Senang rasanya bisa hadiri disini. Bunda akan memaparkan sedikit tentag komitmen kita dalam kebersamaan. Alhamdulillahilladzi arsala rosulahu bilhuda wadiinil haq liyudzhirou aladdini kullihi wakafa billahi syahida
Membangun Komitmen Muslim Dalam Kebersamaan Untuk Menegakkan Nilai-Nilai Ajaran Islam
وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا ۚ وَاذْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنْتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا وَكُنْتُمْ عَلَىٰ شَفَا حُفْرَةٍ مِنَ النَّارِ فَأَنْقَذَكُمْ مِنْهَا ۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ
Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk. [QS. Ali Imraan (3): 103]
Bahas tentang move-on ah...
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Pertanyaan :
kalau dengar/baca frase "move on" apa yang terpikir pertama kali?
>Perubahan... terutama kaitannya dengan "gagal move on"
>Cinta mungkin ya
Dalam sebuah buku karangannya, Ibnu Qoyyim membahas panjang lebar tentang cinta dan move on. Move on dari mabuk karena cinta tentu tidaklah mudah. Ada juga yang gagal move on dari permusuhan dengan saudara kandungnya sendiri. Ada juga yang gagal move on dari kegagalan karir dan bisnis. Bagi yang pernah merasakan tentu bisa memahami, beratnya move on. Apalagi dari kisah-kisah seperti kisah kasih yang terlarang, biasanya dihiasi dengan keindahan sebagai talbisul iblis.
Saya ingin memulai dari kisah sahabat yang bernama Wahsyi radhiallahu anhu. Siapa yang tak kenal Wahsyi? Ingat peristiwa syahidnya paman Nabi yang bernama Hamzah? Wahsyi adalah orang yang tombaknya menembus tubuh Hamzah dan menjadikannya syahid. Ketika Makkah dibebaskan oleh pasukan kaum muslimin, Wahsyi melarikan diri dari Makkah karena takut atas perbuatannya tersebut. Sekian lama ia menghindar, lalu ia mendengar bahwa Rasulullah adalah seorang pemaaf, dan terbitlah niatnya untuk bersyahadat dihadapan baginda Nabi. Ketika ia akhirnya menghadap dan bersyahadat, Rasulullah meminta Wahsyi menceritakan bagaimana kronologi terbunuhnya Hamzah pamannya. Selesai Wahsyi bercerita, apa permintaan Rasulullah kepada Wahsyi? Setelah selesai bercerita, Wahsyi diminta Rasulullah untuk menghindar dari pandangan matanya, kenapa? Ada yang punya jawabannya kah? bukankah Rasulullah pemaaf? bukankah Rasulullah terjaga dari talbis iblis?
Sebabnya adalah... Agar beliau tidak teringat kembali dengan kematian pamannya yang sangat-sangat merobek hatinya itu, jadi ... ada satu masa dimana kita mesti memutus habis bayang-bayang kenangan masa lalu, agar kita bisa move on. Misalnya, bagi seseorang yang ingin move on dari kisah cintanya yang kandas, apalagi bertentangan dengan syariat, maka jalan terbaik adalah menutup habis peluang tumbuhnya kembali kisah-kisah itu. Bukan karena kita benci, dendam, marah, atau tak sanggup memaafkan tetapi menutup peluang kembali hadirnya kelebatan kenangan itulah yang mesti dilakukan agar terhindar dari mudharat alias gagal move on
Harus kau tutup lembaran yang lalu itu, dan move on untuk menatap hari ini dan esok yang lebih baik. Jika sudah kau tutup celah itu rapat-rapat, maka lebih mudah bagi kita untuk istiqomah berhijrah menjadi lebih baik. Demikian bahasan move on kali ini, singkat tetapi mudah-mudahan bermanfaat,
Jangan terjebak talbis iblis ... Kalau hati disibukkan dengan ibadah dan mengingat Allah, akan lebih mudah lagi untuk move on. Hindari curhat dengan lawan jenis apalagi tanpa solusi
Doa penutup majelis :
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ ٭
Artinya:
“Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”
Wassalamualaikum wr.wb
--------------------------------------------------
Hari / Tanggal : Rabu, 02 September 2015
Narasumber : Ustadz Dian Alamanda
Tema : Kajian Islam
Notulen : Ana Trienta
Narasumber : Ustadz Dian Alamanda
Tema : Kajian Islam
Notulen : Ana Trienta
Kajian Online Telegram Hamba اَﻟﻠﱣﻪ Ta'ala
Bismillahirrahmaanirrahiim
الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَسْتَهْدِيْهِ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنِ اهْتَدَى بِهُدَاهُ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ.
Segala puji bagi Allah, kita memuji-Nya dan meminta pertolongan, pengampunan, dan petunjuk-ya. Kita berlindung kepada Allah dari kejahatan diri kita dan keburukan amal kita. Barang siapa mendapat dari petunjuk Allah maka tidak akan ada yang menyesatkannya, dan barang siapa yang sesat maka tidak ada pemberi petunjuknya baginya. Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya. Ya Allah, semoga doa dan keselamatan tercurah pada Muhammad dan keluarganya, dan sahabat dan siapa saja yang mendapat petunjuk hingga hari kiamat
Di antara langkah syaitan dalam menggoda dan menjerumuskan manusia adalah dengan memutuskan tali hubungan antara sesama umat Islam. Ironinya, banyak umat Islam terpedaya mengikuti langkah langkah syaitan itu. Mereka menghindar dan tidak menyapa saudaranya sesama muslim tanpa sebab yang dibenarkan syara’. Misalnya karena percekcokan masalah harta atau karena situasi buruk lainnya.
Terkadang, putusnya hubungan tersebut langsung terus hingga setahun. Bahkan ada yang sumpah untuk tidak mengajaknya bicara selama-lamanya, atau bernadzar untuk tidak menginjak rumahnya. Jika secara tidak sengaja berpapasan di jalan ia segera membuang muka. Jika bertemu di suatu majlis ia hanya menyalami yang sebelum dan sesudahnya dan sengaja melewatinya. Inilah salah satu sebab kelemahan dalam masyarakat Islam. Karena itu, hukum syariat dalam masalah tersebut amat tegas dan ancamanya pun sangat keras.
Abu Hurairah Radhiallahu’anhu berkata, Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda :
“Tidak halal seorang muslim memutuskan hubungan dengan saudaranya (sesama muslim) lebih dari tiga hari, barang siapa memutuskan lebih dari tiga hari dan meninggal maka ia masuk neraka” (HR Abu Dawud, 5/215, Shahihul Jami’ : 7635)
Abu khirasy Al Aslami Radhiallahu’anhu berkata, Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda :
“Barangsiapa memutus hubungan dengan saudaranya selama setahun maka ia seperti mengalirkan darahnya (membunuhnya) “ (HR Al Bukhari Dalam Adbul Mufrad no : 406, dalam Shahihul Jami’: 6557)
Untuk membuktikan betapa buruknya memutuskan hubungan antara sesama muslim cukuplah dengan mengetahui bahwa Allah menolak memberikan ampunan kepada mereka. Dalam hadits riwayat Abu Hurairah Radhiallahu’anhu , Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda :
“semua amal manusia diperlihatkan (kepada Allah) pada setiap Jum’at (setiap pekan) dua kali; hari senin dan hari kamis. Maka setiap hamba yang beriman diampuni (dosanya) kecuali hamba yang di antara dirinya dengan saudaranya ada permusuhan. Difirmankan kepada malaikat :” tinggalkanlah atau tangguhkanlah (pengampunan untuk) dua orang ini sehingga keduanya kembali berdamai” (HR Muslim : 4/1988)
jika salah seorang dari keduanya bertaubat kepada Allah, ia harus bersilaturrahim kepada kawannya dan memberinya salam. Jika ia telah melakukannya, tetapi sang kawan menolak maka ia telah lepas dari tanggungan dosa, adapun kawannya yang menolak damai, maka dosa tetap ada padanya.
Abu Ayyub Radhiallahu’anhu meriwayatkan, Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda :
“Tidak halal bagi seorang laki-laki memutuskan hubungan saudaranya lebih dari tiga malam. Saling berpapasan tapi yang ini memalingkan muka dan yang itu (juga) membuang muka. Yang terbaik di antara keduanya yaitu yang memulai salam” (HR Bukhari, Fathul Bari : 10/492)
Tetapi jika ada alasan yang dibenarkan, seperti karena ia meninggalkan shalat, atau terus menerus melakukan maksiat sedang pemutusan hubungan itu berguna bagi yang bersangkutan misalnya membuatnya kembali kepada kebenaran atau membuatnya merasa bersalah maka pemutusan hubungan itu hukumnya menjadi wajib. Tetapi jika tidak mengubah keadaan dan ia malah berpaling, membangkang, menjauh, menantang, dan menambah dosa maka ia tidak boleh memutuskan hubungan dengannya. Sebab perbuatan itu tidak membuahkan maslahat tetapi malah mendatangkan madharat. Dalam keadaan seperti ini, sikap yang benar adalah terus-menerus berbuat baik dengannya, menasehati dan mengingatkannya.
Seperti hajr (pemutusan hubungan) yang dilakukan Nabi Shallallahu’alaihi wasallam kepada Ka’ab bin Malik dan dua orang kawannya, karena beliau melihat dalam hajr tersebut terdapat maslahat. Sebaliknya bila menghentikan hajr kepada Abdullah bin Ubay bin Salul dan orang-orang munafik lainnya karena hajr kepada mereka tidak membawa manfaat…
Berdasarkan pada apa yang dapat disimpulkan dari beberapa riwayat, sekiranya, apa pun alasannya, terjadi permusuhan di antara dua saudara Muslim, maka permusuhan itu harus segera diakhiri dan kedua pihak yang bersengkat harus segera berdamai. Apabila terdapat kemungkinan untuk berdamai maka berlanjutnya permusuhan tergolong sebagai sebuah dosa. Memaafkan dan melupakan apa yang telah berlalu merupakan salah satu karakter dan tipologi orang-orang besar serta merupakan pertanda kebesaran jiwa seseorang.
Dalam ajaran Islam, sifat ini tergolong sebagai salah satu sifat mulia. Agama yang dengannya Rasulullah Saw diutus bertujuan menyempurnakan keutamaan dan kemuliaan akhlak. Rasulullah Saw sendiri adalah sosok manusia yang berbudi pekerti yang luhur dimana kemuliaan akhlak ini pada beberapa ayat dan riwayat ditegaskan.
Dua contoh dari riwayat sebagai berikut:
Rasulullah Saw bersabda:, “Bilamana dua Muslim satu sama lain saling bertengkar dan tidak berdamai serta tidak terjalin hubungan pertemanan maka mereka telah keluar dari Islam. Barang siapa yang mendahului untuk berdamai maka ia akan terlebih dahulu memasuki surga kelak di hari kiamat.”
Imam Shadiq As dalam hal ini bersabda, “Dua saudara apabila satu sama lain memutusan hubungan maka salah satu dari mereka akan mendapatkan laknat dan kadang-kadang keduanya layak mendapatkan hukuman. Mu’tab berkata, “Semoga jiwaku menjadi tebusanmu! Orang zalim yang layak mendapatkan hukuman lantas mengapa orang yang terzalimi juga harus mendapatkan hukuman?” “Karena ia juga tidak rela berdamai dan menghindar untuk berkata-kata dengannya.” Pungkas Imam Ja’far Shadiq As.
Saya mendengar dari ayahku yang bersabda, “Kapan saja dua orang saling bertengkar maka salah satunya harus meminta maaf dan orang yang dizalimi harus mendatangi temannya (bahkan dengan dusta yang mengandung kemaslahatan) berkata bahwa saya telah berlaku aniaya kepadamu sehingga dengan perkataan ini keduanya saling dapat mengunjungi dan Tuhan itu adalah Mahabijaksana nan Adil dan keadilan orang yang terzalimi akan kelak Dia ambil dari orang zalim.”
Cukup yaa
Doa penutup majelis :
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ ٭
Artinya:
“Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”
Wassalamualaikum wr.wb
--------------------------------------------------
Hari / Tanggal : Senin, 24 Agustus 2015
Narasumber : Ustadzah Laksmini Pratiwi
Tema : Kajian Islam
Notulen : Ana Trienta
Narasumber : Ustadzah Laksmini Pratiwi
Tema : Kajian Islam
Notulen : Ana Trienta
Kajian Online Telegram Hamba اَﻟﻠﱣﻪ Ta'ala
3 Hari Memutuskan Hubungan Persaudaraan Muslim
Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Monday, August 24, 2015
Ketika semua orang linglung, dengan prinsip hidup bagaimanakah saya pakai…
Islam dengan segala kesempurnaannya telah lama menghadirkan prinsip hidup seorang muslim yang begitu sempurna…dengan semua makna kesempurnaan…Allahu Akbar!!!
بسم الله الرحمن الرحيم, الحمد لله رب العالمين وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين, أما بعد:
1. PILIH YANG PALING MUDAH SELAMA BUKAN DOSA DAN YANG PALING MUDAH PASTI DARI ISLAM
عَنْ عَائِشَةَ زَوْجِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- أَنَّهَا قَالَتْ مَا خُيِّرَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- بَيْنَ أَمْرَيْنِ إِلاَّ أَخَذَ أَيْسَرَهُمَا مَا لَمْ يَكُنْ إِثْمًا فَإِنْ كَانَ إِثْمًا كَانَ أَبْعَدَ النَّاسِ مِنْهُ
Artinya: “’Aisyah radhiyallahu ‘anha istri Nabi ﷺ bercerita: “Tidaklah Rasulullah ﷺ dipilihkan antar dua pilihan melainkan beliau memilih yang paling mudah dari keduanya, selama itu bukan dosa, jika itu dosa, maka beliau manusia yang paling jauh dari dosa.” HR. Bukhari dan Muslim.
{يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ} [البقرة: 185]
Artinya: “Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu.” QS. Al Baqarah: 185.
{مَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُمْ مِنْ حَرَجٍ } [المائدة: 6]
Artinya: “Allah tidak hendak menyulitkan kamu.” QS. Al Maidah: 6.






