Kajian Online Akhwat Hamba اَللّٰه Ta'ala M104
Tanggal: 25 maret
2015
Nara
sumber: ustadzah sufi
Tema :
mitsaqon gholidzo
Notulen
: maria
Editor:
Indah Permata Sari
Assalaamu'alaikum
Kaifa
haalukum ya ukhtii fillaah
Gimana
sudah siap semua?
Kali ini kita akan berbagi tentang sebuah istilah di dalam Al Quran , yang hanya disebut 3 kali dalam Al Quran , dengan konteks yang berbeda yaitu MITSAQON GHOLIDZO , yang artinya perjanjian, atau sumpah yang agung . Ada yang tahu di surat apa saja ?
Itu
ada di surat Al Ahzab ayat 7 , annisa ayat 21 dan 154
Al
ahzab ayat 7 , mistaqon gholidzo digunakan untuk konteks pengankatan sumpah
seorang nabi
Annisa
ayat 154 konteksnya ketika Allah mengangkat sumpah atas bani Israel
Annisa
ayat 21 konteksnya ketika Allah mengingatkan ketidak marufan seorang suami pada
istrinya , dan
Allah
mengingatkan mrk pada akad nikah yang Allah sebut denag mitsaqon gholidzo
Teman-teman,
mari kita perhatikan bagaiman 3 konteks yang berbeda menggunakan istilah yang
sama . Yang menarik buat saya adal membandingkan 2 konteks pertama dengan
konteks ke 3 . Yang 1 konteksnya perjanjian atas sebuah tugas seorang nabi atas
sebuah komunitas aatau umat, yang ke 2 atas sebuah bani, atau unat , tp yang
ke3 , yaitu tentang pernikahan , itu adalah perjanjian atas seorang individu dengan
individu
Betapa
pernikahan menjadi sesuatu yang sangat agung . Akad ( ikatan) yang dibangun di
dalamnya sungguh sangat AGUNG atas nama Allah akad itu hakekatnya seorang
laki2 berakad kepada Allah ketika dia mengambil alih tanggung jawab seorang
ayah atas seorang perempuan , sekali lagi atas nama Allah .
Maka jika pernikahan itu atas nama Allah , maka sejatinya Allah
lah yang menjadi nomer 1 di dalam pernikahan, bukan nafsu , bukan sekedar rasa
cinta atau kecenderungan duniawi.
Maka wajar kalau arasaya Allah bergetar ketika seorang laki2
mengurai akad ini dengan sebuah talak . Begitu Rasulullah menggambarkan dalam
sebu hadist ttg perceraian . Kenapa arasaya Allah bergetar ? Karena Allah
membenci perkara itu, tapi Allah tidak boleh mengharamkannya. Karena telah
tercederai perjanjian agung atas nama Allah.
Ayyuhal akhwat, ....
camkan ini bahwa nikah itu bukan hal sepele yang dengan mudah bisa dilepas
hanya karena ketidak puasan . Oleh karenanya , sebelum nikah kita harus mencari
calon pasangan yang mempunyai pandangan yang sama .
Teman-teman,
mari kita perhatikan bagaiman 3 konteks yang berbeda menggunakan istilah yang
sama . Yang menarik buat saya adalah membandingkan 2 konteks pertama dengan
konteks ke 3 . Yang 1 konteksnya perjanjian atas sebuah tugas seorang nabi atas
sebuah komunitas aatau umat, yang ke 2 atas sebuah bani, atau unat , tapi yang
ke3 , yaitu tentang pernikahan , itu adalah perjanjian atas seorang individu dengan
individu
Betapa
pernikahan menjadi sesuatu yang sangat agung . Akad ( ikatan) yang dibangun di
dalamnya sungguh sangat AGUNG atas nama Allah akad itu hakekatnya seorang
laki-laki berakad kepada Allah ketika dia mengambil alih tanggung jawab seorang
ayah atas seorang perempuan , sekali lagi atas nama Allah .
Maka jika pernikahan itu atas nama Allah , maka sejatinya Allah
lah yang menjadi nomer 1 di dalam pernikahan, bukan nafsu , bukan sekedar rasa
cinta atau kecenderungan duniawi.
Maka wajar kalau arasaya
Allah bergetar ketika seorang laki-laki mengurai akad ini dengan sebuah talak .
Begitu Rasulullah menggambarkan dalam sebu hadist tentang perceraian . Kenapa
arasaya Allah bergetar ? Karena Allah membenci perkara itu, tapi Allah
tidak boleh mengharamkannya. Karena telah tercederai perjanjian agung atas nama
Allah.
Ayyuhal akhwat, .... camkan ini bahwa nikah itu bukan hal sepele yang
dengan mudah bisa dilepas hanya karena ketidak puasan . Oleh karenanya ,
sebelum nikah kita harus mencari calon pasangan yang mempunyai pandangan yang
sama .
Kalau
kita faham tentg hal tersebut, maka kita akan mempunyai visi yang jelas dalam
pernikahan.
Silakan huka surat yasin 55 - 58, atau di ArRadu 23 atau Azzukhruf 70.
Silakan huka surat yasin 55 - 58, atau di ArRadu 23 atau Azzukhruf 70.
Ayo dibuka mushafnya , baca terjemahan ketiga ayat tersebut ,
bayangkan ketika kita bersama pasangan kita , anak keturunan kita bahkan ortu
nenek moyang kita bersama2 masuk sayaurga . Jadi visi pernikahan iu bukan cuma
sampai kakek nenek, sehidup semati tapi harus SESAYAURGA
Mari kita simak surat annisa ayat 1 ( mushafnya dipegang terus yaaaa )
Perhatikan , di awal ayat Allah memerintahkan bertaqwa ,ini
artinya conditioning dr Allah agar kita siap dg "tugas berat" yang
mau Allah sampaikan berikutnya . Berikutnya Allah jelaskan bahwa seorang
suami istri hendaklah mereka SALING MEMINTA تساءلون به
Ukhti fillah, sesu.gguhnya memang ISI dari hubungan suami istri
itu adl saling meminta, coba perhatikan.... seorang istri minta nafkah, minta
perhatian, minta perlindungan, minta kasih sayang , minta dipeluk, minta
disayang, minta dibantu betulin ini otu, minta dianter kesana sini, begitu juga
sebaliknya .... memonta istri untuk ini itu. Tapi harus به , harus memintanya
dg ketaqwaan pada Allah , perhatikan ayatnya dengan cermat, sblm Allah sebutkan
sebutkan تساءلون به terlebih dulu Alah perintahkan واتقواالله bertaqwalah
kepada Allah . Jd , ruh dari saling meminta itu harus dengan ketaqwaan ,
sehingga seorang istri yang taqwa tidak akan meminta nafkah melebihi
kesanggupan, suaminya, seorang suami yang taqwa tidak akan mempergauli istrinya
dg kasar , dst .
Selain atas dasar
ketaqwaan juga harus atas dasar rasa kasih sayang, menjaga hubung kekeluargaan
. Indahnyaaaaa....... sebuah hubungan yang didasari ketaqwaan dihiasi dengan
rasa kasih sayang ..
Ayooooo.... jangan pada ngayal yaaa... berdoa boleh , biar dapet
pasangan sholeh, taqwa dan penuh cinta dan kasih saying
Itu
tadi visi, sekarang mari kita lihat misi pernikahan di surat arrum ayat 21,
mushafnya dibuka yaaa....
Nikah itu disebutkaan لتيكنوا untuk merasa tenang . Kata سكن yang
menjadi dasar katanya , mengandung makna tenang setelah bergejolak . Seperti
air mendidih lalu kompornya dimatikan ....maka permykaan air yang tdbya
menggejolak menjadi tenang. Demikian jg pernikahan , masa lajang yang penuh gejolak
harus menjadi tenang setelah pernikahan , ini akan terjadi kalau dasar
KETAQEAAN DAN KASIH SAYANG tadi, ada dalam pernikahan itu. Pasangan, menjadi
tempat berlabuh yang paling menenangkan . Jadi suami istri yang sakiinah itu yang
menjadikan pasangan sebagai sandaran yang paling nyaman .
Fokuuus... fokuuus...jangan sambil ngayal ya ..
Teruus ?
Untuk
bisa tenang dan menenangkan maka ( kata ibu saya dulu ) ada 5 hal yang harus
AMAN dalam rumah tangga kita ;
Penglihatan
Pendengaran
Penciuman
Perut
Di bawah perut
Penglihatan
Hendaklah kita memperlihatkan hanya yang enak dipandang mata oleh suami kita. Rasulullah bersabda bahwa baiknya istri sholeh yaitu ketika dipandang menyenangkan. Jadi akan menjadi ibadah ketika seorang istri merawat tubuhnya, merapikan rumah dan kamarnya, bermuka cerah di depan suaminya. Pandangan ini bukan hanya pandangan secara fisik tapi juga pandangan dalam pengertian PERSEPSI. Jadi kalau seorang suami yang sedang jauh dari istrinya tetap dapat "melihat" istrinya yang baik dalam persepsinya, persepsi yang baik akan diperoleh dr tampilan performence fisik .
Pendengaran
Biarkan pasangan kita hanya mendengar sesuatu yang mengenakan hati . Dari mulut
kita keluar yang baik. Suami tidak mendengar kabar buruk tentang kita . Jadi
meski di depan orang lain, pastikan kabar yang sampai ke suami kita hanya yang
baik tentang kita
Penciuman
Wajibnya seorang istri memakai wewangian itu didekat suami, haram ketika keluar
rumah. Penciuman yang nyaman akan menenangkan , makanya sekarang laris aroma
terapi hehehe
Perut
Terpenuhinya kebutuhan pangan menjadi salah satu faktor ketenangan rumah
tangga. Secara khusus, urusan perut ini akan menambah ketenangan. Bagamanapun
Seorang suami akan senang jika yang masuk ke dalam perutnya adalah masakan
penuh cinta dari seorang istri. Walaupun tidak menutup kemungkinan kesabaran seorang
suami bisa nenikmati masakan pembanti atau cateringan
Di
bawah perut
Ini
termasuk kebutuhan fatal dalam hubung suami istri. Ibu saya bilang kalau urusan
ini baik, in sayaaa Allah diluar kamar akan baik juga. Keterpenuhan kebutuhan
ini akan menghasilkan ketenangan, rasa bahagia , munculnya hormon endorfin dalam
tubuh dst
Nah
kalau sudah bisa saling tenang dan menenagkan, maka kepada pasangan itu akan
Allah turun mawaddah dan rahmah . Jadi sayaratnya yakin dulu baru akan muncul
mawaddah dan rahmah
Apa itu mawaddah, sebagian mengatakan mawaddah itu dengan cinta ,
gejolak asmara. Jadi kalau lihat ayat ini bukan ada cinta dulu baru kita merasa
tenang, tapi alurnya ; taqwa => kasih sayang => menenangkan satu sama
lain => maka akan muncul gejolak asmara cinta . Bukan dibalik seperti
kebanyakan anak muda sekarang, gejolak cinta dulu, taqwa belakangan...akhirnya
gak sakinah , cerai deh ...
Sebagian mengartikan
mawaddah itu secara bahasa artinya tempat yang lapang jadi pernikahan yang
mawaddah itu memiliki kelapangan dada untuk menerima satu sama lain, berlapang
dada dengan segala kekurangannya , berlapang dada untuk saling menasehati dalam
rangka saling melengkapi, berlapang dada untuk saling berkorban , berlapang
dada untuk saling memaafkan , dst.....
Sementara
RAHMAH adalah rasa kasih yang melengkapi hingga menjadi sebuah kesempurnaan .
Secara bahasa rahmah itu artinya pelengkap yang fatal dan menentukan. Seperti rahmat Allah , bagaimanapun
banyaknya pahala kita , kita tidak bisa masuk surga kalau Allah tidak memberi
rahmat, pahala yang kita punya hanya sebagai washilah untuk turunnya rahmat .
Maka
pernikahan sejatinya untuk saling melengkapi lalu menjadi sebuah kesempurnaan
TANYA
JAWAB
bunda
mau tnya . bagaimana kita mengetahui jika tujuan kita untuk menikah karena
Allah dan bukan karena allah???
Akan terlihat dari bagaimana dia mengawali dan mengisi pernikahan
. Kalau karena Allah dia akan memilih pasangan dengan kriteria ketaqwaan dan
kesholehan sebagai prioritas, dia akan melakukan resepsi pernikahannya dengan
cara yang tidak melanggar Allah begitu juga dalam mengisi pernikahannya dia
akan mengedepankan ketaqwaan daripada nafsunya.
TANYA JAWAB
bunda
disitu kan dijelaskan kita hanya boleh memakai parfum saat bersma suami ..
ketika kita keluar rumah bersama beliau .. bolehkah kita memakai parfum bun???
Hukum asalnya haram seorang perempuan menggunakan parfum ketika dia
akan keluar rumah terlebih ketika dan bercampur baur dengan laki-laki . ada
hadistnya , afwan saya gak bisa tulis , harus search di file dulu hehehe
TANYA JAWAB
jadi
alasan apa pun seoarang wanita itu tidak boleh memakai parfum saat keluar rumah
ya bund .. kecuali ketika dia bersama suaminya
Kecuali kalau akan
menimbulkan kemadlororan pada orang lain, misalnya seorang wanita yang over BB,
yang membuat orang lain didekatnya tutup hidung heheh...maka dia boleh
menggunakan pewangi SEKEDARNYA sampai penciumannya netral , tidak bertujuan untuk
menarik perhatian orang.
Doa Kafaratul Majelis :
سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك
Semoga Bermanfaat
Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT



0 komentar:
Post a Comment