Kajian Online Telegram Akhwat Hamba اَللّٰه Ta'ala 23 dan 24
Narasumber : Ustadzah Nunuk
Materi : SI
Waktu : 20.00 wib
Hari/Tgl : Senin, 22 Des 2014
Admin : Meisha/Arini
Notulen:Laela/fitri
Assalamu'alaikm wr wb
Mari um... Kita buka kajian malam hari ini dengan membaca
Bismillahirohmanirrohiim
Baik.... sebelum mulai kita bincang sejenak.... sejak pagi.... wa dan
sms hampir semua isinya hari ibu
Hampir semua dapat dan mengirim.... ataupun kalo ga ngirim... minimal
dapat... dan ada yg comment ada yg diemin aja itu pesan
Mari kita buka majelis malam ini dg membaca ummul quran...
Akfatihah.....
Alhamdllah
Segala puji hanya bagi Allah, Rabb semesta alam yg atas kehendak Nya
lah semua yg terjadi atas diri kita dan atas alam semesta ini.
Shalawat serta salam atas suri tauladan dan qudwah kita Rasulullah saw,
smg kita istiqomah dlm meneladani beliau hingga akhir hayat kita, amiiin
Pkn lalu.... kajian terakhir ttg keikhlasan sebagai syarat diterimanya
syahadat...
Lanjut malam ini pd syarat berikut nya yaitu Al Qobuul al munaafii
lirraddi artinya
PENERIMAAN yang menghilangkan Penolakan
Orang yg bersyahadat harus menerima segala konsekwensi dr syahadat yg
ia ucapkan
Apakah konsekwensinya....
🀱.Mengerti dan memahami
adanya jual beli dg Allah SWT
Monggo dibuka dl al qurannya .... surat at taubah ayat 111
Pengampunan (At-Tawbah):111 "Sesungguhnya Allah telah membeli dari
orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka.
Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu
telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Quran.
Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah
dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang
besar"
Jual beli nya adalah SYURGA..
Tinggal kita nya .... mau ngga ????
Contoh sederhana..
Td pagi 22 des....katanya hr ibu.... entah sejarahnya sejak kapan..
Namun sebelum sibuk suribuk dg hari ibu...
Rasulullah sdh menerima wahyu ttg urusan ibu.
Di surat 46 ayat 15..
Bukit-bukit pasir (Al-'Aĥqāf):15 "Kami perintahkan kepada manusia
supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan
susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula).
Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga
apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa:
"Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang
telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat
berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan
(memberi kebaikan) kepada anak cucuku"
Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk
orang-orang yang berserah diri".
Pdhal....Allah telah mengingatkan kita.... jika kita tilawah sejuz
sehari...maka surat 46 : 15 akan kita baca sekali setiap bulan
Itulah salah satu cara nya...utk mendapatkan syurga Nya
Memuliakannya.... memperlakukannya dg baik....menjaga dan
merawatnya....
Rasulullah pun ajarkan pd kita bagi ibu nya dan ayahnya yg sdh tdk
berada dlm perawatan kita...ada tuntunannya.....yaitu selalu mendoakannya dan
menjalin hub silaturrahiim dg teman2...keduanya
Sekali lagi..... itulah tuntunan.... itulah jalan lurus yg Allah
tunjukkan.....
Utk mwndapatkan syurga Nya
Lalu..... dlm surat 61 : 10-13
Semakin detail Allah paparkan apa yg harus kita lakukan.....
1.beriman kpd Allah
2.beriman kpd rasulullah
3.berjihad di jalan Allah dg harta dan jiwa.
Dan terhadap 2 surat yg td disebutkan...
Ga ada tawar menawar...
Harus menerima secara mutlaq.....
Maka..... sungguh sangat pilu..... jika kita bertemu atau bergaul dg
seorang wanita muslimah.....sdgkan ia.....tak mau memakai busana muslimah utk
menutup auratnya.....
Sedih...... sediiiihhhh.....
Itu hanya salah satu nya bukan.....
Ingat....
Menerima...menerima...menerima...
Semua aturan2..Allah swt...tanpa tawar menawar.....
Jika kita bedah kembali bbrp ayat td...ada pengaturan bhw....harta dan
jiwa[truncated by WhatsApp]
Jika kita bedah kembali bbrp ayat td...ada pengaturan bhw....harta dan
jiwa kita adalah bukan milik kita... namun milik Allah SWT....
Maka bagaimana mungkin kita mau berbuat sesuka hati kita... tanpa
tuntunan pemilikNya
Contoh lagi yuuukkkk
Kalo kita pinjam payung...ke temen....kira2...kita jaga ga...
Jwbannya tentu akan kita jaga dan akan segera kita kembalikan.... bukan
?
Mgkin sebgaian sdh kita kembalikan
Maka.....bunda shalilhah.....sering yuk... kita buka panduan kita....yaitu
al quran...bkn hanya di lafadzkan tp dipahami dan dimengerti maknanya....
Mgkin sebagian kita rambut hitamnya sdh mulai berubah jd putih....
sedikit demi sedikit.... itu artinya kita sdg nyicil.... bhwa kita akan
kembali..... jalannya dah mulai kelihatan....
Tlng buka lagi tlg terjemahan surat 33 : 36
Golongan-Golongan yang bersekutu (Al-'Aĥzāb):36
"Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula)
bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu
ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan
barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat,
sesat yang nyata"
Bagaimana kita mau mengambil pilihan yg lain...
Jika aturan dan ketentuan itu telah jelas.....
Seterang cahaya matahari pagi
Seluruh.... ayat perintah hukum nya adalah wajib kita taati dan kita
laksanakn....
Tuntunan dr Rasulullah.... tak habis kita kaji dan pelajari...
Tanya (umi Sisrie) :
Umm... kalu bapak beda agama, doa anaknya nyampe ga?
Kalu bersedekah atas nama bapaknya yg beda agama, nyampe ga?
Jawab :
Jeng sisrie.... kalo ayah beda agama.....kembali kpd kisah nabi
Ibrahim........bhwa Allah melarang Ibrahim mendoakan ayahnya....
Tanya :
Bagaimana menyiapkan diri kita jika suatu saat semua pinjaman Allah itu
akan diambil kembali....
Jawab :
Dulu kita kuat....skrg dah mulai melemah...... itu artinya kita sdh
mengembalikan sebagian kecil bukan...???
Krn semua pasti akan dikembalikan.
Nyiapin nya bil amal shaleh
Mgkin sebgaian sdh kita kembalikan
Tanya :
Um wajar ga sih...kalo tiap kali sy baca arti di alquran itu slalu ada
perasaan takut....
Jawab :
Wajar.... kalo kita tilawah bawannya takut....maka baca dan terus
baca... kaji dan terus kaji...
Maka ketakutan kita akan berubah menjdi harapan yg besar kpd Allah
Tanya (Umi Novi) :
Umi mau tanya klu doa kita biar cpt diijabah allah caranya gmn umi mksh
sblmnya.
Jawab :
Kalo ingin segera diijabah....mintanya yg kenceng....disertai amal
shaleh yg kenceng
Minta yang sungguh2....
Amal shalih nya smakin banyak...
Shalat sunnah nya ditambah....
Tilawah nya ditambah....
Tanya;Mi afwan td lg bkin susu ank..sy mau tya..mksdnya di surat
46:15.. Stlh mncpai 40 thn..ko ga 35 ...25...
Syukron
Jawab:
40 usia sdh matang bu...
Apa yg dilakukannya adalah pilihan..... yg benar2 pilihan...
Jika di usia 40 kita blm mantap pilihan...msh plin plan.... maka akan
sulit kita mengubahnya .... bth perUbahan
Tanya:
Untk lk2 Atw prmpuan jg kah??
Mksd sy untk smua lk2 dan
prmpuan ya mi..
Jawab:
Ada ungkapan Life Begins at Forty. Hidup baru nendang setelah usia 40
tahun. Begitulah kira-kira bahasa gaul sekarang. Kali ini ada artikel tentang
usia 40 tahun yang ditinjau dari sudut pandang Islam. Mudah-mudahan bermanfaat
bagi umat Islam di CitraIndah. Ketika Al-Qur’an menyebut sesuatu di dalam
ayat-ayat-Nya, tentu ada yang sangat penting atau perlu diperhatikan terhadap
sesuatu tersebut. Demikian juga ketika Al-Qur’an memberikan apresiasi
tersendiri terhadap tahapan manusia kala mencapai usia 40 tahun yang disebutkan
di dalam ayatnya secara eksplisit. Allah swt. berfirman,حَتَّى إَذَا بَلَغَ أَشُدَّهُ
وَبَلَغَ أَرْبَعِيْنَ سَنَةً قَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِى أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِى
أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ
لِى فِى ذُرِّيَّتِى إِنِّى تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّى مِنَ الْمُسْلِمِيْنَApabila
dia telah dewasa dan usianya sampai empat puluh tahun, ia berdoa, “Ya Tuhanku,
tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan
kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang shaleh
yang engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada
anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku
termasuk orang-orang muslim.” (Q.S. al-Ahqâf: 15)Menurut para pakar tafsir,
usia 40 tahun disebut tersendiri pada ayat ini, karena pada usia inilah manusia
mencapai puncak kehidupannya baik dari segi fisik, intelektual, emosional,
karya, maupun spiritualnya. Orang yang berusia 40 tahun benar-benar telah meninggalkan
usia mudanya dan beralih menapaki usia dewasa penuh. Apa yang dialami pada usia
ini sifatnya stabil, mapan, kokoh. Perilaku di usia ini karenanya akan menjadi
ukuran manusia pada usia-usia berikutnya.Doa yang terdapat dalam ayat tersebut
tentu dianjurkan untuk dibaca oleh mereka yang berusia 40 tahunan. Apalagi
mereka yang usianya di atasnya. Di dalamnya tampak terkandung uraian berbagai
gejala orang yang berusia 40 tahun, yaitu: nikmat yang
sempurna telah diterimanya dan diterima oleh orang tuanya,
kecenderungan diri untuk beramal yang positif, rumah tangga
yang beranjak harmonis, kecenderungan diri bertaubat dan
kembali kepada Sang Pencipta, dan ketegasannya mendeklarasikan
diri sebagai pemeluk agama Islam.Pada ayat yang lain, Allah swt. berfirman,أَوَلَمْ
نُعَمِّرْكُمْ مَا يَتَذَكَّرُ فِيْهِ مَنْ تَذَكَّرَ وَجَاءَكُمُ النَّذِيْرُApakah
Kami tidak memanjangkan umurmu dalam tempo yang cukup untuk berpikir bagi
orang-orang yang mau berpikir, dan (apakah tidak) datang kepadamu pemberi
peringatan? (Q.S. Fâthir: 37)Menurut Ibnu Abbas, Hasan al-Bashri, al-Kalbi,
Wahab bin Munabbih, dan Masruq, yang dimaksud dengan “umur panjang dalam tempo
(tenggang waktu) yang cukup untuk berpikir” dalam ayat tersebut tidak lain
adalah kala berusia 40 tahun.Mengapa umur 40 tahun begitu penting?Dalam tradisi
Islam, usia manusia diklasifikasikan menjadi 4 (empat) periode, yaitu1) periode
kanak-kanak atau thufuliyah,2) periode muda atau syabab,3) periode dewasa atau
kuhulah, dan4) periode tua atau syaikhukhah.Ibnu Qayyim Al-Jauziyah menyebut
periode kanak-kanak itu mulai lahir hingga baligh, muda mulai dari usiabaligh
sampai 40 tahun, dewasa usia 40 tahun sampai 60 tahun, dan usia tua dari 60-70
tahun.Usia 40 tahun dengan demikian adalah usia ketika manusia benar-benar
meninggalkan masa mudanya dan beralih menapaki masa dewasa penuh yang disebut
dengan usia dewasa madya (paruh baya) atau kuhulah. Hal ini sesuai dengan
pendapat pakar psikologi seperti Elizabet B. Hurlock, penulis “Developmental
Psychology”. Katanya, “masa dewasa awal” atau “early adulthood” terbentang
sejak tercapainya kematangan secara hukum sampai kira-kira usia 40 tahun.
Selanjutnya adalah masa setengah baya atau “middle age”, yang umumnya dimulai
pada usia 40 tahun dan berakhir pada usia 60 tahun. Dan akhirnya, masa tua atau
“old age” dimulai sejak berakhirnya masa setengah baya sampai seseorang
meninggal dunia. Nuansa kejiwaan yang paling menarik pada usia 40 tahun ini
adalah meningkatnya minat seseorang terhadap agama (religiusitas dan spiritualisme)
setelah pada masa-masa sebelumnya minat terhadap agama itu boleh jadi kecil
sebagaimana diungkapkan oleh banyak pakar psikologi sebagai “least religious
period of life”.Oleh karena itu, dengan berbagai keistimewaannya, maka patutlah
jika usia 40 tahun disebut tersendiri di dalam al-Qur’an. Dan karenanya,
tidaklah heran jika para Nabi diutus pada usia 40 tahun. Nabi Muhammad saw.
diutus menjadi nabi tepat pada usia 40 tahun. Begitu juga dengan nabi-nabi yang
lain, kecuali Nabi Isa as. dan Nabi Yahya as., mereka diutus menjadi nabi
ketika usia mereka genap 40 tahun.Di banyak negara ditetapkan, untuk menduduki
jabatan-jabatan elit yang strategis, seperti kepala negara, disyaratkan bakal
calon harus telah berusia 40 tahun. Masyarakat sendiri tampak cenderung baru
mengakui prestasi seseorang secara mantap tatkala orang itu telah berusia 40
tahun. Soekarno menjadi presiden pada usia 44 tahun. Soeharto menjadi presiden
pada umur 46 tahun. J.F. Kennedy 44 tahun. Bill Clinton 46 tahun. Paul Keating
47 tahun. Sementara Tony Blair 44 tahun.Apa keistimewaan usia 40 tahun?Salah
satu keistimewaan usia 40 tahun tercermin dari sabda Rasulullah saw.,العَبْدُ الْمُسْلِمُ
إِذَا بَلَغَ أَرْبَعِيْنَ سَنَةً خَفَّفَ اللهُ تَعَالَى حِسَابَهُ ، وَإِذَا بَلَغَ
سِتِّيْنَ سَنَةً رَزَقَهُ اللهُ تَعَالَى الْإِنَابَةَ إِلَيْهِ ، وَإِذَا بَلَغَ
سَبْعِيْنَ سَنَةً أَحَبَّهُ أَهْلُ السَّمَاءِ ، وَإِذَا بَلَغَ ثَمَانِيْنَ سَنَةً
ثَبَّتَ اللهُ تَعَالَى حَسَنَاتِهِ وَمَحَا سَيِّئَاتِهِ ، وَإِذَا بَلَغَ تِسْعِيْنَ
سَنَةً غَفَرَ اللهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ وَمَا تَأَخَّرَ وَشَفَّعَهُ اللهُ
تَعَالَى فِى أَهْلِ بَيْتِهِ ، وَكَتَبَ فِى السَّمَاءِ أَسِيْرَ اللهِ فِى أَرْضِهِ
– رواه الإمام أحمدSeorang hamba muslim bila usianya mencapai empat puluh tahun,
Allah akan meringankan hisabnya (perhitungan amalnya). Jika usianya mencapai
enam puluh tahun, Allah akan memberikan anugerah berupa kemampuan kembali
(bertaubat) kepada-Nya. Bila usianya mencapai tujuh puluh tahun, para penduduk
langit (malaikat) akan mencintainya. Jika usianya mencapai delapan puluh tahun,
Allah akan menetapkan amal kebaikannya dan menghapus amal keburukannya. Dan
bila usianya mencapai sembilan puluh tahun, Allah akan mengampuni dosa-dosanya
yang telah lalu dan dosa-dosanya yang belakangan, Allah juga akan memberikan
pertolongan kepada anggota keluarganya, serta Allah akan mencatatnya sebagai
“tawanan Allah” di bumi. (H.R. Ahmad)Hadits ini menyebut usia 40 tahun paling
awal, dimana isinya bermakna bahwa orang yang mencapai usia 40 tahun dan ia
tetap memiliki komitmen terhadap penghambaan kepada Allah swt. sekaligus
memiliki konsistensi terhadap Islam sebagai pilihan keberagamaannya, maka Allah
swt. akan meringankan hisabnya. Perhitungan amalnya akan dimudahkan oleh Allah
swt. Ini merupakan suatu keistimewaan tersendiri, karena dihisab, diteliti
secara detail, diinterogasi secara berbelit-belit, merupakan suatu tahapan di
akhirat yang sangat sulit, pahit, lama, dan mencekam tak ubahnya disiksa,
betapa pun siksa yang sebenarnya belum dilaksanakan.Orang yang usianya mencapai
40 tahun mendapatkan keistimewaan berupa hisabnya diringankan. Boleh jadi ini
karena untuk mencapai usia 40 tahun dengan tingkat penghambaan dan keberagamaan
yang konsisten tentulah membutuhkan proses perjuangan yang melelahkan.Tetapi,
umur 40 tahun merupakan saat harus waspada juga. Ibarat waktu, orang yang
berumur 40 tahun mungkin sudah masuk ashar. Senja. Sebentar lagi maghrib.
Sahabat Qotadah, tokoh generasi tabiin, berkata, “Bila seseorang telah mencapai
usia 40 tahun, maka hendaklah dia mengambil kehati-hatian dari Allah ‘azza wa
jalla.”Bahkan, sahabat Abdullah bin Abbas ra. dalam suatu riwayat berkata,
“Barangsiapa mencapai usia 40 tahun dan amal kebajikannya tidak unggul
mengalahkan amal keburukannya, maka hendaklah ia bersiap-siap ke
neraka.”Nasihat yang diungkap oleh dua sahabat besar tersebut memberikan
pengertian bahwa manusia harus mulai bersikap waspada, hati-hati, dan mawas
diri dalam aktivitas pengabdiannya kepada Allah swt. manakala usianya telah
mencapai 40 tahun. Ia ditekankan untuk meningkatkan atau setidak-tidaknya
mempertahankan amal kebajikan yang telah dibiasakannya pada usia-usia
sebelumnya. Tidak justru “tua-tua keladi”, makin tua dosanya makin
menjadi-jadi. Secara keras, Ibnu Abbas ra. mengingatkan manusia yang berumur 40
tahun dan amal kebajikannya masih kalah dibanding dengan amal keburukannya,
maka hendaklah ia bersiap-siap ke neraka.Atas dasar ini, penduduk Madinah
dahulu yang didominasi oleh para sahabat Nabi Saw. ketika usia mereka telah
mencapi 40 tahun, mereka konsentrasi beribadah. Mereka mulai memprioritaskan
hari-harinya untuk aktivitas ibadah. Kesibukan mencari materi mereka kurangi
dan beralih memfokuskan diri pada kegiatan yang bersifat non-materi, dalam
rangka memobilisasi bekal sebanyak-banyaknya bagi kehidupan setelah mati. Hal
yang sama dilakukan oleh penduduk Andalusia, Spanyol.Imam asy-Syafi’i tatkala
mencapai usia 40 tahun, beliau berjalan seraya memakai tongkat. Jika ditanya,
jawab beliau, “Agar aku ingat bahwa aku adalah musafir. Demi Allah, aku melihat
diriku sekarang ini seperti seekor burung yang dipenjara di dalam sangkar. Lalu
burung itu lepas di udara, kecuali telapak kakinya saja yang masih tertambat
dalam sangkar. Komitmenku sekarang seperti itu juga. Aku tidak memiliki
sisa-sisa syahwat untuk menetap tinggal di dunia. Aku tidak berkenan
sahabat-sahabatku memberiku sedikit pun sedekah dari dunia. Aku juga tidak
berkenan mereka mengingatkanku sedikit pun tentang hiruk pikuk dunia, kecuali
hal yang menurut syara’ lazim bagiku. Di antara aku dan dia ada Allah.”Syeikh
Abdul Wahhab asy-Sya’rani dalam kitab “al-Bahr al-Maurûd” menyatakan, “Kita
memiliki keterikatan janji manakala umur kita telah mencapai 40 tahun, bahwa
kita harus melipat alas tidur kecuali bila terkuasai (yakni, kantuk berat
datang dan tak bisa dihindari), kita tidak boleh alpa dari keberadaan kita
sebagai para musafir ke negeri akhirat di setiap detak nafas, sehingga kita
tidak merasa memiliki kenyamanan sedikit pun di dunia. Kita harus melihat
sedetik nafas dari umur kita setelah usia 40 tahun sebanding dengan 100 tahun
dari umur sebelumnya. Begitulah. Pasca usia 40 tahun, tidak ada rehat bagi
kita, tidak lagi berebutan atas suatu jabatan (kursi), tidak juga merasa senang
dengan sedikit pun dari dunia. Semua itu karena sempitnya usia pasca 40 tahun. Tidaklah
pantas orang yang berada di ujung kematian berlaku lalai, lupa, santai, dan
bermain-main.”Lantas, apa yang harus kita lakukan ketika menginjak usia 40
tahun? Beberapa yang disebutkan Ahmad Syarifuddin dalam bukunya ini adalah:1.
Meneguhkan tujuan hidup2. Meningkatkan daya spiritualisme3. Menjadikan uban
sebagai peringatan4. Memperbanyak bersyukur5. Menjaga makan dan tidur6. Menjaga
konsistensi dan kontinuitasJika ada yang mengatakan bahwa: Life began at forty,
saya cenderung berpendapat bahwa kehidupan yang dimaksud adalah kehidupan
religius, kehidupan yang berfokus dan konsentrasi untuk persiapan menuju negeri
akhirat. Karena bagaimanapun, statemen Helen Rowland itu belum selesai.
Lanjutnya, … but so do fallen arches, rheumatism, faulty eyesight, and the
tendency to tell a story to the same person, three or four times. Kehidupan
memang dimulai umur 40 tahun, tetapi pada saat itu kita juga mulai cekot-cekot,
reumatik, rabun, dan kecenderungan pikun.Karena itu, agaknya syair Ali bin Abi
Thalib ra. ini bisa dijadikan renungan,إِذَا عَاشَ الْفَتَى سِتِّيْنَ عَامًا # فَنِصْفُ
الْعُمْرِ تَمْحَقُهُ اللَّيَالِي وَرُبْعُ الْعُمْرِ يَمْضِى لَيْسَ يُدْرَى # أَيُقْضَى
فِى يَمِيْنٍ أَوْ شِمَالِ وَرُبْعُ الْعُمْرِ أَمْرَاضٌ وَشَيْبٌ # وَشُغْلٌ بِالتَّفَكُّرِ
وَالْعِيَالِJika seorang pemuda dikaruniai usia 60 tahun, maka separuh usianya
habis oleh tidur di malam hari. Sementara seperempat usianya berlalu tanpa
diketahui, apakah dijalankan ke kanan atau ke kiri. Seperempat usianya yang
lain dimangsa oleh sakit, uban, dan kesibukan mengurus keluarga.Jika umur kita
pada kenyataannya lebih banyak yang kita habiskan untuk sesuatu yang tidak
berguna, maka kiranya kini saatnya untuk tidak lagi menyia-nyiakan waktu yang
tersisa. Sebagaimana sahabat Abdullah bin Umar r.a. pernah menceritakan hadits
dari Rasulullah Saw. yang perlu dicamkan berkaitan dengan hal ini.Rasulullah
Saw. memegang kedua pundakku dan bersabda, “Jadilah di dunia seakan-akan kamu
orang asing (perantau) atau pengembara (musafir).” Abdullah bin Umar ra. berkata,
“Jika berada di waktu sore, jangan menanti waktu pagi. Jika berada di waktu
pagi, jangan menanti waktu sore. Pergunakanlah (rebutlah) masa sehatmu (dengan
amal-amal shaleh) untuk bekal (antisipasi) masa sakitmu dan masa hidupmu untuk
bekal (antisipasi) masa matimu.” (H.R. Bukhari).Semoga kita digolongkan
hamba-Nya yang mampu mengisi umur kita dengan sebaik-baiknya sehingga
meringankan hisab kita besok di akhirat. Amin.
Kita ttp dg membaca Alhamdulillah
Alhamdulillah, kajian kita hari ini berjalan dg lancar. Moga ilmu yg
kita dpatkan berkah dan bermanfaat. Amiin....
Baiklah langsung saja kita tutup dengan istighfar masing-masing
sebanyak-banyaknya dan do'a kafaratul majelis:
سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك
Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta
astaghfiruka wa atuubu ilaika
“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada
sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan
bertaubat kepada-Mu.”
Wassalamu'alaikum...
Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT



0 komentar:
Post a Comment