
Hati Tertipu Angan-Angan ~ Ustadz
Syahrawi Munthe
Rasa ini termasuk kategori penyakit
hati yang berat, yaitu tertipu oleh angan-angan kosong atau ghurur.
Berangan-angan telah mendapat sesuatu, padahal sesuatu itu sangat jauh dr
jangkauannya. Ghurur juga termasuk orang yang sibuk mengurusi orang lain
sementara ia tidak perhatikan dirinya.
Hati yang tertipu angan-angan
hinggap pada orang-orang lupa hakikat dirinya. Hal ini terjadi pada orang-orang
kafir yg tertipu oleh angan-angan kosongnya. Menganggap apa yang mereka lakukan
akan membawanya ke surga, padahal jelas bahwa orang kafir akan masuk neraka.
Allah berfirman:
وَقَالُوا لَنْ يَدْخُلَ الْجَنَّةَ إِلَّا مَنْ
كَانَ هُودًا أَوْ نَصَارَىٰ ۗ تِلْكَ أَمَانِيُّهُمْ ۗ قُلْ هَاتُوا
بُرْهَانَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ
"Dan mereka (Yahudi dan
Nasrani) berkata: "Sekali-kali tidak akan masuk surga kecuali orang-orang
(yang beragama) Yahudi atau Nasrani". Demikian itu (hanya) angan-angan
mereka yang kosong belaka. Katakanlah: "Tunjukkanlah bukti kebenaranmu
jika kamu adalah orang yang benar"."
(QS. 2 : 111)
(QS. 2 : 111)
Jika dilihat pembahasan tentang
ghurur dalam kitab ihya 'ulumuddin, Al Ghazali menyebutkan bahwa ghurur juga
bisa menimpa umat Islam, antara lain:
1. Penyakit ghurur pada ulama atau alim. Beliau sebutkan tak sedikit orang alim yang merasa memiliki ilmu merasa dirinya lebih mulia sehingga harus dihormati, ingin selalu didahulukan, ingin perkataannya selalu didengar, seluruh perkataannya benar, ingin disanjung, setiap orang harus mencium tangannya, itulah beberapa penyakit ghurur.
Selain itu ada juga ulama atau alim
yang sibuk berdebat bukan untuk mencari kebenaran tetapi untuk mencari
ketenaran dan kehebatan, jika mampu mengalahkan lawan debatnya maka ia ingin
tergolong orang yang hebat dan alim.
2. Penyakit yang ada pada abid (ahli
ibadah). Seseoarang yang sibuk dengan ibadah sunnah dan fadilah tetapi
melupakan dan meninggalkan ibadah wajib, seperti sibuk menjalankan sholat
sunnah tahajud tetapi meninggalkan sholat subuh, karena ketiduran dan kelelahan
pada malamnya, itu juga termasuk dalam penyakit ghurur.
Atau mereka yang sibuk membaca
Al-quran tetapi tidak mau memikirkan dan memahami segala makna-makna yang
terkandung didalamnya. Sehingga tidak mengerti maksud dari ayat-ayat yang ia
baca setiap hari termasuk dalam kategori tipu daya.
3. Penyakit yang ada pada hartawan.
Seseorang yang menganggap bahwa harta dan uangnya yang mampu menyelamatkannya
dan memuliakannya di permukaan dunia ini, harta baginya adalah sumber pujaan
dan ketinggian, memiliki harta berarti memiliki kebesaran dan kesenangan yang
hakiki, sehingga lupa membayar zakat, menyantuni orang miskin, dan bisa berbuat
sesuka hatinya.
Atau seseorang yang membangun
masjid, menyantun anak yatim, membantu korban bencana alam, tetapi ingin di
puji dan di besar- besarkan kebaikannya, agar orang menyanjungnya dan menggelarnya
seorang yang dermawan.
Demikianlah penyakit ghurur, tertipu
oleh angan-angannya. Amalan-amalan yang ia lakukan seolah sudah sangat baik,
sudah sempurna, padahal hakikatnya bukan untuk Allah tetapi agar mereka disebut
ulama, agar dihormati, agar disebut orang taat (abid), agar disebut dermawan
dan agar disanjung.
Rasa hati karena penyakit ini
membuat kehidupan seseorang menjadi tak bahagia, karena ia akan selamanya
tertipu amalannya sebab semua yang ia lakukan akan sia-sia. Mereka hanya
panjang angan-angan saja.
Menarik untuk mengambil nasehat dari
Salam al-Farisi. Ia menuturkan, “Ada tiga orang yang aku merasa heran sehingga
membuatku tertawa, yakni yang mengangan-angankan dunia padahal ia sedang diburu
oleh kematian, orang yang lalai tetapi ia tidak mau menerima nasihat, dan orang
yang selalu tertawa padahal ia tidak tahu apakah Tuhan semesta alam murka atau
ridlo’ kepadanya. Dan ada tiga hal yang aku merasa sedih sehingga membuatku
menangis, yakni perpisahan dengan orang-orang tercinta (Muhammad Saw. dan
golongannya), huru-hara kiamat, dan ketika aku berdiri di hadapan Allah tanpa
tahu apakah aku akan diperintahkan masuk surga atau ke neraka.”
Semoga amalan di bulan ramadhan ini
mampu menghilangkan rasa ghurur dalam hati kita, agar tak tertipu oleh
angan-angan kosong atau panjang angan-angan. Kita beramal semata-mata untuk
Allah dan bekal dalam perjalanan di akhirat kelak. Wallahu'alam
@Bogor, 27 Mei 2018, pukul 22.22 wib
•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•
Kita tutup dengan
membacakan hamdalah..
Alhamdulillahirabbil'aalamiin
Doa Kafaratul Majelis:
سبحانك اللهم وبحمدك
أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك
Subhanakallahumma
wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika
“Maha Suci Engkau ya
Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah
melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”
Wassalamu'alaikum
warahmatullaahi wabarakaatuh
================
Website: www.hambaAllah.net
FanPage: Kajian On line-Hamba Allah
FB: Kajian On Line - Hamba Allah
Twitter: @kajianonline_HA
IG: @hambaAllah_official
Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT



0 komentar:
Post a Comment