By Ustadz Dodi AbuEl
Tanya #10
Seluruh Muslim wajibkah berpuasa
Ramadhan....?
Siapakah yang tidak terkena uzur sakit dan mempunyai badan yang sehat bugar
diperbolehkan untuk tidak berpuasa di bulan Ramadhan....?
Jawab:
Ternyata ada dan jawabannya adalah → MUJAHID...!!!!
Ternyata ada dan jawabannya adalah → MUJAHID...!!!!
Sisanya...? Coba cari sendiri yaaa,
ternyata masih ada yang lainnya.
Suasana perang ketika berkecamuk
bisa jadi membutuhkan energi yang sangat besar. Oleh karena itu para mujahid
boleh tidak puasa ketika bulan Ramadhan.
Bahkan berbuka terkadang dianjurkan
jika lebih menguatkan badan para mujahid. Sebagaiman kisah dalam riwayat Muslim:
عن قزعة قال : أتيت أبا سعيد الخدري رضي الله عنه
وهو مكسور عليه. فلما تفرق الناس عنه، قلت: إني لا أسألك عما يسألك هؤلاء عنه.
سألته عن الصوم في السفر ؟ فقال: سافرنا مع رسول الله صلى الله عليه وسلم إلى مكة
ونحن صيام. قال: فنزلنا منزلا. فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم: “إنكم قد دنوتم
من عدوكم والفطر أقوى لكم”. فكانت رخصة. فمنا من صام ومنا من أفطر. ثم نزلنا منزلا
آخر. فقال: “إنكم مصبحوا عدوكم. والفطر أقوى لكم، فأفطروا” وكانت عزمة. فأفطرنا.
ثم قال: رأيتنا نصوم، مع رسول الله صلى الله عليه وسلم بعد ذلك، في السفر.
Dari Faza’ah ia berkata, “Aku
pernah datang kepada Abu Said Al-Khudri ketika ia sedang menerima tamu yang
banyak. Setelah para tamu sudah bubar, aku katakan kepada Abu Said, ‘Aku tidak
menanyakan kepadamu apa yang ditanyakan oleh mereka tadi. Aku menanyakan
perihal puasa ketika safar’.
Maka Abu Said berkata, “Kami pernah melakukan safar menuju Makkah bersama Rasulullah ﷺ ketika kami sedang berpuasa. Lalu kami berhenti di suatu tempat.
Maka Abu Said berkata, “Kami pernah melakukan safar menuju Makkah bersama Rasulullah ﷺ ketika kami sedang berpuasa. Lalu kami berhenti di suatu tempat.
Kemudian Rasulullah ﷺ bersabda, _Sesungguhnya kalian
telah dekat dengan musuh kalian dan berbuka akan lebih menguatkan tubuh kalian_
Hal itu merupakan keringanan.
Sebagian dari kami ada yang berpuasa, dan sebagian yang lain ada yang berbuka.
Kemudian kami berhenti lagi di tempat lain.
Beliau ﷺ kembali bersabda, _Sungguh,
kalian besok pagi akan menghadapi musuh, dan berbuka akan lebih menguatkan
tubuh kalian. Oleh karena itu, berbukalah kalian !’._
Lalu kami pun berbuka. Setelah
peristiwa itu, aku ketahui bahwa kami berpuasa bersama Rasulullah ﷺ ketika safar” (HR. Muslim no. 1120)
Berikut Fatwa mengani hal ini,
Pertanyaan:
هل الذين يحاربون العدو لهم الإفطار في رمضان
ويقضون بعده ؟
Apakah mereka yang memerangi musuh
(mujahid) boleh tidak berpuasa di bulan Ramadhan kemudian mengqhada setelahnya?
“إذا كان الذين يحاربون الكفار مسافرين سفراً تقصر
فيه الصلاة ، جاز لهم أن يفطروا ، وعليهم القضاء بعد رمضان . وإن كانوا غير
مسافرين بأن هجم عليهم الكفار في بلادهم فمن استطاع منهم الصوم مع الجهاد وجب عليه
الصوم ، ومن لم يستطع الجمع بين الصيام والقيام بما وجب عليه عيناً من الجهاد ،
جاز له أن يفطر وعليه القضاء ، صوم الأيام التي أفطرها بعد انتهاء رمضان” انتهى .
Jawaban:
Jika mereka yang berperang melawan orang kafir adalah musafir dengan safar yang boleh mengqhasar shalat, maka boleh bagi mereka tidak bepuasa dan wajib bagi mereka mengqhada setelah Ramadhan.
Jika mereka yang berperang melawan orang kafir adalah musafir dengan safar yang boleh mengqhasar shalat, maka boleh bagi mereka tidak bepuasa dan wajib bagi mereka mengqhada setelah Ramadhan.
Jika mereka bukan musafir, misalnya
diserang oleh orang kafir di negara mereka. Bagi yang mampu berpuasa sekaligus
berjihad tetap wajib berpuasa. Bagi yang tidak mampu melakukan puasa dan
kewajiban jihad sekaligus. Boleh bagi mereka tidak berpuasa dan wajib mengqhada
puasa yang mereka tinggalkan setelah bulan Ramadhan. (Fatwa Al-Lajnah Ad-Daimah
2/141-142)
Demikianlah fiqih ringkas Ramadhan
Series. kita kali ini, semoga اللّهُ Ta'ala
melindungi kita semua.
Nantikan Series lanjutannya.
والله تعالى أعلم والسلام عليكم ورحمة اللّه
وبركاته
•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•
Kita tutup dengan
membacakan hamdalah..
Alhamdulillahirabbil'aalamiin
Doa Kafaratul Majelis:
سبحانك اللهم وبحمدك
أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك
Subhanakallahumma
wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika
“Maha Suci Engkau ya
Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah
melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”
Wassalamu'alaikum
warahmatullaahi wabarakaatuh
================
Website: www.hambaAllah.net
FanPage: Kajian On line-Hamba Allah
FB: Kajian On Line - Hamba Allah
Twitter: @kajianonline_HA
IG: @hambaAllah_official
Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT



0 komentar:
Post a Comment