Narasumber : Ustadz Atieq
Admin : Fuad Adi N
Editor : Ana Trienta
Pertemuan keempat
•Bahaya Maksiat•
Saudaraku, barangkali kita pernah merasakan betapa kuatnya hafalan kita disaat belajar atau menghafal sesuatu?! Atau pernah mencapai suatu masa dimana kita sangatlah semangat hadir di majlis ilmu?! Azam untuk beribadah yang memuncak?!
Tapi kini yang dirasakan malah justru jauh berbeda rasanya??! Sulit menghafal? Kehilangan ide yang cemerlang? Tidak betah lagi hadir di majlis kajian ilmu? Atau bahkan semangat untuk beribadah itu kian redup?!! Jika itu yang sudah kita rasakan, maka kita harus waspada. Bisa jadi hal itu karena faktor maksiat yang sudah menggerogoti iman kita dalam hati. Sehingga dampak dari dosa itu pun menyebabkan pantulan cahaya iman meredup.
Maksiat itulah yang disebut oleh para ulama sebagai salah satu penyakit hati, yang akibatnya bagi seseorang yang akrab dengan maksiat itu bisa merabunkan cahaya imam dalam hati. Dan yang perlu kita pahami, bahwa maksiat itu bisa jadi dalam hal tarkul waajib (meninggalkan sebuah kewajiban) atau fi'lul munkaraat (mengerjakan sebuah kemungkaran).
Berikut ini sebuah goresan indah yang ditulis oleh sosok ulama nan agung, yang namanya kerap mengisi hati para penitu jalan taubat kepada Allah, yaitu Ibnul Qayyim Rahimahullah.
Beliau merangkum sedikitnya ada 19 dampak buruk akibat maksiat. Diantara dampak dari perbuatan maksiat itu adalah:
1. Sedikitnya Taufiq (bimbingan) dari Allah.
2. Ide yang tak lagi cemerlang.
3. Kebenaran yang tak lagi dirasa.
4. Rusaknya hati.
5. Malas untuk berdzikir pada Allah Ta'ala.
6. Banyak waktu yang terbuang dengan sia-sia.
7. Banyak kehilangan sahabat.
8. Merasa asing dikala beribadah.
9. Doa yang tak kunjung mustajab.
10. Hati yang mengeras.
11. Hilangnya keberkahan usia dan rejeki.
12. Sulit mendapatkan ilmu.
13. Merasakan kehinaan.
14. Dianggap kerdil oleh musuh.
15. Sulit untuk bersikap lapang dada.
16. Diuji dengan banyaknya teman yang buruk yang kerap menghabiskan waktu bersamanya dalam mensia-siakan waktu dan membuat hati makin keras.
17. Rasa gundah dan resah yang tak kunjung reda.
18. Penghasilan hidup yang sulit.
19. Mudah pikun dan sering lupa, hal ini disebabkan karena jauh dari pada berdzikir pada Allah dan ta'at pada-Nya. Sebagaimana layaknya kebun yang jauh dari air, ia pun mudah rusak dan terbakar.
Saudaraku, itulah tadi hal-hal yang terlahir dikala kita jatuh dalam jurang kemaksiatan, bergelimang dalam dosa. Karena pilihan bagi kita adalah hanya 2 ; sibuk dengan amal kebajikan atau lebur dengan maksiat.
اللهم إِنَا نَسْأَلُكَ فِعْلَ الخَيْرَاتِ وَتَرْكَ المُنْكَرَاتِ وَحُبَّ المَسَاكِيــن
Ya Allah, kami meminta kepada-Mu amal kebaikan, dan meninggalkan kemungkaran serta cinta pada kaum miskin.
اللَّهمَّ حَبِّبْ إِلَيَّ الإِيْماَنَ وَزَيِّنْهُ فىِ قَلْبِى وَكَرِّهْ إِلَيَّ الكُفْرَ وَالفُسُوْقَ وَالعِصْياَنَ وَاجْعَلْنِى مِنَ الرَّاشِدِيْنَ
Ya Allah, cintakanlah kami pada iman dan hiaskanlah hati kami dengan iman, bencikanlah kami pada perbuatan kufur, fasiq, maksiat, dan durhaka, serta masukkanlah kami ke dalam golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.
Abu Ikrimah
Pertanyaan dan Diskusi
1. Bagaimana menimbulkan kembali semangat beramal / semangat berdakwah yang saat ini meredup dalam diri kita?seperti tadarus berkurang, berkurangnya rasa percaya diri dalam menyampaikan kebaikan kepada orang lain sehingga kita cepat bangkit kembali. Syukron
Jawab
Bismillah washsholaatu wassalaamu 'alarasuulillah
Semangat yang pasang surut dalam berdakwah sama saja kita membahas tentang iman kita yang kadang naik turun. Iman akan naik dan menguat dengan amal kebajikan, sementara ia akan turun atau melemah akibat dosa dan maksiat.
Akhii fillah...
Disaat kita mulai melemah dan tergoda untuk surut dalam jalan dakwah ini. Ketahuilah bahwa itu adalah sebuah tantangan agar kita harus tetap menjadi sosok yang tsabat/kokoh dalam jalan dakwah ini. Agar tsabat/kokoh dalam jalan dakwah ini hendaklah antum menjaga beberapa hal berikut ini ;
Pertama : rentaslah jalan taqwa. Jaga ibadah wajib dan lengkapi dengan amalan sunnah. Hindari maksiat dan perbanyak amal shaleh.
Kedua : jangan pernah berhenti mencari ilmu, bekali diri dengan ma'rifatullah, basahi lisanmu dengan dzikrullah
Ketiga : dekatilah dirimu dengan orang-orang shaleh, yang pernah menjadi tauladan terbaik dalam dakwah ini. Dan tidak ada sosok terbaik kecuali ; Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam. Perbanyak sholawat atasnya, kajilan lembaran siroh-nya.
Keempat : mintalah nasihat dari orang-orang sholeh yang masih hidup, datangi majlis mereka, kunjungi rumah mereka agar Allah memberikan cahaya kebaikan kepadamu sebab keshalihan dan ketakwaan yang ada pada mereka.
Terakhir : hindarilah maksiat secara diam-diam, karena ia akan mmbunuh hati dan menggelapkan pikiran kita. Sebaliknya jika ibadah diam-diam, maka ia akan menghidupkan haji dan menjadi penerang pikiran dan pengobar semangat
Baiklah kita tutup dengan Doa Kafaratul Majelis
سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك
Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika
“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”.
Kajian
Online WA Hamba الله Ta'ala
(Link
2 Nanda)
Hari
/ Tanggal : Senin, 09 Maret 2015
Narasumber
: Ustadzah Citra
Materi
: Kajian Islam
Notulen
: Ana Trienta
Sudah sholat isya semuakah? Jika sudah baik kita mulai.
Siap. Baiklah sahabat syurga kajian kali ini akan kami buka
ﺍﻟﺴﻼﻡ ﻋﻠﻴﻜﻢ ﻭﺭﺣﻤﺔ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺑﺮﻛﺎﺗﻪ
Puji
syukur kehadirat Allah ﻋﺰّﻭﺟﻞّ atas segala nikmat iman islam dan iman
ukhuwah dan berjuang di jalan yang Allah tunjuki keridhoanNya. Sehingga dengan
rahmat dan karuniaNya shingga kita bisa berjumpa dalam majelis iman*
nanda hamba Allah* Semoga dengan mengharap berkah dan ridho Allah yang
Maha Kuasa maka untuk keilmuan kita untuk lebih baik lagi dalam
bertaqarrub kepada Allah, menguatkan Azzam dalam shaff hamba Allah yang di
cintaiNya memaksimalkn insan berenergi menyemaikan kebaikan dengan damai
rahmat bagi semesta dalam berukhuwah indah hingga akhirat yang berujung dan
bersemai jannah yang indah. Aamiin
Shalawat
dan salam terlantun spesial untuk baginda Muhammad ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ , yang berahklak mulia, meski
dijamin masuk surga oleh Allah beliau terus beramal dengan amal
istimewanya. Masya Allah. Apakah kita yang belum dijamin Allah
masuk surga hanya berharap dalam doa agar surga bersama kita akan berhenti
dalam melakukan kebaikan?
TARBIYAH RUHIYAH - KISAH SALMAN AL FARISI DAN SA'ID BIN AMIR
Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Monday, March 9, 2015
Hari / Tanggal : Selasa, 24 Febuari 2015
Narasumber : Ustadz Ahmad Ridwan
Tema : Parenting, Tarbiyah
Notulen : Ana Trienta
Notulen : Ana Trienta
Assalamualaikum bunda yang dimuliakan Allah. Shobahul khoir. Kef halukunna? Sudah hadir semua? Alhamdulillah wassholatu wassalamu ala rasulillah, wa ba`du. Sebelumnya kajian ini adalah dalam rangka tawashi bil haqq tawashi wisshobr
TARBIYYATUL AULAD
JADIKAN ANAK SEBAGAI LADANG INVESTASI AKHIRAT MU
oleh : Ahmad Ridwan Lc
"Dunia anak- anak tidak sekecil yang terlihat dari tubuh mereka, Dunia anak-anak adalah semesta luas yang sering memerangkap orang tua dalam beragam emosi tak berdasar, mulai dari tidak sabaran, gampang meledak marah, bahkan pengabaian terhadap ide-ide mereka yang orisinal".
Mungkin ungkapan diatas ada benar nya, sebagai orang tua kita sering terperangkap dalam jebakan yang harusnya kita bisa berhasil mendapatkan predikat orang tua yang sukses. Terkadang kita berargumen dengan kata-kata: kami sudah sekolahkan, kami sudah panggilkan guru privat, kami sudah pilihkan tempat les ternama untuk mereka. Entah sudah berapa kali doa ini kita munajat kan kepada sebaik-baik pendidik, sebaik-baik pengajar:
وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
Dan orang-orang yang berkata: "Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa (Al Furqon : 74)
Namun, bagaimana kita mengimplementasikan doa di atas agar anak kita menjadi qurrota a`yun dan lil muttaqiina imaman?
TARBIYYATUL AULAD: JADIKAN ANAK SEBAGAI LADANG INVESTASI AKHIRAT MU
Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Tuesday, February 24, 2015
Kajian
Online WA Hamba الله Ta'ala
(Link 2
Nanda)
Hari /
Tanggal : Senin, 09 Februari 2015
Narasumber
: Ustadz Suhendi Al Khathab
Materi : Tarbiyah
Notulen
: Ana Trienta
Ayoo kita
mulai
Kita akan
bahas tema " urgensi tarbiyah bagi wanita muslimah”
لْحَمْدُ
لِلَّهِ الَّذِيْ كَانَ بِعِبَادِهِ خَبِيْرًا بَصِيْرًا، تَبَارَكَ الَّذِيْ
جَعَلَ فِي السَّمَاءِ بُرُوْجًا وَجَعَلَ فِيْهَا سِرَاجًا وَقَمَرًا مُنِيْرًا.
أَشْهَدُ اَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وأََشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ
وُرَسُولُهُ الَّذِيْ بَعَثَهُ بِالْحَقِّ بَشِيْرًا وَنَذِيْرًا، وَدَاعِيَا
إِلَى الْحَقِّ بِإِذْنِهِ وَسِرَاجًا مُنِيْرًا. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَيْهِ
وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا. أَمَّا بَعْدُ
Akhwatal
islaam.. ketauhuilah, muslimah merupakan komponen dalam keluarga dan masyarakat
yang sangat menentukan perannya dalam membentuk generasi dan menciptakan
peradaban.
Banyak
kita dapatkan kisah betapa muslimah (wanita) di sekitar para nabi sangat
berperan dalam membantu tugas demi kelangsungan dakwah, kita tau dalam sejarah
istri fir'aun yaitu Asiah di tengah kehidupan jahil firaun dan anak buahnya,
Asiah telah menunjukkan keteguhannya dalam beriman kepada Allah, demikian juga
ibu Nabi Musa as, ketika musa masih bayi yang dengan ikhlas ia memenuhi
perintah Allah untuk mrnghayutkan bayinya. Kita lihat juga siti Hajar ibunda
Nabiyullah Ismail as yang dengan kesabaran dan keteguhannya menjadikan putranya
menjadi laki-laki yang sabar, dan lihatlah juga ummul mukminiin khodijah ra,
perannya sangat luar biasa dalam membela dakwah suamianya, peran Asma
binti Abu bakr ra, kepandaian Aisyah ra, dan masih banyak lagi para wanita
wanita muslimah yang tangguh dan mulia membela dakwah dan teguh beriman kepada
Allah swt..
URGENSI TARBIYAH BAGI MUSLIMAH
Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Monday, February 9, 2015
Kajian Online Hamba الله SWT
Selasa, 9 Desember 2014
Narasumber
: Ustadzah Atieq
Rekapan Grup Nanda 121 (Peni)
Tema : Tarbiyah Ruhiyyah
Editor
: Rini Ismayanti
PENTINGNYA
TARBIYAH RUHIYYAH (PENDIDIKAN ROHANI)
Saudaraku,
Allah
Ta'ala dengan rahmat dan kasih sayangNya telah menciptakan kita sebagai manusia
dengan penuh kesempurnaan. Sempurna akal pikiran kita. Sempurna jasmani kita
bahkan sempurna ruh dan hati kita.
لقَد
خلقنا الإنسان فى أحسن تقويم
"Sungguh telah kami ciptakan manusia dalam bentuk yang
sebaik-baiknya"
Inilah
suatu nikmat yang besar yang harus senantiasa kita ingat dan menjadi pemicu
diri ini agar pintar bersyukur pada Allah atas segala curahan nikmat dan kasih
sayangNya pada kita.
3
bekal kesempurnaan itu adalah ; akal, jasmani dan rohani.
Dari
ketiga hal diatas, banyak dari kita yang hanya sibuk dalam memperhatikan akal
dan jasmani saja. Tanpa memperhatikan kondisi rohani atau ruhiyyahnya.
Seseorang
diantara kita barangkali akan merasa bodoh jika akal pikiran tak terasah atau
tidak dipenuhi dengan gizi ilmu pengetahuan.
Atau
jasad dan badan ini akan lemah bahkan sakit jika kita tak mengkonsumsi makanan
dan gizi seimbang atau berolahraga untuk menjaga kebugaran jasmani.
Akan
tetapi, berapa banyak diantara kita yang tidak merasakan lemahnya ruhiyah
(rohani) kita, disaat kita sering menjauh dari Allah. Jauh dari garis ibadah
dan taqarrub (mendekat) kepada Allah. Padahal, bukankah hakikat kita diciptakan
semata untuk beribadah kepada Allah??!
وما خلقت
الجن والإنس إلا ليعبدون
"Dan tidaklah ku cipatakan Jin dan Manusia kecuali untuk
beribadah pada-Ku"
Ketidakseimbangan
kita dalam menjaga akal, jasmani dan rohani kita, terkadang menyebabkan
ketidakstabilan kita dalam berbagai hal. Khususnya dalam menjalani aktifitas
sehari-hari.
Bayangkan
jika ada seorang yang hanya memperhatikan ketampanan/kecantikan wajahnya saja.
Badan tegap dan penampilan yang super keren. Akan tetapi ketika semua itu tidak
dibarengi dengan kecerdasan akal atau ruhiyyah (rohani) yang baik. Maka tidak
aneh jika terdengar kabar seorang aktor/aktris yanf rupawan itu mati
mengenaskan akibat tekanan/permasalahan hidup yang mendera.
Atau
sang rupawan itu ternyata gagal dalam studinya. Karena ia tak lagi menjaga
potensi akal yang telah Allah berikan padanya.
Saudaraku,,,
Jika
jasad sakit kita merasakannya, jika kebodohan mendera, kita pun tau akan hal
itu. Tetapi banyak diantara kita tidak merasakan betapa ruhiyyah (rohani) kita
sedang bermasalah.
Karena
rohani itu tidak nampak atau bahkan tidak mudah terasa oleh lingkungan bahkan
kita sendiri.
Padahal
Allah telah menjadikan media ibadah fardhu dan nawafil (sunnah) itu sebagai
gizi yang seimbang dan terbaik bagi ruhiyyah kita.
Bukankah
shalat penguat hubungan kita pada Sang Khaliq?? Bukankah sujud-sujud kita dan
doa yang tertuang didalamnya sangat didengar Allah??
Bukankah
puasa menjadi perisai kita dari belenggu hawa nafsu?? Bukankah zakat dan
sedekah bisa mengikis sifat kikir jiwa ini?? Dimanakah lisan yang berdzikir
mengingatNya disaat lapang, agar ia dekat disaat kesempitan hidup menimpa??
Dan
kunci dari kebahagiaan dan keberuntungan itu ada pada kecemerlangan kita dalam
menjaga dan memupuk rohani kita bersama Taqwa kepada Allah.
قد أفلح
من زكاها• وقد خاب من دساها
"sesungguhnya beruntunglah orang yang menyucikan jiwa itu•
Dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya" Asy Syams 9-10
Abi
Ikrimah
TANYA
JAWAB
Q
: Mo tanya, bisakah kita mentarbiyah diri sendiri mis. dengerin ceramah/
baca-baca tanpa ikutan suatu kelompok tertentu?
A
: Tarbiyah atau mendidik diri sndiri juga penting dalam Islam. Seperti mendidik
agar mnjadii pribadi jujur dlm keramaian atau kesendirian. Ramah tidak kikir
dll
Ttapi
pada tabiatnya manusia adalah insan yang lemah jika ia sndiri saja. Tapi dia
akan mnguat dikala berjamaah. Pentingya membina diri berjamaah sama pntingnya
dngn mmbina diri sndiri. Mendngarkan ceramah atau baca adalah baik, tapi ada
kalanya semua yang kita punya itu harus didiskusikan dengan pembimbing seperti
guru/ustadz/ustadzah dll
Q
: Lebih diutamakan tarbiyah seperti apa yang plg efektif? Syukron sbelumnya
A
: Tarbiyah yang utama adalah yang konferehensif, menyeluruh. Tidak hanya
mendidik rohani kita, tapi juga pemikiran dan jasmani kita nandaku. Tarbiyah yang
mngenalkan arti ukhuwwah imaniyyah. Tarbiyah yang mngenalkan kita pada Allah
dan RasulNya
Q
: Ustadz. Iman stiap manusia itu kan terkadang naik-turun. Bagaimana agar antara
akal, jasmani & rohani tetap seimbang dlm stiap kondisi??
A
: Nanda, jagalah dan tingkatkan keimanan dngn mengerjakan amal shaleh. Hindari
dosa dan maksiat agar iman kita tidak turun
Q
: Khoir ustd, tapi kdengan pernah ikut
jamaah dr diskusi lama-lama jadi ghibah,
pengen menjalin ukhuwah jadi ragu juga, gimana ustd solusinya? Satu lagi, ada yang
dzikir sambil mmejamkan mata trus geleng-geleng kepala, seperti itu bgmn ustd,
bole tidak?
A
: Nanda, ambilah yang terbaik dari yang baik nanda. Nasehati jika ada sahabat yang
terjerumus dlm ghibah. Rasulullah tidak prnah brdzikir dengan gerakan gerakan
tertentu nanda
Q
: Ustdzh. Kadang ketika berada dalam jama'ah (entah perasaanku aja atau bukan),
silaturahmi hanya terjalin sampai di kajian/forum aja. Setelahnya enggak
terjalin baik. Bagaimana Ustd? Dan gimana kalau ada yang menjalankan ritual
diluar dari sunnah Rasul karena sudah menjadi tradisi? Dan cara kasih tau yang
baiknya gmn?
A
: Nanda, yang harus mnjadi pelopor silaturahminya. Contohkan pada sahabat bgmn
indahnya bersilaturahmi dan mnjalin prsaudaraan. Jika tradisi itu brtolak
belakang dngn syariat atau sunnah Rasul maka tidak boleh. Caranya dngn
dinasehati, sharing ilmu dngn cara baik baik
Q
: Ust, bole kah kita berniaga dengan Allah u mdapatkan dunia, mis. sodaqoh agar
lulus ujian?
A
: Boleh anada, tapi pastikan klo itu semua semata karena cinta Pada Allah
Q
: Ketika sharing ilmu & nasihat kita malah dicemooh, cukup kita diem aja?
Jujur, Kalo secara lisan aku enggak begitu bisa ngomong, jadi bisanya tulisan.
A
: Lakukan yang bisa nanda lakukan
Q
: Bagaimana cara kita mngenalkan tarbiyah pada seseorang yang belum pernah
ter-tarbiyah? Dan dia sudah ckup dewasa, jadi ada rasa malu tuk ikut tarbiyah.
A
: Nanda yanti, ajaklah sesekali agar dekat dngn quran dan kajian kajiannya dan
doakan moga Allah berikan keistiqomahan
Q
: Dia lbh memilih menjaga prsaan nya yang malu kpadaa mnusia ( karena belum pernah
dilihat ikut kajian/tilawah) dibnding malu nya kpadaa Allah swt. Dakwah kpada
keluarga yang pling berat ya ustd?
A
: Yup betul, sngat berat
Q
: Jika lisan sudh tak didengar, perbuatan kita tak ditirukan, apakah hanya dengan
doa dakwah yang bisa kita lakukan tuk mmhon agar dia diberikan hidayah oleh
Allah?
A
: Yup bisa dengn doa nanda. Karena smua di tangan Allah
Kita akhiri kajian hari ini dengan lafadz Hamdallah dan do'a
kifaratul majelis.
سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك
Subhanakallahumma wabihamdika asayahadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika.
سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك
Subhanakallahumma wabihamdika asayahadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika.
“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan
memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan
diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”
Wassalamu'alaykum warahmatullah..
PENTINGNYA TARBIYAH RUHIYYAH (PENDIDIKAN ROHANI)
Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Tuesday, December 9, 2014
Kajian
Online WA Hamba اللهTa'ala
Hari tanggal : Jum'at, 5 Desember 2014
Narasumber : Ustadz Atieq
Materi : Tarbiyyah Ruhiyyah (Pendidikan Rohani)
Admin Nanda : Wanda Vexiaa & Nadiya Nawaf
Notulen : Meydilah Cahyawati
Editor : Ira Wahyudiyanti
Assalamualaikum Nanda shalilah yang dicintai Allah ..
Bagaimana kabar semua hari ini??
Semoga termasuk yang mendapatkan curahan berkah hari Jumat ya Alhamdulillah
Baarakallah fiikunna Jamii'an
Mari kita luruskan niat hanya karena Allah semata dan berharap smoga
ilmunya mendapatkan berkah dan manfaat dunia akhirat. Aamiin
Bismillah
Pentingnya Tarbiyah Ruhiyyah (Pendidikan Rohani)
Saudaraku,
Allah Ta'ala dengan rahmat dan kasih sayangNya telah menciptakan kita
sebagai manusia dengan penuh kesempurnaan. Sempurna akal pikiran kita. Sempurna
jasmani kita bahkan sempurna ruh dan hati kita.
لقَد خلقنا الإنسان فى أحسن تقويم
"Sungguh telah kami ciptakan manusia dalam bentuk yang
sebaik-baiknya"
Inilah suatu nikmat yang besar yang harus senantiasa kita ingat dan menjadi
pemicu diri ini agar pintar bersyukur pada Allah atas segala curahan nikmat dan
kasih sayangNya pada kita.
Tiga bekal kesempurnaan itu adalah ; akal, jasmani dan rohani.
Dari ketiga hal diatas, banyak dari kita yang hanya sibuk dalam
memperhatikan akal dan jasmani saja. Tanpa memperhatikan kondisi rohani atau
ruhiyyahnya.
Seseorang diantara kita barangkali akan merasa bodoh jika akal pikiran tak
terasah atau tidak dipenuhi dengan gizi ilmu pengetahuan. Atau jasad dan badan
ini akan lemah bahkan sakit jika kita tak mengkonsumsi makanan dan gizi
seimbang atau berolahraga untuk menjaga kebugaran jasmani.
Akan tetapi, berapa banyak diantara kita yang tidak merasakan lemahnya
ruhiyah (rohani) kita, disaat kita sering menjauh dari Allah. Jauh dari garis
ibadah dan taqarrub (mendekat) kepada Allah. Padahal, bukankah hakikat kita
diciptakan semata untuk beribadah kepada Allah?!
وما خلقت الجن والإنس إلا ليعبدون
"Dan tidaklah ku cipatakan Jin dan Manusia kecuali untuk beribadah
pada-Ku"
Ketidakseimbangan kita dalam menjaga akal, jasmani dan rohani kita,
terkadang menyebabkan ketidakstabilan kita dalam berbagai hal. Khususnya dalam
menjalani aktifitas sehari-hari.
Bayangkan jika ada seorang yang hanya memperhatikan ketampanan/kecantikan
wajahnya saja. Badan tegap dan penampilan yang super keren. Akan tetapi ketika
semua itu tidak dibarengi dengan kecerdasan akal atau ruhiyyah (rohani) yang
baik. Maka tidak aneh jika terdengar kabar seorang aktor/aktris yang rupawan
itu mati mengenaskan akibat tekanan/permasalahan hidup yang mendera.
Atau sang rupawan itu ternyata gagal dalam studinya. Karena ia tak lagi
menjaga potensi akal yang telah Allah berikan padanya.
Saudaraku,,,
Jika jasad sakit kita merasakannya, jika kebodohan mendera, kita pun tau
akan hal itu. Tetapi banyak diantara kita tidak merasakan betapa ruhiyyah
(rohani) kita sedang bermasalah. Karena
rohani itu tidak nampak atau bahkan tidak mudah terasa oleh lingkungan bahkan
kita sendiri. Padahal Allah telah menjadikan media ibadah fardhu dan nawafil
(sunnah) itu sebagai gizi yang seimbang dan terbaik bagi ruhiyyah kita.
Bukankah shalat penguat hubungan kita pada Sang Khaliq?? Bukankah
sujud-sujud kita dan doa yang tertuang didalamnya sangat didengar Allah?? Bukankah
puasa menjadi perisai kita dari belenggu hawa nafsu?? Bukankah zakat dan
sedekah bisa mengikis sifat kikir jiwa ini?? Dimanakah lisan yang berdzikir
mengingatNya disaat lapang, agar ia dekat disaat kesempitan hidup menimpa??
Dan kunci dari kebahagiaan dan keberuntungan itu ada pada kecemerlangan
kita dalam menjaga dan memupuk rohani kita bersama Taqwa kepada Allah.
قد أفلح من زكاها• وقد خاب من دساها
"sesungguhnya beruntunglah orang yang menyucikan jiwa itu. Dan
sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya" (QS. Asy Syams 9-10)
TANYA - JAWAB
1. Syukron .. Ustadz, bagaimana caranya kita memupuk akal, jasmani, dan
rohani kita agar semuanya bisa seimbang dlm kehidupan kita sehari apalagi
dizaman yg modern ini..?
Jawab : Baik nanda Vivin yg diberkahi Allah, menjadi sebuah kewajiban kita
selaku muslim muslimah untuk mensyukuri ketiga nkmat tersebut. Untuk menjaga
keseimbangan akal dan jasmani tentunya hampir kita semua mengetahuinya bukan?
Akal kita perlu berikan gizi ilmu agama dan pengetahuan umum yang cukup dan
baik. Sementara jasmani kita memerlukan asupan gizi yang baik dan halal serta
seimbang. Sebagaimana olahraga adalah kebutuhan penting untuk menjaga stamina
tubuh.
Naaahh untuk rohani ini, selain ibadah-ibadah wajib yang harus kita
tunaikan dengan sebaik-baiknya, disana ada media-media ibadah sunnah yang harus
menjadi pelengkap dan penguat rohani kita. Selain yang tertuang di rukun iman,
kewajiban kita masih tertuang dalam tilawah Qur’an, dzikrullah dimanapun dan
kapanpun dan saat apapun, gemar sedekah, menunaikan tahajjud dll
2. Assalamualaikum.. Ustadz, bagaimana cara mengendalikan hati yang sering
labil,
Jawab : Perbanyak dzikir ananda, sering-seringlah beristighfar, sholawat ke
atas Nabi sebanyak-banyaknya. Saat nanda di perjalanan, berdzikirlah, mengantri
di bank pun, berdzikirlah, sedang memasak, berdzikirlah, semua aktifitas
disertai dengan dzikir, Istighfar dan sholawat. Dan yang utama nanda Nurul,
mintalah pada Allah dikala berdoa agar dikaruniai hati yang tsabat (kokoh)
dalam keimanan.
3. Terkadang waktu kita banyak tersita untuk pekerjaan dan hanya waktu malam saja saya bisa
fokus untuk membaca Al Qur'an . Apakah berdosa
jika saya menunda-nunda pekerjaan untuk bisa belajar tanpa sepengetahuan
bos kita? Syukron ustadz ..
Jawab : Nanda Nurul, berusahalah semaksimal mngkin dalam menunaikan amanah
dan kewajiban dan tetaplah jadi hamba yang baik pula dalm menunaikan ibadah.
Imbangin keduanya. Allah Maha Tahu, Insya Allah niat dan tekad kita mendapatkan
jalan dari Allah
4. Pekerjaan itu juga ibadah kan yah ? Tapi terkadang banyak orng mengatakan
ini haram itu haram, dan mereka sendiri melakukan hal haram yang dia ucapkan
itu? Bagaimana cara kita menyikapi dan menasehati nya?
Jawab : Betul. Ibadah itu bukan hanya shalat dll. Tapi hadirnya kita
di grup ini pun bisa jadi ibadah. Dan kerja pun bisa jadi ibadah. Kembali
niatkan lillahi ta'ala. caranya? Nanda kunjungi, atau sampaikan dengan cara
nasihat yang baik sebaik baiknya nasihat
5. Ustadz, jika merasa masih banyak kekurangn dari ketiganya, bagaimana
supaya bisa konsisten dan memperbaiki diri ya? kadang ada saja halangan yang menghmbat,
seperti kalau akal suka ga percaya diri tentang apapun, jasmani juga ga bisa konsisten,
& rohani masih kurang. Ada niat untuk bisa memperbaiki tapi masih saja
menunda. Mohon solusi nya ya ustadz. Terima kasih banyak
Jawab : Nanda harus bersabar, tumbuhkan rasa percaya diri, karena itulah
ciri orang-orang beriman yang tak kenal pesimis. Buat jadwal atau target
belajar dan olahraga serta tunaikan ibadah-ibadah wajib dengan baik baru
setelahnya ibadah yang sunnah. Dan yang terpenting, carilah sahabat yang
mndekatkan ketaqwaan pada kita.
6. Ustadz, bagaimana memanage waktu dengan baik? Disamping itu kestabilan
diri yang kurang terkadang mengakibatkan kita lalai akan kewajiban sebagai
hamba. Malah kadang suka membuat permakluman sendiri ustadz.
Jawab : Jadikan sholat sebagai poros kegiatan kita sehari-hari nanda.
Dan bikinlah jadwal skala prioritas dari yang paling wajib dan penting untuk
dikerjakan, nanti akan membantu kita agar konsisten dengan aktifitas kita.
7. Kadang kalau kecapean suka lalai ustadz. Dan jadi bingung memilih kegiatan
yang harus di prioritaskan
Jawab : Contoh skala prioritas ya ; nanda selalu mendahulukan ibadah wajib seperti
shalat 5 waktu dalam aktifitas sehari-hari. Dan satu sisi juga ananda seorang
mahasiswi. Nah kedua hal ini usahakan saling menopang bukan saling mengganggu
8. Ustadz, kadang kita itu lupa. Nah bagaimana agar daya ingat kita
itu kuat dalam ayat-ayat Al Qur’an
ataupun hadist hadist??
Jawab : kuncinya ; hindari dosa
dan maksiat semaksimal mungkin
ira
December 05, 2014
New Google SEO
Bandung, Indonesia






