Kajian Online Hamba Allah Ummi G5, G3
Hari/Tgl: Selasa 27 Maret, 3 April 2018
Narasumber: Ustadz Jumadi
Materi: Seputar Bulan Rajab
Waktu kajian: Bada dzuhur - selesai
Admin: Nining, Saydah
Notulen: Nining
Editor: Sapta
***----------**------------***
Bismillahirrahmaanirrahiim
Seputar bulan Rajab
Saat ini kita memasuki awal bulan Rajab 1439 H dalam
keadaan sehat dzahir dan batin. Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa Rajab
merupakan salah satu dari empat bulan yang dimuliakan oleh Allah, selain bulan
Dzul Qo'dah, Dzul Hijjah dan Muharram.
Mengenai ke empat bulan yang mulia tersebut telah
disebutkan dalam QS. At Taubah ayat 36:
"Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah adalah
dua belas bulan dalam ketetapan Allah sejak Dia Menciptakan langit dan bumi, di
antaranya empat bulan yang haram (mulia). Itulah agama yang lurus. Maka
janganlah kamu menganiaya dirimu sendiri dalam bulan-bulan itu...".
Dalam ayat di atas Allah hanya menyebutkan secara
ijmali (global) tanpa merinci satu persatu nama nama ke empat bulan yang mulia
tersebut. Namun nama ke empatnya disebutkan dalam hadits riwayat Bukhari Muslim
yang berbunyi, "Sesungguhnya zaman telah berputar sebagaimana mestinya
sejak Allah menciptakan langit dan bumi. Setahun itu terdiri dari dua belas
bulan, di antaranya ada empat bulan mulia, tiga bulan berturut-turut, yaitu,
Dzul Qo'dah, Dzul Hijjah, Muharram serta Rajab (bulan kabilah Mudhar) di antara
bulan Jumada (Tsani) dan Sya'ban.
Menyikapi bulan Rajab di tengah keberagaman paham
agama di negeri kita ini, maka saya akan menguraikan sebagian daerah beberapa
praktek ritual yang diyakini mempunyai keutamaan dari bulan lain. Pertama:
Puasa Rajab. Sebagian masyarakat melakukan puasa khusus selama beberapa hari di
bulan ini yang dinamakan dengan puasa rajab. Mereka meyakini bahwa berpuasa
pada bulan Rajab memiliki keutamaan tersendiri jika dibandingkan dengan bulan
lainnya, baik pahala, ampunan dan ganjaran tertentu. Ritual puasa Rajab ini
telah dikenal sejak lama dan merupakan warisan dari ritual ibadah dari para
pendahulu di negeri ini.
Untuk menambah keyakinan masyarakat akan keberadaan
puasa Rajab mereka menyebutkan hadits tentang keutamaan puasa Rajab yang pada
prinsipnya status hadits tersebut dinilai lemah bahkan maudhu' oleh ulama
hadits, seperti Ibnu Hajar, Ibnul Qayyim, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dll.
Menurut para ulama tidak ada satupun hadits shahih tentang puasa yang
disyariatkan secara khusus di bulan rajab yang dapat dijadikan sebagai hujjah
(pegangan kuat), bahkan palsu (maudhu'). Kedua: qiyamullail. Qiyamullail di
bulan rajab dikenal sebagai shalat raghaib. Praktek jenis shalat ini dikerjakan
pada malam Jum'at pertama dari bulan rajab antara magrib dan isya dengan bacaan,
sifat dan tata cara tertentu. Mereka meyakini bahwa terdapat beberapa hadits
yang dijadikan sebagai dasar hukum tentang disyariatkannya shalat jenis ini.
Tetapi para ulama hadits telah bersepakat bahwa
Seluruh dalil yang dijadikan landasan tentang adanya
shalat raghaib ini adalah palsu (maudhu'). Hadits tentang shalat raghaib
diriwayatkan dengan sanad yang tidak diketahui/dikenal oleh kalangan ulama
hadits. Mengatakan shalat raghaib adalah sunnah dengan dalil dalil palsu
merupakan bentuk kedustaan yang mengatasnamakan Nabi Muhammad shalallahu alaihi
wasallam. Membuat-buat hadits (memalsukan) dan menyebarkannya ke tengah
masyarakat secara sengaja apalagi jika tujuannya adalah popularitas adalah
bentuk pelecehan terhadap kesucian syari'at. Padahal sebagaimana diketahui
bahwa agama Islam telah disempurnakan dengan diutusnya Rasulullah sebagai
penutup risalah kenabian para pendahulunya, maka tidak ada lagi celah untuk
membuat syari'at baru dengan menyandarkannya pada riwayat riwayat palsu demi
sebuah tujuan duniawi semata. Perbuatan semacam ini termasuk sikap mendahulukan
diri di hadapan Allah dan Nabi Muhammad yang terlarang.
Dalam surat Al Hujrat ayat 1 Allah mengenaskan, "Wahai
orang orang yang beriman janganlah kamu mendahulukan Allah dan Rasul-Nya. Bertaqwalah
kamu kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar Maha Mengetahui."
Kalau dalam urusan dunia saja kita dilarang memalsukan
sesuatu, maka dalam urusan akhirat seharusnya kita harus lebih berhati-hati
lagi. Sikap kehati-hatian dalam menjalani kehidupan akan berdampak pada
keselamatan diri sendiri. Sebaliknya sikap melanggar ketentuan yang telah
digariskan akan merugikan diri sendiri. Dan masih banyak praktek ibadah ritual
lainnya yang biasa dilakukan oleh masyarakat dalam bulan rajab.
Secara keseluruhan dalil-dalil mengenal beragam amalan
bulan rajab hanya bersandar pada hadits hadits palsu. Bahkan karena tingkat
kepalsuannya tidak termuat dalam kumpulan hadits hadits palsu. Saya tutup
dengan mengutip sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari, Rasulullah
shalallahu alaihi wasallam bersabda, " Barangsiapa yang berdusta atas
namaku secara sengaja maka hendaknya ia menyiapkan tempatnya di neraka."
Wallahu'alam.
****************
TANYA JAWAB
TJ - G5
TJ - G5
Tanya: Izin bertanya usatdz. Assalamu’alaikum Ustadz ada yANg share (broadcast
BBM) tentang puasa di bulan rajab, seperti ini:
Bulan Rajab jatuh tanggal 30 April.
1. Barangsiapa berpuasa 1 hari maka seperti laksana puasa 1 tahun.
2. Barangsiapa berpuasa 7 hari maka ditutup pintu-pintu Neraka Jahannam.
3. Barangsiapa puasa 8 hari maka akan dibukakan pintu 8 Surga.
4. Barangsiapa berpuasa 10 hari maka akan dikabulkan segala
permintaannya.
5. Barangsiapa mengingatkan kepada orang lain tentang ini, seakan-akan
ibadah 80 tahun, Subhanallah…
Mohon pencerahan ustadz, saya masih awam… jazakallah
kayron ustadz sebelumnya.
Jawab: Semua itu adalah hadits palsu (maudhu') tidak termuat dalam kitab2
hadits palsu karena tidak bersanad (perawinya tidak ada yang dikenal). Ciri
ciri Hadits palsu tidak masuk di logika, seperti contoh di atas, puasa tujuh
hari menutup pintu neraka dll.
Tanya: Assalamualaykum warohmatullah wabarakatuh, Afwan.. Izin bertanya Ustadz.
Akhir-akhir ini, banyak orang yang berpuasa di awal bulan Rajab. Saya ingin
bertanya, apakah ada tuntunannya dari Rasulullah puasa hanya di awal bulan
Rajab atau hanya beberapa hari saja di bulan Rajab.
Jawab: Tidak terdapat satu pun hadits shahih yang dapat dijadikan sandaran
untuk mengerjakan puasa di hari hari tertentu bulan rajab baik di awal,
pertengahan maupun akhir, kecuali puasa sunnah yang biasa dikerjakan seseorang
seperti Senin-Kamis, ayyamul bidh (puasa setiap tanggal 13,14 dan 15 bulan
Qomariyah) atau puasa Daud. Adapun mengkhususkan puasa karena bulan Rajab maka
tidak ada dalilnya. Adapun puasa di bulan bulan yang mulia (empat bulan) maka
ada sebuah hadits shahih yang menyebutkannya, namun dilakukan tanpa
mengkhususkan salah satu dari ke empat bulan mulia tersebut. Wallahu alam.
**********
TJ - G3
Tanya: Anne ijin bertanya ustadz. Bulan haram itu artinya apa ya? Amalan apa yang
harus dilakukan di bulan rajab?
Jawab: Bismillah, artinya bulan yang dimuliakan. Semua jenis amal soleh,
seperti tahajjud, baca Qur'an, dan lain-lain.
Tanya: Ijin bertanya ustadz. Jadi bagaimana orang yang sudah menjalankan ibadah
puasa rajab tadi karena tidak tahu tentang hukum yang sebenarnya seperti
penjelasan yang ada di dalam materi ustadz itu, apakah jadi dosa atau tidak?
Jawab: Jika tidak tahu maka tidak mengapa.
Tanya: Pak Ustadz apa maksudnya di bulan Muharam itu tidak menganiaya diri
sendiri? Apa yang harus kita lakukan untuk memuliakan 4 bulan mulia tersebut? Jazakumullah
khoiron katsir
Jawab: Tidak berbuat maksiat. Caranya menghindar segala perbuatan dosa.
Wallaahu 'alam bishshowab
=================
Kita
tutup dengan membacakan hamdalah..
Alhamdulillahirabbil'aalamiin
Doa
Kafaratul Majelis:
سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك
Subhanakallahumma
wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika
“Maha
Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang
haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat
kepada-Mu.”
Wassalamu'alaikum
warahmatullaahi wabarakaatuh
================
Website: www.hambaAllah.net
FanPage : Kajian On line-Hamba Allah
FB : Kajian On Line-Hamba Allah
Twitter: @kajianonline_HA
IG: @hambaAllah_official
Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT



0 komentar:
Post a Comment