MATERI
إنَّ الـحَمْدَ لِلّهِ نَـحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُه.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
... يَرۡفَعِ ٱللَّهُ
ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ مِنكُمۡ وَٱلَّذِينَ أُوتُواْ ٱلۡعِلۡمَ دَرَجَٰتٖۚ... ١١
... قُلۡ هَلۡ
يَسۡتَوِي ٱلَّذِينَ يَعۡلَمُونَ وَٱلَّذِينَ لَا يَعۡلَمُونَۗ .... ٩
من سلك طريقا يبثغى فيه علما سهل الله له طريقا إلى الجنة وان الملاءكة لتضع أجنحتها لطلب العلم رضا بما يصنع ولن العالم ليستغفرله من في السموات ومن في الارض حتى الحيتان في الماء وفضل العالم على العابد كفضل القمر على سائر الكواكب وان العلماء ورثة الأنبياء وان الأنبياء لم يورثوا دينارا ولا درهما وإنما ورثوا العلم ،فمن أخذه أخذ بحظ وافر.
اذا مات ابن آدم انقطع عمله إلا من ثلاث : صدقة جا رية او علم ينتفع به او ولد صالح يدعو له
من خرج في طلب العلم فهو في سبيل الله حتى يرجع
ان الله لا يقبض العلم انتزاعا من صدور الناس ولكن يقبضه بقبض العلماء فإذا لم يسبق عالم اتخذالناس رؤوسا جهالا فسءلوافافتوا بغير علم فضلوا واضلوا
##########*****##########
2. G-1
Jawab: Wa alaikum salam warohmatullah wabarokatuh. Masalah Ilmu memang ada ilmu agama (ilmu tentang akhirat) dan ada ilmu tentang dunia.
Rasulullah bersabda:
Ada orang yang menghabiskan waktu yang banyak untuk mencari ilmu dunia tapi tidak mencari ilmu agama maka dia rugi karena hanya dunia saja yang di dapat sementara ilmu agama sebagai bekal pulang ke akhirat tidak didapatkan. Oleh karena itu kita boleh cari ilmu tentang dunia dan kita pun mencari ilmu agama juga. Sehingga kita dapat dunia dan akhirat.
3. G-2
Jawab: Seorang yang berilmu dengan ilmunya seharusnya menjadikan dirinya bermartabat dan berakhlak mulia (memiliki etika sopan santun). Sehingga tidak mudah menghujat atau merendahkan orang lain. Orang yang masih suka menghujat dan merendahkan orang lain maka dia harus mencari ilmu lagi (ilmu agama) yang akan membimbingnya menjadi orang yang berahlak mulia.
4. G-2
Jawab: Orang yang lebih senior baik dalam ilmu atau apapun seharusnya memberikan contoh yang baik kepada yuniornya dengan tidak merendahkan jadi seharusnya senior membimbing yunior supaya bisa menjadi lebih baik.
5. G-1
Jawab: Wa alaikum salam warohmatullah wabarokatuh. Jika suaminya ada waktu dan kesempatan maka lebih baik istrinya ditemani karena itu kewajibannya dan supaya istri juga menjadi lebih semangat dalam mencari ilmu agama. Tapi jika suami tidak bisa menemani karena ada pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan maka tidak apa-apa tidak ditemani tapi yang penting tentunya sudah dapat izin dari suami.
6. G-2
Jawab: Kecintaan dan kesibukan dunia terkadang telah merebut hati kita sehingga di dalam sholat pun kita masih mengingat dunia. Kecintaan kepada Allah dan negeri akheratlah yang akan menjadikan kita akan berusaha untuk memotivasi kita untuk memperbaiki shalat kita supaya bisa kembali khusyuk. Khusyuk memang harus terus diupayakan.
7. G-1
Assalamu'alaikum. Apakah boleh istri ngotot pergi mencari ilmu tanpa ridho suami? Karena tempatnya jauh dari rumah, ninggalin anak.
Jawab:
Wa alaikum salam warohmatullah wabarokatuh. Sebaiknya tetap dapat izin dan ridho suami agar ilmu yang di dapat bisa bermanfaat. Beri pengertian pada suami dengan kata-kata yang lemah lembut dan usahakan pekerjaan rumah tangga sudah rampung dan anak-anak ada yang menjaganya dengan baik.
8. G-2
Apakah kalau kita yakin bahwa Allah akan mengabulkan apa yang kita inginkan karena kita telah berbuat kebaikan/beribadah sesuai perintahnya, ini diperbolehkan dan tidak? Apakah termasuk kategori tidak ikhlas dalam beribadah?
Jawab: ان وعد الله حق
Sesungguhnya janji Allah itu benar. Allah akan mengabulkan do'a hambanya sesuai dengan kebutuhannya. Kita harus husnudzhon kepada Allah. Bukankah Allah tergantung prasangka hambanya. Tetaplah ikhlas karena Allah dalam beribadah. Akan tetapi kita boleh berharap kepada Allah agar Allah mengabulkan do'anya.
9. G-2
Izin bertanya lagi. Dikatakan bahwa pemimpin yang bodoh akan menyesatkan. Hal ini bodoh dalam artian apakah? Karena tentunya setiap aspek dapat menjadi alasan, entah dari segi akhlak, keagamaan, pendidikan, dan sebagainya?
Jawab: Bodoh berarti tidak berilmu. Maka jangan mengangkat pemimpin yang tidak berilmu karena dia akan salah dalam memutuskan suatu perkara karena kebodohannya. Yang menanggung akibat kebodohan pemimpin adalah rakyatnya. Pemimpin yang bodoh dalam ilmu agama akan bisa korupsi dan melakukan kesalahan-kesalahan lain. Oleh karena itu pilihlah pemimpin yang berilmu dan berakhlak baik.
******
hamdalah 3x, الْحمد لّله رب الْعالميْن
Istighfar 3x, أسْتغْفر الّله الْعظيْم
سُبحآنكَ اللهُمّ وبحمدكْ , أشهَدُ أنْ لآ إله إلا أنتْ , أستغفِركَ وأتُوبُ إليك
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
★★★★★★★★★★★★★★★★
Badan Pengurus Harian (BPH) Pusat
Hamba اللَّهِ SWT
Blog: http://kajianonline-hambaallah.blogspot.com
FanPage : Kajian On line-Hamba Allah
FB : Kajian On Line-Hamba Allah
Twitter: @kajianonline_HA
IG: @hambaAllah_official
•┈┈◎❅❀●❀❅◎┈┈•
*KAJIAN LINK ONLINE HAMBA اللَّهِ*
*Hari, Tanggal : Rabu, 3 September 2020*
*Waktu : 19.30 - 21.00 WIB*
*Narsum : Ustadzah Misdaliyah*
*Materi : Tazkiyatun Nafsi (part 2)*
*Moderator : Sasi*
*Notulen : Restu*
•┈┈◎❅❀●❀❅◎┈┈•
*MATERI*
*Kitab Tazkiyatun Nafs*
*Bab ikhlas*
*Ikhlas* adalah memurnikan niat bertaqarrub kepada Allah dari segala yang mengotorinya. Ada juga yang mendefinisikannya dengan mengesakan Allah dalam segala amal ketaatan atau tidak menghiraukan pandangan makhluk tetapi senantiasa memandang kepada pencipta.
Ikhlas merupakan syarat diterimanya amal saleh yang sesuai sunnah Rasulullah. Allah sendiri yang memerintahkan kita untuk ikhlas melalui firman Nya.
Allah SWT berfirman:
وَمَاۤ اُمِرُوْۤا اِلَّا لِيَعْبُدُوا اللّٰهَ مُخْلِصِيْنَ لَـهُ الدِّيْنَ ۙ
"Padahal mereka hanya diperintah menyembah Allah dengan ikhlas menaati Nya semata-mata karena (menjalankan) agama." (Al Bayyinah: 5)
*Ikhlas* adalah membersihkan hati dari segala kontaminasi entah sedikit ataupun banyak sehingga niat bertaqarrub kepada Allah menjadi murni dan tidak ada motif untuk melakukan apapun selain karena Nya.
Hal ini hanya bisa didapatkan dari seseorang yang mencintai Allah dan hanyut dalam pikiran akhirat dan tidak menyisakan tempat bagi rasa cinta dunia di dalam hati. Orang semacam ini memiliki amalan tulus dan niat yang benar dalam mengerjakan apapun.
Ketika cinta Allah dan cinta akhirat menguasai diri seseorang, seluruh perilaku kebiasaannya menjadi ciri pemikirannya. Seluruh amal perbuatannya pun menjadi ikhlas. Seperti itu pula ketika cinta dunia, jabatan, kepemimpinan dan segala sesuatu yang bukan karena Allah menguasai diri seseorang. Seluruh perilakunya akan memunculkan ciri tidak ikhlas.
Obat ikhlas adalah mematahkan kesenangan diri, memutus rakus terhadap dunia, dan memenuhi hati dengan fokus terhadap akhirat. Keikhlasan akan mudah diraih dengan hal ini. Betapa banyak orang yang mengira telah ikhlas beramal karena Allah semata. Namun sejatinya ia terpedaya karena tidak mengetahui sisi kerusakan amalnya. Amat jarang orang menyadarinya, kecuali mereka yang diberi taufik oleh Allah.
Allah berfirman:
قُلْ هَلْ نُـنَبِّئُكُمْ بِالْاَخْسَرِيْنَ اَعْمَالًا ۗ
"Katakanlah (Muhammad), Apakah perlu Kami beritahukan kepadamu tentang orang yang paling rugi perbuatannya?" (QS. Al-Kahf 18: Ayat 103)
اَ لَّذِيْنَ ضَلَّ سَعْيُهُمْ فِى الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا وَهُمْ يَحْسَبُوْنَ اَنَّهُمْ يُحْسِنُوْنَ صُنْعًا
"(Yaitu) orang yang sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia, sedangkan mereka mengira telah berbuat sebaik-baiknya." (QS. Al-Kahf 18: Ayat 104).
Seorang hamba hanya akan selamat dari godaan setan dengan keikhlasan. Allah berfirman mengungkapkan pernyataan iblis:
اِلَّا عِبَادَكَ مِنْهُمُ الْمُخْلَصِيْنَ
"kecuali hamba-hamba-Mu yang terpilih di antara mereka." (QS. Sad 38: Ayat 83)
Ya'kub berkata, "Orang ikhlas adalah orang yang menyembunyikan kebaikan-kebaikannya sebagaimana ia menyembunyikan keburukan-keburukannya.
As Susi berkata, "Ikhlas adalah tidak merasa berbuat ikhlas. Karena orang yang bisa melihat *keikhlasan* dalam keikhlasannya, berarti keikhlasannya masih memerlukan keikhlasan.
Penuturan As Susi ini mengisyaratkan untuk membersihkan amal dari rasa kagum terhadap amal perbuatan yang dilakukan.
Ada yang bertanya kepada Suhail, " Apa yang paling berat bagi jiwa?"
Suhail menjawab, "Ikhlas, karena keikhlasan tidak punya bagian apapun dari amal yang dikerjakan."
Al Fudhail berkata, "Meninggalkan suatu amal karena manusia adalah perbuatan riya'. Mengerjakan suatu amal karena manusia adalah perbuatan syirik. Adapun ikhlas adalah ketika Allah menghindarkanmu dari keduanya.
###############
TANYA JAWAB
*1.* Asalamualaikum, ijin bertanya. Apakah bisa ditoleran mengundurkan satu amal sholeh demi menjaga hubungan persaudaraan, Ustadzah? misal mau pergi pengajian tapi saudara minta dibantu pindahan rumah, apakah ini berarti kita lebih takut manusia ya ?
Jawab: Bismillah. Sebenarnya kedua-duanya sama-sama kebaikan, akan lebih baik kalau kita bisa minta ke saudara untuk ngantar pindahannya setelah pengajian, kalau pun enggak bisa ditunda ya kita titip pesan sama teman yang ikut pengajian untuk direkamkan isi pengajiannya atau nanti minta diterangkan materi pengajiannya sehingga tetap bisa mendapatkan pahala dari keduanya.
*2.* Ijin bertanya, bila kita sedekah karena teman apa itu termasuk tidak ikhlas, mohon penjelasan definisi ikhlas yang benar bagaimana?
Jawab: Niat kita dalam bersodaqoh adalah karena Allah dalam rangka menolong teman. Ikhlas itu kita enggak marah atau jengkel atau kecewa kalau yang kita kasih sedekahnya enggak ngucapin terima kasih atau enggak membalas apapun.
Untuk definisi ikhlas silahkan dibaca kembali materi di atas supaya lebih faham.
*3.* Tanya ustadzah. "Meninggalkan amal karena manusia adalah riya". Kalau kita mau memberi seseorang tetapi menunggu sekiranya di sekitar rumah orang tersebut sepi dengan maksud agar yang diberi tidak malu, apakah itu termasuk riya?? Mohon penjelasannya??
Jawab: In syaa Allah tidak termasuk riya karena kita sedang berupaya untuk menjaga perasaan orang yang kita beri. Riya itu kalau kita enggak jadi sodakoh karena takut dipuji orang.
*4.* Masih kurang paham tentang mencari pahala dan nama, jadi boleh enggak yah kalau kita ajak anak kita untuk berbuat amal solih, kita ungkapkan ke anak-anak supaya dapat pahala dari Allaah..Atau yang enggak bolehnya karena ada mencari nama??
Jawab: Dalam mendidik anak supaya mau beramal sholeh kita kasih semangat mereka dengan pahala yang Allah janjikan bagi yang melakukannya.
Tentang nama kita boleh mencantumkan nama dengan catatan kita tidak bangga dengan amal kita dan dalam rangka untuk memotivasi yang lain untuk segera beramal juga. Akan tetapi ada orang yang tidak minta dicatat namanya, cukup dengan nama Hamba Allah saja sehingga lebih menjaga amal tersebut.
*5.* Jika kita beramal misal baca quran dengan maksd memberi tauladan untuk anak-anak, tapi kemudian terbersit agar anak bangga juga, apakah pertanda tidak ikhlas, Dzah ? Jazakillah khoir
Jawab: Seorang ibu menjadi suri tauladan bagi anak-anaknya termasuk dalam beramal sholih misalnya membaca Al Qur'an itu adalah keharusan. Kita tanamkan anak-anak untuk cinta Al Qur'an dan bangga dengan kitab suci-Nya. Tapi kita tanamkan pula pada anak-anak untuk tawadhu dan berusaha ikhlas karena Allah semata.
*6.* Assalamualaikum, ijin bertanya. Misal kita melaksanakan shalat tahajud, terus kita berharap agar Allah mengabulkan doa-doa kita, apakah itu termasuk tidak ikhlas? Terima kasih
Jawab: Wa alaikum salam warohmatullah wabarokatuh..Pada sepertiga malam Allah turun ke langit dunia untuk mengabulkan do'a hambaNya dan mengampuni dosa-dosa hambaNya yang mohon ampun (bertaubat). Allah memberikan roja' (pengharapan) kepada hambanya. Jadi bukan berarti kita tidak ikhlas tapi itu adalah janji Allah kepada kita akan memberikan pahalanya bagi yang melakukannya.
*7.* Assalamualaikum. Mau nanya, kalau di kerjaan awalnya kita niat ikhlas kerja karena Allah. Tapi pas dipuji atasan, kita seneng. Apakah pahalanya langsung ilang karena sudah dipuji di dunia?
Jawab: Itu hal yang wajar ketika kita senang kalau ada yang merasa puas dengan hasil kerja kita terutama atasan. Hanya saja kita harus terus menjaga hati kita agar senantiasa niat kita karena Allah semata. Jadi pahala in syaa Allah enggak hilang kalau kita tetap menjaga niat kita untuk berusaha ikhlas karena Allah semata.
*8.* Terimakasih atas kesempatannya, izinkan Saya bertanya.. Saya punya saudara kandung, beliau memiliki kepemilikan materi yang banyak, sehingga bisa membahagiakan orang tua Saya dari segi finansial. Sedangkan Saya tidak, Saya lebih banyak memberikan waktu dan tenaga kepada orang tua. Namun ketika Saya sudah bekerja, Saya tidak punya banyak waktu untuk membahagiakan orang tua dari segi waktu dan tenaga lagi. Penghasilan Saya sedikit namun waktu Saya lebih banyak berada di kantor. Lalu bagaimana seharusnya sikap Saya agar ikhlas dan ikhtiar yang tepat untuk menghadapi situasi ini? Karena Saya juga tidak bisa meninggalkan pekerjaan di tengah pandemi yang kemudian menyusahkan orang tua lagi.
Jawab: Kita beri waktu hari libur misalnya hari ahad untuk tetap bisa memberikan perhatian pada orang tua dengan memberikan pengertian bahwa kita bisanya cuma hari ahad karena hari-hari yang lain adalah untuk bekerja. Tetap do'akan orang tua itupun merupakan kebaikan seorang anak pada orang tuanya.
*9.* Bagaimana kalau kita diberi sesuatu pada orang tapi orang tersebut ngomong ikhlas tapi begitu kita salah sedikit, dia mengukit-ukit pemberian tersebut. Bagaimana menurut, Ustadzah?
Jawab: Itu termasuk orang yang terpedaya dengan amalnya. Merasa ikhlas dalam beramal tapi masih mengungkit kebaikannya.
★★★★★★★★★★★★★★
Badan Pengurus Harian (BPH) Pusat
Hamba اللَّهِ SWT
Blog: http://kajianonline-hambaallah.blogspot.com
FanPage : Kajian On line-Hamba Allah
FB : Kajian On Line-Hamba Allah
Twitter: @kajianonline_HA
IG: @hambaAllah_official
Tim Posting January 13, 2021 New Google SEO Bandung, Indonesia

