Kajian Online WA Hamba الله SWT
Selasa, 24 Februari 2016
Narasumber : Ustadz Syahrowi
Rekapan Grup Bunda M6 (Rini)
Tema : Syakhsiyah Islamiyah
Editor : Rini Ismayanti
HARI
ESOK
Assalamu'alaykum wr wb
Segala puji bagi Allah atas segala karuniaNya, masih memberikan kita kesempatan untuk menghirup nafas. Sholawat dan salam smga selalu tercurah pada bagainda Nabi Rasulullah SAW.
InsyaAllah materi kita hari ini adalah tentang "Mempersiapkan Hari Esok"
Segala puji bagi Allah atas segala karuniaNya, masih memberikan kita kesempatan untuk menghirup nafas. Sholawat dan salam smga selalu tercurah pada bagainda Nabi Rasulullah SAW.
InsyaAllah materi kita hari ini adalah tentang "Mempersiapkan Hari Esok"
Bila kita sadari dan
kita hayati, sampai kapankah kita akan diberi kesempatan untuk menghirup udara
di alam dunia ini. Semua orang tidak ada yang tahu, bahkan Rasulullahpun juga
tidak mengetahui, karena ketika rasul ditanyakan perihal maut, maka rasul hanya
menjawab bahwa hal itu merupakan urusan Allah SWT.
Manusia hanya diberi
kesempatan dan kebebasan untuk memanfaatkan setiap tarikan nafas, untuk
meningkatkan ibadah kepada Allah SWT. Sehingga kehidupan manusia akan mempunyai
kemanfaatan bagi semua orang. Karena sesungguhnya sebaik-baik manusia adalah
yang bermanfaat bagi orang lain.
Oleh karena itu karena
hari esok tidak ada yang mengetahui, siapakah yang menjamin bahwa hari esok
kita masih hidup, siapa yang menjamin bahwa hari esok masih sehat wal afiat,
siapa yang menjamin bahwa pangkat dan jabatan yang disandangnya besok akan
tetap melekat pada dirinya, siapa yang menjamin bahwa harta dan kekuasaan hari
esok masih dalam kepemilikannya. Tidak ada satupun makhluk yang dapat menjamin,
karena sesungguhnya sekuat dan sekuasa apapun manusia, dia adalah makhluk yang
mempunyai sifat fana. Suatu saat akan musnah. Sesungguhnya yang dapat menjamin
semua ini hanyalah Allah Yang Maha Kuasa. Tiada daya kekuatan kecuali
kekuatannya, bila Allah menghendaki sesuatu (baik atau buruk) maka tak ada
satupun makhluk yang dapat menghalang-halangi.
Kekuasaan Allah adalah mutlaq. Dan manusia adalah makhluk yang lemah, yang amat bergantung pada kekuasaan Allah. Karena itu sebaik-baik makhluk yang selalu menyadari bahwa manusia diberikan amanat ganda yaitu sebagai khalifatullah dan sebagai abdullah. Dua sisi berbeda namun tidak dapat dipisah-pisahkan. Kesempuraan manusia ketika dapat mengemban dua tugas ganda ini.
Karena dalam setiap hitungan masa manusia hendaknya selalu memperhatikan setiap perbuatan yang telah dilakukan untuk hari esok.
" Hai orang-orang yang beriman,
bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah
diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah,
sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan" (QS.Al Hasyr:
18)
Tentunya banyak hal
yang telah kita lakukan pada masa yang lalu, dan masih banyak hal yang harus
kita selesaikan pada masa yang akan datang, berkenaan dengan hidup dan
kehidupan manusia ada sesuatu yang direncanakan dan dilaksanakan pada waktu
yang pendek, sedang dan pada jangka waktu yang panjang.
Berkenaan dengan
persiapan menghadapi masa depan, adalah masa yang belum terjadi dan kita tidak
tahu apa yang akan terjadi pada masa yang akan datang. Baik itu berkaitan
dengan hidup dan mati, sehat dan sakit, lapang dan sempit, kaya dan miskin, tua
dan muda.
Demikian pula tentang
pangkat, jabatan dan predikat sebagai orang yang beriman. Oleh karena itu Allah
tidak membolehkan kita meramalkan apa yang akan terjadi pada masa yang akan
datang, tetapi Allah membolehkan untuk merencanakan kehidupan pada masa yang
akan datang.
Bagi anak-anak dan
remaja bagaimana mempersiapkan masa yang akan datang dengan bekal iman dan
ilmu. Keduanya bersifat labil, yang mana dari waktu kewaktu perlu adanya
pemenuhan kualitas iman dan ilmu, masa depan yang tidak mempunyai ilmu maka
akan menuai kesulitan hidup. Maka Rasulullah SAW mewajibkan kepada umatnya
untuk mencari ilmu mulai lahir sampai akhir hayat bahkan sampai ke negeri Cina.
Tetapi sebaliknya
sepintar apapun orangnya dan berapa banyak ilmu yang dimiliki bila tidak
dilandasi dengan iman maka ilmunya tidak akan memberikan keseimbangan,
kedamaian dan manfaat bagi orang lain, bahkan bisa jadi akan merugikan dirinya
sendiri.
Bagi orang tua bagaimana bisa menerapkan ilmunya ditengah-tengah masyarakat dengan senantiasa menjunjung tinggi akhlaqul karimah, sehingga ilmu, ketrampilan dan keahlian yang dimiliki dapat dirasakan manfaatnya oleh orang lain.
Maka disinilah figur
bapak yang kebapakan, ibu yang keibuan dan pemimpin yang dapat memberi suri tauladhan
bagi masyarakatnya. Bagi mereka yang telah udhur, yaitu mereka yang telah
mencapai usia tua, bagaimana bisa menciptakan kehidupan yang akan datang, yaitu
lebih berkonsentrasi pada kegiatan untuk menempuh kehidupan akherat yang kekal.
Kegiatan bertaqarrub (mendekatkan diri kepada Allah). Mujahadah
(bersungguh-sungguh) dalam beribadah, memperbanyak zikir dan bertaubat kepada
Allah. Karena merupakan kemurahan dari Allah dengan usia tua yang berarti bahwa
Allah masih memberikan kesempatan untuk menambah amal ibadah dan melakukan
tobat. Sehingga bisa mencapai akhir hayat yang khusnul khatimah.
Rencana jangka pendek
kita adalah ketika masih hidup di dunia ini, karena di dunia yang fana ini. Dan
mensyukuri pribadi masing-masing, bagi yang kaya, kuat, berpangkat dan
berjabatan senantiasa diintai dengan kematian. Bila kematian telah datang maka
tidak ada yang dapat diperbuatnya lagi, ditinggalkan segala yang dimiliki,
kecuali shadaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak yang shaleh yang
mendoakan kepada orang tuanya.
Bila kematian telah
datang maka akan beralih pada kehidupan yang panjang, kehidupan yang tanpa
batas. Dan sesuatu yang direncanakan serta dilaksanakan pada masa yang singkat,
baik itu merupakan amal shaleh atau kejahatan akan menempuh pada kehidupan
panjang yang tidak berkesudahan, bila berbuat baik maka akan tenggelam dalam
kenikmatan yang abadi, dan kejahatan akan tenggelam dalam kesengsaraan yang
abadi pula. Sungguh nyata qodrat serta rahman dan rahim Allah, tidak ada
manusia yang teraniaya kecuali berdasar pada apa yang telah dilakukan,
Allah SWT berfirman:
“ Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan). Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan). Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya”. (Al Zalzalah: 7-8)
“ Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan). Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan). Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya”. (Al Zalzalah: 7-8)
KH. Hasan Basri mantan
Ketua MUI mengatakan, ada empat hal sebagai bekal persiapan menghadapi hari
esok :
1. Attuqa (taqwa kepada Allah) adalah bekal utama manusia sebagai tuntutan dasar hidup umat Islam. Tanpa taqwa kehidupan manusia akan mudah terombang-ambingkan oleh keadaan. Manusia tidak mempunyai pedoman hidup karena sandaran vertikal tempat manusia bergantung tidak menjadi keyakinannya.
1. Attuqa (taqwa kepada Allah) adalah bekal utama manusia sebagai tuntutan dasar hidup umat Islam. Tanpa taqwa kehidupan manusia akan mudah terombang-ambingkan oleh keadaan. Manusia tidak mempunyai pedoman hidup karena sandaran vertikal tempat manusia bergantung tidak menjadi keyakinannya.
Karena itu
kebalikannya orang yang bertaqwa, mereka adalah manusia yang tangguh, karena
yakin mempunyai keyakinan yang kuat sebagai sandaran vertikal Allah SWT. Dia
tempat bergantung, meminta dan memohon perlindungan. Maka mantaplah pribadi
yang bertaqwa.
2. Ilmu, setiap muslim
diwajibkan untuk menuntut ilmu. Dengan ilmu hidup manusia akan menjadi mudah.
Namun ilmu hendaknya selalu seimbang antara ilmu yang berorientasi pada
kehidupan dunia dan ilmu yang berorientasi pada kehidupan akherat.
3. Adabin yaitu adab,
akhlaq, sikap hidup dan sopan santun harus berkembang baik ditengah-tengah
masyarakat. Muhammad diutus oleh Allah mempunyai misi untuk menyempurnakan
akhlaq sekalian alam. Jadi akhlaq mempunyai peran sentral pada sejarah,
perjuangan, perkembangan dan kemajuan Islam.
4. Zuhdun yaitu tidak
tertipu oleh dunia ini. Manusia adalah penguasa alam, namun janganlah kehidupan
dunia melalaikan untuk selalu ingat kepada Allah. Manusia boleh memiliki dan
menguasai harta, namun janganlah harta, pangkat dan jabatan menjadikan pribadi
yang diperbudak oleh harta, pangkat dan jabatan sehingga melupakan zat yang
Maha Pemberi.
Karena itu Rasulullah
SAW memberikan barometer kepada umatnya:
• Barang siapa yang keadaannya hari ini lebih baik daripada hari kemarin, dialah orang yang beruntung.
• Barang siapa yang keadaannya hari ini sama dengan hari kemarin, dialah orang yang merugi (tertipu).
• Barang siapa yang keadaannya hari ini lebih buruk daripada hari kemarin, dialah orang yang dilaknat (terkutuk). (HR. Hakim)
• Barang siapa yang keadaannya hari ini lebih baik daripada hari kemarin, dialah orang yang beruntung.
• Barang siapa yang keadaannya hari ini sama dengan hari kemarin, dialah orang yang merugi (tertipu).
• Barang siapa yang keadaannya hari ini lebih buruk daripada hari kemarin, dialah orang yang dilaknat (terkutuk). (HR. Hakim)
Semoga bermanfaat.
Wallahu'alam
Wallahu'alam
Alhamdulillah, kajian
kita hari ini berjalan dengan lancar. Semoga ilmu yang kita dapatkan berkah dan
bermanfaat. Aamiin....
Segala yang benar dari
Allah semata, mohon maaf atas segala kekurangan. Baiklah langsung saja kita
tutup dengan istighfar masing-masing sebanyak-banyaknya dan do'a kafaratul
majelis:
سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك
Subhanakallahumma
wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika
“Maha Suci Engkau ya
Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah
melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT



0 komentar:
Post a Comment