REKAP KAJIAN UMUM ONLINE HAMBA اللَّهِ
•┈┈•❦•┈┈•❅❀❦❀❅•┈┈•❦•┈┈•
Hari, Tanggal : Jumat, 4 Desember 2020
Waktu : Ba'da Ashar
Narsum :Ustadzah Bunda Malik
Materi : Ketika Hasil tidak Sesuai Keinginan
Moderator : Yanti
Notulen : Tini
★★★★★★★★★★★★★★★★
MATERI
KETIKA HASIL TIDAK SESUAI KEINGINAN, MENSYUKURI NIKMAT ALLAH SWT
Begitu banyak nikmat yang Allah berikan kepada kita selaku hambanya,
mulai dari nikmat hidup, nikmat sehat, nikmat berkeluarga, nikmat
bersilaturahmi, hingga nikmat yang paling tinggi yaitu nikmat iman dan islam.
Seringkali kita lupa terhadap nikmat yang Allah berikan kepada kita, namun
dengan kemaha rahim dan rahman Nya, Allah swt tidak pernah mencabut secara
menyeluruh nikmat yang Allah berikan kepada hambanya. Bahkan kalau kita
menelaahnya secara seksama, tidak ada satu detik pun yang terlepas dari nikmat
Allah swt dalam kehidupan sehari-hari kita.
Penting bagi kita semua, untuk mensyukuri nikmat Allah swt
Sebagaimana firman Allah swt dalam Qur’an Surat Ibrahim ayat 7:
Dan (ingatlah juga) tatkala Tuhan kalian memaklumatkan, “Sesungguhnya
jika kalian bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepada kalian; dan
jika kalian mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.”.
Bersyukur kepada Allah swt itu bisa dengan berbagai cara
Penting bagi kita semua untuk mengedapankan rasa syukur dalam kehidupan kita, ketimbang banyak mengeluh, karena dibanding dengan masalah-masalah yang kita punya, niscaya nikmat yang Allah berikan kepada kita itu jauh lebih besar. Maka hendaknya apapun yang terjadi kita senantiasa tetap bersyukur kepada Allah swt.
•┈┈•❦•┈┈•❅❀❦❀❅•┈┈•❦•┈┈•
Hari, Tanggal : Jumat, 4 Desember 2020
Waktu : Ba'da Ashar
Narsum :Ustadzah Bunda Malik
Materi : Ketika Hasil tidak Sesuai Keinginan
Moderator : Yanti
Notulen : Tini
Penting bagi kita semua, untuk mensyukuri nikmat Allah swt
وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ
وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ
Penting bagi kita semua untuk mengedapankan rasa syukur dalam kehidupan kita, ketimbang banyak mengeluh, karena dibanding dengan masalah-masalah yang kita punya, niscaya nikmat yang Allah berikan kepada kita itu jauh lebih besar. Maka hendaknya apapun yang terjadi kita senantiasa tetap bersyukur kepada Allah swt.
Menjaga nikmat yang Allah berikan kepada kita dan menggunakan dengan sebaik-baiknya merupakan bagian dari rasa syukur kita kepada Allah swt. Karena dengan kita menjaga dan menggunakan dengan sebaik-baiknya maka kita telah menjalankan amanah yang Allah titipkan kepada kita. Maka dari itu janganlah diantara kita semua menyia-nyiakan nikmat yang Allah berikan terlebih kita menggunakannya kepada hal yang tidak diridhoi Allah, alih-alih Allah akan menambahkan nikmat tersebeut melainkan Allah akan murka dan mencabut nikmatnya.
Hal ini menjdai penopang keimanan kita kepada Allah swt, karena tidak sedikit ketika kita mendapatkan suatu kenikmatan yang mana nikmat tersebut Allah pelentarakan kepada makhluknya, kita seringkali lebih cenderung bersyukur kepada mahluknya, dan lupa kepada Allah sebagai hakikat pemebri nikmat yang jelas nikmat tersebut hakikatnya adalah pemberian dari Allah swt. Maka dari itu perlu kita perbaiki dan benahi dengan meyakini segala bentuk kenikmatan yang kita dapatkan itu berasal dari Allah swt, dengan senantiasa menambah keimanan kita dan rasa syukur kita kepada Allah swt.
Khusnudzon atau berprasanngka baik kepada Allah adalah kunci rasa syukur kepada Allah swt. Karena nikmat yang Allah berikan kepada hambanya, tidak selalu berupa kesenangan dan kebahagiaan, tetapi terkadang nikmat yang Allah berikan kepada hamba-Nya bisa berupa ujian dan rasa sedih. Namun dalam hal ini kembali kepada bagaimana kita menerimanya. Jikalau kita menerimanya yang demikian hanya semata ujian, maka tiadak lain tidak akan ada hikmah yang kita dapatkan. Namun ketika ujian tersebut kita gali hikmahnya dan kita syukuri atas kejadian tersebut, maka akan banyak hikmah yang kita dapatkan, bahkan bisa jadi terselip kenikmatan yang Allh berikan kepada hambanya yang bersyukur.
Sangat jelas, sebagai hambanya kita senantiasa ditungtut untuk m enjalankan segala perintah Allah swt, dan menjauhi segala larangan-Nya. Dan yang demikianlah itu merupakan bentuk rasa syukur kita kepada Allah swt kita telah diciptakn sebagai hamabanya, dan telah diciptakan dengan bentuk yang sempurna, dan menjadi kholipah atau pemimpin di muka bumi ini.
TANYA JAWAB
Jawab:
Yakini bahwa semua yang berlaku atas kehendakNya, dan tentu ada hikmahnya, menangis tak mengapa saya sedih pun tak mengapa, yang tak boleh berlarut-larut dengan kesedihan, berbaik sangka kepadaNya.
Jawab :
Silahkan sayang, mau menangis tapi jangan meratapi, bersedih silahkan tapi jangan didramatisir, berpikir positif dan realistis, tentu semua yang berlaku berhikmah
Maaf Ustadzah saya mau bertanya.kadang keinginan kita tidak sesuai apa yang kita harapkan padahal sudah tahu mungkin itu belum tentu baik buat kita dan kadang rasa syukurpun itupun berkurang,, bagaimana Ustadzah untuk selalu menjaga rasa syukur nikmat dari Allah SWT?
Jawab :
Terus bangun positif thingking bahwa Allah sayang, bahwa Allah cinta bahwa semua yang berlaku adalah kasih sayanngNya. Perbanyak istighfar dan pupuk selalu rasa syukur
Jawab :
Waalaikumussalam. Syukuri apapun yang berlaku karena skenarionya Allah selalu berbuah nikmat sekalipun tidak mengenakkan
Jawab :
Tentu untuk menghadirkan rasa syukur perlu proses, tidaklah serta merta kita mampu menghadirkan rasa syukur tanpa proses memahami, kedepankan husnudzon pada Allah. Bukan boleh atau tidak boleh, tapi terus berproses untuk mghadirkan rasa syukur tanpa tapi.
Jawab :
Ketika ikhlas menerima sakit, insyaAllah menjadi penggugur dosa-dosa kita. Ikhtiar untuk sembuh dan perkuat doa, karena ibu adalah sinar terangnya keluarga. Tentu kita meminta dan berdoa kepada Allah yang baik-baik buat kita, perbanyak istighfar dan perkuat syukur.
Jawab :
InsyaAllah semua yang kita niatkan karen Allah akan berbuah kebaikan untuk kita
Kita tutup kajian, kepada asatidz kami ucapkan banyak terima kasih atas ilmunya pada hari ini juga bunda-bunda dan ukhti-ukhti sholihah yang sudah berpartisipasi dalam kajian ini.
Mari kita tutup dengan bacaan
Hamdalah 3x,
الْحمد لّله رب الْعالميْن
Istighfar 3x,
أسْتغْفر الّله الْعظيْم
Doa kafaratul
majlis
سُبحآنكَ اللهُمّ وبحمدكْ , أشهَدُ أنْ لآ إله إلا أنتْ , أستغفِركَ
وأتُوبُ إليك
Terima kasih dan mohon maaf atas
segala kekurangan dan kekhilafan..
Billaahi taufik wal hidayah
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
★★★★★★★★★★★★★★★★
Badan Pengurus Harian (BPH) Pusat Hamba اللَّهِ SWT
Blog: http://kajianonline-hambaallah.blogspot.com
FanPage : Kajian On line-Hamba Allah
FB : Kajian On Line-Hamba Allah
Twitter: @kajianonline_HA
IG: @hambaAllah_official
★★★★★★★★★★★★★★★★
Badan Pengurus Harian (BPH) Pusat Hamba اللَّهِ SWT
Blog: http://kajianonline-hambaallah.blogspot.com
FanPage : Kajian On line-Hamba Allah
FB : Kajian On Line-Hamba Allah
Twitter: @kajianonline_HA
IG: @hambaAllah_official
Ketika Hasil tidak Sesuai Keinginan
Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Wednesday, December 22, 2021
Rekap
Kajian Online HA Ummi G2 & G3
Hari/
Tgl: Senin, 6 & 13 Agustus 2018
Materi:
Tafakur ku Mengantarkan Syukur ku
Nara
Sumber: Ustadzah Yeni
Waktu
Kajian: 19.30-selesai
Editor:
Sapta
•••••••••••••••••••••
Tafakur
ku Mengantar Syukur ku
Sahabat
Rahimahullah....
Saat
pagi telah beranjak. Tampak asyik dua orang di sebuah musholla berbincang.
Seorang
santri (S)
dan
gurunya (U) .
S:
Ustadz saya pernah membaca hadits begini , "Rasulullah saw. pernah
bersabda, “Tafakkuruu fii khalqiLlahi wa laa tafakkaruu fiiLlahi,
berpikirlah kamu tentang ciptaan Allah, dan janganlah kamu berpikir tentang
Dzat Allah. (Hadits yang diriwayatkan oleh Abu Nu’aim dari Ibnu Abbas hasan.)
Apa
maksud dari hadits tersebut?
U:
Guru sambil membenarkan letak kopyahnya berkata: "Hadits itu berbicara
tentang salah satu ciri khas manusia yang membedakanya dari makhluk yang lain,
bahwa manusia adalah makhluk yang berpikir."
Dengan
kemampuan itulah manusia bisa meraih berbagai kemajuan, kemanfaatan, dan
kebaikan. Namun, sejarah juga mencatat bahwa tidak sedikit manusia mengalami
kesesatan dan kebinasaan akibat berpikir.
S
: maaf Guru, apakah termasuk bencana yang sering melanda negeri kita? Itu juga
akibat cara berpikir manusia?
U
: (tersenyum) betul. Oleh karenanya Rasulullah saw. menghendaki kita, kaum
muslimin, untuk punya budaya tafakur yang akan bisa mengantarkan kita kepada
kemajuan, kemanfaatan, kebaikan, ketaatan, keimanan, dan ketundukan kepada
Allah Ta’ala.
S
: Bagaimana tafakur itu guru ?
U
: Agar tafakur itu sesuai tujuannya
Rasulullah saw. memberi rambu-rambu agar kita tidak salah dalam bertafakur.
Rasulullah saw. memerintahkan kita untuk bertafakur mengenai makhluk ciptaan
Allah swt. Beliau melarang kita berpikir tentang Dzat Allah karena kita tidak
akan mampu menjangkaunya, dan berpikir tentang Dzat Alllah bisa mengantarkan
kita kepada kesesatan dan kebinasaan.
S
: (manggut-manggut tampak berpikir keras).
Sahabat
Rahimahullah....
Mengapa
manusia perlu bertafakur?
FADHAAILUT
TAFAKKURI (KEUTAMAAN TAFAKUR)
Setidaknya
ada empat keutamaan tafakur, yaitu:
1.
Allah memuji orang-orang yang senantiasa bertafakur dan berdzikir dalam setiap
situasi dan kondisi dengan menceritakannya secara khusus dalam Al-Qur’an di
surat Ali Imran ayat 190-191.
Sa’id
Hawa dalam Al-Mustakhlash Fi Tazkiyatil Anfus halaman 93 berkata, “Dari ayat
ini kita memahami bahwa kemampuan akal tidak akan terwujud kecuali dengan
perpaduan antara dzikir dan pikir pada diri manusia. Apabila kita mengetahui
bahwa kesempurnaan akal berarti kesempurnaan seorang manusia, maka kita bisa
memahami peran penting dzikir dan pikir dalam menyucikan jiwa manusia. Oleh
karena itu, para ahli suluk yang berupaya mendekatkan diri kepada Allah
senantiasa memadukan antara dzikir dan pikir di awal perjalanannya menuju
Allah. Sebagai contoh, di saat bertafakur tentang berbagai hal, mereka
mengiringinya dengan tasbih, tahmid, takbir, dan tahlil.”
2.
Tafakur termasuk amal yang terbaik dan bisa mengungguli ibadah. Ada atsar yang
diriwayatkan oleh Ibnu Hibban berbunyi, Berpikir sesaat lebih utama daripada
ibadah setahun.
Kenapa
begitu? Karena, berpikir bisa memberi manfaat-manfaat yang tidak bisa
dihasilkan oleh suatu ibadah yang dilakukan selama setahun.
3.
Tafakur bisa mengantarkan kita kepada kemuliaan dunia dan akhirat. Ka’ab bin
Malik berkata, Barangsiapa menghendaki kemuliaan akhirat, maka hendaknyalah ia
memperbanyak tafakur
4.
Tafakur adalah pangkal segala kebaikan. Ibnul Qayyim berkata,
Berpikir
akan membuahkan pengetahuan, pengetahuan akan melahirkan perubahan keadaan yang
terjadi pada hati, perubahan keadaan hati akan melahirkan kehendak, kehendak
akan melahirkan amal perbuatan.
Sahabat
Rahimahullah.....
NATAAIJUT
TAFAKKURI (BUAH TAFAKUR)
1.
Kita akan mengetahui hikmah dan tujuan penciptaan semua makhluk di langit dan
bumi sehingga menambah keimanan dan rasa syukur.
2.
Kita bisa membedakan mana yang bermanfaat sehingga bersemangat untuk meraihnya,
mana yang berbahaya hingga berusaha mengindarinya.
3.
Kita bisa memiliki keyakinan yang kuat mengenai sesuatu, dan menghindari diri
dari sikap ikut-ikutan terhadap opini yang berkembang.
Katakanlah:
“Sesungguhnya aku hendak memperingatkan kepadamu suatu hal saja, yaitu supaya
kamu menghadap Allah (dengan ikhlas) berdua-dua atau sendiri-sendiri; kemudian
kamu pikirkan (tentang Muhammad) tidak ada penyakit gila sedikitpun pada
kawanmu itu. Dia tidak lain hanyalah pemberi peringatan bagi kamu sebelum
(menghadapi) azab yang keras. (Saba: 46)
4.
Kita bisa memperhatikan hak-hak diri kita untuk mendapatkan kebaikan, sehingga
tidak hanya berusaha memperbaiki orang lain dan lupa pada diri sendiri.
Mengapa
kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebaktian, sedang kamu melupakan diri
(kewajiban) mu sendiri, padahal kamu membaca Al-Kitab (Taurat)? Maka tidaklah
kamu berpikir? (Al-Baqarah: 44)
5.
Kita bisa memahami bahwa akhirat itu lebih utama, dan dunia hanya sarana untuk
membangun kebahagiaan akhirat.
(Yusuf:
109); (Al-Qashash: 60).
6.
Kita bisa menghindari diri dari kebinasaan yang pernah menimpa orang-orang
sebelum kita.
(QS.
Muhammad: 10)
7.
Bisa menghindari diri dari siksa neraka karena bisa memahami dan mengamalkan
ajaran agama dan meninggalkan kemaksiatan dan dosa-dosa, terutama syirik.
Lihat
(Al-Mulk: 10); (Al-Anbiyaa’ : 67)
DHAWABITHUT
TAFAKKURI (BATASAN TAFAKUR)
Imam
Al-Ghazali berkata, “Ketahuilah bahwa semua yang ada di alam semesta, selain
Allah, adalah ciptaan dan karya Allah Ta’ala. Setiap atom dan partikel, apapun
memiliki keajaiban dan keunikan yang menunjukkan kebijaksanaan, kekuasaan, dan
keagungan Allah Ta’ala. Mendata semuanya adalah sesuatu yang mustahil, karena
seandainya lautan adalah tinta untuk menuliskan semua itu niscaya akan habis
sebelum menuliskan sepersepuluhnya saja dari semua ciptaan dan karya-Nya.”
Jadi,
tafakur adalah ibadah yang bebas dan terlepas dari ikatan segala sesuatu
kecuali satu ikatan saja, yaitu tafakur mengenai Dzat Allah.
Saat
bertafakur sebenarnya seorang muslim sedang berusaha meningkatkan ketaatan,
menghentikan kemaksiatan, menghancurkan sifat-sifat destruktif dan menumbuhkembangkan
sifat-sifat konstruktif yang ada dalam dirinya. Berhasil tidaknya hal itu
dicapai sangat dipengaruhi banyak faktor, di antaranya:
-
Kedalaman ilmu
-
Konsentrasi pikiran
-
Kondiri emosional dan rasional
-
Faktor lingkungan
-
Tingkat pengetahuan tentang objek tafakur
-
Teladan dan pergaulan
-
Esensi sesuatu
-
Faktor kebiasaan
Sahabat
Rahimahullah...
MENGAPA
KITA DILARANG TAFAKKUR MENGENAI DZAT ALLAH SWT
Setidaknya
ada dua alasan, yaitu:
1.
Kita tidak akan sanggup menjangkau kadar keagunganNya.
Allah
swt. tidak terikat ruang dan waktu. Abdullah bin Mas’ud berkata, “Bagi Tuhanmu
tidak ada malam, tidak pula siang. Cahaya seluruh langit dan bumi berasal dari
cahaya wajah-Nya, dan Dia-lah cahaya langit dan bumi. Pada hari kiamat, ketika
Allah datang untuk memberikan keputusan bumi akan tenang oleh cahayaNya. (Asy-syuuraa:
11)
Ibnu
Abbas berkata, “Dzat Allah terhalang oleh tirai sifat-sifat-Nya, dan
sifat-sifat-Nya terhalang oleh tirai karya-karya-Nya. Bagaimana kamu bisa
membayangkan keindahan Dzat yang ditutupi dengan sifat-sifat kesempurnaan dan
diselimunti oleh sifat-sifat keagungan dan kebesaran.”
2.
Kita akan terjerumus dalam kesesatan dan kebinasan.
Memberlakukan
sifat Sang Khalik terhadap makhluk ini adalah sikap ghulluw (berlebihan).
Itulah yang terjadi di kalangan kaum Rafidhah terhadap Ali r.a. Sebaliknya,
memberlakukan sifat makhluk terhadap Sang Khalik ini sikap taqshir
(merendahkan). Perbuatan ini dilakukan oleh aliran sesat musyabihhah yang
mengatakan Allah memiliki wajah yang sama dengan makhluk, kaki yang sama dengan
kaki makhluk, dan seterusnya. Semoga kita bisa terselamatkan dari kesesatan
yang seperti ini.
Amiin
•••••••••
TANYA
JAWAB
T:
Ustadzah,
tafakur apakah butuh ilmu, atau cuma dengan akal? seperti apa contoh taffakur
yang setelah itu membawa perubahan ke dalam diri seseorang?
J:
Bismillah
saya coba jawab yaa ukhti sholihah. Tafakur tidak perlu ilmu khusus. Tafakur
itu perenungan atas segala karunia yang Allah berikan agar hadir pada diri kita
menjadi hamba-hamba yang bersyukur. Contohnya pada saat kita berjalan-jalan ke
laut, pantai, atau ke panti jompo, rumah sakit, itu wasilah untuk kita tafakur
merenungi diri atas karunia Allah
T:
Assalammualaikum
ustadzah. Maafkan saya yang fakir ilmu ingin bertanya, pengertian tafakur itu
apa?
J:
Tafakur
itu perenungan mbak, bisa dengan melihat apa yang ada disekitar kita dan lain-lain
T:
Apakah
merenungi perjalanan hidup diri, tentang dosa-dosa, tentang takdir juga bisa
disebut tafakur ya bunda?
J:
Iya mbak asal membuat kita bersyukur, tidak menyalahkan takdir, keadaan apalagi
menyalahkan Allah
T:
Dan
hasil dari tafakur Kita menjadi manusia yang lebih baik ya bunda? Aamiin
allahumma aamiin
J:
Iya
mbak tujuan tafakur itu demikian, menjadi hamba yang lebih baik, hamba yang senantiasa
bersyukur atas apapun.
•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•
Kita tutup dengan
membacakan hamdalah..
Alhamdulillahirabbil'aalamiin
Doa Kafaratul Majelis:
سبحانك اللهم وبحمدك
أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك
Subhanakallahumma
wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika
“Maha Suci Engkau ya
Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah
melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”
Wassalamu'alaikum
warahmatullaahi wabarakaatuh
================
Website: www.hambaAllah.net
FanPage: Kajian On line-Hamba Allah
FB: Kajian On Line - Hamba Allah
Twitter: @kajianonline_HA
IG: @hambaAllah_official
Tafakur ku Mengantarkan Syukur ku
Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Friday, September 28, 2018
Kajian Online WA
Hamba الله SWT
Senin, 13 Agustus 2018
Rekap Kajian Grup Bunda G3
Narasumber : Ustadzah
Yeni
Tema : Kajian Umum
Dzat yang dengan Kebesaran-Nya, seluruh makhluk menyanjung dan
mengagungkan-Nya...
Dzat yang dengan Keperkasaan-Nya, musuh-musuh dihinakan lagi
diadzab-Nya...
Dzat yang dengan Kasih dan Sayang-Nya, kita semua mampu mengecap
manisnya Islam dan indahnya ukhuwah di jalan-Nya, memadukan hati kita dalam
kecintaan kepadaNya, yang mempertemukan kita dalam keta'atan kepadaNya, dan
menghimpunkan kita untuk mengokohkan janji setia dalam membela agamaNya.
AlhamduliLlah... tsumma AlhamduliLlah...
Shalawat dan salam semoga tercurah kepada tauladan kita, Muhammad
SAW. Yang memberi arah kepada para generasi penerus yang Rabbaniyyah bagaimana
membangkitkan ummat yang telah mati, mempersatukan bangsa-bangsa yang tercerai
berai, membimbing manusia yang tenggelam dalam lautan syahwat, membangun
generasi yang tertidur lelap dan menuntun manusia yang berada dalam kegelapan menuju
kejayaan, kemuliaan, dan kebahagiaan.
Amma ba'd...
Ukhti fillah sekalian. Agar ilmunya barokah, maka alangkah indahnya
kita awali dengan lafadz Basmallah
Bismillahirrahmanirrahim...
TAFAKUR KU MENGANTAR SYUKUR KU
Sahabat Rahimahullah....
Saat pagi telah beranjak. Tampak asyik dua orang di sebuah
musholla berbincang.
Seorang santri (S)
dan gurunya (U) .
S : Ustadz saya pernah membaca hadits begini , "Rasulullah
saw. pernah bersabda, “Tafakkuruu fii khalqiLlahi wa laa tafakkaruu fiiLlahi,
berpikirlah kamu tentang ciptaan Allah, dan janganlah kamu berpikir tentang
Dzat Allah.
(Hadits yang diriwayatkan oleh Abu Nu’aim dari Ibnu Abbas hasan.)
Apa maksud dari hadits tersebut?
Guru sambil membenarkan letak kopyahnya
U : "Hadits itu berbicara tentang salah satu ciri khas
manusia yang membedakanya dari makhluk yang lain, bahwa manusia adalah makhluk
yang berpikir."
Dengan kemampuan itulah manusia bisa meraih berbagai kemajuan,
kemanfaatan, dan kebaikan. Namun, sejarah juga mencatat bahwa tidak sedikit
manusia mengalami kesesatan dan kebinasaan akibat berpikir.
S : maaf Guru, apakah termasuk bencana yang sering melanda negeri
kita? Itu juga akibat cara berpikir manusia?
U : (tersenyum) betul. Oleh karenanya Rasulullah saw. menghendaki
kita, kaum muslimin, untuk punya budaya tafakur yang akan bisa mengantarkan
kita kepada kemajuan, kemanfaatan, kebaikan, ketaatan, keimanan, dan ketundukan
kepada Allah Ta’ala.
S : Bagaimana tafakur itu guru ?
U : Agar tafakur itu sesuai
tujuannya Rasulullah saw. memberi rambu-rambu agar kita tidak salah dalam
bertafakur. Rasulullah saw. memerintahkan kita untuk bertafakur mengenai
makhluk ciptaan Allah swt. Beliau melarang kita berpikir tentang Dzat Allah
karena kita tidak akan mampu menjangkaunya, dan berpikir tentang Dzat Alllah
bisa mengantarkan kita kepada kesesatan dan kebinasaan.
S : (manggut-manggut tampak berpikir keras).
Sahabat Rahimahullah....
Mengapa manusia perlu bertafakur?
FADHAAILUT TAFAKKURI (KEUTAMAAN TAFAKUR)
Setidaknya ada empat keutamaan tafakur, yaitu:
1. Allah memuji orang-orang yang senantiasa bertafakur dan
berdzikir dalam setiap situasi dan kondisi dengan menceritakannya secara khusus
dalam Al-Qur’an di surat Ali Imran ayat 190-191.
Sa’id Hawa dalam Al-Mustakhlash Fi Tazkiyatil Anfus halaman 93
berkata, “Dari ayat ini kita memahami bahwa kemampuan akal tidak akan terwujud
kecuali dengan perpaduan antara dzikir dan pikir pada diri manusia. Apabila
kita mengetahui bahwa kesempurnaan akal berarti kesempurnaan seorang manusia,
maka kita bisa memahami peran penting dzikir dan pikir dalam menyucikan jiwa
manusia. Oleh karena itu, para ahli suluk yang berupaya mendekatkan diri kepada
Allah senantiasa memadukan antara dzikir dan pikir di awal perjalanannya menuju
Allah. Sebagai contoh, di saat bertafakur tentang berbagai hal, mereka
mengiringinya dengan tasbih, tahmid, takbir, dan tahlil.”
2. Tafakur termasuk amal yang terbaik dan bisa mengungguli ibadah.
Ada atsar yang diriwayatkan oleh Ibnu Hibban berbunyi,
Berpikir sesaat lebih utama daripada ibadah setahun
Kenapa begitu? Karena, berpikir bisa memberi manfaat-manfaat yang
tidak bisa dihasilkan oleh suatu ibadah yang dilakukan selama setahun.
3. Tafakur bisa mengantarkan kita kepada kemuliaan dunia dan
akhirat. Ka’ab bin Malik berkata,
Barangsiapa menghendaki
kemuliaan akhirat, maka hendaknyalah ia memperbanyak tafakur
4. Tafakur adalah pangkal segala kebaikan. Ibnul Qayyim berkata,
Berpikir akan membuahkan
pengetahuan, pengetahuan akan melahirkan perubahan keadaan yang terjadi pada
hati, perubahan keadaan hati akan melahirkan kehendak, kehendak akan melahirkan
amal perbuatan
Sahabat Rahimahullah.....
NATAAIJUT TAFAKKURI (BUAH TAFAKUR)
1. Kita akan mengetahui hikmah dan tujuan penciptaan semua makhluk
di langit dan bumi sehingga menambah keimanan dan rasa syukur.
2. Kita bisa membedakan mana yang bermanfaat sehingga bersemangat
untuk meraihnya, mana yang berbahaya hingga berusaha mengindarinya.
3. Kita bisa memiliki keyakinan yang kuat mengenai sesuatu, dan
menghindari diri dari sikap ikut-ikutan terhadap opini yang berkembang.
Katakanlah: “Sesungguhnya aku hendak memperingatkan kepadamu suatu
hal saja, yaitu supaya kamu menghadap Allah (dengan ikhlas) berdua-dua atau
sendiri-sendiri; kemudian kamu pikirkan (tentang Muhammad) tidak ada penyakit
gila sedikitpun pada kawanmu itu. Dia tidak lain hanyalah pemberi peringatan
bagi kamu sebelum (menghadapi) azab yang keras. (Saba: 46)
4. Kita bisa memperhatikan hak-hak diri kita untuk mendapatkan
kebaikan, sehingga tidak hanya berusaha memperbaiki orang lain dan lupa pada
diri sendiri.
Mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebaktian, sedang kamu
melupakan diri (kewajiban) mu sendiri, padahal kamu membaca Al-Kitab (Taurat)?
Maka tidaklah kamu berpikir? (Al-Baqarah: 44)
5. Kita bisa memahami bahwa akhirat itu lebih utama, dan dunia
hanya sarana untuk membangun kebahagiaan akhirat.
(Yusuf: 109)
(Al-Qashash: 60).
6. Kita bisa menghindari diri dari kebinasaan yang pernah menimpa
orang-orang sebelum kita.
-(QS. Muhammad: 10)
7. Bisa menghindari diri dari siksa neraka karena bisa memahami
dan mengamalkan ajaran agama dan meninggalkan kemaksiatan dan dosa-dosa, terutama
syirik.
Lihat (Al-Mulk: 10)
(Al-Anbiyaa’ : 67)
DHAWABITHUT TAFAKKURI (BATASAN TAFAKUR)
Imam Al-Ghazali berkata, “Ketahuilah bahwa semua yang ada di alam
semesta, selain Allah, adalah ciptaan dan karya Allah Ta’ala. Setiap atom dan
partikel, apapun memiliki keajaiban dan keunikan yang menunjukkan
kebijaksanaan, kekuasaan, dan keagungan Allah Ta’ala. Mendata semuanya adalah
sesuatu yang mustahil, karena seandainya lautan adalah tinta untuk menuliskan
semua itu niscaya akan habis sebelum menuliskan sepersepuluhnya saja dari semua
ciptaan dan karya-Nya.”
Jadi, tafakur adalah ibadah yang bebas dan terlepas dari ikatan
segala sesuatu kecuali satu ikatan saja, yaitu tafakur mengenai Dzat Allah.
Saat bertafakur sebenarnya seorang muslim sedang berusaha
meningkatkan ketaatan, menghentikan kemaksiatan, menghancurkan sifat-sifat
destruktif dan menumbuhkembangkan sifat-sifat konstruktif yang ada dalam
dirinya. Berhasil tidaknya hal itu dicapai sangat dipengaruhi banyak faktor, di
antaranya:
#. Kedalaman ilmu
#. Konsentrasi pikiran
#. Kondiri emosional dan rasional
#. Faktor lingkungan
#. Tingkat pengetahuan tentang objek tafakur
#. Teladan dan pergaulan
#. Esensi sesuatu
#. Faktor kebiasaan
Sahabat Rahimahullah...
MENGAPA KITA DILARANG TAFAKKUR MENGENAI DZAT ALLAH SWT
Setidaknya ada dua alasan, yaitu:
1. Kita tidak akan sanggup menjangkau kadar keagunganNya.
Allah swt. tidak terikat ruang dan waktu. Abdullah bin Mas’ud
berkata, “Bagi Tuhanmu tidak ada malam, tidak pula siang. Cahaya seluruh langit
dan bumi berasal dari cahaya wajah-Nya, dan Dia-lah cahaya langit dan bumi.
Pada hari kiamat, ketika Allah datang untuk memberikan keputusan bumi akan
tenang oleh cahayaNya.
(Asy-syuuraa: 11)
Ibnu Abbas berkata, “Dzat Allah terhalang oleh tirai
sifat-sifat-Nya, dan sifat-sifat-Nya terhalang oleh tirai karya-karya-Nya.
Bagaimana kamu bisa membayangkan keindahan Dzat yang ditutupi dengan
sifat-sifat kesempurnaan dan diselimunti oleh sifat-sifat keagungan dan
kebesaran.”
2. Kita akan terjerumus dalam kesesatan dan kebinasan.
Memberlakukan sifat Sang Khalik terhadap makhluk ini adalah sikap
ghulluw (berlebihan). Itulah yang terjadi di kalangan kaum Rafidhah terhadap
Ali r.a. Sebaliknya, memberlakukan sifat makhluk terhadap Sang Khalik ini sikap
taqshir (merendahkan). Perbuatan ini dilakukan oleh aliran sesat musyabihhah
yang mengatakan Allah memiliki wajah yang sama dengan makhluk, kaki yang sama
dengan kaki makhluk, dan seterusnya. Semoga kita bisa terselamatkan dari kesesatan
yang seperti ini.
Aamiin
TANYA JAWAB
-
Alhamdulillah, kajian kita hari
ini berjalan dengan lancar. Semoga ilmu yang kita dapatkan berkah dan
bermanfaat. Aamiin....
Segala yang benar dari Allah
semata, mohon maaf atas segala kekurangan. Baiklah langsung saja kita tutup
dengan istighfar masing-masing sebanyak-banyakanya dan do'a kafaratul majelis:
سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك
Subhanakallahumma wabihamdika
asayahadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika
“Maha Suci Engkau ya Allah,
dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah
melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”
rhinrhiny August 28, 2018 New Google SEO Bandung, Indonesia

