Kajian Online WA Hamba الله SWT
Selasa, 27
Oktober 2015
Narasumber : Ustadz Endri
Rekapan Grup Nanda M101 (Zara)
Tema : Syakhsiyah Islamiyah
Editor
: Rini Ismayanti
KISAH ABU BAKAR DAN IBRAHIM SERTA PUTERANYA
بسم الله الر حمن الر حيم
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ
وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا و مِنْ َسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا
مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ
Puji
syukur kehadirat Allah SWT yang masih memberikan kita nikmat iman, islam dan Al
Qur'an semoga kita selalu istiqomah sebagai shohibul qur'an dan ahlul Qur'an
dan dikumpulkan sebagai keluarga Al Qur'an di JannahNya..
Shalawat
beriring salam selalu kita hadiahkan kepada uswah hasanah kita, pejuang
peradaban Islam, Al Qur'an berjalan, kekasih Allah SWT yakninya nabi besar
Muhammad SAW, pada keluarga dan para sahabat nya semoga kita mendapatkan
syafaat beliau di hari akhir nanti. InsyaaLlah..
Aamiin
1.
KISAH ABU BAKAR & PUTRANYA
Putranya
bernama Abdurrahman bin Abu Bakar Ia merupakan lukisan nyata tentang
kepribadian Arab dengan segala kedalaman ilmunya. Putra pertama Abu Bakar dan
memilki adik kandung bernama Aisyah. Tidak seperti keluarga lainnya yang telah
lebih dahulu memeluk Islam, ia memeluk Islam setelah terjadinya Fathu Makkah.
Dia
menikahi Atikah Binti Zaid Amr Ibn Nufail Radhiyallahu anha. Beliau seorang
penyair wanita bangsa arab, ahli ibadah, hafal alqur`an, memiliki kecantikan
yang menawan, kehalusan pekerti dan kemuliaan akhlak yang baik. Dia juga
seorang wanita yang cerdas dan pemikiran cemerlang. Syair-syairnya menggugah
semangat juang kaum muslimin, terutama memberi semangat kepada suaminya yang
keluar berperang.
Dan
pada saat mereka berdua masih menjadi pengantin baru, Abdurrahman bin Abu
Bakar terlena dengan kecantikan dan cintanya kepada Atikah, Abdullah
sempat melalaikan kewajibannya terhadap Allah. Ia sering meninggalkan shalat
berjamaah di masjid yang selama ini dilakukannya. Sehingga Ayahnya (Abu Bakar)
marah dan menyuruh anaknya menceraikan Atikah. Dengan berat hati, ia
mentaati perintah ayahnya, namun penceraian ini membuat Abdullah sakit.Lalu dia
menggubah sebuah syair yang meluapkan rasa cintanya kepada Atikah.Lalu Abu
Bakar menyuruhnya untuk rujuk kembali. Lalu Atikah dan Abdullah belajar dari
kesalahan yang lalu, agar tidak meletakkan cinta diantara mereka melebihi cinta
kepada Allah
2.
KISAH IBRAHIM & PUTRANYA
Nabi
Ibrahim pergi menziarahi menantunya ketika puteranya, Nabi Ismail tiada di
rumah. Isteri Nabi Ismail belum pernah bertemu bapa mertuanya, Nabi Ibrahim.
Apabila sampai di rumah anaknya itu, terjadilah dialog antara Nabi Ibrahim dan
menantunya.
Nabi
Ibrahim : Siapakah kamu?
Menantu
: Aku isteri Ismail.
Nabi
Ibrahim : Di manakah suamimu, Ismail?
Menantu
: Dia pergi berburu.
Nabi
Ibrahim : Bagaimanakah keadaan hidupmu sekeluarga?
Menantu
: Oh, kami semua dalam kesempitan dan (mengeluh) tidak pernah senang dan
lapang.
Nabi
Ibrahim : Baiklah! Jika suamimu balik, sampaikan salamku padanya. Katakan
padanya, tukar tiang pintu rumahnya (sebagai kiasan supaya menceraikan
isterinya).
Menantu
: Ya, baiklah.
Setelah
Nabi Ismail pulang daripada berburu, isterinya terus menceritakan tentang orang
tua yang telah singgah di rumah mereka.
Nabi
Ismail : Adakah apa-apa yang ditanya oleh orang tua itu?
Isteri
: Dia bertanya tentang keadaan hidup kita.
Nabi
Ismail : Apa jawapanmu?
Isteri
: Aku ceritakan kita ini orang yang susah. Hidup kita ini selalu dalam
kesempitan, tidak pernah senang.
Nabi
Ismail : Adakah dia berpesan apa-apa?
Isteri
: Ya ada. Dia berpesan supaya aku menyampaikan salam kepadamu serta meminta
kamu menukarkan tiang pintu rumahmu.
Nabi
Ismail : Sebenarnya dia itu ayahku. Dia menyuruh kita berpisah. Sekarang
kembalilah kau kepada keluargamu.
Ismail
pun menceraikan isterinya yang suka merungut, tidak bertimbang rasa serta tidak
bersyukur kepada takdir Allah SWT. Sanggup pula mendedahkan rahsia rumah tangga
kepada orang luar.
Tidak
lama selepas itu, Nabi Ismail berkahwin lagi. Setelah sekian lama, Nabi Ibrahim
datang lagi ke Makkah dengan tujuan menziarahi anak dan menantunya. Berlakulah
lagi pertemuan antara mertua dan menantu yang saling tidak mengenali.
Nabi
Ibrahim : Di mana suamimu?
Menantu
: Dia tiada dirumah.
Dia
sedang memburu.
Nabi
Ibrahim : Bagaimana keadaan hidupmu sekeluarga? Mudah-mudahan dalam kesenangan?
Menantu
: Syukurlah kepada tuhan, kami semua dalam keadaan sejahtera,tiada apa yang
kurang.
Nabi
Ibrahim : Baguslah kalau begitu.
Menantu
: Silalah duduk sebentar. Boleh saya hidangkan sedikit makanan.
Nabi
Ibrahim : Apa pula yang ingin kamu hidangkan?
Menantu
: Ada sedikit daging, tunggulah saya sediakan minuman dahulu.
Nabi
Ibrahim : (Berdoa) Ya Allah! Ya Tuhanku! Berkatilah mereka dalam makan minum
mereka. (Berdasarkan peristiwa ini,Rasulullah beranggapan keadaan mewah negeri
Makkah adalah berkat doa Nabi Ibrahim).
Nabi
Ibrahim : Baiklah, nanti apabila suamimu pulang, sampaikan salamku kepadanya.
Suruhlah dia menetapkan tiang pintu rumahnya sebagai kiasan untuk mengekalkan
isteri Nabi Ismail).
Apabila
Nabi Ismail pulang daripada berburu, seperti biasa dia bertanya sekiranya
sesiapa datang datang mencarinya.
Nabi
Ismail : Ada sesiapa datang semasa aku tiada di rumah?
Isteri
: Ya, ada. Seorang tua yang baik rupanya dan perwatakannya sepertimu.
Nabi
Ismail : Apa katanya?
Isteri
: Dia bertanya tentang keadaan hidup kita.
Nabi
Ismail : Apa jawapanmu?
Isteri
: Aku nyatakan kepadanya hidup kita dalam keadaan baik, tiada apapun yang
kurang. Aku ajak juga dia makan dan minum.
Nabi
Ismail : Adakah dia berpesan apa-apa?
Isteri
: Ada, dia berkirim salam buatmu dan menyuruh kamu mengekalkan tiang pintu
rumahmu.
Nabi
Ismail : Oh, begitu. Sebenarnya dialah ayahku. Tiang pintu yang dimaksudkannya
itu ialah dirimu yang dimintanya untuk aku kekalkan.
Isteri
: Alhamdulillah, syukur.
"Sesungguhnya
jika kamu bersyukur, pasti Aku tambahkan nikmat-Ku kepadamu. Dan jika kamu
mengingkari nikmat-Ku, maka sesungguhnya azab-Ku amat pedih." (Surah
Ibrahim, ayat 7)
"Sampaikanlah
kepada sesiapa yang engkau temui daripada kaum wanita, bahawasanya taat kepada
suami serta mengakui haknya adalah menyamai pahala orang yang berjihad pada
jalan Allah, tetapi sangat sedikit sekali golongan kamu yang dapat melakukan
demikian." (Riwayat Al-Bazzar dan Ath-Thabrani)
Alhamdulillah, kajian
kita hari ini berjalan dengan lancar. Semoga ilmu yang kita dapatkan berkah dan
bermanfaat. Aamiin....
Marilah
kita tutup majelis ilmu kita hari ini dengan membaca
istighfar,
hamdallah
serta do'a kafaratul majelis
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِين
dan
istighfar
أَسْتَغفِرُ اَللّهَ الْعَظيِمْ
Doa
penutup majelis :
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ ٭
Artinya:
“Maha
suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan
melainkan Engkau. aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”
Wassalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh
KISAH ABU BAKAR DAN IBRAHIM SERTA PUTERANYA
Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Tuesday, October 27, 2015
Kajian Online WA Hamba الله
SWT
Rabu, 2 September 2015
Narasumber : Ustadz
Ahabba
Rekapan Grup Bunda M18 (Puji)
Tema : Kajian Umum
Editor
: Rini Ismayanti
PELAJARAN DARI KISAH NABI ADAM AS (part II)
Bismillah
1. Setelah penjelasan Allah tentang prinsip-prinsip penugasan yang didapat dalam perintah dan larangan-Nya, kita dapati peringatan Allah kepada Adam tentang adanya hambatan-hambatan yang akan menghalanginya melaksanakan tugas ini. yaitu dalam bentuk permusuhan abadi dengan iblis,
""Hai Adam, sesungguhnya ini (iblis) adalah musuh bagimu dan bagi istrimu, maka sakali-kali janganlah sampai ia mengeliarkan kamu berdua dari surga, yang menyebabkan kamu menjadi celaka" (Thaaha: 117)
"Demi kekuasaan Engkau aku akan menyesatkan mereka semuanya". Kecuali hamba-hamba-Mu yang mukhlis di antara mereka. (Shaad: 82-83)
Permusuhan ini terjadi dimanapun berada, ia akan datang kapan dan dimanapun arahnya. Akan tetapi mereka tidak berdaya dihadapan orang yang berpegang teguh dengan agama Allah:
"Sesungguhnya setan itu tidak ada kekuasaannya atas orang-orang yang beriman dan bertawakal kepada Tuhannya. Sesungguhnya kekuasaannya (setan) hanyalah atas orang-orang yang mengambilnya jadi pemimpin dan atas orang-orang yang mempersekutukannya dengan Allah." (An-Nahl: 99-100)
2. Adam melakukan kesalahan di hadapan Rabbnya, akan tetapi dengan cepat kembali dan meminta ampun kepada Rabbnya yang Maha perkasa:
Keduanya berkata: "Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi". (Al,A'raf: 23)
Sedangkan iblis menambahkan kedurhakaan besarnya itu dengan meneruskannya dan mendebat Allah Yang Mahaperkasa, menolak perintah-Nya.
Ini jelas kufur. Dari itulah Al Khaliq subhanahu wataala mengusirnya dari surga dan dijauhkan dari rahmat Allah
Allah tetapkan laknat kepadanya dan para pengikurnya.
"Dan sesungguhnya Jahannam itu benar-benar tenpat yang telah diancamkan kepada mereka (pengikut-pengikut setan) semuanya. Jahannam itu mempunyai tujuh pintu. tiap-tiap pintu (telah ditetapkan) untuk golongan yang tertentu dari mereka." (Al-Hijr: 43-44)
Demikianlah kaidah setiap orang yang menolak hukum syar'iy. Dengan memahami perbedaan antara maksiat Adam as dan maksiat iblis, penerapan Islam menempati posisi penting dalam kehidupan.
3. Manusia senantiasa dinaungi dengan pertolongan Allah swt, dijaga dengan lindungan dan kasih sayang Allah jika berada dalam perintah-Nya, berjalan di atas ajaran-Nya. Ketika itulah diberikan anugerah Allah dalam bentuj berkah dan rahmat.
"Dan Allah telah membuat seuatu perumpamaan (dengan) sebuah negeri yang dahulunya aman lagi tenteram, rezkinya datang kepadanya melimpaj ruah daari segenap tempat, tetapi (penduduk)nya mengingkari nikmat-nikmat Allah; Karena itu Allah merasakan kepada mereka pakaian kelaparan dan ketakutan, disebabkan apa yang selaly mereka perbuat." (An-Nahl: 112)
4. Bahwa Adam AS sejak awal manusia diciptakan adalah untuk menjadi penghuni bumi. Adapun keberadaannya disurga saat itu adalah untuk waktu sementara, berbekal diri untuk dirinya dan anak cucunya dengan bimbingan yang diperlukan sebagai khalifah setelah itu.
Kami berfirman: "Turunlah kamu semuanya dari surga itu! Kemudian jika datang petunjuk-Ku kepadamu, Maka barang siapa yaangengikuti petunjuk-Ku, niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka, tidak (pula) mereka bersedih hati". Adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat kami, mereka itu penghuni neraka; mereka kekal didalamnya. (Al-Baqarah: 38-39)
5. Kemudian jika Adam lupa dan makan buah yang dilarang mendekatinya, ternyata ia menyesali salahnya dan meminta ampunan Allah, dan Allah memberinya ampun dan rahmat seketika itu pula. Dan semua bekas kesalahan tadi telah bersih total dengan taubat ini.
"Kemudian Adam menerima beberapa kalimat dari Tuhan-Nya, maka Allah menerima taubatnya. Sesungguhnya Allah Mahapenerima Taubat lagi Mahapenyayang." (Al-Baqarah: 37)
6. Tidak ada lagi kesalahan setelah bertaubat dan terpilih. Tidak ada lagi dosa warisan yang diterima anak cucu. Setiap orang menghadapi hidup ini dengan bersih tanpa dosa yang ia warisi. Tidak ada dosa yang membebani punggungnya.
"Tiap-tiap diri bertanggung jawab atas apa yang telah diperbuatnya." (Al-Muddatstsir: 38)
Dan manusia dengan sikap perbuatannya sendiri akan dapat menjaga lembarannya ini tetap bersih sampai berjumpa kembali dengan Rabbnya. Dan sama saja bagi yang dapat menjaganya bersih atau menodainya dengan penyimpangan, maka ia tidak akan dihisab (perhitungkan) kecuali yang telah ia perbuat sendiri, dan tidak ada urusan dengan perbuatan dosa orang lain.
"Dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya, Dan bahwasanya usaha itu kelak alan diperlihatkan (kepadanya)." (An-Najm: 38-40)
"Dan tiap-tiap manusia itu telah kami tetapkan amal perbuatannya (sebagaimana tetapnya kalung) pada lehernya. Dan kami keluarkan baginya pada hari kiamat sebuah kitab yang dijumpainya terbuka. Bacalah kitabmu, cukuplah dirimu sendiri pada waktu itu sebagai penghisab terhadapmu". (Al-Isra: 13-14)
TANYA JAWAB
"Dan sesungguhnya Jahannam itu benar-benar tenpat yang telah diancamkan kepada mereka (pengikut-pengikut setan) semuanya. Jahannam itu mempunyai tujuh pintu. tiap-tiap pintu (telah ditetapkan) untuk golongan yang tertentu dari mereka." (Al-Hijr: 43-44)
Demikianlah kaidah setiap orang yang menolak hukum syar'iy. Dengan memahami perbedaan antara maksiat Adam as dan maksiat iblis, penerapan Islam menempati posisi penting dalam kehidupan.
3. Manusia senantiasa dinaungi dengan pertolongan Allah swt, dijaga dengan lindungan dan kasih sayang Allah jika berada dalam perintah-Nya, berjalan di atas ajaran-Nya. Ketika itulah diberikan anugerah Allah dalam bentuj berkah dan rahmat.
"Dan Allah telah membuat seuatu perumpamaan (dengan) sebuah negeri yang dahulunya aman lagi tenteram, rezkinya datang kepadanya melimpaj ruah daari segenap tempat, tetapi (penduduk)nya mengingkari nikmat-nikmat Allah; Karena itu Allah merasakan kepada mereka pakaian kelaparan dan ketakutan, disebabkan apa yang selaly mereka perbuat." (An-Nahl: 112)
4. Bahwa Adam AS sejak awal manusia diciptakan adalah untuk menjadi penghuni bumi. Adapun keberadaannya disurga saat itu adalah untuk waktu sementara, berbekal diri untuk dirinya dan anak cucunya dengan bimbingan yang diperlukan sebagai khalifah setelah itu.
Kami berfirman: "Turunlah kamu semuanya dari surga itu! Kemudian jika datang petunjuk-Ku kepadamu, Maka barang siapa yaangengikuti petunjuk-Ku, niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka, tidak (pula) mereka bersedih hati". Adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat kami, mereka itu penghuni neraka; mereka kekal didalamnya. (Al-Baqarah: 38-39)
5. Kemudian jika Adam lupa dan makan buah yang dilarang mendekatinya, ternyata ia menyesali salahnya dan meminta ampunan Allah, dan Allah memberinya ampun dan rahmat seketika itu pula. Dan semua bekas kesalahan tadi telah bersih total dengan taubat ini.
"Kemudian Adam menerima beberapa kalimat dari Tuhan-Nya, maka Allah menerima taubatnya. Sesungguhnya Allah Mahapenerima Taubat lagi Mahapenyayang." (Al-Baqarah: 37)
6. Tidak ada lagi kesalahan setelah bertaubat dan terpilih. Tidak ada lagi dosa warisan yang diterima anak cucu. Setiap orang menghadapi hidup ini dengan bersih tanpa dosa yang ia warisi. Tidak ada dosa yang membebani punggungnya.
"Tiap-tiap diri bertanggung jawab atas apa yang telah diperbuatnya." (Al-Muddatstsir: 38)
Dan manusia dengan sikap perbuatannya sendiri akan dapat menjaga lembarannya ini tetap bersih sampai berjumpa kembali dengan Rabbnya. Dan sama saja bagi yang dapat menjaganya bersih atau menodainya dengan penyimpangan, maka ia tidak akan dihisab (perhitungkan) kecuali yang telah ia perbuat sendiri, dan tidak ada urusan dengan perbuatan dosa orang lain.
"Dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya, Dan bahwasanya usaha itu kelak alan diperlihatkan (kepadanya)." (An-Najm: 38-40)
"Dan tiap-tiap manusia itu telah kami tetapkan amal perbuatannya (sebagaimana tetapnya kalung) pada lehernya. Dan kami keluarkan baginya pada hari kiamat sebuah kitab yang dijumpainya terbuka. Bacalah kitabmu, cukuplah dirimu sendiri pada waktu itu sebagai penghisab terhadapmu". (Al-Isra: 13-14)
TANYA JAWAB
Q : Kecuali hamba-hamba Mu yg mukhlis.. Ikhlas ini berat ustadz,
misalnya apakah prestasi beberapa
tahun ke belakang sering disebut2 supaya org tahu bahwa betapa rumit dan
sulitnya pekerjaan itu tp bisa diselesaikan dgn baik... Termasuk tidak ikhlas
kah itu?
A : Tujuan yang hendak dicapai orang yang ikhlas adalah ridha Allah, bukan ridha manusia. Sehingga, mereka senantiasa memperbaiki diri dan terus beramal, baik dalam kondisi sendiri atau ramai, dilihat orang atau tidak, mendapat pujian atau celaan. Karena mereka yakin Allah Maha melihat setiap amal baik dan buruk sekecil apapun.
Q : Pengertian masyarakat dalam islam itu apa yah ustadz?
A : Masyarakat muslim adalah dimana seorang muslim selamat dari muslim lainnya akan tangan dan mulutnya. Bukti yang mencerminkan masyarakat muslim adalah dengan saling tolong menolong, dengan memenuhi kebutuhannya, memerintahkan yang ma’ruf, dan mencegah dari yang mungkar.
A : Tujuan yang hendak dicapai orang yang ikhlas adalah ridha Allah, bukan ridha manusia. Sehingga, mereka senantiasa memperbaiki diri dan terus beramal, baik dalam kondisi sendiri atau ramai, dilihat orang atau tidak, mendapat pujian atau celaan. Karena mereka yakin Allah Maha melihat setiap amal baik dan buruk sekecil apapun.
Q : Pengertian masyarakat dalam islam itu apa yah ustadz?
A : Masyarakat muslim adalah dimana seorang muslim selamat dari muslim lainnya akan tangan dan mulutnya. Bukti yang mencerminkan masyarakat muslim adalah dengan saling tolong menolong, dengan memenuhi kebutuhannya, memerintahkan yang ma’ruf, dan mencegah dari yang mungkar.
Q : Ust, misal.. Kita tahu bahwa Mr. X itu tidak bersalah.. Namun
karena kesaksian Mrs.XY, bliau di penjarakan.. Tapi kesaksian itu sebenarnya
palsu..
Brarti Mr.X itu didzolimi.. Lalu bagaimana cara kita mengikhlaskan, menerima keputusan pengadilan, jika situasinya seperti itu? Jika kita sebagai Mr.X?
A : Pertama, hendaklah kita cek dan kita pelajari lagi jangan-jangan yang dituduhkan orang lain itu benar. Kedua, memperbaiki ucapan atau tindakan kita yang menjadi penyebab orang memfitnah kita. Ketiga, ingatlah akan aib dan dosa kita. Keempat, hendaklah kita merenung dan mengevaluasi kesalahan dan dosa-dosa kita. Kelima, jika kita sabar dan ikhlas, semoga tuduhan dan fitnahan ini dapat mengurangi/menghapus dosa, menambah pahala, dan meningkatkan derajat kita di sisi-Nya.
Yakinlah musibah tuduhan merupakan kebaikan untuk Anda. Si penuduh yang merugi karena dia telah melakukan kejahatan dan berhak memperoleh azab-Nya. Lihat QS. An Nuur: 23
Q : Ustadz mau tanya, dosa apa saja yang akan diampuni Allah ? Apakah dosa-dosa besar yang sudah dilakukan misal membunuh, berzina, minum khamr akan diampuni tanpa dimasukkan ke neraka terlebih dahulu ?
A : "Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya". (An Nisaa: 48).
Tidak ada seorang pun yang dijamin untuk langsung masuk surga, kecuali hanya para nabi dan rasul saja. Semua itu adalah misteri ilahi, tidak ada yang tahu dan bisa menilainya di dunia ini, kecuali Allah SWT. Namun di balik semua itu, kita pun juga tidak boleh berburuk sangka kepada Allah SWT. Sebab selain sifat-Nya Yang Maha keras siksa-Nya, Allah SWT juga Tuhan yang Maha Pengampun dan Penyayang. Maka mintalah ampun tiap hari dan sepanjang masa, atas semua dosa yang kita lakukan. Baik yang kita sengaja atau pun yang tidak kita sengaja. Baik yang kecil maupun yang besar. Yang penting sekarang ini kita berserah diri kepada semua yang telah Allah perintahkan, serta menjauhkan diri dari segala yang dilarangnya.
Brarti Mr.X itu didzolimi.. Lalu bagaimana cara kita mengikhlaskan, menerima keputusan pengadilan, jika situasinya seperti itu? Jika kita sebagai Mr.X?
A : Pertama, hendaklah kita cek dan kita pelajari lagi jangan-jangan yang dituduhkan orang lain itu benar. Kedua, memperbaiki ucapan atau tindakan kita yang menjadi penyebab orang memfitnah kita. Ketiga, ingatlah akan aib dan dosa kita. Keempat, hendaklah kita merenung dan mengevaluasi kesalahan dan dosa-dosa kita. Kelima, jika kita sabar dan ikhlas, semoga tuduhan dan fitnahan ini dapat mengurangi/menghapus dosa, menambah pahala, dan meningkatkan derajat kita di sisi-Nya.
Yakinlah musibah tuduhan merupakan kebaikan untuk Anda. Si penuduh yang merugi karena dia telah melakukan kejahatan dan berhak memperoleh azab-Nya. Lihat QS. An Nuur: 23
Q : Ustadz mau tanya, dosa apa saja yang akan diampuni Allah ? Apakah dosa-dosa besar yang sudah dilakukan misal membunuh, berzina, minum khamr akan diampuni tanpa dimasukkan ke neraka terlebih dahulu ?
A : "Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya". (An Nisaa: 48).
Tidak ada seorang pun yang dijamin untuk langsung masuk surga, kecuali hanya para nabi dan rasul saja. Semua itu adalah misteri ilahi, tidak ada yang tahu dan bisa menilainya di dunia ini, kecuali Allah SWT. Namun di balik semua itu, kita pun juga tidak boleh berburuk sangka kepada Allah SWT. Sebab selain sifat-Nya Yang Maha keras siksa-Nya, Allah SWT juga Tuhan yang Maha Pengampun dan Penyayang. Maka mintalah ampun tiap hari dan sepanjang masa, atas semua dosa yang kita lakukan. Baik yang kita sengaja atau pun yang tidak kita sengaja. Baik yang kecil maupun yang besar. Yang penting sekarang ini kita berserah diri kepada semua yang telah Allah perintahkan, serta menjauhkan diri dari segala yang dilarangnya.
Alhamdulillah, kajian
kita hari ini berjalan dengan lancar. Moga ilmu yang kita dapatkan berkah dan
bermanfaat. Aamiin....
Segala yang benar dari
Allah semata, mohon maaf atas segala kekurangan. Baiklah langsung saja kita
tutup dengan istighfar masing-masing sebanyak-banyaknya dan do'a kafaratul
majelis:
سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك
Subhanakallahumma
wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika
“Maha Suci Engkau ya
Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah
melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
PELAJARAN DARI KISAH NABI ADAM AS (part II)
Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Wednesday, September 2, 2015
Kajian Online WA Hamba الله
SWT
Rabu, 26 Agustus 2015
Narasumber : Ustadz
Ahabba
Rekapan Grup Bunda M18 (Puji)
Tema : Risalah Nabi
Editor
: Rini Ismayanti
PELAJARAN
DARI KISAH NABI ADAM AS (part I)
Risalah (misi) yang dikehendaki Allah swt dari Adam as adalah menjadi khalifah di bumi
"Dan ingatlah ketika Tuhanmu berfirman keppada para malaikat: 'sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi'." (Al-Baqarah : 30)
Pada ayat ini penyebutan Adam saja cukup untuk mewakili anak keturunannya
Ibnu katsir dalam tafsirnya mengatakan:
"Tampak bahwa Allah swt tidak mengiginkan Adam as semata, karena
jika hanya Adam as yang dimaksud tidak layak malaikat mengatakan:
"… Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah?..." (Al-Baqarah: 30). Sedangkan maksud malaikat adalah bahwa ada diantara keturunan Adam yang melakukan perbuatan tercela itu."
Khalifah ini menurut pendapat yang lebih kuat adalah amanah dari Allah swt dalam menghukum dengan adil diantara hamba-hamba-Nya. Adapun penopang-penopang (muqawwimat) khalifah ini adalah:
"… Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah?..." (Al-Baqarah: 30). Sedangkan maksud malaikat adalah bahwa ada diantara keturunan Adam yang melakukan perbuatan tercela itu."
Khalifah ini menurut pendapat yang lebih kuat adalah amanah dari Allah swt dalam menghukum dengan adil diantara hamba-hamba-Nya. Adapun penopang-penopang (muqawwimat) khalifah ini adalah:
1. Memiliki ilmu tentang sifat-sifat kesempurnaan Allah swt,
sehingga keyakinan ini mengantarkan kepada semuarukun iman
2. Menerapkan hukum-hukum Allah swt dalam setiap permasalahan, dengan
bahasa lain: memakmurkan bumi sesuai manhaj Allah swt, menyebarkan manhaj ini
dan melindunginya dari makar musuh dan permainan yang sia-sia
Dengan risalah seperti ini, Adam as dan anak cucunya benar-benar diuji dengan ujian yang berat.
Dengan risalah seperti ini, Adam as dan anak cucunya benar-benar diuji dengan ujian yang berat.
"Yang menjadikan mati dan hidup, supaya dia menguji kamu, siapa diantara kamu yang lebih baik amalnya dan dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun." (Al-Mulk: 2)
Allah swt telah mengambil janji dari anank-anak Nabi Adam as untuk beribadah hanya kepada-Nya dan meninggalkan penyembahan terhadap setan sejak mereka masih berada di alam roh, dan mereka berikrar setia dengan janji tersebut. Namun setelah keluar kedunia, mereka terbagi menjadi kelompok-kelompok yang setia yaitu orang-orang yang beriman dan kelompok yang menghianati perjanjian yaitu orang-orang kafir. Oleh karena itu Allah swt mengutus para rasul dan menurunkan kitab-kitab Allah kepada manusia untuk menjadi hujjah atas mereka.
"(mereka Kami utus) selaku rasul-rasul pembawa berita gembira dan pemberi peringatan agar supaya tidak ada alasan bagi manusia membantah Allah sesudah diutusnya rasul-rasul itu. dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana." (An-Nisa:165)
Kemudian, Allah swt memperingatkan manusia sejak awal dari musuh terbeaar mereka, yaitu iblis, sebagaimana Dia juga memperingatkan kepada mereka dari tipu daya dunia. Lalu Allah swt menyeru manusia secara tegas untuk istiqamah dan bertakwa dan pemperingakan mereka dari kekafiran
"Maka tetaplah pada jalan yang lurus menuju kepada-Nya dan
mohonlah ampun kepada,Nya dan kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang mempersekutukan-Nya."
(Fushilat:6)
Akan tetapi, mereka tetap dalam kondisi demikian, yaitu ada yang beriman dan ada yang kafir.
wallahu a'lam
TANYA JAWAB
Akan tetapi, mereka tetap dalam kondisi demikian, yaitu ada yang beriman dan ada yang kafir.
wallahu a'lam
TANYA JAWAB
Q : Apa Presiden saat ini bisa disebut Khalifah?
A : Tidak. Karena kita sekarang bukan jamaah islam tapi jamaah
dari jamaah islam. Kholifah adalah orang yang memimpin jamaah seluruh dunia.
Q : Jika bukan, lalu bagaimana cara agar kita punya khalifah?
Q : Jika bukan, lalu bagaimana cara agar kita punya khalifah?
A : Islamisasi pribadi, keluarga, masyarakat baru negara. Itulah kenapa
kita butuh tarbiyah sepanjang hayat, mengikuti tarbiyah rutin pekanan misalnya.
Dalam rangka untuk mengislamisasikan pribadi-pribadi kita. Dari pribadi yang
islami akan lahir keluarga yang islami. Dari keluarga yang islami akan
terbentuk masyarakat yang islami. Dari masyarakat yang islami akan terbentuk
negara yang islami. Semua itu butuh proses serta waktu yang panjang..
Syarat menjadi khalifah adalah harus taat kepada Allah dan taat
kepada rosul, menegakkan hukum secara adil dan menjadikan al qur'an dan sunnah
rosul sebagai sumber hukum. Lihat QS. Annisa' ayat 59
Alhamdulillah, kajian
kita hari ini berjalan dengan lancar. Moga ilmu yang kita dapatkan berkah dan
bermanfaat. Aamiin....
Segala yang benar dari
Allah semata, mohon maaf atas segala kekurangan. Baiklah langsung saja kita
tutup dengan istighfar masing-masing sebanyak-banyaknya dan do'a kafaratul
majelis:
سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك
Subhanakallahumma wabihamdika
asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika
“Maha Suci Engkau ya
Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah
melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
PELAJARAN DARI KISAH NABI ADAM AS (part I)
Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Wednesday, August 26, 2015
Khadijah adalah wanita pertama yang hatinya tersirami keimanan dan dikhususkan Allah untuk memberikan keturunan bagi Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. Menjadi wanita pertama yang menjadi Ummahatul Mukminin, serta turut merasakan berbagai kesusahan pada fase awal jihad penyebaran agarna Allah kepada seluruh umat manusia.
Sebelum menikah dengan Rasulullah, Khadijah pernah dua kali menikah. Suami pertama Khadijah adalah Abu Halah at-Tamimi, yang wafat dengan meninggalkan kekayaan yang banyak, juga jaringan perniagaan yang luas dan berkembang. Pernikahan kedua Khadijah adalah dengan Atiq bin Aidz bin Makhzum, yang juga wafat dengan meninggalkan harta dan perniagaan. Dengan demikian, Khadijah menjadi orang terkaya di kalangan suku Quraisy.
Khadijah memiliki seorang pegawai yang dapat dipercaya dan dikenal dengan nama Maisarah. Dia dikenal sebagai pemuda yang ikhlas dan berani, sehingga Khadijah pun berani melimpahkan tanggung jawab untuk pengangkatan pegawai baru yang akan mengiring dan menyiapkan kafilah, menentukan harga, dan memilih barang dagangan.
SIROH : KHADIJAH BINTI KHUWAILID
Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Wednesday, June 3, 2015
Bismillahirrahmanirrahim. Ba’da Tahmid wa sholawat. Kaifahalukunna calon bidadari-bidadari Syurga. Allahumma aamiin atas segala doa dari ukhtina sekalian, moga Allah juga segera pertemukan dengan ukhtina dengan jodohnya...Allahumma aamiin
Kali ini kita menyimak sedikit dari Kisah dalam Sirah ya, mudah-mudahan banyak asatizah lain yang juga membantu memberikan kisah-kisah Islami semacam ini.
SALMAN AL-FARISI R.A
>Kelahiran dan pertumbuhannya:
Salman Al-Farisi r.a. lahir di suatu desa bernama Jiyan di wilayah kota Aspahan - Iran, yaitu antara kota Teheran dengan Syiraz. Setelah Salman r.a. mendengar kebangkitan Rasulullah saw. dia langsung berangkat meninggalkan Persia mencari Nabi saw. untuk menyatakan keislamannya.
Kita belajar siroh Nabawi
hari ini
Membangun Pondasi Masyarakat Islam
Setelah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam sampai
dikota Madinah dan tinggal di rumah kediaman Abu Ayyub alA-Anshari dan
sebelumnya unta tunggangan Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam berhenti di
suatu tempat di Madinah, maka kaum muslimin menjadikannya sebagai tempat untuk
menunaikan shalat. Tempat itu merupakan tempat penjemuran kurma milik Suhail dan
Sahl, dua anak yatim dari Bani Najjâr yang berada dalam pemeliharaan As’ad bin
Zurârah.
Ketika tunggangan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam berhenti di tempat
itu, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
هَذَا إِنْ شَاءَ اللهُ الْمَنْزِلُ
Insya Allah, tempat ini (untuk) rumah. (HR Bukhâri)
Kemudian Rasulullah n memanggil kedua anak yatim itu dan menawar
tanah itu untuk dijadikan masjid. Tetapi kedua anak itu berkata: “Justru kami
ingin memberikannya kepada anda, wahai Rasulullah”. Meski demikian, Rasulullah
shalallahu ‘alaihi wasallam merasa enggan menerima pemberian dua anak kecil
ini, sehingga beliau n tetap membelinya. Dan di atas tanah ini, Masjid Nabawi
dibangun.
Link Nanda
Shobaahul khairi wal barokah..... (di Riyadh masih dingin)
Assalamualaikum. Kita mulai ya kajiannya tetang sirah. Kita
berbicara tentang profil keluarga Rasulullah saw.
Kita mulai dari isteri-istri Rasulullah saw. Siapa yang dapat
menyebutkan isteri-isteri Rasulullah saw selain Khodijah dan aisyah? Baik
akhwati, afwan saya kasih langsung saja materi profil keluarga Rasulullah saw.
Isteri-isteri Rasulullah saw
Isteri-isteri Rasulullah yang dinikahi berdasarkan akad dan
digauli, disepakati ada sebelas orang, yaitu;
1-
Khadijah binti Khuwailid,
2-
Saudah binti Zum'ah,
3-
Aisyah binti Abu Bakar,
4-
Hafshah binti Umar bin Khaththab,
5-
Zainab binti Khuzaimah Al-Hilaliyah,
6-
Ummu Salamah binti Abi Umayyah,
7-
Zainab binti Jahsy,
8-
Juwairiah binti Al-Harits,
9-
Ummu Habibah binti Abu Sufyan,
10-
Maimunah binti Harits.
11-
Shafiah binti Huyay bin Akhthab.
Sedangkan Raihanah binti Zaid dan Mariah Al-Qibtiah,
diperdebatkan para ulama apakah dia termasuk isteri yang digauli berdasarkan
akad pernikahan atau sebatas isteri yang digauli sebagai seorang budak yang
disebut dengan istilah saariyah atau saraari.
Kajian
Online WA Hamba الله Ta'ala
(Link
2 Nanda)
Hari
/ Tanggal : Senin, 09 Maret 2015
Narasumber
: Ustadzah Citra
Materi
: Kajian Islam
Notulen
: Ana Trienta
Sudah sholat isya semuakah? Jika sudah baik kita mulai.
Siap. Baiklah sahabat syurga kajian kali ini akan kami buka
ﺍﻟﺴﻼﻡ ﻋﻠﻴﻜﻢ ﻭﺭﺣﻤﺔ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺑﺮﻛﺎﺗﻪ
Puji
syukur kehadirat Allah ﻋﺰّﻭﺟﻞّ atas segala nikmat iman islam dan iman
ukhuwah dan berjuang di jalan yang Allah tunjuki keridhoanNya. Sehingga dengan
rahmat dan karuniaNya shingga kita bisa berjumpa dalam majelis iman*
nanda hamba Allah* Semoga dengan mengharap berkah dan ridho Allah yang
Maha Kuasa maka untuk keilmuan kita untuk lebih baik lagi dalam
bertaqarrub kepada Allah, menguatkan Azzam dalam shaff hamba Allah yang di
cintaiNya memaksimalkn insan berenergi menyemaikan kebaikan dengan damai
rahmat bagi semesta dalam berukhuwah indah hingga akhirat yang berujung dan
bersemai jannah yang indah. Aamiin
Shalawat
dan salam terlantun spesial untuk baginda Muhammad ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ , yang berahklak mulia, meski
dijamin masuk surga oleh Allah beliau terus beramal dengan amal
istimewanya. Masya Allah. Apakah kita yang belum dijamin Allah
masuk surga hanya berharap dalam doa agar surga bersama kita akan berhenti
dalam melakukan kebaikan?









