
Hati Yang Mendua (Syirik) ~ Ustadz
Syahrawi Munthe
Seharusnya tidaklah pantas ada dalam
hati ini keyakinan tentang penguasa langit dan bumi selain Allah. Hanya Allah
lah yang ada di hati, tunduk padaNya, menyembahNya, dan mengakui sebagai Sang
Khalik dan keesaanNya.
Allah tak ingin diduakan. Begitu
marahnya Ia jika hambaNya mengakui adanya tuhan lain selainNya. Bahwa keyakinan
adanya kekuatan, penguasa , pemberi rezeki selain Allah, maka sesungguhnya
hatinya telah mendua. Hatinya telah tertanam syirik kepada Allah.
Islam melarang keras perbuatan
syirik, selain ia merupakan kedzaliman yang besar, dosa syirik juga tak
diampuni Allah.
إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ
وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَٰلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ ۚ وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدِ
افْتَرَىٰ إِثْمًا عَظِيمًا
"Sesungguhnya Allah tidak akan
mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari
(syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan
Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar." (QS. 4 : 48)
Seorang muslim harus kuat imannya
utk meyakini bahwa tak ada tempat meminta selain Allah. Segala karunia dan
rezeki yang diterima hamba adalah pemberiaanNya. Pengatur segala urusan, yang
menghidupkan dan mematikan adalah Allah. Hakikatnya jika ditanyakan kepadanya
siapakah pemberi rezeki, yg menguasai penglihatan dan pendengaran, yg mematikan
dan menghidupkan, yang mengatur semua urusan? Maka ia akan menjawab,
"Allah".
Allah Ta'ala berfirman:
قُلْ مَنْ يَرْزُقُكُمْ مِنَ السَّمَاءِ
وَالْأَرْضِ أَمَّنْ يَمْلِكُ السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ وَمَنْ يُخْرِجُ الْحَيَّ
مِنَ الْمَيِّتِ وَيُخْرِجُ الْمَيِّتَ مِنَ الْحَيِّ وَمَنْ يُدَبِّرُ الْأَمْرَ
فَسَيَقُولُونَ اللَّهُ فَقُلْ أَفَلَا تَتَّقُونَ
“Katakanlah wahai Muhammad,
‘Siapakah yang memberi kalian rezeki dari langit dan bumi? Siapakah yang
menguasai pendengaran dan penglihatan? Siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari
yang mati, dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup? Siapakah yang mengatur
segala urusan?’ Maka mereka akan menjawab, ‘Allah.’ Maka katakan, ‘Lantas
mengapa kalian tidak bertakwa?”
(QS. 10 : 31)
Hati yang telah bercampur syirik
adalah fenomena kekinian karena banyak hal penyebabnya. Dunia yang semakin
gemerlap membuat orang lupa hakikat tempatnya mengadu, hingga ia lupa siapa
Tuhannya. Kemudian saat ia mendapat masalah, ia mendatangi sembahan-sembahan
lain selain Allah. Ia datangi kuburan, dukun, paranormal atau istilah lainnya
untuk menyelesaikan masalahnya. Maka saat itu pula ia telah menduakan Allah, ia
telah melakukan syirik.
Femonema syirik akan terus ada
hingga hari kiamat kelak. Oleh sebab agama ini terpinggirkan oleh
kebiasaan-kebiasaan yang menjauhkannya dari agama. Imannya tergerus oleh zaman
yg semakin rusak. Sabda Rasulullah:
لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى تَلْحَقَ قَبَائِلُ
مِنْ أُمَّتِي بِالْمُشْرِكِينَ وَحَتَّى يَعْبُدُوا الأَوْثَانَ
“Tidak akan terjadi hari kiamat
sampai beberapa qabilah (suku/kelompok) dari umatku bergabung dengan
orang-orang musyrik dan sampai mereka menyembah berhala (segala sesuatu yang
disembah selain Allâh)”
(HR. Abu Daud dan Tirmidzi)
(HR. Abu Daud dan Tirmidzi)
Agama mulia ini datang untuk
menghapus syirik, memurnikan tauhid agar siapapun menyembah Allah semata, bukan
berhala atau sesama manusia. Agama ini membebaskan manusia dari dosa kedzoliman
yang besar yang percaya kepada dukun, tukang sihir, atau jimat. Namun demikian,
jika hati sudah dikotori syirik maka hatinya gelap, tak lagi melihat kebenaran,
makanya ia tidak kenal penciptanya.
Di bulan suci ini, dengan
kemuliaannya, semoga Allah menghindarkan kita dari syirik, sebagaimana doa
Rasulullah,
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ أَنْ أُشْرِكَ
بِكَ وَأَنَا أَعْلَمُ ، وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لا أَعْلَمُ
“Ya Allâh, sesungguhnya aku
berlindung kepada-Mu dari perbuatan menyekutukan-Mu yang aku ketahui, dan aku
memohon ampun kepada"
(HR. Bukhari)
(HR. Bukhari)
@Bogor, 31 Mei 2018, pukul 21.15 wib
•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•
Kita tutup dengan
membacakan hamdalah..
Alhamdulillahirabbil'aalamiin
Doa Kafaratul Majelis:
سبحانك اللهم وبحمدك
أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك
Subhanakallahumma
wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika
“Maha Suci Engkau ya
Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah
melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”
Wassalamu'alaikum
warahmatullaahi wabarakaatuh
================
Website: www.hambaAllah.net
FanPage: Kajian On line-Hamba Allah
FB: Kajian On Line - Hamba Allah
Twitter: @kajianonline_HA
IG: @hambaAllah_official
Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT



0 komentar:
Post a Comment