SYUMULIYYATUL ISLAM - MAKNA SYAHADATAIN

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Thursday, October 2, 2014

Kajian Online WA Hamba  اللَّهِ  SWT (HA 07 & 08 Ummi)

Hari / Tanggal : Senin, 29 September 2014
Narasumber : Ustadzah Lillah Nurul F.
Notulen : Pristia Wardanni l Ummi Rasya
Editor : Ana Trienta
السلام علبكم ورحمة الله وبركاته

Tidak terasa kita sdh berada di penghujung September. Mudah-mudahan Senin pagi yang pastinya penuh kesibukan ini tidak menyurutkan semangat kita untuk bertafaqquh fiddien.

Akhawati sholihah..
Sebagai muslimah, penting bagi kita meyakini betapa sempurnanya ajaran Islam. Islam mengatur ummatnya secara komprehensif (menyeluruh) sejak bangun tidur hingga tidur lagi. Tidak ada yang tidak diatur dalam Islam. Dari urusan rumah tangga, pendidikan, seni, politik, perdagangan semua ada aturannya. Inilah mengapa Islam tidak bisa disamakan dengan agama lain. Dalam Islam, ini disebut syumuliyyatul Islam yang in sya allah akan kita bahas dari sekarang. Pembahasan sangat luas dan mendalam, mari kita kupas pelan-pelan saja ya...

Menjadi muslim, ada beberapa ciri yang harus kita miliki, pertama adalah Saliimul 'Aqiidah (سليم العقيدة). Lurusnya aqidah, kuatnya aqidah menjadi landasan sikap kita sehari-hari. Untuk memahaminya, satu hal yang perlu kita bahas adalah tentang syahadatain, karena ini menjadi pintu masuknya kita dalam Islam. Kita mulai yah..
Makna Syahadatain
I. Pendahuluan
Kalimat syahadat adalah pintu gerbang seseorang menjadi muslim. Ketika seseorang ingin masuk Islam, hal pertama yang dilakukan adalah mengucapkan “Asyhadu allaa ilaaha illallah wa asyhadu anna muhammaddar rosuulullaah”. Dengan ucapan tersebut ia otomatis sudah menjadi seorang muslim yang memiliki konsekuensi menjalankan syariat Islam. Kalimat ini pulalah yang menentukan seseorang itu husnul khatimah atau su’ul khatimah di akhir hayatnya. Dengan kalimat ini pula pintu syurga terbuka untuknya.

Konsep yang terkandung dalam kalimat laa ilaaha illallaah adalah konsep pembebasan manusia dari penghambaan apapun kecuali Allah SWT semata-mata. Manusia menafikkan secara langsung segala bentuk ketuhanan yang ada di alam ini, kecuali hanya Allah SWT. Penolakan tersebut bertujuan untuk membersihkan aqidah dari syubhat ketuhanan dan menegaskan bahwa segala arti dan hakikat ketuhanan itu hanya ada pada Allah.

Kalimat syahadah ini memberikan pemahaman kepada kita dalam memahami dan bersikap bahwa tidak ada pencipta kecuali Allah saja, tiada pemberi rizki selain Allah, tiada pemilik selain Allah, tiada yang dicintai selain Allah, tiada yang ditakuti selain Allah, tiada yang diharapkan selain Allah, tiada yang menghidupkan dan mematikan selain Allah, tiada yang melindungi selain Allah, tiada daya dan kekuatan selain Allah dan tiada yang diagungkan selain Allah. Kemudian pengakuan Muhammad Rasulullah adalah menerima cara menghambakan diri berasal dari Rasulullah SAW sehingga tata cara penghambaan hanya berasal dari tuntunan Allah yang disampaikan kepada rasul-Nya.

Oleh karena itu syahadatain menjadi suatu pondasi dari sebuah metode lengkap yang menjadi asas kehidupan umat muslim. Dengan pondasi ini kehidupan Islami akan dapat ditegakkan. Semakin dalam pemahaman kita terhadap konsep syahadatain dan semakin menyeluruh kita mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari, maka semakin utuh kehidupan Islami tumbuh dalam masyarakat muslim.

II. Definisi Syahadah
1. Secara bahasa, “Asyhadu” berarti saya bersaksi. Kesaksian ini bisa dilihat dari waktu, termasuk dalam aktivitas yang sedang berlangsung dan masih sedang dilakukan ketika diucapkan  Asyhadu ini sendiri memiliki tiga arti:
a. Al I’lan (pernyataan), QS. Ali Imran (3) : 18
b. Al Wa’d (janji), QS. Ali Imran (3) : 81
c. Al Qosam (sumpah), QS. Al Munafiqun (63) : 2
2. Secara istilah syahadat merupakan pernyataan, janji sekaligus sumpah untuk beriman kepada Allah dan Rasul-Nya melalui :
a. Pembenaran dalam hati (tasdiqu bil qolbi)
b. Dinyatakan dengan lisan (al qaulu bil lisan)
c. Dibuktikan dengan perbuatan (al ’amalu bil arkan)
Menurut hadist : “Iman adalah dikenali oleh hati, diucapkan dengan lisan, dan diamalkan rukun-rukunnya”. (HR Ibnu Hibban)

Setelah memahami syahadah maka akan muncul keimanan, keimanan ini harus terus disempurnakan dengan sikap istiqomah, QS. Al Fushilat (41). Istiqomah yang benar akan menghasilkan :
a. Syaja’ah (berani), QS.Al Maidah (5) : 52b. Ithmi’nan (ketenangan), QS Ar Ra’du (13) : 28c. Tafa’ul (optimis)
III. Jenis-jenis Syahadah

  1. Syahadah Rububiyah yaitu pengakuan identitas terhadap Allah sebagai pencipta, pemilik, pemelihara dan penguasa, QS. Al A’raf (7) : 172
  2. Syahadah Uluhiyah yaitu : pengakuan loyalitas terhadap Allah sebagai satu-satunya supremasi yang boleh disembah dan ditaati, QS. Al A’raf (7) : 54
  3. Syahadah risalah yaitu pengakuan terhadap diri Muhammad SAW sebagai utusan-Nya beliau adalah panutan terbaik bagi manusia, QS. Al Ahzab (33) : 21
TANYA JAWAB
HA 07
🌱 Ustadz, orang yangg masuk islam kan harus baca syahadat, gimana apabila orang yang masuk islam hanya karna alasan ingin menikahi muslimah? tapi setelah menikah engga melaksanakan rukun islam sampai dengan akhir hayatnya, apakah beliau masih disebut orang muslim?
Jawab
Batasan seseorang dikatakan muslim adalah mengucapkan syahadat. Meski dia belum melaksanakan rukun Islam, tidak pula menjadikan kita berhak mengatakan dia masih kafir. Karena yang tahu syahadatnya bagaimana, hanya Allah. Yang jelas dikategorikan sebagai fasiq. Yaitu Muslim yang masih melaksanakan dosa-dosa besar

🌱 Gimana kalo beliau sampai saat ini masih berkeyakinan kalo jadi muslim itu cukup jadi orang baik saja sama orang lain, ga harus sholat dsb? Sudah dicoba diingatkan dengan berbagai cara, membelikan dvd sholat sebagai panduan, mengajak ke pengajian dsb tapi masih engga melaksanakan kewajiban muslim. Maksudnya cara yang lainnya ustadz
Jawab
Untuk orang yang enggan melaksanakan kewajiban muslimnya dengan alasan yang terkesan meremehkan agamanya ini yang sebenarnya bisa masuk golongan kafir, karena sholat adalah pembeda antara orang beriman dan kafir. Namun kondisinya kita bukan negara Islam yang memiliki wewenang untuk menetapkan iman atau kafirnya seseorang. Terus berupaya menasehati sambil terus berdoa Allah beri hidayah

🌱 Ustadzah, bagaimana bila ada seorang muallaf, tapi saat meninggal dikuburkan dengan cara nasrani oleh anak-anaknya.
Jawab
Subhanallah, kok bisa? Kasihan sekali. Tapi hukum untuk si mayyit tentu ini bukan kesalahannya karena dia tidak tahu. Justru ummat Islam sekitarnya yang memiliki kewajiban untuk menolong si mayyit.

HA 08
🙋 Ustadzah mau tanya.. di indonesia ini umumnya Islam karena keturunan dalam arti karena lahir dari keluarga yang beragama Islam lalu otomatis ikut Islam. Lalu bagaimana dengan syahadatnya? apa perlu ada saat khusus untuk mengucap syahadat?

🙋 Betul ustadzah, apa perlu di ucapkan di depan seorang saksi misalnya? Karena definisi iman menurut hadist salah satunya adalah diucapkan dengan lisan?
Jawab
Tidak perlu karena tidak ada tuntunannya di masa para sahabat atau tabi'in. Toh dalam shalat pun setiap kali tahiyyat, kita selalu memperbaharui syahadat.

🙋 Kalo kita masih takut dengan makhluk gaib, apakah itu berarti iman kita masih kurang istiqomah?
Jawab
Ya... karena harusnya mereka lho yang takut sama kita

🙋 Ustadzah.. Terkait dengan syahadah uluhiyah, bagaimana caranya kita meminimalisir perasaan bergantung pada selain Allah? Seperti pada pasangan hidup misalnya? Apakah jika di hati kita ada perasaan gamang jika sewaktu-waktu di tinggal oleh suami, berarti syahadat kita masih jauh dari benar? Suami terlambat pulang dan  tak ada kabar saja saya khawatir sekali. Bagaimana cara menyiapkan diri ustadzah?
Jawab.
Memperkuat kepercayaan pada Allah, memang tidak mudah. Tapi bisa dilakukan dengan banyak berdzikir kepada Allah, memperbanyak ibadah-ibadah tentunya sehingga kepasrahan kepada Allah jauh lebih kuat ketimbang kekhawatiran akan hal yang belum tentu terjadi. Perbaiki terus prasangka baik kita kepada Allah.

🙋 Afwan ustadzah, bagaimana dengan orang yang beragama islam tapi dia sering ke dukun, orang pintar sampai akhirnya sakit dan pikirannya terganggu. Lalu bagaimana dengan syahadatnya ustadzah? sering di ajak untuk zikir, istighfar dan syahadat tapi tidak pernah tuntas karena pikirannya seperti kosong
Jawab.
Itu juga perbuatan musyrik mbak...sama, tidak terampunkan dan amalannya 40 hari tidak Allah terima. Sebaiknya diruqyah dengan ahlinya (yang aqidahnya lurus). 

🙋 Bagaimana caranya mengajak orang supaya bisa istiqomah dalam ibadah? apalagi bagi pria sholat berjamaah itu lebih kepada wajib saat subuh dan isya tapi sulit sekali untuk dilaksanakan.
🙋 Sama umy... suami saya juga susahnya minta ampun kalau di suruh sholat berjamaah di masjid, harus bagaimana yah?
Jawab.
Jadi inget tulisan yang mengatakan perjalanan terberat tuh ke masjid yah. Ternyata buat para pria itu sulit banget. Sampe ada bukunya lho kalau gak salah judulnya "keutamaan sholat subuh". Jadi memang apapun, jika bukan lahir karena sebuah pemahaman atau paksaan, sulit untuk dijalankan.  Saran saya... ikutkan HA atau pengajian-pengajian yang sifatnya rutin, pwr pekan misalnya. Selama ini barangkali baru sebatas tahu, namun belum mengkristal menjadi pemahaman apalagi melahirkan tindakan. Plus...kuatkan doa untuk suami-suami kita

PENUTUP
Doa Kafaratul Majelis

 سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك
Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika

“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”
Semoga bermanfaat.

Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

Ketik Materi yang anda cari !!