
By Ustadz Dodi AbuEl
Tanya #16
Boleh ngga sih bercanda didalam
bulan puasa ini....?
Jawab:
Boleh. Boleh. Boleh. Tapi... Lihat uraian dibawah ini ya, berlaku di bulan Ramadhan dan diluar bulan Ramadhan.
Boleh. Boleh. Boleh. Tapi... Lihat uraian dibawah ini ya, berlaku di bulan Ramadhan dan diluar bulan Ramadhan.
Dalam beberapa riwayat menyebutkan
bahwa Nabi ﷺ pernah bercanda ketika memanggil
shahabatnya:
يَا ذَا اْلأُذُنَيْن
_“Hai yang mempunyai dua telinga “_
Nabi ﷺ juga pernah
berkata kepada seorang perempuan tua : “Tidak ada perempuan tua yang masuk
surga”. Kemudian beliau ﷺ membaca ayat:
إِنَّا أَنْشَأْنَاهُنَّ إِنْشَاءً *
فَجَعَلْنَاهُنَّ أَبْكَارًا
_“Sesungguhnya Kami menciptakan
mereka (bidadari-bidadari itu) dengan langsung. Dan Kami jadikan mereka
gadis-gadis perawan “
[QS. Al-Waaqi’ah : 35-36]._
Dari Anas radliyallaahu ‘anhu
diriwayatkan bahwa ada seorang laki-laki menemui Nabi ﷺ dan berkata:
“Wahai Rasulullah, bawalah aku jalan-jalan”. Beliau berkata : “Kami akan
membawamu berjalan-jalan menaiki anak unta”. Laki-laki itu pun menukas: “Apa
yang bisa kuperbuat dengan anak unta?”. Beliau berkata:
وَهَلْ تَلِدُ الإِبِلَ إِلّا النُّوقُ
_“Bukankah setiap unta adalah anak
ibunya?”_
Dari Abu Hurairah radliyallaahu
‘anhu diriwayatkan bahwa ia berkata: “Orang-orang bertanya: ‘Wahai Rasulullah,
apakah engkau juga mengajak kami bercanda?’. Beliau menjawab:
إِنِّي لا أَقُولُ إِلّا حَقّاً
_”(Ya, tapi) tidaklah aku hanya
mengatakan sesuatu kecuali kebenaran (tanpa berdusta)“._
Dari beberapa riwayat tentang
kelakar/bercandanya Rasulullahﷺ terkumpul padanya 4 [empat] perkara:
1. TIDAK BERDUSTA / tidak
mengada-ada.
2. Dilakukan terhadap wanita,
anak-anak, dan kalangan pria yang lemah yang butuh bimbingan.
3. Jarang dilakukan [KADANG-KADANG].
4. Tidak BERLEBIHAN.
Empat perkara di atas hendaknya
diperhatikan oleh kaum muslimin [baik bagi orang awam, para da’i, dan para
pemimpin] dalam bermuamalah terhadap sesama.
Tidak halal hukumnya sengaja melucu
dengan *hal-hal kedustaan* agar manusia tertawa karenanya. Merupakan musibah di
masyarakat ketika profesi pelawak menjadi sangat laris di masyarakat. Hendaknya
mereka bertaubat kepada اللّهُ ta’ala dan meninggalkannya, sebab Rasulullah ﷺ mengancam mereka [yang melucu
dengan dusta agar orang-orang tertawa] dengan sabdanya:
وَيْلٌ لِلَّذِي يُحَدِّثُ فَيَكْذِبُ، لِيُضْحِكَ بِهِ الْقَوْمَ،
وَيْلٌ لَهُ، وَيْلٌ لَهُ
_“Neraka Wail bagi orang yang
berbicara lalu berdusta untuk melucu (membuat orang tertawa); neraka Wail
baginya, neraka Wail baginya “._
Dengan demikian, berlebihan dalam
kelakar dan terus-terusan dengannya adalah terlarang, karena hal itu akan
menjatuhkan kehormatan dan menumbuhkan dendam serta kemarahan.
Adapun kalau sedikit, seperti yang
telah disebutkan sebelumnya, maka hal itu mengandung kebaikan jiwa.
Dan terakhir, tersisa nasihat emas
dari salaf kita :
ينبغي لمن كان ضحوكاًَ بسّاماًَ أن يُقصِّر من ذلك، ويلومَ نفسَه حتى لا تمجَّهُ
الأَنفس، وينبغي لمن كان عبوساً منقبضاً أن يتبسَّم، ويُحسن خُلقَه، ويمقتَ نفسَه
على رداءة خُلُقه، وكلُّ انحراف عن اعتدال فَمَذْموم، ولا بدَّ للنفس من مجاهدة
وتأديب
_“…Hendaknya mereka senang tertawa
untuk membatasi diri dan hendaknya mereka mencela diri sendiri sehingga jiwanya
tidak goyah. Sementara bagi mereka yang berwajah kusam masam, hendaknya mereka
tersenyum dan memperelokkan akhlaqnya, serta harus marah kepada diri sendiri
karena kejelekan akhlaqnya. Setiap penyimpangan yang keluar dari rel
penyimpangan adalah tercela. Sehingga jiwa itu perlu dididik dan dibenahi”._
Hal ini menjadi sebagai pengingat
saya juga yang terkadang berlebihan dalam bercanda dan menjadi bahan koreksian
dan ampunan maaf kepada sesama dan اللّهُ Ta'ala tentunya.
Demikianlah fiqih ringkas Ramadhan
Series. kita kali ini, semoga اللّهُ Ta'ala
melindungi kita semua.
Nantikan Series lanjutannya.
والله تعالى أعلم والسلام عليكم ورحمة اللّه
وبركاته
•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•
Kita tutup dengan
membacakan hamdalah..
Alhamdulillahirabbil'aalamiin
Doa Kafaratul Majelis:
سبحانك اللهم وبحمدك
أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك
Subhanakallahumma
wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika
“Maha Suci Engkau ya
Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah
melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”
Wassalamu'alaikum
warahmatullaahi wabarakaatuh
================
Website: www.hambaAllah.net
FanPage: Kajian On line-Hamba Allah
FB: Kajian On Line - Hamba Allah
Twitter: @kajianonline_HA
IG: @hambaAllah_official
Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT



0 komentar:
Post a Comment