Bismillah walhamdulillah washsholatu wassalamu 'ala rasulillah
Kali ini saya sedikit bawakan prinsip pengantar memahami kedokteran ala nabi. Sebagai pengantar memahami kedokteran ala Nabi, ada baiknya kita perhatikan prinsip dasar berikut:
1. Kedokteran ala Nabi bukanlah perkara yang sempit dan terbatas pada contoh praktis tertentu, tapi juga mencakup kaidah-kaidah yang menjadi dasar untuk pengembangan medis secara lebih luas. Dalil utama dari prinsip ini adalah apa yang sering disebutkan Nabi saw dalam beberapa hadits beliau;
"Tidaklah Allah menurunkan penyakit, kecuali Allah menurunkan obatnya" (Hr. al Bukhari).
Maksud "obatnya" di sini tidaklah terbatas apa yang pernah Nabi saw praktikkan, namun lebih luas dari itu. Jika kita hanya berpegang pada praktik medis Nabi saw, maka rujukan dalam kedokteran Nabi akan menjadi sangat terbatas, padahal kedokteran itu mencakup hal yang sangat luas. Tidaklah mungkin semuanya dirangkum dalam praktik keseharian Nabi saw.
Hal ini serupa dengan bahasan fiqih. Tidak bisa disangkal bahwa banyak perkara-perkara yang belum terjadi di zaman Nabi saw sehingga tidak diketahui dalil langsungnya. Namun Nabi saw telah memberikan kaidah-kaidah -yang disimpulkan oleh para ulama- sehingga menjadi bahan untuk memutuskan perkara fiqih kontemporer.
2. Tidak boleh mengalamatkan sesuatu pada Nabi saw sampai ada bukti yang jelas. Akibat kesalahpahaman pada prinsip no.1, sebagian kita jadi mudah menerima dalil-dalil kedokteran ala Nabi yang belum jelas dasarnya. Padahal metode berdalil dalam Islam sudah sangat jelas, tidak boleh sembarangan.
Dari Anas bin Malik radhiallahu `anhu, ia berkata. "Sesungguhnya yang mencegahku menceritakan hadist yang banyak kepada kamu, (ialah) karena Rasulullah shallallahu `alayhi wasallam telah bersabda : "Barangsiapa yang sengaja berdusta atasku (yakni atas namaku), maka hendaklah ia mengambil tempat duduknya di neraka". (Hr. Bukhari dan Muslim)
Maka tidak boleh terbuai dalam ungkapan bahwa buah ini bagus kata Nabi, ini food combining ala Nabi, Nabi makan ini itu begini, dst, padahal tidak ada sumber yang jelas tentangnya. Mari kita mengambil pelajaran dari Anas bin Malik radhiallahu 'anhu yang sangat berhati-hati berkata bahwa sesuatu itu "ala Nabi", padahal beliau adalah seorang sahabat!
3. Nabi tidak mempertentangkan kedokteran modern dan kedokteran versi beliau saw sendiri. Terkait hal ini bisa kita temukan langsung beberapa bukti dalam sejarah beliau;
- Beliau tidak menolak kedatangan dokter dari Persia yang mengunjungi Madinah untuk buka praktik (walaupun akhirnya dokter itu pulang kembali karena tidak berhasil menemukan orang sakit)
- Dalam banyak hadis beliau memuji pengobatan bekam, padahal itu adalah metode pengobatan yang ada jauh sebelum masa beliau.
- Disebutkan juga bahwa Nabi saw pernah menerima kedatangan 2 lelaki yang akan mengobati seorang rekannya yang sakit, lalu beliau bertanya; "Siapa di antara kalian yang lebih ahli dalam hal medis?" (Al Muwatha', hadis mursal).
Dan seterusnya akan kita temukan contoh-contoh di mana Nabi saw tidak mempertentangkan antara ilmu kedokteran yang sudah ada dengan apa yang beliau praktikkan (baik karena wahyu maupun alasan keilmuan dunia). Ingat, kedokteran adalah keilmuan dunia, keilmuan yang bersifat muamalah. Berbeda dengan ibadah yang harus 100% memakai dalil.
Wallahu a'lam
Referensi:
- Kedokteran Nabi saw, Antara Realitas dan Kebohongan
(Abu Umar Basyier)
- dll
DISKUSI
1. Pengobatan alan nabi dan modern harus seimbangkah?
Jawab
Harus proporsional. bahasa kerennya "wasathon"
وَكَذَٰلِكَ جَعَلْنَاكُمْ أُمَّةً وَسَطًا لِتَكُونُوا شُهَدَاءَ عَلَى النَّاسِ وَيَكُونَ الرَّسُولُ عَلَيْكُمْ شَهِيدًا
Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kamu, umat yang adil dan pertengahan (wasathon) agar kamu menjadi saksi atas manusia dan agar Rasul menjadi saksi atas kamu. al Baqarah 143
2. Kedokteran ala nabi apakah harus identik dengan Muhammad Rasullullah saja pak? Sebagai kita ketahui, beliau hanya 2 x sakit = sehat. Jadi dengan mengikuti sunah beliau diharapkan sehat juga. Sebelumnya kan sudah tentang manfaat bahan-bahan alami spt madu, bawang dll....itu bukan 'ala' nabi jadinya ya ustadz? Afwan...jadi kesimpulan materi ustadz kali ini apa ya?
Jawab
bunda Rusni, seperti pada poin 1 yang saya sebutkan, kedokteran ala nabi tidak sempit pada apa yang dipraktikkan Nabi saja, tapi luas, selama sesuai kaidah yang beliau ajarkan. Pemakaian hasil alam dalam pengobatan merupakan salah satu kaidah yang dicontohkan secara umum. Selama metode pengobatan itu sesuai dengan penyakitnya, maka itu sesuai dg dalil:
"Tidaklah Allah menurunkan penyakit, kecuali Allah menurunkan obatnya"
3. Intinya kan walaupun kita percaya pengobatan ala nabi tapi jangan pula meninggalkan ala medis, contoh kasus imunisasi karena tanik adalah sunah bukan obat 100%?
Jawab
Mba Mae, menurut saya (sebagian) medis modern juga termasuk "ala Nabi". mksudnya bukan karena dipraktikkan Nabi, tapi karena tidak bertentangan dengan kaidah-kaidah umum aththibbun nabawyi. Coba kita lihat ath thibbun nabawy sebagai bagian dari khasanah islam yang luas. Tuk perbandingan kita ambil contoh; berdagang. Apakah yang dimaksud berdagang ala nabi hanya berdagang benda-benda yang pernah Nabi dagangkan? ternyata kan tidak. Yang disebut berdagang ala Nabi adalah berdagang yang memenuhi kaidah-kaidah berdagang yang beliau ajarkan; jujur, terbuka, dll. Tapi memang ada sesuatu yang bersifat wahyu dalam ath thibbun nabawy, ini harus kita imani. Keutamaan jinten hitam misalnya, ini sifatnya wahyu. Namun bukan berarti kita bilang, minum jinten hitam aja, semua penyakit pasti sembuh. Wahyunya benar: jinten hitam mengobati segala penyakit (jika kita pahami tekstual), tapi metodenya kan tidak dijelaskan Nabi. Kapan minumnya, berapa banyak, ekstraksinya seperti apa, perlu dicampur zat lain atau tidak dll.
4. Ustadz untuk pandangan ustadz sendiri soal imunisasi bagaimana?
Jawab
Hukum imunisasi menurut hemat saya, yang rajih adalah, mubah. Terlebih jika ada pandangan pihak berwenang terkait bahaya wabah penyakit tertentu di suatu daerah, maka imunisasi atau vaksin bisa sangat dianjurkan demi menyelematkan nyawa. Di antara tujuan syariah yang disepakati ulama adalah menyelamatkan nyawa. Setahu saya para ulama indonesia maupun dunia cenderung membolehkan vaksin dan imunisasi. Silahkan cek Fatwa Majelis Tarjih Muhammadiyyah, Fatwa Lembaga Bahtsul Masail NU. Fatwa Syaikh Sholih al Munajjid, Fatwa Majelis Ulama Eropa, dsb
5. Bolehkah kita minum obat penahan haid selama ibadah umroh dan haji?
Jawab
Perhatikan benar-benar pola haid selama beberapa bulan terakhir, dan konsultasi dengan ahli medis terkait penggunaannya. Terkait haji, yang biasanya dilakukan dalam waktu lama (30hari), bisa jadi lebih baik dihindari, karena thawaf ifadhah bisa dilakukan di hari tasyrik bahkan sebagian ulama membolehkan sampai akhir dzulhijjah. Adapun ritual lain selain thawaf, boleh dilakukan wanita haid. Bahkan jika sampai kembali ke tanah air tetap tidak bisa thawaf karena haid, sebagian ulama tetap menganggap sah hajinya karena jelas uzurnya syar'i. Tapi tetap, hukumnya boleh saja kalo mau minum. Adapun umroh, waktunya lebih pendek hanya 10-14 hari. karena itu, jika hasil konsultasi medis dan melihat pola haid beberapa bulan ke belakang, agar bisa minum obat sesuai waktunya. lebih baik minum obat penunda haid jika umroh. (lihat kondisinya dan konsultasikan dengan ahli medis). Pastinya, jangan sudah repot-repot pakai pil penunda haid, tapi malah lebih banyak belanja dan jalan-jalannya dibanding ibadah di tanah suci
6. Terkait vaksin kalo sebelum menikahkan jaman sekrang harus suntik vaksin juga ya? Apa hukumnya tadz jika dipandang dari segi agama?
Jawab
Hukum vaksin sudah jelas di atas. Saya pribadi lihat sikon saja. Vaksin wajib sebaiknya diambil, karena ketika pemerintah menyebutnya wajib, berarti kondisi keindonesiaannya memang menganjurkan demikian. wallahu a'lam.
Tanggapan dokter
Izin berkomentar,
Vaksin.
Titik permasalahan halal haramnya selama ini ada di enzim. Enzim itu menggunakan bahan babi, non babi, atau nabati. Sedangkan sepaham saya, enzim tetaplah enzim. Dia katalisator, ada di awal reaksi, hilang saat reaksi, terus ada lagi di akhir dalam jumlah yang sama. Kebenaran ilmiahnya begitu, jadi tidak bercampur sama sekali. Lalu dimana potensi haramnya meskipun menggunakan bahan babi? Ini beda dengan kapsul yang memang gelatin merupakan komponen vital kekeyalannya.
Dulu saya pernah paparkan ini kala di panel dengan seorang profesor anggota tim audit halal MUI. Harapan saya dapat diskusi lain, tapi beliau justru mendukung pernyataan saya. Maka di forum ini, kepada assatidz mohon berkenan meluruskan jika pemahaman saya salah. Jika tidak, berarti sesuai kebenaran ilmiah yang ada, tak perlu lagi mempertanyakan kehalalan vaksin.
> Berarti semua vaksin halal ya dok?
“Titik kritis keharaman vaksin ini terletak pada media pertumbuhannya yang kemungkinan bersentuhan dengan bahan yang berasal dari babi atau yang terkontaminasi dengan produk yang tercemar dengan najis babi,” kata Ketua MUI KH Ma`ruf Amin di Jakarta, Selasa (20/7).
Suatu Sore (jam : 17.30) di Selatan Jakarta
Doa penutup majelis :
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ ٭
Artinya:
“Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”
Wassalamualaikum wr.wb
--------------------------------------------------
Hari / Tanggal : Senin, 11 Januari 2016
Narasumber : Ustadz Syaikhul Muqorabbin
Tema : Kajian Islam
Notulen : Ana Trienta
Kajian Online Telegram Hamba اَﻟﻠﱣﻪ Ta'ala
PENGANTAR KEDOKTERAN ALA NABI
Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Monday, January 11, 2016
Khadijah adalah wanita pertama yang hatinya tersirami keimanan dan dikhususkan Allah untuk memberikan keturunan bagi Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. Menjadi wanita pertama yang menjadi Ummahatul Mukminin, serta turut merasakan berbagai kesusahan pada fase awal jihad penyebaran agarna Allah kepada seluruh umat manusia.
Sebelum menikah dengan Rasulullah, Khadijah pernah dua kali menikah. Suami pertama Khadijah adalah Abu Halah at-Tamimi, yang wafat dengan meninggalkan kekayaan yang banyak, juga jaringan perniagaan yang luas dan berkembang. Pernikahan kedua Khadijah adalah dengan Atiq bin Aidz bin Makhzum, yang juga wafat dengan meninggalkan harta dan perniagaan. Dengan demikian, Khadijah menjadi orang terkaya di kalangan suku Quraisy.
Khadijah memiliki seorang pegawai yang dapat dipercaya dan dikenal dengan nama Maisarah. Dia dikenal sebagai pemuda yang ikhlas dan berani, sehingga Khadijah pun berani melimpahkan tanggung jawab untuk pengangkatan pegawai baru yang akan mengiring dan menyiapkan kafilah, menentukan harga, dan memilih barang dagangan.
SIROH : KHADIJAH BINTI KHUWAILID
Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Wednesday, June 3, 2015
”Wahai Nabi! Sesungguhnya Kami mengutusmu untuk menjadi saksi, pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan, dan untuk menjadi penyeru kepada (agama) Allah dengan izin-Nya dan sebagai cahaya yang menerangi.”(al-Ahzaab: 45-46)
Berdasarkan ayat di atas, ada lima tugas nabi yang harus kita lanjutkan di antaranya sebagai berikut.
1. SYAHIDIN (SAKSI)
Nabi menjadi saksi atas manusia, di dunia dengan menjadi terbimbing dan di akhirat Rasul juga menjadi saksi atas pengadilan bagi umatnya. Allah berfirman,
”…Dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu…”(al-Baqarah: 143)
2. MUBASYSYIRAN (PEMBERI KABAR GEMBIRA)
Memberi kabar gembira adalah mengemukakan imbalan yang diperoleh bagi orang yang beriman dan amal saleh agar mereka mau melakukannya. Allah berfirman,
”Sungguh, orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, mereka itu adalah sebaik-baik makhluk. Balasan mereka di sisi Tuhan mereka ialah surga ‘Adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya”(al-Bayyinah: 7-8)
3. Pemberi peringatan
Bahwa rosulullah saw memperingatkan kita akan keras dan mengerikan nya siksa neraka
”(Makanan surga) itulah hidangan yang lebih baik ataukah pohon zaqqum. Sesungguhnya kami menjadikan pohon zaqqum itu sebagai siksaan bagi orang-orang yang dzalim. Sesungguhnya ia adalah sebatang pohon yang keluar dari dasar neraka jahim. Mayangnya seperti kepala syaitan-syaitan. Maka sesungguhnya mereka benar-benar memakan sebagian dari buah pohon itu, maka mereka memenuhi perutnya dengan buah zaqqum itu. Kemudian sesudah makan buah pohon zaqqum itu pasti mereka mendapat minuman yang bercampur dengan air yang sangat panas. Kemudian sesungguhnya tempat kembali mereka benar-benar ke neraka jahim”.(As Shaffat:62 – 68 )
Rasulullah Shallahu’alaihi wa Sallam bersabda,”Seandainya setitik dari zaqqum diteteskan di dunia niscaya akan menghancurkan kehidupan semua penghuninya. Lalu bagaimana dengan keadaan orang yang menjadikan zaqqum sebagai makanannya?” (HR At-Tirmidzi, Ibnu Majjah dalam sunannya, kitab Az-Zuhud, bab Shifat An Nar, 8/4325.)
4. AD-DA’I ILALLAH (MENYERU KEPADA AGAMA ALLAH)
Manusia harus diseru untuk beriman kepada Allah dan masuk agamanya dengan cara yang baik. Allah berfirman,
”Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik, dan berdebatlah dengan mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang lebih mengetahui siapa yang sesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui siapa yang mendapat petunjuk.”(an-Nahl: 125)
5. SIRAJAN MUNIYRA (CAHAYA PENERANG)
Manusia berada dalam kegelapan sehingga kehidupan ini menjadi kacau disebabkan tidak menggunakan ketentuan Allah dan Rasul-Nya. Dengan demikian, para pelanjut risalahnya harus bisa menjadi penerang yang mampu menjelaskan mana jalan yang benar dan mana yang salah.
Demikian
Saya tutup yaa..
Kita tutup dengan Doa Kafaratul majlis
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ
“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”
--------------------------------------------------
Hari / Tanggal : Selasa, 19 Mei 2015
Narasumber : Ustadz Kaspin Nur
Tema : Kajian Islam
Notulen : Ana Trienta
Narasumber : Ustadz Kaspin Nur
Tema : Kajian Islam
Notulen : Ana Trienta
Kajian Online Telegram Hamba اَﻟﻠﱣﻪ Ta'ala
Hari / Tanggal : Selasa, 17 Februari 2015
Narasumber : Ustadz Kaspin Nur
Tema : Kajian Islam
Tema : Kajian Islam
Notulen : Ana Trienta
Assalamualaikum
Hari ini saya dapet tugas ketak ketok disini...maaf ketak ketik...mungkin ini akan membuat hape Anda demam dan menggigigil serta njerit njerit seharian. Sebelumnya saya mohon maaf dan setelahnya saya mohon apa ya? Baik..
Ada satu pesan Rosulullah saw kepada Abu Dzar Al Ghifari ra. Pesannya mengenai kehidupan dunia.
"Hai Abu Dzar!
1. Perbaharuilah perahumu, karena lautan itu sangat dalam
2. Bawalah perbekalan secara sempurna, karena perjalanan ini jauh sekali
3. Kurangilah beban, karena tanjakan itu berat dan terjal
4. Ikhlaskanlah amal, karena Dzat yg menilai Maha Melihat.
PESAN RASULULLAH TENTANG KEHIDUPAN DUNIA
Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Tuesday, February 17, 2015
Kajian On Line
Telegram Hamba الله Ta’ala
Hari / Tanggal :
Senin, 09 Februari 2015
Narasumber : Ustadzah
Laksmini Pratiwi
Tema : Kajian Umum
Editor : Ana Trienta
Assalamualaikum
wr...wb..
Baik...saya akan
membawakan materi tentang keluarga Nabi Saw khususnya istri-istri
Nabi. Saya mau bertanya dulu sama bunda sekalian.. Siapa tau ada
berapa istri Nabi Saw?
Saya menunggu
jawaban..?
Member
9 kalo gak salah umm
Ustadzah
Belum tepat mba Nurza
... Siapa lagi yang mau menjawab?
Member
13
Ustadzah
Betulll bun indah. Hadiahnya
menyusul yaa..☺
Baik, saya ambil
sumber dari buku yang disusun oleh Ust Abdullah Haidir yang berjudul "
Istri dan Putri Rasulullah
Mengenal rumah tangga
Rosulullah Saw akan mengantarkan kita mengenal sisi kemanusiaan beliau
sekaligus sebagai teladan dalam kehidupan sehari-hari. Sesuai dalam QS Al
Ahzab : 21
"Sungguh telah ada pada diri Rosulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan banyak mengingat Allah"
Adalah fitrah jika
kecintaan mendorong seseorg untuk mengenal dan mencintai keluarganya. Apalagi
terhadap keluarga Rosulullah Saw khususnya terhadap istri-istri dan putra putri
beliau. Karena selain hal itu tuntutan agama, pada diri mereka akan kita
dapatkan teladan dan contoh hidup yang layak menjadi bahan pelajaran bagi
setiap orang beriman khususnya kaum wanita
Istri-istri Rosulullah
Saw yang dinikahi berdasarkan akad dan digauli, disepakati ada 11 orang, yaitu:
1. Khadijah binti
Khuwailid
2. Saudah binti Zum'ah
3. Aisyah binti Abu
Bakar
4. Hafshah binti Umar
bin Khaththab
5. Zainab binti
Khuzaimah Al Hilaliyah
6. Ummu Salamah binti
Abi Umayyah
7. Zainab binti Jahsy
8. Juwairiah binti Al
Harits
9. Ummu Habibah binti
Abu Sufyan
10. Maimunah binti
Harits
11. Shafiah binti
Huyay bin Akhthab
Sedangkan
1. Raihanah binti Zaid
2. Mariah Al Qibtiah
Diperdebatkan para
ulama apakah termasuk istri yang digauli berdasarkan akad pernikahan atau sebatas
istri yang digauli sebagai seorang budak yang disebut dengan istilah saariyah
atau saraari
Kalo ada yang mau
didiskusikan ..silahkan
DISKUSI
1. Maksudna pernyataan
paling akhir it apa bun? Apakah zaman dahulu kalau budak itu otomatis jadi
istri yaa?
Jawab
Ya..budak adalah milik
tuannya dengan catatan budak tersebut belum bersuami. Sesuai dengan QS Al
Ma'arij 29-30
"Dan orang-orang yang memelihara kemaluannya, kecuali terhadap istri-istri mereka atau hamba sahaya yang mereka miliki maka sesungguhnya mereka tidak tercela"
Tujuannya sebagaimana
disebutkan dalam ayat adalah untuk menjaga kehormatan selama hal tersebut
dihalalkan baik bagi tuannya ataupun budak tersebut. Disamping, bagi budak,
jika dari hubungan tersebut dia hamil dan punya anak, maka sang anak langsung
merdeka, dan ibunya disebut ummul walad, sudah setengah merdeka, tidak boleh
diperjual belikan lagi, maka hal ini merupakan jalan untuk memerdekakan budak.
2. Lahh iya.. zaman
sekarang kayak gitu dianggap zina.. iya ga bunn??
Jawab
Islam datang untuk
menghapus segala hal yang mendzolimi seperti perbudakan ini
Memang diperdebatkan
para ulama tentang beberapa isteri nabi yang asalnya budak, seperti mariah
alqibtiah dan raihanah, apakah dia digauli sebagai budak, atau sudah
diperisteri. Ini karena riwayat tentang itu tidak jelas benar petunjuknya. Namun,
kedua pendapat tersebut tidak bermasalah secara prinsip, sebab, seandainya pun
nabi mengaulinya tanpa akad nikah, memang hukum asalnya, tuan boleh menggauli
budaknya seperti saya sebut di atas.
Rumah tangga Nabi Saw
pun bukan tanpa problem. Yang sering timbul diantara istri-istri Nabi adalah
cemburu dan ekonomi. Tapi karena beliau seorang Nabi yang sikap dan perilakunya
selalu sesuai petunjuk Allah Swt..kedua hal tersebut bisa diatasi. Jadi dalam rumah
tangga cemburu itu boleh asal dalam batas kewajaran bukan cemburu buta
3. Bunda nanya.. tadi
pagi saya denger tetangga sebelah dibentak suaminya karena dari pagi istrinya
ngomel-ngomel mulu ampe mau berangkat ngantor berdua. Akhirnya suaminya bentak-bentak ampe
kedengaran beberapa rumah..itu baik atau ndak mi?
Jawab
Suami membentak karena
apa? Walaupun memang ada kesalahan dari istri tapi tidak boleh suami mebentak
apalagi sampai terdengar orang lain. Nasihati dengan baik dan lembut, itu yang
dicontohkan Nabi
4. Apa dibolehkan
istri itu ngeluh capek mi karena kerja?
Jawab
Istri sebaiknya memang
tidak bekerja diluar karena dunia luar itu keras tidak sesuai untuk wanita yang
lembut. Kecuali karena terpaksa misal tulang punggung keluarga karena suami
sakit dan tidak bisa mencari nafkah. Ingat bunda..istri adalah kepala rumah
tangga yang bertanggung jawab atas keberlangsungan rumah tangga. Anak-anak kita
adalah penerus dan darah daging kita masa mau diserahkan ke orang lain yang
kita tidak tau kualitas orang tersebut. Atau diserahkan ke neneknya, tega
sekali kita dari kecil sampai dewasa selalu merepotkan orang tua. Pekerjaan rumah
tangga pada hakikatnya tugas bersama anggota keluarga. Bahkan Nabi Saw
senantiasa membantu istri-istrinya mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Seperti
menjahit sendiri sepatu dan bajunya. Jadi harus dikomunikasikan bersama
pembagian tugas
5.Mi bagaimana resepnya
biar suami ndak larak lirik, saya kerja di tempat yang 99% laki-laki, kalo liat
tingkah mereka suka ngenes. Pas ada klien cewe cantik langsung dah pada lebay.
Jawab
Laki-laki sholeh kalo
sudah diikat hatinya dirumah dengan istrinya, in sya Allah gak bakalan cari yang
lain diluar. Makanya istri harus dirumah memberikan servis yang terbaik untuk
suami. Kalo istri kerja, sudah sama-sama cape kalo suami butuh dimanjakan istri
sudah tidak mau melayani karena cape. Kalo sudah begituu..alamat suami akan
cari pelarian keluar..
6.Bunda tapi kenapa
kesannya istri dituntut binget ya dalam rumah tangga. Apa istri ndak boleh juga
berkembang?
Jawab
Kalo istri ikhlas
mengerjakannya dan diniatkan ibadah in syaAllah gak berat kok. Sangat boleh
apalagi potensi istri besar untuk maju maka suami wajib memfasilitasi agar
istri berkembang dengan catatan tidak mengabaikan tugas pokok sebagai istri dan
ibu. Masalah sebenarnya ada pada setiap manusia karena sebagai makhluk sosial
dia berinteraksi dengan orang lain yang beda pemikirannya toh..
PENUTUP
Doa Kafaratul Majelis
سبحانك
اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك
Subhanakallahumma
wabihamdika asyhadu alla ilaaha illa anta astaghfiruka wa'atubu ilaika
“Maha Suci Engkau ya
Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah
melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”
(HR. Tirmidzi, Shahih).
Hari / Tanggal : Selasa, 27 Januari 2015
03 Februari 2015
03 Februari 2015
Narasumber : Ustadzah Erlina
Tema : Ma'rifaturasul
Tema : Ma'rifaturasul
Notulen : Ana Trienta
Assalamu alaikum...bunda-bunda admin yang sholihah...
Luruskan niat sehingga Allah membuka hati kita untuk mudah menerima kebenaran. Bismillahirrahmanirrahiim
Assalamu alaikum warahmatullahi waba rakatuuh...
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَسْتَهْدِيْهِ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنِ اهْتَدَى بِهُدَاهُ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ.
Segala puji bagi Allah, kita memuji-Nya dan meminta pertolongan, pengampunan, dan petunjuk-Nya. Kita berlindung kepada Allah dari kejahatan diri kita dan keburukan amal kita. Barang siapa mendapat dari petunjuk Allah maka tidak akan ada yang menyesatkannya, dan barang siapa yang sesat maka tidak ada pemberi petunjuknya baginya. Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya. Ya Allah, semoga doa dan keselamatan tercurah pada Muhammad dan keluarganya, dan sahabat dan siapa saja yang mendapat petunjuk hingga hari kiamat.
Judul materi kali ini adalah:
Seputar Hukum Menghina Rasulullah SAW
Lagi, dan lagi Rasulullah Saw dihina. Berulang kali Rasulullah Saw, sosok paling mulia, panutan seluruh umat Islam, dihina, dicaci dan bahkan dijadikan bahan lecehan oleh orang-orang kafir la’antullah ‘alaihim. Belum hilang di ingatan umat Islam, pada September 2005, kartun yang menggambarkan Rasulullah Saw. sebagai sosok teroris dipublikasikan oleh surat kabar Denmark Jyliands-Posten. Tahun berikutanya kartun Rasululullah berkalung sorban, dengan bom dikepalanya, juga dimuat di beberapa Koran di Eropa, France Soir di Prancis, Die Welt di Jerman, La Stampa di Italia dan El Periodico di Spanyol. Aksi keras umat Islam sepertinya tidak mampu menghentikan sikap dan prilaku biadab tersebut.
Kajian Hamba اَللّه Ta'ala
Tanggal: 13 Januari 2015
Narasumber: Ustadz Kaspin
Tema: Kewajiban kepada Rasulullah
Editor: Wanda Vexia
Admin M106 Nanda: Wanda Vexia &
Nadiya Nawaf
Notulen: Meydilah Cahyawati
Berikut ini beberapa kewajiban kita kepada Rasulullah saw.
Tempat yang tertinggi
"(Yaitu) orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang ma'ruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka" [QS. Al-A'raf:157]
Maka
orang-orang yang beriman kepadanya pasti akan memuliakannya, menolongnya dan mengikuti
cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al Quran), mereka itulah
orang-orang yang beruntung.
Ada 4 kewajiban kita kepada
Rasulullah saw. Terkait juga dengan syahadat yang kita ucapkan, bahwa kita bersaksi
bahwa Muhammad saw adalah utusan Allah swt.
Dan memang kita mengetahui bahwa secara fitrah kita ini manusia yang punya fitrah
untuk mengabdi, menghamba dan menyembah.
Namun tentunya tanpa hidayah rasul ini, kita tidak akan kenal dengan Allah
swt. Rasul lah yang mengenalkan kepada manusia bahwa Tuhan itu namanya Allah, dan
memiliki 99 nama-nama yang baik. Yang nama-Nya itu juga mencerminkan sifat-Nya.
Rasul juga yang membimbing dan mendidik manusia bagaimana seharusnya menyembah
Allah swt sesuai dengan yang Allah Kehendaki.
Oleh karena itu wajib bagi kita untuk:
1. Mengimaninya
Beriman kepada Rasulullah saw, karena memang hari ini Rasulullah saw tidak bersama dengan kita. Tapi inilah keimanan yang besar. Yaitu bahwa walaupun kita tidak pernah bertemu dengan rasul, namun kita tetap beriman. Keimanan kepada rasul adalah perkara yang ghoib.
Beriman kepada Rasulullah saw, karena memang hari ini Rasulullah saw tidak bersama dengan kita. Tapi inilah keimanan yang besar. Yaitu bahwa walaupun kita tidak pernah bertemu dengan rasul, namun kita tetap beriman. Keimanan kepada rasul adalah perkara yang ghoib.
Tempat yang tertinggi
"Katakanlah: "Hai manusia sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu semua, yaitu Allah Yang mempunyai kerajaan langit dan bumi; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Yang menghidupkan dan mematikan, maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya, Nabi yang ummi yang beriman kepada Allah dan kepada kalimat-kalimat-Nya (kitab-kitab-Nya) dan ikutilah dia, supaya kamu mendapat petunjuk" [QS. Al-'Araf:158]
"(yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebahagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka. Dan semua rukun iman yg enam itu adalah perkara ghoib bagi kita hari ini....karena itu beruntunglah kita karena kita mengimaninya" [QS. Al-Baqarah:3]
"Rasulullah merindui umat akhir zaman" .....****
Suasana di majelis pertemuan itu hening sejenak. Semua yang hadir diam membatu. Mereka seperti sedang memikirkan sesuatu. Lebih-lebih lagi Saidina Abu Bakar. Itulah pertama kali dia mendengar orang yang sangat dikasihi melafazkan pengakuan demikian.
Suasana di majelis pertemuan itu hening sejenak. Semua yang hadir diam membatu. Mereka seperti sedang memikirkan sesuatu. Lebih-lebih lagi Saidina Abu Bakar. Itulah pertama kali dia mendengar orang yang sangat dikasihi melafazkan pengakuan demikian.
Seulas senyuman yang sedia terukir dibibirnya pun terungkai. Wajahnya yang
tenang berubah warna. "Apakah maksudmu berkata demikian wahai Rasulullah?
Bukankah kami ini saudara-saudaramu? " Saidina Abu Bakar bertanya
melepaskan gumpalan teka-teki yang mula menyerabut fikiran.
"Tidak, wahai Abu Bakar. Kamu semua adalah sahabat-sahabatku tetapi bukan
saudara-saudaraku (ikhwan)," suara Rasulullah bernada rendah.
"Kami juga ikhwanmu, wahai Rasulullah," kata seorang sahabat yang
lain pula. Rasulullah menggeleng-gelangkan kepalanya perlahan-lahan sambil
tersenyum. Kemudian baginda bersuara:
"Saudaraku ialah mereka yang belum pernah melihatku tetapi mereka beriman padaku sebagai Rasul Allah dan mereka sangat mencintaiku. Malahan kecintaan mereka kepadaku melebihi cinta mereka kepada anak-anak dan orang tua mereka." [HR. Muslim]Pada ketika yang lain pula, Rasulullah menceritakan tentang keimanan ‘ikhwan’ baginda: "Siapakah yang paling ajaib imannya?" tanya Rasulullah.
"Malaikat," jawab sahabat.
"Bagaimana para malaikat tidak beriman kepada Allah, sedangkan mereka sentiasa hampir dengan Allah," jelas Rasulullah. Para sahabat terdiam seketika.
"Bagaimana para malaikat tidak beriman kepada Allah, sedangkan mereka sentiasa hampir dengan Allah," jelas Rasulullah. Para sahabat terdiam seketika.
Kemudian mereka berkata lagi, "Para nabi."
"Bagaimana para nabi tidak beriman, sedangkan wahyu diturunkan kepada
mereka."
"Mungkin kami," celah seorang sahabat.
"Bagaimana kalian tidak beriman, sedangkan aku berada ditengah-tengah kamu," pintas Rasulullah menyangkal hujah sahabatnya itu.
"Bagaimana kalian tidak beriman, sedangkan aku berada ditengah-tengah kamu," pintas Rasulullah menyangkal hujah sahabatnya itu.
"Kalau begitu, hanya Allah dan Rasul-Nya sahaja yang lebih
mengetahui," jawab seorang sahabat lagi, mengakui kelemahan mereka.
"Kalau kamu ingin tahu siapa mereka? Mereka ialah umatku yang hidup selepasku. Mereka membaca Al Quran dan beriman dengan semua isinya."
"Berbahagialah orang yang dapat berjumpa dan beriman denganku. Dan tujuh kali lebih berbahagia orang yang beriman denganku tetapi tidak pernah berjumpa denganku," jelas Rasulullah.
"Aku
sungguh rindu hendak bertemu dengan mereka," ucap Rasulullah lagi setelah
seketika membisu. Ada berbaur kesayuan pada ucapannya itu. Maka berbahagialah
kita dg keimanan ini.
2. Memuliakannya.
Bagaimana kita memuliakan orang yang tidak bersama dengan kita? Dan kenapa Al-Qur'an menyuruh kita demikian?
Karena sampai hari ini pun ada manusia manusia yang sama juga tidak
pernah bertemu Rasulullah saw yang mulia itu menghinakan Rasulullah saw....
Mereka seperti punya tugas suci meneruskan menghina Nabi. Katanya Beliau itu tidak waras, berpenyakit, tukang sihir dan sebagainnya yang juga kata-kata dan kalimat itu pernah dilontarkan oleh para pemuja berhala sebelumnya.
Mulai dari karikatur film dan usaha usaha penistaan lainnya.
Sebagai orang yang beriman tentunya kita harus memuliakannya.
Sebagai orang yang beriman tentunya kita harus memuliakannya.
Para orientalis kafir mengatakan: "Apakah tidak gila, ada seorang manusia
yang bisa berkata dengan 3 jenis perkataan? Kadang ia mengatakan ini adalah Al-Qur'an, kadang ia mengatakan ini adalah firman Tuhan tapi bukan Qur'an (hadits
qudsi) dan ini adalah hadits..."
Mereka tidak menyadari bahwa justru itulah kemuliaannya. Dan mereka sendiri
mengakuinya. Adakah manusia zaman ini yang bisa berkata seperti demikian?
Al-Qur'an dengan tata bahasa yang sastra yang tinggi dan mulia. Redaksi hadits qudsi yang juga berbeda.
Dan perkataan hadits juga dengan narasi dan sastra yang berbeda. Adakah yang bisa melebihi Al-Qur'an? Tidak ada. Sampai kapanpun takkan ada.
Memuliakan rasulullah juga dengan seringnya kita bersholawat untuk Nabi. Punya cita-cita untuk berziarah ke Mekah dan Madinah. Napak tilas perjuangan Rasulullah
saw dengan haji atau umroh.
Namun sebelumnya cobalah baca sirah nabawiyah (sejarah nabi)
3. Menolongnya.
Dikisahkan bahwa dalam perang Uhud, setelah pasukan pemanah turun bukit, pasukan kurais yang dipimpin Kholid bin Walid menyerang dari belakang bukit dan membunuh pasukan pemanah yang tersisa yang tidak ikut turun. Mereka punya posisi strategis dengan menyiapkan pasukan pemanah juga dari atas.
Dikisahkan bahwa dalam perang Uhud, setelah pasukan pemanah turun bukit, pasukan kurais yang dipimpin Kholid bin Walid menyerang dari belakang bukit dan membunuh pasukan pemanah yang tersisa yang tidak ikut turun. Mereka punya posisi strategis dengan menyiapkan pasukan pemanah juga dari atas.
Sementara kecamuk perang dibawah terjadi, pasukan Rasulullah terdesak
mundur dan Rasulullah saw salah satu kakinya yang mulia terperosok kedalam
lubang ditanah sehingga beliau sulit untuk beranjak.
Melihat posisi seperti itu, kontan saja pasukan panah qurais mengarahkan busur
busur mereka kepada Rasulullah saw... Beberapa detik kemudian anak-anak panah
berhamburan keluar dari busurnya dengan tujuan yang sama yaitu membunuh tubuh Nabi yang
mulia. Layaknya hujan anak-anak panah itu begitu rapat dan cepat memburu....
Melihat kejadian ini salah seorang sahabat yang mulia Abu Umamah, langsung
melompat kehadapan Nabi saw dan menutupi tubuh Nabi yang mulia dengan tubuhnya.
Kontan saja seluruh anak panah itu secara serentak menghunjam kedalam tubuh Abu Umamah. Sehingga beliau syahid seketika sementara Rasullah saw selamat. Semua demi keimanan, kecintaan, dan pembelaan sahabat yang mulia kepada Nabi saw...
Lalu dizaman ini bagaimana sikap kita kepada orang orang yang menghina nabi dengan kartun? dengan film? dengan membakar Al-Qur'an? dengan melecehkan syariat Allah?
Sementara kita ini memang bukan sahabat Nabi, tapi kita adalah ikhwan (saudara) Nabi.
Kita beriman, memuliakan dan menolongnya di akhir zaman ini dengan kemampuan kita
meminimalisir kejahatan kemaksiatan dan kemungkaran juga penistaan terhadap
baginda yang mulia. Kalau kita belum mampu meneruskan perjuangan Nabi maka kita
bantu dan bersama dengan orang orang yang meneruskan perjuangan Nabi.
4. Mengikuti Cahaya (alquran)
Ini juga kewajiban kita. Beriman dan mengikuti Al-Qur'an sebagai bentuk dari keimanan kita. Bahwa, manusia ini yang diciptakan Allah dan Allah juga yang memberikan bagaimana menjalani kehidupannya dengan buku panduan yang diberikan melalui Rasul.
Ini juga kewajiban kita. Beriman dan mengikuti Al-Qur'an sebagai bentuk dari keimanan kita. Bahwa, manusia ini yang diciptakan Allah dan Allah juga yang memberikan bagaimana menjalani kehidupannya dengan buku panduan yang diberikan melalui Rasul.
Ibarat nya kita beli mobil merk Honda. Maka pabrikan Honda akan mengeluarkan
buku panduan bagaimana itu menjalankan mobil dan perawatannya.
Kemudian buku panduan itu kita buang kita ganti dengan merk BMW karena lebih
keren misalnya. yaaa...tidak akan cocok. Ngawur toh?
Hanya Allah yang mengetahui seluk beluknya manusia. maka sudah pasti Allah yang Maha
Tahu segalanya tentang manusia. Dan manusia tinggal nurut saja sesuai yang tertera dalam Al-Qur'an
pedoman hidup.
Maka sudah barang tentu kita jadi manusia yang beruntung.
Demikian. Sekian
Demikian. Sekian
1). Bnyak gnerasi muda skarang yg lbih mmilih figur2 lain sbg idola mrka kan ustdz Hmm bgaimana cara mnumbuhkan cinta kpd Rasul yg mulia, serta mnjga cinta n dan rindu kpd beliau hingga akhirnya dprtmukan nanti,, Syukron ustdz
Jawab : Mbak Afri yg baik...caranya dengan membaca sirah nabawiyah...sejarah nabi...karena itu sekarang zaman internet...perbanyaklah share sesuatu mengenai kemuliaan nabi kita...biar terbaca.
Rekapan Pertanyaan
2). Ustadz, bgmn jika kita mengidolakan mnusia yg smart, baik dlm carrier, and she also beauty. Cz aq fans banget ama maudy ayunda
Jawab : Wanda yg baik...sebagai motivasi gapapa insyaAllah...tapi memang tidak ada manusia yg sempurna jika masih hidup...karena hidup adalah proses...jika menyimpang atau jelek jangan ditiru atau kecewa...idola utama kita adalah Rosulullah saw.
3). ustadz, kan skrg banyak lagu2 yg katanya islami menyebut2 nama Allah, surga, dll tp penyanyinya aja gk pk jilbab malah berbusana terbuka nah kadang krn konten lagunya bagus kita jadi suka bgt sama vokalisnya, itu hukumnya gmn ustadz?
Jawab: Fu ila yg baik...ya...suka boleh saja...kita harus memilah kalau begitu...ga pake jilbab jangan ditiru....harus dipilah.










.gif)
