اللّهُ Ta’ala telah mengutamakan sebagian waktu (zaman) di atas sebagian lainnya, sebagaimana Dia mengutamakan sebagian manusia di atas sebagian lainnya dan sebagian tempat di atas tempat lainnya. Dimana اللّهُ Ta’ala berfirman,
وَرَبُّكَ يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ وَيَخْتَارُ مَا كَانَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ
“Dan Rabbmu menciptakan apa yang Dia kehendaki dan memilihnya, sekali-kali tidak ada pilihan bagi mereka” (QS al-Qashash:68).
Termasuk dalam hal ini adalah bulan Ramadhan yang اللّهُ Ta’ala utamakan dan istimewakan dibanding bulan-bulan lainnya, sehingga dipilih-Nya sebagai waktu dilaksanakannya kewajiban berpuasa yang merupakan salah satu rukun Islam. Sungguh اللّهُ Ta’ala memuliakan bulan yang penuh berkah ini dan menjadikannya sebagai salah satu musim besar untuk menggapai kemuliaan di akhirat kelak, yang merupakan kesempatan bagi hamba-hamba Allah Ta’ala yang bertakwa untuk berlomba-lomba dalam melaksanakan ketaatan dan mendekatkan diri kepada-Nya.
PERSIAPAN RAMADHAN (ANDAI YANG TERAKHIR)
Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Tuesday, June 16, 2015
Assalaamu'alaikum wr wb
Bismillaahirrahmaanirrahiim
Hati ini kita akan mengkaji satu artikel dr Ustadz Abdullah Haidir
Hati ini kita akan mengkaji satu artikel dr Ustadz Abdullah Haidir
Oleh
Ustadz Abdullah Haidir, Lc.Syarah Bulughul Maram,
Bab Puasa (1);Puasa Sehari Dua Hari Sebelum Ramadan Dan Pada Yaumusysyak (Hari Meragukan)Hadits no. 650.
Bab Puasa (1);Puasa Sehari Dua Hari Sebelum Ramadan Dan Pada Yaumusysyak (Hari Meragukan)Hadits no. 650.
عَنْ
أَبِي هُرَيْرَةَ – رضي الله عنه – قَالَ:قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى
الله عليه وسلم:لاَ تَقَدَّمُوا رَمَضَانَ بِصَوْمِ يَوْمٍ وَلاَ
يَوْمَيْنِ, إِلاَّ رَجُلٌ كَانَيَصُومُ صَوْمًا, فَلْيَصُمْهُ – مُتَّفَقٌ
عَلَيْهِ
Dari Abu
Hurairah radhiallahuanhu, dia berkata, ‘Rasulullah shallallahu alaihi wa
sallambersabda, “Jangan kalian mendahului Ramadan dengan berpuasa
sehari atau dua hari. Kecuali seseorang yang berpuasa dengan puasa
tertentu, maka hendaklah dia berpuasa.” (Muttafaq alaih)
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
اِنَّ الْحَمْدَ لِلّهِ نَحْمَدُهُ وَ نَسْتَعِيْنُهُ وَ نَعُوْذُ بِاللّهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَ مِنْ سَيِّأتِ أعْمَالِنَا. مَنْ يَهْدِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَ مَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إله إلا الله وَ أَشْهَدُ أَنَّ محمدا عَبْدُهُ وَ رَسُوٍلُهُ. أما بعد
Mudah-mudahan adminers sholihah nan cantik, semua dalam kondisi sehat dan senantiasa dalam lindungan Allah swt. Bersyukur Allah masih memberi kita kesempatan menikmati kasih sayang Allah yang tak berbilang hingga hari ini. Mudah-mudahan Allah sampaikan usia kita hingga Ramadhan nanti. Bulan mulia, dimana Allah beri kita kesempatan mereguk rahmatNya, mengais sebanyak-banyak pahala dan berhak disematkan taqwa di penghujungnya. Maka menjadi sebuah kebutuhan bagi kita memahami esensi puasa ramadhan, agar tak sesat arah menjalaninya. Jangan sampai kita sebagaimana yang Rasul gambarkan, puasanya hanya sekedar lapar dan dahaga padahal ada jutaan pahala berserakan jika kita memahaminya. Saya akan sampaikan fiqh ringkas tentang puasa, nanti kita perdalam di sessi tanya jawab
Shaum atau puasa secara bahasa bermakna al-imsak atau menahan diri dari sesuatu seperti menahan diri dari makan atau berbicara. Makna shaum seperti ini dipakai dalam ayat ke-26 surat Maryam.
“Maka makan dan minumlah kamu, wahai Maryam, dan tenangkanlah hatimu; dan jika kamu bertemu seseorang, maka katakanlah saya sedang berpuasa dan tidak mau berbicara dengan siapapun.”
Sedangkan secara istilah, shaum adalah menahan dari dari dua jalan syahwat, mulut dan kemaluan, dan hal-hal lain yang dapat membatalkan pahala puasa mulai dari terbit fajar sampai terbenam matahari.
Keutamaan Bulan Ramadhan
Dari Ibnu Mas’ud, Rasulullah saw. bersabda, “Penghulunya bulan adalah bulan Ramadhan dan penghulunya hari adalah hari Jum’at.” (Thabrani)
Rasulullah saw. bersabda, ” Kalau saja manusia tahu apa yang terdapat pada bulan Ramadhan, pastilah mereka berharap Ramadhan itu selama satu tahun.” (Thabrani, Ibnu Khuzaimah, dan Baihaqi)
Dari Abu Hurairah r.a., Rasulullah saw. bersabda, “Apabila datang bulan puasa, dibuka pintu-pintu surga dan ditutup pintu-pintu neraka.” (Bukhari dan Muslim)
Rasulullah saw. juga bersabda, “Apabila datang malam pertama bulan Ramadhan, para setan dan jin kafir akan dibelenggu. Semua pintu neraka ditutup sehingga tidak ada satu pintu pun yang terbuka; dan dibuka pintu-pintu surga sehingga tidak ada satu pun yang tertutup. Lalu terdengara suara seruan, “Wahai pencari kebaikan, datanglah! Wahai pencari kejahatan, kurangkanlah. Pada malam itu ada orang-orang yang dibebaskan dari neraka. Dan yang demikian itu terjadi pada setiap malam.” (Tirmidzi dan Ibnu Majah)
Dari Abu Hurairah, Rasulullah saw. bersabda, “Barangsiapa berpuasa di bulan Ramadhan karena iman dan penuh harap, akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. Dan barangsiapa yang shalat malam pada bulan puasa, akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (Bukhari dan Muslim)
Kajian Online WA Hamba الله SWT (HA 11 Ummi)
Hari / Tanggal : Rabu, 09 Juli 2014
Tema : Fiqih muslimah
Nara Sumber : Ustadzah Hani
Notulen: novi
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ
Ummahaat sholihah...Bunda sholihaah apa kabar
Kajian Fiqh shaum Muslimah
Kapan orang sakit boleh tidak puasa?
Para ulama menegaskan bahwa tidak semua sakit bisa menjadi sebab seseorang membatalkan puasanya. Karena sebagaimana yang kita pahami, sakit yang dialami manusia berbeda-beda, dan kondisi mereka pun tidak sama. Allah berfirman
وَمَن كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ أَيَّامٍ أُخَرَ يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلاَ يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ
Siapa yang sakit atau melakukan safar (kemudian dia tidak berpuasa) maka dia mengganti di hari-hari yang lain. Allah menginginkan kemudahan untuk kalian, dan tidak menghendaki kesulitan… QS. Al-Baqarah: 185
Kajian Online WA Hamba اللَّهِ SWT
Rekapan kajian online HA-12Nanda
Narsum : Ustadzah Hani
Selasa 3 Ramadhan 1435 H
Narsum : Ustadzah Hani
Selasa 3 Ramadhan 1435 H
Beberapa Hal yang Dibolehkan Ketika Puasa.
Alloh SWT Maha Rahmaan Rahiim
Dalam perihal puasa, Allah Ta’ala juga menginginkan
kemudahan dan ingin menghilangkan kesulitan dari
hamba-Nya.
Berikut ini adalah beberapa hal yang dibolehkan oleh syari’at ini dan tidak membatalkan puasa :
Unknown
July 05, 2014
New Google SEO
Bandung, Indonesia








