By Ustadz Syahrawi Munthe
Pemilik hati yang bersih (qalbun
salim) niscaya sangat dekat dengan Allah, dekat dengan Al Qur'an, dekat dengan
orang-orang shalih. Pancaran hatinya menerangi sekitarnya, menyirami
kegersangan hati orang-orang yg kebingungan, hingga ia 'basah' oleh ketundukan
pada Robbnya. Hati yg bersih mampu menembus hati orang lain dalam amalnya,
mampu menggerakkan hati orang lain bak prajurit yang menyatu dalam taat pada
Allah.
Pemilik hati yang bersih bebas dari
kemusyrikan, seperti halnya Nabi Ibrahim datang pada Tuhannya dengan hati yang
bersih (qolbun salim), yang tersebut dalam Al Qur'an:
وَإِنَّ مِنْ شِيعَتِهِ لإبْرَاهِيمَ (83) إِذْ
جَاءَ رَبَّهُ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ (84) إِذْ قَالَ لأبِيهِ وَقَوْمِهِ مَاذَا
تَعْبُدُونَ (85)
"Dan sesungguhnya Ibrahim
benar-benar termasuk golongannya (Nuh) (Ingatlah) ketika ia datang kepada
Tuhannya dengan hati yang suci (Ingatlah) ketika ia berkata kepada bapaknya dan
kaumnya, "Apakah yang kamu sembah itu?" (QS. Ash Shaffat/37: 83-85)
Pemilik hati yang bersih (qalbun
salim) hanya takut dan cinta pada Allah, sebab Allah telah menguasai hatinya
hingga apapun perintah Allah akan ditunaikan. Begitulah hati para mujahid yang
tak pernah gentar menghapi musuh. Sebab yang menggerakkan tangannya menghunus
pedang adalah Allah. Ia menebas musuh dengan tangannya Allah, ia berlari
mengejar musuh dengan kakinya Allah. Rasulullah dalam hadist qudsi bersabda:
....وَلاَ يَزَالُ عَبْدِي يَتَقَرَّبُ إِلَيَّ بِالنَّوَافِلِ
حَتَّى أُحِبَّهُ، فَإِذَا أَحْبَبْتُهُ كُنْتُ سَمْعَهُ الَّذِي يَسْمَعُ بِهِ
وَبَصَرَهُ الَّذِي يُبْصِرُ بِهِ، وَيَدَهُ الَّتِي يَبْطِشُ بِهَا، وَرِجْلَهُ
الَّتِي يَمْشِي بِهَا، وَلَئِنْ سَأَلَنِي لأُعْطِيَنَّهُ، وَلَئِنِ
اسْتَعَاذَنِي لأُعِيْذَنَّهُ
"....Dan hambaku yang selalu
mendekatkan diri kepada-Ku dengan nawafil (perkara-perkara sunnah di luar yang
fardhu) maka Aku akan mencintainya dan jika Aku telah mencintainya maka Aku
adalah pendengarannya yang dia gunakan untuk mendengar, penglihatannya yang dia
gunakan untuk melihat, tangannya yang digunakannya untuk memukul dan kakinya
yang digunakan untuk berjalan. Jika dia meminta kepadaku niscaya akan aku
berikan dan jika dia minta perlindungan dari-Ku niscaya akan Aku lindungi “ (HR. Bukhari.)
Pemilik hati yang bersih (qolbun
salim) adalah orang-orang mudah menangis, seperti halnya Umar bin Khattab yang
seringkali menangis saat ingat dosa-dosanya masa lalu. Seseorang menangis
karena Allah adalah bukti keimanan yang tidak bisa direkayasa. Menangis saat
bergetar hatinya karena nama Allah disebut dan berguncang jiwanya ketika
mengingat maksiat dan dosa yang ia lakukan, oleh sebab inilah tangisan
keimanan, tangisan kebahagiaan dan tangisan hanifnya jiwa.
Menangis krn Allah akan membersihkan
dan melembutkan hati. Takkan disentuh oleh api neraka mata yang menangis karena
Allah. Rasulullah bersabda:
نان لا تمسهما النار ، عين بكت من خشية الله ،
وعين باتت تحرس في سبيل الله
“Ada dua buah mata yang tidak akan
tersentuh api neraka; mata yang menangis karena merasa takut kepada Allah, dan
mata yang berjaga-jaga di malam hari karena menjaga pertahanan kaum muslimin
dalam (jihad) di jalan Allah.”
(HR. Tirmidzi)
Para nabi & orang-orang shalih
juga menangis karena Allah, Allah Ta’ala berfirman,
أُولَٰئِكَ الَّذِينَ أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ
مِنَ النَّبِيِّينَ مِنْ ذُرِّيَّةِ آدَمَ وَمِمَّنْ حَمَلْنَا مَعَ نُوحٍ وَمِنْ
ذُرِّيَّةِ إِبْرَاهِيمَ وَإِسْرَائِيلَ وَمِمَّنْ هَدَيْنَا وَاجْتَبَيْنَا ۚ
إِذَا تُتْلَىٰ عَلَيْهِمْ آيَاتُ الرَّحْمَٰنِ خَرُّوا سُجَّدًا وَبُكِيًّا
“Mereka itu adalah orang-orang yang
telah diberi ni’mat oleh Allah, yaitu para nabi dari keturunan Adam, dan dari
orang-orang yang Kami angkat bersama Nuh, dan dari keturunan Ibrahim dan
Israil, dan dari orang-orang yang telah Kami beri petunjuk dan telah Kami
pilih. Apabila dibacakan ayat-ayat Allah Yang Maha Pemurah kepada mereka, maka
mereka menyungkur dengan bersujud dan menangis.” (QS. 19 : 58)
Pemilik hati yang bersih (qolbun
salim) adalah orang-orang yg bersemayan dalam hatinya nilai-nilai luhur. Hati
yang tawadhu, pernuh syukur, ikhlas, selamat dari kufur, riya, ujub dan
sombong.
Di bulan ramadhan yang suci ini,
kejarlah hati yang bersih (qolbun salim) agar engkau jadi pemiliknya. Bersihkan
hati dari syirik yg kadang muncul tanpa sadar. Jauhi syirik krn merupakan dosa
yang tidak diampuni. Tanamkan sekuatnya untuk takut dan cinta pada Allah karena
kita ini adalah miliknya. Menangislah di hadapanNya karena engkau belum tahu
apakah tempatmu di surga atau di neraka kelak. Maka amatlah beruntungnya engkau
wahai pemilik hati yang bersih (qolbun salim) karena engkau akan selamat dunia
dan akhirat. Hatimu sungguh indah, bening tanpa noda, yang dengannya engkau
berjumpa dengan Tuhanmu kelak. Amin.
@home, 17 Mei 2018, pukul 22.05
•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•
Kita tutup dengan
membacakan hamdalah..
Alhamdulillahirabbil'aalamiin
Doa Kafaratul Majelis:
سبحانك اللهم وبحمدك
أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك
Subhanakallahumma
wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika
“Maha Suci Engkau ya
Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah
melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”
Wassalamu'alaikum
warahmatullaahi wabarakaatuh
================
Website: www.hambaAllah.net
FanPage: Kajian On line-Hamba Allah
FB: Kajian On Line - Hamba Allah
Twitter: @kajianonline_HA
IG: @hambaAllah_official
Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT



0 komentar:
Post a Comment