Kajian Online 01 Ikhwan Hamba الله
Hari,Tgl : Senin, 08 september 2014/13 dzulkaidah 1435H
Asatidz : ustadz ahmadi usman
Tema : kajian islam (akhlaq)
Bismillaahirrahmaanirrahiim
Assalamualaikum warahmatullohi wabarakaatuh
Alhamdulillah wa syukru lillah alaa ni'matillah
Laa haula walaa quwwata illa billah
Amma ba'du :
Salahsatu hal yang menjadikan suatu bangsa tidak mampu bangkit, atau keluarga tidak samara atau masyarakat selalu resah,
Yaitu karena hilangnya dalam diri dan hati serta sikap manusia, apa yg kita sebut dgn AKHLAQ
Sehingga Rasulullah diutus dimuka bumi ini untuk membangun Akhlaq, dan Ahlaq rasulullah lah yang menjadikan seluruh tatanan kehidupannya menjadi sukses baik secara pribadi, masyarakat, agama bahkan bangsa. Sosok inilah yg kemudian harus kita telaah lebih mendalam agar kita tidak terjebak pada kesalahan tehnis mapun langkah dalam menata kehidupan ini.
Berbicara tentang akhlaq Rasulullah maka kita akan bersentuhan dgn beberapa istilah yg melekat:
1. Ahlaq Rasulullah adalah Alquran
2. Ahlaq Rasulullah adalah uswah
3. Akhlaq beliau adalah Qudwah
4. Aklaq yang terbaik
Mari kita perhatikan akhlaq bangsa kita hari ini!
Akhlaq pemimpin kita hari ini
Akhlaq guru guru kita saat ini!
Aklaq keluarga kita saat ini
Bahkan akhlaq kita hari ini
Mari kitamuhaasabah
Adakah yg salah selama ini?
------------------------------
Pertanyaan & Jawaban :
* 1. Pertanyaan :
Pak ustadz, terkadang di dunia kerja ada atasan yg suka mencari keuntungan sendiri dan istilah kasar karyawan di peres tenaga sampai poll. Kalo atasan salah biasanya yg jadi kambing hitam ya karyawan atau bawahan.
Kalau kita sebagai bawahan harus bersikap spt apa?
* Jawaban :
Dalam islam sebenarnya tidak ada strata atasan atau bawahan, yang ada rekan ( sahabat) karena dalam islam manusia sama yang membedakan adalah pembagian tugas dan wewenang semakin besar tanggung jawabnya semakin dia memiliki kewenangan untuk mengurus lainnya, lihat bagaimana rasulullah memberlakukan seluruh sahabatnya...
Realita saat ini agar pekerjaan ringan dimulai dari hati yang ikhlas, jika ada kedzoliman kewajiban kita ada menegurnya dgn cara yang hikmah...
* 2. Pertanyaan :
Mohon penjelasan utk pengertian Akhlak Rasulullah no. 2 & 3
* Jawaban :
Mempelajari akhlaq rasulullah mempelajari al quran itu sendiri, berikut dgn pemahaman hadist dan siroh nabawiyyah sehingga seluruh gambaran rasulullah utuh dari seluruh aspek
Akhlaq itu dari tiga huruf kha lam qaf (khalaqa) atau khuluk
Yang berarti cipta, maka jika kita kembangkan dari huruf ini akan kita temukan kata
Khalqun ( ciptaan)
Khaliq ( Pencipta)
Makhluq ( yang di ciptakan )
Maka untuk menghubungkan antara semua ini diperlukan sebuah jembatan yang menjadikan sebuah aturan yang mampu memposisikan satu sama lain, jembatan tersebut disebut Akhlaq
Maka dalam hal ini akhlaq yang menghubungkan manusia dengan penciptanya
Akhlaq yang menghubungkan manusia dgn makhluq sesama manusia atau makhluq lainnya
Maka kita sering mendengar
Hablumminallah dan hablumminannas
* 3. Pertanyaan :
ustadz.. baikkah akhlak kita.. ketika kita sedang melaksanakan shalat. Namun ibu memanggil kita berkali kali, namun kita tdk bisa menjawab panggilan tersebut? Dosa kah kita ustadz?
* Jawaban :
Jika dua kewajiban datang bersamaan pertama dari Allah dan satu orang tua,maka dahulukan Allah, jika kita sedang melakukan hal sunnah dan di panggil orang tua maka penuhi panggilan orang tua, karena memenuhi panggilannya adalah wajib
Penuhi panggiln Allah dulu
** Pertanyaan lanjutan :
Allah dulu ya ustadz.. walau rasulullah memuliakan sekali seorang ibu. Namun tetap Allah yg di utamakan? Begitu ustadz?
** Jawaban :
Jika panggilan belum melakukan salahsatu kewajiban mungkin masih bisa dipertimbangkan, contoh ketika wudhu orangtua memanggil dan butuh kita bisa kita penuhi panggilannya, namun jika sudah sholat dua rakaat dipanggil orangtua maka tetaplah bersama Allah.
* 4. Pertanyaan :
Satu kali ustadz, kalo kita dijerumusin sama pemimpin yang dzalim tsb shingga kesalahan ditimpakan ke kita, sebagai seorang muslim, kita harus bagaimana?
* Jawaban :
Kewajiban kita jika pemimpin baik maka diikuti dan di taati, namun jika pemimpin buruk maka wajib bagi kita untuk menegur, memperbaiki bahkan menasehati dan mendoakan agar mendapatkan hidayah dr Allah
Setiap manusia wajib hidup sederhana bukan hanya pemimpin atau rakyat, yang hilang dari bangsa ini justru kesederhanaan, pola komsumtif yang tinggi, contoh betapa sulitnya kita memboycot sebuah produk padahal jelas membahayakan dan merugikan..namun lebih penting kesederhanaan di miliki pemimpin karena mereka publik figur, contoh serta panutan..
* 5. Pertanyaan :
Ustadz.. boleh ndak ajku minta referensi tafsir Qur'an mengenai akhlaq
* Jawaban
Lihat surat al ahzab ayat 21 dan al qolam ayat 4
سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك
Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika
“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”
dipostkan oleh : Ira Wahyudiyanti ira September 15, 2014 New Google SEO Bandung, Indonesia
Hari,Tgl : Senin, 08 september 2014/13 dzulkaidah 1435H
Asatidz : ustadz ahmadi usman
Tema : kajian islam (akhlaq)
Bismillaahirrahmaanirrahiim
Assalamualaikum warahmatullohi wabarakaatuh
Alhamdulillah wa syukru lillah alaa ni'matillah
Laa haula walaa quwwata illa billah
Amma ba'du :
Salahsatu hal yang menjadikan suatu bangsa tidak mampu bangkit, atau keluarga tidak samara atau masyarakat selalu resah,
Yaitu karena hilangnya dalam diri dan hati serta sikap manusia, apa yg kita sebut dgn AKHLAQ
Sehingga Rasulullah diutus dimuka bumi ini untuk membangun Akhlaq, dan Ahlaq rasulullah lah yang menjadikan seluruh tatanan kehidupannya menjadi sukses baik secara pribadi, masyarakat, agama bahkan bangsa. Sosok inilah yg kemudian harus kita telaah lebih mendalam agar kita tidak terjebak pada kesalahan tehnis mapun langkah dalam menata kehidupan ini.
Berbicara tentang akhlaq Rasulullah maka kita akan bersentuhan dgn beberapa istilah yg melekat:
1. Ahlaq Rasulullah adalah Alquran
2. Ahlaq Rasulullah adalah uswah
3. Akhlaq beliau adalah Qudwah
4. Aklaq yang terbaik
Mari kita perhatikan akhlaq bangsa kita hari ini!
Akhlaq pemimpin kita hari ini
Akhlaq guru guru kita saat ini!
Aklaq keluarga kita saat ini
Bahkan akhlaq kita hari ini
Mari kitamuhaasabah
Adakah yg salah selama ini?
------------------------------
Pertanyaan & Jawaban :
* 1. Pertanyaan :
Pak ustadz, terkadang di dunia kerja ada atasan yg suka mencari keuntungan sendiri dan istilah kasar karyawan di peres tenaga sampai poll. Kalo atasan salah biasanya yg jadi kambing hitam ya karyawan atau bawahan.
Kalau kita sebagai bawahan harus bersikap spt apa?
* Jawaban :
Dalam islam sebenarnya tidak ada strata atasan atau bawahan, yang ada rekan ( sahabat) karena dalam islam manusia sama yang membedakan adalah pembagian tugas dan wewenang semakin besar tanggung jawabnya semakin dia memiliki kewenangan untuk mengurus lainnya, lihat bagaimana rasulullah memberlakukan seluruh sahabatnya...
Realita saat ini agar pekerjaan ringan dimulai dari hati yang ikhlas, jika ada kedzoliman kewajiban kita ada menegurnya dgn cara yang hikmah...
* 2. Pertanyaan :
Mohon penjelasan utk pengertian Akhlak Rasulullah no. 2 & 3
* Jawaban :
Mempelajari akhlaq rasulullah mempelajari al quran itu sendiri, berikut dgn pemahaman hadist dan siroh nabawiyyah sehingga seluruh gambaran rasulullah utuh dari seluruh aspek
Akhlaq itu dari tiga huruf kha lam qaf (khalaqa) atau khuluk
Yang berarti cipta, maka jika kita kembangkan dari huruf ini akan kita temukan kata
Khalqun ( ciptaan)
Khaliq ( Pencipta)
Makhluq ( yang di ciptakan )
Maka untuk menghubungkan antara semua ini diperlukan sebuah jembatan yang menjadikan sebuah aturan yang mampu memposisikan satu sama lain, jembatan tersebut disebut Akhlaq
Maka dalam hal ini akhlaq yang menghubungkan manusia dengan penciptanya
Akhlaq yang menghubungkan manusia dgn makhluq sesama manusia atau makhluq lainnya
Maka kita sering mendengar
Hablumminallah dan hablumminannas
* 3. Pertanyaan :
ustadz.. baikkah akhlak kita.. ketika kita sedang melaksanakan shalat. Namun ibu memanggil kita berkali kali, namun kita tdk bisa menjawab panggilan tersebut? Dosa kah kita ustadz?
* Jawaban :
Jika dua kewajiban datang bersamaan pertama dari Allah dan satu orang tua,maka dahulukan Allah, jika kita sedang melakukan hal sunnah dan di panggil orang tua maka penuhi panggilan orang tua, karena memenuhi panggilannya adalah wajib
Penuhi panggiln Allah dulu
** Pertanyaan lanjutan :
Allah dulu ya ustadz.. walau rasulullah memuliakan sekali seorang ibu. Namun tetap Allah yg di utamakan? Begitu ustadz?
** Jawaban :
Jika panggilan belum melakukan salahsatu kewajiban mungkin masih bisa dipertimbangkan, contoh ketika wudhu orangtua memanggil dan butuh kita bisa kita penuhi panggilannya, namun jika sudah sholat dua rakaat dipanggil orangtua maka tetaplah bersama Allah.
* 4. Pertanyaan :
Satu kali ustadz, kalo kita dijerumusin sama pemimpin yang dzalim tsb shingga kesalahan ditimpakan ke kita, sebagai seorang muslim, kita harus bagaimana?
* Jawaban :
Kewajiban kita jika pemimpin baik maka diikuti dan di taati, namun jika pemimpin buruk maka wajib bagi kita untuk menegur, memperbaiki bahkan menasehati dan mendoakan agar mendapatkan hidayah dr Allah
Setiap manusia wajib hidup sederhana bukan hanya pemimpin atau rakyat, yang hilang dari bangsa ini justru kesederhanaan, pola komsumtif yang tinggi, contoh betapa sulitnya kita memboycot sebuah produk padahal jelas membahayakan dan merugikan..namun lebih penting kesederhanaan di miliki pemimpin karena mereka publik figur, contoh serta panutan..
* 5. Pertanyaan :
Ustadz.. boleh ndak ajku minta referensi tafsir Qur'an mengenai akhlaq
* Jawaban
Lihat surat al ahzab ayat 21 dan al qolam ayat 4
سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك
Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika
“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”
dipostkan oleh : Ira Wahyudiyanti ira September 15, 2014 New Google SEO Bandung, Indonesia
Hari / Tanggal : Senin, 13 Oktober 2014
Narasumber : Ustadz Herman Budianto
Materi : Akhlaq
Notulen : Ana Trienta
Assalamu'alaykum saudara/i seiman semua. Hari ini bahas tentang masalah akhlaq ya
Akhlak Dalam Islam
Islam secara umum terbagi menjadi 3 bagian besar yaitu aqidah, syariah dan akhlak. Ketiga hal ini harus dijalankan dengan sempurna oleh seorang muslim. Pada kajian ini kita akan membahas masalah penting akhlak dalam Islam. Terdapat beberapa riwayat ayat dan hadits yang membahas tentang hal ini :
"Sesungguhnya Alloh mencintai perkara-perkara yang mulia dan membenci perkara yang rendahan." (H R. Thobroni: 2894, Ibnu Adi I/114, al-Qudho'i 2/89. Lihat ash-Shohihah: 1627)
"Sungguh seorang mu'min dapat meraih derajat orang yang sholat dan puasa karena akhlaknya yang bagus." (H R. Abu Dawud: 4798, Hakim I/60, Ibnu Hibban: 1927)
Unknown October 14, 2014 New Google SEO Bandung, Indonesia
Kajian Online WA Hamba اللَّهِ SWT (HA 118 Nanda)
Hari / Tangga : Rabu 24 September 2014
Narasumber : Bunda Mida
Materi : Parenting
Admin : Arin Pratiwi
Topik Parenting sore ini adalah:
Akhlaq: Syarat terpenting muslimah dlm mempersiapkan diri menjadi seorang istri dan ibu.
Mengapa akhlaq?
Rasulullah saw diutus ke dunia adalah untuk memperbaiki akhlaq manusia. Akhlaq adalah perangai yang mencakup sikap, perilaku, tabiat, etika, karakter, kepribadian, dan moral yang disandarkan pada Al Quran.
Aisyah ra pernah ditanya Hisyam bin Hakim bagaimana akhlaq Rasul saw. Jawabnya, akhlaq beliau saw adalah akhlaq Quran. Karenanya sebagai muslimah landasan kita berakhlaq adalah Al quran.
Akhlaq itu karena berkaitan dengan tabiat dan karakter maka proses pemunculannya bersifat spontan tanpa berpikir, artinya ia melekat dalam jiwa dan pikirnya. Itu tentang definisi ya. Sekarang apa kaitannya dengan persiapan muslimah untuk menjadi seorang istri dan ibu? Di sebutkan sebagai syarat terpenting. Mengapa bukan ibadah? Mari kita lihat.
Akhlaq adalah hal yang berhubungan dengan keseharian. Yang berhubungan dengan cara kita berinteraksi dan berkomunikasi dengan orang lain. Ibadah dalam hal ini ibadah ritual adalah cara kita berinteraksi dan berkomunikasi dengan Maha Pencipta, waktunya tertentu.
Karena itu akhlaq adalah hal utama yg harus dimiliki seorang muslimah jika ia ingin memiliki generasi penerus yang baik dan berakhlaq mulia juga.
MENJADI CALON ISTRI DAN CALON IBU YANG BERAKHLAQ SEMPURNA
Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Thursday, September 25, 2014
Narasumber : Ustd. Ahmadi Usman
Materi : SI, Pembangunan Akhlaq dalam Al-Quran
Notulen: lia ,dyah, ida
Editor : Ana Trienta
Alhamdulillah wa syukru lillah..
Allaahumma sholli alaa Muhammad, Amma ba'du
Kondisi bangsa kita sangat dipengaruhi moral dan akhlaqnya. Sedangkan Akhlaq baik merupakan ciri identitas seorang muslim. Banyak perusak Akhlaq dalam negeri ini bukan sebuah kebetulan. Negeri ini adalah negeri yang budayanya lembut, alamnya indah dan tanahnya subur,masyarakat nya mayoritas muslim. Keistimewaan inilah yang menjadi magnet bagi siapapun yang melihatnya. Mari jaga negeri ini dgn menjaga Akhlaq anak keturunan kita, karena kekuatan sebuah negeri pada kekuatan ahlaq dan moralnya.
Membangun Akhlaq tidaklah sulit karena referensinya, tersebar disetiap tempat, dibaca setiap saat yaitu Al Quran al kariim.Pembentukan Akhlaq dalam alquran bersifat komprehensif diseluruh lini kehidupan dan pada setiap dimensinya. Baik terkait:
- Ruhiyah atau Jasadiyah
- materi atau agama
- Logika atau perasaan
- Individu atau masyarakat
Akhlaq yang terkait setiap individu.
1. Fisik dan pemenuhan kebutuhan pokok primer atau sekunder
QS: Al A'raf : 31
يَا
بَنِي آدَمَ خُذُوا زِينَتَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَكُلُوا
وَاشْرَبُوا وَلَا تُسْرِفُوا ۚ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ
Hai
anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) mesjid,
makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah
tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.
Hidup dengan pola
pakaian dan makan sederhana akan melahirkan keseimbangan dan kekuatan,
tanpanya akan melahirkan kekikiran dan keserakahan...
2. Akal dengan kelebihan dan fungsinya
QS: Yunus 101
قُلِ انْظُرُوا مَاذَا فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۚ وَمَا تُغْنِي الْآيَاتُ وَالنُّذُرُ عَنْ قَوْمٍ لَا يُؤْمِنُونَ
Katakanlah:
"Perhatikanlah apa yaag ada di langit dan di bumi. Tidaklah bermanfaat
tanda kekuasaan Allah dan rasul-rasul yang memberi peringatan bagi
orang-orang yang tidak beriman". Kecerdasan dan kebenaran dalam
berpikir begitu penting, berapa banyak orang yang cerdas bukan sebagai
pengarah kebenaran tapi jurus menjadi agen kerusakan, karena melihat
tidak dilandasi keimanan
.
3. Jiwa dengan segala perasaan, pengendalian dan keinginan keinginannya.
QS: Assyams: 9-10)
فَأَلْهَمَهَا فُجُورَهَا وَتَقْوَاهَا
maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya
.
وَقَدْ خَابَ مَنْ دَسَّاهَا
dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya
.
Akhlaq yang terkait dengan keluarga:
1. Menjaga hubungan pasangan suami istri
2. Menjaga hubungan orang tua dan anak
3. Menjaga hubungan dengan kerabat, keluarga dan tetangga.
Akhlaq yang terkait pembangunan masyarakat.
1. Adab dan muamalah
2. Ekonomi dan muamalah
3. Siasah dan penegakan hukum
Akhlaq terkait interaksi dgn alam semesta.
Akhlaq terkait dengan ketauhidan kepada Allah
Alhamdulillaah, semoga materi ini berkah dan bermanfaat...
Doa Kafaratul Majelis :
سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك
“Maha
Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada
sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon
pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”
PEMBANGUNAN AKHLAQ DALAM AL QURAN
Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Monday, May 11, 2015
Kajian Online Hamba Allah Ummi 22
Hari, tanggal : Senin, 1 Desember 2014
Narasumber : Ustadzah Widya Kusumarwati
Materi /Judul kajian :
Akhlaq kepada sesama muslim
Notulen : Febri
Admin : Euis
Bissmillahirrahmanirrahim
Alhamdulillah...semoga hati senantiasa basah dalam naungan iman yang
dianugerahkan Allah...Allah dulu..Allah lagi..dan Allah terus?
Kita buka dulu kajian kita hari
ini dengan basmalah
: إِنَّ الْحَمْدَ
لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَسْتَهْدِيْهِ وَنَعُوذُ
بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ
اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ
إِلَهَ إِلاَّ الله وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.
اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ
وَمَنِ اهْتَدَى بِهُدَاهُ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ.
Segala puji bagi Allah, kita memuji-Nya dan meminta pertolongan,
pengampunan, dan petunjuk-Nya. Kita berlindung kepada Allah dari kejahatan diri
kita dan keburukan amal kita. Barang siapa mendapat dari petunjuk Allah
maka tidak akan ada yang menyesatkannya, dan barang siapa yang sesat maka tidak
ada pemberi petunjuknya baginya. Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain
Allah dan bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya. Ya Allah, semoga doa dan
keselamatan tercurah pada Muhammad dan keluarganya, sahabat dan siapa saja yang
mendapat petunjuk hingga hari kiamat...
Oke saya mulai ya....
Nanti sy jwb bd ashar insya Alloh
Ibu admin nanti kalau ada pertanyaan mhn di rekapkan nggih.jzkh
Akhlaq kepada sesama muslim
Alhamdulilllah segala puji hanya kepada Alloh Robb semesta alam dan smg
sholawat dan salam senantiasa tak henti mengalir kpd uswatun hasanah kita
Rosulullah SAW.
Bunda, ada kisah penghuni surga,
Diriwayatkan oleh imam ahmad oleh nasa'i dari anas bin malik ra:ketika
kami duduk bersama Rosulullah saw,bersabda beliau,atas dirimu semua kini datang
seorang dr penghuni surga.waktu itu muncul seorang anshor dg jenggot sedikit
basah oleh air wudhu.esok harinya Nabi saw kembali berkata dmkn dan muncul
orang tsb,dmkn jg pada hr yg ketiga.
Tatkala nabi berdiri, abdullah bin amru bin ash sgr mengikuti lelaki
tsb dan meminta ijinnyà untuk tinggal di rumahnya selama 3 hari.dan lelaki tsb
mengijinkan.
Kmd Abdullah menceritakan selama 3 hr tinggal bersamanya tak sekalipun ia melihat lelaki itu melakukan
sholat malam kecuali setiap lelaki itu berbalik dlm tidurnya selalu menyebut
nama Alloh dan bertakbir hingga terbangun unt melakukan sholat subuh.Abdullah
menambahkan,hy sj saya tdk mendengarnya berkata selain perkataan yg
baik.lewatlah sdh 3 mlm dan sy pun hampir meremehkan amalnya.
Ketika Abdullah berpaling hendak meninggalkannya lelaki itu
memanggilnya seraya berkata: tdk ada yg sy kerjakan selain apa yg telah kau
perhatikan, tetapi tdk tersimpan sedikitpun dlm hatiku keinginan utk menipu
seorangpun dr kaum muslimin dan menaruh dengki pdnya atas kebaikan yg
dikaruniaka Alloh kpdnya.kmd Abdullah berkata," inikah yg telah mengangkat
derajatmu setinggi itu?"
Akhlaq kpd sesama muslim
( lanjutan )
Menunaikan hak dan adab sesama muslim mrp ibadah kpd Alloh sbg cara
mendekatkan diri pada-Nya.dg mengetahui akhlaq kpd sesama muslim mk akan
terbentuk akhlaq yg baik . Sedangkan akhlaq adalah salah satu faktor yg
menentukan derajat keislaman dan keimanan seseorang.
H.R Thabrani, ahmad dan abu ya'la : sesungguhnya kekejian dan perbuatan
keji itu sedikitpun bukan dr islam dan sesungguhnya sebaik-baik keislaman mns
adalah yg paling baik akhlaknya.
H.R. muttafaq alaih : sesungguhnya tmsk insan pilihan diantara kalian
adalah yg terbaik akhlaqnya.
Adapun akhlaq yg berhubungan dg sesama muslim adalah :
1. Memenuhi janji ( QS al isra ' 34),
2.menghubungkan tali silaturahim (QS annisa 36),
3.berlomba mencapai kebaikan ( QS al baqoroh 148),
4.bersikap adil (QS an nahl 90),
5.tdk boleh mencela dan menghina ( QS al humazah 1 ),
6. tdk boleh bermarahan( QS ali imron 134),
7.memenuhi janji ( QS al isra 34 ),
8.mengutamakan orang lain (
QS al hasyr : 9) dan saling memberi hadiah ( hr baihaqi , hendaklah kalian
saling memberi hadiah pasti kalian saling mencintai )
Semoga dg mengetahui contoh2 akhlaq kepada sesama muslim ini kita smkn
dimudahkanNya beramal kebaikan,shg kita tmsk golongan muslim yg saling
mencintai dan layak masuk ke jannah-Nya insya Alloh.
Yuk para ibunda sholihah perbaiki akhlaq untuk menunjukkan bahwa kita adalah muslim yg
bersaudara dan berakhlaq karimah.
Wassalamu'alaikum warohmatullahi wabarokaatuh.
Nb. Bunda terjemahan ayat Qur'an dibaca ya..
Alhamdulillah, kajian kita hari ini berjalan dg lancar. Moga ilmu yg
kita dpatkan berkah dan bermanfaat. Amiin....
Baiklah langsung saja kita tutup dengan istighfar masing-masing
sebanyak-banyaknya dan do'a
kafaratul majelis:
سبحانك اللهم
وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك
Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta
astaghfiruka wa atuubu ilaika
“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada
sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan
bertaubat kepada-Mu.”
Wassalamu'alaikum...
Kajian Online Telegram Hamba اللَّهِ SWT
Hari / Tanggal : Sabtu, 20 September 2014
Narasumber : Ustadz Hilman Rosyad Lc
Materi : Fiqih Wanita
Notulen : Nurza
Editor : Ana Trienta
Materi
Berpakaian diatur dalam Islam sebagai penyempurnaan perintah menutup aurat sehingga bab berpakaian plus berpenampilan adalah hal yang harus "disempurnakan" tanpa mencari pengecualian dan harus "efektif" dengan pengabaian efisiensi.
Perintah menutup aurat itu lebih kepada akhlaq; seperti malu, menjaga kehormatan dan menjauhkan dari maksiat. Pasti unsur kepatuhan, pengabdian dan berharap akan ridho Allah harus menyertai motif kita dalam berpakaian secara Islami, kalo begitu, simak baik-baik penjelasan selanjutnya.
Dalil-dalil perintah agama secara garis badag ada tiga kategori;
a) Aqidah
Bab ini bersifat informatif tanpa penafsiran, rincian dan detail, sami'na wa atho'naa - kita terima dan yakini apa adanya - contoh tentang yaumul akhir, tentang tahapannya dari yaumul qiyamah s.d yaumul jaza' dengan segala pernak perniknya yaa kita yakini apa adanya sebagaimaan nash itu berbunyi ..
b) Syareat
Ada yang ta'abbudiyah; prinsipnya terlarang sampe ada dalil yang perintahkan. Syareat seperti ini biasanya terikat zhuruf (sikon) tertentu, terikat waktu serta syarat dan prasyaratnya seperti shalat, qurban, puasa, haji-umroh, dll yang berikutnya bersifat mu'amalat yang berkait dengan hak/kewajiban dalam hubungan antar personal kita dengan sesama manusia seperti masalah bab munakahat, perwalian, perdagangan, kewajiban sebagai warga dll, bagian pertama bersandar pada nushush plus tafsir dan aqwal ulama, sementara mu'amalat selain nushush dan aqwal ulama tetap bisa dikembangkan dan disesuaikan dengan kondisi obyektif di mana syareat itu diterapkan.
Ini berkaitan dengan kepatutan, moralitas, kemulyaan, respect, motivasi, care & peradaban seperti makan/minum, berpakaian, berhias, arsitektur, berkesenian, berbudaya dan berilmu pengetahuan.
Nah baik aqidah, syareat maupun akhlaq basis ajarannya adalah quran sunnah, beredar pada halal haram, sunnah/mustahab makruh, mubah dan afdholiyah di masing-masingnya ada ushul dan ada furu' di setiap masalah (issue) terdapat dalil tentang dhoruriyaat, haajiyaat dan tahsiinaat.
Kajian Online WA Hamba الله SWT
Rabu, 14
Oktober 2015
Narasumber : Ustadzah
Ira Wahyudianti
Rekapan Grup Nanda M101 (Zara)
Tema : Kajian Umum
Editor
: Rini Ismayanti
ADAB
SOPAN SANTUN BAGI
PENUNTUT ILMU
بسم الله الر حمن الر حيم
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ
وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا و مِنْ َسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا
مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ
Puji
syukur kehadirat Allah SWT yang masih memberikan kita nikmat iman, islam dan Al
Qur'an semoga kita selalu istiqomah sebagai shohibul qur'an dan ahlul Qur'an
dan dikumpulkan sebagai keluarga Al Qur'an di JannahNya..
Shalawat
beriring salam selalu kita hadiahkan kepada uswah hasanah kita, pejuang
peradaban Islam, Al Qur'an berjalan, kekasih Allah SWT yakninya nabi besar
Muhammad SAW, pada keluarga dan para sahabat nya semoga kita mendapatkan
syafaat beliau di hari akhir nanti. InsyaaLlah..
Aamiin
إِنَّ الْحَمْدَ لله نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ ب لله مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ الله فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ،
أَشْهَدُ أَنْ لَا إله إلا الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صلى الله عليه و على آله و أصحابه ومن واله و سلم تسليما كثيرا.
أما بعد.
Selama
hidup kan kita terus menerus belajar jadi aplikasi adab2nya harus terus d
ingat.
Sebaik-baik
kegiatan yang dilakukan untuk memanfaatkan waktu adalah menyibukkan diri dengan
ilmu syar'i, ilmu Agama, terus mencari dan mendapatkan faidah ilmu, senantiasa
mengulang-ulangi pelajaran dan mengajarkannya. Menuntut ilmu syar'i termasuk
pendekatan diri yang paling afdhol dan ketaatan yang paling agung. Oleh karena
itu para Ulama sejak dahulu sampai sekarang, banyak yang memberikan perhatian
besar dalam menjelaskan adab sopan santun yang harus dimiliki oleh para
penuntut ilmu, adab sopan santun tersebut merupakan perhiasan dan sarana menuju
kemenangan dan kesuksesan. Sebagaimana mereka para Ulama telah menjelaskan
tentang akhlaq terpuji dan akhlaq tercela dalam menuntut ilmu, dimana dengan
mengetahuinya dan mengamalkannya -dengan menerapkan akhlaq terpuji dan
meninggalkan akhlaq tercela tersebut- merupakan jalan pintas untuk mendapatkan
ilmu yang diidam-idamkan serta jalan pintas untuk bisa memetik buah ilmu
tersebut. Adab Sopan Santun bagi Penuntut Ilmu yang paling penting antara lain:
Pertama
: Niat Ikhlas hanya karena Allah Ta'ala
Menuntut
ilmu merupakan ketaatan dan ibadah, sementara Ikhlas hanya karena Allah ta'ala
itu wajib ada pada seluruh bentuk ibadah dan ketaatan lainnya. Allah Ta'ala
berfirman :
{وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ وَيُقِيمُوا الصَّلَاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ وَذَلِكَ دِينُ الْقَيِّمَةِ} [البينة: 5]
Padahal
mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan
kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus, dan supaya mereka mendirikan
salat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus. [Al
Bayyinah (98):5]
Ikhlas
dalam menuntut ilmu adalah mengharapkan wajah Allah ketika menuntut ilmu,
sehingga apabila keinginan seorang penuntut ilmu hanya untuk memperoleh ijazah,
atau menduduki jabatan tertentu untuk mendapatkan manfaat berupa materi saja,
maka sesungguhnya dia belumlah ikhlas dalam menuntut ilmu. Dari Abu Hurairah
radhiallohu 'anhu, dia berkata : Rasulullah Shollallahu 'alaihi wasallam
bersabda :
من تعلّم علماً مما يبتغَى به وجه الله - عز وجل- لا يتعلمه إلا ليصيب به عرضاً من الدنيا لم يجد عرف الجنة يوم القيامة يعني ريحها
Barangsiapa
mencari ilmu yang seharusnya dicari karena mengharapkan wajah Allah Azza
Wajalla semata, namun dia tidaklah mencarinya kecuali karena ingin mendapatkan
perhiasan dunia dengan ilmu tersebut, maka dia tidak akan mendapatkan "urf
Jannah" pada hari kiamat yaitu wangi surga. [HR. Ahmad, Abu Daud,
Ibnu Majah, dishohihkan oleh Al hakim dan Annawawi dalam riadhussholihin]
Nabi
Shollallahu 'alaihi wasallam telah memotifasi kita agar senantiasa memiliki
Niat Ikhlas hanya karena Allah Ta'ala semata, sebagaimana dalam hadits Umar
Rodhiallohu 'anhu :
إنما الأعمال بالنيات، وإنما لكل امرئ ما نوى ..
Sesungguhnya
amalan-amalan itu tergantung hanya dengan niatnya, dan sesungguhnya setiap
orang akan mendapatkan hanya sesuai dengan apa yang dia niatkan [Muttafaq
alaih]
Para
Ulama sangat perhatian terhadap hadits Umar Rodhiallohu 'anhu diatas, mereka
senantiasa mendahulukan hadits ini dalam kitab-kitab mereka, karena hadits
tersebut dibutuhkan secara umum dalam segala perkara, seperti yang telah
dikatakan oleh Imam Al Khot-thobi, perhatikan Imam Al Bukhari rahimahullah,
beliau memulai kitab Shohihnya dengan hadits ini, para ulama mengatakan :
Hadits ini adalah khotbah pembuka kitabnya Imam Al-Bukhari karena beliau tidak
menulis muqaddimah apapun, tujuan dari hal tersebut adalah sebagai peringatan
bagi para penuntut ilmu agar memperbaiki niatnya dan hanya mengharapkan wajah Allah
ta'ala. Imam Annawawi dan Imam Al Baghowi mengikuti metode imam Al Bukhori ini,
didalam beberapa kitab mereka berdua, demikian pula para penulis lainnya.
Imam
Ahmad berkata :
العلم لا يعدله شيء لمن صحّت نيته
Ilmu
itu tidak ada sesuatupun yang bisa menandinginya, bagi orang yang benar niatnya
Murid-muridnya
lalu bertanya : bagaimana orang yang benar niatnya itu..???
Imam
Ahmad menjawab :
ينوي رفع الجهل عن نفسه وعن غيره
dia
berniat untuk mengangkat kejahilan dari dirinya sendiri dan dari orang lain
Kedua
: Bertaqwa kepada Allah Azza wajalla
Para
ulama adalah manusia yang paling mengenal Allah dan paling bertaqwa kepada-Nya,
Allah ta'ala berfirman :
{إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ غَفُورٌ} [فاطر:
28]
Sesungguhnya
yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya
Allah Maha perkasa lagi Maha Pengampun. [Fa-thir (35):28]
Dengan
Taqwa, seorang alim akan bertambah ilmunya dan dengan ilmu orang yang bertaqwa
akan bertambah ketaqwaannya, Allah ta'ala berfirman :
{وَاتَّقُوا اللَّهَ وَيُعَلِّمُكُمُ اللَّهُ وَاللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ} [البقرة:
282]
Dan
bertakwalah kepada Allah; Allah mengajarmu; dan Allah Maha Mengetahui segala
sesuatu. [Al Baqarah (2):282]
Allah
ta'ala berfirman :
{وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا * وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ} [الطلاق: 2، 3]
Barang
siapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan ke
luar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.
[Ath-Tholaq (65):2 & 3]
Rezki
yang paling agung adalah ilmu yang bermanfaat.
Taqwa
adalah kumpulan seluruh kebaikan dan wasiat Allah kepada umat terdahulu dan
belakangan, Allah Ta'ala berfirman dalam surah Annisa :
{وَلِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ وَلَقَدْ وَصَّيْنَا الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلِكُمْ وَإِيَّاكُمْ أَنِ اتَّقُوا اللَّهَ وَإِنْ تَكْفُرُوا فَإِنَّ لِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ وَكَانَ اللَّهُ غَنِيًّا حَمِيدًا} [النساء:
131]
Dan
kepunyaan Allah-lah apa yang di langit dan yang di bumi, dan sungguh Kami telah
memerintahkan kepada orang-orang yang diberi kitab sebelum kamu dan (juga)
kepada kamu; bertakwalah kepada Allah. Tetapi jika kamu kafir, maka
(ketahuilah), sesungguhnya apa yang di langit dan apa yang di bumi hanyalah
kepunyaan Allah dan Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji. [Annisa (4):131]
Allah
Azza wajalla berfirman dalam surah Al-Anfal :
{يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ تَتَّقُوا اللَّهَ يَجْعَلْ لَكُمْ فُرْقَانًا وَيُكَفِّرْ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ وَاللَّهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيمِ} [الأنفال:
29]
Hai
orang-orang yang beriman, jika kamu bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan
memberikan kepadamu furqaan dan menghapuskan segala kesalahan-kesalahanmu dan mengampuni
(dosa-dosa) mu. Dan Allah mempunyai karunia yang besar. [Al-Anfal (8):29]
Dia
akan memberikan kepadamu furqaan yaitu memberikan kepadamu sesuatu yang bisa
membedakan antara yang haq dan batil, antara yang sehat dan sakit, antara yang
bermanfaat dan tak berguna, semua itu hanya ada dengan adanya cahaya dan
timbangan ilmu, pelita dan ukuran ilmu. Jadi ilmu itu adalah buah dari
buah-buah taqwa, taqwa merupakan jalan untuk memperoleh ilmu, dan ilmu itu
mengangkat derajat pemiliknya ke derajat ma'rifatullah yang paling tinggi serta
takut ~khos-yah~ kepada Allah.
Hal-hal
yang pertama kali masuk dalam bentuk-bentuk taqwa adalah menegakkan
syi'ar-syi'ar Islam dan hukum-hukum Islam yang nampak, diantara hal itu adalah
menjaga sholat lima waktu di masjid, menyebarkan salam kepada orang-orang
tertentu dan kepada kaum muslimin secara umum, amar ma'ruf nahi mungkar,
menampakkan sunnah, memadamkan bid'ah, dan menampakkan hukum-hukum Islam
lainnya agar supaya dia pantas dijadikan panutan serta terjaga kehormatannya,
tidak dilecehkan dan tidak memunculkan persangkaan buruk.
Termasuk
juga dalam bentuk ketaqwaan adalah menjaga syari'at-syari'at yang dianjurkan
baik dalam bentuk ucapan lisan atau perbuatan anggota badan : diantaranya
adalah membaca Al Qur'an Al Karim dengan tafakkur dan tadabbur; memperbanyak
dzikir dengan hati dan lisan; senantiasa berdo'a dengan penuh ketundukan
disertai dengan keikhlasan dan kejujuran; perhatian terhadap ibadah-ibadah
sunnah baik berupa sholat, puasa, sedekah dan haji (umroh) ke Baitullah; serta
bersholawat kepada Nabi Shollallahu 'alaihi wasallam, dan ibadah-badah lainnya
yang memiliki keutamaan-keutamaan baik berupa perkataan ataupun perbuatan yang
dengannya diharapkan semakin bertambahnya ilmu.
_______
[1]Tadzkiroh
Assami' wal Mutakallim H. 13
[2]Tadzkiroh
Assami' wal Mutakallim H. 69
Semoga jelas yaaaa penjabarannya... silahkan
dibaca dipelajari... diresapi... yaaa nanda nanda solihat...
TANYA JAWAB
Q : Bagaimana
hukum bagi wanita yang sedang
haid itu masuk& duduk di masjid
dalam menuntut
ilmu/kegiatan masjid. Ada yang berpendapat
bahwa wanita haid itu tidak
boleh
memasuki masjid. Gimana
cara mengatasi perbedaan pendapat
tsb? Syukron.
A : Benar sekali ukhti hadist
larangannya jelas untuk tidak berdiam d masjid ketika sedang haid. Jadi misal kita
harus ke masjid tapi lagi haid. Maka niatkan untuk hanya sekedar berlalu saja.
Nah kemudian jika ada kajian d masjid datang saja. Tapi
duduknya jauh dari tempat solatnya kalau bisa d selasarnya jadi tetap bisa
menyimak ilmu tapi juga menaati hadistnya :)
Q : Kalau kegiatan di masjidnya mabit
bagaimana? Sedangkan
untuk akhwat tidurnya di dalam
masjid. Boleh sertakan hadist tentang
larangan duduk di masjid
ketika
sedang
haid. Syukron
A : Dalil qur'an :
Tidak
boleh bagi seorang wanita yang sedang haid atau nifas untuk memasuki masjid.
Sedangkan bila hanya lewat, maka diperbolehkan apabila ia mempunyai kepentingan
dan yakin bahwa tidak akan mengotori masjid dengan najisnya, berdasarkan firman
Allah Ta’ala:
ولا جنبا الا عابري سبيل حتى تغتسلوا
”Dan
(jangan pula menghampiri masjid) sedang kamu dalam keadaan junub, kecuali
sekedar berlalu saja, sampai kamu mandi” (Qs An Nisa’:43)
Dalil
hadist :
Hadist riwayat Bukhari (974)dan
Muslim (890),dari Ummu ‘Athiyah dia berkata:
أمرنا تعني النبي صل الله عليه و سلم أن نخرج في العيدين
العواتق
ذوات الخدورو و أمر الخيض أن يعتزلن مصلى المسلمين
“Nabi shalallahu
‘alaihi wasallammemerintahkan kepada kami untuk keluar rumah pada dua hari raya,
termasuk remaja putri dan gadis pingitan, dan beliau memerintahkan wanita yang
haid untuk menjauhi tempat shalat”.
Jika acaranya mabit sebaiknya tidak
ikut ya.
Alhamdulillah, kajian
kita hari ini berjalan dengan lancar. Semoga ilmu yang kita dapatkan berkah dan
bermanfaat. Aamiin....
Marilah
kita tutup majelis ilmu kita hari ini dengan membaca
istighfar,
hamdallah
serta do'a kafaratul majelis
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِين
dan
istighfar
أَسْتَغفِرُ اَللّهَ الْعَظيِمْ
Doa
penutup majelis :
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ ٭
Artinya:
“Maha
suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan
melainkan Engkau. aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”
Wassalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh




