Broadcast
#RamadhanSeries01
*Ustadz Dodi Abu El Jundi
Tanya#01:
Apakah dalam bulan Ramadhan kita
perlu berniat setiap hari ataukah cukup berniat sekali untuk satu bulan penuh?
Jawab:
Cukup dalam seluruh bulan Ramadhan
kita berniat sekali di awal bulan, karena walaupun seseorang tidak berniat
puasa setiap hari pada malam harinya, semua itu sudah masuk dalam niatnya di
awal bulan.
Tetapi jika puasanya terputus di
tengah bulan, baik karena bepergian, sakit dan sebagainya, maka dia harus
berniat lagi, karena dia telah memutus bulan Ramadhan itu dengan meninggalkan
puasa karena perjalanan, sakit dan sebagainya.
Tanya#02:
Apakah niat puasa bulan Ramadhan
seperti yang kita ucapkan dibawah ini...?
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ أَنْ أَدَاءِ فَرْضِ رَمَضَانَ هَذِهِ
السَّنَةِ لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitu Souma Ghadin ‘An Ada-‘i,
Fardhi Syahri Ramadhana Hazihis Sanati Lil’lahi Ta’ala
Jawab:
Imam An-Nawawi mengatakan:
النية في جميع العبادات معتبرة بالقلب ولا يكفي فيها نطق اللسان
مع غفلة القلب ولا يشترط
“Niat dalam semua ibadah yang
dinilai adalah hati, dan tidak cukup dengan ucapan lisan sementara hatinya
tidak sadar. Dan tidak disyaratkan dilafalkan ,…” (Raudhah at-Thalibin, 1:84)
Dalam buku yang sama, beliau juga
menegaskan:
لا يصح الصوم إلا بالنية ومحلها القلب ولا يشترط النطق بلا
خلاف
“Tidak sah puasa kecuali dengan
niat, dan tempatnya adalah hati. Dan tidak disyaratkan harus diucapkan , tanpa
ada perselisihan ulama…” (Raudhah at-Thalibin, 1:268)
Dalam I’anatut Thalibin, Imam Abu
Bakr ad-Dimyathi As-Syafii juga menegaskan:
أن النية في القلب لا باللفظ، فتكلف اللفظ أمر لا يحتاج إليه
“Sesungguhnya niat itu di hati bukan
dengan diucapkan . Memaksakan diri dengan mengucapkan niat, termasuk perbuatan
yang tidak butuh dilakukan.” (I’anatut Thalibin, 1:65).
Dan masih banyak lagi yang lainnya,
ketika kita bangun sahur dimalam hari, maka itu sudah termasuk NIAT yang
diperuntukkan untuk Puasa di pagi harinya. Jadi nda perlu repot repot
menghafalkan texting begitu banyak niat dalam melakukan Ibadah yaa.
Tanya#03:
Apakah doa berbuka puasa bulan
Ramadhan seperti yang kita ucapkan dibawah ini...?
اللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ
أَفْطَرْت بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ
"Allahummalakasumtu wabika
aamantu wa'alarizqika afthortu birohmatikaya ar-hamarrahimin"
Jawab:
Doa ini merupakan bagian dari hadits
dengan redaksi lengkap sebagai berikut:
عَنْ مُعَاذِ بْنِ زُهْرَةَ، أَنَّهُ بَلَغَهُ أَنَّ
النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ كَانَ إِذَا أَفْطَرَ قَالَ: اَللَّهُمَّ
لَكَ صُمْتُ، وَ عَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ
“Dari Mu’adz bin Zuhrah,
sesungguhnya telah sampai riwayat kepadanya bahwa sesungguhnya jika Nabi
shallallahu ‘alaihi wa sallam berbuka puasa, beliau membaca (doa), ‘Allahumma
laka shumtu wa ‘ala rizqika afthortu’ (ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa dan dengan
rezeki-Mu aku berbuka).”
Hadits tersebut diriwayatkan oleh
Abu Daud, dan dinilai dhaif oleh Syekh al-Albani dalam Shahih wa Dhaif Sunan
Abi Daud.
Inilah dalil yang shahih untuk
berbuka puasa yang diriwayatkan dari Rasulullah ﷺ
yang berlafaz :
ذَهَبَ الظَّمَأُ، وابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وثَبَتَ اْلأَجْرُ
إِنْ شَاءَاللهُ
“Dzahabazh zhoma’u wabtallatil
‘uruqu wa tsabatal ajru insya Allah.”
[Telah hilanglah dahaga, telah
basahlah kerongkongan, semoga ada pahala yang ditetapkan, jika Allah
menghendaki]
(Hadits shahih, Riwayat Abu Daud
[2/306, no. 2357] dan selainnya; lihat Shahih al-Jami’: 4/209, no. 4678)
Urutannya:
1. Baca "Basmalah"
2. Minum Air atau Kurma
3. Membaca Doa Buka Puasa diatas
Catatan:
-----------
Rasulullah ﷺ
adalah Manusia yang membawakan Syariat اللّهُ Ta'ala dengan SEMPURNA, maka sudah menjadi KEWAJIBAN kita
mengikuti segala sesuatu bentuk IBADAH dengan hal yang dicontohkan dan
diperintahkan oleh Beliau ﷺ
Jikalau menurut Ulama Kalaf [Ulama
Zaman Sekarang] itu baik kok, maka secara tidak langsung, mereka menuduh Nabi ﷺ menyembunyikan
amalan kebaikan kepada Umatnya dan tidak mengajarkan kepada Umatnya.
Yuk... Berpegang teguh terhadap
ajaran اللّهُ
Ta'ala dan Rasulullah ﷺ beserta Para
Sahabat, Tabiiun Tabiin dan Ulama Salaf [Ulama Zaman Dulu] yang menjalankan
secara teguh syariat Islam yang MEMANG SUDAH SEMPURNA
Demikianlah fiqih ringkas Ramadhan
Series. kita kali ini, semoga اللّهُ Ta'ala
melindungi kita semua.
Nantikan Series lanjutannya.
والله تعالى أعلم والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•
Kita tutup dengan
membacakan hamdalah..
Alhamdulillahirabbil'aalamiin
Doa Kafaratul Majelis:
سبحانك اللهم وبحمدك
أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك
Subhanakallahumma
wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika
“Maha Suci Engkau ya
Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah
melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”
Wassalamu'alaikum
warahmatullaahi wabarakaatuh
================
Website: www.hambaAllah.net
FanPage: Kajian On line-Hamba Allah
FB: Kajian On Line - Hamba Allah
Twitter: @kajianonline_HA
IG: @hambaAllah_official
Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT



0 komentar:
Post a Comment