Kebahagiaan Hati ~ Ustadz Syahrawi
Munthe
Tak ada seorangpun di dunia ini yang
tak ingin bahagia. Semua ingin merasakan kebahagiaan baik di dunia ini maupun
di akhirat kelak. Sekalipun memang kebahagiaan bukan hanya karena harta, tetapi
secara kasat mata orang yang diberi kelebihan harta, rumah yang luas, istri
yang cantik dan shalihah, anak-anak yang sehat, kendaraan yang bagus, terlihat
bahagia. Hal ini sesuai dengan Sabda Nabi dalam riwayat shahih:
أَرْبَعٌ مِنَ السَّعَادَةِ: اَلْمَرْأَةُ
الصَّالِحَةُ، وَالْمَسْكَنُ الْوَاسِعُ، وَالْجَارُ الصَّالِحُ، وَالْمَرْكَبُ الْهَنِيُّ.
وَأَرْبَعٌ مِنَ الشّقَاءِ: الْجَارُ السّوءُ، وَاَلْمَرْأَةُ السُّوءُ،
وَالْمَركَبُ السُّوءُ، وَالْمَسْكَنُ الضَّيِّقُ.
"Empat perkara termasuk dari
kebahagiaan, yaitu wanita (istri) yang shalihah, tempat tinggal yang luas/
lapang, tetangga yang shalih, dan tunggangan (kendaraan) yang nyaman.Dan empat
perkara yang merupakan kesengsaraan yaitu tetangga yang jelek, istri yang jelek
(tidak shalihah), kendaraan yang tidak nyaman, dan tempat tinggal yang sempit.” (HR. Ibnu Hibban)
Tentu tidaklah semua orang dapat
memiliki semua yang disebutkan di hadist tersebut. Ada yg mempunyai istri yg
tidak cantik pun belum shalihah, tidak juga mempunyai kendaraan, juga tidak
mempunyai rumah yg luas. Tetapi wajahnya menampakkan kebahagiaan. Bisa jadi
karena fokusnya sudah beralih kepada yang lebih penting. Nabi Nuh misalkan,
punya istri yang tidak shalihah (tidak beriman pada Allah), tidak lantas terus
bersedih dan menderita karena fokusnya adalah memenuhi seruan Allah.
Kebahagiaan hati adalah kebahagiaan
hakiki. Saat semua tidak sesuai harapan, maka ia akan bersabar dan tawakkal.
Harta yang tak banyak, dijaga dengan qona'ah dan selalu bersyukur padaNya,
sehingga rumah yang sempit akan terasa luas, kendaraan tak punya juga tak jadi
soal.
Kebahagiaan hati adalah kebahagiaan
surgawi. Sebab sebanyak apapun harta, keturunan yang banyak, istri yang cantik,
atau mewahnya kendaraan, satu per satu akan pergi atau ditinggal. Ada masa saat
satu per satu pergi, misal kematian, maka kebahagiaan akan menyusut, lalu
berubah jadi kesedihan. Dunia ini hakikatnya adalah penjara bagi orang-orang
yang beriman sebab ada benteng-benteng yang tak boleh dilewati.
Kebahagiaan hati adalah kebahagiaan
saat mengetahui janji Allah di akhirat kelak, yaitu masuk surgaNya dan kekal di
dalamnya. Sebagaimana firman Allah:
وَأَمَّا الَّذِينَ سُعِدُوا فَفِي الْجَنَّةِ
خَالِدِينَ فِيهَا مَادَامَتِ السَّمَاوَاتُ وَاْلأَرْضُ إِلاَّ مَاشَآءَ رَبُّكَ
عَطَآءً غَيْرَ مَجْذُوذٍ
"Adapun orang-orang yang
berbahagia, maka tempatnya di dalam surga, mereka kekal di dalamnya selama ada
langit dan bumi, kecuali jika Tuhanmu menghendaki (yang lain); sebagai karunia
yang tiada putus-putusnya.”
(QS. Hud/11 : 108)
Kebahagiaan hati adalah saat
mengerjakan amal shalih, sebab Allah telah janjikan kehidupan yang baik, bahkan
Allah berikan balasan yang baik dari apa yang dikerjakan. Maka pantaskah orang
beriman masih ragu dengan janji Allah? Allah berfirman:
مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِّن ذَكَرٍ أَوْ أُنثَى
وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُمْ
بِأَحْسَنِ مَاكَانُوا يَعْمَلُونَ
“Barang siapa yang mengerjakan amal
saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya
akan kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan kami beri
balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka
kerjakan.” (QS.
An-Nahl/16 : 97)
Kebahagiaan hati adalah kebahagiaan
yang bersumber dari syukur dan sabar. Karena itulah Rasulullah menyebutkan
betapa menakjubkannya orang yang beriman yang selalu mendatangkan kebaikan.
Sabda Nabi:
"Sungguh menakjubkan keadaan orang-orang yang beriman. Sesungguhnya seluruh keadaan orang yang beriman hanya akan mendatangkan kebaikan untuk dirinya. Demikian itu tidak pernah terjadi kecuali untuk orang-orang yang beriman. Jika dia mendapatkan kesenangan maka dia akan bersyukur dan hal tersebut merupakan kebaikan untuknya. Namun jika dia merasakan kesusahan maka dia akan bersabar dan hal tersebut merupakan kebaikan untuk dirinya.” (HR. Muslim dari Abu Hurairah)
Kebahagiaan hati adalah kebahagiaan
yang didapat dari shalat, dzikir dan baca Al Qur'an. Dengan sholat ia dialog
dgn Allah, dengan dzikir ia ingat dengan Allah setiap waktu dan dengan baca Al
Qur'an, ia sedang baca surat cinta yg menuntunnya ke surga.
Al Hasan al-Bashri mengatakan,
“Carilah kenikmatan dan kebahagiaan dalam tiga hal, dalam sholat, berzikir dan
membaca Al Quran, jika kalian dapatkan maka itulah yang diinginkan, jika tidak
kalian dapatkan dalam tiga hal itu maka sadarilah bahwa pintu kebahagiaan sudah
tertutup bagimu.”
Di bulan ramadhan ini, pintu-pintu
kebaikan dan surga terbuka lebar, gapailah kebahagiaan itu, jangan biarkan
berlalu begitu saja. Semua amalan shalih dapat dilaksanakan karena
keberkahannya. Bersemangatlah agar engkau dapatkan kebahagiaan hakiki yaitu meraih
surga dan berjumpa kelak dengan pemilik jagad raya ini. Wallahu'alam
@Bogor, 19 Mei 2018, pukul 22.20
wib.
•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•
Kita tutup dengan
membacakan hamdalah..
Alhamdulillahirabbil'aalamiin
Doa Kafaratul Majelis:
سبحانك اللهم وبحمدك
أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك
Subhanakallahumma
wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika
“Maha Suci Engkau ya
Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah
melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”
Wassalamu'alaikum
warahmatullaahi wabarakaatuh
================
Website: www.hambaAllah.net
FanPage: Kajian On line-Hamba Allah
FB: Kajian On Line - Hamba Allah
Twitter: @kajianonline_HA
IG: @hambaAllah_official
Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT



0 komentar:
Post a Comment