Kesedihan Hati ~ Ustadz Syahrawi
Munthe
Hatinya merana, begitu pilu dan
sedih yang berkepanjangan. Rasanya tak ada lagi artinya hidup di dunia.
Kepergiaannya meninggalkan luka yang amat dalam, hingga tak bisa dilupakan.
Kebersamaan, kebaikan, perjuangannya serta senyumnya selalu menyertai dan
selalu terbayang di pelupuk mata, hingga air mata menetes deras, meratapi
betapa perih atas kepergiaannya.
Demikianlah secuil cuplikan
'kesedihan hati' yang bisa dirasakan setiap orang. Bahwa ada masa seseorang
akan merasakan fase kehilangan orang yang disayang dan dicintai, atau apa saja
yg membuatnya bersedih. Rasululullah pun menangis pilu, larut dalam sedih saat
putranya Ibrahim meninggal dunia. Demikian juga yang terjadi pada Nabi Ya'kub
saat kehilangan Yusuf, saat ia mengadu kepada Allah:
إِنَّمَا أَشْكُو بَثِّي وَحُزْنِي إِلَى اللَّهِ
“Sesungguhnya hanya kepada Allah aku
mengadukan penderitaan dan kesedihanku” (QS. Yusuf: 86).
Kesedihan dalam hati adalah fitrah
manusia, sebab Allah memang menciptakan tertawa (krn bahagia) dan menangis
(karena sedih). Allah berfirman:
وَأَنَّهُ هُوَ أَضْحَكَ وَأَبْكَىٰ
“Dialah Allah yang menjadikan seorang
tertawa dan menangis”
(QS. An-Najm/53: 43).
(QS. An-Najm/53: 43).
Islam mengajarkan kita agar tidak
larut dalam kesedihan. Malu rasanya kepada Khansa binti Amru, sosok shahabiyah
yang mempersembahkan anaknya sebagai syuhada. Luar biasa. Saat diberitahu bahwa
anaknya gugur di medan juang, Khansa bukannya sedih tetapi mengatakan, "
Alhamdulillah, yang telah memuliakanku dengan syahidnya putra-putraku. Semoga
Allah, segera menjemputku dan mempertemukan aku dengan mereka dalam naungan
rahmat-Nya di Firdaus-Nya yang luas."
Kesedihan hati memang tak perlu
dirawat lama-lama. Sebab Allah telah menyediakan 'resep' jitu untuk
mengobatinya. Berada dalam agama ini saja sudah cukup menghibur setiap orang
yang beriman sebab Allah telah mengangkat derajatnya. Allah berfirman:
وَلَا تَهِنُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَنْتُمُ
الْأَعْلَوْنَ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ
“Janganlah kamu lemah, dan janganlah
(pula) kamu bersedih hati, karena kamulah orang-orang yang paling tinggi
(derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman” (QS. Ali Imran/3: 139).
Di ayat lainnya, yang juga sering
disampaikan oleh para ulama adalah:
لَا تَحْزَنْ إِنَّ اللَّهَ مَعَنَا ۖ
“Janganlah kamu berduka cita,
sesungguhnya Allah beserta kita”
(QS. At-Taubah/9: 40)
(QS. At-Taubah/9: 40)
Kesedihan dalam hati biarlah hanya
sebab karena perbuatan dosa. Penyesalan karena telah melanggar perintah Allah
dan meninggalkan amal shalih, hingga mendorongnya untuk bertaubat padaNya.
Sebagaimana Sabda Nabi:
مَنْ سَرَّتْهُ حَسَنَاتُهُ وَسَاءَتْهُ
سَيِّئَاتُهُ فَهُوَ الْمُؤْمِنُ
“Barangsiapa yang merasa bergembira
karena amal kebaikannya dan sedih karena amal keburukannya, maka ia adalah
seorang yang beriman”
(HR. Tirmidzi).
Kesedihan dalam hati semoga
terhindar dari kita semua. Islam mengajarkan kita untuk bahagia. Allah
menurunkan Al Qur'an untuk manusia agar hidupnya bahagia, pun Rasululllah sdh
mengajarkan doa agar terhindar dari kesedihan. Sabda Nabi:
اللهم إني أعوذ بك من الهم والحزن ..
“Ya Allah aku berlindung kepadaMu
dari gundah gulana dan rasa sedih…”
(HR. Bukhari dan Muslim)
(HR. Bukhari dan Muslim)
Di bulan mulia ini, berbahagialah
karena engkau masih memiliki Allah, berada dalam ajaran sunnah RasulNya dan
berjalan dengan Islam sebagai pedoman hidup. Berbahagilah, sebab akhir dari
semua ini bukanlah di dunia, tapi di akhirat kelak. Allah takdirkan engkau
berada di ramadhan ini agar bisa meraup samudera pahala untuk bekal di akhirat
kelak.
Maka janganlah bersedih, bahagiakan
hati dengan membaca Al Qur'an, bersedekah semampunya, dan larut dalam dzikir
dan doa kepadaNya. Semoga hatimu terus bahagia hingga engkau berjumpa denganNya
kelak. Amin
@Bogor, 20 Mei 2018, pukul 22 :35
wib
•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•
Kita tutup dengan
membacakan hamdalah..
Alhamdulillahirabbil'aalamiin
Doa Kafaratul Majelis:
سبحانك اللهم وبحمدك
أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك
Subhanakallahumma
wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika
“Maha Suci Engkau ya
Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah
melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”
Wassalamu'alaikum
warahmatullaahi wabarakaatuh
================
Website: www.hambaAllah.net
FanPage: Kajian On line-Hamba Allah
FB: Kajian On Line - Hamba Allah
Twitter: @kajianonline_HA
IG: @hambaAllah_official
Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT



0 komentar:
Post a Comment