Bismillahirrahamnirrahiim
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh
AMALAN 10 HARI PERTAMA BULAN DzULHIJJAH
Berdasarkan kalender, maka tanggal 15 September 2015 bertepatan dengan tanggal 1 Dzulhijjah 1436 H. Ada amalan yang disunnahkan dalam 10 hari pertama bulan Dzulhijjah.
KEUTAMAAN 10 HARI PERTAMA BULAN DZULHIJJAH
Nabi saw bersabda : "Tidak ada hari dimana amal shalih pada saat itu lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari ini, yaitu : Sepuluh hari dari bulan Dzulhijjah."
Para shahabat bertanya : "Ya Rasulullah, tidak juga jihad fi sabilillah ?"
Beliau menjawab : "Tidak juga jihad fi sabilillah, kecuali orang yang keluar (berjihad) dengan jiwa dan hartanya, kemudian tidak kembali dengan sesuatu apapun". (HR. Al-Bukhari)
MACAM-MACAM AMALAN YANG DISYARIATKAN
1. Melaksanakan Ibadah Haji Dan Umrah
Amal ini adalah amal yang paling utama, berdasarkan berbagai hadits shahih yang menunjukkan keutamaannya, antara lain : sabda Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam:
العمرة إلى العمرة كفارة لما بينهما والحج المبرور ليس له جزاء إلا الجنة
"Dari umrah ke umrah adalah tebusan (dosa-dosa yang dikerjakan) di antara keduanya, dan haji yang mabrur balasannya tiada lain adalah Surga".
2. Berpuasa Selama Hari-Hari Tersebut, Atau Pada Sebagiannya, Terutama Pada Hari Arafah.
Tidak disangsikan lagi bahwa puasa adalah jenis amalan yang paling utama.
Diriwayatkan dari Abu Said Al-Khudri, Radhiyallahu 'anhu, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :
ما من عبد يصوم يوماً في سبيل الله ، إلا باعد الله بذلك اليوم وجهه عن النار سبعين
خريف
"Tidaklah seorang hamba berpuasa sehari di jalan Allah melainkan Allah pasti menjauhkan dirinya dengan puasanya itu dari api neraka selama tujuh puluh tahun". [Hadits Muttafaqun 'Alaih].
Nabi saw bersabda :
صيام يوم عرفة أحتسب على الله أن يكفر السنة التي قبله والتي بعده .
"Berpuasa pada hari Arafah karena mengharap pahala dari Allah melebur dosa-dosa setahun sebelum dan sesudahnya".
3. Takbir Dan Dzikir Pada Hari-Hari Tersebut.
Sebagaimana firman Allah Ta'ala.
وَيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ فِي أَيَّامٍ مَعْلُومَاتٍ
".... dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari-hari yang telah ditentukan ...". [al-Hajj/22 : 28].
Para ahli tafsir menafsirkannya dengan sepuluh hari dari bulan Dzulhijjah. Karena itu, para ulama menganjurkan untuk memperbanyak dzikir pada hari-hari tersebut, berdasarkan hadits dari Ibnu Umar Radhiyallahu 'anhuma.
فأكثروا فيهن من التهليل والتكبير والتحميد
"Maka perbanyaklah pada hari-hari itu tahlil, takbir dan tahmid". [Hadits Riwayat Ahmad].
Imam Bukhari rahimahullah menuturkan bahwa Ibnu Umar dan Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhuma keluar ke pasar pada sepuluh hari tersebut seraya mengumandangkan takbir lalu orang-orangpun mengikuti takbirnya. Dan Ishaq, Rahimahullah, meriwayatkan dari fuqaha', tabiin bahwa pada hari-hari ini mengucapkan :
الله أكبر الله أكبر لا إله إلا الله والله أكبر ولله الحمد
Allahu Akbar, Allahu Akbar, Laa Ilaha Ilallah, wa-Allahu Akbar, Allahu Akbar wa Lillahil Hamdu
"Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Tidak ada Ilah (Sembahan) Yang Haq selain Allah. Dan Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, segala puji hanya bagi Allah".
Dianjurkan untuk mengeraskan suara dalam bertakbir ketika berada di pasar, rumah, jalan, masjid dan lain-lainnya. Sebagaimana firman Allah.
وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ
"Dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu ...". [al-Baqarah/2 : 185].
Dan diperbolehkan berdzikir dengan yang mudah-mudah. Seperti : takbir, tasbih dan do'a-do'a lainnya yang disyariatkan.
4. Taubat Serta Meninggalkan Segala Maksiat Dan Dosa.
Sehingga akan mendapatkan ampunan dan rahmat. Maksiat adalah penyebab terjauhkan dan terusirnya hamba dari Allah, dan keta'atan adalah penyebab dekat dan cinta kasih Allah kepadanya.
Nabi saw bersabda.
ان الله يغار وغيرة الله أن يأتي المرء ما حرم الله علي
"Sesungguhnya Allah itu cemburu, dan kecemburuan Allah itu manakala seorang hamba melakukan apa yang diharamkan Allah terhadapnya" [Hadits Muttafaqun 'Alaihi].
5. Banyak Beramal Shalih.
Berupa ibadah sunat seperti : shalat, sedekah, jihad, membaca Al-Qur'an, amar ma'ruf nahi munkar dan lain sebagainya. Sebab amalan-amalan tersebut pada hari itu dilipat gandakan pahalanya. Bahkan amal ibadah yang tidak utama bila dilakukan pada hari itu akan menjadi lebih utama dan dicintai Allah daripada amal ibadah pada hari lainnya meskipun merupakan amal ibadah yang utama, sekalipun jihad yang merupakan amal ibadah yang amat utama, kecuali jihad orang yang tidak kembali dengan harta dan jiwanya.
6. Berkurban Pada Hari Raya Qurban Dan Hari-Hari Tasyriq.
Hal ini adalah sunnah Nabi Ibrahim 'Alaihissalam, yakni ketika Allah Ta'ala menebus putranya dengan sembelihan yang agung. Diriwayatkan bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam.
وقد ثبت أن النبي صلى الله عليه وسلم ضحى بكبشين أملحين أقرنين ذبحهما بيده وسمى وكبّر
ووضع رجله على صفاحهما
"Berkurban dengan menyembelih dua ekor domba jantan berwarna putih dan bertanduk. Beliau sendiri yang menyembelihnya dengan menyebut nama Allah dan bertakbir, serta meletakkan kaki beliau di sisi tubuh domba itu". [Muttafaqun 'Alaihi].
7. Dilarang Mencabut Atau Memotong Rambut Dan Kuku Bagi Orang Yang Hendak Berkurban.
Diriwayatkan oleh Muslim dan lainnya, dari Ummu Salamah Radhiyallhu 'anha bahwa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.
إذا رأيتم هلال ذي الحجة وأراد أحدكم أن يضّحي فليمسك عن شعره وأظفاره
"Jika kamu melihat hilal bulan Dzul Hijjah dan salah seorang di antara kamu ingin berkurban, maka hendaklah ia menahan diri dari (memotong) rambut dan kukunya".
Dalam riwayat lain :
فلا يأخذ من شعره ولا من أظفاره حتى يضحي
"Maka janganlah ia mengambil sesuatu dari rambut atau kukunya sehingga ia berkurban".
Hal ini, mungkin, untuk menyerupai orang yang menunaikan ibadah haji yang menuntun hewan kurbannya. Firman Allah.
وَلا تَحْلِقُوا رُءُوسَكُمْ حَتَّى يَبْلُغَ الْهَدْيُ مَحِلَّه
"..... dan jangan kamu mencukur (rambut) kepalamu, sebelum kurban sampai di tempat penyembelihan...". [al-Baqarah/2 : 196].
Larangan ini, menurut zhahirnya, hanya dikhususkan bagi orang yang berkurban saja, tidak termasuk istri dan anak-anaknya, kecuali jika masing-masing dari mereka berkurban. Dan diperbolehkan membasahi rambut serta menggosoknya, meskipun terdapat beberapa rambutnya yang rontok.
8. Melaksanakan Shalat Iedul Adha Dan Mendengarkan Khutbahnya.
Setiap muslim hendaknya memahami hikmah disyariatkannya hari raya ini. Hari ini adalah hari bersyukur dan beramal kebajikan. Maka janganlah dijadikan sebagai hari keangkuhan dan kesombongan ; janganlah dijadikan kesempatan bermaksiat dan bergelimang dalam kemungkaran seperti ; nyanyi-nyanyian, main judi, mabuk-mabukan dan sejenisnya. Hal mana akan menyebabkan terhapusnya amal kebajikan yang dilakukan selama sepuluh hari.
9. Selain Hal-Hal Yang Telah Disebutkan Diatas.Hendaknya setiap muslim dan muslimah mengisi hari-hari ini dengan melakukan ketaatan, dzikir dan syukur kepada Allah, melaksanakan segala kewajiban dan menjauhi segala larangan ; memanfaatkan kesempatan ini dan berusaha memperoleh kemurahan Allah agar mendapat ridha-Nya.
*****TANYA – JAWAB*****
1. Pak Ustadz , dilarang memotong kuku mulai & sampai tanggal berapa dzulhijjah ?
JAWAB :
Mulai tanggal 1 s.d 10 Dzulhijjah dan Sampai setelah shalat Ied
2. Hanya untuk yg mau berkurban saja ya ustad? Afwan ustadz untuk
qurban itu, misal dalam sebuah keluarga yang cari nafkah hanya ayah , apakah
tiap tahun qurban harus ganti atas nama (misal tahun ini atas nama suami, tahun
depan istri, depan lagi anak). Orang tua ada yag sudah meninggal selama hidup
belum pernah melaksanakan qurban jika anak ingin melaksanakan qurban atas nama
orang tua apakah boleh ? sedangkan anak juga belum prnh berqurban.
JAWAB : 1 ekor kambing, boleh untuk kurban sekeluarga. Yang dimaksud sekeluarga adalah bapak, ibu dan anak; berapapun jumlah anaknya.
Jawaban seperti di atas, kurban untuk bapak, ibu & kita. Atau suami, anti & anak.
3. Kalau seandainya kita nekat potong kuku & rambut apakah kurban kita tidak dinilai ibadah? Kalo 1 untuk keluarga, berarti sekeluarga tidak potong kuku dan rambut dari tgl 1 sampe 10, ustadz ?
JAWAB : Kalau 1 untuk keluarga, yang tidak potong kuku & rambut adalah kepala keluarga. Hukum potong rambut & kuku saat itu makruh, bukan haram. Jadi kurbannya tetap sah, hanya kurang sempurna.
4. Pak Ustadz, kalau aqiqah apa benar yang di aqiqah tidak boleh makan daging yang diaqiqahkan,kenapa? Mohon penjelasannya. Dan kalau puasa ayyaumul bidh berkaitan dengan hari tasyriq bagaimana ustadz ?
JAWAB : 1 ekor kambing, boleh untuk kurban sekeluarga. Yang dimaksud sekeluarga adalah bapak, ibu dan anak; berapapun jumlah anaknya.
Jawaban seperti di atas, kurban untuk bapak, ibu & kita. Atau suami, anti & anak.
3. Kalau seandainya kita nekat potong kuku & rambut apakah kurban kita tidak dinilai ibadah? Kalo 1 untuk keluarga, berarti sekeluarga tidak potong kuku dan rambut dari tgl 1 sampe 10, ustadz ?
JAWAB : Kalau 1 untuk keluarga, yang tidak potong kuku & rambut adalah kepala keluarga. Hukum potong rambut & kuku saat itu makruh, bukan haram. Jadi kurbannya tetap sah, hanya kurang sempurna.
4. Pak Ustadz, kalau aqiqah apa benar yang di aqiqah tidak boleh makan daging yang diaqiqahkan,kenapa? Mohon penjelasannya. Dan kalau puasa ayyaumul bidh berkaitan dengan hari tasyriq bagaimana ustadz ?
JAWAB : Tasyriq adalah hari yang diharamkan untuk
berpuasa, yaitu tgl 11, 12 & 13 Dzulhijjah.
Kalau ingin puasa Ayyamul-Bidh , boleh di tanggal 14 & 15 Dzulhijjah.
Yang aqiqah boleh makan daging aqiqah.
Kalau ingin puasa Ayyamul-Bidh , boleh di tanggal 14 & 15 Dzulhijjah.
Yang aqiqah boleh makan daging aqiqah.
5. Pak Ustazd gimana kalau kita sudah pernah berqurban tetapi belum
aqiqah? Apakah boleh orang berqurban bila dia belum aqiqah. Apakah berarti harus
aqiqah dulu baru bisa berqurban
Na'am jazakallah ustadz.
JAWAB : 1). Kalau banyak rejeki, lakukan keduanya. 2). Jika rejeki cukup tapi mengalir tiap bulan, maka sekarang dekat dengan kurban. Maka kurban dulu, bulan depan aqiqah. 3). Jika rejeki pas, aqiqah dulu.
Na'am jazakallah ustadz.
JAWAB : 1). Kalau banyak rejeki, lakukan keduanya. 2). Jika rejeki cukup tapi mengalir tiap bulan, maka sekarang dekat dengan kurban. Maka kurban dulu, bulan depan aqiqah. 3). Jika rejeki pas, aqiqah dulu.
Jazakumullahu khairan katsiran atas
ilmunya .
Semoga ilmunya bermanfaat untuk diri
pribadi dan kita semua, bisa diamalkan untuk orang-orang di sekitar
kita.Baiklah kita tutup kajian kita dengan istigfar sebanyak-banyaknya dan
hamdallah serta do'a kafaratul majelis
Doa Kafaratul Majelis :
سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك
Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika
“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”.
Wassalamu’alaikum
Warahmatullahi Wabarakatuh.
===============================================
Rekapan Kajian Online WA Hamba اللَّهِ
SWT
Rabu, 18 Dzulqodah 1436 / 2 September 2015
Nara Sumber : Ustadz Endri N
Tema : Kajian Islam
Rekapan Grup M1 Oleh : Bd. Marpiah
Admin : Bd. Meita & Bd Marpiah
Rabu, 18 Dzulqodah 1436 / 2 September 2015
Nara Sumber : Ustadz Endri N
Tema : Kajian Islam
Rekapan Grup M1 Oleh : Bd. Marpiah
Admin : Bd. Meita & Bd Marpiah
AMALAN 10 HARI PERTAMA BULAN DZULHIJJAH
Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Wednesday, September 2, 2015
Kajian Online WA Hamba الله SWT
Rabu, 16 Agustus 2015
Narasumber : Ustadzah
Widya
Rekapan Grup Nanda M112 (Indah)
Tema : Muamalah
Editor
: Rini Ismayanti
MEMULAI BISNIS YANG BERKAH
Setiap kita yang memilih untuk berbisnis, tentu pertanyaan awal yang ada di benak kita, bisnis yang seperti apa ya yang berkah itu??
Apa yang untung nya banyak?? Karyawan nya banyak? Atau yang bisa menambah aset?
Setiap bisnis pasti ingin untung banyak, tapi berkah tidak??
Setiap bisnis ingin berkembang pesat dengan karyawan yang banyak, tapi apakah berkah?
Juga memiliki aset yang banyak, Tapi berkah atau tidak?
Hanya Allah yang bisa mengetahui Dan menilai bisnis kita berkah atau tidak
Berkah dalam bahasa al quran artinya ziyadatul khair.
Tapi kita sebagai pebisnis akan merasakan dan mengalami bisnis kita berkah atau tidak.
Atau bertambahnya kebaikan.
Nah, ukuran nya buat kita sebagai pengusaha adalah.. jika bisnis kita bisa penuh manfaat dan mendatangkan kebaikan, insya Allah berkah.
Untuk mencapai ke arah keberkahan.. berarti prosesnya juga harus yang baik.
Sesuai dengann syariat islam.
Ukhti , persoalan terbesar dalam berbisnis adalah masalah manusianya.
Sedangkan manusia itu sendiri sering tergantung pada suasana hati.
Oleh sebab itu, jika seseorang mampu mengelola Hati nya dengan baik, maka bisnis yang akan dijalankan nya pun insya Allah akan bermutu tinggi.
Jadi kesuksessan bisnis kita sangat ditentukan oleh sikap sikap kita.
dan Memulai berbisnis pun yang perlu kita siapkan terlebih dahulu bukan soal modal materi berapa rupiah, tapi mental kita untuk mengelola bisnis nya.
Mental Marketing
Mental sebagai owner
Mental ketika bisnis kita dihapkan pada banyak keadaan.
Ukhtina, Rosulullah sebagai sosok yang diakui sangat amanah dalam berbisnis. Sehingga dapat gelar al Amiin.
Menjadi orang terpercaya adalah salah satu modal utama dalam berbisnis.
Al Quran juga mengajarkan pebisnis untuk berlaku jujur. Dengan perumpamaan yang indah yaitu menyempurnakan takaran dan meluruskan timbangan
Jadi, secara tidak langsung, kepercayaan juga akan menciptakan silaturahim, Dan silatirahim Alan mendatangkan manfaat materi. Selain nilai keberkahan tentunya.
Seperti yang dianjurkan berulang kali oleh islam adalah memelihara kepercayaan dalam berjualan. Dengan menjadi pengusaha yang terpercaya, pengusaha akan diberi anugerah berupa keberkahan dari Allah SWT.
Ini pondasi mental seorang pebisnis ya bunda..
Sebelum kita menyiapkan perangkat bisnis yang lain, di awal kita harus menyiapkan mental yang tangguh.
Sebagai prolog dari materi, saya cukupkan. Silahkan kalau ada diantara bunda yang mau bertanya.. tafadhol..
TANYA JAWAB
Q : Langkah-langkah apa ya yang harus ditempuh ketika kita berbisnis atau mau mulai bisnis sehingga membawa keberkahan?
A: Modal awal berbinis adalah kemampuan diri kita. Mental, spiritual dan keyakinan yang kuat kepada Allah akan kelancaran bisnis yang akan kita bangun. Lalu tentukan tujuan bisnis kita untuk apa. Niat nya apa sih buka usaha? Ini sangat diperlukan. Pilih jenis bisnis apa yang pas untuk dilakukan. buat planing bisnis nya.
Q : Bagaimana ya teh untuk mau memulai bisnis, sedangkan kita bingung mau mulai bisnis apa.
A : Memulai bisnis dengan yang mudah dan sederhana. Misal bisnis online. Sekalian sambil tes pasar juga. Atau bisa juga dengan cara siapa sih teman teman kita? Hobby nya apa?? Kalau mereka hobby belanja baju, barangkali bisa dimulai dengan jual baju. Pilih bisnis yang sesuai dengan passion kita.
Q : Berapa keuntungan terbesar yang boleh diambil dari modal menurut ajaran islam?
A : Tidak ada ketentuan khusus besarnya berapa. Karena muamalah itu prinsipnya saling ridho, jujur dan transparan. Tapi Rosulullah mengingatkan tidak mengambil untung 2 kali lipat dari modal. Misal modalnya 200.000. Ngambil untung 400.000. Teteh pernah baca literatur. Harga harus sesuai dengan pasaran di masyarakat.
Alhamdulillah, kajian
kita hari ini berjalan dengan lancar. Moga ilmu yang kita dapatkan berkah dan
bermanfaat. Aamiin....
Segala yang benar dari
Allah semata, mohon maaf atas segala kekurangan. Baiklah langsung saja kita
tutup dengan istighfar masing-masing sebanyak-banyaknya dan do'a kafaratul
majelis:
سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك
Subhanakallahumma
wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika
“Maha Suci Engkau ya
Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah
melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”
Seorang mukmin yang bekerja dalam dakwah dan ilmu baik sebagai ulama, ustadz dan penuntut ilmu seharusnya semangat dan antusias di awal keistiqamahan, taubat dan kecenderungan kepada kebaikan. Kemudian terjadi malas dan tidak istiqamah, sehingga melemah dan malas berbuat ketaatan. Kadang kala sampai berhenti dan jauh dari kataatan kepada Allah, seperti yang Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam sabdakan:
لِكُلِّ عَمَلٍ شِرَّةٌ وَلِكُلِّ شِرَّةٍ فَتْرَةٌ فَمَنْ كَانَتْ فَتْرَتُهُ إِلَى سُنَّتِيْ فَقَدْ اهْتَدَى وَمَنْ كَانَتْ فَتْرَتُهُ إِلَى غَيْرِ ذَلِكَ فَقَدْ هَلَكَ رواه ابن أبي عاصم وابن حبان في صحيحه
Setiap amalan ada waktu semangat dan setiap masa semangat ada putusnya. Barang siapa yang masa putusnya itu kepada sunnahku maka telah mendapatkan petunjuk dan siapa yang masa putus (lemah) nya pada selainnya maka telah binasa. (HR ibnu Abi ‘Ashim dan Ibnu Hibban dalam Shahihnya serta dishahihkan al-Albani dalam Shahih at-Targhib wat Targhib no. 56 dan Shahih al-Jaami’ 2152).
Rasulullah juga menjelaskan bahwa iman akan hilang kelezatannya dan akan berubah bersama waktu, seperti dijelaskan dalam sabda beliau:
إِنَّ الإِيْمَانَ لَيَخْلِقُ فِيْ جَوْفِ أَحَدِكُمْ كَمَا يَخْلِقُ الثَّوْبُ فَاسْأَلُوْا اللهَ أَنْ يُجَدِّدَ الإِيْمَانَ فِيْ قُلُوْبِكُمْ
Sesungguhnya iman akan rusak dalam tubuh salah seorang kalian sebagaimana rusaknya pakaian maka mintalah kepada Allah untuk memperbaharui iman dalam hati kalian. (HR al-Haakim dan di hasankan al-Albani dalam Shahih al-Jaami’ no. 1590 dan Silsilah ahadits Shahihah no. 1585).
Oleh karena itu seorang muslim jangan merasa aman hanya karena telah selamat dari kemasiatan dan dosa serta mengenal kebenaran dan manhajnya yang haq. Sebab rasa aman tersebut menjadi sasaran empuk syaitan untuk mengambalikannya kepada kelemahan dan ketidak istiqamahan (futur) .
Apa itu futur?
Futur (tidak istiqamah) adalah penyakit yang menyerang kalbu atau akal seorang muslim secara samar dan bertahap. Penyakit ini tidak seketika datangnya terkadang sangat lama dan tidak terasa gerakannya. Hal ini karena kesabaran syaitan menyesatkan manusia sangat hebat dan tipu dayanyapun beraneka ragam. Akhirnya kita merasa yakin berada dalam kebenaran walaupun sesungguhnya sudah jauh darinya dan berada dalam kesesatan.
Dewasa ini sangat banyak dan beranekaragam sarana dan bentuk kefuturan dan jadilah masalah ini sebagai sesuatu yang memiliki tempat di kalbu penderitanya dan kadang dia sadar akan hal tersebut, atau biasa mengetahuinya dari pengaruh yang ada dalam dirinya. Bahaya penyakit ini bisa mengakibatkan perubahan keperibadian dan membuat seorang muslim susah, bingung atau ketakutan dan stres.
Kata “FUTUR” berasal dari bahasa Arab dari kata (فترة) yang berarti hancur dan lemah. Nampak sekali kata ini menunjukkan sebelum kelemahan ini sudah didahului dengan kekuatan dan semangat yang besar. Oleh karena itu para pakar ilmu bahasa Arab menyatakan: فَتْرٌ أِي سكن بعد حِدة و لان بعد شدة (Futur bermakna diam setelah kesungguhan dan lemah setelah kuat).
Kalau begitu “futur” adalah penyakit yang menyerang orang kuat dan meresap pada semua orang yang punya keinginan mencapai kesempurnaan agamanya. Oleh karena iti, penyakit ini menjadi lebih berbahaya karena tujuan dan obyeknya adalah orang-orang beriman yang akan menyelamatkan umat dan agama ini.
Karena urgensinya masalah ini dan banyaknya saudara-saudara seislam yang tertimpa penyakit ini, maka saya pertama kali ingin membekali diri saya dengan beberapa terapi prefentif melawan penyakit ini yang telah dijelaskan para ulama. Untuk menjaga diri saya kemudian membantu masyarakat kaum muslimin terhindar dari penyakit ini.
Dasar-Dasar Penting Seputar Fenomena Futur
Sebelum kita bicara tentang terapi penyakit ini, perlu diketahui beberapa catatan penting yang dapat menjelaskan hakekat dan oksioma berhubungan dengan lemahnya iman dan ketidak istiqamahannya. Diantaranya:
1. Semua manusia –kecuali yang Allah jaga- memiliki kemungkinan terkena penyakit futur ini dan terjerumus pada dosa dan kemaksiatan. Hal ini sudah dijelaskan Nabi dalam sabdanya;
كُلُّ ابْنِ آدَمَ خَطَّاءٌ، وَخَيْرُ الْخَطَّائِينَ التَّوَّابُونَ
Setiap manusia mesti berbuat salah dan sebaik-baiknya yang berbuat salah adalah orang yang bertaubat (HR Ahmad dan at-tirmidzi dan dihasankan al-Albani dalam Shahih al-Jaami’ 4515).
Ketika manusia sudah pasti akan terjerumus dalam kemaksiatan dan kesalahan, maka Rasulullah membimbing kejalan keluarnya yaitu taubat. Siapa yang bertaubat maka ia selamat dan yang tidak bertaubat maka akan celaka. Allah ta’ala disamping memberikan jalan keselamatan juga memberikan keutamaan yang besar kepada orang yang bertaubat ini dengan menggantikan keburukan dengan kebaikan . Allah berfirman yang artinya
"Kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal saleh; Maka itu kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS al-Furqaan: 70).
Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam pun bersabda:
وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَوْ لَمْ تُذْنِبُوا لَذَهَبَ اللَّهُ بِكُمْ وَلَجَاءَ بِقَوْمٍ يُذْنِبُونَ فَيَسْتَغْفِرُونَ اللَّهَ فَيَغْفِرُ لَهُمْ
"Demi Allah yang jiwaku ditanganNya, seandainya kalian tidak berbuat dosa tentulah Allah akan memusnahkan kalian dan akan membangkitkan satu kaum yang berdosa lalu mereka memohon ampunan kepada Allah dan Allah mengampuni mereka." (HR Muslim).
2. Hati seorang walaupun bersih suci dan kokoh iman padanya serta merasakan lezatnya iman tetap saja masih ada peluang untuk rusak dan melemah, kadang menjauh sekali kadang tidak terlalu jauh. Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda:
إِنَّمَا سُمِّيَ الْقَلْبُ مِنْ تَقَلُّبِهِ إِنَّمَا مَثَلُ الْقَلْبِ كَمَثَلِ رِيشَةٍ مُعَلَّقَةٍ فِي أَصْلِ شَجَرَةٍ يُقَلِّبُهَا الرِّيحُ ظَهْرًا لِبَطْنٍ
Dinamakan qalbu karena bolak baliknya. Permisalan qalbu seperti buku yang tergantung di pokok pohon yang dibolak balik angin.
لَقَلْبُ ابْنِ آدَمَ أَسْرَعُ تَقَلُّبًا مِنَ الْقِدْرِ إِذَا اسْتَجْمَعَتْ غَلْيَانًا
Sungguh qalbu bani adam lebih cepat perubahannya dari pada panci bila bergolak air karena mendidih. (HR ibnu Abi Ashim dan dishahihkan al-Albani dalam Zhilalul Jannah no. 226).
Dzat yang mebolak balikkan hati (kalbu) adalah Allah seperti dijelaskan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam dalam sabda beliau:
إِنَّ قُلُوبَ بَنِي آدَمَ كُلَّهَا بَيْنَ إصْبَعَيْنِ مِنْ أَصَابِعِ الرَّحْمَنِ،كَقَلْبٍ وَاحِدٍ، يُصَرِّفُهُ حَيْثُ يَشَاءُ، ثُمَّ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم : اللَّهُمَّ مُصَرِّفَ الْقُلُوبِ صَرِّفْ قُلُوبَنَا عَلَى طَاعَتِكَ
"Sesungguhnya qalbu manusia seluruhnya diantara dua jemari Allah seperti satu qalbu yang dirubah-rubah sesukaNya. Kemudian Beliau berkata lagi: Wahai perubah qalbu rubahlah qalbu kami kepada ketaatan padamu."
3. Ahlussunnah wal Jamaah berkeyakinan bahwa iman tersebut bertambah dengan ketaatan dan berkurang dengan kemaksiatan dan dosa.
4. Konsistensi qalbu pada derajat tertinggi dari keimanan perkara yang sulit terjadi, karena besarnya kesibukan qalbu terhadap amalan dunia dan kelezatannya serta yang menimpanya berupa suka dan duka. Hal ini terjadi pada generasi paling mulia, sebagaimana di sampaikan imam Muslim dalam shahihnya dari sahabat Hanzhalah al-Asadi beliau berkata:
لَقِيَنِي أَبُو بَكْرٍ رضي الله عنه فَقَالَ:كَيْفَ أَنْتَ يَا حَنْظَلَةُ ؟ قَالَ قُلْتُ: نَافَقَ حَنْظَلَةُ، قَالَ:سُبْحَانَ اللَّهِ، مَا تَقُولُ؟ قَالَ قُلْتُ: نَكُونُ عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يُذَكِّرُنَا بِالنَّارِ وَالْجَنَّةِ، حَتَّى كَأَنَّا رَأْيُ عَيْنٍ، فَإِذَا خَرَجْنَا مِنْ عِنْدِ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم عَافَسْنَا الْأَزْوَاجَ وَالْأَوْلَادَ وَالضَّيْعَاتِ ، فَنَسِينَا كَثِيرًا ، قَالَ أَبُو بَكْرٍ : فَوَاللَّهِ إِنَّا لَنَلْقَى مِثْلَ هَذَا ، فَانْطَلَقْتُ أَنَا وَأَبُو بَكْرٍ حَتَّى دَخَلْنَا عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ، قُلْتُ : نَافَقَ حَنْظَلَةُ يَا رَسُولَ اللَّهِ، فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم : وَمَا ذَاكَ ؟ قُلْتُ : يَا رَسُولَ اللَّهِ ، نَكُونُ عِنْدَكَ تُذَكِّرُنَا بِالنَّارِ وَالْجَنَّةِ حَتَّى كَأَنَّا رَأْيُ عَيْنٍ ، فَإِذَا خَرَجْنَا مِنْ عِنْدِكَ ، عَافَسْنَا الْأَزْوَاجَ وَالْأَوْلَادَ وَالضَّيْعَاتِ نَسِينَا كَثِيرًا ، فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم : وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ إِنْ لَوْ تَدُومُونَ عَلَى مَا تَكُونُونَ عِنْدِي وَفِي الذِّكْرِ ، لَصَافَحَتْكُمُ الْمَلَائِكَةُ عَلَى فُرُشِكُمْ وَفِي طُرُقِكُمْ ، وَلَكِنْ يَا حَنْظَلَةُ ، سَاعَةً وَسَاعَةً ، ثَلَاثَ مَرَّاتٍ .
"Abu bakar menemuiku dan berkata: bagaimana keadaanmu wahai Hanzhalah? Aku menjawab: Hanzhalah telah menjadi munafiq! Abu bakar berkata: Subhanallah! Apa yang kamu katakan? Aku berkata: Kami berada disisi Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam, beliau mengingatkan kami dengan neraka dan syurga hingga kami seakan-akan melihat langsung. Apabila kami keluar dari sisi Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam kami berkumpul dengan para istri, anak-anak dan urusan dunia lalu kami banyak melupakannya. Abu Bakar pun berkata: Demi Allah kitapun semua merasakan hal tersebut. Lalu aku bersama Abu bakar berangkat hingga menemui Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam . aku berkata: Wahai Rasulullah! Hanzholah telah menjadi munafik. Maka Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam berkata: Ada apa ini? Aku menjawab: Wahai Rasulullah! Kami berada disisi engkau, engkau mengingatkan kami dengan neraka dan syurga hingga kami seakan-akan melihat langsung. Apabila kami keluar dari sisimu, kami berkumpul dengan para istri, anak-anak dan urusan dunia lalu kami banyak melupakannya. Maka Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Demi Allah yang jiwaku ditanganNya, seandainya kalian konsisten selalu seperti kalian berada disisiku dan dzikir, tentulah para Malaikat menjabat tangan kalian di pembaringan dan jalan-jalan kalian. Namun wahai Hanzhalah kadang-kadang dan kadang-kadang (diucapkan tiga kali)."
Kita tutup dengan Doa Kafaratul majlis
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ
“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”
--------------------------------------------------
Hari / Tanggal : Jum'at, 15 Mei 2015
Narasumber : Ustadz Kholid Syamhudi Al Bantani Lc
Tema : Hadist
Notulen : Ana Trienta
Kajian Online Telegram Hamba اَﻟﻠﱣﻪ Ta'ala
HADIST TENTANG FUTUR : SEBAB DAN TERAPI
Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Friday, May 15, 2015
Assalamu'alaikum
Bismillahirrahmaanirrahiim
Anak-anak sholih dan mandiri dalam hal apapun pasti menjadi dambaan semua orang tua di dunia ini. Apa saja yang perlu kita berikan agar anak-anak memiliki orientasi hidup yang baik? Karena Tugas Utama orang tua adalah mengantarkan anak-anaknya menjadi manusia yang mengerti tujuan hidupnya, untuk apa ia diciptakan
Pertama
sebelum membangun orientasi hidup, yang paling awal kita berikan adalah "kasih sayang". Sebab tugas kita adalah mengarahkan orientasi hidupnya. Apa yang kita petik dari pribadi Rasulullah saw dlm mendidik anak? Sebelum mengajarkan tentang kebenaran Rasulullah saw lebih dulu melimpahi anak-anak dengan kasih sayang dan menyediakan waktunya untuk bermain-main.
Kedua
beri rangsangan kepada anak untuk berpikir. Kita beri ia tantangan tentang bagaimana memberi manfaat kepada alam semesta ini, menyelesaikan persoalan yang ada di dalam dan kembali kepada Allah dalam keadaaan ridha dan diridhai. Bukan menanamkan angan-angan tentang masa depan tanpa ada usaha yang nyata. Betapa mereka akan dimuliakan jika memiliki ilmu dan keterampilan
Ketiga
agar anak-anak memiliki cita-cita yang visinya jelas, kita perlu merangsang mereka untuk menjadi manusia-manusia yang idealis. Mereka punya cita-cita besar karena memiliki idealisme yang kuat diatas landasan iman yang kokoh dan akidah yang lurus. Cita-cita besar inilah yang turut menjaga orientasi hidupnya. Agar idealisme itu tidak membuatnya menarik diri dari kehidupan, kita perlu mengajak mereka mendiskusikan realitas tak sekedar fakta yang bertumpuk di masyarakat
Apa bedanya? Realitas adalah serangkaian fakta yang didalamnya terdapat prinsip-prinsip tentang mengapa fakta itu ada. Kita ajak anak-anak itu melihat bahwa hukum Allah atas kehidupan ini tidak berubah sedikitpun. Ini berarti kita perlu merangsang anak-anak agar menjadi manusia idealis yang cerdas!
Sungguh tugas orang tua dan guru bukanlah "Mempersiapkan anak-anak memiliki prestasi akademik yang menakjubkan. Tetapi membimbing anak-anak agar mencintai Ilmu sehingga dengan kecintaan yang besar itu mereka akan "Bersemangat dalam Belajar"
Wallahu a'lam
Disadur dari buku "segenggam Iman Anak Kita" karya Mohammad Fauzil Adhim
DISKUSI
1. Bunnd gimana ya supaya anak-anak di rumah ga pada ribut /bertengkar dengan saudaranya, ada aja yang di masalahin berebut mainan, komputer, berebut chenel tv macam-macam lagi yang di rebutin sampe pusing juga kadang-kadang.
Jawab
Itu wajar bunsaay karena mereka lagi belajar bersosialisasi. Arahkan aja agar sehabis itu saling mengalah dan memaafkan. Jangan kita ikut-ikutan teriak dan bicara, cape sendiri nantinya. Aku punya anak laki-laki 4 lho kalo udah saling berebut dan teriak...hii..rameee rumah
Kita tutup saja dg istighfar, hamdalah dan kafaratulmajlis
Doa Kafaratul Majelis :
سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك
Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika
“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”
--------------------------------------------
Hari / Tanggal : Senin, 27 April 2015
Narasumber : Ustadzah Laksmini Pratiwi
Tema : Kajian Islam
Notulen : Ana Trienta
Kajian Online Telegram Akhwat Hamba اَﻟﻠﱣﻪ Ta'ala
Kita belajar siroh Nabawi
hari ini
Membangun Pondasi Masyarakat Islam
Setelah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam sampai
dikota Madinah dan tinggal di rumah kediaman Abu Ayyub alA-Anshari dan
sebelumnya unta tunggangan Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam berhenti di
suatu tempat di Madinah, maka kaum muslimin menjadikannya sebagai tempat untuk
menunaikan shalat. Tempat itu merupakan tempat penjemuran kurma milik Suhail dan
Sahl, dua anak yatim dari Bani Najjâr yang berada dalam pemeliharaan As’ad bin
Zurârah.
Ketika tunggangan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam berhenti di tempat
itu, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
هَذَا إِنْ شَاءَ اللهُ الْمَنْزِلُ
Insya Allah, tempat ini (untuk) rumah. (HR Bukhâri)
Kemudian Rasulullah n memanggil kedua anak yatim itu dan menawar
tanah itu untuk dijadikan masjid. Tetapi kedua anak itu berkata: “Justru kami
ingin memberikannya kepada anda, wahai Rasulullah”. Meski demikian, Rasulullah
shalallahu ‘alaihi wasallam merasa enggan menerima pemberian dua anak kecil
ini, sehingga beliau n tetap membelinya. Dan di atas tanah ini, Masjid Nabawi
dibangun.
Hari / Tanggal : Kamis, 19 Maret 2015
Narasumber : Ustadz Abdullah Haidir Lc
Tema : Hadist, Munakahat
Notulen : Selli
Editor : Ana Trienta
Assalamualaikum kaifa haalukum ayyuhal ikhwah...
Kita akan lanjutkan kajian dari kitab Bulughul Maram bab Nikah. Bismillah..
وَعَنْهُ قَالَ : كَانَ رَسُولُ اَللَّهِ يَأْمُرُ بِالْبَاءَةِ , وَيَنْهَى عَنِ التَّبَتُّلِ نَهْيًا شَدِيدًا , وَيَقُولُ : تَزَوَّجُوا اَلْوَدُودَ اَلْوَلُودَ . إِنِّي مُكَاثِرٌ بِكُمُ اَلْأَنْبِيَاءَ يَوْمَ اَلْقِيَامَةِ .رَوَاهُ أَحْمَدُ , وَصَحَّحَهُ اِبْنُ حِبَّانَ، رقم 1263
Dari beliau (Anas bin Malik) dia berkata, "Rasulullah memerintahkan untuk menikah dan sangat mencegah sikap meninggalkan nikah. Beliau bersabda, "Nikahilah (wanita) yang penuh kasih sayang dan (berpotensi) banyak keturunan. Sesungguhnya aku akan membanggakan banyaknya kalian di kalangan para nabi pada hari kiamat." (HR. Ahmad dan dishahihkan oleh Ibnu Hibban)
Makna kalimat
• (الباءة) Sebagaimana dijelaskan dalam penjelasan hadits sebelumnya, bahwa yang dimaksud dengan (الباءة) adalah kemampuan finansial. Akan tetapi dalam hadits yang dimaksud (الباءة) dalam hadits ini adalah menikah, berdasarkan konteks hadits.
• (التَّبَتُّلِ) secara umum maknanya adalah total dalam beribadah, sebagaimana firman Allah Ta'ala dalam surat Al-Muzammil
وَتَبَتَّلْ إِلَيْهِ تَبْتِيلاً
"Dan beribadahlah kepada Tuhanmu dengan penuh ketekunan." (QS. Al-Muzammil: 8).
Akan tetapi yang dimaksud 'tabattul' dalam hadits ini adalah sengaja tidak menikah untuk tujuan beribadah.
• (اَلْوَدُودَ) berasal dari kata (الود) yang bermakna cinta. Diungkapkan dengan wazan (bentukan) فَعُول yang dikenal sebagai salah satu bentukan yang bermakna 'sangat' (للمبالغة). Maka (الودود) adalah orang yang sangat mencinta.
• (اَلْوَلُودَ) berasal dari kata (الولد), juga dengan wazan فعول. Yang dimaksud adalah orang yang memiliki banyak anak. Yang dimaksud dalam hadits ini adalah wanita (gadis) yang diperkirakan akan memiliki banyak keturunan dengan memperhatikan kondisi kerabatnya atau faktor lainnya. Jadi yang dimaksud dalam hadits ini bukan wanita (janda) yang telah memiliki banyak anak.








