Kajian Online Hamba الله SWT
Rabu, 10 Desember 2014
Narasumber : Ustadzah
Rochma Yulika
Rekapan Grup Nanda 119-120 (Shofie)
Tema : Kajian Islam
Editor
: Rini Ismayanti
SABAR
& MENJAMINKAN DIRI KEPADA ALLAH
:
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ
وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَسْتَهْدِيْهِ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ
شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ
فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ
إِلَهَ إِلاَّ الله وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.
اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ
وَصَحْبِهِ وَمَنِ اهْتَدَى بِهُدَاهُ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ.
Segala
puji bagi Allah, kita memuji-Nya dan meminta pertolongan, pengampunan, dan
petunjuk-Nya. Kita berlindung kepada Allah dari kejahatan diri kita dan
keburukan amal kita. Barang siapa
mendapat dari petunjuk Allah maka tidak akan ada yang menyesatkannya, dan
barang siapa yang sesat maka tidak ada pemberi petunjuknya baginya. Aku bersaksi
bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad adalah hamba dan
Rasul-Nya. Ya Allah, semoga doa dan keselamatan tercurah pada Muhammad dan keluarganya,
dan sahabat dan siapa saja yang mendapat petunjuk hingga hari kiamat.
Menjaminkan
Diri Kepada Allah
Oleh:
Rochma Yulika
Kehidupan
yang kita jalani ini tak lain milik Allah. Kita sebagai hamba wajiblah menaati
segala perintah Nya. Kadang memang terasa berat namun, bila kita melakukan
karena cinta kepada pasti kemudahan kan kita dapatkan.
Rencana
Allah memang tak selalu indah menurut pandangan kita. Juga bukan yang terbagus.
Rencana Allah itu selalu yang terbaik. Sayangnya kita sebagai manusia tak mampu
melihat misteri yang ada di depan. Namun keyakinan dan berprasangka baik pada
setiap ketetapan Allah itu yang kita wajib lakukan.
Menjaminkan
diri kepada Allah tak lain seperti halnya mewakafkan diri kita untuk mengabdi
pada Nya, memperjuangkan din Nya, serta rela berkorban demi tergaknya
kalimatullah di muka bumi ini.
Dalam
An Nahl:97 dikatakan,"Barang siapa mengerjakan kebajikan, baik laki-laki
maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka pasti akan Kami berikan kepadanya
kehidupan yang baik dan akan kami berikan kepadanya belasan pahala yang lebih
baik dari apa yang telah mereka lakukan."
Ada
beberapa jaminan yang akan kita dapatkan kala kita telah menjaminkan diri
kepada Allah.
1.
Ketenangan jiwa kan didapat kala kita banyak dzikir.
Dzikir
adalah sumber kehidupan bagi hati, jalan terbukanya hati, bahkan dzikir
merupakan jalan terbukanya kemudahan.
Ibnu
Taimiyah menasihati,"Aku tak kan kuat menjalani kehidupan sepanjang hari
tak kan kuat sebelum sarapan ini." Yang dimaksud "sarapan ini"
adalah dzikir. Dzikir itu kekuatan kita. Dan kekuatan itu berawal di pagi hari.
Ibnul
Qayyim menyebuntukan, "Aku mendengar Ibnu Taimiyah berkata,"Dzikir
bagi hati seperti air dengan ikan. Bagaimana keadaan ikan jika ia ditinggalkan
air?"
Maka
hubungan hamba bukan sekedar bermunajat saja pada pagi dan sore, namun
mengingat Allah kapan saja dan dimana saja juga dalam keadaan apapun. Suka
duka, sedih gembira.
2.
Perlindungan dan Rasa Aman kita dapatkan dengan Tawakal. Berserah diri kepada
Allah akan melahirkan rasa aman dan terlindungi.
Manusia
pada dasarnya itu faqir. Tak punya apa-apa. Hanya Allah yang ia punya. Namun
mereka tak menyadari akan hal itu. Kala harta meninggalkan kita, anak, suami
atau kerabat juga teman misalkan meninggalkan kita, tak sedikit pun Allah kan
meninggalkan kita.
Hidup
manusia berbatas. Semua rasa, peristiwa kan datang silih berganti. Dan tugas
kita hanya menyikapinya dengan sabar dan sayaukur dalam setiap keadaan.
3.
Mendapatkan kemudahan bila kita menjadi manusia yang bertaqwa.
Taqwa
adalah jalan menuju hidayah, petunjuk dan istiqamah dalam menjalankan agama
Allah, seperti yang diperintahkan oleh Nya.
Ketaqwaan
pada Allah Azza wa Jalla adalah modal kekayaan inspirasi, sumber cahaya, dan
karunia yang melimpah..
Hikmah
yang akan hadir ketika Taqwa tersimpan dalam diri kita:
1.
Karunia berupa cahaya yang akan menerangi perjalanan manusia
2.
Jalan keluar yang menentramkan batin walau besar dan rumit problema yang
dihadapi
3.
Menjadi manusia yang selalu hati-hati dan senantiasa waspada dalam menapaki
perjalann hidup ini.
4.
Menumbuhkan Furqan, yakni mampu membedakan antara yang haq dan bathil.
Taqwa
lahir sebagai konsekuensi logis dari keimanan yang kokoh. Taqwa hanya dimiliki
oleh siapa saja yang berusaha menggenapkan ketaatannya pada Allah Aza wa Jalla.
Taqwa
itu kepekaan batin, kelembutan perasaan, rasa takut yang terus menerus, selalu
waspada dan hati-hati.
4.
Mendapat kemenangan dengan kesungguhan dan jihad menegakkan agama Allah.
Allah
telah menentukan, bahwa kemenangan dan pertolongan Nya sangat dekat bila kita
sebagai hamba mampu menjalani sebab-sebabnya.
Dan
Allah sebagai Rabbul asbab, telah menjelaskan sebab-sebab sampainya kemenangan
dan pertolongan ada dalam kitab Nya.
Hal
yang paling penting adalah dari sampainya pada sebab itu, yakni adanya kesungguhan
untuk berjuang menegakkan kebenaran dan mampu menjalani segala kaidan yang
ditetapkan.
Al Izzatu
Lillahi Wahdah
Keyakinan
modal utama.....
Doa
penopangnya.........
Usaha
jalannya.....
Tawakkal
untuk hasil akhirnya
“Hakekat
iman tidak akan terbukitai kesempurnaannya dalam hati seseorang sampai ia
menghadapi benturan. Karena di sinilah seseorang melakukan mujahadah
sebagaimana seseorang melakukan bersungguh-sungguh kepadanya untuk
menghalanginya dari keimanan."
Kesuksesan
hanya akan sampai kepada mereka yang senantiasa memaksimalkan seluruh potensi
dan kenikmatan yang Allah berikan kepadanya.
Kesuksesan
tidak akan bersanding dengan orang yang hanya setengah setengah dalam melakukan
usaha apalagi malas malasan.
Keyakinan
penuh yang akan membuat seseorang bisa bertahan lebih lama.
Keyakinan
penuh yang akan membuat seseorang bekerja dan terus bekerja.
Keyakinan
penuh yang akan membuat seseorang mengerti saatnya bekerja keras dalam mencari
penghidupan maupun mengambil kesempatan berkiprah di jalan dakwah ini.
Jalan
mana yang kau pilih Saudaraku......?
Sesungguhnya
hidup manusia berada di persimpangan jalan, yakni jalan kebenaran yang akan
mengantarkan perjumpaan dengan sang Maha Pencipta.
Sedang
jalan kedua, jalan kesesatan yang akan menjerumuskannya ke lubang kesengsaraan,
yakni masuk ke neraka.
Sahabat
surgaku...
Hidup
ini hanya sebentar maka jangan biarkan tertukar
Hidup
ini hanya selintas makan jangan biarkan diri tergilas
Hidup
ini sangat sesaat jangan biarkan jiwa kita tersesat
5.
Mendapat pahala dan ketegaran lantaran kesabaran.
Sabar
adalah kekuatan menahan dan meredam.
Rahasia
Bersabar
Seseorang
mampu bisaabar karena ia MENGETAHUI adanya konsekwensi yang baik jika ia
bersabar & ada akibat yang buruk jika ia tidak sabar. Seorang buruh rela bersabar
bekerja keras karena tahu di akhir bulan ia akan digaji. Seorang karyawan
bersabar dimarahi atasannya karena ia tahu kalau ia tidak sabar dimarahi, ia
akan lebih dimarahi lagi.
Ketahuilah
bahwa sabar, jika dipandang dalam permasalahan seseorang adalah ibarat kepala
dari suatu tubuh. Jika kepalanya hilang maka keseluruhan tubuh itu akan
membusuk. Sama halnya, jika kesabaran hilang, maka seluruh permasalahan akan
rusak.
–Khalifah
Ali bin Abi Thalib-
Demikianlah,
orang-orang mulia mampu bersabar karena tahu balasan dari sabar adalah sesuatu yang
tak terhingga, yaitu kebahagiaan di akhirat.
"Tidak
ada seorangpun yang bersabar terhadap kesulitan hidupnya kecuali aku akan menjadi
penolongnya nanti di hari kiamat" (HR .muslim)
Sabar Dalam
Ikhtiar
Dalam
ikhtiar harus ada sabar
Meski
diri harus terkapar, bangkitlah segera untuk tegar
Dan
Ketika dosa mengakar sertai selalu dengan istighfar
Dalam
setiap usaha harus ada doa
Meski
lelah menyesakkan jiwa jalani dengan lapang dada
Dan
ketika raga didera derita tetaplah istiqamah di jalanNya
Dalam
hidup harus ada semangat
Agar
jiwa tak mudah berkarat
Jangan
mudah gentar meski beban hidup terasa berat
hingga
menjadi jiwa-jiwa yang selamat
Dalam
dakwah harus ada amanah
Meski
harus berlelah niatkan semua karena bagian dari ibadah
Dan
ketika harus bersusah payah, yakinlah semua kan berupah.
Al-Imam
Hasan Al-Bashri rahimahullah berkata :
Wahai
manusia, sesungguhnya aku tengah menasihati kalian, dan bukan berarti aku orang
yang terbaik di antara kalian, bukan pula orang yang paling shalih di antara
kalian.
Sungguh,
akupun telah banyak melampaui batas terhadap diriku. Aku tidak sanggup
mengekangnya dengan sempurna, tidak pula membawanya sesuai dengan kewajiban
dalam menaati Rabb-nya.
Andaikata
seorang muslim tidak memberi nasihat kepada saudaranya kecuali setelah dirinya
menjadi orang yang sempurna, niscaya tidak akan ada para pemberi nasihat.
Akan
menjadi sedikit jumlah orang yang mau memberi peringatan dan tidak akan ada
orang-orang yang berdakwah di jalan Allah ‘Azza wa Jalla, tidak ada yang
mengajak untuk taat kepada-Nya, tidak pula melarang dari memaksiati-Nya.
Namun
dengan berkumpulnya ulama dan kaum mukminin, sebagian memperingatkan kepada
sebagian yang lain, niscaya hati-hati orang-orang yang bertakwa akan hidup dan
mendapat peringatan dari kelalaian serta aman dari lupa dan kekhilafan.
Maka
terus meneruslah berada pada mejelis-mejelis dzikir (mejelis ilmu), semoga
Allah ‘Azza wa Jalla mengampuni kalian. Bisa jadi ada satu kata yang terdengar
dan kata itu merendahkan diri kita namun sangat bermanfaat bagi kita.
Bertaqwalah kalian semua kepada Allah ‘Azza wa Jalla dengan sebenar-benarnya
taqwa dan janganlah kalian mati kecuali dalam keadaan muslim.
*(Mawai’zh
lil Imam Al-Hasan Al-Bashri, hal.185-187)
TANYA JAWAB
Q
: Bundaa rochmaa ana pribdi ya sudah banyak baca teori sabar, hikmah sabar tapi kenapa yaa kok blm bisa
100% mengaplikasikan sabar dan kdang masih suka ngeluh bundaaa?? Bagaimana cara
mengatasinya bunda ??
A
: Para ulama membagi kesabaran menjadi tiga:
1.
Sabar dalam ketaatan kepada Allah. Merealisasikan ketaatan kepada Allah, membutuhkan
kesabaran, karena secara tabiatnya, jiwa manusia enggan untuk beribadah dan
berbuat ketaatan. Ditinjau dari penyebabnya, terdapat tiga hal yang menyebabkan
insan sulit untuk sabar. Pertama karena malas, seperti dalam melakukan ibadah
shalat. Kedua karena bakhil (kikir), seperti menunaikan zakat dan infaq. Ketiga
karena keduanya, (malas dan kikir), seperti haji dan jihad.
2.
Sabar dalam meninggalkan kemaksiatan. Meninggalkan kemaksiatan juga membutuhkan
kesabaran yang besar, terutama pada kemaksiatan yang sangat mudah untuk
dilakukan, seperti ghibah (baca; ngerumpi), dusta, dan memandang sesuatu yang
haram.
3.
Sabar dalam menghadapi ujian dan cobaan dari Allah, seperti mendapatkan musibah,
baik yang bersifat materi ataupun inmateri; misalnya kehilangan harta dan
kehilangan orang yang dicintai.
Kiat-kiat
Untuk Meningkatkan Kesabaran
Ketidaksabaran
(baca; isti’jal) merupakan salah satu penyakit hati, yang harus diterapi sejak
dini. Karena hal ini memilki dampak negatif pada amal. Seperti hasil yang tidak
maksimal, terjerumus kedalam kemaksiatan, enggan melaksanakan ibadah. Oleh
karena itulah, diperlukan beberapa kiat guna meningkatkan kesabaran. Di
antaranya:
1.
Mengikhlaskan niat kepada Allah SWT
2.
Memperbanyak tilawah (membaca) Al-Qur’an, baik pada pagi, siang, sore ataupun
malam hari. Akan lebih optimal lagi manakala bacaan tersebut disertai
perenungan dan pentadaburan.
3.
Memperbanyak puasa sunnah. Puasa merupakan ibadah yang memang secara khusus
dapat melatih kesabaran.
4.
Mujahadatun nafs, yaitu sebuah usaha yang dilakukan insan untuk berusaha secara
giat untuk mengalahkan nafsu yang cenderung suka pada hal-hal negatif, seperti
malas, marah, dan kikir.
5.
Mengingat-ingat kembali tujuan hidup di dunia. Karena hal ini akan memacu insan
untuk beramal secara sempurna.
6.
Perlu mengadakan latihan-latihan sabar secara pribadi. Seperti ketika sedang
sendiri dalam rumah, hendaklah dilatih untuk beramal ibadah daripada
menyaksikan televisi, misalnya. Kemudian melatih diri untuk menyisihkan
sebagian rezeki untuk infaq fi sabilillah.
7.
Membaca-baca kisah-kisah kesabaran para sahabat, tabi’in maupun tokoh-tokoh
Islam lainnya.
Cerita
dikit nih...
Klo
kebentur benda keras atau apalah... yang buat tubuh kita sakit... nah kita
pasti
ngeluhkan.... coba nikmati setiap rasa itu dengan sayaukur dan sabar...
sabar
menikmati sakit yakni ambil kesempatan bahwa ketika puncak-puncak nya sakit
saat itu doa dikabulkan....
Sayaukur...
kita bersayaukur bahwa Allah ksih kesempatan kita mengurangi dosa atau menambah
pahala dr rasa sakit yang kita rasa.
Q
: Bundaaa Rochma Sabar itu g ada batasnya ya bun...tapi sering bingiitts kita dengar
orang-orang pada bilang "kesabaranku
sudah habis" duh...sedih banget klo ada yang smpe berucap begitu, bagaimana
cara kita menjelaskan agar dapat dimengerti dengan mudah?
A
: Sabar itu memang ga ada batasnya....hanya manusia yang banyak keterbatasan yang
menjadikan seolah sabar itu berbatas. Ada keluhan dll. Kesabaran tidak ada
batasnya. Orang yang mengatakan kesabaran ada batasnya, karena dia berhenti
bersabar. Sesungguhnya, kesulitan dan kesedihan ini sementara. Yang lebih baik
sedang dalam perjalanan menemuimu. Engkau berhak bagi yang lebih baik, bersabarlabh.
Q
: Bunda cara jelasin ke orang-orang yang awam maksudnya sama agama ga begitu
peduli bagaimna ya?
A
: Contoh tak dikabulkan doa kita butuh sabar, ada hikmah dari setiap peristiwa.
Hikmah
dibalik doa kita yang nggak terkabul...
ADA
seseorang yang rajin berdoa, meminta sesuatu kepada Allah. Orangnya begitu
sholeh dan ibadahnya pun baik. Tetapi do’a yang dipanjatkannya tak kunjung
terkabul. Sebulan menunggu masih belum terkabul juga. Tetap dia berdoa. Tiga
bulan berlalu juga belum terkabul. Tetap dia meneruskan do’anya. Hingga hampir
satu tahun doa yang ia panjatkan, belum terkabul juga.
Dia
melihat teman kantornya. Orangnya biasa saja. Tak istimewa. Sholat masih
bolong-bolong. Kelakuannya juga sering nggak beres, sering tipu-tipu, bohong
sana-sini. Tapi anehnya, apa yang dia doakan, semuanya dipenuhi.
Orang
sholeh ini pun heran. Akhirnya, dia pun mendatangi seorang ustadz. Berceritalah
dia mengenai permasalahan yang sedang dihadapi. Tentang doanya yang sulit
terkabul padahal dia taat, sedangkan temannya yang bandel, malah mendapat apa
yang dia inginkan.
Tersenyumlah
ustadz ini. Bertanyalah sang ustadz ke orang shalih ini,
“kalau
Anda lagi duduk di warung, kemudian datang pengamen, tampilannya urakan, maen
musiknya gak benar, suaranya fals, bagaimana?”,
Orang
sholeh tadi menjawab, “segera saya kasih pak ustadz, gak tahan ngeliat dan
ndengerin dia lama-lama di situ, sambil nyanyi pula.”
“Kalau
pengamennya yang dateng rapi, main musiknya enak, suaranya empuk, bawain lagu yang
kamu suka, bagaimana?” tanya sang
ustadz
lagi.
Orang
shalih pun segera menjawab, “wah, kalo gitu, saya dengerin ustadz. Saya biarin
dia nyanyi sampai habis. Lama pun nggak masalah. Kalau perlu saya suruh nyanyi
lagi. Nyanyi sampai sealbum pun saya rela. Kalau pengamen tadi saya kasih 500
rupiah, yang ini 50.000 rupiah juga berani, ustadz.”
Pak
ustadz pun tersenyum dan menjelaskan “begitulah nak.. Allah ketika melihat
engkau, yang sholeh, datang menghadap-Nya, Allah betah ndengerin doamu. Melihat
kamu. Dan Allah pengen sering ketemu kamu dalam waktu yang lama. Buat Allah,
ngasih apa yang kamu mau itu gampang betul. Tapi Dia ingin menahan kamu biar
khusayauk, biar deket sama Dia. Coba bayangin, kalo doamu cepet dikabulin, apa
kamu bakal sedekat ini? Dan di penghujung nanti, apa yang kamu dapatkan kemungkinan
besar jauh lebih besar dari apa yang kamu minta.”
“Beda
sama temenmu itu. Allah gak mau kayaknya, dia deket-deket sama Allah. Udah dibiarin
biar bergelimang dosa aja dia ini. Makanya Allah buru-buru kasih aja. Udah. Jatahnya
ya segitu doang. Gak nambah lagi.” lanjut sang ustadz.
“Dan
yakinlah..”, kata sang ustadz, “kalaupun apa yang kamu minta ternyata gak Allah
kasih sampai akhir hidupmu, masih ada akhirat, nak. Sebaik-baik pembalasan
adalah jatah surga buat kita. Nggak bakal ngerasa kurang
kita
di situ.”
Tersadarlah
orang tadi. Ia pun beristighfar, sudah berprasangka buruk kepada Allah. Padahal
Allah betul-betul sangat menyayanginya.
Q
: Kata-kata itu menginspirasi sekali, Ustadzah. Saya bertanya boleh yah? Qadarullaah
saat ini saya sdengan dikasih ujian kesabaran, ustadzah dan masih penasaran dengann
apa yang sebaiknya saya lakukan saat ini. Saya hanya seorang muslimah yang sdengan
dalam perjalanan berhijrah dan masih banyak kekurangan. Saya menyadari
kesalahan saya dulu dan menyesali semua itu, ustdzah. Namun saat ini, ada teman
di masa lalu saya (boleh sebut dia Fulan ya,ustadzah) yang membuka 'kekurangan'
saya dulu kepada orang lain, sampai orang lain itu berpikir bahwa saya lah yang
menyakiti fulan. Sejujurnya saya merasa sakit, ustadzah. Tapi saya ingin
berusaha bersabar untuk tidak memperpanjang pembahasan ini. Tapi sejujurnya
juga dalam hati ini masih ingin rasanya untuk menjelaskan kepada semua pihak
apa yang sebenarnya terjadi. Apakah saya harus menahan dan bersabar untuk tidak
memperpanjang persoalan ini atau kah lebih baik saya jelaskan ya, Ustadzah?
Jazakillaah khoir, ustadzah Rochma
A
: Memang kita bisa saja marah bila ada yang berbuat seperti itu pada kita. Bila
kita baik hati, bisa saja orang lain menuduh kita punya pamrih... Tapi,
bagaimanapun juga, berbaik hatilah....
Bila
kita jujur dan terbuka, mungkin saja
orang lain akan menipu kita...
Tapi,
bagaimanapun juga, jujur dan terbukalah....
Bila
kita mendapat ketenangan dan kebahagiaan, bisa saja orang lain jadi
iri...
Tapi,
bagaimanapun juga, berbahagialah....
Bila
kita sukses, kita akan mendapat beberapa teman palsu... dan berapa sahabat sejati...
Tapi,
bagaimanapun juga, sukses lah....
Apa
yang kita bangun selama bertahun- tahun, mungkin saja dihancurkan orang lain hanya
dalam semalam ...
Tapi,
bagaimanapun juga, bangunlah...
Kebaikan
yang kita lakukan hari ini, mungkin saja
besok sudah dilupakan orang lain .....
Tapi, bagaimanapun juga, berbuat baiklah...
Berikanlah
yang terbaik dari diri kita....
Pada
akhirnya, kita tahu bahwa ini adalah urusan antara kita dan Allah....
Ini
bukan urusan antara kita dan mereka...
Semoga
kita menjadi hamba-hamba yang ga perlu diperpanjang... belajarlah untuk menyederhanakan
setiap masalah
setiap
kita punya masa lalu... jika sudah berhasrat untuk memperbaiki diri
Allah
saja kasih ruang
Q
: Bunda...jalan dakwah itu kan g mudah ya...dalam diri saya banyak buanget
rintangan-rintangan yang harus dilewati, apalagi dengan kondisi lingkungan
tempat tinggal yang g kondusif dan faktor orangtua yang ga mendukung, saya lebih
adem ketika keluar cari komunitas yang mendukung ruhiyah saya, mengecharge diri
sepekan sekali, silaturahmi ke rumah-rumah orang-orang sholih/sholikhah, tapi
bagaimana dengan lingkungan saya? Masak saya diam aj ya...tapi faktor yang udah
saya sebutin tadi mengkendorkan hati saya?
A
: Memang begitulah tabiat jalan dakwah...
Menjadi
Luar Biasa Itu Keharusan
Oleh:
Rochma Yulika@penulisbuku.
"Untuk Muslimah yang Tak Pernah Lelah Berdakwah"
Tak
cukup menjadi manusia biasa untuk mengusung dakwah ini ke depan.
Tantangan
semakin besar maka butuh manusia-manusia yang bermental pejuang bukan bermental
pecundang.
Tantangan
dakwah makin sulit, maka dakwah butuh manusia-manusia yang berjiwa besar bukan
manusia yang suka omong besar.
Tantangan
dakwah semakin berat maka dakwah butuh manusia-manusia tangguh bukan manusia
berjiwa rapuh
Apakah
kita puas menjadi manusia biasa saja?
Ternyata
tak cukup menjadi orang BAIK untuk menjalani kehidupan tapi kita juga harus
menjadi orang yang KUAT, tegar, dan TANGGUH. Menjadi orang baik butuh kesabaran.
Menjadi orang kuat butuh ILMU dan keberanian.
Mari
kita tegakkan panji-panji islam
Q
: Tapii untuk kasus sabar itu, gimana cara meyakinkan orang supaya bisaa sabar
di saat orang itu merasa klo dirinya sudah sangat terdzolimi, sudah sangat
galau.. Gimana sikap kita pada orng seprti ini, apakah di diamkan dulu atau
langsung dinasehati yah ustz?
A
: Keadaan seperti itu tak mudah... tugas kita menyuport agar tak lepas imannya...
Kita
tidak bisa bicara dengan dalil saja tapi dengan ibrah...contoh di sekitar kita...
Coba cari pasti ada yang keadaan lebih buruk dari yang dialami. bersyukur dengan
ujian itu karena bisa berbuah kemuliaan di kemudian hari.
Q
: Ustdz.. ketika kita sabar.. tapi ada saudara kita yang tidak sabar dengan
kesabaran kita gimana ustdz. Memang.. kadang sering merasa dimanfaatkan oleh
teman yang baru dikenal... berulang dan berulang.. saya pribadi ga masalah.. tapi
saudara saya bilang.. jangan .. ntar malah ngajarin orang jd ga bener.. Misalnya
ada temen minjam duit janji seminggu.. tapi ujung-ujungnya bayar sebulan. Trus
habis bayar minjam lagi kadang 2x lipat dari pinjman pertama. Janji satu hari..
tapi bayarnya jadi dua bulan.. trus minjam lagi.. naik lagi pinjaman nya.
Setahun lebih kenal dia.. ga pernah dia yang ga ngeluh. Dan belakangan ini dia
banyak mendapat cobaan. Suaminya sakit. Ga
bisa ngapa-ngapa in.. dia juga habis ngelahirin.. dia PNS.. punya gaji
bulanan. Tapi gajinya habis buat nyicil pinjaman. Dia orangnya suka belanja..
udh diksih tau klo belanja yang perlu-perli aja.. dia bilang iya. Tapi tetep
aja gitu. 2 hari yang lalu dia minjam lagi.. setelah minggu lalu bayar... saya
suka kasihan klo ga minjamin ustdz.. selalu bayangin klo saya diposisi dia. Tapi
kata saudara saya.. ga usah aja... biar dia belajar.. ga hidup boros lagi. Sms
nya klo minjam suka
Sedih-sedih
ustdz.. saya belum ngasih jwbn iya ato ga ke dia.. serba salah mo
ngasih
dan ga ustdz. Sebaiknya saya gmn ustdz? Sementara klo saya pinjamin
sekarang..
mngkn iya dia janji seminggu tapi bayarnya bisanya berbulan-bulan.
Sementara
bulan depan saya lagi butuh banyak uang untuk suatu keperluan.
A
: Yang perlu kita koreksi adalah niat... meminjami memang beresiko seperti
halnya saya... Beberapa kali dipinjam dan tidak kembali. belajar mengikhlaskan
meski berat dan Allah akan ganti. Makanya jika memang dalam keadaan berat kita
juga berhak menolak untuk kehati-hatian. Makanya lebih baik memilih memberi
meski tidak sebanyak yang mau dipinjam tapi tidak ada beban
Q
: Assalamu'alaikum ustadzah, santi mau nanya, teman santi ada udah tau klu
jilbab
itu wajib, tapii dianya blum mau pake jilbab, dianya juga rajin ngaji
dan
ikut pengajian gitu katanya, tapii kemarin santi nanya kenapa blum pake
jilbab,
dianya bilang blum siap soalnya katanya dianya sering melihat seseorang yang
pake jilbab yang berzina, apa yang harus saya lakuin biar dianya mau berjilbab,
soalnya dianya kan sudah tau soal kewajiban untuk berjilbab ustadzah. Malah dia
lebih pinter rasanya soal ilmu agama ustadzah. Makasi sebelumnya
A
: Ga bisa pukul rata gitu hehe. Yang wajib lakukan klo akhlak kembali pada person....
Nasihati semampu kita dan doakan kebaikan serta petunjuk
Sebelum
Kamu Mengeluh ...
Bismillah
...
Hari
ini sebelum kamu mengatakan kata-kata yang tidak baik,Pikirkan tentang seseorang
yang tidak dapat berbicara sama sekali.
Sebelum
kamu mengeluh tentang rasa dari makananmu,Pikirkan tentang seseorang yang tidak
punya apapun untuk dimakan.
Sebelum
kamu mengeluh tidak punya apa-apa,Pikirkan tentang seseorang yang meminta-minta
dijalanan.
Sebelum
kamu mengeluh bahwa kamu buruk,Pikirkan tentang seseorang yang berada pada
tingkat yang terburuk didalam hidupnya.
Sebelum
kamu mengeluh tentang suami atau istri kamu.Pikirkan tentang seseorang yang
memohon kepada Allah Azza Wa Jalla untuk diberikan teman hidup.
Hari
ini sebelum kamu mengeluh tentang hidupmu,Pikirkan tentang seseorang yang meninggal
terlalu cepat.
Sebelum
kamu mengeluh tentang anak-anakmu,Pikirkan tentang seseorang yang sangat ingin
mempunyai anak tetapi dirinya mandul.
Sebelum
kamu mengeluh tentang rumahmu yang kotor karena pembantumu tidak mengerjakan
tugasnya,Pikirkan tentang orang-orang yag tinggal dijalanan.
Sebelum
kamu mengeluh tentang jauhnya kamu telah menyetir,Pikirkan tentang seseorang
yang menempuh jarak yang sama dengan berjalan.
Dan
disaat kamu lelah dan mengeluh tentang pekerjaanmu,Pikirkan tentang pengangguran,orang-orang
cacat yang berharap mereka mempunyai pekerjaan seperti kamu.
Sebelum
kamu menunjukkan jari dan menyalahkan orang lain,ingatlah bahwa tidak ada seorangpun
yang tidak berdosa,,,
Dan
ketika kamu sedang bersedih dan hidupmu dalam kesusahan,Tersenyum dan Bersyukurlah
pada Rabb bahwa kamu masih hidup......
“Semoga
sisa usia ini berkah...
Rochma
Yulika-Uhibukum fillah
Doa Kafaratul Majelis :
سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك
Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta
astaghfiruka wa atuubu ilaika
“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa
tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon
pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”.
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT



0 komentar:
Post a Comment