Kajian Online HA
Ummi G1, G5 & G6
Hari/Tgl: Selasa, 11
September 2018
Materi: Syaraf
Terjepit, Penyebab Dan Penanganannya
Narasumber: dr Fendi
Waktu Kajian: bada Isya
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
Hernia Nukleus
Pulposus (HNP) adalah kondisi ketika bantalan atau cakram di antara vertebrata
(tulang belakang) keluar dari posisi semula dan menjepit saraf yang berada di
belakangnya. Kondisi ini juga disebut dengan istilah “saraf terjepit”.
HNP umumnya
menyerang bagian keempat atau kelima vertebra lumbal (di punggung bawah) atau
vertebra serviks (di leher), khususnya pada penderita dewasa yang sudah
memasuki umur senja.
Penyebab Hernia
Nukleus Pulposus
Di antara ruas
tulang belakang terdapat bantalan, dengan bagian tengah yang kenyal seperti
jelly dan lapisan luar berupa selubung yang kuat. Seiring bertambahnya usia
atau akibat cedera, dapat terjadi penurunan kekuatan dan elastisitas dari
bantalan ini, sehingga bagian dalam dari bantalan dapat menonjol keluar dan
menekan saraf. Kondisi tersebut mengakibatkan penderita mengalami rasa nyeri
hingga penurunan kemampuan gerak fisik.
Selain faktor umur
dan cedera, adapun beberapa hal yang dapat meningkatkan risiko seseorang
terkena hernia nukleus pulposus, seperti:
• Genetika.
• Kondisi yang
diturunkan dari salah satu anggota keluarga yang memiliki riwayat HNP.
• Obesitas.
• Penekanan pada
tulang punggung dikarenakan berat tubuh berlebih.
• Merokok. Asap
rokok dapat menurunkan kadar oksigen pada cakram dan meningkatkan risiko
pengikisan pada tulang punggung.
• Mengangkat beban
berat. Seseorang yang sering mengangkat atau mendorong beban berat secara
berulang dengan postur tubuh yang salah, berpotensi mengalami HNP.
Gejala Hernia
Nukleus Pulposus
Tidak semua
penderita HNP merasakan gejala tertentu dan hanya mengetahuinya saat melakukan
tes pemindaian. Akan tetapi, sebagian besar penderita biasanya mengalami
gejala, yang berupa:
• Nyeri pada kaki
atau bahu, dengan intensitas yang dapat meningkat saat batuk, bersin, atau
bergerak dalam posisi tertentu.
• Melemahnya fungsi
otot sehingga menurunkan kemampuan penderita dalam bergerak, membungkuk, atau
memindahkan barang.
• Beberapa titik
anggota tubuh mengalami sensasi kesemutan atau kaku. Biasanya di sekitar
punggung, bahu, tangan, tungkai, dan kaki.
• Gejala-gejala
tersebut terkadang dirasakan juga oleh penderita nyeri punggung ringan akibat
keseleo atau terpelintir. Dianjurkan untuk menemui dokter apabila seseorang
merasakan gejala di atas agar bisa diketahui penyebabnya.
Diagnosis Hernia
Nukleus Pulposus
Mengingat terdapat
beberapa potensi penyakit lainnya yang memiliki gejala serupa dengan hernia
nukleus pulposus, dokter akan mengevaluasi gejala, melakukan tes fisik
(termasuk mengukur kemampuan berjalan, kekuatan otot, refleks, dan kemampuan
sensorik), serta serangkaian tes lanjutan untuk memeriksa kondisi tulang dan
saraf. Di antaranya adalah:
• Tes pemindaian,
seperti CT scan (untuk mendapatkan gambaran tentang kondisi kolom tulang
belakang dan struktur di sekitarnya),
• MRI (untuk
memastikan di mana lokasi terjadinya HNP dan saraf mana yang ikut
terpengaruhi),
• mielogram (untuk
melihat adanya tekanan pada saraf tulang belakang dan saraf lainnya), serta
• foto Rontgen
(untuk memastikan bahwa gejala yang dialami pasien bukan disebabkan oleh patah
tulang, tumor, atau infeksi).
• Tes darah, untuk
memeriksa jika terdapat peradangan atau infeksi.
• Pemeriksaan saraf.
Tes ini bertujuan untuk melihat lokasi terjadinya kerusakan saraf secara
akurat. Metode yang biasanya dipakai adalah pemeriksaan konduksi saraf dan
elektromiogram (EMG).
Pengobatan Hernia
Nukleus Pulposus
Pengobatan HNP akan
disesuaikan dengan tingkat keparahan gejala yang dialami oleh penderita.
Beberapa cara yang biasanya disarankan dokter adalah melalui obat-obatan,
terapi, atau operasi.
Obat-obatan
Berikut ini adalah
beberapa jenis obat-obatan yang mungkin disarankan dokter:
• Obat pereda nyeri.
Jika kondisi yang dialami pasien termasuk ringan, obat pereda nyeri seperti
ibuprofen, paracetamol, dan naproxen bisa digunakan. Walau obat-obatan ini
dijual bebas, penderita disarankan untuk berkonsultasi lebih dahulu dengan
dokter agar dosis dapat disesuaikan.
• Obat opioid. Jika
pasien mengalami nyeri hebat atau nyeri tidak mereda setelah mengonsumsi obat
pereda rasa sakit di atas, obat golongan opioid, seperti codein atau kombinasi
oxycodone-paracetamol dapat diberikan. Namun obat jenis ini hanya dapat
dikonsumsi dalam jangka waktu pendek.
• Obat penenang
otot. Obat ini akan diresepkan bagi pasien yang mengalami kejang otot.
• Obat
antikonvulsan. Walaupun obat ini umumnya digunakan untuk mengontrol kejang,
antikonvulsan juga dapat digunakan sebagai pereda nyeri saraf yang terjepit.
• Suntikan
kortikosteroid. Suntikan antiinflamasi streoid umumnya diberikan secara
langsung di titik saraf yang bermasalah.
• Obat
kortikosteriod oral. Dalam kasus tertentu, dokter dapat memberikan obat
kortikosteriod oral, seperti prednisone atau methylprednisolone, untuk
meredakan peradangan dan pembengkakan.
Terapi
Secara umum, HNP
dapat membaik dalam hitungan hari atau minggu. Namun, jika gejala yang dialami
pasien tidak kunjung reda, saran untuk melakukan terapi fisik, seperti olahraga
peregangan otot dan latihan posisi tubuh tertentu, akan diberikan. Terdapat
juga beberapa jenis olahraga ringan yang dapat dilakukan di rumah, seperti
jalan santai dan yoga. Atau terapi lainnya, seperti akupunktur, pijat, dan
perawatan chiropratic.
Operasi
Hanya sebagian kecil
kasus hernia nukleus pulposus memerlukan tindakan operasi untuk pemulihan.
Dokter biasanya akan menyarankan penderita melakukan tindakan operasi jika:
• Gejala tidak
mereda setelah 6 minggu pengobatan.
• Otot melemah dan
kaku.
• Kesulitan berdiri
atau berjalan.
• Tidak dapat
mengontrol kemih.
• Tindakan operasi
yang dilakukan adalah disektomi, yaitu pemotongan dan pengangkatan sebagian
atau seluruh bantalan yang menjepit saraf. Apabila dilakukan pengangkatan
bantalan secara keseluruhan, maka tulang belakang dapat disangga dengan
pemasangan logam atau pemasangan cakram buatan sebagai pengganti bantalan.
Walaupun operasi
menjadi pilihan terbaik untuk pemulihan, perlu diingat bahwa pasien masih perlu
menjaga kondisi dan mengubah pola aktivitas untuk menghindari efek samping atau
komplikasi pasca operasi. Untuk mengoptimalkan pemulihan, dokter biasanya akan
merekomendasikan program terapi dan rehabilitasi.
Penderita juga dapat
meredakan gejala HNP di rumah jika kondisi tidak parah, seperti:
• Mengompres dengan
air es untuk meredakan rasa nyeri dan peradangan, dilanjutkan dengan kompres
air hangat untuk memberi rasa nyaman.
• Menghindari
beristirahat terlalu lama, karena justru dapat mengakibatkan otot dan sendi
menjadi kaku dan lemah.
• Disarankan untuk
melakukan jalan santai atau melakukan pekerjaan ringan, sambil dibarengi waktu
istirahat yang cukup agar mempercepat proses pemulihan.
• Hindari aktivitas
yang berat karena berpotensi memperburuk gejala.
Komplikasi Hernia
Nukleus Pulposus
Walau jarang, HNP
dapat menekan cauda equina yang terletak di punggung bawah dan mengakibatkan
komplikasi yang serius, seperti:
• Disfungsi
pengeluaran cairan dari kandung kemih, dimana penderita akan kesulitan
mengeluarkan urine atau tinja, hingga kemandulan secara seksual.
• Menurunnya
kemampuan beraktivitas, dikarenakan kondisi ini dapat memperburuk gejala,
seperti nyeri hebat, otot melemah, atau kaku.
• Anestesi sadel,
dimana penderita kehilangan kemampuan merasa atau sensasi di titik seperti paha
bagian dalam, tungkai belakang, dan di sekitar dubur.
Disarankan bagi
penderita HNP untuk segera menemui dokter atau mendatangi rumah sakit terdekat
jika merasakan gejala yang mengarah pada komplikasi agar dapat segera
ditangani.
Pencegahan Hernia
Nukleus Pulposus
Hernia Nukleus
Pulposus (HNP) dapat dicegah melalui langkah-langkah berikut ini:
• Berolahraga secara
teratur.
• Pilihlah jenis
olahraga yang dapat menguatkan otot, sendi dan tulang, khususnya tulang
belakang.
• Menjaga postur
tubuh. Pastikan Anda duduk dengan postur yang tegak dan menompang beban berat
menggunakan kaki, bukan punggung. Hal ini dilakukan untuk menjaga postur alami
punggung dan mencegah penekanan pada tulang punggung.
• Hindari merokok.
• Zat nikotin yang
terkandung dalam rokok dapat melemahkan jaringan bantalan atau cakram tulang
punggung.
• Menjaga berat
badan ideal.
• Obesitas dapat
membebani tulang punggung untuk jangka waktu yang lama, dan mengakibatkan
pengikisan tulang yang lebih cepat.
• Hindari cedera.
• Sesuaikan aktivitas
dengan kekuatan tubuh Anda, dan hindari pergerakan mendadak yang dapat
mengakibatkan cedera pada tulang punggung atau sekitarnya.
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
TANYA - JAWAB
T: Assalamu'alaikum. Izin
bertanya dr. Fendi. Apakah anak-anak bisa mengalami syaraf kejepit dok? Anak-anak
zaman now, tas sekolahnya berat-berat. Semua buku dibawa. Apakah akibatnya kalau
bawa beban berat di punggung pada saat anak dewasa nanti dok? Terima kasih atas
jawabannya.
J: Efek sampingnya
tidak pada saat anak-anak, lebih baik pakai tas koper buat anak-anak karena
masih masa pertumbuhan juga.
T: Izin bertanya
Dokter. Tangan saya terutama di 10 jari, itu sudah beberapa bulan seperti Kebas
dan kesemuatan, apakah ini termasuk dengan Syaraf kejepit bagian tangan? Apakah
ada obatnya? Mohon Jawabannya dokter, Jazakallah khayron sebelumnya.
J: Salah satu gejalanya
bisa kebas, lebih baik diperiksakan ke dokter, karena penanganan yang cepat
lebih baik
T: Assalamualaikum,
izin bertanya dokter, jika sering kali mengalami kram otot pada kaki, terkadang
perut, apakah bisa di sebabkan saraf terjepit? Adakah jenis makanan tertentu yang
dapat menyebabkan timbulnya HNP?
J: Gejala kram kaki
biasanya disertai dengan nyeri yang menjalar dari pinggang sampai kaki, tidak ada
makanan tertentu yang bisa menyebabkan HNP
T: Assalamualaikum dok
mohon izin bertanya, beberapa hari lalu saya periksa ke dokter syaraf hasilnya
ternyata saya dibilang syaraf kejepit di bagian pergelangan tangan lalu
disarankan untuk fisioterapi. Yang mau saya tanya, apakah fisioterapi
harus/wajib dijalani? Sebelumnya disarankan untuk bertahap fisioterapinya.
Kemarin saya sudah 1x fisio, antara lain: IRR, ultrasonic therapy, dan exercise
therapy. Lalu saya juga diberi obat untuk 1 minggu: megabal, omeprazole, pregabalin,
dan ketesse. Obatnya untuk apa saja? Lalu apakah harus dihabiskan semua? Soalnya
waktu nebus obat, suami yang nebus jadi tidak sempet nanya obatnya untuk apa saja.
Mohon penjelasannya dokter, syukron
J: Pada hnp bisa
dilakukan fisioterapi tetapi pada kasus yang ringan sampai sedang, jika
kasusnya berat fisioterapi tidak banyak membantu, obat-obat yang ibu minum
untuk vitamin saraf, anti nyeri, obat pelindung lambung.
T: Assakamualaikum dok,
ijin bertanya. Apakah sakit bellfafsy bisa kembali sembuh normal secara
keseluruhan atau tidak ya?
J: Bisa sembuh total
jika kurang dari 6 bulan.
T: Ijin bertanya. Sejak
Desember kemarin saya positif HNP. Saya terapinya bekam, herbal, akupuntur, pemijatan
tulang belakang dan berenang, tanpa fisioterapi di RS. Obat dari dokter juga saya
minum hanya jika kambuh, saat sakitnya tidak bisa nahan lagi. Alhamdulillah sejak
terapi-terapi itu sudah jauh berkurang sakitnya. Saya tidak minum obat dari
dokter karena khawatir malah membuat ginjal dan hati kena efeknya karena itu kan
kimia. Jadi saya lebih memilih herbal. Apakah sudah benar apa yang saya
lakukan? Lalu apakah efek HNP di lumbar ke 4 bisa membuat timbulnya flek-flek? Qodatullah
sejak HNP itu saya selalu flek kehitaman. Mohon penjelasannya dokter.
J: Jika sakitnya sering
kambuh kurang dari 6 bulan, lebih baik konsultasi lebih lanjut bisa dilakukan
tindakan lebih lanjut yaitu operasi. Hnp lumbal tidak berhubungan dengan flek-flek.
T: Ijin bertanya
dokter. Untuk terapi berkelanjutan, apakah olahraga renang harus dilakukan? Saya bergeser dikit ruas
tulang belakang diatas tulang ekor Dokter. Apakah kalau posisi duduk lama bisa
mengakibatkan letaknya jadi nambah bergeser lagi keluar.
J: Olahraga bisa pada
hnp yang ringan, jika berat maka perlu operasi, semua factor-faktor pemberat
penyakit harus dihindari terutama mengatur pola hidup dan pola makan.
T: Assalamualaikum dokter.
Saya mengalami keluhan nyeri pada otot lengan kanan. Gejala ini sudah saya
alami hampir satu tahun lamanya. Selain nyeri, gejala lain yang saya rasakan
itu rasa kebas, kesemutan dan sensasi terbakar pada lengan saya. Gejala ini
tidak terus-menerus saya rasakan, hanya saja jika saya kecapekan, gejala ini
timbul dan sangat mengganggu aktivitas, terutama kondisi dimana pekerjaan saya
yang mengharuskan berhadapan dengan komputer setiap harinya. Saya sudah ke
dokter, dugaan sementara yaitu myalgia. Sudah diberikan obat, hanya saja
penyakit ini tidak kunjung sembuh. Saya juga sudah berobat alternatif, dugaan
beliau ini adalah urat terjepit. Yang mau saya tanyakan, apakah myalgia dengan
urat terjepit itu penyakit yang serupa? Kemudian, tindakan pengobatan apakah
yang paling tepat untuk mengobati penyakit ini? Dan jika sudah ada tindakan,
berapa lama waktu yang dibutuhkan sampai lengan saya membaik? Apakah saya perlu
alat penyangga lengan juga? Mohon jawabannya. Terima kasih Dokter.
J: Apakah nyeri sampai
pada jari 1-3? Apakah nyeri jika buat mengetik? Lebih baik fisioterapi daripada
alternatif, myalgia adalah nyeri otot
T: Nanya dokter, apakah
usia 40 tahun ke atas lebih cendrung terkena HNP? apakah hormon juga mempengaruhi?
J: Bisa, cenderung
sering pada perempuan karena faktor hormon yang bisa menyebabkan osteoporosis.
T: Assalamu'alaikum
dokter maaf mau tanya paha sebelah kiri kalau saat saya batuk terasa ketarik
apakah itu efek dari batuk saya yang belum kunjung sembuh juga? Harus kah
periksa ke dokter syaraf? Saya sudah beberapa minggu batuk kering sedangkan
paha terasa ketarik saat batuk saya rasakan baru beberapa hari ini, terimakasih.
J: Batuk menyebabkan
tekanan diperut meningkat, kalau teraba benjolan di lipat paha terutama saat
batuk, diperiksakan ke dari bedah
T: Dok, apakah
menggendong balita dalam waktu yang lama berulang-ulang bisa menjadi penyebab
HNP? Waktu anak ke 2, saya pernah mengalami kebas tangan kiri, awalnya hanya
jari kelingking, lama-lama merambat sampai lengan, kata dokter syaraf itu efek
dari sering menggendong.
J: Bisa karena efek
menggendong juga jika posisinya tidak benar, jika hnp nyeri yang menjalar dari
bahu sampai ke tangan.
T: Mau bertanya dokter,
ibu saya mengalami sakit di tumit sudah 1 bulan dan sudah di kompres air es tapi
tetap nyeri, itu kenapa ya, usia ibu saya 59.
J: Di cekan dulu asam
urat dan kolesterol, jika sakit yang dirasakan disertai nyeri menjalar dari
paha bisa gejala hnp
T: Assalamualaikum
dokter, sudah lama otot di sekitar belikat kiri saya kurang nyaman, apakah ini
ada hubungannya dengan jantung dan kalau mau dicek harus ke dokter spesialis
apa yah dok? Terimakasih.
J: Ke dokter jantung
sekalian cek ekg dan lab.
•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•
Kita tutup dengan
membacakan hamdalah..
Alhamdulillahirabbil'aalamiin
Doa Kafaratul Majelis:
سبحانك اللهم وبحمدك
أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك
Subhanakallahumma
wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika
“Maha Suci Engkau ya
Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah
melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”
Wassalamu'alaikum
warahmatullaahi wabarakaatuh
================
Website: www.hambaAllah.net
FanPage: Kajian On line-Hamba Allah
FB: Kajian On Line - Hamba Allah
Twitter: @kajianonline_HA
IG: @hambaAllah_official
Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT



0 komentar:
Post a Comment