KAJIAN ONLINE HAMBA اَللّهُSWT UMMI G-2
Hari / Tanggal : Selasa, 13 September 2017
Narasumber : Ustadzah
Lillah Nurul Fadhilah
Tema : Asy-syaja'ah
Notulen : yuniboo
Editor : Sapta
------------------------
"Asy - syaja'ah"
Assalamu'alaikum warahmatullahi
wabarakatuh
بِسْــــــــــــــــــــــمِ اللّهِ
الرَّحْمَنِ الرَّحِيِْ
Bismillaahirrahmaanirrahiim
إنَّ الـحَمْدَ لِلّهِ نَـحْمَدُهُ
وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا
وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ
يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ
لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُه.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا
اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
Puji syukur kehadirat Allah SWT yang
sampai sekarang masih memberikan kita nikmat iman, nikmat islam dan diberikan
kesempatan berkumpul di majelis ilmu.
Shalawat beserta salam kita haturkan suri
tauladan terbaik sepanjang Zaman, yang begitu mencintai kita, bahkan ketika
Allah memanggilnya yang disebut-sebut adalah kita, umatnya. Yakni nabi besar
Muhammad SAW. Semoga kita bisa bersua dgn beliau di yaumil akhir.
🌺🌸🌺🌸🌺🌸
Semoga pada hari yang barokah ini, insyaa
Allah mampu menerangi kita untuk selalu dekat dengan-Nya untuk menuju Jannah
yang abadi. Aamiin..
🌼🌻🌼🌻🌼🌻
Insyaallah mau membahas soal Asy syajaah
(keberanian)
❤ Asy-syaja’ah
(keberanian)
adalah salah satu ciri yang dimiliki orang
yang istiqamah di jalan Allah
Secara manusiawi seseorang, memang
memiliki sifat khauf (takut) sebagai lawan sifat asy-syaja’ah. Namun sifat
khauf thabi’i (alamiah) yang diadakan Allah di dalam diri manusia sebagai
mekanisme pertahanan diri seperti takut terbakar, tenggelam, terjatuh dimangsa
binatang buas, harus berada di bawah khauf syar’I yakni takut kepada Allah Ta’ala.
Hal tersebut secara indah dan heroik terlihat gamblang pada kisah Nabi Musa
a.s, Ibrahim a.s dan Muhammad saw.
Rasa takut pada kemungkinan tenggelam ke
Laut Merah teratasi oleh ketenangan, optimisme dan keberanian Nabi Musa a.s
yang senantiasa yakin Allah bersamanya dan akan menunjukinya jalan. Dan benar
saja Allah memberinya jalan keluar berupa mukjizat berupa terbelahnya Laut
Merah dengan pukulan tongkatnya sehingga bisa dilalui oleh Nabi Musa dan pengikutnya.
Kemudian laut itu menyatu kembali dan menenggelamkan Fir’aun beserta
tentaranya.
Kisah yang tak kalah mencengangkannya
terlihat pada peristiwa pembakaran Nabi Ibrahim a.s. Rasa takut thabi’i
terhadap api dan terbakar olehnya teratasi oleh rasa takut syar’I yakni takut
kepada Allah saja. Dan subhanallah, pertolongan Allah datang dengan perintah
Nya kepada api agar menjadi dingin dan sejuk serta menyelamatkan Nabi Ibrahim
a.s.
Keberanian, ketawakalan dan kepasrahan
pada Allah yang membuahkan pertolongan-Nya juga terlihat pada saat Rasulullah
Muhammad SAW bersama sahabat setianya Abu Bakar Ash-Shidiq berada di gua Tsur
untuk bersembunyi dalam rangka strategi hijrah ke Yatsrib (Madinah).
Kaki-kaki musuh yang lalu lalang tidak
menggetarkan Rasulullah dan ketika Abu Bakar begitu mengkhawatirkan keselamatan
Rasulullah SAW, beliau menenangkannya dengan berkata, "Jangan takut,
sesungguhnya Allah bersama kita" (QS 9: 40).
Macam-macam Syaja’ah
Syaja’ah atau pemberani/kesatria tentu
saja berbeda dengan bersikap nekat, "ngawur" atau tanpa perhitungan
dan pertimbangan. Asy-syaja’ah adalah keberanian yang didasari pertimbangan
matang dan penuh perhitungan karena ingin meraih ridha Allah. Dan untuk meraih
ridha Allah, tentu saja diperlukan ketekunan kecermatan dan kerapian kerja
(itqan). Buka keberanian yang tanpa perhitungan, namun juga bukan terlalu
perhitungan dan pertimbangan yang melahirkan ketakutan.
Paling tidak ada beberapa macam bentuk
asy-syaja’ah (keberanian), yakni:
Ø Memiliki daya tahan besar
Seseorang dapat dikatakan memiliki sifat
berani jika ia memiliki daya tahan yang besar untuk menghadapi kesulitan,
penderitaan dan mungkin saja bahaya dan penyiksaan karena ia berada di jalan
Allah.
Ø Berterus terang dalam kebenaran
"Qulil haq walau kaana muuran"
(katakan yang benar meskipun itu pahit) dan berkata benar di hadapan penguasa
yang zhalim adalah juga salah satu bentuk jihad bil lisan. Jelas saja
dibutuhkan keberanian menanggung segala resiko bila kita senantiasa berterus
terang dalam kebenaran.
Ø Kemampuan menyimpan rahasia
Orang yang berani adalah orang yang
bekerja dengan baik, cermat dan penuh perhitungan terutama dalam persiapan
jihad menghadapi musuh-musuh Islam. Kemampuan merencanakan dan mengatur
strategi termasuk di dalamnya mampu menyimpan rahasia adalah merupakan bentuk
keberanian yang bertanggung jawab.
Ø Mengakui kesalahan
Salah satu orang yang memiliki sifat
pengecut adalah tidak mau mengakui kesalahan, mencari kambing hitam dan
bersikap "lempar batu, sembunyi tangan"
Sebaliknya orang yang memiliki sifat
syaja’ah berani mengakui kesalahan, mau meminta maaf, bersedia mengoreksi
kesalahan dan bertanggung jawab.
Ø Bersikap obyektif terhadap diri sendiri
Ada orang yang cenderung bersikap over
estimasi terhadap dirinya, menganggap dirinya baik, hebat, mumpuni dan tidak
memiliki kelemahan serta kekurangan. Sebaliknya ada yang bersikap under
estimasi terhadap dirinya yakni menganggap dirinya bodoh, tidak mampu berbuat
apa-apa dan tidak memiliki kelebihan apapun. Kedua sikap tersebut jelas tidak
proporsional dan tidak obyektif. Orang yang berani akan bersikap obyektif,
dalam mengenali dirinya yang memiliki sisi baik dan buruk.
Ø Menahan nafsu di saat marah
Seseorang dikatakan berani bila ia tetap
mampu ber–mujahadah li nafsi, melawan nafsu dan amarah. Kemudian ia tetap dapat
mengendalikan diri dan menahan tangannya padahal ia punya kemampuan dan peluang
untuk melampiaskan amarahnya.
=========
TANYA JAWAB
T : Jadi orang yANg
berani itu tidak selalu harus vokal menghadapi pemerintah yang dzolim, tapi
juga bisa diam sambil mengatur strategi ya Ustadzah?
J : Betul bunda. Tapi
dari diamnya itu harus tetap muncul perbaikan.
T : Mengenai
syaja'ah disini, keberanian yang bagaimana harus kita tanam/kedepankan, dikala kita
sudah mantap dengan jilbab Syar'i (cadar), akan tetap ada pihak dari saudara
kandung yang memberikan statement bahwa "tdk akan bertegur sapa bila
sampai cadar itu di kenakan". Padahal dalam hati sudah yakin dan mantap, selain
itu suami dan anak laki-laki sudah mengizinkan. Syukron wa jazakillahu khoir
atas jwbnya
J : Alasan yang
tidak masuk akal. Kalau kita berbuat kejahatan, wajar jika saudara marah dan
bersikap spt itu. Tanggung jawab kita setelah menikah adalah kepada suami, maka
lanjutkan jika suami setuju. Adapun sikap saudara dan sebagainya, berlapang
dada saja. Jangan bersikap frontal, tetap berbuat baik dan tunjukkan bahwa
cadar tidak seperti yang dibayangkan.
T : copas status
teman, seorang islam ktp.. cenderung liberal.
Nyaris 2 jam ngobrol sama Ali Imron,
terpidana bom bali. Tentang JI, ISIS hingga rohingya. Surprisingly wajahnya
adem. Cara bicaranya terstruktur, tenang & logis. Menarik sekali melihat
sisi humanisnya, meski jelas dia sangat 'firm' dengan misi dan keyakinannya -
walau menurut pengakuannya, dia sesungguhnya menentang cara yg radikal &
terorisme. Menentang ISIS. Di kalangan tahanan bareskrim dia adalah ustad, guru
yg disegani, knowledgeable, yg membimbing & memberi siraman rohani yg
menenangkan utk para tersangka di sana.
Hukuman seumur hidup memberi kesempatan
dia utk membayar kesalahannya dg mengajar agama & mengedukasi orang tentang
bahaya ISIS. Well....
Sikap imran ini termasuk keberanian kah
ustadzah? Sikap Imron yang bagian mana mbak? Yang membom?
J : Yang membom
😊😊 😊😊 😊😊 😊😊 😊😊 😊😊
Hamdalah
: الْحمد لّله رب الْعالميْن
Istighfar
: أسْتغْفر الّله الْعظيْم
Doa kafaratul majelis
سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت
أستغفرك وآتوب إليك
Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu
allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika
“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan
memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan
diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”
Kajian malam ini saya tutup
Wassalamualaikum Wr. Wb
================
Website: www.hambaAllah.net
FanPage : Kajian On line-Hamba Allah
FB : Kajian On Line-Hamba Allah
Twitter: @kajianonline_HA
IG: @hambaAllah_official
Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT



0 komentar:
Post a Comment