
Takabburnya Hati ~ Ustadz Syahrawi Munthe
Kisah kesombongan (takabbur) menjadi
ceritera yang selalu diangkat untuk dijadikan contoh saat Allah menghancurkan
pelakunya. Sebut saja misalnya Fir'aun yang menganggap dirinya Tuhan.
فَقَالَ أَنَا رَبُّكُمُ الْأَعْلَىٰ
"(Seraya Fir'aun) berkata:
"Akulah tuhanmu yang paling tinggi".
(QS. 79 : 24).
(QS. 79 : 24).
Kemudian Allah mengazabnya :
فَأَخَذَهُ اللَّهُ نَكَالَ الْآخِرَةِ
وَالْأُولَىٰ
"Maka Allah mengazabnya dengan
azab di akhirat dan azab di dunia." (QS. 79 : 25)
Kesombongan adalah penyakit hati
yang timbul dari penolakan kepada kebenaran dan merendahkan orang lain.
Pemicunya yaitu merasa tidak ada kebenaran selain darinya ataupun sulit
menerima kebenaran dan meremehkan selainnya. Rasulullah bersabda:
لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ
مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ قَالَ رَجُلٌ إِنَّ الرَّجُلَ يُحِبُّ أَنْ يَكُونَ
ثَوْبُهُ حَسَنًا وَنَعْلُهُ حَسَنَةً قَالَ إِنَّ اللَّهَ جَمِيلٌ يُحِبُّ
الْجَمَالَ الْكِبْرُ بَطَرُ الْحَقِّ وَغَمْطُ النَّاسِ
“Tidak akan masuk surga seseorang
yang di dalam hatinya terdapat kesombongan sebesar biji sawi.” Ada seseorang
yang bertanya, “Bagaimana dengan seorang yang suka memakai baju dan sandal yang
bagus?” Beliau menjawab, “Sesungguhnya Allah itu indah dan menyukai keindahan.
Sombong adalah menolak kebenaran dan meremehkan orang lain.“
(HR. Muslim )
(HR. Muslim )
Allah Ta'ala sangat membenci
orang-orang yang sombong, dan melarang agar tidak memalingkan muka dari orang
lain serta berjalan dengan angkuh. Firman Allah:
وَلاَ تُصَعِّرْ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلاَ تَمْشِ
فِي اللأَرْضِ مَرَحاً إِنَّ اللهَ لاَ يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَجُوْرٍ
“Dan janganlah kamu memalingkan
mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi
dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi
membanggakan diri.”
(QS. 31 :18)
Orang yang sombong kelak akan jadi
penghuni neraka (ahlunnaar), bersama dengan orang yang sangat kasar dan tamak.
Sabda Rasulullah:
أَلَا أُخْبِرُكُمْ بِأَهْلِ النَّارِ قَالُوا بَلَى
قَالَ كُلُّ عُتُلٍّ جَوَّاظٍ مُسْتَكْبِرٍ
“Maukah kamu aku beritahu tentang
penduduk neraka? Mereka semua adalah orang-orang keras lagi kasar, tamak lagi
rakus, dan takabbur (sombong).“
(HR. Bukhari dan Muslim ).
Takabburnya hati adalah sumber
kebinasaan, sebagaimana Allah laknat iblis, dibinasakannya Fir'aun,
dihancurkannya Namrud, dan ditenggelamkannya Qorun. Semua binasa karena
kesombongannya dan sungguh Allah sangat murka dengan sombongnya makhluk.
Kesombongan (takabbur) hati pada
kebenaran karena memang ia merasa tak butuh dengan kebenaran. Ia hanya berkutat
dengan ilmu yang dia punya dan kebiasaan-kebiasaan jahiliyah yang tak berdasar.
Atau kesombongan karena kekufuran yang ia miliki. Saat datang kebenaran
padanya, maka ditolaknya mentah-mentah bahkan menyakiti dan belaku dzalim.
Begitulah saat Rasulullah mendakwahkan agama ini, kekufuran mendorong nasrani
dan yahudi untuk mematikan dakwah nabi. Tetapi Allah menolong agama ini,
menyempurnakan cahayanya.
Takabbur hati kepada makhluk
sumbernya banyak, yaitu dari harta, pangkat & kedudukan, kekuatan dan
kesehatan, ilmu dan kecerdasan, bentuk tubuh dan kelebihan lainnya. Dengan ini
semua, ia merendahkan orang lain. Padahal semuanya pemberian dari Allah, yang
seringkali tak disadari.
Ramadhan yang mulia, mendidik jiwa
untuk tawadhu, rendah hati dan rendah diri dihadapan Allah. Rela berlapar-lapar
dan haus, ditambah semua amalan-amalan lainnya, semata untuk meraih taqwa.
Taqwa adalah pembeda kualitas iman dan kedudukan hakiki disisi Allah. Tidak ada
yang perlu disombongkan dihadapanNya. Semua kita lahir tanpa membawa apapun dan
kembali kepadaNya tak membawa apapun kecuali amalan. Semoga hati kita dijauhkan
Allah dari sikap takabbur. Amin
@KRL, 30 Mei, Pukul 21.05 wib.
•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•
Kita tutup dengan
membacakan hamdalah..
Alhamdulillahirabbil'aalamiin
Doa Kafaratul Majelis:
سبحانك اللهم وبحمدك
أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك
Subhanakallahumma
wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika
“Maha Suci Engkau ya
Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah
melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”
Wassalamu'alaikum
warahmatullaahi wabarakaatuh
================
Website: www.hambaAllah.net
FanPage: Kajian On line-Hamba Allah
FB: Kajian On Line - Hamba Allah
Twitter: @kajianonline_HA
IG: @hambaAllah_official
Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT



0 komentar:
Post a Comment