Kajian
Online WA Hamba الله SWT
Senin, 12 Februari 2018
Rekapan
Grup Nanda dan Bunda G6
Narasumber : Ustadzah Lien
Narasumber : Ustadzah Lien
Tema : Kajian Umum
Dzat
yang dengan Kebesaran-Nya, seluruh makhluk menyanjung dan mengagungakan-Nya...
Dzat
yang dengan Keperkasaan-Nya, musuh-musuh dihinakan lagi diadzab-Nya...
Dzat
yang dengan Kasih dan Sayang-Nya, kita semua mampu mengecap manisnya Islam dan
indahanyaa ukhuwah di jalan-Nya, memadukan hati kita dalam kecintaan kepadaNya,
yang mempertemukan kita dalam keta'atan kepadaNya, dan menghimpunkan kita untuk
mengokohkan janji setia dalam membela agamaNya.
AlhamduliLlah...
tsumma AlhamduliLlah...
Shalawat
dan salam semoga tercurah kepada tauladan kita, Muhammad SAW. Yang memberi arah
kepada para generasi penerus yang Rabbaniyyah bagaimana membangakitkan ummat
yang telah mati, memepersatukan bangsa-bangsa yang tercerai berai, membimbing
manusia yang tenggelam dalam lautan syahwat, membangun generasi yang tertidur
lelap dan menuntun manusia yang berada dalam kegelapan menuju kejayaan,
kemuliaan, dan kebahagiaan.
Amma
ba'd...
Ukhti
fillah sekalian. Agar ilmunya barokah, maka alangakah indahanyaa kita awali dengan
lafadz Basamaallah
Bisamaillahirrahmanirrahim...
10 HAL YANG HARUS DIKETAHUI TENTANG DO'A
Kita menyadari bahwa manusia memiliki
banyak keterbatasan dan kekurangan, disisi lain ada banyak sekali hal yang
ingin kita dapatkan dalam hidup ini. Sering kali kita merasa bahwa kita telah
memberikan usaha terbaik kita, namun belum membuahkan hasil yang kita inginkan.
Disanalah kita membutuhkan pertolongan, membutuhkan tempat untuk mengadu, dan
menenangkan diri.
Saat kita dalam titik tersebut, kita
tahu kemana kita harus mengadu — mengadu lewat do’a. Ketika berdoa kita
menyadari terdapat kekuatan lain diluar kuasa kita yang mampu menolong dan
membantu segala permasalahan kita.
Perintah berdo'a
Dan Tuhanmu berfirmaan, 'Berdoalah
kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang
menyombongkan diri dari menyembah-Ku
akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina'." (Al-Mukminun: 60)
Berdoalah kamu kepada Allah dan
yakinilah akan dikabulkan, ketahuilah sesungguhnya Allah tidak akan mengabulkan
doa dari orang yang hatinya lalai. (HR. At-Tirmidzi, Sunan Attirmidzi, V: 517,
At-Thabrani, Al-Mu'jamul ausat, V: 211)
1. Doa ialah mekanisme pertahanan diri
paling kuat dalam hidup manusia. Dalam setiap do’a yang terucap, terselip
harapan yang membuatmu pantang untuk putus asa.
Do’a merupakan mekanisme pertahanan diri
yang paling kuat dalam hidup manusia, karena di dalam doa yang kita panjatkan
terselip adanya harapan yang dapat menjaga kita dari rasa putus asa. Mereka
yang berdoa memiliki keyakinan bahwa terdapat kekuatan Maha Besar yang mampu
menolongnya dalam menghadapi berbagai ujian hidup.
Setiapkali kita dalam keadaan depresi,
stres, atau putus asa, dengan berdo’a sama artinya kita sedang menata diri dan
menyambung asa untuk bisa kembali kuat. Lewat do’a, kita akan merasa lebih
tenang dan lebih bisa berpikir positif dan optimis. Tanpa kita sadari, akan
terdapat sebuah kekuatan dan semangat baru untuk menghadapi segala permasalahan
yang ada.
2. Saat doamu tak kunjung terkabul,
mungkin Tuhan memperhatikan kesungguhanmu dalam berdoa.
Ketika datang seorang pengamen dengan
suara yang bagus, pasti akan kita dengarkan dulu hingga lagunya selesai.
Berbeda dengan pengamen yang asal-asalan, belum sampai satu bait kita sudah
akan memberikan uang, bukan karena kita suka dengan suaranya tapi agar si
pengamen cepat pergi dan tidak mengganggu.
Analogi sederhana yang mungkin dapat
kita gunakan dalam konteks doa. Bisa jadi Tuhan menyukai doamu dan bagaimana
tata cara kamu berdoa, sehingga doamu masih tertahan. Di sisi lain, bisa jadi
Tuhan tidak menyukai doamu dan bagaimana cara kamu berdoa, sehingga dalam waktu
singkat doamu langsung terkabul, dengan catatan rezeki yang instan kamu
dapatkan bisa sekejap saja hilang .
Sederhananya, doa yang tidak segera
dikabulkan akan membuat kita lebih lama merendahkan diri penuh harap dan
berlindung kepadaNya, membuat waktu kita berinteraksi denganNya menjadi lebih
lama. Ketika selama ini kita jarang meluangkan waktu untuk berinteraksi dengan
Tuhan, maka saat doa kita belum terkabul. Mungkin itulah cara Tuhan supaya Ia
bisa melepas rindu denganmu yang sudah lama tak berjumpa di dalam do’a.
3. Ketika apa yang kamu minta tidak
sesuai dengan apa yang terjadi, yakinlah Tuhan memiliki skenario yang lebih
baik untukmu.
Ibarat kita memberikan pensil yang
diujungnya terdapat penghapus dan secarik kertas. Kita tuliskan doa kita di
kertas tersebut, dan memberikannya kepada Tuhan berikut dengan pensilnya. Maka
kita harus meyakini bahwa Tuhan akan menghapus doa-doa yang tidak penting atau
mungkin buruk untuk kita, dan kemudian menuliskan skenario yang jauh lebih baik
dari apa yang kita minta.
Apa yang menurut kita baik belum tentu
baik bagi diri kita sendiri, karena Tuhan tahu apa yang jauh lebih baik dan
penting untuk hidup kita dibandingkan dengan apa yang kita ingingkan dan
rencanakan. Maka ketika kamu mendapatkan sesuatu yang ternyata berbeda dari apa
yang kamu minta, bersyukurlah! Tuhan ingin memberikan kisah yang lebih baik
untukmu.
4. Berdoa bukan hanya tentang diri
sendiri, tetapi juga tentang orang lain di sekitarmu. Selalu ada kebaikan yang
kembali padamu saat kamu mendoakan orang lain dalam diam.
Karena hidup ini bukanlah mengenai
hidupmu seorang, tetapi tentang kebersamaan, keluarga, saudara, sahabat, guru,
rekan kerja, dan lain sebagainya. Lihatlah seorang ibu yang selalu mendoakan
anaknya, seorang guru yang mendoakan agar muridnya bisa lulus dengan nilai
terbaik, seorang pemimpin yang berharap agar masyarakatnya dapat hidup
sejahtera dan nyaman.
Mereka hanyalah sebagian kecil dari
banyaknya orang-orang yang tidak hanya memikirkan tentang dirinya sendiri,
tetapi juga memikirkan orang lain. Maka sematkanlah orang lain di dalam do’amu.
Ayah-ibumu, keluargamu, seseorang yang kamu cintai, seseorang yang berjasa bagi
dirimu, mereka yang berjasa bagi kebaikan masyarakat, mereka yang sedang
terimpa musibah, bahkan juga mendoakan negara kita.
Mendoakan orang lain secara tidak
langsung akan meningkatkan kepekaan sosial kita, terhindar atas rasa
kesombongan diri, dan bersikap manusiawi terhadap sesama. Ketulusan kita dalam
mendoakan orang lain akan berdampak positif bagi diri kita sendiri. Kita tidak
tahu, mungkin saja keberhasilan kita saat ini tak semata-mata karena usaha dan
doamu, tapi juga karena doa dari orang-orang lain yang terus mendoakan kita dalam
diamnya.
5. Berdoa bukan hanya saat mendapatkan
kesulitan atau menginginkan sesuatu saja, tetapi jadikanlah doa sebagai
kebutuhan sisi spiritualmu.
Kita harus menyadari bahwa berdoa
merupakan proses sepanjang hidup, ia ada dalam setiap fase kehidupan, sejak
kecil hingga kita tua nanti, dan ia adalah bagian dari sisi spiritual kita yang
sudah sepatutnya kita jadikan sebagai sebuah kebutuhan.
Namun tak jarang kita hanya rajin
memanjatkan doa-doa terbaik disaat kita mendapatkan kesulitan atau menginginkan
sesuatu saja. Sebenarnya hal itu tak sepenuhnya salah, karena memang esensi
berdoa ialah memohon dengan penuh harap. Akan tetapi menjadi salah ketika
setelah permasalahan kita selesai, atau apa yang kita inginkan terwujud,
setelah itu kualitas doa kita menjadi menurun.
Berdoa hanya sesempatnya saja atau bahkan
intenstasna menjadi berkurang karena menganggap tidak ada sesuatu yang penting
untuk dijadikan bahan permohonan. Tetapi saat kita sedang merasa hidup kita
sedang baikbaik saja, satu hal yang perlu kita ingat kembali bahwa materi doa
kita jangan hanya didominasi oleh keperluan duniawi saja, tetapi juga untuk
kebaikan akhirat kelak.
Ingatlah selalu untuk memohon kesehatan,
berada dalam aktivitas kebaikan, menjadi pribadi yang terus bersyukur, dan lain
sebagainya. Jadikan doa sebagai sarana kita untuk curhat kepada Tuhan, karena
disana kita bisa menceritakan apapun kepadaNya tanpa perlu ada yang
ditutup-tutupi.
6. Terkadang kita lupa diri saat memohon
sesuatu pada-Nya. Cobalah tanyakan pada dirimu sendiri, sudah pantaskan caramu
dalam berdoa?
Tahukah kamu, bahwa Tuhan telah berjanji
bahwa setiap doa yang tercurahkan kepadaNya akan terkabulkan, dengan syarat
kita melaksanakan apa yang diperintahkanNya dan menjauhi laranganNya.
Sederhana, tapi tidak semudah yang dibayangkan. Betapa banyak akhirnya dari
kita yang tergoda untuk melakukan hal-hal yang dilarangNya, lalu kemudian
dengan penuh ketidaksopanan, kita datang kepada Tuhan untuk berdoa saat
menginginkan sesuatu, dan kemudian melakukan lagi hal-hal yang dilarang.
Bagaimana perasaanmu jika kamu berada
dalam posisi tersebut? Memberikan sesuatu kepada orang lain, tapi kemudian ia
melakukan hal-hal yang kamu tidak suka. Secara logikan manusia, tentu kita
tidak akan lagi memberikan sesuatu kepadanya, atau bahkan langsung marah dan
memutus hubungan dengannya karena ia tidak bersyukur atas apa yang kita beri.
Untungnya Allah tidak demikian, Ia Maha
Pengampun dan Penyayang, sehingga akan selalu terbuka pintu maaf jika kamu mau
berubah dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi. Begitu pun dengan doa, maka
selaraskanlah doamu dengan aktivitasmu.
7. Berdoa itu tidak sama dengan
memerintah. Ada proses panjang di balik sebuah do’a, dan semu itu tergantung
pada kesungguhan dan usahamu.
Berdoa bukanlah memerintah, artinya kita
dapat mendiktekan apa yang kita mau dan segera mendapatkan apa yang kita
inginkan. Doa merupakan proses, proses yang melihat bagaimana kesungguhan kita
dalam berdoa dan berusaha agar doamu dapat terwujud, melihat apakah dalam
setiap doa kita memberikan 100% hati kita didalamnya, apakah kita dapat terus
berharap seandainya harapan kita tak kunjung terkabul.
Maka nikmatilah proses berdoa dan setiap
waktu yang kamu habiskan untuk berdoa. Jangan kita mendiktekan Tuhan dan menuntut
agar doa kita segera dikabulkan, bersabarlah dalam doa-doa kita, karena hanya
Tuhan yang tahu kapan waktu yang tepat untuk mengabulkan doa mu.
8. Manfaatkan waktu-waktu terbaik dalam
berdoa, karena di waktu itulah Allah sedang menyempatkan diri untuk mendengar
segala curhatmu.
Ada waktu-waktu terbaik dimana kita
dianjurkan untuk berdoa, waktu dimana Allah sangatlah dekat dengan kita,
seperti waktu di sepertiga malam terakhir, waktu-waktu beribadah, dan lain
sebagainya. Akan sangat merugi bagi kita ketika kita tidak memanfaatkan waktu
tersebut untuk mengucap doa pada Allah.
Allah telah memberikan waktu khusus dan
spesial untuk mendengarkan baik-baik doamu. Bahkan Ia tak segan-segan
mengabulkannya. Saat kamu tahu kapan harus menghadap padaNya, jangan sa-siakan
kesempatan itu. Segerakan diri untuk bercengkrama dan berduaan dengan Sang
pemilik jiwa.
9. Melalui doa yang tulus, Allah akan
membantumu dalam menentukan sebuah pilihan terbaik untukmu.
Apa yang menurut kita baik belum tentu
baik dimata Allah, maka berdoalah ketika kamu akan mengambil keputusan penting
dalam hidupmu. Seperti memutuskan untuk menikah, memilih pekerjaan, dan lain
sebagainya. Selalu panjatkan doa dan libatkan Allah dalam setiap hal penting
dalam hidupmu, dengan begitu Allah akan selalu menjadikanmu sebagai orang yang
penting di sisi-Nya
10. Berdoa ialah mengenai keyakinan.
Senantiasalah memanjatkan doa dan seimbangkan dengan usahamu!
Segala hal tentang berdoa yang telah
disebutkan diatas akan percuma ketika tidak disertai dengan keyakinan. Maka
berdoa ialah mengenai keyakinan, keyakinan bahwa kita ialah makhluk yang lemah
dan membutuhkan pertolongan dari Allah dimanapun dan kapanpun kita berada. Dan
yakin bahwa melalui doa-doa itulah Allah akan memberikan pertolonganNya.
Setiap kali berdoa, ingatlah bahwa doa
adalah senjata terbaik kita dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan.
Seimbangkanlah antara doa dan usaha, karena sebaik apapun doa kita tanpa ada
usaha yang menyertainya akan percuma saja, begitupun sebaliknya. Jadikan doa
sebagai kebiasaan kita dalam setiap aktivitas, teruslah yakin bahwasanya selalu
ada pertolongan Allah bagi hambaNya yang memohon dengan penuh keikhlasan dan
ketundukan jiwa.
Kuncinya adalah yakin dan sabar....🗝
Yakin dengan doa yang dilantunkan
disertai dengan pengharapan, merupakan salah satu syarat terkabulnya doa.
Keyakinan berhubungan erat dengan sikap berbaik sangka, jika Anda berbaik
sangka kepada Allah, maka Allah pun sesuai dengan persangkaan Anda kepada-Nya.
Dalam sebuah hadis Qudsi, Allah Swt
berfirman,
"Aku sesuai dengan persangkaan
hamba-Ku kepada-Ku." (HR. Ahmad)
TANYA JAWAB
NANDA
NANDA
Q : Bagaimana mengatasi turunnya
kualitas dalam berdoa ketika doa tak kunjung di kabulkan.. dan akhirnya membuat
saya pribadi kadang mulai pasrah dan tidak jarang berhenti berdoa tentang yang
saya inginkan
A : Jangan pernah memaksa Allah untuk
mengabulkan doa-doa kita, tapi paksalah diri kita menjadi baik agar Allah
kabulkan segera doa-doa kita. Saat itulah kita diuji sabar... sabar dalam
meminta dan sabar dalam menunggu atas hajat-hajat kita.
Q : Bagaimana kita memunculkan sikap
yakin kepada Allah apalgi saat iman naik turun
A : Dengan sering-sering belajar
memahami apa yang terjadi pada kita. Semua proses. Pengalaman adalh guru
terbaik... ujian akan mngajarkn kita tentang arti sebuah keyakinan atas
takdirNya. Saat itulah kita diuji sabar... sabar dalam meminta dan sabar dalam
menunggu atas hajat-hajat kita
Perbanyak baik sangka dan istighfar itu
cara membuka pintu langit.
Q : Bagaimana cara agar lebih peka dengan
kode Allah agar bisa mengambil hikmah dari kejadian tersebut
A : Senantiasa membersihkan hati dari
buruk sangka... dari penyakit-penyakit hati. Karena hati tak pernah bohong dan
peka.
Q : Bun ijin bertanya,apa ada kaitannya
antara kepasrahan dengan terkabulnya doa? Soalnya ketika saya sudah pasrah
justru dstu lah allah memberikan apa yang saya inginkan..
A : Ada dan itu sangat berpengaruh..
saat pasrah saat dekat dengan Allah dimana pasrah tak lagi mengandalkan
kemampuan diri tapi kuasa Allah
G6
G6
Q : Dalam kehidupan
sehari-hari terkadang apa yang di cita-citakan/direncanakan
tidak sesuai dengan harapan. Perasaan usaha sudah maksimal, apakah berdoanya
kurang afdol atau Allah tunda yah?
A : Ada do'a yang Allah
tunda, ada pula yang disegerakan. Segala sisi kebaikan dari Allah. Jika ditunda
pastinya Allah punya ketentuan dan kehendak lain dari Allah. Baik sangka kita
pada Allah bagaimana, kedekatan kita pada Allah bagaimana. Intinya jangan
pernah memaksa Allah untuk penuhi do'a-do’a kita, tapi paksa diri kita penuhi hak-hak
Allah, in syaa Allah.
Q : 1. Pernah membaca, jika
doa orang dizholimi/teraniaya itu makbul..benarkah itu? Sedangkan biasanya doa
orang yang dizholimi itu mendoakan kejelekan/keburukan (afwan, walau mungkin
tidak semua begitu).
2. Lalu apakah tidak
bertentangan dengan doa yang buruk/jelek akan kembali kepada yang berdoa dan
begitupun sebaliknya? Maksudnya, jika doa orang yang dizholimi itu keburukan
maka keburukan pula kembali kepada orang tersebut itu tadi.
A : Dalilnya adalah:
لا يُحِبُّ اللَّهُ الْجَهْرَ بِالسُّوءِ مِنْ الْقَوْلِ إِلاَّ مَنْ ظُلِمَ
”Allah tidak menyukai
ucapan buruk, (yang diucapkan) dengan terus terang kecuali oleh orang yang
dianiaya.”
(QS An Nisaa`: 148).
Imam as Suyuthi (w.911),
dalam tafsirnya menyatakan:
“لَا يُحِبّ اللَّه الْجَهْر بِالسُّوءِ مِنْ الْقَوْل” مِنْ أَحَد أَيْ يُعَاقِبهُ عَلَيْهِ “إلَّا مَنْ ظُلِمَ” فَلَا يُؤَاخِذهُ بِالْجَهْرِ بِهِ بِأَنْ يُخْبِر عَنْ ظُلْم ظَالِمه وَيَدْعُو عَلَيْهِ
(Allah tidak menyukai
perkataan buruk yang diucapkan secara terus terang) dari siapa pun juga,
artinya Dia pastilah akan memberinya hukuman (kecuali dari orang yang dianiaya)
sehingga apabila dia mengucapkannya secara terus terang misalnya tentang
keaniayaan yang dideritanya sehingga ia mendoakan si pelakunya, maka tidaklah
dia akan menerima hukuman dari Allah.
Lebih jelas, Imam Al
Qurthubi (w. 671 H) menyatakan dalam tafsirnya [4], mengutip sahabat Ibnu Abbas
r.a:
الْمُبَاحُ لِمَنْ ظُلِمَ أَنْ يَدْعُوَ عَلَى مَنْ ظَلَمَهُ، وَإِنْ صَبَرَ فَهُوَ خَيْرٌ لَهُ، فَهَذَا إِطْلَاقٌ فِي نَوْعِ الدُّعَاءِ عَلَى الظَّالِمِ
Adalah boleh bagi orang
yang didzalimi untuk mendoakan keburukan kepada orang yang mendzaliminya, jika
dia bersabar itu lebih baik baginya, dan ini mutlak dalam semua jenis do’a
kepada orang dzalim.
Secara umum, Rasulullah
juga mendoakan keburukan kepada penguasa yang menyusahkan umat:
اللهُمَّ، مَنْ وَلِيَ مِنْ أَمْرِ أُمَّتِي شَيْئًا فَشَقَّ عَلَيْهِمْ، فَاشْقُقْ عَلَيْهِ
“Ya Allah, siapa saja yang
mengurus suatu urusan umatku lalu dia mempersulit mereka, maka persulitlah
dia.”
(HR Muslim).
Tapi Allah menyukai
perkataan yang baik, do'a yang baik.
Biarkan Allah yang tetapkan
atasnya. Jika kita bersabar itu lebih baik.
Sebaiknya doakan yang
baik-baik, sesakit apapun yg dirasa.
Rasul mengingatkan:
ثَلَاثُ دَعَوَاتٍ مُسْتَجَابَاتٌ لَا شَكَّ فِيهِنَّ دَعْوَةُ الْمَظْلُومِ وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ وَدَعْوَةُ الْوَالِدِ عَلَى وَلَدِهِ
Hanya saja, kalau
didzalimi, maka hati-hati juga kita mendoakan orang dzalim, lapang dada dan
bersabar adalah lebih baik, bukankah lebih menyenangkan jika Allah ubah orang
dzalim tersebut menjadi orang yang ta’at?
Allaahu A’lam.
Q : Assalamualaikum
Ustadzah, kalau kita mendengar seorang non muslim meninggal, sebaiknya kita
mengucapkan doa apa? Dan apakah dalilnya untuk doa tersebut?
A : Ucapkan kalimat ini
inna lillahi wa inna ilaihi raji’un karena inti dari kalimat istirja’ di atas adalah
kita semua milik Allah. Hanya saja tidak
boleh kita doakan dengan doa semacam: “semoga tenang di sisi-Nya”, “Semoga
diampuni dan mendapat tempat tertinggi”. Tidak boleh kita doakan dengan doa
semacam ini, yaitu doa diampuni, doa mendapat ketenangan dan sebagainya.
Alhamdulillah,
kajian kita hari ini berjalan dengan lancar. Semoga ilmu yang kita dapatkan
berkah dan bermanfaat. Aamiin....
Segala
yang benar dari Allah semata, mohon maaf atas segala kekurangan. Baikloah
langsung saja kita tutup dengan istighfar masing-masing sebanyak-banyakanya dan
do'a kafaratul majelis:
سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك
Subhanakallahumma
wabihamdika asayahadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika
“Maha
Suci Engakau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan
yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat
kepada-Mu.”
Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT



0 komentar:
Post a Comment