Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh
Segala puji bagi Allah atas segala karuniaNya. Sholawat dan salam semoga selalu tercurah kpd junjungan alam Rasulullah SAW.
Insya Allah tema materi kajian kita hari ini adalah " Tips sederhana meraih hidup barokah"
Hidup barokah ada dambaan setiap kita. Seringkali kata ini diucapkan supaya apa yang kita raih diberkahi Allah. Harta yang banyak, tapi tidak barokah, tidak ada guna. Sedikit tapi barokah, insyaAllah mendamaikan jiwa. Itulah sebabnya mencari keberkahan menjadi salah satu tujuan utama saat mencari rizki Allah. Berikut beberapa tips sederhana, agar langkah, rezeki yang di dapat dan hidup kita diberkahiAllah ;
1. Berbakti kepada orangtua, Orangtua adalah orang yang pertama-tama melahirkan dan mengasuh sampai kita sampai dewasa. Melupakan lelah lalu dengan sabar melayani sang anak, bahkan di tidur dan diamnya berisi doa untuk anak-anaknya.
Membalas orangtua sejatinya takkan pernah terganti, maka berbakti kepada orangtua harus dengan usaha terbaik yang kita punya. Sehingga ketika orangtua meridhoi setiap langkah kita maka Ridho Allah juga turun. Dan ketika Ridho Allah turun balasannya bukan saja kemudahan di dunia tapi sampai ke Akhirat.
2. Pandai bersyukur
Mengapa manusia harus pandai bersyukur? Q.S Ibrahim ayat 7 adalah jawabannya:
وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لأزِيدَنَّكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ
Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (ni'mat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (ni'mat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih".
Lalu bagaimana tips agar kita pandai bersyukur? Perbanyaklah ucapan Alhamdulillah, dan senantiasa melihat “ke bawah”, masih banyak orang yang kekurangan dibanding dengan diri kita. Sebaliknya sering melihat “ke atas” membuat kita sombong dan akan selalu merasa kekurangan dan akan terasa lelah karena sering membanding-bandingkan orang yang lebih dari kita.
3. Berbicara yang baik
Perkataan yang baik sering membawa seseorang pada keberuntungan tak berujung, sebaliknya perkataan yang buruk sering menyakiti hati orang lain sehingga tertutup pintu rejekinya.
“Perkataan yang baik dan pemberian ma'af lebih baik dari sedekah yang diiringi dengan sesuatu yang menyakitkan (perasaan si penerima). Allah Maha Kaya lagi Maha Penyantun. “ (Q.S Al-Baqarah : 263)
4. Qanaah dan Istiqomah
Qanaah ialah menerima dengan cukup, Orang yang mempunyai sifat qanaah telah memagar hartanya sekadar apa yang dalam tangannya dan tidak menjalar fikirannya kepada yang lain.
"Qanaah itu adalah harta yang tak akan hilang dan pura (simpanan) yang tidak akan lenyap". (HR. Thabarai dari Jabir).
Qanaah itu mengandung lima perkara:
1. Menerima dengan rela akan apa yang ada.
2. Memohonkan kepada Allah tambahan yang pantas, dan berusaha.
3. Menerima dengan sabar akan ketentuan Allah.
4. Bertawakal kepada Allah.
5. Tidak tertarik oleh tipu daya dunia.
Lalu pengertian Istiqomah terdapat dalam hadist (HR. Tirmidzi) seorang sahabat bertanya: " ya Rasul tolong ajarkan sesuatu kepadaku yang paling penting dalam Islam, dan saya tidak akan bertanya lagi, kepada siapapun. Nabi menjawab " Katakanlah aku telah beriman kepada Allah, kemudian istiqamah (Konsisten menjalankan perintah,dan menjauhi larangan.).
Semoga Allah selalu memberkahi semua ikhtiar yang kita lakukan. Aamiin
Wallahu ‘alam bishawaab.
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
TANYA JAWAB
1. Salah satu tips meraih hidup barokah adalah berbicara yang baik, baik itu secara lisan atau tulisan. Tapi bagaimana cara menyikapi orang lain yang berbicara kurang baik. Apakah cukup dengan diam? Tapi kalau diam saja juga akan membuat orang tsb tersinggung dan menimbulkan masalah baru, yang akhirnya jadi tidak nyamann. Bagaimana crnya meluluhkan hati agar bisa saling memaafkan? Jazakallah.
1. Salah satu tips meraih hidup barokah adalah berbicara yang baik, baik itu secara lisan atau tulisan. Tapi bagaimana cara menyikapi orang lain yang berbicara kurang baik. Apakah cukup dengan diam? Tapi kalau diam saja juga akan membuat orang tsb tersinggung dan menimbulkan masalah baru, yang akhirnya jadi tidak nyamann. Bagaimana crnya meluluhkan hati agar bisa saling memaafkan? Jazakallah.
JAWAB :
Tentu ada trik-trik khusus menghadapi orang yg berbicara kurang baik. Salah satunya dgn sindiran atau melalui orang yg dia hormati. Setiap manusia biasanya ada orang yg dia hormati maka kalau bisa lewat orang itu. Jika tdk memungkinkan, yg bisa kita lakukan adalah diam. Karena jika kita balas maka akan menyalakan api permusuhan. Kalau kita punya nyali, ajak saja dia bicara 4 mata, sampaikan keberatan kita bahwa kata2nya kurang enak di dengar. Biasanya orangvyg dinasehati tanpa di dengar orang lain, akan lebih mengena. Wallahu'alam
2. Ustdz bagaimana ya membuat orang tua kita merasa bersabar atas penyakit yang diderita dan bersyukur atas apa yang telah ia terima sementara pikiran terus menyalahkan penyakit yang tak kunjung sembuh. Ditambah lagi sering suudzon terhadap orang lain. Padahal qiyamul lail dan shaum gak pernah absen. Saya sudah coba mencari orang yang kira-kira dihormati/disegani tp belum ketemu aja.
JAWAB :
Menasehati orangtua rasanya memang sulit, karena selain mereka lebih banyak pengalaman hidup, posisi kita secara nasab lebih rendah karena kita sebagai anak. Enaknya memang diajak dialog, walaupun sering buntu setidaknya mengajak mereka berfikir. Lalu, jangan lupa doakan ortu kita disetiap sholat agar Allah memudahkan bagi kita untuk menuntun mereka. Kemudian masalah penyakit, tidak boleh disalahkan, penyakit datangnya dari Allah dan obatnya dari Allah juga. Makanya kita disuruh berikhtiar untuk berobat. Dan sudah menjadi sunnatullah, yang sehat akan merasakan sakit, sebagaimana halnya yang hidup akan merasakan mati.
Wallahu'alam
3. Ustadz mau tanya kan diatas d jelaskan bahwa membalas orang tua sejatinya takkan pernah terganti. tapi temenku katanya pernah denger ada yang ceramah bahwa seorang anak untuk mengabdi kepada orang tuanya itu cukup dengan 5taun. Rasanya aku pun tidak setuju dengan itu. Apa bener begitu ustadz?
JAWAB :
Wah ustadz yang ceramah dapat ilmu dari mana itu. Atau yang mendengarnya kurang pas. Berbakti pada orangtua itu ya sepanjang hayat. Surga itu dibawah tekapak kaki ibu. Seorang anak, sekalipun sudah menikah tetap harus mengabdi pada ibunya. Jika orangtua tidak mampu lagi mencari penghidupan maka wajib bagiya menghidupi orangtuanya. Jadi ga benar kalau mengabdi pada ortu hanya 5 tahun. Wallahu'alam
4. Misi mau bertanya pak ustadz, jika kita punya cita-cita tinggi dan tak pernah puas dalam mencari ilmu, apakah kita tetap bisa berQanaah ?
JAWAB :
Kalau untuk ilmu harus tamak. Dalam sebuah hadist Rasulullah pernah bersabda , dengki yang dibolehkan hanya pada 2 hal, yaitu kepada yang berilmu dan kepada orang yang dermawan. Maksudnya supaya kita nambah ilmu terus. Gak boleh berhenti belajar. Juga supaya banyak memberi, jangan kikir dan pelit. Terus, tidak ada istilah qona'ah dengan ilmu. Qona'ah lebih tepat ditujukan pada materi (harta). Misal, qona'ah atas pemberian Allah. Maksudnya merasa cukup atas pemberian Allah , dan tdk ingin merebut milik orang lain. Juga tidak mencari-cari harta yg haram. Wallahu'alam
5. Ustadz mau tanya. Siapa pun bisa berubah tapi nggak semua bisa istiqomah. Kita bisa berubah sekaligus istiqomah apabila lingkungan juga mendukung. Lalu bagaimana kami bisa berdakwah kpd keluarga ? Sejatinya keluarga adalah orang terdekat dan paling berpengaruh.
Jazakallah ustad.z
JAWAB :
Iya benar, bahwa da'wah kepada keluarga menjadi hal yang sangat penting. Karena jika da'wah didukung penuh oleh keluarga, maka ia akan cepat menular ke masyarakat, akan menjadi kokoh dan kuat. Jika fondasi sedang kuat maka penyebarannya ke masyarakat, ke kelompok yang lebih luas, lintas etnis, bahasa dan bangsa niscaya bisa jadi kenyataan. Namun, itu bukan persyaratan wajib, karena sebenarnya ada juga contoh lain dari fenomena ini yaitu keluarga Nabi Nuh, dimana istri dan anaknya tidak mendukung da'wahnya. Bisa jadi Allah menjadikan itu sebagai takdir untuk generasi kita agar lebih kuat dan lebih sadar bahwa bisa jadi da'wah itu bisa jadi penghalangnya keluarga sendiri. Intinya adalah jika ingin da'wah berhasil, semua konsekuensi hrs diterima dan dihadapi dgn lapang dada dan kuat jiwa. Wallahu'alam
Tentu ada trik-trik khusus menghadapi orang yg berbicara kurang baik. Salah satunya dgn sindiran atau melalui orang yg dia hormati. Setiap manusia biasanya ada orang yg dia hormati maka kalau bisa lewat orang itu. Jika tdk memungkinkan, yg bisa kita lakukan adalah diam. Karena jika kita balas maka akan menyalakan api permusuhan. Kalau kita punya nyali, ajak saja dia bicara 4 mata, sampaikan keberatan kita bahwa kata2nya kurang enak di dengar. Biasanya orangvyg dinasehati tanpa di dengar orang lain, akan lebih mengena. Wallahu'alam
2. Ustdz bagaimana ya membuat orang tua kita merasa bersabar atas penyakit yang diderita dan bersyukur atas apa yang telah ia terima sementara pikiran terus menyalahkan penyakit yang tak kunjung sembuh. Ditambah lagi sering suudzon terhadap orang lain. Padahal qiyamul lail dan shaum gak pernah absen. Saya sudah coba mencari orang yang kira-kira dihormati/disegani tp belum ketemu aja.
JAWAB :
Menasehati orangtua rasanya memang sulit, karena selain mereka lebih banyak pengalaman hidup, posisi kita secara nasab lebih rendah karena kita sebagai anak. Enaknya memang diajak dialog, walaupun sering buntu setidaknya mengajak mereka berfikir. Lalu, jangan lupa doakan ortu kita disetiap sholat agar Allah memudahkan bagi kita untuk menuntun mereka. Kemudian masalah penyakit, tidak boleh disalahkan, penyakit datangnya dari Allah dan obatnya dari Allah juga. Makanya kita disuruh berikhtiar untuk berobat. Dan sudah menjadi sunnatullah, yang sehat akan merasakan sakit, sebagaimana halnya yang hidup akan merasakan mati.
Wallahu'alam
3. Ustadz mau tanya kan diatas d jelaskan bahwa membalas orang tua sejatinya takkan pernah terganti. tapi temenku katanya pernah denger ada yang ceramah bahwa seorang anak untuk mengabdi kepada orang tuanya itu cukup dengan 5taun. Rasanya aku pun tidak setuju dengan itu. Apa bener begitu ustadz?
JAWAB :
Wah ustadz yang ceramah dapat ilmu dari mana itu. Atau yang mendengarnya kurang pas. Berbakti pada orangtua itu ya sepanjang hayat. Surga itu dibawah tekapak kaki ibu. Seorang anak, sekalipun sudah menikah tetap harus mengabdi pada ibunya. Jika orangtua tidak mampu lagi mencari penghidupan maka wajib bagiya menghidupi orangtuanya. Jadi ga benar kalau mengabdi pada ortu hanya 5 tahun. Wallahu'alam
4. Misi mau bertanya pak ustadz, jika kita punya cita-cita tinggi dan tak pernah puas dalam mencari ilmu, apakah kita tetap bisa berQanaah ?
JAWAB :
Kalau untuk ilmu harus tamak. Dalam sebuah hadist Rasulullah pernah bersabda , dengki yang dibolehkan hanya pada 2 hal, yaitu kepada yang berilmu dan kepada orang yang dermawan. Maksudnya supaya kita nambah ilmu terus. Gak boleh berhenti belajar. Juga supaya banyak memberi, jangan kikir dan pelit. Terus, tidak ada istilah qona'ah dengan ilmu. Qona'ah lebih tepat ditujukan pada materi (harta). Misal, qona'ah atas pemberian Allah. Maksudnya merasa cukup atas pemberian Allah , dan tdk ingin merebut milik orang lain. Juga tidak mencari-cari harta yg haram. Wallahu'alam
5. Ustadz mau tanya. Siapa pun bisa berubah tapi nggak semua bisa istiqomah. Kita bisa berubah sekaligus istiqomah apabila lingkungan juga mendukung. Lalu bagaimana kami bisa berdakwah kpd keluarga ? Sejatinya keluarga adalah orang terdekat dan paling berpengaruh.
Jazakallah ustad.z
JAWAB :
Iya benar, bahwa da'wah kepada keluarga menjadi hal yang sangat penting. Karena jika da'wah didukung penuh oleh keluarga, maka ia akan cepat menular ke masyarakat, akan menjadi kokoh dan kuat. Jika fondasi sedang kuat maka penyebarannya ke masyarakat, ke kelompok yang lebih luas, lintas etnis, bahasa dan bangsa niscaya bisa jadi kenyataan. Namun, itu bukan persyaratan wajib, karena sebenarnya ada juga contoh lain dari fenomena ini yaitu keluarga Nabi Nuh, dimana istri dan anaknya tidak mendukung da'wahnya. Bisa jadi Allah menjadikan itu sebagai takdir untuk generasi kita agar lebih kuat dan lebih sadar bahwa bisa jadi da'wah itu bisa jadi penghalangnya keluarga sendiri. Intinya adalah jika ingin da'wah berhasil, semua konsekuensi hrs diterima dan dihadapi dgn lapang dada dan kuat jiwa. Wallahu'alam
Baiklah
kita cukupkan dulu kajian kita sampai disini. Marilah kita tutup
majelis ilmu kita hari ini dengan membeca istighfar, hamdallah serta do'a
kafaratul majelis.
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِين
dan istighfar
أَسْتَغفِرُ اَللّهَ الْعَظيِمْ
Doa penutup majelis :
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ
أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ ٭
Artinya:
“Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku
bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. aku mohon ampun dan bertaubat
kepada-Mu.”
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
Rekapan Kajian Online WA Hamba اللَّهِ
SWT
Selasa, 18 Dzulhijjah 1436 H / 2 Oktober 2015
Pemateri: Ustadz Syahrawi
Tema: Tips Sederhana Meraih Hidup Barokah
Group: M113
Notulis: Annisa
Pemateri: Ustadz Syahrawi
Tema: Tips Sederhana Meraih Hidup Barokah
Group: M113
Notulis: Annisa
Editor : Athariyah
Tips Sederhana Meraih Hidup Barokah
Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Friday, October 2, 2015
"RASULULLAH bersabda: Wahai kaum muhajirin, ada lima hal akan diujikan kepada kalian, dan aku berharap kalian tidak mengalaminya, lima hal itu ialah:"
Pertama, perbuatan zinah yang muncul di masyarakat, dan dilakukan secara terang-terangan, pasti akan berakibat tersebarnya penyakit menular, dan penyakit-penyakit yang belum ada di masa lalu.
Kedua, mereka berlaku curang , melakukan penipuan dan kebodohan, akibatnya akan menimpa kepada mereka musim paceklik, sulit pangan, dan para penguasa berlaku zalim.
Ketiga, mereka tidak menunaikan zakat harta mereka, akibatnya akan mengalami kemarau berkepanjangan.
Keempat, mereka mengingkari janjinya kepada Allah dan Rasul-Nya, sikap mereka mengundang murka Allah, akibatnya mereka tidak berdaya menghadapi tantangan hidup dan musuh, yang akhirnya menimbulkan bermacam krisis.
Kelima, jika para pemimpin mereka tidak menerapkan ajaran-ajaran yang disebutkan dalam Al-Quran, bahkan memilah-milah mana yang menguntungkan saja, niscaya Allah akan menimpakan keganasan, kebrutalan sebagian mereka terhadap sebagian yang lain.
Jika meneliti lebih serius isi hadits tersebut, kita akan dapat mengidentifikasi faktor-faktor timbulnya krisis kehidupan sekarang, antara lain:
Pertama, runtuhnya moral dan akhlak manusia, padahal moral adalah penyebab keruntuhan suatu bangsa. Kita diingatkan kehancuran umat Nabi Luth, berawal dari penyimpangan seksual. Krisis moral di zaman modern, tercermin dalam pergaulan bebas, perzinahan dan pelacuran yang dilokalisir maupun liar, terbongkarnya praktek-praktek aborsi dan penjualan wanita dan bayi, serta merebaknya pornografi dan pornoaksi. Semuanya merupakan bukti kuat, mewabahnya kebebasan seks dan pelacuran. Dalam suatu kesempatan, Rasulullah pernah mengingatkan, jika perzinahan, judi dan praktek-praktek riba meluas pada suatu kaum, pertanda mereka sudah siap akan menerima azab Allah.
Kedua, gaya hidup yang materialistik, kecintaan kepada dunia secara berlebihan dan mengagung-agungkan benda, itulah yang dapat merenggangkan hubungan kemanusiaan dan mempertipis rasa ukhuwah (solidaritas). Orang yang cinta pada harta secara berlebihan, merasa berat mengeluarkan hartanya untuk sesuatu yang tidak mendatangkan keuntungan secara real, seperti membayar zakat hartanya, infak dan shadaqah. Tetapi untuk berfoya-foya dan melakukan yang maksiat mereka tidak sayang, dihabiskan dengan tidak wajar dan mubazir. Kebakhilan dan keserakahan mereka inilah yang menyebabkan krisis moral, ekonomi dan lainnya.
Ketiga, praktek curang atau sikap hidup tidak jujur. Dalam masyarakat yang menghalalkan semua cara dalam praktek bisnisnya, pada gilirannya akan memunculkan iklim yang kondusif munculnya penguasa yang zalim, lahirnya kesewenang-wenangan penguasa dan para pengambil kebijakan.
Keempat, tidak menerapkan sistem Allah dalam berpolitik, ekonomi, kemasyarakatan, hukum, peradilan, hubungan antarbangsa, dan sebagainya. Hukum atau sistem yang dirancang atau dibuat manusia, tidak akan memuaskan rasa keadilan semua orang, tentu ada saja yang merasa dirugikan, dan ada pula pihak yang menikmati keuntungan sepihak. Inilah pangkal kecemburuan dan gejolak sosial, pada titik kulminasinya melahirkan bermacam kerusuhan sosial dan kebrutalan.
Kelima, mengingkari janji kepada Allah. Setiap muslim yang shalat, selalu berikrar di hadapan Allah, bukankah yang dibacanya dalam doa iftitah, akan menyerahkan semua urusan hidup dan matinya hanya kepada Allah. Tetapi di luar shalat, janji atau ikrar itu buyar sama sekali, dikalahkan oleh nafsu-nafsu hidup yang berlebihan. Sikap yang semacam inilah yang mengundang murka Allah.
Setelah kita memahami isi peringatan hadits tersebut, dalam konteks krisis kehidupan yang kita alami dewasa ini, solusinya yang paling mendasar ialah kita menyatakan kesiapan rujuk ke jalan Allah. Mari kita renungkan bersama, untuk bersama-sama pula berikhtiar mengatasinya.*
Doa penutup majelis :
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ ٭
Artinya:
“Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”
Wassalamualaikum wr.wb
--------------------------------------------------
Hari / Tanggal : Selasa, 01 September 2015
Narasumber : Ustadz Kaspin Nur
Tema : Kajian Islam
Notulen : Ana Trienta
Narasumber : Ustadz Kaspin Nur
Tema : Kajian Islam
Notulen : Ana Trienta
Kajian Online Telegram Hamba اَﻟﻠﱣﻪ Ta'ala
PENYEBAB KERESAHAN DAN KEHANCURAN
Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Tuesday, September 1, 2015
Abu Laits dalam kitab Tanbihul Ghofilin mengatakan:
"Ketahuilah! Sesungguhnya engkau mempunyai empat musuh yg harus kau perangi:
1. Tipu daya dunia
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمْ وَاخْشَوْا يَوْمًا لَا يَجْزِي وَالِدٌ عَنْ وَلَدِهِ وَلَا مَوْلُودٌ هُوَ جَازٍ عَنْ وَالِدِهِ شَيْئًا ۚ إِنَّ وَعْدَ اللَّهِ حَقٌّ ۖ فَلَا تَغُرَّنَّكُمُ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا وَلَا يَغُرَّنَّكُمْ بِاللَّهِ الْغَرُورُ
Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu dan takutilah suatu hari yang (pada hari itu) seorang bapak tidak dapat menolong anaknya dan seorang anak tidak dapat (pula) menolong bapaknya sedikitpun. Sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka janganlah sekali-kali kehidupan dunia memperdayakan kamu, dan jangan (pula) penipu (syaitan) memperdayakan kamu dalam (mentaati) Allah. {Luqman : 3502}
يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّ وَعْدَ اللَّهِ حَقٌّ ۖ فَلَا تَغُرَّنَّكُمُ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا ۖ وَلَا يَغُرَّنَّكُمْ بِاللَّهِ الْغَرُورُ
Hai manusia, sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka sekali-kali janganlah kehidupan dunia memperdayakan kamu dan sekali-kali janganlah syaitan yang pandai menipu, memperdayakan kamu tentang Allah. {Fatir : 3665}
2. Hawa Nafsumu
وَمَا أُبَرِّئُ نَفْسِي ۚ إِنَّ النَّفْسَ لَأَمَّارَةٌ بِالسُّوءِ إِلَّا مَا رَحِمَ رَبِّي ۚ إِنَّ رَبِّي غَفُورٌ رَحِيمٌ
Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyanyang. {Yusuf : 1649}
3. Setan dari Jenis Jin
Mohonlah kepada Allah dari godaan nya
إِنَّ الشَّيْطَانَ لَكُمْ عَدُوٌّ فَاتَّخِذُوهُ عَدُوًّا ۚ إِنَّمَا يَدْعُو حِزْبَهُ لِيَكُونُوا مِنْ أَصْحَابِ السَّعِيرِ
Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah ia musuh(mu), karena sesungguhnya syaitan-syaitan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala {Fatir : 3666}
إِنَّ الَّذِينَ اتَّقَوْا إِذَا مَسَّهُمْ طَائِفٌ مِنَ الشَّيْطَانِ تَذَكَّرُوا فَإِذَا هُمْ مُبْصِرُونَ
Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa bila mereka ditimpa was-was dari syaitan, mereka ingat kepada Allah, maka ketika itu juga mereka melihat kesalahan-kesalahannya. {Al-A'raf : 1155}
4. Setan dari jenis manusia
Hati-hatilah karena godaan nya lebih berat dari setan jin.
مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ
dari (golongan) jin dan manusia. {An-Nas : 6236}
Demikian share siang ini
Semoga sukses senantiasa
Doa penutup majelis :
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ ٭
Artinya:
“Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”
Wassalamualaikum wr.wb
--------------------------------------------------
Hari / Tanggal : Selasa,18 Agustus 2015
Narasumber : Ustadz Kaspin Nur
Tema : Kajian Islam
Notulen : Ana Trienta
Narasumber : Ustadz Kaspin Nur
Tema : Kajian Islam
Notulen : Ana Trienta
Kajian Online Telegram Hamba اَﻟﻠﱣﻪ Ta'ala
Hari / Tanggal : Rabu, 18 Maret 2015
Narasumber : Ustadz Dodi Kristono
Tema : Kajian Islam
Notulen : Ana Trienta
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Siapa yang obesitas disini ? Tubuhnya overweight?
Apa sih perbedaan yang dirasakan orang yang ndut dan kurus? Secara fisik apa yang ditasakan? Kalau dipanas terik dan sinar matahari langsung dan posisi pas diatas kepala.
Apa yang dirasakan....?
Kepanasan. Dan kadang pusing dan haus. Secara kulit mana yang lebih sensitif? Orang ndut atau kurus? Sinar matahari yang langsung ke menyinari dan terkena kulit manusia
Apakah Islam mengatur masalah ndut ini dan sudah diprediksi....? Ternyata ada. Rasulullah menyela orang gendut yang bukan karena faktor keturunan. Tetapi faktor diluar keturunan. Dari Imran bin Hushain Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah bersabda,
خَيْرُكُمْ قَرْنِي، ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ، ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ ، إِنَّ بَعْدَكُمْ قَوْمًا يَخُونُونَ وَلاَ يُؤْتَمَنُونَ، وَيَشْهَدُونَ وَلاَ يُسْتَشْهَدُونَ، وَيَنْذِرُونَ وَلاَ يَفُونَ، وَيَظْهَرُ فِيهِمُ السِّمَنُ
Generasi terbaik adalah generasi di zamanku, kemudian masa setelahnya, kemudian generasi setelahnya. Sesungguhnya pada masa yang akan datang ada kaum yang suka berkhianat dan tidak bisa dipercaya, mereka bersaksi sebelum diminta kesaksiaannya, bernazar tapi tidak melaksanakannya, dan nampak pada mereka kegemukan”. (HR. Bukhari 2651 dan Muslim 6638)
TUBUH SESEORANG DI NERAKA KELAK
Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Wednesday, March 18, 2015
Kajian Online WA Hamba اَللّٰه Ta'ala
Link 2 Nanda
Hari / Tanggal : Senin, 2 Maret 2015
Narasumber : Ustadz Kaspin Nur
Tema : Kajian Islam
Tema : Kajian Islam
Notulen : Ana Trienta
Assalamualaikum nanda semua sehat ya? Dah pada makan belum? Eh pada puasa ya. Baik kita langsung share ya. Baik...ada 3 potensi yang Allah berikan kepada Manusia.
1. Jasadiyah (jasad)
2. Aqliyah (akal)
3. Ruhiyah (ruh)
Ketiga potensi ini harus dijaga, dirawat dan diupgrade agar senantiasa update dan juga sehat. Untuk jasad maka kita kudu jaga kebersihannya, kesehatannya dan kekuatannya dengan konsum makanan makanan jasad yang halal dan thoyib (bukan bang thoyib ya soalnya dia ga pulang pulang) thoyib artinya baik. Selain halal harus juga baik. Contoh. Sayur kangkung itu halal tapi bisa ga baik kalau ada asam urat misalnya atau makannya 3kg sekaligus...(emang kita kelinci?)
Jasad kita mandi pake harum harum k dah juga enak...artinya tetep seger
Akal atau fikiran kita juga kudu jaga fikiran kita jangan sampe "ngaco" atau banyak fikiran yang ga jelas sebab kita bisa mengendalikan fikiran jangan mau dikendalikan oleh fikiran.
Fikiran kita harus dipandu oleh Alquran.
Fikiran kita harus upgrade dengan baca buku atau pengetahuan baru.
Fikiran diisi dengan fikiran fikiran positif.
Fikiran mempengaruhi jasad.
Hari / Tanggal : Kamis, 19 Februari 2015
Narasumber : Ustadz Abdullah Haidir Lc
Tema : Hadist
Notulen : Ana Trienta
Assalamualaikum...kaifa haalukum ayyuhal ikhwah....
Thayib, saya akan lanjutkan saja materi sebelumnya yang pernah saya berikan yaitu tadabbur hadits. Ada yang bisa kirim materi sebelumnya?
مَثَلُ الْقَائِمِ عَلَى حُدُودِ اللَّهِ وَالْوَاقِعِ فِيهَا كَمَثَلِ قَوْمٍ اسْتَهَمُوا عَلَى سَفِينَةٍ ، فَأَصَابَ بَعْضُهُمْ أَعْلَاهَا وَبَعْضُهُمْ أَسْفَلَهَا ، فَكَانَ الَّذِينَ فِي أَسْفَلِهَا إِذَا اسْتَقَوْا مِنْ الْمَاءِ مَرُّوا عَلَى مَنْ فَوْقَهُمْ ، فَقَالُوا: لَوْ أَنَّا خَرَقْنَا فِي نَصِيبِنَا خَرْقًا وَلَمْ نُؤْذِ مَنْ فَوْقَنَا ، فَإِنْ يَتْرُكُوهُمْ وَمَا أَرَادُوا هَلَكُوا جَمِيعًا ، وَإِنْ أَخَذُوا عَلَى أَيْدِيهِمْ نَجَوْا وَنَجَوْا جَمِيعًا
“Perumpamaan orang yang teguh menjalankan ajaran Allah dan tidak melanggar ajaran-ajaran-Nya dengan orang yang terjerumus dalam perbuatan melanggar ajaran Allah, adalah bagaikan satu kaum yang melakukan undian dalam kapal laut. Sebagian mendapat jatah di atas dan sebagian lagi mendapat jatah di bawah. Penumpang yang berada di bawah, jika mereka hendak mengambil air, mereka harus melewati penumpang yang berada di atas. Lalu mereka berkata, “Seandainya kita lobangi saja kapal ini, maka kita dapat mengambil air tanpa mengganggu penumpang di atas." Jika perbuatan mereka itu mereka biarkan, maka semuanya akan binasa. Namun jika mereka mencegahnya, maka semuanya akan selamat.” (Shahih Bukhari, no. 2493)
Sudah saya sebutkan dua point pelajarannya
1. Hidup ini bagaikan mengarungi samudera bersama-sama dalam perahu besar.
2. Kebaikan dan Keburukan selalu ada di tengah masyarakat
3. Pentingnya membangun komunikasi yang sehat.
Para penumpang yang berada di geladak kapal tentu tidak harus mengambil keputusan seperti itu, kalau mereka mampu mengkomunikasikannya dengan penumpang yang berada di atas. Begitu pula halnya jika penumpang yang di atas tanggap dan komunikatif dengan kebutuhan dan keinginan penumpang yang di bawah.
RAMBU - RAMBU KEHIDUPAN (HADIST) LANJUTAN
Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Thursday, February 19, 2015
(Link 2 Nanda & Link Bunda)
Hari / Tanggal : Senin, 29 Desember 2014
Selasa, 09&17 Feb 2015
Selasa, 09&17 Feb 2015
Narasumber : Ustadz Abdullah Haidir Lc
Materi : Hadist
Notulen : Ana Trienta
Assalamualaikum, saya ada jadwal di sini ya hari ini?
Thayib, kita akan kaji bersama-sama hadits keempat dari kitab Arbain Nawawi
عَنْ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ؛ عَبْدِ اللهِ بنِ مَسْعُوْدٍ رضي الله عنه قَالَ: حَدَّثَنَا رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم وَهُوَ الصَّادِقُ الْمَصْدُوْقُ: « إِنَّ أَحَدَكُمْ يُجْمَعُ خَلْقُهُ فِي بَطْنِ أُمِّهِ أَرْبَعِيْنَ يَوْماً نُطْفَةً، ثُمَّ يَكُوْنُ عَلَقَةً مِثْلَ ذَلِكَ، ثُمَّ يَكُوْنُ مُضْغَةً مِثْلَ ذَلِكَ، ثُمَّ يُرْسَلُ إِلَيْهِ الْمَلَكُ ، فَيَنْفُخُ فِيْهِ الرُّوْحَ، وَيُؤْمَرُ بِأَرْبَعِ كَلِمَاتٍ: بِكَتْبِ رِزْقِهِ، وَأَجَلِهِ، وَعَمَلِهِ، وَشَقِيٌّ أَوْ سَعِيْدٌ. فَوَ اللهِ الَّذِي لاَ إِلَهَ غَيْرُهُ، إِنَّ أَحَدَكُمْ لَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ الْجَنَّةِ حَتَّى مَا يَكُوْنُ بَيْنَهُ وَبَيْنَهَا إِلاَّ ذِرَاعٌ، فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الْكِتَابُ، فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ فَيَدْخُلُهَا، وَإِنَّ أَحَدَكُمْ لَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ حَتَّى مَا يَكُوْنُ بَيْنَهُ وَبَيْنَهَا إِلاَّ ذِرَاعٌ، فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الْكِتَابُ، فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ الْجَنَّةِ فَيَدْخُلُهَا » [رواه البخاري ومسلم]
Dari Abu Abdurrahman; Abdullah bin Mas’ud beliau berkata, "Rasulullah menyampaikan kepada kami dan beliau adalah orang yang benar serta dibenarkan (ucapannya), “Sesungguhnya setiap kalian dikumpulkan penciptaannya di perut (rahim) ibunya sebagai setetes mani selama empat puluh hari, kemudian berubah menjadi setetes darah selama itu juga, kemudian menjadi segumpal daging selama itu juga. Kemudian diutus ke-padanya satu malaikat, lalu dia meniupkan ruh pada-nya. Kemudian dia (malaikat) diperintahkan untuk menetapkan empat perkara; menetapkan rizkinya, ajalnya, amalnya dan kecelakaan atau kebahagiaannya. Demi Allah yang tidak ada ilah selain-Nya, sesungguhnya di antara kalian ada yang melakukan perbuatan ahli surga hingga jarak antara dirinya dan surga tinggal sehasta, akan tetapi ketentuan telah mendahuluinya, dia melakukan perbuatan ahli neraka maka masuklah dia ke dalam neraka. Sesungguhnya diantara kalian ada yang melakukan perbuatan ahli neraka hingga jarak antara dirinya dan neraka tinggal sehasta, akan tetapi ketentuan mendahuluinya, dia melakukan perbuatan ahli surga maka masuklah dia ke dalam surga.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Kedudukan Hadits
Hadits ini sangat agung, merangkum semua perjalanan hidup manusia dari awal penciptaannya, kehidupannya di dunia hingga nasibnya kelak di hari kiamat apakah kekal dengan kebahagiaannya atau kesengsaraannya berdasarkan amal dan perbuatannya di dunia berdasarkan ketentuan dalam ilmu Allah Ta’ala.
Pemahaman Hadits
Maksud 'dikumpulkan' (يجمع) dalam hadits ini sebagaimana dikatakan oleh sebagian ulama- karena mani ketika masuk ke rahim terpencar-pencar, kemudian Allah kumpul-kan di dalam rahim.
Nuthfah (نطفة) makna asalnya adalah air yang jernih. Yang dimaksud disini adalah air mani laki-laki yang sudah bertemu dengan mani wanita dalam jimak dan telah Allah kehendaki dan siapkan sebab-sebabnya untuk menjadi janin.
‘Alaqah (العلقة) berasal dari kata (العلق) artinya melekat, maksudnya di sini adalah adalah darah beku yang kental. Dikatakan demikian, karena sesuatu yang mengenainya akan melekat padanya.
Mudghoh, berasal dari kata (مضغ) artinya mengunyah. Yang dimaksud di sini adalah sepotong daging. Dikatakan demikian karena ukurannya sebesar bekas kunyahan sese-orang.
Yang dimaksud dengan ‘kalimat’ dalam hadits ini adalah, perkara-perkara yang akan ditetapkan.
“Sesungguhnya di antara kalian ada yang melakukan perbuatan ahli surga hingga jarak antara dirinya dan surga tinggal sehasta....” Hal ini bukan perkara yang umum terjadi, tapi sangat jarang. Apalagi, termasuk kasih sayang Allah, orang yang berubah dari buruk menjadi baik sangat banyak, sedangkan orang yang berubah dari baik menjadi buruk sangat sedikit sekali.
Pelajaran yang Terkandung dalam Hadits
- Dalam hadits ini terdapat kemuliaan seorang ibu bagi anak, sebab di rahimnyalah Allah menciptakan seorang anak dengan segala keletihan yang ditanggung oleh sang ibu.
- Adanya fase pertumbuhan janin dalam rahim seorang ibu sebagaimana disampaikan oleh Rasulullah saw, memberikan makna:
a. Rasulullah saw berbicara atas dasar wahyu. Karena pada saat itu bagaimana seseorang dapat mengetahui pertumbuhan janin dengan detail yang baru dapat disingkap secara ilmiah beberapa abad kemudian. Di samping apa yang disampaikan Rasulullah saw, juga telah dinyatakan oleh Al-Quran.
b. Menunjukkan kasih sayang Allah Ta’ala kepada seorang ibu, dengan menciptakan makhluk-Nya secara berangsur-angsur. Sebab dengan kekuasaannya, Allah dapat saja menciptakannya sekaligus.
- Allah Ta’ala mengetahui tentang keadaan makhlukNya sebelum mereka diciptakan dan apa yang akan mereka alami, termasuk masalah kebahagiaan dan kecelakaan.
- Meskipun masuk surga atau neraka bagi seseorang termasuk takdir Allah, namun Allah Ta’ala tetap menjadikan amal perbuatan sebagai sebab memasuki keduanya.
- Hadits ini mengandung isyarat tentang kebenaran adanya hari kebangkitan, sebab Dzat yang mampu menciptakan seseorang dari setetes mani tak berharga, kemudian Dia merubahnya menjadi setetes darah, kemudian segumpal daging, kemudian ditiupkan ruh padanya, maka tentu Dia sangat mampu untuk meniupkan ruh itu kembali setelah jasad itu menjadi tanah dan Dia mampu untuk mengumpulkan jasad itu kembali setelah bercerai berai.
- Amal perbuatan dinilai di akhirnya. Maka hendaklah manusia tidak terpedaya dengan kondisinya saat ini, justru harus selalu mohon kepada Allah agar diberi keteguhan dan akhir yang baik (husnul khotimah).
- Disunnahkan bersumpah untuk mendatangkan kemantapan sebuah perkara dalam jiwa.
- Bersikap tenang dalam masalah rizki dan qanaah (menerima) dengan mengambil sebab-sebabnya, namun tidak terlalu mengejarnya dan menggantungkan hati kepadanya.
- Kehidupan ada di tangan Allah. Seseorang tidak akan mati kecuali Dia telah menyempurnakan umurnya.
- Takdir adalah rahasia Allah, tidak seorang pun yang dapat mengetahuinya sebelum terjadi. Maka tidak boleh bermaksiat dengan alasan takdir. Yang dituntut baginya adalah beramal sesuai yang diperintahkan, dan kita diberikan kemampuan untuk itu.
Wallahu a'lam.....
Referensi:
- Shahih Bukhari dan Shahih Muslim
- Al-Wafie
- Syarh Ibnu Daqiq al-Ied, hal. 68
- Fathul Bari
- Al-Mu’jamul Wasit.
- Syarh Muslim, Imam Nawawi
Thayib...sampai si dini materi saya...moga bermanfaat...
TANYA JAWAB
LINK NANDA
1. Demi Allah yang tidak ada ilah selain-Nya, sesungguhnya di antara kalian ada yang melakukan perbuatan ahli surga hingga jarak antara dirinya dan surga tinggal sehasta, akan tetapi ketentuan telah mendahuluinya, dia melakukan perbuatan ahli neraka maka masuklah dia ke dalam neraka. Sesungguhnya diantara kalian ada yang melakukan perbuatan ahli neraka hingga jarak antara dirinya dan neraka tinggal sehasta, akan tetapi ketentuan mendahuluinya, dia melakukan perbuatan ahli surga maka masuklah dia ke dalam surga.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Pertanyaan M111
[Surat As-Saaffat : 96]
LINK NANDA
Pertanyaan M110
1. Demi Allah yang tidak ada ilah selain-Nya, sesungguhnya di antara kalian ada yang melakukan perbuatan ahli surga hingga jarak antara dirinya dan surga tinggal sehasta, akan tetapi ketentuan telah mendahuluinya, dia melakukan perbuatan ahli neraka maka masuklah dia ke dalam neraka. Sesungguhnya diantara kalian ada yang melakukan perbuatan ahli neraka hingga jarak antara dirinya dan neraka tinggal sehasta, akan tetapi ketentuan mendahuluinya, dia melakukan perbuatan ahli surga maka masuklah dia ke dalam surga.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Dari hadis ini pernah ada teman nanya kalo memang seperti itu untuk apa melakukan perbuatan baik kalo toh takdir kita ke neraka atau begitu sebaliknya? Dimana kebebasan kita memilih jalan hidup kita jika memang Allah sudah menentukan semua akhir hidup kita. Ga tau mesti jawab apa, mohon pencerahannya yah ust...
Jawab
Berbicara tentang takdir biasanya akan mentok dalam masalah ini. Sekali lagi perlu ditegaskan, beriman terhadap takdir tujuannya adalah agar kita mengakui kebesaran dan keagungan Allah, tidak putus asa dan kontinyu beramal serta tidak sombong. Adapun beramal, itu adalah kewajiban, sebab kita telah diberikan akal untuk mengetahui dan memilih mana yang baik dari yang buruk. Telah diturunkan wahyu dan rasulNya untuk menyampaikan ajaran Allah. Selebihnya takdir adalah rahasia Allah yang tidak ada seorang pun tahu hakekatnya sebelum terjadi. Jadi kalau ada orang yang tak mau beramal dengan alasan takdir, darimana dia tahu bahwa takdirnya adalah celaka?
Berbicara tentang takdir biasanya akan mentok dalam masalah ini. Sekali lagi perlu ditegaskan, beriman terhadap takdir tujuannya adalah agar kita mengakui kebesaran dan keagungan Allah, tidak putus asa dan kontinyu beramal serta tidak sombong. Adapun beramal, itu adalah kewajiban, sebab kita telah diberikan akal untuk mengetahui dan memilih mana yang baik dari yang buruk. Telah diturunkan wahyu dan rasulNya untuk menyampaikan ajaran Allah. Selebihnya takdir adalah rahasia Allah yang tidak ada seorang pun tahu hakekatnya sebelum terjadi. Jadi kalau ada orang yang tak mau beramal dengan alasan takdir, darimana dia tahu bahwa takdirnya adalah celaka?
Pertanyaan M111
1. Ana mau bertanya, apakah pekerjaan seseorang juga adalah takdir ?
Jawab
Naam, pekerjaan seseorang adalah takdirJawab
[Surat As-Saaffat : 96]
(وَاللَّهُ خَلَقَكُمْ وَمَا تَعْمَلُونَ)
"Padahal Allah lah yang menciptakan kamu dan apa yang kamu perbuat itu"
2. Apa hukumnya melakukan 4/7 bulanan seseorang yang hamil?
2. Apa hukumnya melakukan 4/7 bulanan seseorang yang hamil?
Jawab
Mengkhususkan waktunya tidak ada ajarannya tapi banyak bersedekahnya itu bagus termasuk yang dianjurkan para ulama saat wanita hamil adalah banyak bersedekah
Mengkhususkan waktunya tidak ada ajarannya tapi banyak bersedekahnya itu bagus termasuk yang dianjurkan para ulama saat wanita hamil adalah banyak bersedekah
3. Apa benar semua umat Islam ditakdirkan pasti masuk surga walaupun sebelumnya di masukkan ke neraka karena dosanya ustadz?
Jawab
Jawab
Seseorang yang mati membawa iman walau sekecil appun akan masuk surga, walaupun mungkin akan disiksa dahulu di neraka.
4. Apakah seseorang yang kafir sampai ia mati, sebenarnya sudah ditakdirkan Allah bahwa ia selama hidupnya akan kafir? Lalu orang yang berakhlaq buruk, sudah diajak ikut kajian tapi gak berubah-berubah, apakah sudah ditakdirkan Allah menjadi pribadi yang buruk juga?
Jawab
Secara teoritis demikian. Namun secara praktis kepada orang perorangan atau terhadap diri sendiri kita tak boleh menghukumi termasuk kepada orang yang sulit didakwahi kita tak tahu akhir kehidupan seseorang.
Jawab
Secara teoritis demikian. Namun secara praktis kepada orang perorangan atau terhadap diri sendiri kita tak boleh menghukumi termasuk kepada orang yang sulit didakwahi kita tak tahu akhir kehidupan seseorang.
Pertanyaan M112
1. Maksudnya 'disunnahkan bersumpah untuk mendatangkan kemantapan sebuah perkara dalam jiwa' itu bagaimana?
Jawab
Setahu saya tidak ada sunah bersumpah untuk mendatangkan kemantapan jiwa. Yang disunnahkan adalah shalat istikharah, wallahu a'lam. anti bisa berikan rujukannya soal ini?
2. Bagaimana caranya kita tau seberapa dekat jarak kita dengan surga atau neraka?
Jawab
Wallahu a'lam, dalam hadits itu kiasan saja tentang ketaatan dan kedurhaakaan seseorang mengukurnya jelas tidak mungkin yang dituntut adalah ibadah kita berada di antara harap dan takut maka, jangan merasa tak ada harapan, jangan pula merasa telah ada jaminan
3. Kutipan hadits paling bawah, seseorang melakukan perbuatan ahli surga, tapi karena telah didahului ketentuan maka masuklah ia ke neraka dan sebaliknya. Saya sering dengar hadits ini jadi pembenaran untuk orang tidak melaksanakan perintah Allah. Bagaimana menyikapinya?
Jawab
Perlu ditegaskan permasalahan takdir ini sekali lagi adalah intinya agar kita tidak sombong dengan kebaikan, karena segala sesuatu dapat saja terjadi atas kehedak Allah, juga agar tidak putus asa apabila kita terjerumus dalam kemaksiatan selebihnya ikhtiar adalah wajib jadi jangan arahkan pembahasan takdir kepada sikap meragukan amal dan mempertanyakan kehendak Allah. Beriman kepada takdir tidak boleh jadi alasan untuk tidak beramal, justru harus menjadi semangat untuk terus beramal.
Jawab
Jawab
1. Surga neraka itu kan takdir Allah yang bisa di rubah dengan bgaimnana amal perbuatan kita selama di dunia. Lalu apakah umur dan jodoh juga takdir yang dapat di rubah? Bagaimana dengan seorang istri yang begitu bagus amalannya tapi memiliki suami yang (maaf) jahat, apakah itu sudah takdirnya? Terimakasih
Berbicara soal takdir penekanannya adalah mengagungkan kebesaran Allah dan bagaimana agar kita menjadi hamba tapi yang selalu bersandar dan mengharap kepadaNya sedangkan ikhtiar adalah wajib. Kalau Allah kehendaki semuanya akan Allah lakukan, termasuk merubah ketentuan seseorang. Yang penting kita lakukan apa yang Allah perintahkan dan tinggalkan apa yang Allah larang. Yang bermasalah dalam pembahasan takdir adalah dijadikan bahan keraguan dan debat dan akhirnya menyangsikan amal dan ikhtiar atau bahkan mempertanyakan keadilan Allah. Istri yang salehah sedangkan suaminya jahat, tetap akan mendapat kebaikan dengan kesalehannya dan tidak berkurang dengan kejahatan suaminya, kecuali kalau dia ikut membantu kejahatannya bahkan dia dapat kemuliaan lebih jika sabar dalam mengingatkan sang suami untuk kembali ke jalan yang benar....
2. Pertanyaanya. Apa ada beda nasib dan takdir? Kalau ada takdir itu posisinya dimana?Benarkah di ujung usaha? Apakah takdir itu sudah ada dari sono nya (lahul mahfuz)? Terus apa pengaruhnya kita berusaha atau diam saja??
Makasih ustad
Jawab
Jawab
Nasib dan takdir kurang lebih sama maksudnya, saya ingatkan lagi pentingnya kita beriman terhadap takdir.
Berbicara tentang takdir biasanya akan mentok dalam masalah ini. Sekali lagi perlu ditegaskan, beriman terhadap takdir tujuannya adalah agar kita mengakui kebesaran dan keagungan Allah, tidak putus asa dan kontinyu beramal serta tidak sombong. Adapun beramal, itu adalah kewajiban, sebab kita telah diberikan akal untuk mengetahui dan memilih mana yang baik dari yang buruk. Telah diturunkan wahyu dan rasulNya untuk menyampaikan ajaran Allah. Selebihnya takdir adalah rahasia Allah yang tidak ada seorang pun tahu hakekatnya sebelum terjadi. Jadi kalau ada orang yang tak mau beramal dengan alasan takdir, darimana dia tahu bahwa takdirnya adalah celaka?
Pertanyaan M114
1. Ustad nanya bagaimana cara mempertahankan kwalitas keimanan itu, kalau semua itu terletak pada akhir sedangkan keimanan seseorang itu kadang naik dan turun apalagi begitu banyaknya godaan pada zaman sekarang?
Jawab
Pertanyaan M115
1. Assalamualaikum, Bagaimana jika ada seorang ibu yang kegururan di usia 1-2bulan. Sudahkah janinnya di tiupkan ruh? Dan bagaimana merawat janinnya yang keguguran sesuai hukum islam? (Pemakaman dan sebagainya, haruskah di beri nama janin yang keguguran tersebut). Terimakasih.
Jawab
Janin keguguran sebelum usia 4 bulan tidak ada ritual apa-apa, cukup dibungkus dan dikubur baik-baik
2. Assalamualaikum..
Tentang hadist "...sesungguhnya di antara kalian ada yang melakukan perbuatan ahli surga hingga jarak antara dirinya dan surga tinggal sehasta, akan tetapi ketentuan telah mendahuluinya, dia melakukan perbuatan ahli neraka maka masuklah ia ke dalam neraka..". Pertanyaannya, apakah semua amal ibadah yang selama ini dilakukan orang tersebut terhapus karena di akhir hidupnya melakukan perbuatan dosa? dan apakah tidak ada satu ibadah pun yang bisa menolongnya?
Jawab
Kalau akhir kehidupan seseorang adalah kufur atau syirik besar, maka semua amalnya gugur dan tidak ada amal apapun yang menolongnya. Tapi jika kemaksiatan biasa, dia terancam, namun masih ada harapan mendapatkan ampunan selagi mati membawa iman.
LINK BUNDA
1. Assalamualaykum ustadz. Bayi terlahir dalam keadaan suci, orangtuanyalah yang menjadikannya majusi..(maaf lupa hadis), apakah ketika kita terlahir dari rahim seorang muslim /kristen itu juga takdir? syukron ustadz
Jawab
Pertanyaan M13
1. Saya mau tanya, apakah rizki dan takdir bisa dirubah?
Jawab
1. Kenapa bayi yang lahir mesti menangis? apakah kehidupan di rahim lebih baik dibanding dunia ini?
Jawab
4. Bagaimana menghadapi orang yang sangat cinta dunia apa-apa di ukur dari materi?Kalau barangnya rusak ia akan sangat marah ke orang yang tak sengaja merusaknya dan meraung, menangis kesal.
Jawab
Unknown
February 17, 2015
New Google SEO
Bandung, IndonesiaJawab
Kalau akhir kehidupan seseorang adalah kufur atau syirik besar, maka semua amalnya gugur dan tidak ada amal apapun yang menolongnya. Tapi jika kemaksiatan biasa, dia terancam, namun masih ada harapan mendapatkan ampunan selagi mati membawa iman.
3. Assalamualaikum ustad, saya mau bertanya bagaimana seharusnya kita generasi muda dalam mencegah hal-hal yang mengarah maksiat haruskah kita menutup pergaulan kepada siapapun? bagaimana hukumnya bagi yang melakukan maksiat (perzinahan/pergaulan bebas)? tapi disandingkan dengan hukum ustad?
Jawab
Jawab
Mencegah kemaksiatan para remaja yang paling utama adalah dari dalam rumah. Kalau suasana yang tercipta adalah nilai-nilai keimanan, itu dapat menjadi kontrol utama mereka. Ini menuntut orang tua yang terus menerus menjaga kuliatas iman dan mempraktekkannya dalam rumah selebihnya adalah doa, nasehat, komunikasi aktif dan akrab dengan anak-anak, kontrol pergaulan, pahami kejiwaan mereka, dll adalah perkara yang sangat membantu. Maksiat paling utama dihadapi dengan taubat di negara yang menerapkan hukum bagi pelaku maksiat sekalipun, tetap taubat yang utama, jika kasusnya tak sampai ke pengadilan, selagi tak ada hak orang lain, taubat nasuha sudah cukup in sya Allah
LINK BUNDA
Pertanyaan M01
1. Bagaimana dengan orang yang sebelum lahir sudah di takdirkan buruk dan setelah lahir dia harus menjalani takdir buruknya?
Jawab
Sesuatu yang belum terjadi tak bisa kita kira, apakah mendapat takdir baik atau buruk dan kita tidak diperintahkan untuk mengetahuinya yang diperintahkan adalah beramal sesuai yang diperintahkan jika ada kemauan akan Allah beri kemudahan
Pertanyaan M02
1. Takdir katanya ada yang sudah pasti ada juga yang bisa berubah. Mana saja kah yang sudah ditetapkan dan mana saja yang bisa berubah?
Jawab
Semua takdir itu asalnya pasti, perubahan bisa menyusul. Namun itupun tak keluar dari takdir Allah. yang mana? Itupun kita tidak tahu yang jelas perintahnya adalah beramal, beramal, beramal atau kerja kerja kerja.... :)
Pertanyaan M04
1. Assalamualaikum wr wb
Ustadz, mau bertanya? Allah meniupkan roh ke janin pada berapa hari?
Jawab
Allah tiup ruh 40 hari setelah fase mudghah jadi kurang lebih 4 bulan usia kehamilan
2. Bagaimana adab, cara bersumpah untuk mendatangkan kemantapan dalam jiwa? Perkara apa ustadz yang di maksud?
Jawab
Maksud bersumpah untuk memantapkan jiwa disini, adalah memantapkan jiwa bagi yang mendengarnya
3. Mungkinkah usia seseorang ditambah Allah dari yang seharusnya? Amalan apa yang memperpanjang umur jika ada?
Jawab
Di antara yang disebutkan dalam hadits, silaturrahim dapat memperpanjang umur tidak ada yang menghalangi Allah untuk merubah takdirnya itupun termasuk takdir
Pertanyaan M06
1. Saya mau tanya ustadz. kalau surga dan neraka itu ditakdirkan, kenapa kita harus beramal baik? (pertanyaan dari teman beberapa tahun silam)
Jawab
Pertanyaan yang mirip sama pernah disampaikan sahabat kepada Nabi. Mereka bertanya, kalau begitu buat apa beramal? Nabi jawab, "Beramallah, Allah akan mudahkan..." Tugas kita beramal dan kita diberikan kemampuan untuk itu bukan menanyakan takdir. Takdir kita ambil hikmahnya agar jangan sombong kalau sudah beramal, sebab semua dari Allah juga jangan putus asa kalau bergelimang dosa, sebab bisa jadi takdir Allah kehendaki kita orang baik
Pertanyaan M07
1. Sesungguhnya sudah kewajiban seorang ibu untuk mengurus anaknya karena sebenarnya ibu lah yang menghendaki kehadiran seorang anak. Jadi tidak patut ketika ibu menuntut anaknya membalas kebaikan ibunya karena bukan keinginan anak untuk hadir di dunia. Apakah ada yang harus diluruskan dari pemikiran tersebut?
Jawab
Tergantung sudut pandangnya, jika yang dimaksud adalah ibu menuntut anaknya untuk birrul walidain, itu memang perintah. Tapi kalau yang dimaksud adalah ganti rugi dan imbalan, jelas tidak benar, saya kira seorang ibu tak akan berpikiran demikian
2. Ustadz, apakah yang sekarang terjadi dinegara kita dengan pemimpin yang seperti sekarang ini, itu semua sudah suratan takdir?
Jawab
Sekali lagi, semua yang telah terjadi kita yakini sebagai takdir tapi kedepan kita harus ikhtiar sesuai panduan Allah, meyakini takdir tidak boleh membuat kita malas beramal, atau malah membenarkan dosa
Pertanyaan M09
1. Jika Allah mengetahui keadaan mahluknya sebelum dia lahir apakah keadaan sakit juga termasuk yang dikatahui? Apakah ini termasuk takdir? Karena hanya doa yang dapat mengubah takdir, apakah doa cukup untuk membuat keadaan sakit menjadi seperti sediakala?
Jawab :
Takdir kita imani kalau sudah terjadi, kalau belum terjadi, yang harus kita lakukan adalah mengejar takdir yang Allah ridhai dengan doa dan ikhtiar. Allah tak akan sia-siakan doa dan ikhtiar hambanya
Pertanyaan M11
1. Assalamualaykum ustadz. Bayi terlahir dalam keadaan suci, orangtuanyalah yang menjadikannya majusi..(maaf lupa hadis), apakah ketika kita terlahir dari rahim seorang muslim /kristen itu juga takdir? syukron ustadz
Jawab
Naam, semua yang terjadi dialam ini takdir Allah, tak ada yang terkecuali
1. Malaikat diciptakan dari nur, iblis dari api dan manusia dari tanah. Sebenarnya maksud dari unsur tanah ini bagaimana ustadz, apakah hanya nabi adam yang dibentuk dari tanah kemudian ditiupkan ruh? Sedangkan manusia dari mani. Apakah mani ini berasal dari makanan yang kita makan dari tanah? Jazakallah.
Jawab
Jawab
Yang diciptakan dari tanah secara langsung adalah nabi Adam as. Adapun manusia berikutnya diciptakan dari sebuah proses yang akhirnya juga bersumber dari tanah. Jika dikatakan dari setetes mani, maka itupun asalnya adalah tanah
Pertanyaan M15
1. Saya mau tanya, apakah rizki dan takdir bisa dirubah?
Jawab
Ga apa... Rizki dan takdir bisa dirubah tapi perubahan itu juga sesuai takdir Allah lagi.. Intinya jangan sibukkan diri kita takdir kita nanti apa dan bagaimana, sibukkan diri kita, amal kita apa dan bagaimana yang seharusnya kita lakukan
Pertanyaan M18
1. Kenapa bayi yang lahir mesti menangis? apakah kehidupan di rahim lebih baik dibanding dunia ini?
Jawab
Wallahu a'lam, saya tidak tahu kenapa menangis mungkin dapat ditinjaun secara medis dan psikologis. Adapun yang mengatakan karena dia sedih meninggalkan alam rahim ke alam dunia, tidak saya ketahui dalilnya kecuali kesimpulan yang sifatnya perumpamaan saja. Sebab dia belum bisa berfikir utuh ketika itu
2. Ustad maksudnya ketentuan telah mendahului maksudnya apa? maaf belum terlalu paham.
Jawab
Jawab
Ketentuan Allah sudah mendahului maksudnya sudah tercatat takdirnya
3. Seandainya usia kandungan baru jalan 2 bulan terus keguguran gimana? kan belum ditiupkan ruh baru berbentuk gumpalan
Jawab
Jawab
Keguguran dalam usia dua bulan dan tidak berbentuk manusia tidak dianggap manusia, dikubur saja seperti biasa tanpa dimandikan dan dishalati
4. Bagaimana menghadapi orang yang sangat cinta dunia apa-apa di ukur dari materi?Kalau barangnya rusak ia akan sangat marah ke orang yang tak sengaja merusaknya dan meraung, menangis kesal.
Jawab
Diingatkan terus tentang hakekat dunia yang fana dan bahwa dunia bukan tujuan, cepat atau lambat akan hilang kalau bisa diajak ke tempat-tempat orang-orang yang kehilangannya lebih besar seperti ke panti asuhan, korban bencana dll
Penutup
Doa Kafaratul Majelis :
سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك
Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika
“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”
Semoga Bermanfaat









