Bismillah walhamdulillah washsholatu wassalamu 'ala rasulillah
Kali ini saya sedikit bawakan prinsip pengantar memahami kedokteran ala nabi. Sebagai pengantar memahami kedokteran ala Nabi, ada baiknya kita perhatikan prinsip dasar berikut:
1. Kedokteran ala Nabi bukanlah perkara yang sempit dan terbatas pada contoh praktis tertentu, tapi juga mencakup kaidah-kaidah yang menjadi dasar untuk pengembangan medis secara lebih luas. Dalil utama dari prinsip ini adalah apa yang sering disebutkan Nabi saw dalam beberapa hadits beliau;
"Tidaklah Allah menurunkan penyakit, kecuali Allah menurunkan obatnya" (Hr. al Bukhari).
Maksud "obatnya" di sini tidaklah terbatas apa yang pernah Nabi saw praktikkan, namun lebih luas dari itu. Jika kita hanya berpegang pada praktik medis Nabi saw, maka rujukan dalam kedokteran Nabi akan menjadi sangat terbatas, padahal kedokteran itu mencakup hal yang sangat luas. Tidaklah mungkin semuanya dirangkum dalam praktik keseharian Nabi saw.
Hal ini serupa dengan bahasan fiqih. Tidak bisa disangkal bahwa banyak perkara-perkara yang belum terjadi di zaman Nabi saw sehingga tidak diketahui dalil langsungnya. Namun Nabi saw telah memberikan kaidah-kaidah -yang disimpulkan oleh para ulama- sehingga menjadi bahan untuk memutuskan perkara fiqih kontemporer.
2. Tidak boleh mengalamatkan sesuatu pada Nabi saw sampai ada bukti yang jelas. Akibat kesalahpahaman pada prinsip no.1, sebagian kita jadi mudah menerima dalil-dalil kedokteran ala Nabi yang belum jelas dasarnya. Padahal metode berdalil dalam Islam sudah sangat jelas, tidak boleh sembarangan.
Dari Anas bin Malik radhiallahu `anhu, ia berkata. "Sesungguhnya yang mencegahku menceritakan hadist yang banyak kepada kamu, (ialah) karena Rasulullah shallallahu `alayhi wasallam telah bersabda : "Barangsiapa yang sengaja berdusta atasku (yakni atas namaku), maka hendaklah ia mengambil tempat duduknya di neraka". (Hr. Bukhari dan Muslim)
Maka tidak boleh terbuai dalam ungkapan bahwa buah ini bagus kata Nabi, ini food combining ala Nabi, Nabi makan ini itu begini, dst, padahal tidak ada sumber yang jelas tentangnya. Mari kita mengambil pelajaran dari Anas bin Malik radhiallahu 'anhu yang sangat berhati-hati berkata bahwa sesuatu itu "ala Nabi", padahal beliau adalah seorang sahabat!
3. Nabi tidak mempertentangkan kedokteran modern dan kedokteran versi beliau saw sendiri. Terkait hal ini bisa kita temukan langsung beberapa bukti dalam sejarah beliau;
- Beliau tidak menolak kedatangan dokter dari Persia yang mengunjungi Madinah untuk buka praktik (walaupun akhirnya dokter itu pulang kembali karena tidak berhasil menemukan orang sakit)
- Dalam banyak hadis beliau memuji pengobatan bekam, padahal itu adalah metode pengobatan yang ada jauh sebelum masa beliau.
- Disebutkan juga bahwa Nabi saw pernah menerima kedatangan 2 lelaki yang akan mengobati seorang rekannya yang sakit, lalu beliau bertanya; "Siapa di antara kalian yang lebih ahli dalam hal medis?" (Al Muwatha', hadis mursal).
Dan seterusnya akan kita temukan contoh-contoh di mana Nabi saw tidak mempertentangkan antara ilmu kedokteran yang sudah ada dengan apa yang beliau praktikkan (baik karena wahyu maupun alasan keilmuan dunia). Ingat, kedokteran adalah keilmuan dunia, keilmuan yang bersifat muamalah. Berbeda dengan ibadah yang harus 100% memakai dalil.
Wallahu a'lam
Referensi:
- Kedokteran Nabi saw, Antara Realitas dan Kebohongan
(Abu Umar Basyier)
- dll
DISKUSI
1. Pengobatan alan nabi dan modern harus seimbangkah?
Jawab
Harus proporsional. bahasa kerennya "wasathon"
وَكَذَٰلِكَ جَعَلْنَاكُمْ أُمَّةً وَسَطًا لِتَكُونُوا شُهَدَاءَ عَلَى النَّاسِ وَيَكُونَ الرَّسُولُ عَلَيْكُمْ شَهِيدًا
Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kamu, umat yang adil dan pertengahan (wasathon) agar kamu menjadi saksi atas manusia dan agar Rasul menjadi saksi atas kamu. al Baqarah 143
2. Kedokteran ala nabi apakah harus identik dengan Muhammad Rasullullah saja pak? Sebagai kita ketahui, beliau hanya 2 x sakit = sehat. Jadi dengan mengikuti sunah beliau diharapkan sehat juga. Sebelumnya kan sudah tentang manfaat bahan-bahan alami spt madu, bawang dll....itu bukan 'ala' nabi jadinya ya ustadz? Afwan...jadi kesimpulan materi ustadz kali ini apa ya?
Jawab
bunda Rusni, seperti pada poin 1 yang saya sebutkan, kedokteran ala nabi tidak sempit pada apa yang dipraktikkan Nabi saja, tapi luas, selama sesuai kaidah yang beliau ajarkan. Pemakaian hasil alam dalam pengobatan merupakan salah satu kaidah yang dicontohkan secara umum. Selama metode pengobatan itu sesuai dengan penyakitnya, maka itu sesuai dg dalil:
"Tidaklah Allah menurunkan penyakit, kecuali Allah menurunkan obatnya"
3. Intinya kan walaupun kita percaya pengobatan ala nabi tapi jangan pula meninggalkan ala medis, contoh kasus imunisasi karena tanik adalah sunah bukan obat 100%?
Jawab
Mba Mae, menurut saya (sebagian) medis modern juga termasuk "ala Nabi". mksudnya bukan karena dipraktikkan Nabi, tapi karena tidak bertentangan dengan kaidah-kaidah umum aththibbun nabawyi. Coba kita lihat ath thibbun nabawy sebagai bagian dari khasanah islam yang luas. Tuk perbandingan kita ambil contoh; berdagang. Apakah yang dimaksud berdagang ala nabi hanya berdagang benda-benda yang pernah Nabi dagangkan? ternyata kan tidak. Yang disebut berdagang ala Nabi adalah berdagang yang memenuhi kaidah-kaidah berdagang yang beliau ajarkan; jujur, terbuka, dll. Tapi memang ada sesuatu yang bersifat wahyu dalam ath thibbun nabawy, ini harus kita imani. Keutamaan jinten hitam misalnya, ini sifatnya wahyu. Namun bukan berarti kita bilang, minum jinten hitam aja, semua penyakit pasti sembuh. Wahyunya benar: jinten hitam mengobati segala penyakit (jika kita pahami tekstual), tapi metodenya kan tidak dijelaskan Nabi. Kapan minumnya, berapa banyak, ekstraksinya seperti apa, perlu dicampur zat lain atau tidak dll.
4. Ustadz untuk pandangan ustadz sendiri soal imunisasi bagaimana?
Jawab
Hukum imunisasi menurut hemat saya, yang rajih adalah, mubah. Terlebih jika ada pandangan pihak berwenang terkait bahaya wabah penyakit tertentu di suatu daerah, maka imunisasi atau vaksin bisa sangat dianjurkan demi menyelematkan nyawa. Di antara tujuan syariah yang disepakati ulama adalah menyelamatkan nyawa. Setahu saya para ulama indonesia maupun dunia cenderung membolehkan vaksin dan imunisasi. Silahkan cek Fatwa Majelis Tarjih Muhammadiyyah, Fatwa Lembaga Bahtsul Masail NU. Fatwa Syaikh Sholih al Munajjid, Fatwa Majelis Ulama Eropa, dsb
5. Bolehkah kita minum obat penahan haid selama ibadah umroh dan haji?
Jawab
Perhatikan benar-benar pola haid selama beberapa bulan terakhir, dan konsultasi dengan ahli medis terkait penggunaannya. Terkait haji, yang biasanya dilakukan dalam waktu lama (30hari), bisa jadi lebih baik dihindari, karena thawaf ifadhah bisa dilakukan di hari tasyrik bahkan sebagian ulama membolehkan sampai akhir dzulhijjah. Adapun ritual lain selain thawaf, boleh dilakukan wanita haid. Bahkan jika sampai kembali ke tanah air tetap tidak bisa thawaf karena haid, sebagian ulama tetap menganggap sah hajinya karena jelas uzurnya syar'i. Tapi tetap, hukumnya boleh saja kalo mau minum. Adapun umroh, waktunya lebih pendek hanya 10-14 hari. karena itu, jika hasil konsultasi medis dan melihat pola haid beberapa bulan ke belakang, agar bisa minum obat sesuai waktunya. lebih baik minum obat penunda haid jika umroh. (lihat kondisinya dan konsultasikan dengan ahli medis). Pastinya, jangan sudah repot-repot pakai pil penunda haid, tapi malah lebih banyak belanja dan jalan-jalannya dibanding ibadah di tanah suci
6. Terkait vaksin kalo sebelum menikahkan jaman sekrang harus suntik vaksin juga ya? Apa hukumnya tadz jika dipandang dari segi agama?
Jawab
Hukum vaksin sudah jelas di atas. Saya pribadi lihat sikon saja. Vaksin wajib sebaiknya diambil, karena ketika pemerintah menyebutnya wajib, berarti kondisi keindonesiaannya memang menganjurkan demikian. wallahu a'lam.
Tanggapan dokter
Izin berkomentar,
Vaksin.
Titik permasalahan halal haramnya selama ini ada di enzim. Enzim itu menggunakan bahan babi, non babi, atau nabati. Sedangkan sepaham saya, enzim tetaplah enzim. Dia katalisator, ada di awal reaksi, hilang saat reaksi, terus ada lagi di akhir dalam jumlah yang sama. Kebenaran ilmiahnya begitu, jadi tidak bercampur sama sekali. Lalu dimana potensi haramnya meskipun menggunakan bahan babi? Ini beda dengan kapsul yang memang gelatin merupakan komponen vital kekeyalannya.
Dulu saya pernah paparkan ini kala di panel dengan seorang profesor anggota tim audit halal MUI. Harapan saya dapat diskusi lain, tapi beliau justru mendukung pernyataan saya. Maka di forum ini, kepada assatidz mohon berkenan meluruskan jika pemahaman saya salah. Jika tidak, berarti sesuai kebenaran ilmiah yang ada, tak perlu lagi mempertanyakan kehalalan vaksin.
> Berarti semua vaksin halal ya dok?
“Titik kritis keharaman vaksin ini terletak pada media pertumbuhannya yang kemungkinan bersentuhan dengan bahan yang berasal dari babi atau yang terkontaminasi dengan produk yang tercemar dengan najis babi,” kata Ketua MUI KH Ma`ruf Amin di Jakarta, Selasa (20/7).
Suatu Sore (jam : 17.30) di Selatan Jakarta
Doa penutup majelis :
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ ٭
Artinya:
“Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”
Wassalamualaikum wr.wb
--------------------------------------------------
Hari / Tanggal : Senin, 11 Januari 2016
Narasumber : Ustadz Syaikhul Muqorabbin
Tema : Kajian Islam
Notulen : Ana Trienta
Kajian Online Telegram Hamba اَﻟﻠﱣﻪ Ta'ala
PENGANTAR KEDOKTERAN ALA NABI
Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Monday, January 11, 2016
Perhatian ulama terhadap ilmu kesehatan (Semangatlah Belajar Ilmu kethobiban / Kedokteran)
Ilmu kesehatan merupakan ilmu yang tidak lepas dari perhatian para ulama. Karena ilmu ini cukup penting, tidak sedikit ulama yang menjadi thabib/dokter hati sekaligus thabib/dokter badan. Tidak hanya ulama yang memberikan perhatian lebih terhadap ilmu ini, akan tetapi manusia secara umum. Dan profesi thabib/dokter juga mendapatkan kedudukan sosial yang tinggi di masyarakat. Hal ini juga terjadi di zaman dahulu dan memang fitrah manusia yang membutuhkan ilmu kesehatan. Dalam kitab sejarah dituliskan,
وقد ارتفعت مكانة الطبيب في المجتمع الإسلامي ، وأصبح أقرب الناس إلى الخليفة والحاكم ، بل من الأطباء من أصبحوا من الوزراء الموثوق بهم .
“Thabib/ahli kesehatan memiliki kedudukan yang tinggi dalam masyarakat Islam. Mereka menjadi salah satu orang yang dekat dengan para khalifah dan hakim. Bahakan ada di antara para thabib/dokter yang menjadi menteri yang terpercaya.”
Imam Asy-Syafi’i rahimahullah berkata,
لا أعلم علما بعد الحلال والحرام أنبل من الطب إلا أن أهل الكتاب قد غلبونا عليه.
“Saya tidak mengetahui sebuah ilmu -setelah ilmu halal dan haram- yang lebih berharga yaitu ilmu kesehatan, akan tetapi ahli kitab telah mengalahkan kita”
Beliau juga berkata,
إنما العلم علمان: علم الدين، وعلم الدنيا، فالعلم الذي للدين هو: الفقه، والعلم الذي للدنيا هو: الطب.
“Ilmu itu ada dua: ilmu agama dan ilmu dunia, ilmu agama yaitu fiqh (fiqh akbar: aqidah, fiqh ashgar: fiqh ibadah dan muamalah, pent). Sedangkan ilmu untuk dunia adalah ilmu kesehatan.”
Beliau juga berkata,
لا تسكنن بلدا لا يكون فيه عالم يفتيك عن دينك، ولا طبيب ينبئك عن أمر بدنك
“Janganlah sekali-kali engkau tinggal di suatu negeri yang tidak ada di sana ulama yang bisa memberikan fatwa dalam masalah agama, dan juga tidak ada thabib/dokter yang memberitahukan mengenai keadaan (kesehatan) badanmu.”
Imam Asy-Syafi’i rahimahullah berkata,
ضَيَّعُوا ثُلُثَ العِلْمِ وَوَكَلُوهُ إِلَى اليَهُوْدِ وَالنَّصَارَى.
“Umat Islam telah menyia-nyiakan sepertiga Ilmu (ilmu kesehatan) dan meyerahkannya kepada umat Yahudi dan Nasrani.”
Syaikh Muhammad Ast-Syinqitiy rahimahullah berkata menjelaskan perkataan Imam Asy-Syafi’i,
لماذا ثلث العلم؟! لأن علم الشرع على ضربين: علم يتعلق بالاعتقاد، وعلم يتعلق بالأبدان والجوارح، فأصبح علم بالظاهر وعلم بالباطن، علم التوحيد وعلم الفروع التي هي محققة للتوحيد، فهذان علمان فهما طب الروح والجسد، بقي طب البدن من الظاهر وهو العلم الثالث، فقال رحمه الله من فهمه وفقهه: [ضيعوا ثلث العلم ووكلوه إلى اليهود والنصارى] يعني احتاجوا إلى اليهود والنصارى
“Mengapa sepertiga Ilmu? Karena ilmu syar’i ada dua: [1] ilmu yang berkaitan dengan keyakinan [2] ilmu yang berkaitan dengan badan dan anggota badan. Maka menjadi, ilmu dzahir dan ilmu batin. Ilmu tauhid dan cabangnya yang merupakan realisasi dari tauhid. Maka dua ilmu ini adalah pengobatan ruh dan jasad. Tersisa pengobatan badan dari bagian ilmu dzahir yaitu ilmu ketiga. Inilah yang dimaksud oleh perkataan Imam Asy-Syafi’i dari pemahamannya,
“Umat Islam telah menyia-nyiakan sepertiga Ilmu (ilmu kesehatan) dan meyerahkannya kepada umat Yahudi dan Nasrani.”
Yaitu maksudnya butuh terhadap orang yahudi dan nashrani (jika ingin berobat, karena tidak ada/sedikit kaum muslim yang menguasai ilmu kesehatan).”
Jangan sampai umat Islam kalah dalam dengan Ahli kitab dalam masalah ini. Kita bisa lihat di zaman ini di mana ilmu kesehatan lebih dikuasai oleh negara barat. Tidak sedikit Ahli kitab memanfaatkan ilmu kesehatan agar kaum muslimin mengikuti mereka (masuk agama mereka) dengan pengobatan gratis atau mendirikan rumah sakit besar dan rujukan. Karena sebagaimana kita ketahui bersama bahwa orang yang sakit memiliki jiwa yang labil dan mudah dipengaruhi.
Demikian juga perintah agar kita berusaha berobat, yang tentu saja kita kaum muslimin perlu ilmunya. Rasululllah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ياعباد الله تداووا فإن الله- تعالى- لم يضع داء إلا و ضع له دواء
“Wahai hamba-hamba Allah. Berobatlah kalian. Sesungguhnya Allah Ta’ala tidaklah meletakkan satu penyakit kecuali Ia juga akan meletakkan padanya obat.”
Doa penutup majelis :
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ ٭
Artinya:
“Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”
Wassalamualaikum wr.wb
--------------------------------------------------
Hari / Tanggal : Senin, 30 November 2015
Narasumber : Ustadz Rizal Hamdani
Tema : Kesehatan / Thibbun Nabawi
Notulen : Ana Trienta
Kajian Online Telegram Hamba اَﻟﻠﱣﻪ Ta'ala
Assalamu'alaikum akhawat fillah yang dimuliakan Allah
Mari kita awali dengan membaca basmallah
Meneladani Kesehatan Rosulullah
Oleh : Herman Budianto, MSi
Rosulullah ada suri tauladan dalam segala urusan kehidupan, termasuk juga dalam masalah kesehatan. Beliau memberikan contoh bagaimana berperilaku hidup yang sehat sehingga dalam seumur hidup beliau hanya mengalami sakit dua kali yaitu ketika disuguhi daging beracun oleh wanita Yahudi di Khaibar dan ketika menjelang wafat beliau yang sebenarnya juga masih bagian dampak dari racun tersebut.
Masya Allah sungguh luar biasa kesehatan Rosulullah, karena manusia sekarang sudah tidak terhitung berapa kali mengalami sakit dalam seumur hidupnya, bahkan di Indonesia termasuk negara yang memiliki tingkat kematian tinggi karena penyakit seperti Stroke, Jantung, Deabetes Militus, TBC, Hipertensi dan lain-lain. Khusus untuk TBC maka Indonesia berada di posisi nomer 2 di seluruh dunia.
Membahas kesehatan Rosulullah maka juga melihat postur tubuh Rosulullah yang ideal. Beliau menunjukkan ciri-ciri fisik manusia yang sehat yaitu tidak gendut, perut beliau rata, dada bidang, tangan dan kaki yang tegap dan pandangan mata yang berbinar. Kondisi ini sangat mendukung dalam aktivitas beliau sebagai utusan Allah yang membutuhkan energi yang besar.
Rosulullah menempatkan kesehatan pada posisi yang yang utama selain masalah keimanan dan ampunan. Rosulullah bersabda :
“Mohonlah ampunan dan afiat. Sesungguhnya seorang hamba tidak memperoleh karunia yang lebih baik setelah (memperoleh) al-yaqiin dari menerima afiat” (HR. At Tirmidzi 3558)
Allahumma inni as aluka afwa wal ‘afiyah fiddunya wal akhirah. Allahumma inni as aluka afwa wal ‘afiyah fiddinii wa ahlii wa maali.
Artinya : “Ya Allah, sesungguhnya aku betul-betul memohon kepadaMu maaf, dan ‘afiyat di dunia dan akhirat. Ya Allah, sesungguhnya aku betul-betul memohon kepadaMu maaf dan ‘afiyat pada agamaku, keluargaku dan hartaku…” (HR. Abu Daud 5074)
Para ulama menjelaskan bahwa makna ‘afiat adalah kesehatan baik di dunia maupun akhirat yaitu terhindar dari musibah, sakit, kecelakaan di dunia dan musibah beruba siksa di akhirat.
Para ulama telah mengkaji kehidupan Rosulullah dan menemukan rahasia-rahasia kesehatan Rosulullah yang kelihatannya sederhana tetapi luar biasa hasilnya bila kita praktekkan dalam kehidupan sehari-hari.
Rahasia sunah kesehatan Rosulullah tersebut adalah :
1. Tidur tidak terlalu malam
Rosulullah terbiasa tidur setelah sholat isya’, memberikan hak tubuh untuk istirahat, sehingga organ tubuh bisa istirahat dan melakukan proses sinkronisasi serta detoksifikasi.
Allah berfirman :
“Dan karena rahmat-Nya, Dia jadikan untukmu malam dan siang, supaya kamu beristirahat pada malam itu dan supaya kamu mencari sebahagian dari karunia-Nya (pada siang hari) dan agar kamu bersyukur kepada-Nya.” (QS. Al-Qashash:73)
Diriwayatkan dari Abdullah bin Mas’ud ra. ia berkata: “Nabi SAW selalu melarang kami berbincang-bincang setelah Isya’.” (HR Ahmad, Ibnu Majah).
Dampak buruk sering tidur larut malam atau begadang adalah rawan terkena penyakit kanker seperti disebutkan oleh Agen Penelitian Kanker Internasional (IARC). Pakar Kesehatan Denmark dari Institute of Cancer Epidemiology menyatakan, setelah memeriksa 7.000 wanita berusia 30 hingga 54 tahun, diketahui wanita yang bekerja setidaknya selama enam bulan pada malam hari, memiliki peluang lebih tinggi mengidap tumor payudara.
Mereka yang sering lembur malam hari juga memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit jantung. Para ilmuwan dari University of Milan memeriksa 22 ahli logam pria yang memiliki jam kerja berbeda setiap minggunya.
Selain memperhatikan waktu tidur maka cara tidur yang sehatpun dicontohkan oleh Rasulullah. Rasulullah ketika tidur diawali dengan wudhu, lalu berdoa, posisi tidur dengan memiringkan tubuh kearah kanan, sambil berzikir kepada Allah hingga matanya terasa berat. Tekadang beliau memiringkan badannya kesebelah kiri sebentar,untuk kemudian kembali ke sebelah kanan. Tidur seperti ini merupakan tidur paling baik, menjadikan sehat dan bugar.
2. Bangun di pagi hari
Allah berfirman “Bangunlah (untuk sembahyang) di malam hari, kecuali sedikit (daripadanya), seperduanya atau kurangilah dari seperdua itu sedikit.” (QS. Al Muzzamil: 2-3)
Rosulullah bersabda : “Ya Allah, berkahilah umatku di waktu paginya.” (HR. Abu Daud, Tirmidzi dan Ibnu Majah)
Rasulullah terbiasa bangun tidur di sepertiga malam terakhir yaitu sekitar pukul 2 dini hari, berdoa, bersiwak, terkadang mandi lalu berwudhu dan sholat . Beliau tidak pernah tidur melebihi kebutuhan. Penelitian yang dilakukan di Jepang dan di AS selama enam tahun dengan responden berusia 30 sampai dengan 120 tahun menyimpulkan bahwa orang yang biasa tidur lebih dari 8 jam sehari memiliki risiko kematian yang lebih cepat. Sangat berlawanan dengan mereka yang bisa tidur 6 – 7 jam sehari. Rasulullah biasa tidur setelah Isya lalu bangun malam, kurang lebih tidur beliau adalah 6 jam.
Menurut Dr. Muslim Nathin, bangun pagi juga dapat dapat mengurangi kecenderungan terserang panyakit kardiovaskular atau gangguan jantung dan pembuluh darah. Peneliti dari Roehampton University di Inggris juga menyimpulkan kalau bangun pagi membuat tubuh lebih sehat, mood yang baik, dan membuat orang memiliki indeks massa tubuh ideal. "Mereka yang bangun pagi cenderung lebih sehat dan lebih bahagia," ungkap peneliti Dr Joerg Huber, yang dikutip melalui Medicmagic.
3. Makan yang halal dan thayyib (baik)
Allah berfirman : “Hai sekalian manusia makan-makanlah yang halal lagi baik dariapa yang terdapat di bumi dan jangan kamu mengikuti langkah-langkah syaitan, karena syaitan musuh yang nyata bagimu.” (QS Al Baqarah : 168)
Makanan yang halal dan baik ada makanan terbaik yang telah ditentukan oleh Allah. Makanan yang diharamkan maka mempunyai dampak buruk untuk manusia seperti babi, minuman keras, bangkai, darah mengalir dan lain-lain.
Penelitian ilmiah modern di dua negara Timur dan Barat, yaitu Cina dan Swedia. Keduanya menyatakan: “Daging babi merupakan penyebab utama kanker anus & kolon”. Persentase penderita penyakit ini di negara negara yang penduduknya memakan babi, meningkat secara drastis, terutama di negara-negara Eropa, dan Amerika, serta di negara-negara Asia (seperti Cina dan India). Sementara di negaranegara Islam, persentasenya amat rendah, sekitar 1/1000. Hasil penelitian ini dipublikasikan pada 1986, dalam Konferensi Tahunan Sedunia tentang Penyakit Alat Pencernaan, yang diadakan di Sao Paulo.
Institut Kedokteran di Eropa pada tahun 1961 meneliti dampak-dampak buruk sosial yang ditimbulkan dari barang-barang alkoholik adalah sebagai berikut: 50 persen pelaku pembunuhan massal, 77,8 persen perkelahian dan pertikaian lantaran pengaruh minuman beralkohol, 88,5 persen pencurian berkaitan dengan bahan-bahan alkoholik, dan 88,8 persen dampak-dampak penyimpangan seksual yang disebabkan oleh bahan-bahan alkohoik.
Selain halal maka Allah memerintahkan kita untuk memakan yang baik secara kualitas yaitu bergizi seimbang sesuai kebutuhan tubuh, tidak mengandung zat yang membahayak tubuh seperti zat kimia yang berbahaya.
Rosulullah bersabda : “Sumber dari pada penyakit adalah perut. Perut adalah gudang penyakit dan berpuasa itu adalah obat” (HR. Muslim).
Para peneliti kesehatan juga menyatakan bahwa perut merupakan gudang penyakit, dr. Henry B Beley dari USA mengatakan : “Penyebab segala penyakit bukan dari bakteri, melainkan toksin/ racun yang berawal dari keracunan makanan. Toksin/ racun ini menyebabkan rusaknya sel tissu sehingga terjangkit bakteri”
Hal terpenting dalam makanan selanjutnya adalah makan dengan tidak berlebihan. Allah berfirman :
“Makan dan minumlah kalian, namun jangan berlebih-lebihan (boros) karena Allah tidak mencintai orang-orang yang berlebih-lebihan”. (QS Al-A’raf:31).
Rasulullah bersabda: “Anak Adam tidak memenuhkan suatu tempat yang lebih jelek dari perutnya. Cukuplah bagi mereka beberapa suap yang dapat memfungsikan tubuhnya. Kalau tidak ditemukan jalan lain, maka (ia dapat mengisi perutnya) dengan sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiganya lagi untuk pernafasan” (HR Ibnu Majah dan Ibnu Hibban).
4. Kekuatan Ruhiyah
Tingginya tingkat ruhiyah seseorang yang diperoleh dengan cara iman dan ibadah secara ikhlah, benar dan khusyu akan melahirkan hati yang tenang, terjauhkan dari berbagai penyakit hati dan mendukung kekuatan kesehatan fikiran serta fisik.
Allah berfirman : “Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar.” (QS. Al ‘Ankabut: 45)
Dalam surat lain Allah : ““Dan Kami turunkan dari Al-Qur`an suatu yang menjadi penyembuh dan rahmat bagi orang-orang yang beriman” (QS Al Isro’ : 82)
“ Hanya dengan mengingat Allah (Dzikrullah) hati akan menjadi tenang (QS. Ar Ra’d ::28).
Beberapa firman Allah diatas memberikan penjelasan kepada kita tentang korelasi antara ibadah dengan ketenangan jiwa. Ketenangan jiwa ini akan berdampak kepada kesehat, karena orang yang ruhiytahnya tinggi maka dapat terhidar dari berbagai penyakit hati pemarah, dengki, stress, putus asa dan lain-lain.
Penelitian yang dilakukan beberapa ahli menyebutkan bahwa penyakit hati tersebut berdampak pada kesehatan tubuh. The European Heart Journal Acute Cardiovascular Care, menyatakan bahwa orang yang marah secara intens akan meningkatkan risiko sampai 8,5 kali terkena serangan jantung. Menurut dr. Ari Fahrial Syam, SpPD, MMB dari Departemen Penyakit Dalam Divisi Gastroenterologi RSUPN Cipto Mangunkusumo, 80 persen penyakit maag termasuk jenis fungsional. Maksudnya, tidak ada kelainan pada saluran cerna, namun disebabkan oleh stres, kurang tidur, beban pekerjaan, juga makan tidak teratur.
5. Olah Raga dan Pola Hidup Sehat lainnya
Rosulullah bersabda : “Ajarilah anakmu (olahraga) berenang dan memanah” (HR.Dailami).
Rosulullah terbiasa jalan kaki ketika ke masjid, ke rumah sahabat dengan jarak beberapa kilo meter, berlomba lari dengan istri beliau, bahkan beliau mampu mengalahkan ahli gulat Mekkah bernama Ruhana sehingga dia masuk Islam.
Daniel M. Landers, profesor ilmu kesehatan fisik dan olahraga dari Univeritas Arizona melakukan penelitan tentang olah raga dan hasilnya adalah dengan menggerakkan tubuh selama 10 menit setiap hari kesehatan mental kita akan meningkat cepat. Selain itu daya pikir akan bertambah jernih dan yang menggembirakan dapat mengurangi ketegangan alias stress serta membuat perasaan menjadi selalu riang.
Selain masalah olah raga maka Rosulullah mengajarkan juga tentang gaya hidup sehat lain seperti sikat gigi, memotong kuku, bulu ketiak, kemaluan, mandi, bersuci setelah buang air, menjaga kebersihan, menutup tempat air dan makanan dan lain-lain.
Kebiasaan sehat yang dilakukan oleh Rosulullah ini sungguh luar biasa, kebanyakan manusia sekarang tidak menjalankan dengan baik, sehingga kualitas kesehatan sangat jauh dibandingkan Rosulullah. Sebagai umat Islam yang mencintai Allah dan Rosulullah maka sudah selayaknya untuk mengikuti pola hidup Rosulullah dalam segala bidang termasuk dalam masalah kesehatan. Ketika badan sehat maka akan mendukung ibadah dan kinerja kita sebagai muslim, bermanfaat untuk diri sendiri, keluarga, masyarakat dan Islam.
“Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allâh Azza wa Jalla daripada Mukmin yang lemah” (HR Muslim, Ahmad)
TANYA JAWAB
Pertanyaan M101
1. Rosul kalo tidur malam jam berapa biasanya? apakah rosul sholat malam sampai subuh?terima kasih
Jawab
Rosul biasa tidur habis isya sekitar 20 an. Setelah tahajud beliau sampai shubuh atau kadang kalau sudah selesai maka menunggu shubuh sambil tiduran
Pertanyaan M108
1. Masya Allah. Luar biasa. Jadi, pengen nerapkan tidur bada isya. Akibat kebiasan kuliah dulu. Sampai sekarang ga bisa tidur dibwah jam 12 malam. Berwudhu, membaca buku juga ga bikin ngantuk. Dipaksain berebah. Merem. Malah sakit kepala. Kira kira solusi jitunya gmana ya? Terus sama masalah makanan ustad. Dilihat dari cara memperolehnya. Kitakan memang patut berhati hati. Namun.. sebagai anak muda yang masih single dan bekerja. Ana sering membeli makanan diluar. Yang ana ragukan ini ustad. Warungnya sudah dijamin muslim yang punya. Namun, yang belikan bermacam-macam orang. Bermacam-macam jenis uangnya. Apabila modal kesekian dari warung itu trcmpur uang yang tidak halal. Apa hukum dan status makanan it ustad?
Jawab
Dicoba dengan olah raga sehingga badan akan lelah atau sambil tidur kemudian berdoa kepada Allah agar bisa tidur. Saya kadang kalau susah tidur maka begitu. Untuk makanan yang membeli dengan berbagai penghasilan maka tidak masalah yang penting modal awal adalah halal
Pertanyaan M110
1. Ustadz kalo tidur udah cukup ga begadang juga tapi rasa kantuk selalu menghantui itu gimana ya?
Jawab
Dicoba bergerak, ambil wudhu lalu sholat atau olah raga ringan
2. Assalamu'alaikum ustad..tema kajian hari ini penuh inspiratif. Menu-menu Makanan Sehat ala Rasulullah shallahu'alaihi wasalam seperti apa ya pak ustad agar kami terapkan di kehidupan hari-hari?
Jawab
Makanan sehat rosul adalah tidak mengkumsi yang mengandung zat kimia berbahaya seperti pengawet, micin dll. Beliau makan tidak berlebihan. Memakan makanan yang sehat seperti gandum, kurma, buah, daging kambing, onta dll
Pertanyaan M111
1. Wa'alaikumsalam wr wb ustadz saya mau nanya bagaimana cara pengobatan yang dilakukan Rasulullah saw saat beliau sakit atau ada keluarga/sahabat yang sakit? apakah meminum air zamzam dan madu adalah obat paling bagus untuk penyembuhan atau bagaimana? Jazakallah
Jawab
Untuk penyembuhan maka bila sakit pertama dilakukan adalah berdoa dengan doa-doa yang dianjurkan untuk penyembuhan. Selain itu juga dengan beberapa obat herbal seperi madu, habbatusauda, zaitun dll sesuai sakitnya. Untuk lebih jelas maka bisa membeli buku pengobatan ala rosul karangan ibnu qoyim al jauzi
Pertanyaan M112
1. Masalah makanan halal lagi baik. Bagaimana hukumnya jika kita tau kita makan di rumah saudara yang penghasilannya terkait dengan riba? Sedangkan sulit menghindari untuk tidak makan di situ.
Jawab
Kalau sudah jelas dari riba maka wajib menghindar karena akan berbahaya bagi kita. Tiap makanan haram akan menjadi bahan bakar di nereka
2. Olahraga yang dianjurkan Rasulullah bagi perempuan apa saja? Biar dak ngantuk habis subuh kayak apa ya ustadz?
Jawab
Kalau mengantuk ada beberapa pilihan yaitu wudhu lalu sholat atau jalan-jalan sebentar atau ngopi. Olah raga banyak pilihan. Jalan kaki, lari, senam, beladiri untuk wanita dll
Doa penutup majelis :
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ ٭
Artinya:
“Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”
Wassalamualaikum wr.wb
--------------------------------------------------
Hari / Tanggal : Senin, 23 November 2015
Narasumber : Ustadz Herman Budianto
Tema : Thibbun Nabawi
Notulen : Ana Trienta
Narasumber : Ustadz Herman Budianto
Tema : Thibbun Nabawi
Notulen : Ana Trienta
Kajian Online Whatsapp Hamba اَﻟﻠﱣﻪ Ta'ala
Link Nanda
MENELADANI KESEHATAN RASULULLAH
Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Monday, November 23, 2015
Kita mbahas mengenai thibbun nabawi. Bahasannya panjang dan lebar. Karena itu sebelum semuanya berakhir bahagia, saya ingin bertanya dulu. Apa artinya sehat menurut kalian? Biar kita samakan persepsi dulu karena persepsi mendahului aksi
Monggooo dijawab
Atau sehat itu apa sih?
》sehat itu ketika kita merasa nyaman dan bersyukur untuk semua yang dikasih olehNya
sehat jasmani dan rohani kan stadz
》Sehat adalah suatu kondisi di mana segala sesuatu berjalan normal dan bekerja sesuai fungsinya dan sebagaimana mestinya.
kata om gugel tadz..
》Sehat itu semua sesuai porsi nya, ngga kurang ngga lebih
☆Ayo...aku sih iyes...ada lagi?
☆Ayo...biar makin pucing pale berbi
Baik
Sehat adalah kondisi sejahtera jasmani rohani serta sosial ekonomi. Ini juga sejalan dengan pengertian sehat oleh World Health Organisation. "Health is a state of complete physical, mental and social well-being and not merely the absence of diseases or infirmity"
》adalah kondisi fisik lengkap, mental, dan kesejahteraan sosial serta tidak hanya terhindar dari penyakit atau kelemahan
Jadi kalau bicara thibbun nabawi pengobatan cara nabi sebenarnya harus menyentuh hal hal yang diatas
1. Jasadiyah
2. Fikriyah
3. Ruhiyah
Atau menyentuh apektif kognitif psikomotorik. Atau iq, eq, sq, dan aq. Dan semua harus seimbang. Karenanya kalau mau sehat semuanya jadikanlah islam sebagai way of life, cara hidup dan gaya hidup
Intinya adalah bahwa
1. Jasadiyah
Jaga kebugarannnya kebersihannya dsbnya dengan gaya hidup yang teratur bersih dan sehat...makanan yang bergizi seimbang, mandi, puasa ibadah dsbnya
2. Fikriyah
Pikiran yang positif dan ikhlas. Asasnya adalah husnudzhon billah husnudzhon kepada Allah. Kendalikan fikiran dan jangan mau dikendalikan oleh fikiran. Pilihlah fikiran fikiran yang baik dari lintasan pikiran yang muncul.
3. Ruhiyah.
Senantiasa ingat kepada Allah (dzikrullah) dan ibadah yang wajib ditambah ibadah yang sunnah sesuai kondisi dan kekuatan kemauan.
4. Sosial dan ekonomi
Bergaul dengan masyarakat yang baik dan positif. Mampu menghasilkan uang sendiri dengan cara berdagang beternak atau bertani atau jadi karyawan atau jual jasa dan tenaga.
Demikian sharing kita hari ini. Semoga bisa di fahami.
TANYA JAWAB
Pertanyaan M112
1. Apabila kita bergaul pilih-pilih kira-kira yang membuat kita menjadi lebih baik ga apa kan?
Jawab
Iya gapapa. Dan harus begitu. Teman itu harus yang baik. Tapi kenalan mah sama siapa aja. Sebatas kenal. Bila mampu, kenalan yang ga baik diajak baik. Didakwahi gitu.
Pertanyaan M113
1. Bagaimana cara terapi yang sering sakit biar sehat kembali? Ini terjadi pada diri saya sendiri
Jawab
Banyak sebab. Salah satunya adalah sistem imun yang rendah. Dalam tubuh kita ada dokter pribadi namanya sistem imun. Perbaiki aja sistem imunnya.
Pertanyaan M116
1. Bagaimana cara menjaga kesehatan ruhiyah dan fikriyah kita agar selalu istiqomah disaat down (kadang walau sudah mencoba berdzikir dalam hati tetap saja rasa sedih marah dan kecewa menyesal itu selalu menyertai)
Jawab
Perbesar rasa syukur dengan cara senantiasa menghitung hitung nikmat Allah
2. Sungguh aku beribadah hanya ingin brharap pahala dari Allah smata, berharap Allah menerima semua amal ibadah tapi kadang difkirkan terlintas ingin mendapat pujian dari orang laen, tapi hati ini menolak. aku sangat takut ibadah aku akan sia-sia kalau dalam fikiran aku terkadang muncul perasaan seperti itu. Kenapa fikiran kadang muncul perasaan itu?
Jawab
Wajar muncul pikiran demikian. Namun segera redam dan alihkan bahwa niatku hanya karena Allah saja.
3. Mau tanya bagaimana cara mengatasi masalah penyakit hati kak? Misal masalah rendah diri. Cenderung menyalahkan diri sendiri. Sulit mempercayai seseorang.
Jawab
Ya jangan rendah diri. Jangan menyalahkan diri sendiri. Harus ridho dengan ketentuan Allah. Dalam hal mempercayai seseorang maka harus dilihat track recordnya terhadap kamu. Bahkan seorang yang sangat kamu percaya pun bisa ingkar. Jadi sisakan ruang didada untuk ketidaknyamanan dalam hidup untuk lebih yakin dengan takdir (qodho dan qodar)
Maaf lahir bathin
♡♡♡♡♡
BIJAKSANA. Orang-orang bijaksana selalu menyediakan diri untuk belajar dan mendengar. Dengan belajar, manusia berhenti jadi kura-kura yang menganggap rumah kecilnya adalah satu-satunya rumah yang layak huni. Dengan mendengar, manusia menyatu bersama samudera pengertian yang maha luas. Seseorang menulis: to say you don’t know is the beginning of knowing. Menyadari diri tidak tahu adalah awal pengetahuan dan keagungan.
Doa penutup majelis :
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ ٭
Artinya:
“Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”
Wassalamualaikum wr.wb
--------------------------------------------------
Hari / Tanggal : Selasa, 23 Juni 2015
Narasumber : Ustadz Kaspin Nur
Tema : Kesehatan
Notulen : Ana Trienta
Narasumber : Ustadz Kaspin Nur
Tema : Kesehatan
Notulen : Ana Trienta
Kajian Online Whatsapp Hamba اَﻟﻠﱣﻪ Ta'ala
Link Nanda 2







