assalamualaikim teman-teman semoga baik-baik semua dan tidak kebanjiran. Saya mau kasih materi tapi ga banyak-banyak, maaf yak. Hanya ingin mengajak tadabbur tentang ayat ini.
Bahwa memang pada diri manusia telah Allah berikan potensi fujur (fasik, durhaka) dan takwa. Tentang potensi takwa mungkin tidak sulit dipahami, tapi soal potensi durhaka sering menimbulkan tanda tanya. Mengapa Allah berikan potensi keburukan pada diri manusia kalau akhirnya Dia akan mengazabnya?
Bahwa memang pada diri manusia telah Allah berikan potensi fujur (fasik, durhaka) dan takwa. Tentang potensi takwa mungkin tidak sulit dipahami, tapi soal potensi durhaka sering menimbulkan tanda tanya. Mengapa Allah berikan potensi keburukan pada diri manusia kalau akhirnya Dia akan mengazabnya?
Hal ini yang kemudian sering dijadikan hujjah sebagian orang tentang berbagai keburukan yang ada dengan dalil memang sudah ada atau dari sononya mereka melegalisasi keburukan di antaranya soal lgbt yang sekarang ramai dibicarakan. Dengan dalil bahwa hal ini adalah ada dan fakta maka tidak boleh diingkari. Perlu kita pahami tentang kehendak Allah ada dua macam;
1- Iradah kauniah > keinginan Allah terhadap alam ini
Ini sifatnya mutlak Allah yang tentukan manusia tidak berhak menuntut juga tidak mempertanyakan Allah kenapa begitu.
لَا يُسْأَلُ عَمَّا يَفْعَلُ وَهُمْ يُسْأَلُونَ
2. Iradah syar'iyyah kehendak Allah yang bersifat syar'i maksudnya adalah kehendak Allah yang sifatnya tuntutan dan keinginan dari berbagai perbuatan dan keyakinan yang Allah ridhai.
Sebagaimana ayat di atas, meski Allah katakan dia memberikan manusia potensi fujur dan takwa ini iradah kauniah namun sesudahnya Allah jelaskan yang selamat adalah orang yang mensucikan dirinya dan rugilah orang yang mengotorinya, inilah yang disebut irodah syar'iyyah. Jadi adanya keburukan, adanya orang kafir, iblis dan orang-orang jahat dan sesat itu semua bagian dari iradah kauniah, kita tak boleh mempertanyakan Allah mengapa Dia ciptakan itu semua apalagi melegalkan itu semua dengan alasan itu semua fakta.
Allah tidak ciptakan keburukan tidak untuk keburukan, tapi bagaimana seseorang meraih kebaikan dibalik itu kita yang mengahadapinya, itu menjadi lahan dakwah sedangkan orang yang mengalaminya itu menjadi saran bagi dia untuk berjuang mengatasinya atau bertaubat mohon ampunan
Yang menjadi acuan kita adalah irodah syar'iyah apa yang Allah inginkan, dia cintai dan dia ridhai dari kita. Dan untuk itu kita diberi akal untuk menangkap pesan-pesan Allah apa yang Dia ridhai yang disampaikan melalui para rasul dan kitab-kitabnya. Maka salah kalau kita dibilang manusia ibarat wayang di tangan para dalang karena wayang ga punya otak dilemparin pun dia tidak melawan tapi kalau manusia di hadapan Allah meski kita berada dibawah kehendak Allah, tapi kita berakal bisa memilih mana yang baik yang Allah ridhai dan cintai mana yang Dia murkai untuk kita jauhi. Karena itu orang yang tidak berfungsi akalnya tidak dicatat amalnya alias tidak kena dosa walaupun dia melanggar misalnya orang gila, orang tidur, anak kecil.
Thayib....sampe disini dahulu.....kebanyakan ntar kekenyangan....:)
TANYA
Manusia normal seperti kita pun punya potensi durhaka kan ustadz?
Jawab
naam....selagi masih punya syahwat manusia punya potensi durhaka
وَمَا أُبَرِّئُ نَفْسِي ۚ إِنَّ النَّفْسَ لَأَمَّارَةٌ بِالسُّوءِ إِلَّا مَا رَحِمَ رَبِّي ۚ إِنَّ رَبِّي غَفُورٌ رَحِيمٌ
tapi kita diberi kemampuan oleh Allah untuk meninggalkannya.
TANYA
TANYA
Potensi durhaka terbesar 'NAFSU' segala jenis nafsu ya ustadz?
Jawab
Hawa nafsu dibutuhkan untuk menggerakkan kehidupan namun dia harus dikontrol, diarahkan dan dikendalikan bukan dimatikan
Unknown
February 18, 2016
New Google SEO
Bandung, IndonesiaHawa nafsu dibutuhkan untuk menggerakkan kehidupan namun dia harus dikontrol, diarahkan dan dikendalikan bukan dimatikan
Doa penutup majelis :
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ ٭
Artinya:
“Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”
Wassalamualaikum wr.wb
--------------------------------------------------
Hari / Tanggal : Kamis, 18 Februari 2016
Narasumber : Ustadz Abdullah Haidir Lc
Tema : Kajian Islam
Notulen : Ana Trienta
Kajian Online Telegram Hamba اَﻟﻠﱣﻪ Ta'ala
TADDABUR SURAT ASY SYAMS AYAT 7-10
Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Thursday, February 18, 2016
KAJIAN ONLINE HAMBA اَللّهُ TA'ALA UMMI
Hari / Tanggal : Senin 1 juni 2015
Narasumber : Ustadz michail
Tema : Tadabur QS.Al Baqarah 22
Group : M5
Notulen : Arsyafa
"Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezeki untukmu; karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui."
(Al-Baqoroh : 22)
Sebuah penegasan yang bisa kita Tadabburi ayat ini dengan Hati yang harus kita hidupkan
Hal utama yang harus kita tekankan dalam langkah menuju masa depan yang bersifat ghoib, yaitu Tauhid (kita harus benar-benar dengan penuh kesungguhan mengEsakan Allohu Azza Wa Jalla) Karena Allohu Ta'ala Yang Maha Menguasai Takdir dan Maha Keras Siksa-Nya yang faqir dapat dilapangkan, yang besar akan mudah di persempit oleh Allohu Ta'ala
Allohu Ta'ala Yang Maha Suci, setiap kehendak-Nya Suci dan Allohu Ta'ala Maha Mengusai, Bumi ini milik-Nya, Tiada sesuatu kehidupan biarpun dipelosok terpencil sekalipun PASTI Allohu Azza Wa Jalla Mengetahui. Maka tidak sepantasnya kita memiliki Tuhan ataupun membelakangkan Allohu Azza Wa Jalla dari setiap hajat hidup kita. Karena Sungguh, masa depan hidup kita semua dapat disempurnakan dengan kebaikan jika Allohu Azza Wa Jalla menaungi hidup kita
Sungguh ada beberapa hal yang harus kita semua perhatikan untuk merangkai masa depan hidup kita, yaitu
Pertama, hiasi Hati kita dengan berTawakkal atas setiap hajat dalam hidup dan menyertakan setiap hajat dalam hidup mendahulukan Allohu Ta'ala
Kedua, kerjakanlah sebuah Ibadah yang kita fikir sulit kita kerjakan, seperti Tilawah Qur'an minimal 2juz dalam sehari dan Qiyamulail atau Shodaqoh di luar batas kemampuan kita
Ketiga, jangan biarkan ada space waktu yang terbuang dengan kelalaian ataupun ada aktifitas Mubah tanpa nilai yang tidak mendatangkan Pahala Surga
Duhai Hati yang Rindu Cahaya Qur'an, hidupkanlah Hari kita di bawah naungan Al-Qur'an dan jadilah Singa yang haus akan setiap 'amal Sholih
Lahaula waa Quwwata illa billah..
TANYA JAWAB
Tanya ust, mohon dijelaskn lagi poin pertama tentang menghiasi hati dengan bertawakkal dst
Jawab
Bentuk Tawakkal adalah agar diri kita tidak kecewa ketika keinginan diri tidak sesuai dengan kehendak Allohu Azza Wa Jalla. Dan agar Tawakkal itu hidup maka hal yang harus kita hidupkan adalah nafas yang berhias Al-Qur'an
Tanya
Ustad yang dimaksud shodaqoh diluar batas kemampuan kita. Itu gimana ust. Terima kasih.
Jawab
2 bulan yang lalu, saya memiliki uang 2juta. Di saat itu, saya ada janji mau kasih keorang tua untuk kebutuhan dapur. Di waktu yang sama ada tetangga dan beliau Janda lalu memiliki anak yatim silatrhm kerumah dalam rangka meminjam uang untuk bayar kontrakkan dan uang kebutuhan lain nya. Dengan bergegas, uang 2jt saya berikan tetangga saya lalu saya melelang group WA dengan jama'ah semuanya dari BMI Hongkong yang saya kelola sendiri. Alhamdulillah dapat donasi 10jt, lalu saya berikan semua nya ke tetangga saya. Lalu selama 2bulan org tua marah dan saya kesulitan transport untuk berangkat ngajar, sampai saya pinjam uang dengan teman halaqoh Tarbawi 100rb. Baru 3hari yang lalu, saya mendapatkan hadiah mobil baru dari jama'ah Ta'lim saya dan diwaktu yang sama saya mengisi seminar Qur'an di beberapa perusahaan dan Alhmdllh mendapatkan kafalah 30jt. Seperti itulah cara Allohu Azza Wa Jalla memberikan yang terbaik terhadap kualitas Ibadah Hamba-Nya. Wallohu'alam
Doa penutup majelis :
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ ٭
Artinya:
“Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”
Wassalamualaikum wr.wb
Kajian Online Telegram Akhwat Hamba اَللّٰه Ta'ala
Hari / Tanggal : Rabu, 25 Februari 2015
Narasumber : Ustadzah Neneng Kusmayanti
Tema : Tadabbur
Notulen : Ana Trienta
Notulen : Ana Trienta
Assalamualaikum wr wb
Hari ini kita lanjut alfatihah yaa. Kita lanjut
yaa bahasan kita dalam surah al fatihah
Sudah ayat berapa ya? Ayat 4 kayaknyaa. Kita
lanjut ayat ke 5 yaa
Bismillahirrahmaanirrahiim
5# "Iyya ka na'budu wa iyya kanasta'iin
“Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan
hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan”
Mari kita telaah ayat 5 ini.
Kalimat ini adalah kalimat persaksian janji dan
pengakuan bahwa manusia berjanji Alloh satu satunya Dzat yg akan dia
sembah dan Dzat yang akan ia mintai pertolongan
Ini adalah akidah yang sempurna yang di arahkan
nabi dan Alloh swt kepada manusia. Tidak ada ibadah kepada Alloh tanpa
pertolongan dan bantuan serta bimbingan Alloh
Sehingga sebaik permohonan pertolongan
adl kepada Alloh pemilik diri kita
TAFSIR AL FATIHAH AYAT 5 - 7
Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Wednesday, February 25, 2015
Rekapan Kajian Online Hamba الله Ta'ala
Nanda M103
Hari/tanggal : Kamis, 15 Januari 2015
Narasumber : Ustadz faris
Tema : Tafsir
Editor: Shofie
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ (1) مَلِكِ النَّاسِ (2) إِلَهِ النَّاسِ (3) مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ (4) الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ (5) مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ (6
Tadabbur (merenungi) Surah AnNaas
Surat ini secara umum memberikan pemahaman yang sangat penting dan mendasar, serta mengoreksi pemahaman dan persepsi manusia yang secara alamiah terbangun tanpa sadar dalam benaknya.
Pemahaman yang sangat penting dan mendasar tersebut adalah tentang 2 hal;
1. Hakikat Tuhan, Allah Subhanahu wa Ta’la
2. Hakikat Manusia, dan hubungannya dengan dua pihak; Tuhannya, Allah Ta’ala, dan musuhnya, syaithan
Bagi manusia yang sedang membangun persepsi dan keyakinannya tentang ketuhanan, kemanusiaan dan hubungan antar keduanya, perenungan surat ini menjadi penting. Karena diatas persepsi yang benar inilah segala tindak-tanduk, cara berpikir dan berperilaku dibangun dan dibiasakan dengan cara yang benar.
Persepsi dan keyakinan ini pun diperolehnya harus dari sumber tunggal; karena itulah Allah mengawali surat ini dengan talqin (dikte) berupa kata قل Qul “katakanlah”, demi menihilkan sumber lain dalam membangun persepsi dan keyakinan, semata bersumber wahyu, bukan hasil rekaan dan mitos turun temurun.
Kajian Online WA Hamba اَللّٰه Ta'ala
(Nanda 104)
(Nanda 104)
Hari/ Tanggal : Kamis 01 Januari 2015
Narasumber : Ustad Faris
Tema : Tafsir
Notulen : Rini & Shofie
Editor : Ana Trienta
Al-Fatihah adalah surat pembuka yang terletak di awal mushaf, tergolong Makkiyah, dan berjumlah 7 ayat. Namun demikian, letaknya di awal mushaf tak berarti turunnya di awal, karena susunan mushaf bersifat tauqifiy (sesuai kehendak Allah) yang mengandung rahasia dan hikmah tersendiri.
Al-Fatihah disebut juga Ummul Qur’an. Para cendekiawan berpendapat; ada beberapa hikmah kenapa ia digelari Ummul Qur’an [1];
1. Sebagai pembuka yang mengawali Al-Qur’an, laksana induk (Umm)
2. Mencakup maqashid (tujuan-tujuan utama) dari diturunkannya AlQur’an, maqashid tersebut antara lain;
- Ma’rifatullah (mengenal Allah) dengan segala kesempurnaan sifatNya yang diungkapnya dengan pujian
- Perintah dan Larangan, yang terangkum dalam ungkapan “Iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’in)
- Janji Pahala dan Ancaman yang ter-ekpresikan dalam “shiratalladzina an’amta ‘alaihim…”
3. Mencakup ringksan makna dari AlQur’an secara keseluruhan, karena makna AlQur’an secara umum berporos pada dua hal;
- Hukum-hukum teoritis (aqidah) yang wajib diketahui dan diimani. Dimana dalam surat ini, diisyaratkan dengan pemberitahuan akan Dzat Allah Ta’ala dengan segala kesempurnaan nama dan sifat-sifatNya
- Hukum-hukum aplikatif (halal-haram) yang wajib diamalkan atau dihindari. Hukum-hukum aplikatif dalam surat ini terklasifikasi menjadi dua; amalan hati dan amal fisik. Amalan fisik diisyaratkan dengan “iyyakana’budu” yang bermakna keharusan benarnya tatacara kita beribadah dan bersyariah. Sedang amalan hati diisyaratkan dengan “iyyaka nasta’in”, yang bermakna totalitas keikhlasan hati dalam mengesakanNya dalam setiap aktivitas.
Syaikh Sa’id Hawwa secara khusus memaknai dua ayat terakhir (6-7) sebagai panduan manhaj hayah (pedoman hidup), yang bermakna tuntunan tentang bagaimana kita menjadikan acuan dan siapa yang dijadikan acuan dalam menjalani kehidupan [2].
Ma’rifatullah dalam Surat Al-Fatihah
Al-Quran memiliki cara yang khas dalam mengenalkan Dzat dan Sifat Allah (Ma’rifatullah) secara umum ada 2 cara;
- Allah menyebutkan Asma ul Husna (nama dan sifat yang luhur & sempurna) yang melekat pada Dzat-Nya.
- Meminta kita untuk merenungkan tanda-tandaNya (ayat-ayatNya) yang bersifat kauni.
Penggunaan Asmaul Husna memiliki dua fungsi [3];
- Fungsi Retoris : yang brtujuan menciptakan nuansa harmoni dan keindahan, baik pada aspek bunyi & tema, dalam berbagai ayat AlQur’an, inilah mengapa ayat-ayat begitu mudah & indah untuk dihafal & dicerna.
- Fungsi Teologis (pengokohan aqidah): tentang hakikat Dzat Allah Ta’ala, bahwa DzatNya pemilik segala kesempurnaan tanpa ada kekurangan & aib sedikitpun. ini menyiratkan bahwa DzatNya melampaui semua dugaan kita; bahwa perspektif apapun tentangNya sedikitpun tidak mendekati hakikat yang sesungguhNya.
Al-Fatihah-scara indah & khusus- mengantar para pembacanya untuk mengenal Allah melalui Asmaul Husna-Nya, yang dibuka dengan ungkapan pujian (Al-Hamd) yang lebih luas daripada sekedar terimakasih (AsSyukr).
Ada beberapa nama & sifat yang diungkapkan dalam rangkaian Al-Fatihah ini [4];
- Allah -Azza wa Jalla- ; nama khusus yang mewakili Dzat-Nya, ini adalah namaNya yang paling agung, karena pada nama inilah melekat semua sifat-sifat "Maha Sempuna" yang lain.
- Rabb; nama yang bermakna kekuasaan & kepemilikan mutlak atas segala sesuatu, menciptakan semua & mengatur rizkinya. karenanya lafaz ini tak boleh dinisbatkan kepada selain Allah.
- Ar-Rahman Ar-Rahim; dua nama yang bergandengan sekaligus, keduanya berakar dari kata Ar-Rahmah (kasih sayang). sebagian cendekiawan/ulama berpendapat; Ar-Rahman lebih luas & istimewa dari ArRahim, karena ArRahman mencakup kasih sayang kepada semua makhluk mukmin ataupun kafir, sedangkan ArRahim khusus pada mukmin saja. Nama ArRahman -lafaz ini- tak boleh menjadi nama makhlukNya namun ArRahim boleh saja dinamai dengannya makhlukNya.
- Maaliki yaumiddin; Penguasa hari Ad-Diin (pembalasan), menyiratkan bahwa pada hari itu,dimana tiap makhluk mempertanggungjawabkan, DIA-lah pemilik & penguasa hari itu,tak ada yang lain, disaat para peng-klaim pemilik kuasa di dunia tak lagi bisa berkuasa.
Terkumpulnya nama dan sifat dalam satu rangkaian yang sekilas berbeda kesan (kasih sayang sekaligus pembalasan) menyiratkan pada pembaca bahwa rasa takut (khauf) & harap (raja') kita pada saat yang sama semata menuju kepadaNya,satu-satuNya.
AlQuran –secara unik- dalam rangkaian Al-Fatihah ini, mengenalkan hakikat DzatNya menggunakan perangkat retoris yang disebut Al-Iltifat yang bermakna peralihan perspektif gramatikal.
Pada empat ayat pertama, Allah Ta'ala dinyatakan dalam bentuk ketiga tunggal, yang menyiratkan pesan keagungan & kekuasaanNya atas seluruh makhluk, lalu tiba2 kita dikejutkan pada ayat kelima karena Allah dinyatakan dalam bentuk orang kedua tunggal.
Perubahan ini mengesankan hubungan yang lebih akrab antara Khaliq dengan makhluk-Nya..atau dengan kata lain; Sang Khaliq berkuasa penuh atas seluruh makhlukNya, meski demikian keagunganNya dapat didekati oleh siapapun yang beribadah & berserah diri kepadaNya.
Wallahu A'lam
Riyadh,200513
_________________________________________________________________
[1] Ibn Asyur, AtTahrir wa Tanwir
[2] Sa’id Hawwa, Al-Asas fi Tafsir
[3] Ingrid Mattson, PhD, The Story of The Quran
[4] Ibn Katsir, Tafsir AlQuranil ‘Azhim
Artikel asli disini:
http://faris-jihady.blogspot.com/2013/05/inspirasi-dari-surat-al-fatihah.html?m=1
TANYA JAWAB
1. Ustadz. Pada paragraf kedua terakhir dijelaskan "bahwa Allah dinyatakan dalam bentuk ketiga pada ayat ke 4, dan ayat ke 5 dinyatakan dalam bentuk kedua tggal" itu maksud dari hal tersebut apa tadz?
Jawab
Jawab
Bentuk kata ganti ketiga adalah "dia". Sdgkan kata ganti kedua "engkau". Coba diperhatikan.
Jadi ada perpindahan gaya bahasa dari ayat 1-5
2. Dalam segala aspek dan doa, surat al fatihah memiliki posisi yang lebih utama seperti dalam shalat. Itu ada hikmah apa dibalik hal tersebut tadz?
Jawab
Jawab
Bisa jadi hikmahnya, karena ia mengandung pokok-pokok agama, merangkum aqidah, pujian, ibadah, permintaan tolong, dan juga way of life
3. Sebagai way of life. Itu penerapan sesuai dengan kandungan al fatihah seperti apa tadz? Dan bagaimana menyingkronkan amalan hati dengan fisik?
Jawab
Way of life tersirat dalam 2 ayat terakhir. ShiratalMustaqim (jalan yang lurus). Mengikuti jalan petunjuk orang-orang yang diberi nikmat (nabi & orang-orang shaleh), konsisten antara ilmu & amal. Bukan ikut-ikutan cara hidup orang-orang yang dimurkai, (Yahudi) punya ilmu tapi mengingkari kebenaran, atau yang sesat (Nasrani), beragama tanpa ilmu. Kalo berat dibacanya pelan-pelan aja. Bisa dimulai dengan membaca terjemah mushaf.
Way of life tersirat dalam 2 ayat terakhir. ShiratalMustaqim (jalan yang lurus). Mengikuti jalan petunjuk orang-orang yang diberi nikmat (nabi & orang-orang shaleh), konsisten antara ilmu & amal. Bukan ikut-ikutan cara hidup orang-orang yang dimurkai, (Yahudi) punya ilmu tapi mengingkari kebenaran, atau yang sesat (Nasrani), beragama tanpa ilmu. Kalo berat dibacanya pelan-pelan aja. Bisa dimulai dengan membaca terjemah mushaf.
4. Berbicara masalah ikut-ikutan orang-orang yang dimurkai. Itu seperti perayaan tahun baru tadz ya?
Jawab
Jawab
Betul
5. Ustdaz mau bertanya..itu d ataskan ada beberapa hikmah kenapa al-fatihah di gelari ummul qur'an, nah yang mau ditanya kan pada no ke.3 makna al-qur'an secara umum,"hukum" teoritis (aqidah) yang wajib diketahui "nah itu maksudnya seperti apa yah ustdz??
Jawab
Hukum teoritis yang dimaksud adalah terkait aqidah yang wajib diketahui & diimani, misalnya; terkait hakikat Allah, malaikat, para Rasul, hari akhir, adanya surga & neraka. Nah di surat Al Fatihah ini menyinggung 2 hal: Tauhidullah & Hari Akhir.
> Tauhidullah it apa ustdz??
Jawab
Mentauhidkan (meng-esa-kan) Allah
Mentauhidkan (meng-esa-kan) Allah
6. Kalo misalkan kita dapat undangan untuk makan-makan di malam 1 januari itu piye tadz?
Jawab
Lebih amannya tidak,trutama kalo disertai perayaan/seremoni
Lebih amannya tidak,trutama kalo disertai perayaan/seremoni
7. Ustadz kauni itu apa yah??
Jawab
kauni = alam semesta
Jawab
kauni = alam semesta
8. Ustdaz mengapa tidak blh memakai nama Rahman? dan bagaimana dengan nama" Allah yang lain, apakah boleh?
Jawab
Jawab
Nama ArRahman adalah nama khusus milik Allah semata, karena mengandung makna Maha Pengasih/Penyayang, Pemilik puncak kasih sayang & kesempurnaan, yg mencakup semua makhluk tanpa batas. Karena itu makhluk tidak boleh dinamai dengan nama tersebut. Amannya; tambahkan kata Abd (hamba) misal jadi Abdurrahman, begitupula nama-nama Allah yang lain.
9. Ustadz,al-iltifat itu bermakna peralihan perspektif gramatikal itu seperti apa?
Jawab
Jawab
Maksudnya beralihnya kata ganti orang yang diajak bicara dalam sebuah pembicaraan.
Pada ayat 1-4, digunakan kata ganti orang ketiga "DIA" untuk merujuk pada Allah. Sedangkan pada ayat ke 5, tiba-tiba beralih dengan kata ganti orang kedua "ENGKAU", untuk merujuk pada Allah. Coba dilihat dengan seksama terjemahnya. Emang bagusnya belajar tafsir sambil pegang terjemah. karena belajar tafsir adalah belajar makna AlQuran.
10. Begitu ya ustad? Ga boleh pakai nama "rahman" saja tetapi bisa jika ada tambahan lain misal "rahman utomo"?
Jawab
Pada dasarnya secara makna tetap tidak boleh. Namun karena sudah jadi tradisi indonesia, orang kita cenderung tidak peduli/tidak paham makna dalam memberi nama. Kalo pun sudah terlanjur, ya sudah
Pada dasarnya secara makna tetap tidak boleh. Namun karena sudah jadi tradisi indonesia, orang kita cenderung tidak peduli/tidak paham makna dalam memberi nama. Kalo pun sudah terlanjur, ya sudah
11. Ustad mau tanya, tata cara bersyariah itu contohnya dalam kehidupan sehari-hari apa ustad?? Makasii..
A : Pertanyaannya panjang×lebar = luas banget
Intinya sderhana saja: Lakukan apa yang Allah perintahkan, jauhi apa yang Allah larang
Doa Kafaratul Majelis :
سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك
“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”
Semoga Bermanfaat
INSPIRASI DARI SURAT AL FATIHAH
Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Thursday, January 1, 2015
Kajian Online WA Hamba اَللّه SWT Bunda 19 dan 20
Hari, tanggal : Senin 10/11/2014
Narasumber : Ustadz Rahman
Judul kajian : Tafsir
Matery : Tadabur Surat Al Ashr
Admin : Umi Haryani & Rahmi
Rekapan : 19 dan 20 Ummi Hamba Alloh SWT
Editor : Indah Permata Sari
Assalamualaikum wrwb
TAFSIR SURAH AL 'ASHR
Editor : Indah Permata Sari
Assalamualaikum wrwb
TAFSIR SURAH AL 'ASHR
Ayyatuhal akhawat wal ummahat rahimakunnallaah –semoga Allah membuka segala pintu kebaikan kepada kita– untuk edisi kali ini kami akan mengulas tafsir surat terpendek dari Al Qur’an yaitu surat Al Ashr. Allah berfirman:
وَالْعَصْرِ (1) إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ (2) إِلَّا الَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ (3)
“Demi masa, sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam keadaan merugi (celaka), kecuali orang-orang yang beriman, beramal shalih, saling menasehati dalam kebenaran, dan saling menasehati dalam kesabaran.” (Al ‘Ashr: 1-3)
Kedudukan Surat Al ‘Ashr
Al Qur’an adalah kalamullah (firman Allah) sebagai pedoman dan petunjuk ke jalan yang lurus bagi umat manusia. Allah berfirman (artinya):
“Sesungguhnya Al Quran ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus.” (Al Israa’: 9)
Sehingga semua ayat-ayat Al Qur’an memiliki kedudukan dan fungsi yang agung. Demikian pula pada surat Al ‘Ashr, terkandung di dalamnya makna-makna yang amat berharga bagi siapa saja yang mentadabburinya (memahaminya dengan seksama).
Al Imam Muhammad bin Idris Asy Syafi’i menegaskan tentang kedudukan surat Al ‘Ashr, beliau berkata:
لَوْ تَدَبَّرَ النَّاسُ هَذِهِ السُّوْرَةَ لَوَسِعَتْهُمْ
“Sekiranya manusia mau memperhatikan (kandungan) surat ini, niscaya surat ini akan mencukupkan baginya.” (Lihat Tafsir Ibnu Katsir pada Surat Al ‘Ashr)
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah mengatakan bahwa perkataan Al Imam Asy Syafi’i itu adalah tepat karena Allah telah mengkhabarkan bahwa seluruh manusia dalam keadaan merugi (celaka) kecuali barang siapa yang mu’min (beriman) lagi shalih (beramal shalih) dan ketika bersama dengan yang lainnya saling berwasiat kepada jalan yang haq dan saling berwasiat di atas kesabaran. (Lihat Majmu’ Fatawa, 28/152)
Keutamaan Surat Al ‘Ashr
Al Imam Ath Thabrani menyebutkan dari Ubaidillah bin Hafsh, ia berkata: “Jika dua shahabat Rasulullah bertemu maka keduanya tidak akan berpisah kecuali setelah salah satu darinya membacakan kepada yang lainnya surat Al ‘Ashr hingga selesai, kemudian memberikan salam.” (Al Mu’jamu Al Ausath no: 5097, dishahihkan oleh Asy Syaikh Al Albani di dalam Ash Shahihah no. 2648)
Kandungan Surat Al ‘Ashr
Pada ayat pertama: ((وَالْعَصْرِ
Kemudian di hari kiamat kelak Allah akan menanyakan tentang umur seseorang, untuk apa dia pergunakan? Sebagaimana hadits Rasulullah yang diriwayatkan oleh shahabat Abdullah bin Mas’ud, beliau bersabda:
Allah bersumpah dengan al ‘ashr yang bermakna waktu, zaman atau masa. Pada zaman/masa itulah terjadinya amal perbuatan manusia yang baik atau pun yang buruk. Jika waktu atau zaman itu digunakan untuk amal kebajikan maka itulah jalan terbaik yang akan menghasilkan kebaikan pula. Sebaliknya jika digunakan untuk kejelekan maka tidak ada yang dihasilkan kecuali kerugian dan kecelakaan.
Rasulullah bersabda:
نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيْهِمَا كَثِيْرٌمِنَ النَّاسِ: الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ
“Dua kenikmatan yang kebanyakan orang lalai di dalamnya; kesehatan, dan waktu senggang” (HR. At Tirmidzi no. 2304, dari shahabat Abdullah bin Abbas)
[10:29 malam 10/11/2014] +62 856-4088-4499: Kemudian Allah menyebutkan ayat berikutnya:
لاَ تَزُولُ قَدَمُ ابْنِ آدَمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ عِنْدِ رَبِّهِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ خَمْسٍ عَنْ عُمُرِهِ فِيمَ أَفْنَاهُ وَعَنْ شَبَابِهِ فِيمَ أَبْلاَهُ وَمَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيمَ أَنْفَقَهُ وَمَاذَا عَمِلَ فِيمَا عَلِمَ
“Tidaklah bergeser telapak kaki bani Adam pada hari kiamat dari sisi Rabb-nya hingga ditanya tentang lima perkara; umurnya untuk apa ia gunakan, masa mudanya untuk apa ia habiskan, hartanya dari mana ia dapatkan dan untuk apa ia belanjakan, dan apa yang ia perbuat dengan ilmu-ilmu yang telah ia ketahui. (HR. At Tirmidzi no. 2416 dan dishahihkan oleh Asy Syaikh Al Albani di dalam Ash Shahihah no. 947)
Kemudian Allah menyebutkan ayat berikutnya:
إِنَّ الإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ
“Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam keadaan merugi.”
إِنَّ الإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ
“Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam keadaan merugi.”
Iman adalah keimanan terhadap seluruh apa yang Allah perintahkan untuk mengimaninya, dari beriman kepada Allah, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, malaikat-malaikat-Nya, hari akhir, dan beriman kepada takdir, serta segala sesuatu yang dapat mendekatkan kepada Allah dari keyakinan-keyakinan yang benar dan ilmu yang bermanfaat.
Lafazh al insan pada ayat di atas secara kaidah tata bahasa Arab mencakup keumuman manusia tanpa terkecuali. Allah tidak memandang agama, jenis kelamin, status, martabat, dan jabatan, melainkan Allah mengkhabarkan bahwa semua manusia itu dalam keadaan celaka kecuali yang memilki empat sifat yang terdapat pada kelanjutan ayat tersebut.
Kerugian yang dimaksud dalam ayat ini bermacam-macam, bisa kerugian yang bersifat mutlak, seperti keadaan orang yang merugi di dunia dan di akhirat, yang dia kehilangan kenikmatan dan diancam dengan balasan di dalam neraka jahim. Dan bisa juga kerugian tersebut menimpa seseorang akan tetapi tidak mutlak hanya sebagian saja. (Taisir Karimirrahman, karya Asy Syaikh Abdurrahman As Sa’di)
Pertama: Keimanan
Sifat yang pertama adalah beriman, diambil dari penggalan ayat:
إِلاَّ الَّذيْنَ ءَامَنُوْا
“Kecuali orang-orang yang beriman”
Penggalan ayat di atas memiliki kandungan makna yang amat berharga yaitu tentang kewajiban menuntut ilmu agama yang telah diwariskan oleh Nabi.
طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ
Mengapa demikian? Tentu, karena tidaklah mungkin seseorang mencapai keimanan yang benar dan sempurna tanpa adanya ilmu pengetahuan terlebih dahulu dari apa yang ia imani dari Al Qur’an dan As Sunnah.
Allah berfirman (artinya):
“Allah bersaksi (bersyahadat untuk diri-Nya sendiri) bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Dia (Allah), para Malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga bersyahadat yang demikian itu), …” (Ali Imran: 19)
Dalam ayat yang mulia ini Allah menggandengkan syahadat orang-orang yang berilmu dengan syahadat untuk diri-Nya sendiri dan para Malaikat-Nya. Padahal syahadat laa ilaaha illallaah merupakan keimanan yang tertinggi. Hal ini menunjukkan tingginya keutamaan ilmu dan ahli ilmu. Bahkan para ulama menerangkan bahwa salah satu syarat sahnya syahadat adalah berilmu, yaitu mengetahui apa ia persaksikan. Sebagaimana firman Allah:
إِلاَّ مَنْ شَهِدَ بِالْحَقِّ وَ هُمْ يَعْلَمُوْنَ
“Kecuali barangsiapa yang bersyahadat dengan haq (tauhid), dalam keadaan mereka mengetahuinya (berilmu).” (Az Zukhruf: 86)
Sehingga tersirat dari penggalan ayat:
إِلاَّ الَّذيْنَ ءَامَنُوْا
kewajiban menimba ilmu agama. Terlebih lagi Rasulullah menegaskan dalam haditsnya:
Oleh karena itu, dalam Al Qur’an Allah banyak menggabungkan antara iman dan amal shalih dalam satu konteks, seperti dalam ayat ini atau ayat-ayat yang lainnya. Diantaranya firman Allah (artinya): “Barangsiapa yang mengerjakan amal shalih, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami berikan balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (An Nahl: 97)
“Menuntut ilmu (agama) adalah fardhu (kewajiban) atas setiap muslim.” (HR. Ibnu Majah no. 224)
Kedua: Beramal shalih
Sifat yang kedua adalah beramal shalih, diambil dari penggalan ayat (artinya):
وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ
“Dan beramal shalih.”
Amalan shalih itu mencakup amalan zhahir yang dikerjakan oleh anggota badan maupun amalan batin, baik amalan tersebut bersifat fardhu (wajib) atau pun bersifat mustahab (anjuran).
Keterkaitan antara iman dan amal shalih itu sangatlah erat dan tidak bisa dipisahkan. Karena amal shalih itu merupakan buah dan konsekuensi dari kebenaran iman seseorang. Atas dasar ini para ulama’ menyebutkan salah satu prinsip dasar dari Ahlus Sunnah wal jama’ah bahwa amal shalih itu bagian dari iman. Iman itu bisa bertambah dengan amalan shalih dan akan berkurang dengan amalan yang jelek (kemaksiatan).
Berkata Asy Syaikh Abdurrahman As Sa’di: “Jika dua sifat (iman dan amal shalih) di atas terkumpul pada diri seseorang maka dia telah menyempurnakan dirinya sendiri.” (Taisir Karimirrahman)
Ketiga: Saling menasehati dalam kebenaran
Demikian pula orang-orang munafik yang diantara mereka saling menyuruh kepada perbuatan mungkar dan melarang dari perbuatan yang ma’ruf, Allah telah memberitakan keadaan mereka di dalam Al Quran, sebagaimana firman-Nya (artinya): “Orang-orang munafik laki-laki dan perempuan, sebagian mereka dengan sebagian yang lain adalah sama, mereka menyuruh kepada perbuatan yang mungkar dan melarang dari perbuatan yang ma’ruf.” (At Taubah: 67)
Merupakan salah satu dari sifat-sifat yang menghindarkan seseorang dari kerugian adalah saling menasehati diantara mereka dalam kebenaran, dan di dalam menjalankan ketaatan kepada Allah serta meninggalkan perkara-perkara yang diharamkan-Nya.
Nasehat merupakan perkara yang agung, dan merupakan jalan rasul di dalam memperingatkan umatnya, sebagaimana Nabi Nuh ketika memperingatkan kaumnya dari kesesatan: “Dan aku memberi nasehat kepada kalian.” (Al A’raaf: 62).
Kemudian Nabi Hud yang berkata kepada kaumnya: “Aku hanyalah pemberi nasehat yang terpercaya bagimu.” (Al A’raaf: 68)
Dengan nasehat itu maka akan tegak agama ini, sebagaimana sabda Rasulullah di dalam haditsnya:
الدِّيْنُ النَّصِيْحَةُ
“Agama ini adalah nasehat” (H.R Muslim no. 90 dari shahabat Tamim Ad Daari)
Bila nasehat itu mulai kendor dan runtuh maka akan runtuhlah agama ini, karena kemungkaran akan semakin menyebar dan meluas. Sehingga Allah melaknat kaum kafir dari kalangan Bani Israil dikarenakan tidak adanya sifat ini sebagaimana firman-Nya (artinya): “Mereka satu sama lain selalu tidak melarang tindakan mungkar yang mereka perbuat. Sesungguhnya amat buruklah apa yang mereka perbuat.” (Al Maidah: 79)
Keempat: Saling menasehati dalam kesabaran
Ustadz sy ada prtanyaan.mungkin tdk trkait langsung tp sy penasaran ttg keimanan...Ustadz sehari lalu ada seorang tamu sdg mngurus kepindahan domisili.Namanya Ahmad solihin.ia mngucap salam.kami kira muslim jd kami jawab salamnya.kami kira ikhwan ini org sholih.wajahnya bersih,berjenggot rapi,rambutnya basah seolah hbs wudhu.tp trnyata kolom agamanya kristen.kami kaget.knp ada non muslim bisa brpenampilan spt itu.namany islam dan penampilanny spt org sholeh tp trnyata?Apakah org yg tdk sholat bisa pny penampilan spt itu?atau dia punya amalan rahasia shg bisa mngecoh pandangan kami.Krn sy tringat bhw wajah2 teduh dan terang adl mrk yg trpelihara wudhu dan sholat jamaahnya.mohon penjelasan.syukron.
Saling menasehati dalam berbagai macam kesabaran, sabar di atas ketaatan terhadap Allah dan menjalankan segala perintah-Nya serta menjauhi larangan-Nya, sabar terhadap musibah yang menimpa serta sabar terhadap takdir dan ketetapan-Nya.
Orang-orang yang bersabar di atas kebenaran dan saling menasehati satu dengan yang lainnya, maka sesungguhnya Allah telah menjanjikan bagi mereka pahala yang tidak terhitung, Allah berfirman (artinya): “Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” (Az Zumar:10)
Jika telah terkumpul pada diri seseorang keempat sifat ini, maka dia telah mencapai puncak kesempurnaan. Karena dengan dua sifat pertama (iman dan amal shalih) ia telah menyempurnakan dirinya sendiri, dan dengan dua sifat terakhir (saling menasehati dalam kebenaran dan dalam kesabaran) ia telah menyempurnakan orang lain. Oleh karena itu, selamatlah ia dari kerugian, bahkan ia telah beruntung dengan keberuntungan yang agung. Wallahu A’lam.
Rekapan Tanya-Jawab HA 19:
Tanya
Jawab
1.Bu Erlina:
Assalamualaikum uztad..
Ana erlina Mau bertanya.
Jika kita menuntut ilmu tetapi kita blum mampu mengamalkan ilmu tersebut apakh kita termasuk dlm golongn org yg merugi.. Bagaimana caranya agr ilmu yg kita dapat bisa kita amalkan dgn maksiml dan istiqomah uztad..
Syukron uztad.. jazakallah khoir..
Jawab:
Bu Erlina: menuntut Ilmu itu adalah kewajiban kita dari sejak lahir sampai kita masuk liang lahat, setelah kita thalabul ilmi ada kewajiban kita untuk mengamalkan ilmu kita semaksimal mungkin, shg ilmu yg kita pelajari mnjadi pmbela kita di akhirat bukan mnjadi penuntut. Intinya: yg Allah tuntut dari kita mengamalkannya secara sungguh2 dan penuh tanggung jawan, ittaqillah mas tatho'tum,bertaqwalah kalian sesuai kemampuan kita masing2. Wallaahu a'lam
Alaikumussalam wrwb, wajah teduh dan bercahaya adalah salah satu tanda org2 mukmin yg taat kpd Allah. Kalaupun ada org non muslim yg memiliki aura sprti org mukmin,itu hanya sedikit saja. Bargkali dia terbiasa mnjaga kebersihan fisiknya walupun jarang wudu'..org yg terbiasa mnjaga kebrsihan akan tampak bersih wlupun non muslim..wallaahu a'lam.
Tanya
2. Ummu Hafsah ODOJ: Iya ustadz.Tapi kami smpt jengkel knp dia pke nama muslim.strategi non islam atau mmg dulunya islam.Ahmad solihin.kalo kolom agama jd dkosong pasti dkira muslim dan disalah gunakan.walahualam
Jawab
Ga menutup kemungkinan, bisa jadi cara mereka tuk mengelabui org islam, Inilah yg perlu kita waspadai, bahwa org2 di luar islam akan senantia berusaha dg berbagai cara tuk memadankan cahaya Allah, smpe ummat islam ini meninggalkan agamanya.(Buka albaqarah:120)
Tanya-Jawab HA 20
Assmlkm Ustd , bagaimana caranya bisa bersabar (menasihati diri sendiri) pd saat menghadapi kesulitan hidup, sehingga iman tetap kokoh (tdk melorot) dan tidak suudzon kpd Allah. Wass. Syukron ustd
Jawaban Ust. Rahman:
Para ummahat yg dirahmati Allah, smg kita termasuk org2 yg beruntung baik dunia akhirat, tuk mndptkan kebruntungan ada 4 syarat mutlak yg harus kita miliki: 1.beriman kpd Allah 2. Amal sholih 3.saling menasehati dalam kebenaran 4. Saling mensehati dalam kesabaran . Wallahu a'lam.
Erlina ODOJ:
Syukron uztad nambah 1 lgi uztad.. q.s al ashar Allah bersumpah dengan masa.. keadaan rasul waktu menrima wahyu dlm kondisi sperti apa uztad..
Surat ini pendek tpi maknanya sangat luas.. Allahuakbar.
Erlina ODOJ: Syukron uztad jazakallah khoir..
Monggo mb umi pertnyaan ana tolg dijapri ke uztad..
Syukron mb umi..
Iyah silahkan yg mau bertanya...nanti saya insyaaAlloh japri sama pa ustad...
Masih ada 4 pertyn lagi tp Ustadz nya ada kerjaan lain jd sisa pertyn di japri ke ust.
ustadz bgm cara kita menghadapi sahabat yg kita nasehati tp malah marah dan tersinggung, apakah kita biarkan saja atau terus kita nasehati? Kalau ttp tdk terima nasehat kita bgm?
Jawaban ukhti Rahmi:
saling menasehati dalam kebaikan dan kesabaran adalah karekteristik muslim yg sebenarnya, dg nasehatlah kita bisa meluruskn yg benggkok dan mmbenarkan yg salah. Tapi perlu diperhatikan adalah: ketika kita mesehati seseorg haruslah dg waktu yg tepat dan mencari kata2 atau kalimat yg terbaik. Kalau kita sudah berusaha sebaik mngkin cara mmberikan nasehat, berikutnya kita doakan agar Allah mmberikan petunjuk pd nya, masalah berhasil atau tidak kita serahkan pd Allah. Wallahu a'lam
ustadz bagaimana cara menyikapi tetangga yg masih blm bisa konsisten dlm menutup aurat. Ybs memakai jilbab hanya pd saat pengajian undangan atau acara lainnya yg sifatnya resmi. Ybs sdh tau kewajiban menutup aurat karena sering dibahas pd saat pengajian rutinan di komplek kami. Ttpi ybs masih suka mengenakan celanan diatas lutut keluar rmh dan sering kali berucap di depan saya "waah kl ada ummi nani (guru ngaji kami) malu nih ". Apa yg hrs sy katakan jika ybs berucap hal yg sama di depan saya ataupun teman lainnya ? Sy sbtlnya gk bisa utk menasihati karena ybs lebih tua dr saya dan takut menyinggung. Apakah dosa utk saya jika membiarkan hal tsb?
Terima kasih sebelumny ustadz
indahpermata6
November 11, 2014
New Google SEO
Bandung, Indonesia
Jawaban:
Seorang muslim/ah yg hidup di sebuah lingkungan tertentu, punya tanggung jwab tuk melakukan dakwah dilingkungannya sesuai dg kemampuan yg dimiliki.dakwah tidak mesti berceramah, tetapi bisa jg mmberikan perhatian kpd tetanngga sprti mmberikan hadiah dll. Cara mengingatkan tetangga ibu yg belum konsisten pake jilbab:pertama: ibu langsung menasehatinya dg cara yg terbaik, kedua klu ibu merasa tidak enak dg nasehat lgsung,mungkin ibu bisa meminta org lain yg sangat dihormati dan dikagumi oleh yg bersangkutan tuk mmberikan nasehat pdnya, ketiga: ibu bisa mmberikan hadiah sebuah buku semisal kewajiban jilbab atau buku2 inspiratif dari org2 yg bertaubat, dimana mereka seblumnya belum berjilbab, keempat: mendoakan beliau Agar Allah berikan hidayah pdnya,doa inilah senjata seorang mukmin. Wallahu a'lam
Kita tutup dengan do'a Kafaratul Majelis :
سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك
Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika
“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”. السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Tafsir - Tadabur Surat Al Ashr
Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Tuesday, November 11, 2014
Kajian Online WA Hamba اَللّٰه Ta'ala (Nanda 118)
Hari / Tanggal : Rabu, 01 Oktober 2014
Narasumber : Ustadzah Neneng Kusmayanti
Tema : Tafsir
Admin : Arin Pratiwi
Notulen : Ana Trienta
Innalhamdalillahi nahmaduhu wa nashta'iinuhu wa
nashtaghfiruhu...wa na'udzubillahi min suruuri anfusina wa mjn sayyiati
'amaalina mayyahdillahu falaa mudilallah wa may yudlilhu falaa ha
diyallah
Segala puji milikNya kepadaNya kita memuji, kepadaNya kita memohon perkindungan dan kepadaNya kita memohon ampunan. Marilah kita berlindung kepada Alloh Rabb semesta alam, dari kelemahan diri kita, dan beristighfar dari segenap kekurangan amal kita.
"Barangsiapa diberi petunjuk, tak ada satu orangpun bisa menyesatkannya dan barangsiapa di sesatkan Alloh tak ada satu orangpun yang bisa memberinya petunjuk walaupun seluruh dunia berkumpul memberinya petunjuk"
Lalu kita luruskan niat kita, kajian ini semata agar Alloh memberi
balasan yang lebih baik di akhirat, dan kajian ini mudah-mudahan jadi pengajaran
yang memberi manfaat bagi diri kita masing-masing kelak di yaumil akhir
Mari kita buka surah al qori'ah
Mulai ayat 1 hingga ayat terakhir menceritakan tentang bagaimana hari kiamat terjadi dengan segenap kengeriannya. Surah ini diturunkan kepada nabi saw sebagai hiburan bagi beliau atas
beratnya dakwah sekaligus ancaman bagi orang-orang kafir agar mereka menjadi takut. Kelak seluruh bumi dan seisinya, akan hancur luluh lantak, dan langit
yang begitu kokohnya diapun akan jatuh berjatuhan manusia akan seperti
laron beterbangan. Terbang ibarat debu-debu yang ditiup angin kencang hingga
beterbangan dan gunung yang begitu perkasa akan seperti bulu-bulu yang dihambur
hamburkan.
Betapa dahsyatnya kiamat digambarkan dengan maksud memberi kengerian,
ketakutan kepada kaum kafirin. Lalu setelah kehancuran dunia dan seisi
alam semesta dalam ayat selanjutnya yaitu ayat 6 Alloh menggambarkan
hari Yang jauh lebih berat dari hari kiamat itu sendiri Hari dimanaa
tak ada sehelai benang pun yang kita bawa, hari dimana tidak ada satupun
uang, harta, anak dan kedudukan yang bisa kita gunakan untuk meringankan hari
itu. Semua yang di dunia telah musnah binasa....Termasuk mushaf quran yang kita punya
Yang tetap menyertai kita hanya amalan kita yang kekal, amal sholih
kebaikan yang ikhlas kita niatkan hanya karena harapan balasan yang lebih baik di
sisiNya. Barulah di hari berbangkit ini akan kita tuai apa yang kita tanam. Dalam ayat ke 6 disebutkan..
"Maka adapun orang yang berat timbangan kebaikannya. Maka dia berada dalam kehidupan yang memuaskan. Dan adapun orang yang ringan timbangan kebaikan nya maka tempat kembalinya adalah neraka hawiyah"
Timbangan, hari hisab tentu berlaku bagi setiap manusia, dan kelak akan tampak siapakah teman sahabat yang sejati. Pengadilan yang Maha Adil dan saat itulah disingkapkan tabir apa-apa yang tersembunyi dahulunya di dunia. Sehingga akhwatifillah cukup kiranya peringatan kiamat ini menjadi pengingat kita agar bersiap-siap untuk kehidupan yang kekal. Bagaimana Alloh menggambarkan bagi mereka yang berbuat kebaikan, maka Alloh akan memberikan kepadanya 'iisyatirraadhiyah. Kehidupan yang memuaskan senang Melebihi surga. Berat dan ringannya timbangan ini menunjukkkan kepada kita tentang adanya amalan-amalan yang mendapat penilaian disisi Alloh dan yang tidak
Sedangkan hadiah bagi yang melakukan amal kebaikannya lebih berat maka
Alloh tidak menjelaskan secara detil apakah dan bagaimana kehidupan yang
memuaskan agar memberi gambaran bayang-bayang keridhoan Alloh swt dan
kenikmatan yang menyenangkan dalam jiwa manusia. Sedang muara bagi mereka yang timbangan amalnya lebih ringan adalah neraka Hawiiyah...apakah itu? Itulah api yang panas. Disaat kita berharap bahwa ada yang bisa kita petik di penghujung hisab, ternyata yang disediakan adalah neraka Hawiyah. Neraka yang ditujukan kepada kaum muslimin yang melakukan amal kebaikan tapi jadi melakukan keburukan dengan maksiat dan perbuatan keji. Karena akhirnya ternyata amal kebaikannya tidak cukup dibanding keburukan
dan nikmat Alloh swt yang telah diberikan semasa mereka masih hidup. Astaghfirulloh.
Tak semua ancaman Alloh ancam untuk kaum kafir bahkan begitu banyak perilaku karekteristik-karakteristik yang Alloh ancam langsung dengan neraka. Dalam surah al humazah Alloh mengancam manusia yang suka mengumpat dan menampakkan hasadnya.
Orang kafir sudah jelas amal-amal baiknya tidak akan diakui Alloh swt malah amal-amal mereka seperti fatamorgana. Ancaman ini juga bagi kita yang mengaku muslim tapi menyukai mengumpat dan menampakkan kebencian dan hasad
Akhwati fillah lalu pertanyaannya, apa yang akan kita bawa untuk bekal hari-hari panjang yang kekal? Ataukah syair pedih seperti akhir surah annaba......"yaa laita nii kuntuu thuroobaa..." Yang akan kita nyanyikan dalam kesengsaraan..penyesalan yang kekal. Lalu bagaimanakah kita bisa mengumpulkan bekal perjalanan panjang kita? sedang ramadhan hanya berjumpa dengan kita setahun sekali. Ada hari yang juga utama dan istimewa, yaitu 10 hari dzulhijjah. Oleh karenanya sebaik-baik waktu setelah 10 malam terakhir ramadhan adalah awal bulan ini mulailah dari menjaga yang wajib lalu mulai dari yang ringan tetapi berat timbangannya disisi Alloh swt yaitu dzikir. Dzikir yang pertama adalah dzikir sanjungan dan dzikir sanjungan yang 1 adalah istighfar. Dalam surah nuh ayat 10-12
"maka mohonlah ampunan kepada Tuhanmu sungguh Dia Maha Pengampun. Ayat 11 : niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit artinya. . . hujan adalah limpahan berkah yang langsung Alloh turunkan dari langit. hujan pula yang menghidupkan tanah yang tandus lagi kering yang mati awalnya tanah itu mati, dengan kekeringan bertahun2 lalu hujan itu pun menjadikan tanahnya hidup lalu menumbuhkan tanaman dan buah buahan seakan2 tidak pernah mati. Ayat 12 : dan Dia memperbanyak harta dan anak anakmu, dan mengadakan sungai sungai untukmu jaminan Alloh swt bagi mereka yang senantiasa beristighfar karena menyadari banyaknya dosa dosa mereka, karena menyadari kehinaan dirinya dihadapan Alloh swt, mereka yang selalu meminta ampunan atas kesalahan dan kekhilafan mereka bahwa Alloh yang akan memberikan harta yang banyak: kehidupan yang HIDUP, Jaringan, hubungan yang banyak bagi mereka, pendukung begitu juga jodoh.
Jika Alloh swt yang sudah menjamin, lalu mengapakah kita masih ragu mengapakah kita masih sedih? Pantaslah rosululloh saw senantiasa beristighfar minimal
100x, lalu kita yang pasti lebih banyak lalai, banyak maksiat, sedikit
ibadah, sedikit khusyu, sedikit iman begitu sulit untuk mengakui
dosa dan kesalahan yang dibuat oleh tangan kita sendiri. Dalam surah al kahfi disindir oleh Alloh swt bagaimana orang orang yang melupakan dosa dan maksiat maksiatnya kepada Alloh
ayat ke 57 : Siapakah yang lebih dzalim daripada orang yang telah diperingatkan dengan ayat ayat Tuhannya, lalu dia berpaling darinya dan melupakan apa yang telah diperbuat oleh kedua tangannya sendiri. Lanjutan ayat itu sungguh mengerikan. Sungguh Kami telah menjadikan hati mereka tertutup sehingga mereka tidak memahaminya dan Kami letakkan sumbatan di telinga mereka "
na'udzubillah.
Tanya- jawab
Tanya :
Bagaimana cara agar hati tidak tertutup atau mati?
Jawab :
Mulai dari menyadari akan dosa dan kesalahan lalu melangkahkan kaki, merubah arah menuju jalan petunjuk. Jalan petunjuk sudah jelas terang benderang tinggal kita nya
ajaklah hati kita cinta pada kebaikan, cinta pada kebenaran, dan cenderung
kepada iman lalu sabarlah menempuh jalan jalan petunjuk itu. Ada seorang pencari ilmu yang sangat terpuji dan dipuji Alloh swt dalam al
quran yakni seorang buta abdullah yang menyebabkan nabi saw ditegur secara
keras oleh Alloh karena berwajah masam saat abdullah ini menemui rasululloh
saw, sedang saat itu rasul saw sedang berdakwah kepada para pembesar
quraisy teguran ini diabadikan dalam surah 'abasa. . .
padahal wajah masam rosul saw pun tidak diketahui abdullah, tapi Alloh
mengetahui 'abasa wa tawalla, Dia muhammad berwajah masam saat seorang buta datang kepadanya. Di ayat ke 3 Alloh menyebutkan. . . wa maa yudriika la'allahuu yazzakka,
"tahukah kamu barangkali ia ingin membersihkan dirinya dari dosa."
ayat 4 " atau dia ingin mendapatkan pengajaran lalu pengajaran itu memberi manfaat kepadanya?
Jelas dalam surah ini. . . Alloh swt begitu menyukai hamba hambaNya yang
mencari cari jalan mensucikan diri dan mengejar pengajaran yang bermanfaat
bagi dirinya di yaumil akhir kelak.
Tanya :
Um, Kadang suka bohong sama orang tua kalo lagi ada acara komunitas diluar
rumah karena takut dimarahin. Itu kan bohong ya um dan bisa menutup hati
juga. Gimana ya um?
Jawab :
Berbohong tetap bohong walaupun alasannya mungkin logis, sebenarnya kalo
jujur orang tua mungkin marah pada awalnya, tetapi selanjutnya siapa tahu
malah meridhoi mungkin cara penyampaian nya yang harus kita pelajari kalo karena
prinsip masa iya orang tua gak ngizinin terus berapa banyak yang mengizinkan
anaknya pada maksiat masa sama kebaikan menolak
Tanya :
Hukumnya pakai jam kantor untuk kepentingan pribadi gimana ya?
Jawab
Jawab
Maksudnya pada jam ngantor tapi nyambi gitu? ya asalkan
kewajiban nya sudah selesai? kalo menurut hemat saya boleh dipergunakan
untuk hal yang manfaat
Tanya
Um gimana sih biar kita ini khusyu' dalam sholat padahal kita sudah berusaha untuk khusyu' tapi tetep aja pada saat sholat itu mikirin hal-hal lain?
Jawab
Khusyu memang sulit tetapi kalo kita terus sabar dengan prosesnya, in sya Alloh Alloh akan merizkii kita dengan kekhusyu'an supaya tidak memikirkan hal lain, oleh karenanya selesaikan dulu urusan-urusan yang suka mengganggu. Seperti lapar makan dulu ngantuk tidur dulu bentar gitu dan belajar mulai dari melamakan waktu dan mempelajari arti bacaan sholat kita
Tanya
Khusyu memang sulit tetapi kalo kita terus sabar dengan prosesnya, in sya Alloh Alloh akan merizkii kita dengan kekhusyu'an supaya tidak memikirkan hal lain, oleh karenanya selesaikan dulu urusan-urusan yang suka mengganggu. Seperti lapar makan dulu ngantuk tidur dulu bentar gitu dan belajar mulai dari melamakan waktu dan mempelajari arti bacaan sholat kita
Tanya
Kenapa kita selalu ingat hal-hal yang terlupa disaat kita sholat dan apa iya itu selalu datang dari syaitan?
Jawab
Jawab
Itulah godaannya belajar berkonsentrasi, khusyu' mulai dari konsentrasi, in syaAlloh mudah-mudahan Alloh mengaruniai kita kenikmatan ibadah
sholat aamiin
Tanya
Ustadzah nyambung tentang masalah diatas ana nanti ketika yaumil akhir umur kita sama semua ya ustadzah? Apa benar demikian?
Jawab
Abu Bakar bin Abi Syaibah meriwayatkan dari Aisyah ra bahwa Rasulullah saw pernah didatangi seorang nenek dari kalangan Anshar. Maka nenek itu berkata, ”Ya Rasul Allah, doakan aku kepada Allah agar memasukkan aku ke Surga.” Beliau menjawab, ”Sesungguhnya di Surga tidak dimasuki nenek-nenek.” Lalu Rasulullah saw pergi shalat, kemudian pulang kepada Aisyah. Aisyah mengadu, ”Nenek itu merasa sedih dan susah sekali mendengar perkataan engkau tadi.” Maka beliau bersabda, ”Sesungguhnya memang begitu. Sesungguhnya apabila Allah telah memasukkan nenek-nenek ke dalam Surga, maka mereka diubah-Nya menjadi gadis kembali.”
Abu Bakar bin Abi Syaibah meriwayatkan dari Aisyah ra bahwa Rasulullah saw pernah didatangi seorang nenek dari kalangan Anshar. Maka nenek itu berkata, ”Ya Rasul Allah, doakan aku kepada Allah agar memasukkan aku ke Surga.” Beliau menjawab, ”Sesungguhnya di Surga tidak dimasuki nenek-nenek.” Lalu Rasulullah saw pergi shalat, kemudian pulang kepada Aisyah. Aisyah mengadu, ”Nenek itu merasa sedih dan susah sekali mendengar perkataan engkau tadi.” Maka beliau bersabda, ”Sesungguhnya memang begitu. Sesungguhnya apabila Allah telah memasukkan nenek-nenek ke dalam Surga, maka mereka diubah-Nya menjadi gadis kembali.”
Tanya
Ummi.. Kalo orang yang hatinya sudah tertutup apa bisa sadar dan terbuka lagi? Gimana caranya agar hati yang tertutup bisa terbuka lagi?
Jawab
Pemilik hati manusia adalah Alloh swt sebaik baik pengawas dan yang
Maha Mengetahui adalah Alloh swt bagi yang dalam hatinya masih ada
kebaikan. in syaAlloh selalu ada caranya Alloh swt untuk membolak balik
atau memberinya petunjuk tapi tetap saja balik lagi pada hati dan
niat orang itu. apakah ada kecenderungan hatinya untuk iman
Tanya
Berlanjut dari pertanyaannya mb arin, berarti saat kita keluar dari alam barzah, umur kita bukan setara nenek-nenek? tapi kan pernah dikatakan kalo kita akan bangkit dalam wujud yang berbeda-beda, maksudnya bagaimana um?
Jawab
Mengenai informasi itu saya belum pernah tahu riwayat shohih nya tentang wujud yang berbeda akan tetapi setiap manusia akan mati lalu semua ciptaanNya akan musnah lalu kita semua akan dibangkitkan lagi manusia ya tetap manusia. Orang orang kafir sudah jelas akhirnya adalah neraka sedang orang mukmin akan memasuki surga walau harus mampir ke neraka. Kalo yang berwajah cerah dan gembira lalu orang orang berdosa wajahnya diliputi debu dan kegelapan memang ada dalam surah surah pendek di juz 30. Seperti ayat ini . " . . wujuuhuyyauma idzim musfiroh. . wa wujuuhuy yauma idzin alaiha ghobaroh . . .
Mengenai informasi itu saya belum pernah tahu riwayat shohih nya tentang wujud yang berbeda akan tetapi setiap manusia akan mati lalu semua ciptaanNya akan musnah lalu kita semua akan dibangkitkan lagi manusia ya tetap manusia. Orang orang kafir sudah jelas akhirnya adalah neraka sedang orang mukmin akan memasuki surga walau harus mampir ke neraka. Kalo yang berwajah cerah dan gembira lalu orang orang berdosa wajahnya diliputi debu dan kegelapan memang ada dalam surah surah pendek di juz 30. Seperti ayat ini . " . . wujuuhuyyauma idzim musfiroh. . wa wujuuhuy yauma idzin alaiha ghobaroh . . .
Tanya
Um kalo neraktir teman itu termasuk sedekah kah?
Jawab
Mentraktir bisa jadi sedekah asal niatnya sedekah, memberi hadiah kepada sahabat, agar saling cinta karena Alloh swt
Tanya
Apakah tanda-tanda amal ibadah kita di terima oleh Allah Swt? Malaikatkan ada yang tugasnya mencatat amal baik, apkah malaikat juga mengetahui amal ibadah kita di terima atau tidak. jazakillah
Jawab
Apakah tanda-tanda amal ibadah kita di terima oleh Allah Swt? Malaikatkan ada yang tugasnya mencatat amal baik, apkah malaikat juga mengetahui amal ibadah kita di terima atau tidak. jazakillah
Jawab
Setiap amal ibadah dicatat oleh malaikat dan Alloh pasti lebih tahu yang
ada dalam dada manusia karena amal tergantung pada niat, maka niat yang
lurus karena Alloh swt adalah syarat diterimanya amal lalu apa lagi amal kita harus sesuai dengan tuntunan nabi.
Ciri amalan kita diterima kita tidak bisa pastikan akan tetapi Alloh swt sesuai
dengan persangkaan kita kepadaNya, berdoalah agar setiap amal kita Alloh terima,
Alloh maafkan kekurangannya, Alloh sempurnakan pahalanya dengan tetap
merasa khauff takut jika Alloh tidak mengampuni dosa kita dan tidak menerima
amal kita
Doa Kafaratul Majelis...
سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك
“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”
Semoga Bermanfaat




