By Ustadz Dodi Abu El Jundi
Tanya #04
Bolehkah kita bersantai santai saat
puasa bahkan melakukan aktifitas yang bisa mengurangi lapar dan haus?
Jawab:
Rasulullahﷺ berkata kepada Aisyah, “Pahalamu tergantung kepada kesusahanmu.” (H.R. al-Bukhari dan Muslim).
Rasulullahﷺ berkata kepada Aisyah, “Pahalamu tergantung kepada kesusahanmu.” (H.R. al-Bukhari dan Muslim).
Jika tingkat kesusahan manusia untuk
taat kepadaاللّهُ semakin
besar, maka semakin besar pula pahalanya. Hendaknya dia melakukan sesuatu
yang dapat meringankan puasanya seperti berendam dengan air atau duduk di
tempat yang dingin.
Kegiatan seperti diatas tidak
mempengaruhi sah atau tidaknya seseorang melaksanakan puasa.
Tanya#05
Bolehkah orang yang cuci darah berpuasa...?
Bolehkah orang yang cuci darah berpuasa...?
Jawab:
Syekh Ibnu Utsaimin ditanya tentang hukum cuci darah ketika puasa. Beliau menjawab, “… Saya khawatir, proses pencucian ini dicampur dengan beberapa nutrisi mineral, sehingga menggantikan makan dan minum.
Syekh Ibnu Utsaimin ditanya tentang hukum cuci darah ketika puasa. Beliau menjawab, “… Saya khawatir, proses pencucian ini dicampur dengan beberapa nutrisi mineral, sehingga menggantikan makan dan minum.
Jika keadaannya demikian, statusnya MEMBATALKAN
PUASA. Oleh karena itu, jika ada orang yang mendapatkan ujian dengan
penyakit ini sepanjang hidupnya maka dia tergolong orang yang sakit, yang tidak
ada harapan untuk sembuh, sehingga dia boleh membayar fidyah.
Akan tetapi, jika campuran yang
disisipkan di darah pasien ketika proses dialisis (cuci darah) bukan nutrisi
bagi tubuh, namun hanya sebatas membersihkan dan mencuci darah, maka hal
ini tidak membatalkan puasanya, sehingga seseorang boleh mengambil
tindakan medis ini meskipun sedang berpuasa. Persoalan semacam ini perlu
ditanyakan ke dokter.” (Majmu’ Fatawa Ibnu Utsaimin, 20:113)
Kesimpulannya → “Pasien yang harus melakukan cuci
darah, puasanya batal di hari dilakukannya tindakan dialisis. Jika masih
memungkinkan untuk qadha maka dia wajib qadha.Namun, jika tidak memungkinkan untuk
mengqadha maka statusnya sebagaimana orang tua yang tidak mampu puasa. Dia
boleh tidak puasa ketika proses cuci darah dan diganti dengan fidyah.”
Demikianlah fiqih ringkas Ramadhan
Series. kita kali ini, semoga اللّهُ Ta'ala
melindungi kita semua.
Nantikan Series lanjutannya.
والله تعالى أعلم والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•
Kita tutup dengan
membacakan hamdalah..
Alhamdulillahirabbil'aalamiin
Doa Kafaratul Majelis:
سبحانك اللهم وبحمدك
أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك
Subhanakallahumma
wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika
“Maha Suci Engkau ya
Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah
melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”
Wassalamu'alaikum
warahmatullaahi wabarakaatuh
================
Website: www.hambaAllah.net
FanPage: Kajian On line-Hamba Allah
FB: Kajian On Line - Hamba Allah
Twitter: @kajianonline_HA
IG: @hambaAllah_official
Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT



0 komentar:
Post a Comment