
Hati Berselimut Ujub ~ Ustadz
Syahrawi Munthe
Tatkala pasukan muslimin berperang
melawan kafir quraisy dalam perang Hunain, jumlah pasukan muslimin saat itu
sekitar 12.000 orang, sedang pasukan musuh hanya 4.000 orang. Namun pasukan
muslimin yang dipimpin Rasulullah hampir kalah, pasukan kocar kacir, dan
sebagian lari tunggang langgang. Para ulama menyebutkan saat itu sebabnya
adalah adanya rasa congkak, bangga diri atau ujub dalam hati pasukan muslimin.
Ujub atas jumlah pasukan yang banyak, meremehkan musuh, seolah kemenangan akan
mudah di dapat.
Kisah ini ceritakan dalam Al Quran,
sebagaimana firman Allah :
لَقَدْ نَصَرَكُمُ اللَّهُ فِي مَوَاطِنَ
كَثِيرَةٍ ۙ وَيَوْمَ حُنَيْنٍ ۙ إِذْ أَعْجَبَتْكُمْ كَثْرَتُكُمْ فَلَمْ تُغْنِ
عَنْكُمْ شَيْئًا وَضَاقَتْ عَلَيْكُمُ الْأَرْضُ بِمَا رَحُبَتْ ثُمَّ
وَلَّيْتُمْ مُدْبِرِينَ
"Sesungguhnya Allah telah menolong
kamu (hai para mukminin) di medan peperangan yang banyak, dan (ingatlah)
peperangan Hunain, yaitu diwaktu kamu menjadi congkak atau ujub karena
banyaknya jumlah(mu), maka jumlah yang banyak itu tidak memberi manfaat
kepadamu sedikitpun, dan bumi yang luas itu telah terasa sempit olehmu,
kemudian kamu lari kebelakang dengan bercerai-berai." (QS. 9 : 25)
Ujub adalah anak kesombongan, merasa
bangga atas apa yang ada pada dirinya, merasa 'lebih' dari yang lain. Jika ujub
tidak sampai kehendak berbuat (iradah), sedangkan kesombongan bersatu dengan
perbuatan dan ucapan. Iblis adalah bapak kesombongan, sebab ia tidak menuruti
perintah Allah, dan berucap ia lebih baik dari adam.
Ujub juga penyakit hati yang bisa
menjalar ke seluruh tubuh, bahkan seluruh perangkat yang ada pada dirinya. Ia
merasa lebih cantik atau lebih rupawan dari yang, lebih kaya, lebih pintar,
lebih cerdas, lebih gaul, lebih modis, lebih dermawan, lebih shalih, lebih
taat, dan sebagainya, sekalipun tidak terucap dalam lisan, tapi rasa hatinya
demikian.
Rasullah saw bersabda:
ثَلاَثُ مُهْلِكَاتٍ : شُحٌّ مُطَاعٌ وَهَوًى
مُتَّبَعٌ وَإعْجَابُ الْمَرْءِ بِنَفْسِهِ
“Tiga perkara yang membinasakan,
rasa pelit yang ditaati, hawa nafsu yang diikui dan ujubnya seseorang terhadap
dirinya sendiri”
(HR at-Thabrani)
Ujub di hati adalah sumber
kebinasaan. Jika sudah larut dalam hati ia akan terbiasa merendahkan siapapun
termasuk rezeki atau karunia dari Allah. Sebab ia merasa bagai makhluk yang
sempurna. Hati selalu berbangga, merasa lebih dari dari siapapun, hingga ia
lupa akan kekurangan dan dosanya.
Di hadist lain Rasulullah
mengingatkan :
لَوْ لَمْ تَكُوْنُوا تُذْنِبُوْنَ خَشِيْتُ
عَلَيْكُمْ مَا هُوَ أَكْبَرُ مِنْ ذَلِكَ الْعُجْبَ الْعُجْبَ
“Jika kalian tidak berdosa maka aku
takut kalian ditimpa dengan perkara yang lebih besar darinya (yaitu) ujub !
ujub !” (HR
Al-Baihaqi)
Ramadhan yang agung, adalah bulan
tarbiyah untuk mendidik dan menempa diri lebih baik. Kita memohon pada Allah di
setiap amalan ibadah agar terhindar dari penyakit ini. Selalulah memperbaiki
amal, melakukan introspeksi (muhasabah) atas semua amalan baik yang tampak
maupun yang tidak. Allah yang tahu siapa diantara hambaNya yang sungguh-sungguh
beribadah dan mendekat kepadaNya. Wallahu'alam
@Bogor, Lapangan futsal, 26 Mei
2018, pukul 22.35
•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•
Kita tutup dengan
membacakan hamdalah..
Alhamdulillahirabbil'aalamiin
Doa Kafaratul Majelis:
سبحانك اللهم وبحمدك
أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك
Subhanakallahumma
wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika
“Maha Suci Engkau ya
Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah
melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”
Wassalamu'alaikum
warahmatullaahi wabarakaatuh
================
Website: www.hambaAllah.net
FanPage: Kajian On line-Hamba Allah
FB: Kajian On Line - Hamba Allah
Twitter: @kajianonline_HA
IG: @hambaAllah_official
Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT



0 komentar:
Post a Comment