya semata-mata
karena Engkau." Tapi Allah katakan : ‘Engkau dusta! Engkau berbuat yang
demikian itu supaya dikatakan seorang dermawan (murah hati).
Setelah Allah membantah semua yang
diadili, lalu malaikat diperintahkan untuk menyeretnya dan melemparkannya ke
dalam neraka. Begitulah nasib orang yang semasa di dunia beramal dengan hati
yang riya.
Ngeri memang, seolah sudah banyak
amal, ternyata sia-sia, terhapus oleh riyanya hati. Bahkan saat melakukan
pembelaanpun, Allah bantah semuanya. Sebab Allah mengetahui segala rahasia
hati. Allah mengetahui bahwa amalan dia di dunia bukanlah untukNya, tapi
sekadar untuk pujian semata.
Bulan ramadhan adalah bulan
tazkiyatun nafs, yaitu bulan penyucian jiwa. Beramallah kepada Allah dengan
amal dan ibadah yang paling ikhlas. Abaikan semua penglihatan, pendengaran atau
pujian orang. Kita tak butuh itu semuanya. Yang kita harapkan adalah pahala
Allah semata. Wallahu'alam
@Bogor, 28 Mei 2018, pukul 21.53 wib
•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•
Kita tutup dengan
membacakan hamdalah..
Alhamdulillahirabbil'aalamiin
Doa Kafaratul Majelis:
سبحانك اللهم وبحمدك
أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك
Subhanakallahumma
wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika
“Maha Suci Engkau ya
Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah
melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”
Wassalamu'alaikum
warahmatullaahi wabarakaatuh
================
Website: www.hambaAllah.net
FanPage: Kajian On line-Hamba Allah
FB: Kajian On Line - Hamba Allah
Twitter: @kajianonline_HA
IG: @hambaAllah_official
Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT



0 komentar:
Post a Comment