By Ustadz Syahrawi Munthe
Saat terjadi perang Badar,
Rasulullah sepertinya tak yakin dengan kekuatan pasukannya karena pasukan musuh
jumlahnya tiga kali lipat. Walaupun sebenarnya malam sebelum pertempuran, Allah
Azza wa Jalla menurunkan hujan untuk mensucikan kaum Muslimin, menguatkan hati
dan meneguhkan telapak kaki mereka di atas bumi. Allah Azza wa Jalla jadikan
hujan tersebut sebagai bencana yang besar bagi kaum Musyrikin. Allah Ta'ala
berfirman:
وَيُنَزِّلُ عَلَيْكُمْ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً لِيُطَهِّرَكُمْ
بِهِ وَيُذْهِبَ عَنْكُمْ رِجْزَ الشَّيْطَانِ وَلِيَرْبِطَ عَلَىٰ قُلُوبِكُمْ
وَيُثَبِّتَ بِهِ الْأَقْدَامَ
"Dan Allah menurunkan kepadamu
hujan dari langit untuk mensucikan kamu dengan hujan itu dan menghilangkan dari
kamu gangguan-gangguan setan dan untuk menguatkan hatimu dan memperteguh
dengannya telapak kaki(mu)"
(QS. al-Anfâl/8:11)
Namun dibalik itu semua, Rasulullah
SAW tetap saja berdoa kepada Allah agar hatinya benar-benar kuat. Rasulullah
sebenarnya sangat yakin bahwa Allah akan menolong pasukan muslimin, namun agar
kekuatan fisik semakin bergelora maka Rasulullah mengadu kepadaNya. Sabda Nabi
dalam doanya:
اللَّهُمَّ أَنْجِزْ لِيْ مَا وَعَدْتَنِي
اللَّهُمَّ آتِ مَا وَعَدْتَنِيْ اللَّهُمَّ إِنْ تُهْلِكْ هَذِهِ الْعِصَابَةَ
مِنْ أَهْلِ الإِِسْلاَمِ لاَ تُعْبَدْ فِي الأَرْضِ
"Ya Allah Azza wa Jalla ,
penuhilah janji-Mu kepadaku. Ya Allah Azza wa Jalla berikanlah apa yang telah
Engkau janjikan kepadaku. Ya Allah Azza wa Jalla , jika Engkau membinasakan
pasukan Islam ini, maka tidak ada yang akan beribadah kepada-Mu di muka bumi
ini. (HR. Muslim)
Doa ini terus dilantunkan Rasulullah
hingga selendangnya terjatuh. Abu Bakar datang dan mengambil selendang tersebut
kemudian meletakkan kembali di pundak beliau. Abu Bakar berkata, “Wahai Nabi
Allah Azza wa Jalla , sudah cukup engkau bermunajat kepada Rabbmu dan Allah
Azza wa Jalla pasti akan memenuhi janji-Nya.” Dan takdir Allah pun memenangkan
perang akbar badar.
Kekuatan hati yang lain, tersemai
dalam kisah Sa'ad bin Abi Waqqash. Sa'ad termasuk generasi pertama yang masuk
Islam saat ia berusia 17 tahun. Sa'ad adalah paman Rasulullah. Wuhaib adalah
kakek Sa’ad dan paman Aminah binti Wahab, ibunda Rasulullah. Ibunda Sa'ad
adalah wanita bernama Hamnah binti Sufyan bin Abu Umayyah, seorang wanita
hartawan keturunan bangsawan Quraisy, yang memiliki wajah cantik dan anggun.
Ketika Sa'ad masuk Islam, ibunya
tertekan dan sangat marah. Hamnah dikenal sangat setia kepada agama nenek
moyangnya yaitu penyembah berhala. Ibunda Sa'ad mengatakan: "Wahai Sa’ad,
apakah engkau rela meninggalkan agamamu dan agama bapakmu, untuk mengikuti
agama baru itu? Demi Allah, aku tidak akan makan dan minum sebelum engkau
meninggalkan agama barumu itu,” ancam sang ibu."
Ibunda Sa'ad mengira hatinya Sa'ad
akan luluh jika melihatnya dalam keadaan lemah dan sakit. Namun kekuatan hati
Sa'ad tak tergoyah. Jiwanya sdh tercelup dalam samudera Ilahiah. Syahadat yang
ucapkan tak tergoyahkan oleh apapun. Ia lebih mencintai Allah dan RasulNya. Sa'ad
pun mengatakan pada ibundanya, “Wahai Ibunda, demi Allah, seandainya engkau
memiliki 70 nyawa dan keluar satu per satu, aku tidak akan pernah mau
meninggalkan agamaku selamanya!”
Kisah ini Allah abadikan dalam Al
Qur'an, dalam Surah Luqman ayat 15, Allah berfirman:
وَإِنْ جَاهَدَاكَ عَلَىٰ أَنْ تُشْرِكَ بِي مَا
لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ فَلَا تُطِعْهُمَا ۖ وَصَاحِبْهُمَا فِي الدُّنْيَا
مَعْرُوفًا ۖ وَاتَّبِعْ سَبِيلَ مَنْ أَنَابَ إِلَيَّ ۚ ثُمَّ إِلَيَّ
مَرْجِعُكُمْ فَأُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ
"Dan jika keduanya memaksamu
untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang
itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia
dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya
kepada-Kulah kembalimu, maka Kuberitakan kepadamu apa yang telah kamu
kerjakan."
Kekuatan hati tidak bisa dihalangi
oleh apapun. Jika Allah telah 'mengokohkannya' maka saat itu keberanian akan
berkibar, tak peduli lagi. dengan nyawa yg harus dikorbankan. Semuanya karena
keimana pada Allah. Kekuatan hati inilah yang memompa keberania seorang ibu
dalam Kisah Ashabul ukhdud. Saat raja menyuruh agar yg beriman pada Allah
melompat ke parit api yg bergejolak, seorang ibu yg menggendong bayi ragu dan
ketakutan. Tapi Allah menunjukkan kuasanya. Bayi itu berbicara dan mengatakan
pada ibundanya:
“Wahai ibu, bersabarlah!
Sesungguhnya ibu berada di atas kebenaran (lalu akhirnya mereka terjun).” (HR Muslim).
Melihat anaknya bicara, Ibu itu terhenyak dan hatinya semakin kuat dan berani hingga ia melompat ke dalam bara api bersama bayinya. Sangat mengharu biru karena terpanggang dlm api hanya karena keimanan pada Allah. Subhanallah.
Dan kuatnya hati keluarga Ammar bin
Yasir, tiada tandingannya. Ayahnya Yasir dan Ibundanya Sumayyah disiksa hingga
tingkat tak wajar dan tak masuk akal. Begitu perih dan sakit. Keluarga ammar
bin yasir disiksa oleh kafir Quraisy karena keimanan pada Allah. Siksa yang
mereka dapatkan berupa hukuman bakar dengan besi panas, sampai disalib di atas
pasir panas dengan ditindih batu laksana bara merah, bahkan sampai
ditenggelamkan ke dalam air hingga sesak nafasnya dan mengelupas kulitnya yang
penuh dengan luka.
Hingga suatu hari, ketika Rasulullah
SAW mengunjungi mereka, Ammar berkata, "Wahai Rasulullah, azab yang kami
derita telah sampai ke puncak." Rasulullah SAW berkata, "Sabarlah,
wahai Abal Yaqdhan... Sabarlah wahai keluarga Yasir, tempat yang dijanjikan
bagi kalian ialah surga!"
Benarlah firman Allah:
أَمْ حَسِبْتُمْ أَنْ تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ
وَلَمَّا يَعْلَمِ اللَّهُ الَّذِينَ جَاهَدُوا مِنْكُمْ وَيَعْلَمَ الصَّابِرِينَ
Apakah kamu mengira bahwa kamu akan
masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad
diantaramu dan belum nyata orang-orang yang sabar.
Begitulah kisah tauladan kekuatan
hati karena iman. Kekuatan hati karena Allah, karena kerihaan dan kecintaan
padaNya.
Dibulan yang suci ini, sekalipun
kekuatan hati kita tidak sekuat Nabi, juga Sa'ad atau Ammar bin Yasir, namun
pupuklah ia, rawat ia dengan baik agar iman yang bersemayan dalam hati bisa
terpatri kokoh dan kuat, hingga ia lestari hingga generasi masa depan. Sejarah
mereka mungkin saja akan berulang. Sebab di akhir zaman, Islam akan kembali
asing, penguasa-penguasa dzalim akan bermunculan. Mungkin saja siksaan-siksaan
serupa terjadi. Semoga Allah menguatkan iman kita dan keturunan kita kelak.
Amin.
@Bogor, 18 Mei 2018, pukul 22.25
wib.
•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•
Kita tutup dengan
membacakan hamdalah..
Alhamdulillahirabbil'aalamiin
Doa Kafaratul Majelis:
سبحانك اللهم وبحمدك
أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك
Subhanakallahumma
wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika
“Maha Suci Engkau ya
Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah
melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”
Wassalamu'alaikum
warahmatullaahi wabarakaatuh
================
Website: www.hambaAllah.net
FanPage: Kajian On line-Hamba Allah
FB: Kajian On Line - Hamba Allah
Twitter: @kajianonline_HA
IG: @hambaAllah_official
Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT



0 komentar:
Post a Comment