(Link 1 Nanda)
Hari / Tanggal : Senin, 09 Maret 2015
Narasumber : Ustadzah Rochma Yulika
Materi : Kajian Islam
Notulen : Ana Trienta
Bismillahirrahmanirrahim
Semoga yang stay dan nyimak dan ambil pelajaran Allah muliakan kedudukannya di dunia dan akhirat
Hidup Ini Adalah Hari Ini dan Saat Ini
Oleh: Rochma Yulika
Sahabat Surgaku...
Sungguh kita kadang tak menyadari tentang tabiat kehidupan. Ada kehidupan bagitu juga ada kematian. Kita terlahir bukan kemauan kita begitu pula jadwal kematianpun tak mampu kita memintanya. Semua sudah diatur oleh Yang Maha Kuasa.
Sahabat Surgaku...
Mari kita Renungkan bersama tentang rentetan perjalanan manusia.
"Hidup dan Kehidupan selayaknya deretan kata yang terangkai dalam kalimat yang indah dan terkadang kita butuh koma (,) untuk menjeda dari segala aktivitas kita, merehatkan perjalanan kita, kadang terbersit tanda tanya (?) Di saat kita kehilangan arah dan tersesat dalam MELANGKAH. Namun terkadang sesekali kita perlu menghadirkan tanda seru (!) Kala kenyataan tak lagi berpihak kepada kita. Harapan dan impian tak kunjung menjelma. Namun perlu kita sadar bahwa perjalanan kita butuh petunjuk atau catatan dalam menyelesaikannya.
Terkadang kita pun harus membuka ulang PETUNJUK itu karena keterbatasan ingatan kita. Dari deretan kata itu kan berakhir pada tanda titik (.) Sebagai akhir dari kalimat kehidupan yang bisa kita baca. Berhenti, bukan lagi sejenak, tetapi berhenti selamanya.
Tak ada yang mengetahui sampai dimana umur kita. Apakah kita yakin bila pagi datang akankah perjalanan kita sampai pada senja yang mulai temaram. Begitu pula kala malam tiba, gulita pun seakan memenjara jiwa akankan yakin fajar kan kita jumpa.
Sahabat Surgaku...
Sedemikian kenyataan takdir manusia, sayangnya kadang kita alpa. Bahwa semua kan berbatas. Bisa jadi kita menunda kebaikan lantaran sangat yakin nyawa kan tetap dikandung badan. Padahal, satu menit ke depan hanya sekedar sebuah harapan.
Hidup yang kita miliki adalah saat ini. Bukan kemarin apalagi nanti. Kemarin hanya mampu kita jadikan cermin untuk memperbaiki perjalanan ke depan. Maka pada hari yang nafas masih kita hela, diri mampu berkarya, maka tunaikan apa yang menjadi kewajiban dengan segera.
Sahabat Surgaku...
Apakah kita masih menunda-nunda ibadah, menunda tilawah, menunda segala kebaikan? Katakan pada hati kita.
"Hidupku adalah hari ini. Bukan nanti apalagi esok hari."
Hari / Tanggal : Kamis, 05 Februari 2015
Narasumber : Ustadz Abdullah Haidir Lc
Tema : Hadist
Notulen : Ana Trienta
Assalamualaikum, kaifa haalukum?
Moga hujan menurunkan barokah....
Saya dapat tugas isi materi nih.... materi apa ya?
Thayib....saya akan sampaikan kajian dari sebuah hadits riwayat Bukhari, seputar rambu-rambu kehidupan....
مَثَلُ الْقَائِمِ عَلَى حُدُودِ اللَّهِ وَالْوَاقِعِ فِيهَا كَمَثَلِ قَوْمٍ اسْتَهَمُوا عَلَى سَفِينَةٍ ، فَأَصَابَ بَعْضُهُمْ أَعْلَاهَا وَبَعْضُهُمْ أَسْفَلَهَا ، فَكَانَ الَّذِينَ فِي أَسْفَلِهَا إِذَا اسْتَقَوْا مِنْ الْمَاءِ مَرُّوا عَلَى مَنْ فَوْقَهُمْ ، فَقَالُوا: لَوْ أَنَّا خَرَقْنَا فِي نَصِيبِنَا خَرْقًا وَلَمْ نُؤْذِ مَنْ فَوْقَنَا ، فَإِنْ يَتْرُكُوهُمْ وَمَا أَرَادُوا هَلَكُوا جَمِيعًا ، وَإِنْ أَخَذُوا عَلَى أَيْدِيهِمْ نَجَوْا وَنَجَوْا جَمِيعًا
“Perumpamaan orang yang teguh menjalankan ajaran Allah dan tidak melanggar ajaran-ajaran-Nya dengan orang yang terjerumus dalam perbuatan melanggar ajaran Allah, adalah bagaikan satu kaum yang melakukan undian dalam kapal laut. Sebagian mendapat jatah di atas dan sebagian lagi mendapat jatah di bawah. Penumpang yang berada di bawah, jika mereka hendak mengambil air, mereka harus melewati penumpang yang berada di atas. Lalu mereka berkata, “Seandainya kita lobangi saja kapal ini, maka kita dapat mengambil air tanpa mengganggu penumpang di atas." Jika perbuatan mereka itu mereka biarkan, maka semuanya akan binasa. Namun jika mereka mencegahnya, maka semuanya akan selamat.” (Shahih Bukhari, no. 2493)
Sebagai makhluk sosial, hidup bermasyarakat adalah perkara yang tidak dapat kita hindari dalam kehidupan ini. Tentu dengan segala konsekwensi yang terdapat di dalamnya.; Adanya berbagai problem dalam kehidupan bermaysrakat bukan merupakan alasan bagi seseorang untuk menghindar, lalu menarik diri untuk bergaul di tengah masyrakatnya. Selain hal tersebut dapat dikatagorikan sebagai tindakan yang mengabaikan kebutuhan fitrah manusia, sifat tersebut juga boleh dikatakan sebagai bentuk lari dari tanggung jawab.
Islam mengajarkan umatnya untuk hidup membaur di tengah masyarakatnya dan sabar menghadapi berbagai konseksenwensi yang harus ditanggungnya.
Rasulullalh saw bersabda,
الْمُؤْمِنُ الَّذِي يُخَالِطُ النَّاسَ ، وَيَصْبِرُ عَلَى أَذَاهُمْ ، أَفْضَلُ مِنَ الْمُؤْمِنِ الَّذِي لا يُخَالِطُ النَّاسَ ، وَلا يَصْبِرُ عَلَى أَذَاهُمْ
“Seorang mu’min yang bergaul di tengah masyarakatnya dan sabar terhadap gangguan mereka, lebih baik dari mu’min yang tidak berbaur dengan masyarakat dan tidak sabar terhadap gangguan mereka.” (HR. Ahmad dan Bihaqi. Dinyatakan shahih oleh Al-Albany dalam Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah, no. 939)
Karenanya ajaran Islam telah banyak membekali kita dengan seperangkat ajaran tentang bagaimana kita menempatkan diri dengan tepat di tengah masyarakat. Salah satu hadits yang memberikan pelajaran penting tentang hal tersebut adalah hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari di atas. Baik tersurat maupun tersirat, hadits di atas memberikan pelajaran yang sangat berarti kepada kita sebagai bekal untuk memahami posisi dan apa yang seharusnya kita sikapi terhadap persoalan kemasyarakatan. Di antaranya;
1. Hidup ini bagaikan mengarungi samudera bersama-sama dalam perahu besar.
Maka setiap kita memiliki andil dalam menjaga keselamatan bersama. Kebebasan individu hendaknya terbingkai dengan kemaslahatan umum. Karena itu, dalam Islam, kualitas pribadi seseorang sering dikaitkan dengan kualitas sosialnya. Misalnya dalam sebuah hadits yang cukup terkenal Rasulullah saw mengaitkan kualitas keimanan seseorang kepada Allah Ta’ala dengan kebaikan ucapannya, serta kebaikan terhadap tamu dan tetangganya (Muttafaq alaih). Hal ini pada gilirannya menuntut kita untuk selalu berupaya menjadi unsur positif dalam kehidupan masayarakat setelah kebaikan individu. Istilahnya adalah kesalehan pribadi dan kesalehan sosial.
2. Kebaikan dan Keburukan selalu ada di tengah masyarakat
Selama masyarakat itu terdiri dari manusia, maka kedua hal tersebut merupakan sunnatullah dalam kehiduan ini, kapan saja dan dimana saja. Bahkan pada masa generasi terbaik sekalipun. Khusus mengenai keburukan, saking kuatnya Allah hendak menegaskan perkara ini, Rasulullah saw menyatakan bahwa jika di suatu kaum tidak ada yang berbuat dosa, Allah akan mengganti mereka dengan kaum lain yang berbuat dosa. Agar tampak salah satu keagungan Allah Ta’ala sebagai Maha Pengampun.
وَالَّذِى نَفْسِى بِيَدِهِ لَوْ لَمْ تُذْنِبُوا لَذَهَبَ اللَّهُ بِكُمْ وَلَجَاءَ بِقَوْمٍ يُذْنِبُونَ فَيَسْتَغْفِرُونَ اللَّهَ فَيَغْفِرُ لَهُمْ
“Demi yang jikwaku ada di tangan-Nya, seandainya kalian tidak ada yang berdosa, Allah akan gantikan kalian dengan kaum yang berdosa, lalu mereka bersitghar kepada Allah kemudian Allah mengampuni mereka.” (HR. Muslim, Shahih Muslim, no. 7141)
Namun tentu saja penyikapannya harus berbeda. Kebaikan selain merupakan sunnatullah, dia pun merupakan sesuatu yang di sukai-Nya. Berbeda dengan keburukan, meskipun dia merupakan sunnatullah, namun dia tidak disukai-Nya. Karena itu kita harus selalu berusaha berada di pihak kebaikan dan menjadikannya sebagai perkara yang dominan di tengah msyarakat.
Sedangkan keburukan, jika hal tersebut ada pada orang lain, dia adalah kesempatan bagi kita untuk berbuat baik dengan mengajaknya pada jalan kebaikan. Adapun jika dia ada pada diri kita, itu adalah kesempatan bagi kita untuk bertaubat dan mohon ampunan kepada Allah. Betapa Allah Ta’ala sangat senang dengan hamba-Nya yang suka mengajak kebaikan dan bertaubat kepada-Nya.
Adanya keburukan di tengah masyarakat, sebesar apapun pengaruh-nya, jangan dijadikan sebagai justifikasi (pembenaran) atas keburukan tersebut.
Dah kebanyakan ya? Sampe di sini aje deh.....
TANYA JAWAB
1. Tanya tadz, jika keburukan itu sudah sistematis bahkan memang tersistem dalam aturan negara, bagaimana mengubahnya? Yang berusaha merubah dianggap ghuroba karena melawan arus jadi seolah menjadi salah diantara sesama kaum muslim sendiri.
Jawab
Berdakwahlah secara sistematis, upayakan berhimpun dalam barisan mereka yang benar pemahamannya dan jangan menyerah, sesungguhnya nilai kita ada pada konsistensi kita, bahkan pada berhasil atau tidak....
2. Terkait mengajak kepada kebaikan kepada yang lain ustadz, kadang ngeri dengan peringatan di qs as shaff:3. Penjelasannya gimana ya?
Jawab
Kaidahnya.....
اصلح نفسك وادع غيرك
Perbaiki dirimu, dakwahi orang lain...
Disini berlaku proses, selagi proses itu tetap berjalan, jangan ragu untuk berdakwah. Jika dirasa ada kekurangn diri, sikap yang harus diambil adalah segera perbaiki bukan berhenti berdakwah. Kalau berdakwah menunggu kita suci bersih atau sempurna, takkan ada orang yang mau berdakwah...
3. Kita boleh kan pindah dari lingkungan yang buruk ke lingkungan yang lebih baik?
Jawab
Justru dianjurkan tapi kalau di tempat yang buruk keberadaannya dibutuhkan untuk dakwah dan dia dapat menjaga diri, boleh jadi lebih baik dia tidak pindah.
4. Kalo kita belum bisa mewarnai mereka walau kita sudah mencobanya apakah kita berdosa kalo kita pindah karena khawatir anak-anak kita malah justru terwarnai oleh lingkungan buruk?
Jawab
Tidak in sya Allah....
5. Apa tips nya ustadz supaya kita bisa tetap istiqomah dalam berda'wah?
Jawab
Tips isiqomah dalam dakwah
- Ikhlas
- Terus belajar, baik teoritis atau praltis.
- bertahap.
- Yakini bahwa nilai dakwah ada pada proses, hasil di tangan Allah..
- Dekat ulama.
- Cari lingkungan pergaulan yang suka berdakwah
6. Satu lagi kalau kita hidup berdampingan dengan pengikut syiah tapi kita gak bisa dakwahi apakah kita berdosa?
Jawab
Dakwah secara umum diperintahkan secara khusus orang perorang, dilihat kemungkinannya.
Pamit yaa....sudah maghrib di riyadh, wassalam....
Doa Kafaratul Majelis :
سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك
“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
RAMBU - RAMBU KEHIDUPAN (HADIST)
Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Thursday, February 5, 2015
Hari / Tanggal : Jum'at, 30 Januari 2015
Narasumber : Ustadz Dodi Kristono
Tema : Kajian Islam
Tema : Kajian Islam
Notulen : Ana Trienta
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Seorang Pangeran di Arab, ingin Merasakan Mati selama 20 Menit. Apa yang terjadi.....?
Silahkan ditonton yaa
Video tadi menjelaskan "mati" di suatu tempat dan waktu yang telah ditetapkan sendiri.
Ini translate dalam bahasa indonesia nya yaaa
Usahakan harus mendownload videonya
Seorang Pangeran di Arab minta dikuburkan dan didiamkan selama 20 menit.
Proses penguburan dimulai dan didiamkan selama 20 menit. Dan setelah itu terjadi percakapan antara Pangeran (P) dan si Fulan (F)
Kajian Online WA Hamba اللَّهِ SWT (UMMI 02)
Hari / Tanggal : Kamis, 23 Okt 2014/ 28 Dzulhijjah 1435 H
Materi : Parenting
Narasumber : Ustadzah Dr. Widya
Admin : Bd. Fitri
Notulen : Ana Trienat
Assalamualaiakum wr.wb.
Apa kabar bunda bunda sholehah??
Semoga selalu sehat, dalam lindungan Allah SWT, dan tetap semangat meniti hari hari yang penuh tantangan ini.. Alhamdulillah... kepada Allah kita memohon pertolongan dan menyerahkan ketundukan. Shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada Rosulullah SAW.
Bahagia sekali Allah izinkan saya berada diantara bunda bunda yang sholehah. Malam ini, saya akan sharing mengenai "Hidup menjadi Berkah". Mohon maaf jika dalam penyampaian nya masih tidak sempurna.
Hari / Tanggal : Jum'at 17 Oktober 2014
Narasumber : Ustadzah Nurjannah
Notulen : Ana Trienta
Assalamnu'alaikum wr wb
Syukur tiada terhingga kita curahkan hanya kepada Allah SWT, karena atas karuniaNya sampai detik ini jiwa kita masih terjaga dalam fitrah Islam...rahmatan lil 'aalamiiin. Sholawat beserta salam semoga senantiasa terlimpah kepada Rasulullah SAW tercinta, kepada seluruh keluarga dan sahabatnya, serta semoga terlimpah pula kepada kita semua, muslimah yg insyaAllah memegang teguh sunnah-sunnahnya..amiiiiin.
بسم الله الر حمن ال حيم الحمد لله رب العالمين حمدا طيبا مباركا فيه كما يحب ربنا ويرضاه... قلاة وسلاما دائمين متلازمين على أشرف الأنبياء والمرسلين وعلى آله و أصحابه أجمعين
Senang rasanya...Saya bisa bertemu dengan Bunda sekalian dalam majelis ilmu yang in sya Allah selalu dimuliakan dan diberkahi oleh Allah SWT..
Berbahagialah Bunda... Karena kehadiran kita didalam sebuah majelis ilmu akan menyebabkan terkabulnya do'a, dan Allah SWT akan menyebut nama kita satu persatu untuk dibanggakan dihadapan seluruh penduduk langit
Unknown
October 18, 2014
New Google SEO
Bandung, Indonesia
Ibunda, Bersabarlah... Agar Allah makin cinta
Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Saturday, October 18, 2014
![]() |
| sumber gambar : imamanakbelitung.blogspot.com |
Kajian Online Hamba الله SWT
Kamis, 11 September 2014
Kamis, 11 September 2014
Narasumber : Ust. Muhammad Ihsan
Bismillahirrahmanirrahiim Assalamu'alaikum wr wb
Kemuliaan untuk kita semua, semoga kita jadi hamba yang cinta dan dicintai Alloh Swt.
Kemuliaan untuk kita semua, semoga kita jadi hamba yang cinta dan dicintai Alloh Swt.
Sahabat yang berbahagia, ada yang hidupnya masih susah,
melarat, sengsara, tidak bahagia, sedih, terus?? Ayoo kenapa??
Temukan jawabanya ya. Inshaa alloh kita akan kaji bersama.
Pengen hidup bahagia tapi kita jauh dari yang memberi kebahagiaan, pengen hidup damai tapi kita jauh dari kedamaian. Atau hidup kita sengsara tapi tidak pernah usaha, hidup kita melarat tapi tidak punya itikad.
Sahabat, Samudra yang kita sebrangi luas dan ombaknya gede gede masa mau pake sekoci, harus paje perahu peri yang gede dan kuat betull?? Gunung yang kita daki tinggi tinggi jangan kebanyakan beban yang kita bawa, bawa bekal sepenuhnya aja. Turutin tuh kata senior, apa aja yang perlu dibawa? Perjalanan yang kita tempuh juga jauh harus punya bekal yang cukup biar nyampe perjalananya.
Pengen hidup bahagia tapi kita jauh dari yang memberi kebahagiaan, pengen hidup damai tapi kita jauh dari kedamaian. Atau hidup kita sengsara tapi tidak pernah usaha, hidup kita melarat tapi tidak punya itikad.
Sahabat, Samudra yang kita sebrangi luas dan ombaknya gede gede masa mau pake sekoci, harus paje perahu peri yang gede dan kuat betull?? Gunung yang kita daki tinggi tinggi jangan kebanyakan beban yang kita bawa, bawa bekal sepenuhnya aja. Turutin tuh kata senior, apa aja yang perlu dibawa? Perjalanan yang kita tempuh juga jauh harus punya bekal yang cukup biar nyampe perjalananya.
Pertanyaan & Jawaban
*Wikhe*
ustadz mau tanya, mengapa kita sulit bahagia sedangkan kita memiliki segalanya dari harta, keluarga dan teman.
ustadz mau tanya, mengapa kita sulit bahagia sedangkan kita memiliki segalanya dari harta, keluarga dan teman.
*Muhammad Ihsan*
Wah teh ayo kenapa, banyak harta
banyak teman punya keluarga dan kagak bisa nolong kita yang bisa nolong
kita mah hanya Alloh. Hidup kita sengsara tuh karena jauh dari Alloh.
betulll ???
Logikanya, pengen mobil yang bagus atau yang butut?
Logikanya, pengen mobil yang bagus atau yang butut?
*Siska*
Yang bagus ustadz??
*Muhammad Ihsan*
Yang bagus tapi mahalkan harus banyak DUIT, DUIT nya juga yang bagus. Gimana dah siap duitnya??
*Wikhe*
1. Banyakin sedekah ust.?
Nabung dulu dikit2, meskipun lama sampe puluhan tahun.
*Muhammad Ihsan*
Kagak perlu nabung ke bang kita mah DUIT
Doa
Usaha
Iman
Taqwa
Pengen mobil bagus Doanya gimana Usahanya gimana Imannya gimana Taqwanya gimana.
Nah kan Kebahagiaan akhir kita itu syurga. kita tanya lagi
Doa
Usaha
Iman
Taqwa
Pengen mobil bagus Doanya gimana Usahanya gimana Imannya gimana Taqwanya gimana.
Nah kan Kebahagiaan akhir kita itu syurga. kita tanya lagi
***
Nah DUITnya gimana.? Kayanya dalam doa juga harus ada seni yaa ust ??
*Muhammad Ihsan*
Manteep. Bener, harus pake
seni?? coba ada kumpulan kata kata kemudian dibacanya pake hati sama
yang kaga pake hati. enak mana.
***
Enak yang pake hati donk ust.?
*Muhammad Ihsan*
Nah gitu juga kita do'a kan tuh doa
kumpulan kata kata kita kumpulan kebutuhan kita sama Allob doanya yang
bener pake Ati, Jangan jangan kita lebih sering banalloh yang sambil
hati tuh inget kemana aja ada yang inget kerjaan, pasangan, anak, Coba
Dimulai nikmati janngan banalloh lagi.. benerin Subhanalloh, subhanalloh,
setiap katanya dinikmati diresapi sambil muhasabah diri.
***
Apa ada waktu khusus untuk muhasabah diri ust ?
*Muhammad Ihsan*
Muhasabah diri mah harus tiap hari.
Dimana pun kapan pun. tapi yang paling mantep tuh salah satunya itu pas
waktu dzikir sholat, Tahajud, pas mau tidur. Pas lagi nyendiri atau pas
dikhianati teman. Hehe banyak dah, tapi kalo yang udah jago mah, setiap
pandangan penglihatan perasaan jadi bahan perbaikan diri :)
***
Contoh muhasabah diri gimana ust ?
*Muhammad Ihsan*
Mata melihat Dunia Tapi Hati Melihat Diri dan Alloh.
***
Lanjut kan ke materi bahagia tadi donk ustadz.
*Muhammad Ihsan*
Ya Bahagia Itu dari Do'a kita pengen
bahagia tapi kagak pernah minta sama Alloh yang ngasih kebahagiaan. Nih
tangan kita kaki kita mata kita tubuh kita, Demi Alloh kita kagak pernah
minta, betull?? Tapi Alloh kasih. Apalagi segala perkara yang kita
minta pasti Alloh kasih betull ??
*Siska *
Ustadz mau nanya, gimana sih caranya kita bisa mendapatkan kebahagiaan sejati?
*Muhammad Ihsan*
Kita harus dekat Yang Ngasih dan mengenggam Kebahagiaan Yang Alloh Swt. Kali kita jauh dari Alloh, kita bakal jauh juga dari kebahagiaan, kalau kita deket dengan Alloh kita bakal deket juga sama kebahagiaan. masya Alloh.
*Muhammad Ihsan*
Kita harus dekat Yang Ngasih dan mengenggam Kebahagiaan Yang Alloh Swt. Kali kita jauh dari Alloh, kita bakal jauh juga dari kebahagiaan, kalau kita deket dengan Alloh kita bakal deket juga sama kebahagiaan. masya Alloh.
*Aini*
Bagaimana supaya kita gak pernah jauh dari alloh
ustadz? Kadang duniawi itu kuat merongrong, ustadz. Apalagi masalah
merah jambu.
*Muhammad Ihsan*
Merah jambunya ditahan Supaya merahnya tidak membakar.
Kita juga kan pengen punya pasangan yang
ngebahagiain kita, yang baik, yang jujur, yang sholeh, yang taat, kalo bisa
hafid, tapi kita kagak pernah minta sama Alloh.. Minta dulu sama Alloh.
Intinya dari pasangan itu kita harus dekat dengan yang
terdekat dengannya. Bukan sahabat atau pun orang tuanya, itu no dua. Yang
paling dekat dengan jodoh cinta terbaik kita kan Alloh jadi dekati dulu
Alloh bahagia sama Alloh dulu lewat doa usaha iman taqwa kita nati
pasti insya Alloh Alloh kasih jodoh cinta yang mampu ngebahagiain kita
dunia akherat betulll ??
Coba dekati Alloh dulu, bagaimana
kita mau dikasih cinta yang membahagiakan sementara kita jauh dari Alloh
yang maha membahagiakan. Betull ??
Kalau do'a kita belum di kabulkan, berarti
Alloh lagi betah sama kita, suka sama tobat kita, suka sama suara lirih
kita dimalam hari, suka sama bacaan yasin kita. Terus saja Do'a.
Tapi ada juga yang perlu kita perbaiki
atau yang perlu di tambah biar do'a kita cepet ke makbul, tambah berbuat
baik sama orang tua ( buat mereka ridho sama kita kan Ridho Alloh ada
ada ridho orang tua ) berbuat baik sama sesama ( kalau kita banyak amal
sama sesama makin banyak juga yang do'ain kita, jadi bisa dorong do'a
kita buat cepet di makbul) minta maaf sama teman teman kerabat keluarga
guru yang pernah kita sakiti ( terhalangnya do'a kita salah satunya
karena dosa kita sama sesama, minta maaf minta ridhonya juga) Dsb.. harus
banyak muhasabah sambil dua sambil muhasabah sambil berlinang air mata. Indah dan itu pun udah kebahagiaan dan ketenangan
*Wikhe*
Tanya ust, kenapa yaa ust suka malu kalau bicara sama orang tua. Misalnya malu untuk minta di restui atas pilihan di ambil..
Belum ngomong akhirnya nangis bombai depan orang tua. Alhamdulillah.. InsyaAllah paham penjelasannya Ustadz. Tapi terkadang manusia selalu ngeluh dan gak sabaran. Kadang melawan diri sendiri itu lebih sulit ustadz.
Belum ngomong akhirnya nangis bombai depan orang tua. Alhamdulillah.. InsyaAllah paham penjelasannya Ustadz. Tapi terkadang manusia selalu ngeluh dan gak sabaran. Kadang melawan diri sendiri itu lebih sulit ustadz.
*Muhammad Ihsan*
Nah disaat kita nangis didepan ortu itu itu saatnya kita ngomong blak blakan.
Atau di coba, yang belum pernah cuci kaki ibu sambil nyuci kaki sambil ngomong minta maaf sama minta izin dan ridhonya. Mantapp daah.Suasananya jadi makin khidmat.
Atau di coba, yang belum pernah cuci kaki ibu sambil nyuci kaki sambil ngomong minta maaf sama minta izin dan ridhonya. Mantapp daah.Suasananya jadi makin khidmat.
Ngeluh mantap tuh kalo ngeluhnya
langsung ke Alloh. Sabar sabar sabarnya harus sabar ingat sabar itu
ada akhirnya ( sedih berakhir bahagia, susah berakhir mudah, benci
berakhir cinta pokoknya dengan sabar semua keindahan kedamaian pasti
terbuka
Melawan diri jangan mengandalkan diri sendiri andalkan juga Alloh yaa. Yang nguasain diri kita.
Do'anya, jadi do'a adalah senjata kita
buat nembak sasaran kan, sasaran kita kebahagiaan, bener. Nah tembak sama do'a sasarannya harus tepat kebahagiaan yang murni sejati dari Alloh
makanya minta ke Alloh. Do'a Do'a Do'a, kabul kabul kabul, bahagia bahagia bahagia, Usaha. kita pengen makan tidak mungkin nasi
bisa nyamperin sendiri, tidak mungkin kita pas lahir tiba tiba langsung
ngomong " mamah i love you" kan jadi horor hadirin. hehe..
Makanya Alloh kan sudah bilang urusan bahagia itu buka urusan kita doang, juga bukan urusan Alloh doang. Tapi bahagia itu urusan kita dan Alloh. Alloh yang ngasih kebahagiaan, kita yang minta dan ngejar tuh kebahagiaan. Bener?
Makanya Alloh kan sudah bilang urusan bahagia itu buka urusan kita doang, juga bukan urusan Alloh doang. Tapi bahagia itu urusan kita dan Alloh. Alloh yang ngasih kebahagiaan, kita yang minta dan ngejar tuh kebahagiaan. Bener?
Iman. Kita do'a, usaha tapi tidak pernah yakin sama Alloh yang mengabulkan do'a
kita, yang menghasilkan usaha kita, perkara iman bukan hanya sekedar percaya
adanya Alloh tapi harus benar benar ditanya, apakah kita sudah iman sama
Alloh sampai disusul dengan predikat takwa.
Nah Taqwa ini mantep amat, derajat
yang paling mulia. In shaa Alloh, kebahagian yang utama tuh adalah saat
kita dimuliakan Alloh, sementara kita akan mulia kalau kita benar-benar
takwa sama Alloh dan taat ke Alloh.
*Nurul*
Ustadz, tanya, ciri2 orang yang di muliakan allah seperti apa ya?
Ustadz, tanya, ciri2 orang yang di muliakan allah seperti apa ya?
*Muhammad Ihsan*
Salah satunya ini. Hidupnya Selalu Bahagia. Perkataan, tindakannya pun mulia, memberikan kesejukan dan kemuliaan bagi sesama.
Unknown
September 23, 2014
New Google SEO
Bandung, Indonesia









