Rekap
Kajian Online HA Ummi G3
Hari,Tgl:
Jumat, 5 Oktober 2018
Materi:
Muslimah Yang Sukses Dunia dan Akhirat
Narasumber:
Ustadzah Maryam
Waktu
Kajian: 16.30 WIB - selesai
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
Bagaimana
muslimah bisa sukses...mari kita baca bersama Akselerasi Sukses
Siapa yang tidak ingin menjadi orang sukses?
Tentu semua orang menginginkannya karena itu adalah fitrah manusia. Oleh karena
itu kita lihat semua orang mempunyai cita-cita untuk meraih kesuksesannya.
Sayangnya, di era modern ini sukses selalu
identik dengan kekayaan, kedudukan dan kekuasaan. Sudah tidak begitu banyak
lagi orang yang beranggapan terpeliharanya iman, akhlak bahkan ketekunan dalam
beribadah sebagai prestasi. Itu mengapa tidak banyak orang yang benar-benar
serius memelihara imannya. Agama tidak lebih dari ritual dan seremonial belaka.
Kondisi
tersebut mengantarkan sebagian umat Islam cara berpikir pragmatis/instan,
akibatnya mereka tidak mampu memahami hakikat kebahagiaan.
Padahal
hakikat yang sejati terletak pada kuatnya iman, kokohnya akidah dan tegaknya
amal ibadah dalam diri setiap muslim dan muslimah.
Dengan
begitu juga akan terbangun mental kerja yang lebih kuat daripada mereka yang tidak
terpelihara imannya. Bagaimana bila seorang muslimah tidak memiliki iman yang
tidak kokoh, banyak contoh yang akhirnya mengambil jalan pintas dengan berbuat
yang tidak sesuai syariat, nauzubillah.
Dalam bahasa Inggris dikenal motto, "Doing
the best what can I do.”
"Jika
kamu berbuat baik berarti kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu
berbuat jahat maka kejahatan itu bagi dirimu sendiri "Al Isra ayat 7.
Bagaimana
sukses hakiki bagi seorang muslim dan muslimah?
Tentu
tiada lain adalah keridhoan Allah SWT.
Mungkinkah
kita mendapatkannya
Keridhoan
Allah akan diberikan kepada saja yang bermujahadah ingin mendapatkannya. Tidak
peduli orang miskin, kaya, tampan, cantik, besar, pendek, putih, hitam, pejabat
atau rakyat sekalipun.
Semua
InsyaAllah mendapatkan peluang itu, tinggal bagaimana mujahadah masing-masing
kita untuk mendapatkannya.
Baik
sekali kalau kita bisa bersinergi dengan suami untuk bertasbiqul khairat dalam
mencari ridhoNya agar hadir ruh dan semangat utk berkumpul di jannah-Nya
InsyaAllah
Bunda-Bunda
sholihah, banyak cara kita meraih kesuksesan dengan formula ibadah sebagai
penunjang dan menentukan tujuan. Lalu sebenarnya apa yang menjadi tujuan hidup
kita?
Buatlah
tujuan hidup kita hanya untuk mendapat ridho Allah semata
Karena
jika kita hanya bertujuan pada dunia saja maka akan mendapatkan kesenangan di
dunia saja tanpa ada balasan akhirat.
Dan
carilah pada apa yg telah di anugerahkan Allah kepadamu kebahagian negeri akhirat dan jangan kamu
lupakan bahagianmu dari duniawi Al- Qashash
77
Bagaimana
akselerasi bisa terwujud, cobalah secara berkala melakukan kebaikkan yg baru
Mari
kita berusaha menjadi orang yg cepat saat dpanggil oleh Allah lewat seruannya
ketika adzan. Jangan entar..entar...tapi segera enter~masuk/ kerjakan. Bila
bersegera dalam beribadah kepada Allah dalam segala aspek kehidupan dan
melakukan banyak percepatan maka kita akan menuai"omset " pahala dari
ALLAH InsyaAllah
Mulai
besok niatkan sholat dhuhanya akan di tambah menjadi 4 raka'at, semoga dengan
berjalannya waktu akan terbiasa menjadi 8 raka'at
Buat
target tilawah bisa ditambah dengan tarjim walaupun 1 lembar/ hari. Semoga yang
biasanya 1 juz, kedepan bisa tambah InsyaAllah
Sholat
lail yang di sertai doa, semoga bisa memotivasi kita untuk bangun walaupun
hanya 3~4x perhari
Dalam
harta kita ada hak orang lain maka keinginan untuk bersedekah seolah tidak mau
ketinggalan ketika ada seruan/mobilisasi untuk meringankan saudara/tetangga
Yakin
saja jika kita memberi maka Allah akan mengganti karena sedekah adalah kunci
utama memperlancar rizqi.
#hartanya
InsyaAllah juga menjadi barokah, di dunia dicukupkan kebutuhannya dan kelak menjadi tabungan di akhirat
InsyaAllah
Masih
banyak tentunya hal-hal yang baik dan baru yang bisa dilakukan untuk
percepatan, tergantung usaha dan do'a. Setelah itu bertawakallah karena segala
sesuatu yang kita capai dan harapkan hanyalah milik Allah yang telah di amanahkan kepada kita. Semua
perlu di syukuri dengan memperbanyak kebaikkan lainnya dan tidak boleh sombong
atas amanah itu.
Semoga
ini bisa menjadi insipirasi…
Rasulullah
saw. pernah duduk bersama para Sahabat-Sahabatnya dan menanyai mereka
dimulai
dari (Abu Bakr)
Apa
yang engkau cintai dari dunia ini?
Maka
ia berkata : *yang saya cintai dari dunia ini ada tiga:
-Duduk
di hadapanmu SAW.
-Melihatmu
SAW.
-Menginfaqkan
hartaku untukmu SAW
Dan
engkau wahai (Umar),
apa
yang kamu cintai dari dunia ini?
Maka
ia berkata : *yang saya cintai dari dunia ini ada tiga:
-Mengajak
kepada kebenaran walaupun secara sembunyi-sembunyi.
-mencegah
kemungkaran walaupun secara terang-terangan.
-mengatakan
yang haq (benar) walaupun itu pahit.
Dan
engkau wahai (Utsman), apa yang kamu cintai dari dunia ini?
Maka
ia berkata : *yang saya cintai dari dunia ini ada tiga:
-Memberi
makan.
-Menyebarkan
salam.
-Dan
shalat di malam hari di saat manusia tidur.
Dan
engkau wahai (Ali), apa yang kamu cintai dari dunia ini?
Maka
ia berkata : *yang saya cintai dari dunia ada tiga:
-Memuliakan
tamu.
-Berpuasa
di musim panas.
-Dan
membunuh musuh dgn pedang.
Kemudian
Nabi saw. menanyai (Abu Dzar Al-Ghifary), apa yg kamu cintai di dunia ini?
Ia
berkata : *yang saya cintai di dunia ini ada tiga hal:
-Rasa
lapar.
-Sakit.
-Dan
mati.
Kemudian
Nabi saw. berkata kepadanya : Mengapa?
*Maka
(Abu Dzar) menjawab :
Saya
mencintai rasa lapar agar hatiku menjadi lembut. Saya mencintai sakit agar
dosaku berkurang.
Dan
saya mencintai mati agar aku dapat bertemu dengan Rabbku.
Kemudian
Nabi saw. bersabda:
Aku
telah dijadikan mencintai tiga hal dari dunia kalian ini:
Wangi-wangian
(parfum)
Dan
dijadikan penyejuk mataku di dalam shalat
Wanita
Shalihah
Dan
pada waktu itu turun (Jibril as.) dan mengucapkan salam kepada mereka dan
berkata : Dan saya mencintai tiga hal dari jdunia kalian :
..Menyampaikan
risalah (pesan).
..Menunaikan
amanah.*
..Dan
mencintai orang-orang miskin.
*Kemudian
ia naik ke langit dan turun kembali dan berkata :
Allah
azza wa jalla *mengucapkan salam kepada kalian dan mengatakan : *sesungguhnya
Ia mencintai tiga hal dari dunia kalian :
..Lidah
yang senantiasa berdzikir.
..Hati
yang khusyuk.
..dan
jasad (tubuh) yang sabar atas musibah.
Maha
suci Allah dan segala puji bagi-Nya.
Maha
suci Allah Yang Maha Agung.
Alhaqqu
birrobbika falaa takuunanna minalkhoosirin, yg benar datangnya dari ALLAH dan
yg salah dari saya yg dhoif. Astaghgirullah...mohon di maafkan, smg Allah
berikan hidayahNya untuk kita semua dan mudah meraih ke suksesan di dunia dan akhirat kelak..aamiin
ya ALLAH
===========
TANYA
JAWAB
T:
Afwan
ijin bertanya bunda, bagaimana seorang muslimah yang hidupnya merasa selalu
diuji ya bunda?? Apakah karena banyaknya dosa meski sekecil ghibah dalam hati?
J:
Baik
InsyaAllah saya akan coba jawab, walaupun ini beda tema hari ini ya bunda.
Kembali
kepada keimanan, karena bahwa di beberapa ayat (buka Al-mulk ayat 2) Allah mengingatkan
bahwa "siapa yang lebih baik amalnya" setelah ujian datang
terpuruk imannya atau menjadi lebih dekat kepada ALLAH.
Sebenarnya
kekayaan juga ujian tapi banyak yang mengira itu adalah kesenangan, padahal itu
juga bisa menjadikan manusia lupa, nauzubillah.
T:
Izin
bertanya, bagaimana jika dalam keluarga hanya istri yang berusaha untuk terus
memperbaiki ibadah sementara suami cuek-cuek saja dan tidak ada niat untuk
belajar, jika diingatkan seolah-olah tidak dengar.
J:
Itulah
perlunya di awal pernikahan untuk punya komitmen bersama tapi kalau sudah
terlanjur, InsyaAllah tidak terlambat untuk menyamakan persepsi dan tujuan kita
berkeluarga bukan di dunia saja kita kumpul tapi di akhirat sendiri-sendiri. Minimal
mari kita pelan-pelan ajak suami ke pengajian ahad pagi, kajian dhuha di masjid-masjid
Raya. Coba tanya teman untuk pengajian bapak-bapak.
T:
Afwan
bunda, ijin bertanya. Sebatas apa kesabaran kita mengingatkan kewajiban syariat
islam kepada keluarga, karena kadang terasa sangat sulit. Mohon penjelasannya.
J:
Sabar
tidak ada batasnya bunda, memang butuh perjuangan dan kerjasama dengan suami.
Kembali kepada visi misi bersama apalagi kalau anak-anak sudah remaja, kudu ada
waktu untuk duduk bersama mengkaji ilmu-ilmu
agama. Minimal panggil ustadz yang kita kenal baik akhlaknya dan kompeten di
bidang syariah yang bisa menyiram "hati" agar ruhani senantiasa
bersinar dan keluarga juga damai. Mengingatkan kewajiban syariat, ajak anak
dialog baik-baik bukan dengan omelan apalagi anak remaja kudu pelan-pelan malah
dengan diajak makan diluar InsyaAllah lebih mengena.
Contoh,
kita dalam menjalakannya semoga juga menyadarkannya anak-anak, Alhamdulillah dengan
di iringi do'a juga. Semua butuh proses ya bunda-bunda, semoga dengan kita
berusaha dan do'a Allah memberikan hidayahNya. Aamiin InsyaAllah
•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•
Kita tutup dengan
membacakan hamdalah..
Alhamdulillahirabbil'aalamiin
Doa Kafaratul Majelis:
سبحانك اللهم وبحمدك
أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك
Subhanakallahumma
wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika
“Maha Suci Engkau ya
Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah
melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”
Wassalamu'alaikum
warahmatullaahi wabarakaatuh
================
Website: www.hambaAllah.net
FanPage: Kajian On line-Hamba Allah
FB: Kajian On Line - Hamba Allah
Twitter: @kajianonline_HA
IG: @hambaAllah_official
Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT



0 komentar:
Post a Comment