
Cahaya Hati ~ Ustadz Syahrawi
Munthe
Indah nian akhlaknya, tutur katanya
lembut, ucapannya santun, murah senyum, sangat bijak dan tidak pernah menyakiti
saudaranya, pintar bergaul dan ramah, hormat pada yang lebih tua dan sayang
serta teladan bagi yang muda. Dia selalu menepati janji, tidak pernah
berbohong, ingin selalu berlomba dalam kebaikan. Diapun cerdas, bacaannya al
qur'an, ibadahnya rajin, dan suka menolong saudaranya yang membutuhkan.
Gambaran ini ada pada sosok yang
mungkin sangat sempurna, yang setiap orang ingin menjadi demikian. Menjadi
orang shalih dan bermanfaat bagi orang lain. Apakah ada orang sesempurna itu?
insyaAllah ada. Sebab pada hakikatnya semua orang diciptakan untuk berlaku dan
berakhlak baik. Orang seperti tersebut di atas adalah orang yang hatinya
bercahaya, hingga apa yang dilakukan anggota tubuhnya adalah sinar kebaikan.
Cahaya hatinya menyinari 'kegelapan' yang ada disekitarnya.
Cahaya hati adalah cahaya yang
keluar dari kalbu manusia yang mampu menembus dan menerangi kegelapan dunia
yang tidak tertembus oleh cahaya benda-benda langit. Cahaya hati adalah cahaya
yang keluar dari hati manusia memantulkan kekuatan yang tidak dimiliki oleh
benda-benda langit. Cahaya itu dapat melembutkan kerasnya hati dan pikiran
manusia, sehingga dapat membentuk peradaban yang berguna bagi alam semesta.
Cahaya hati adalah cahaya iman yang datang dari cahaya Ilahi dengan bermacam -
macam rahasia yang tersembunyi di dalamnya.
Cahaya hati adalah pancaran hati
dari orang yang tertanam di dadanya iman dan Al Qur'an. Cahaya yang menembus
kegelapan dan kekufuran Cahaya yang sumbernya dari Allah. Allah berfirman:
اللَّهُ نُورُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۚ مَثَلُ
نُورِهِ كَمِشْكَاةٍ فِيهَا مِصْبَاحٌ ۖ الْمِصْبَاحُ فِي زُجَاجَةٍ ۖ الزُّجَاجَةُ
كَأَنَّهَا كَوْكَبٌ دُرِّيٌّ يُوقَدُ مِنْ شَجَرَةٍ مُبَارَكَةٍ زَيْتُونَةٍ لَا
شَرْقِيَّةٍ وَلَا غَرْبِيَّةٍ يَكَادُ زَيْتُهَا يُضِيءُ وَلَوْ لَمْ تَمْسَسْهُ
نَارٌ ۚ نُورٌ عَلَىٰ نُورٍ ۗ يَهْدِي اللَّهُ لِنُورِهِ مَنْ يَشَاءُ ۚ
وَيَضْرِبُ اللَّهُ الْأَمْثَالَ لِلنَّاسِ ۗ وَاللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ
"Allah (Pemberi) cahaya
(kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya Allah, adalah seperti sebuah
lubang yang tak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam
kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang
dinyalakan dengan minyak dari pohon yang berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang
tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat(nya),
yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api.
Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya
siapa yang dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi
manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu." (QS. 24 :35)
نُورٌ عَلَىٰ نُور...
"Cahaya di atas
cahaya............"
Ubay ibnu Ka'b dalam tafsir Ibnu Katsiir, mengatakan terkait dengan makna ayat ini, bahwa orang mukmin bergelimang di dalam lima nur (cahaya); ucapannya adalah cahaya, amal perbuatannya adalah cahaya, tempat masuknya adalah cahaya, tempat keluarnya adalah cahaya, dan tempat kembalinya ialah ke dalam surga kelak di hari kiamat dengan diterangi oleh cahaya. Subhaanallah.
Cahaya hati adalah cahaya dari
Allah, yang menyinarinya hingga ia mendapat petunjuk dariNya. Sedang orang yang
luput dari cahaya Allah akan sesat di dunia. Tidak mengenali kebenaran sebab
hatinya tertutup kekafiran. Sabda Nabi:
إِنَّ اللَّهَ خَلَقَ خَلْقَهُ فِي ظُلْمَةٍ،
ثُمَّ أَلْقَى عَلَيْهِمْ مِنْ نُورِهِ يَوْمَئِذٍ، فَمَنْ أَصَابَ يَوْمَئِذٍ
مِنْ نُورِهِ اهْتَدَى، وَمَنْ أَخْطَأَهُ ضَلَّ. فَلِذَلِكَ أَقُولُ: جفَّ
الْقَلَمُ عَلَى عِلْمِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ"
"Sesungguhnya Allah Swt.
menciptakan makhluk-Nya dalam kegelapan, kemudian melemparkan kepada mereka
sebagian dari cahaya-Nya pada hari itu. Maka barang siapa yang terkena sebagian
dari cahaya-Nya, tentulah ia mendapat petunjuk; dan barang siapa yang luput
dari cahaya-Nya, sesatlah dia. Untuk itulah saya ucapkan, "Keringlah pena
(dalam mencatat) ilmu Allah Swt."
(HR. Ahmad)
Cahaya hati adalah cahaya yang
bersumber dari ilmu, dari basuhan air wudhu, dari bacaan al qur'an, dari
sedekah kepada kepada fakir miskin, dan dari amal shalih.
Di bulan Ramadhan suci ini, semoga
kita semua mendapat cahaya Allah agar hati kita bercahaya, cahaya dari amaliyah
ramadhan. Semoga Allah menuntunnya. Amin
@Bogor, 22 Mei 2018, pukul 22.30
•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•
Kita tutup dengan
membacakan hamdalah..
Alhamdulillahirabbil'aalamiin
Doa Kafaratul Majelis:
سبحانك اللهم وبحمدك
أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك
Subhanakallahumma
wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika
“Maha Suci Engkau ya
Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah
melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”
Wassalamu'alaikum
warahmatullaahi wabarakaatuh
================
Website: www.hambaAllah.net
FanPage: Kajian On line-Hamba Allah
FB: Kajian On Line - Hamba Allah
Twitter: @kajianonline_HA
IG: @hambaAllah_official
Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT



0 komentar:
Post a Comment