Rekapitulasi Kajian Online HA Ummi G3
Waktu: Selasa 6 Maret 2018
Tema: Tanda Cinta Kepada Nabi
Pemateri:
Ustadz Kholid
Waktu: ba'da dzuhur smp selesai
Editor: Sapta
============================
Tanda Cinta Kepada Nabi (2)
5. Nasehat karena Allah, kitab sucinya,
RasulNya dan Pemimpin serta masyarakat muslimin
Allah berfirman:
Allah berfirman:
لَّيْسَ عَلَى الضُّعَفَآءِ وَلاَعَلَى الْمَرْضَى
وَلاَعَلَى الَّذِينَ لاَيَجِدُونَ مَايُنفِقُونَ حَرَجٌ إِذَا نَصَحُوا للهِ وَرَسُولِهِ
مَاعَلَى الْمُحْسِنِينَ مِن سَبِيلٍ وَاللهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ وَلاَعَلَى الَّذِينَ إِذَا مَآأَتَوْكَ لِتَحْمِلَهُمْ
قُلْتَ لآَأَجِدُ مَآأَحْمِلُكُمْ عَلَيْهِ تَوَلَّوا وَّأَعْيُنُهُمْ تَفِيضُ مِنَ
الدَّمْعِ حَزَنًا أَلاَّيَجِدُوا مَايُنفِقُونَ
Tiada dosa (lantaran tidak pergi berjihad)
atas orang-orang yang lemah, atas orang-orang yang sakit dan orang-orang yang
tidak memperoleh apa yang akan mereka nafkahkan, apabila mereka berlaku ikhlas
kepada Allah dan Rasul-Nya. Tidak ada jalan sedikitpun untuk mengalahkan
orang-orang yang berbuat baik, Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang,
dan tiada (pula dosa) atas orang-orang yang apabila mereka datang kepadamu,
supaya kamu memberi mereka kendaraan, lalu kamu berkata:"Aku tidak
memperoleh kendaraan untuk membawamu", lalu mereka kembali, sedang mereka
bercucuran air mata karena kesedihan, lantaran mereka tidak memperoleh apa yang
akan mereka nafkahkan. (QS. at-taubah/9:91-92)
Nabi bersabda:
الدِّينُ النَّصِيحَةُ قُلْنَا: لِمَنْ؟ قَالَ:
«لِلَّهِ وَلِكِتَابِهِ وَلِرَسُولِهِ وَلِأَئِمَّةِ الْمُسْلِمِينَ وَعَامَّتِهِمْ»
Agama adalah nasihat, Kami bertanya: Untuk
siapa? beliau menjawab: Untuk Allah, kitabnya, Rasulnya dan pemimpin muslimin
dan umumnya mereka (HR Muslim).
6. Belajar al-Qur`an dan sunnahnya. Terus
membaca dan memahami kandungannya serta mencintai ahlinya
al-Qaadhi Iyaadh berkata: Diantara
tanda cinta kepada nabi, mencintai Al-Qur`an yang dibawa beliau dan mengambil
petunjuk beliau serta berakhlah dengan sunnahnya hingga A’isyah berkata:
Sesungguhnya akhlak Nabi adalah al-Qur`an.
cintanya kepada al-Qur`an adalah membaca,
beramal dengannya dan memahaminya. (Asy-Syifaa 2/576).
Ibnu Mas’ud berkata: Janganlah seorang
bertanya tentang dirinya kecuali al-Qur`an , apabila dia mencintai al-Qur`an
maka dia mencintai Allah dan RasulNya. (Riwyat al-Baihaqi dalam al-Adab hlm
522).
7. Mencintai yang beliau cintai
Mencintai yang beliau cintai dari
keluarga, sahabat dan kaum mukminin adalah tanda kecintaan kepada Nabi. sebab
orang yang mencintai sesuatu akan mencintai yang dicintai kekasihnya tersebut.
8. Membenarkan apa yang beliau Shallallahu
‘alaihi wa sallam sampaikan sebab Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam
tidak berkata menurut hawa nafsunya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
وَمَا يَنْطِقُ عَنِ الْهَوَىٰإِنْ هُوَ إِلَّا
وَحْيٌ يُوحَىٰ
“Dan tiadalah yang diucapkannya itu
menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang
diwahyukan (kepadanya).” [An-Najm: 3-4]
9. Menahan diri dari apa yang dilarang dan
dicegah oleh beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
وَمَا آتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ
عَنْهُ فَانْتَهُوا ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۖ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ
“…Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka
terimalah dia. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah; dan
bertaqwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah sangat keras hukuman-Nya.” [Al-Hasyr: 7]
10. Mentaati apa yang Rasulullah
Shallallahu ‘alaihi wa sallam perintahkan.
Allah memerintahkan setiap Muslim dan
Muslimah untuk taat kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, karena
dengan taat kepada beliau menjadi sebab seseorang masuk Surga. Allah Subhanahu
wa Ta’ala berfirman:
تِلْكَ حُدُودُ اللَّهِ ۚ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ
وَرَسُولَهُ يُدْخِلْهُ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا
ۚ وَذَٰلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ
“(Hukum-hukum tersebut) itu adalah
ketentuan-ketentuan dari Allah dan Rasul-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke
dalam Surga yang mengalir di dalamnya sungai sungai, sedang mereka kekal di
dalamnya; dan itulah kemenangan yang besar.” [An-Nisaa’:
13]
Kita wajib mentaati Nabi Shallallahu
‘alaihi wa sallam dengan menjalankan apa yang diperintahkannya dan meninggalkan
apa yang dilarangnya. Hal ini merupakan konsekuensi dari syahadat (kesaksian)
bahwa beliau adalah Rasul (utusan) Allah. Dalam banyak ayat Al-Qur-an, Allah
Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan kita untuk mentaati Nabi Muhammad Shallallahu
‘alaihi wa sallam. Di antaranya ada yang diiringi dengan perintah taat kepada
Allah, sebagaimana firmanNya:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ
وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ
“Hai orang-orang yang beriman, taatilah
Allah dan taatilah Rasul-Nya…” ( QS
An-Nisaa’/4: 59]
Dan masih banyak lagi contoh yang lain. Di
samping itu terkadang perintah tersebut disampaikan dalam bentuk tunggal, tidak
dibarengi kepada perintah yang lain, sebagaimana dalam firman-Nya:
مَنْ يُطِعِ الرَّسُولَ فَقَدْ أَطَاعَ اللَّهَ
“Barangsiapa mentaati Rasul, maka
sesungguhnya ia telah mentaati Allah.” (QS
An-Nisaa’/4: 80]
Tekadang pula Allah mengancam orang yang
mendurhakai Rasul-Nya, sebagaimana dalam firman-Nya:
فَلْيَحْذَرِ الَّذِينَ يُخَالِفُونَ عَنْ أَمْرِهِ
أَنْ تُصِيبَهُمْ فِتْنَةٌ أَوْ يُصِيبَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ
“Maka hendaklah orang-orang yang melanggar
perintah Rasul takut akan ditimpa fitnah (cobaan) atau ditimpa adzab yang
pedih.” (QS An-Nuur/24: 63)
Artinya hendaknya mereka takut jika
hatinya ditimpa fitnah kekufuran, nifaq, bid’ah atau siksa pedih di dunia, baik
berupa pembunuhan, had, pemenjaraan atau siksa-siksa lain yang dise-gerakan.
Allah telah menjadikan ketaatan dan mengikuti Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa
sallam sebagai sebab hamba mendapatkan kecintaan Allah dan ampunan atas
dosa-dosanya.
Allah Subhanahu wa Ta’ala menjadikan
ketaatan kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai petunjuk dan
mendurhakainya sebagai suatu kesesatan. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
وَإِنْ تُطِيعُوهُ تَهْتَدُوا
“Dan jika kamu taat kepadanya, niscaya
kamu mendapat petunjuk.” (Qs An-Nuur/24: 54)
Allah mengabarkan bahwa pada diri
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam terdapat teladan yang baik bagi
segenap ummatnya. Allah berfirman:
لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ
حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا
“Sesungguhnya telah ada pada (diri)
Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap
(rahmat) Allah dan kedatangan hari Kiamat dan dia banyak menyebut Nama Allah.” (Qs Al-Ahzaab/33: 21)
Al-Hafizh Ibnu Katsir rahimahullah
berkata: “Ayat yang mulia ini adalah pokok yang agung tentang meneladani
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam berbagai perkataan, perbuatan
dan perilakunya. Untuk itu, Allah memerintahkan manusia untuk meneladani sifat
sabar, keteguhan, kepahlawanan, perjuangan dan kesabaran Nabi Shallallahu
‘alaihi wa sallam dalam menanti pertolongan dari Rabb-nya k ketika perang
Ahzaab. Semoga Allah senantiasa mencurahkan shalawat kepada beliau hingga hari
Kiamat.” (Tafsiir Ibni Katsir (3/522-523))
*****************
TANYA JAWAB
1.
Tanya Ustadz, Hukumnya
memakai sholawat untuk sebuah hajat duniaw apanhukumnya Ustadz? Misal:
seseorang menginginkan sepetak tanah, lalu dimenyolawati tanah tersebut sekian
ribu, agar bisa menjadi miliknya. Sering denger cerita seperti itu.
Terimakasih.
Jawab: Itu tidak benar dan tidak ada dasarnya dari ajaran Rasulullah
2.
Ijin bertanya
ustadz, Kalau kita sedang tilawah ada pengucapan huruf yang salah, apakah kita
berdosa?
Jawab: Apabila salah karena lupa atau karena kesalahan yang tidak disengaja
maka dimaafkan. Klo sengaja salah maka berdosa. Kita diwajibkan memperbaiki
pengucapan huruf al Quran sesuai kemampuan
3.
Untuk sholawat
naariyah apakah ada tuntunannya pak ustadz dari Rosulullaah? Seperti yg
disampaikan bunda ida tadi, saya pun sering disuruh bersholawat naariyah supaya
dimudahkan urusan.
Jawab: Demikian juga shalawat nariyah. Bahkan banyak ulama mempertanyakan
beberapa isinya yang dianggap melampau batasan seperti menyatakan Nabi memiliki
ilmu lauh mahfuzh.
4.
Kalau do'a
nurbuwat pak ustadz? Sempat baca ada artikel yang menyatakan kalau do'a
nurbuwat itu tidak boleh
Jawab: Saya cenderung dengan pendapat yang tidak membolehkannya sebab tidak
pernah diajarkan Nabi dan keutamaan serta janjinya yang besar perlu dibuktikan
dengan dasar hadits yang sah dan benar.
5.
Ustadz, bolehkah
kita bershalawat sambil beraktifitas dirumah atau harus di waktu-waktu tertentu
kah?
Jawab: Sangat dianjurkan dalam segala keadaan. Apalagi bila disebut nama
Rasulullah Muhammad shalallahu alaihi wa sallam
6.
Pak ustadz, saya
ingin punya keturunan, sudah 9 tahun masih berdua saja, adakah anjuran baca
sholawat khusus?
Jawab: Tidak ada. Tapi perbanyak istighfar ada dasarnya seperti dalam surat
Nuh ayat 10 sd 12. Itu juga anjuran imam al Hasan al Bashri.
7.
Shalawat yang
paling utama untuk diamalkan shalawat yang seperti apa ustadz?
Jawab: Sholawat ibrohimiyah yang dibaca pas tahiyat akhir dalam shalat menurut
kesepakatan ulama besar dari kalangan sahabat dan seterusnya.
8.
Assalamualaikum,
pernah dengar, jika terkena permasalahan terus menerus dan agar permasalahan
itu pelan-pelan selesai, maka amalkan istighfar seribu kali dan sholawat seribu
kali dalam sehari, benarkah itu ustadz? adakah dalilnya?
Jawab: Memperbanyak istighfar bisa membantu tapi baiknya jangan di batasi
dengan angka tertentu sebab dikhawatirkan muncul pemahaman harus 1000 kali
nggak boleh kurang atau lebih. Sebab dalilnya adalah memperbanyak istighfar. Juga
istighfarnya Nabi Yunus ktk diperut ikan paus bisa jadi dasarnya.
9.
Pak ustadz maaf
diluar tema. Untuk parfum beralkohol denat, apakah haram kalau terbawa sholat?
Jawab: Insya Allah pendapat yang rojih dalam hal ini adalah tidak mengapa.
=========================
Kita tutup dengan membacakan hamdalah..
Alhamdulillahirabbil'aalamiin
Doa Kafaratul Majelis :
سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت
أستغفرك وآتوب إليك
Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu
allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika
“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan
memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan
diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”
Wassalamu'alaikum warahmatullaahi
wabarakaatuh
================
Website: www.hambaAllah.net
FanPage : Kajian On line-Hamba Allah
FB : Kajian On Line-Hamba Allah
Twitter: @kajianonline_HA
IG: @hambaAllah_official
Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT



0 komentar:
Post a Comment