Kajian
Online WA Hamba اَللّٰه Ta'ala
Link
2 Bunda
Hari
/ Tanggal : Selasa, 17 Maret 2015
Narasumber
: Ustadz Syahrowi
Tema
: Kajian Islam
Notulen
: Ana Trienta
Assalamualaikum.
wr wb
Segala
puji bagi Allah atas segala karuniaNya kepada kita semua. Sholawat dan salam
semoga tercurah pada junjungan kita Muhammad SWT. In syaAllah tema materi
kita hari ini adalah:
"Bicara
Tanpa Pahala"
Allah
telah menganugerahkan kepada kita semua organ tubuh yang sempurna untuk
dimanfaatkan sebaik baiknya, salah satunya adalah lidah. Dengan lidah,
seseorang bisa berdzikir dan saling nasehat-menasehati sehingga meraih banyak
pahala. Namun sebaliknya, lidah juga bisa mengakibatkan dosa dan menyeret
seseorang ke neraka, jika tidak dimanfaatkan untuk kebaikan. Kesadaran seseorang
terhadap fungsi dan bahaya lisan ini akan mendorong dirinya untuk menjaga
lidah, tidak berbicara kecuali yang bermanfaat. Beberapa amalan
buruk yang disebabkan oleh lidah adalah sbb:
Pertama:
Membicarakan Sesuatu Yang Tidak Bermanfaat.
Nabi
Muhammad ﷺ bersabda,
ﺇِﻥَّ ﻣِﻦْ ﺣُﺴْﻦِ ﺇِﺳْﻠَﺎﻡِ ﺍﻟْﻤَﺮْﺀِ ﺗَﺮْﻛَﻪُ ﻣَﺎ ﻟَﺎ ﻳَﻌْﻨِﻴﻪِ
“Sesungguhnya
di antara kebaikan Islam seseorang adalah dia meninggalkan perkara yang
tidak bermanfaat.” (HR. Tirmidzi).
Sesuatu
yang tidak bermanfaat itu, bisa berupa perkataan atau perbuatan; perkara
yang haram, atau makruh, atau perkara mubah yang tidak
bermanfaat. Oleh karena itu, supaya terhindar dari bahaya lisan yang
pertama ini, hendaklah seseorang selalu sesuatu
yang
mengandung kebaikan. Jika tidak bisa, hendaknya diam.
Nabi
Muhammad ﷺ bersabda,
ﻣَﻦْ ﻛَﺎﻥَ ﻳُﺆْﻣِﻦُ ﺑِﺎﻟﻠَّﻪِ ﻭَﺍﻟْﻴَﻮْﻡِ ﺍﻟْﺂﺧِﺮِ ﻓَﻠْﻴَﻘُﻞْ ﺧَﻴْﺮًﺍ ﺃَﻭْ ﻟِﻴَﺼْﻤُﺖْ
“Barangsiapa
beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah dia mengucapkan sesuatu
yang baik atau diam. (HR. Bukhari dan Muslim).
Diriwayatkan
bahwa Muwarriq al-‘Ijli rahimahullah berkata, “Ada satu perkara yang aku sudah
mencarinya semenjak duapuluh tahun lalu. Aku belum berhasil meraihnya. Namun
aku tidak akan berhenti mencarinya”. Orang-orang bertanya, “Apa itu wahai Abu
Mu’tamir?” Dia menjawab, “Diam (tidak membicarakan-red) dari sesuatu yang
tidak bermanfaat bagiku”.
Nabi
ﷺ bersabda,
ﺇِﻥَّ ﺃَﺑْﻐَﺾَ ﺍﻟﺮِّﺟَﺎﻝِ ﺇِﻟَﻰ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺍﻟْﺄَﻟَﺪُّ ﺍﻟْﺨَﺼِﻢُ
“Sesungguhnya
orang yang paling dimurkai oleh Allah adalah orang yang selalu mendebat.”
(HR. Bukhari dan Muslim).
Mendebat
dalam hadits ini maksudnya adalah mendebat dengan cara batil atau tanpa ilmu.
Sedangkan orang yang berada di pihak yang benar, sebaiknya dia juga menghindari
perdebatan. Karena debat itu akan membangkitkan emosi, mengobarkan kemurkaan,
menyebabkan dendam, dan mencela orang lain.
Nabi
ﷺ bersabda,
ﺃَﻧَﺎ ﺯَﻋِﻴﻢٌ ﺑِﺒَﻴْﺖٍ ﻓِﻲ ﺭَﺑَﺾِ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔِ ﻟِﻤَﻦْ ﺗَﺮَﻙَ ﺍﻟْﻤِﺮَﺍﺀَ ﻭَﺇِﻥْ ﻛَﺎﻥَ ﻣُﺤِﻘًّﺎ ﻭَﺑِﺒَﻴْﺖٍ ﻓِﻲ ﻭَﺳَﻂِ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔِ ﻟِﻤَﻦْ ﺗَﺮَﻙَ ﺍﻟْﻜَﺬِﺏَ ﻭَﺇِﻥْ ﻛَﺎﻥَ ﻣَﺎﺯِﺣًﺎ ﻭَﺑِﺒَﻴْﺖٍ ﻓِﻲ ﺃَﻋْﻠَﻰ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔِ ﻟِﻤَﻦْ ﺣَﺴَّﻦَ ﺧُﻠُﻘَﻪُ
“Saya
memberikan jaminan rumah di pinggiran surga bagi orang yang meningalkan
perdebatan walaupun dia orang yang benar. Saya memberikan jaminan rumah di
tengah surga bagi orang yang meningalkan kedustaan walaupun dia bercanda.
Saya memberikan jaminan rumah di surga yang tinggi bagi orang yang membaguskan
akhlaqnya. (HR. Abu Dawud).
Mengingkari
kemungkaran dan menjelaskan kebenaran merupakan kewajiban seorang Muslim.
Jika penjelasan itu diterima, itulah yang dikehendaki. Namun jika ditolak,
maka hendaklah dia meninggalkan perdebatan.
Ketiga
: Banyak Berbicara, Suka Mengganggu Dan Sombong
Nabi
bersabda:
ﺇِﻥَّ ﻣِﻦْ ﺃَﺣَﺒِّﻜُﻢْ
ﺇِﻟَﻲَّ ﻭَﺃَﻗْﺮَﺑِﻜُﻢْ ﻣِﻨِّﻲ ﻣَﺠْﻠِﺴًﺎ ﻳَﻮْﻡَ ﺍﻟْﻘِﻴَﺎﻣَﺔِ ﺃَﺣَﺎﺳِﻨَﻜُﻢْ ﺃَﺧْﻠَﺎﻗًﺎ ﻭَﺇِﻥَّ ﺃَﺑْﻐَﻀَﻜُﻢْ
ﺇِﻟَﻲَّ ﻭَﺃَﺑْﻌَﺪَﻛُﻢْ ﻣِﻨِّﻲ ﻣَﺠْﻠِﺴًﺎ ﻳَﻮْﻡَ ﺍﻟْﻘِﻴَﺎﻣَﺔِ ﺍﻟﺜَّﺮْﺛَﺎﺭُﻭﻥَ
ﻭَﺍﻟْﻤُﺘَﺸَﺪِّﻗُﻮﻥَ ﻭَﺍﻟْﻤُﺘَﻔَﻴْﻬِﻘُﻮﻥَ ﻗَﺎﻟُﻮﺍ ﻳَﺎ ﺭَﺳُﻮﻝَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻗَﺪْ ﻋَﻠِﻤْﻨَﺎ ﺍﻟﺜَّﺮْﺛَﺎﺭُﻭﻥَ ﻭَﺍﻟْﻤُﺘَﺸَﺪِّﻗُﻮﻥَ ﻓَﻤَﺎ ﺍﻟْﻤُﺘَﻔَﻴْﻬِﻘُﻮﻥَ ﻗَﺎﻝَ ﺍﻟْﻤُﺘَﻜَﺒِّﺮُﻭﻥَ
“Sesungguhnya
termasuk orang yang paling kucintai diantara kamu dan paling dekat tempat
duduknya denganku pada hari kiamat adalah orang-orang yang paling baik
akhlaqnya di antara kamu. Dan sesungguhnya orang yang paling kubenci di
antara kamu dan paling jauh tempat duduknya denganku pada hari kiamat
adalah ats-tsartsarun, al-mutasyaddiqun, dan al-mutafaihiqun. Para sahabat
berkata: “Wahai Rasulullah, kami telah mengetahui al-tsartsarun dan
al-mutasyaddiqun, tetapi apakah al-mutafaihiqun? Beliau menjawab: “Orang-orang
yang sombong”. (HR Tirmidzi dan Ahmad).
Setelah
meriwayatkan hadits ini, imam Tirmidzi rahimahullah mengatakan, ”ats-Tsartsar
adalah orang yang banyak bicara, sedangkan al-mutasyaddiq adalah orang
yang biasa mengganggu orang lain dengan perkataan dan berbicara jorok kepada
mereka”.
Imam
Ibnul Atsir rahimahullah menjelaskan: “ats- Tsartsarun adalah orang-orang yang
banyak bicara dengan memaksakan diri dan keluar dari
kebenaran. al-Mutasyaddiqun adalah orang-orang yang berbicara panjang
lebar tanpa hati-hati. Ada juga yang mengatakan, al-mutasyaddiq adalah orang
yang mengolok-olok orang lain dengan mencibirkan bibir kearah mereka”.
Imam
al-Mundziri rahimahullah mengatakan: “ats-Tsartsar adalah orang yang banyak
bicara dengan memaksakan diri. Al Mutasyaddiq adalah orang yang
berbicara dengan seluruh bibirnya untuk menunjukkan kefasihan dan keagungan
perkataannya. al-Mutafaihiq hampir semakna dengan al -mutasyaddiq.
karena maknanya adalah orang yang memenuhi mulutnya dengan perkataan
dan berbicara panjang lebar untuk menunjukkan kefasihannya, keutamaannya,
dan merasa lebih tinggi dari orang lain.
Oleh
karena inilah, Nabi ﷺ menafsirkan al-mutafaihiq dengan orang yang
sombong. Tetapi tidak termasuk sajak yang dibenci, lafazh-lafazh yang
disampaikan khatib, kalimat indah untuk memberi peringatan, asal tidak berlebihan
dan aneh. Karena
tujuannya
adalah untuk membangkitkan hati dan menggerakkannya menuju kebaikan,
kalimat yang indah, dan semacamnya.
Keempat
: Mengucapkan Perkataan Keji, Jorok, Celaan, Dan Semacamnya.
Semua
hal ini tercela dan terlarang. Nabi bersabda,
ﻟَﻴْﺲَ ﺍﻟْﻤُﺆْﻣِﻦُ ﺑِﺎﻟﻄَّﻌَّﺎﻥِ ﻭَﻟَﺎ ﺍﻟﻠَّﻌَّﺎﻥِ ﻭَﻟَﺎ ﺍﻟْﻔَﺎﺣِﺶِ ﻭَﻟَﺎ ﺍﻟْﺒَﺬِﻱﺀِ
“Seorang
mukmin bukanlah orang yang banyak mencela, bukan orang yang banyak
melaknat, bukan orang yang keji (buruk akhlaqnya), dan bukan
orang yang jorok omongannya.” (HR. Tirmidzi, Ahmad, dan lain-lain).
Keji
dan jorok adalah mengungkapkan perkara-perkara yang dianggap tabu dengan
kata-kata gamblang. Biasanya tentang lafazh-lafazh jima’ dan yang
berkaitan dengannya. Orang-orang yang sopan akan menjauhi ungkapan-ungkapan itu
dan mengunakan kata-kata sindiran, sebagaimana dicontohkan oleh
Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Rasul-Nya ﷺ. Betapa banyak perkataan keji dan jorok
tersebar di zaman ini, di koran-koran, majalah-majalah, buku-buku, novel-novel,
radio, HP, atau lainnya. Bahkan ada perkara yang lebih buruk dan lebih keji
dari sekedar ucapan !! Namun yang bisa merasakan keburukannya adalah
orang-orang yang hatinya masih hidup. Sedangkan orang yang hatinya sakit
atau mati, maka dia tidak akan merasakan keburukannya, bahkan mungkin
sebaliknya, dia akan merasa nikmat. Sebagaimana luka yang hanya dirasakan oleh
orang
yang
masih hidup, sedangkan orang yang mati, dia tidak akan merasakan sakit akibat
luka.
Kelima:
Keterlaluan Dalam Bercanda.
Yaitu
semua waktunya digunakan untuk bercanda dan membuat orang tertawa. Sesungguhnya
banyak canda akan menjatuhkan wibawa, menyebabkan dendam dan permusuhan,
serta mematikan hati.
Nabi
bersabda :
ﻟَﺎ ﺗُﻜْﺜِﺮُﻭﺍ ﺍﻟﻀَّﺤِﻚَ ﻓَﺈِﻥَّ ﻛَﺜْﺮَﺓَ ﺍﻟﻀَّﺤِﻚِ ﺗُﻤِﻴﺖُ ﺍﻟْﻘَﻠْﺐَ
“Janganlah
kamu memperbanyak tawa, karena sesungguhnya banyak tertawa itu akan
mematikan hati.” (HR. Ibnu Majah).
Apalagi
jika banyak bercanda ini ditambahi dusta, maka jelas akan lebih
berbahaya. Nabi ﷺ memperingatkan dengan sabda beliau:
ﻭَﻳْﻞٌ ﻟِﻠَّﺬِﻱ ﻳُﺤَﺪِّﺙُ ﺑِﺎﻟْﺤَﺪِﻳﺚِ
ﻟِﻴُﻀْﺤِﻚَ ﺑِﻪِ ﺍﻟْﻘَﻮْﻡَ ﻓَﻴَﻜْﺬِﺏُ ﻭَﻳْﻞٌ ﻟَﻪُ ﻭَﻳْﻞٌ ﻟَﻪُ
“Kecelakaan
bagi orang yang menceritakan suatu, lalu dia berdusta untuk membuat
orang-orang tertawa. Kecelakaan baginya ! Kecelakaan baginya !.”
(HR. Tirmidzi dan Abu Dawud).
Di
zaman dahulu, bercanda dan membuat tertawa itu hanyalah dilakukan oleh
pribadi-pribadi tertentu. Namun sekarang, grup lawak bermunculan
seperti jamur di musim hujan, diperlombakan, dan dipertontonkan serta
dibayar dengan honor tinggi. Setan telah menjerat banyak orang dalam
kesesatan dan memanfaatkan mereka sebagai perangkap.
Semoga
Allah ‘Azza wa Jalla menjaga kita dari segala jebakan setan. Namun jika canda
itu dilakukan kadang-kadang dan dengan perkataan yang benar serta dilakukan
kepada orang-orang yang membutuhkannya, seperti anak-anak, wanita, sebagian
orang laki-laki, sebagaimana canda Nabi ﷺ , maka hal itu tidak mengapa. Karena
canda akan menyenangkan hati dan menyegarkan suasana. Sebagian ulama
menyatakan bahwa canda dalam perkataan itu seperti garam dalam
makanan. Semoga kita bisa menjauhi amalan ini, dan berusaha menjaga lisan
kita utk semata-mata digunakan berdzikir kpd Allah dan mengucapkan perkataan yg
baik.
Wallahu'alam
TANYA JAWAB
Pertanyaan M10
1.Bagaimana
cara mengontrol diri untuk tidak kelamaan mengobrol? Biasanya jika lama tak
bertemu, maka sekalinya ketemu akan ngobrol panjang lebar
Jawab
Ngobrol
itu sangat baik, apalagi silaturahim dengan teman yang lama tidak ketemu. Tidak
ada sebenarnya batasan berapa lama, cuma jangan sampai berlebihan, hingga larut
malam misal, hingga pekerjaan lain tertunda. Intinya tugas prioritas harus
didahulukan.
2.Saya
sering merasa gelisah bila habis kumpul sama teman yang suka menghibah karena
saya pasti terbawa, mo menghindar ga enak jadi serba salah, yang saya tanyakan,
bagaimana cara menebus dosa ghibah selain istighfar? syukron
Jawab
Jika
orang yang di ghibah kenal, istighfar dan mohon maaf pada orang tersebut. Jika
tidak bisa bertemu, lakukan saja amalan-amalan atas nama orang tersebut, misal
berinfaq atas nama orang tersebut. Semoga Allah mengampuni kesalahan kita
3.Bagaimana
menanggapi tetangga yang gak tau balasbudi yang semakin hari semakin tambah
menjadi baik perkataan maupun prilakunya
Jawab
Sabar
saja bunda, karena kita pun ingin berbuat baik, jangan pernah mengharapkan
balasan dari manusia. Karena gak enak. " kadang disitu aku merasa
sedih". Karena sudah dibaikin, dibantu tapi malah tidak bersikap ke kita.
Disinilah sebenarnya kita diuji keikhlasannya. Sebagaimana abu bakar pernah
menghentikan bantuannya pada seseorang yang dibantu tapi malah bersikap tidak
baik, lalu Rasulullah menegur abu bakar. Rasulullah pernah memberikan makan
seorang yahudi yang tua renta dan buta, hingga Rasulullah wafat. Padahal orang
tersebut selalu mencaci maki Rasulullah. Ketika dia diberitahu bahwa yang
memberinya makan selama ini adalah Rasulullah, maka yahudi tersebut masuk
Islam.
4.Kebetulan
rumah saya punya toko sembako yang tiap pagi/sore rame dengan ibu/bapak ngobrol
sana sini yang akhirnya membicarakan orang lain. Bagaimana sikap kita terhadap
mereka agar kita tidak terhanyut/terseret dengan obrolan mereka?
Jawab
Rasanya
pertanyaannya mirip ya. Sudah terjawab sepertinya. Yang penting adalah kita
sering berlatih manajemen bicara dan mendengar. Yang tidak baik tidak usah
didengar, alihkan saja pembicaraan jika mengarah ke ghibah. Atau diam saja
sambil istighfar, jika tidak merasa ada kekuatan untuk menghalangi atau
mengalihkan pembicaraan.
Pertanyaan M11
1.Afwan
Ust di luar tema. Ada orang pinjam uang di bank untuk tambahan modal bahkan orang
tersebut sampai dakwah ke luar negeri dengan pinjamanan tadi, padahal ia jelas-jelas
tau hukumnya riba (karena total angsuran sampai lunas lebih besar dari jumlah
pinjaman) sedangkan orang satunya lagi melakukan hal yang sama dan tau juga hukumnya
tapi ia langsung di bangkrutkan ALLLAH usahanya. Pertanyaanya adil ga?
Jawab
Sebaiknya
memang untuk mengatasi riba ini, perlu komitmen. Menjelaskan riba pada masyarakat
pun kita kesulitan karena anggapan mereka bank konvensional sama saja dengan
bank syariah. Karena ternyata ada juga bank syariah yang menawarkan pinjaman.
Sebaiknya kita mulai dari diri kita lah, tidak usah mencari contoh dari orang
lain. Karena ada juga ustadz atau ulama yang tidak benar.
2.Mau
nanya, terkadang kita mendapati ada seseorang yang bicaranya baik di depan kita
ternyata di belakang berbicaranya berbeda padahal dia selalu mengaku bahwa dia
mengaji juga. Bagaimana menyikapi hal tersebut?
Jawab
Jika
nampak di depan baik, tetapi dibelakang kita dia bersikap buruk, maka
berbahagialah. Karena sesungguhnya dia termasuk orang yang muflis di akhirat
nanti. Bahkan pahala orang itu pindah ke kita. Jadi gak udah dipikirn
biarkan saja, Allah Maha tau segala rahasia hati.
Pertanyaan M12
1.Assalamualaikum
ustad, bagaimana membedakan canda yang tidak boleh dan canda yang baik? Saya
pribadi apabila bertemu dengan teman-teman kuliah saya senang sekali bercanda
dan tertawa dengan mereka ketika mengenang masa lalu semasa kuliah. apakah
diperbolehkan ustad? Terimakasih sblmnya
Jawab
Canda
yang baik adalah sesuatu yang lucu tetapi hal itu realita dan terjadi bagi
kita. Dan tidak ada niatan merendahkan orang lain. Kalau canda yang tidak baik
canda yang dibuat-buat, lucu, tapi diselipin kebohongan serta merendahkan orang
lain.
2.Assalamualaykum
ustadz kadang kita bercanda dengan memanggil seseorang dengan bukan namanya,
bagaimana hukumnya? jazakillahu
Jawab
Memanggil
seseorang dengan nama lain atau inisial tidak apa-apa sepanjang tidak
merendahkan, mengejek atau mengolok-olok. Cuma biasanya kalau dibuat bahan
candaan arahnya ke negatif. Sebaiknya dihindarkan. Nama itu adalah doa.
Rasulullah menyuruh kita untuk memberi nama yang baik utk anak kita, agar
setiap namanya dipanggil, kita mendoakannya. Jadi panggillah orang lain sesuai
dengan kesukaannya.
Pertanyaan M14
1.Kalo
kita merasa di dholimi seseorang, kemudian kita jadi ngomongin orang yang
dholimi kita, membahas kita mau melakukan apa, bukan untuk membalas sih. Tapi
jadinya kan ngomongin perbuatan, kejelekan beliaunya Ȋtu, apa itu juga termasuk ghibah?
Jawab
Iya
benar. Setiap kejelekan yang melekat pada seseorang, itu adalah aib. Dan
seorang mukmin hendaknya menutupi abi orang lain. Semua perbuatan buruk,
tidak akan bisa mengenai kita jika tidak seizin Allah. Caranya dengan
berdoa.
2.Mencari
solusi dari tingkah laku orang yang kita tidak nyaman apakah juga termasuk
ghibah?
Jawab
Mencari
solusi bentuknya bagaimana? Jika kita tidak nyaman kepada seseorang,
cukup kita menghindar darinya. Jika mencari solusi dengan menyebarkan aibnya
juga salah. Tetapi jika memang orang itu penjahat, perampok, atau pembunuh maka
harus waspada agar tidak timbul kejahatan berikutnya.
3.Bagaimana
berdebatnya acara di TV? karena partai-partai yang berbasis islam pun ikut pula
dalam acara tersebut karena saya lihat kepentingan saja yang diutamakan tidak
berdasarkan kebenaran.
Jawab
Dalam
hidup ini pada hakikatnya tidak ada yang netral. Ada kecenderungan seseorang
membela kelompoknya, dan berusaha mencari justifikasi dari apa yang ia dapat dari
kelompok. Masalahnya adalah apakah misi atau visi dari kelompok tersebut
membela Islam atau tidak. Jika untuk kepentingan umat maka boleh-boleh saja
kita mendukung salah satu darinya. Kita memahami bahwa Islam adalah agama yang
kaffah, mengatur seluruh sendi-sendi kehidupan, termasuk salah satunya partai
politik. Cuma yang harus dihindari dari dinamika realita masyarakat adalah
berdebat yang tidak berguna. Jikapun kita membela satu kelompok yang kita
yakini benar, maka bisa dalam bentuk lain membelanya tidak harus dengan kata-kata.
Bisa dengan amalan-amalan nyata dalam masyarakat. Sebab orang yang paling baik adalah
yang paling bermanfaat bagi orang lain.
4.Kalau
kita orang yang humoris dan suka bercanda apa termasuk kategori nomer 5?
Jawab
Humoris
dan bercanda adalah salah satu sifat yang orang suka. Dan ini berlaku umum.
Tetapi bercanda dengan humor tetap harus memperhatikan rambu-rambunya. Seperti
yang disebutkan di atas, tidak boleh berbohong, tidak berlebihan, tidak ada
niat merendahkan orang lain yang dijadikan objek candaan. Candaan adalah
bumbu-bumbu dalam pembicaraan yang membuatnya hangat dan semakin akrab.
Pertanyaan M15
1.Bagaimana
caranya menghindari perdebatan dan cara mengendalikan diri? Apalagi kalo
bawaannya sudah cerewet dari lahir (talk active). Bagamana cara mengeremnya
ustadz?
Jawab
Agak
sulit memang mengubah kebiasaan. Salah satu caranya hanya dengan menahan diri
dan mengubah kebiasaan tersebut. Lalu biasakan diam.
Pertanyaan M16
1.Assaalamualaikum.
Jika kita berkata sesuatu ato mengucap kalimat yang menurut kita wajar di
hadapan orang banyak namun diluar kuasa kita ternyata kalimat yang wajar bisa
diterima orang banyak tersebut tidak berkenan di hati seseorang sehingga dia
merasa tersinggung. Apakah
kita berdosa karena ketidaksengajaan kita ini yang mana telah menyakiti hatinya?
Jawab
Itulah sebabnya kita terus berlatih manajemen
bicara. Jangan sampai ada orang yang tersinggung atas pembicaraan kita. Jika
ada yang tersinggung segera mohon maaf saja. Apa yang kita anggap baik belum tentu
menurut orang lain sama. Jadi sebaiknya diusahakan sebaik-baiknya tidak menyinggung
perasaan orang lain.
Pertanyaan M17
1.Ustadz
bagaimana cara agar dapat menahan omongan? selama ini saya jarang keluar rumah
untuk menghindari gosip tapi kadang dalam seminggu 1 kali saya keluar agar bisa
sosialisasi sama tetangga awalnya pembicaraan santai tapi ujung-ujungnya ada
saja pembicaraan yang mengarah ke ghibah setiap saya pulang kerumah saya
menyesali keluar rumah apalagi terkadang malah ikutan ngomong juga alias
kelepasan
Jawab
Rasulullah
bersabda sebaik-baik umatku di akhir zaman adalah orang yang berakhlak baik
disaat terjadi kerusakan moral (Al hadist). Sosialisasi itu sangat penting,
apalagi dengan tetangga. Kita juga harus mengetahui kondisi saudara-saudara
kita di sekitar. Jika ternyata ada yang tidak ideal, dengan adanya ghibah, saat
itulah sebenarnya kita mengajarkan akhlak mulia pada orang lain. Bisa saja kita
mengatakan, mohon maaf sebaiknya kita tidak baik menceritakan keburukan orang
lain. Dan kalau bisa berusaha menceritakan kebaikan-kebaikan orang-orang yang
dighibah itu. Tidak mudah memang, tapi amal baik harus dicoba.
2.Assalamu'alaykum.
Saya mau tanya tentang sebuah lirik dalam lagu anak-anak. Di dalamnya ada
kalimat yang berbunyi : "Malu sama Kucing..." Sejenak lagu ini
seperti lagu anak-anak yang bertujuan untuk menghibur. Namun entah kenapa, saya
merasa ada yang ganjal dengan lirik lagu tersebut. Karena malu kita hanya
kepada Alloh. Bagaimanakah menanggapi hal itu Ustadz? Apakah itu termasuk yang
dibolehkan atau tidak? Syukron
Jawab
Saya
kira itu hanya kiasan saja. Tidak bermakna sebenarnya. Malu memang kepada
Allah, tetapi bukan berarti tidak boleh malu kepada makhluk, karena itu fitrah
manusia. Malu kepada makhluk bukan berarti menduakan Allah atau musyrik. Misal
kalau kita satu rombongan dengan orang-orang shalih/sholihah, kan rasanya malu
kalau gosipin orang. Tetapi bisa jadi sikap kita berubah kalau rombongannya
memang orang-orang yang suka ngobrol. Bisa jadi larut dalam suasana, dan
tergelincir pada ghibah. Itulah mengapa kita disuruh bergaul dengan orang-orang
shalih/shalihah supaya terhindar dari dosa.
3.Ustadz
bagaimana kalo kita banyak diam terus dikatain sombong?
Jawab
Hmm...
diam sebenarnya tergantung situasi dan kondisi. Diam itu emas, hanya berlaku
pada satu kondisi tertentu tapi bukan untuk kondisi yang lain. Misal, kalau
kita di masyarakat jadi tokoh atau warga lah, lalu ada perbuatan tidak baik
terjadi di lingkungan kita, kan tidak mungkin diam saja. Minimal menyampaikan
ke warga, atau ke ketua RW. Jadi jika diam dianggap sombong, ya cukup aneh.
Kecuali jika kita diajak bicara, kita diam saja, mungkin karena sombong bisa
juga. Sepanjang kita bisa yang baik, bicara saja. Rasulullah bersabda demikian,
bicaralah yang baik, jika tidak maka diam. Artinya harus bicara tapi yang
baik-baik. Kebenaran hanya bisa tersebar kalau disampaikan lewat lisan salah
satunya.
4.Bagaimana
memberitahu cara yang santun ketika berkumpul ada yang mulai ghibah?
Jawab
Jangan
pernah menegor orang di depan umum, karena akan meruntuhkan harga dirinya. Jika
memungkinkan diajak biacara berdua saja. Tapi kalau sifatnya umum, cukup
disampaikan saja, rasanya kurang baik membicarakan aib orang lain, sambil
tersenyum.
Pertanyaan M18
1.Becanda
bohong berarti ga boleh kan yah?
Jawab
Iya
tidak boleh. Sebagai hadist nabi yang disebutkan diatas, celakah orang yang
membuat orang lain tertawa tapi dia berbohong.
2.Bismillahirohmaanirrohiim,
mohon maaf saya bekerja sebagai PNS, tahun ini saya mendapatkan amanah untuk
pekerjaan pembangunan gedung rumah sakit. Sebelum pembangunan harus ada
persetujuan masyarakat dan mereka meminta uang. Perizinan juga banyak yang
terang-terangan meminta uang.
Jika tak ada setoran otomatis menghambat pencapaian target
penyelesaian pekerjaan. Jadi untuk memenuhinya tentu tidak bisa pakai uang dari
saku kami sendiri, akhirnya pakai uang operasional yang didapat dari
pembelanjaan ATK, yang harusnya belanja 1 juta jadi 100 rb, minta kuitansi
kosong, atau uang perjalanan dinas yang harusnya kami dapat uang harian menjadi
tidak karena semua uangnya untuk kebutuhan operasional, hanya saja seringkali yang
pergi 1 orang buktinya minta 5 orang. Saya punya komitmen tidak ada sepeserpun
uang dari kuitansi kosong yang masuk ke saku saya semua untuk operasional
kegiatan yang tidak ada pos anggarannya dari pemerintah. Terus terang saya
takut saya salah tapi rumah sakit ini tetap harus dibangun, karena sudah
menjadi target kinerja instansi, mohon penjelasan ustadz.
Jawab
Begitulah
bunda realita sesungguhnya di kantor pemerintah. Suap atau 'pelicin' dianggap
biasa. Jika pelicin tidak ada maka pekerjaan akan terhambat. Rasulullah
mengataka: seorang mukmin tidak boleh mempersulit diri sendiri. Jika sumber
suap itu bukan dari kita, dan bukan inisiatif dari kita, lalu menghambat
pekerjaan untuk umat, maka minimal benci saja perbuatan suapnya. Idealnya
sebenarnya menghentikan hal tersebut, karena yang menyuap dan yang disuap sama
saja. Tetapi karena suap itu bukan untuk keuntungan pribadi kita, dan kita tidak
punya kuasa menghentikannya, minimal kita benci saja. Dan dipastikan bahwa tidak
satu rupiah pun masuk ke kantong kita.
3.Jadi
profesi sebagai pelawak itu hukumnya haram ya?
Jawab
Tergantung
pelawaknya, jika lawakannya semua bohong, ya haram. Karena Rasulullah
menyampaikan celakalah orang yang membuat orang lain tertawa tapi bohong.
Makanya stand up comedy itu harus hati-hati. Jangan-jangan lawakannya bohong
semua.
4.Ustadz
apakah kalo kita tidak menyukai seseorang, tapi tidak kita tunjukkan di depan
orang tersebut, hanya menyimpan dalam hati saja apakah hal seperti ini termasuk
berdosa?
Jawab
Tidak
suka pada orang bukan berarti benci. Jika ada sesuatu yang kita tidak suka pada
orang lain, cukup diam saja. Dan tidak usah ditunjukkan. Dosa itu adalah
sesuatu yang tersimpan dalam hati lalu diwujudkan dalam tindakan. Beda dengan
niat berbuat baik. Niat saja sudah dapat pahala.
Pertanyaan M19
1.Asalamualaikum,
ustadz saya bertanya, ditempat kerja sebut saja atasan atau manager. Beliau selalu
mecela selalu ngerumpi, setiap hari dan bahkan pada staff wanita selalu genit
misalnya tepok pantat, cubit pipi, jika staf tersebut membiarkan kesenangannya
beliau bersikap begitu, atasan tersebut baik. Suatu hari staf tersebut menjaga
jarak dengan tujuan risi dengan perlakuan nya tetapi malah berbalik atasan tersebut
menghukum staff tersebut dengan cara segala pekerjaan tidak di suport dan
bersaing secara tidak sehat, apa yang harus di lakukan oleh staf itu? diingatkan
sudah, secara prosedur kebijakan dan hak staf itu akhirnya secara tidak langsung
di ambil dan kerjaan dipersulit. Bagaimana agar staff itu lebih kuat dalam
hadapi orang semacam itu?
Jawab
Wa'alaykumussalam
wr wb
Untuk
menghadapi yang seperti ini, sebenarnya ya jangan di kasih sedikitpun
kesempatan untuk pegang-pegang. Langsung tegas saja, tapi dengan suara yang
lembut. Misal maaf pak, saya tidak terbiasa dengan seperti itu. Atau diajak
saja bicara empat mata diruangannya, dan disampaikan secara terbuka bahwa yang
dia lakukan itu tidak baik, bisa merusak reputasinya.
2.Assalamu'alaykum
ustadz.. Pertanyaan saya, bagaimana sikap kita terhadap orang yang lebih tua
berbicara? Apakah diam memperhatikan sementara orang tua tersebut hanya
berbicara omdo dan tipikal orang yang suka bercerita. Pada saat orang tua tersebut
berbicara saya sedang sibuk bekerja. Jadi saya harus menghentikan pekerjaan saya
untuk mendengarkan dan skedar menghargai.
Jawab
Etika
terhadap orangtua atau siapapun harus tetap ada. Hal seperti ini seperti ini
sangat sering kita hadapi di masyarakat. Kalau bisa cukup mendengarkan saja dan
kalau pembicaraannya ada yang bernada merendahkan ayat-ayat Allah, langsung
tinggalkan saja. Tipikal orang beda-beda, seni menghadapinya juga beda-beda.
Dan respon yang kita berikan pada setiap orang yang kita hadapi juga beda-beda.
Pengalaman menghadapi tipikal-tipikal orang akan membuat kita semakin paham untuk
melakukan manajemen bicara dan mendengarkan. Ada saatnya kita diam, bicara dan
meninggalkan pembicaraan orang lain dengan etika yang sopan.
Alhamdulillah,
kajian kita hari ini berjalan dengan lancar. Moga ilmu yang kita dpatkan berkah
dan bermanfaat. Aamiin..
Baiklah
langsung saja kita tutup dengan istighfar masing-masing sebanyak-banyaknya dan
do'a kafaratul majelis:
سبحانك اللهم وبحمدك أشهد
ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك
Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta
astaghfiruka wa atuubu ilaika
“Maha
Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang
haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat
kepada-Mu.”
Wassalamu'alaikum
Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT



0 komentar:
Post a Comment