Kita mulai yukk
بسم الله الرحمن الرحيم
Jangan Futur, Jangan
Bosan dan Jangan ada Rasa Malas bagi yang terus Menuntut Ilmu
Seorang penuntut ilmu
tidak boleh futur dalam usahanya untuk memperoleh dan mengamalkan ilmu. Futur
yaitu rasa malas, enggan, dan lamban dimana sebelumnya ia rajin,
bersungguh-sungguh, dan penuh semangat. Futur adalah satu penyakit yang sering
menyerang sebagian ahli ibadah, para da’i, dan penuntut ilmu. Sehingga
seseorang menjadi lemah dan malas, bahkan terkadang berhenti sama sekali dari
melakukan aktivitas kebaikan.
Orang yang terkena
penyakit futur ini berada pada tiga golongan, yaitu:
1. Golongan yang berhenti
sama sekali dari aktivitasnya dengan sebab futur, dan golongan ini banyak
sekali.
2. Golongan yang terus
dalam kemalasan dan patah semangat, namun tidak sampai berhenti sama sekali
dari aktivitasnya, dan golongan ini lebih banyak lagi.
3. Golongan yang kembali
pada keadaan semula, dan golongan ini sangat sedikit.
Di antara sebab-sebab
itu adalah.
1. Hilangnya keikhlasan.
2. Lemahnya ilmu syar’i.
3. Ketergantungan hati
kepada dunia dan melupakan akhirat.
4. Fitnah (cobaan) berupa
isteri dan anak.
5. Hidup di tengah
masyarakat yang rusak.
6. Berteman dengan
orang-orang yang memiliki keinginan yang lemah dan cita-cita duniawi.
7. Melakukan dosa dan
maksiat serta memakan yang haram.
8. Tidak mempunyai tujuan
yang jelas (baik dalam menuntut ilmu maupun berdakwah).
9. Lemahnya iman.
10. Menyendiri (tidak mau
berjama’ah).
11. Lemahnya pendidikan.
Futur adalah penyakit
yang sangat ganas, namun tidaklah اللّهُ ﷻ menurunkan
penyakit melainkan Dia pun menurunkan obatnya. Akan mengetahuinya orang-orang
yang mau mengetahuinya, dan tidak akan mengetahuinya orang-orang yang enggan
mengetahuinya. Di antara obat penyakit futur adalah.
1. Memperbaharui keimanan. Yaitu
dengan mentauhidkan اللّهُ ﷻ dan memohon
kepada-Nya agar ditambah keimanan, serta memperbanyak ibadah, menjaga shalat
wajib yang lima waktu dengan berjama’ah, mengerjakan shalat-shalat sunnah
rawatib, melakukan shalat Tahajjud dan Witir. Begitu juga dengan bersedekah,
silaturahmi, birrul walidain, dan selainnya dari amal-amal ketaatan.
2. Merasa selalu diawasi
اللّهُ Ta’ala dan banyak berdzikir kepada-Nya.
3. Ikhlas dan takwa.
4. Mensucikan hati (dari
kotoran syirik, bid’ah dan maksiat).
5. Menuntut ilmu, tekun
menghadiri pelajaran, majelis taklim, muhadharah ilmiyyah, dan daurah-daurah
syar’iyyah.
6. Mengatur waktu dan
mengintrospeksi diri.
7. Mencari teman yang baik
(shalih).
8. Memperbanyak mengingat
kematian dan takut terhadap suul khatimah (akhir kehidupan yang jelek).
9. Sabar dan belajar untuk
sabar.
10. Berdo’a dan memohon
pertologan اللّهُ.
Sebab, bosan adalah
penyakit yang mematikan, membunuh cita-cita seseorang sebesar sifat bosan yang
ada pada dirinya. Setiap kali orang itu menyerah terhadap kebosanan, maka
ilmunya akan semakin berkurang. Terkadang sebagian kita berkata dengan tingkah
lakunya, bahkan dengan lisannya, “Saya telah pergi ke banyak majelis ilmu,
namun saya tidak bisa mengambil manfaat kecuali sedikit.”
Ingatlah, kehadiran Kita
dalam majelis ilmu cukup membuat Kita mendapatkan pahala. Bagaimana jika Kita
mengumpulkan antara pahala dan manfaat? Oleh karena itu, janganlah putus asa.
Ketahuilah, ada beberapa orang yang jika saya ceritakan kisah mereka, maka Kita
akan terheran-heran. Di antaranya, pengarang kitab Dzail Thabaqaat
al-Hanabilah. Ketika menulis biografi, ia menyebutkan banyak cerita unik
beberapa orang ketika mereka menuntut ilmu.
Abdurrahman bin an-Nafis
-salah seorang ulama madzhab Hanbali- dulunya adalah seorang penyanyi. Ia
mempunyai suara yang bagus, lalu ia bertaubat dari kemunkaran ini. Ia pun
menuntut ilmu dan ia menghafal kitab al-Haraqi, salah satu kitab madzhab
Hanbali yang terkenal. Lihatlah bagaimana keadaannya semula. Ketika ia jujur
dalam taubatnya. Beliau menjadi Ulama.
Demikian pula dengan
‘Abdullah bin Abil Hasan al-Jubba’i. Dahulunya ia seorang Nashrani. Kelurganya
juga Nashrani bahkan ayahnya pendeta orang-orang Nashrani sangat mengagungkan
mereka. Akhirnya ia masuk Islam, menghafal Al-Qur-an dan menuntut ilmu.
Sebagian orang yang sempat melihatnya berkata, “Ia mempunyai pengaruh dan
kemuliaan di kota Baghdad.”
Demikian juga dengan
Nashiruddin Ahmad bin ‘Abdis Salam. Dahulu ia adalah seorang penyamun
(perampok). Ia menceritakan tentang kisah taubatnya dirinya → Suatu hari
ketika tengah menghadang orang yang lewat, ia duduk di bawah pohon kurma atau
di bawah pagar kurma. Lalu melihat burung berpindah dari pohon kurma dengan
teratur. Ia merasa heran lalu memanjat ke salah satu pohon kurma itu. Ia
melihat ular yang sudah buta dan burung tersebut melemparkan makanan untuknya.
Ia merasa heran dengan apa yang dilihat, lalu ia pun taubat dari dosanya.
Kemudian ia menuntut ilmu dan banyak mendengar dari para ulama. Banyak juga
dari mereka yang mendengar pelajarannya.
Inilah sosok-sosok yang
dahulunya adalah seorang penyamun, penyanyi dan ada pula yang Nashrani. Walau
demikian, mereka menjadi pemuka ulama, sosok mereka diacungi jempol dan amal
mereka disebut-sebut setelah mereka meninggal.
Jangan putus asa,
berusahalah dengan sungguh-sungguh, mohonlah pertolongan kepada اللّهُ ﷻ dan jangan lemah. Walaupun Kita pada hari ini belum
mendapatkan ilmu, maka curahkanlah terus usahamu di hari kedua, ketiga,
keempat,.... setahun, dua tahun, dan seterusnya...
Seorang penuntut ilmu
tidak boleh terburu-buru dalam meraih ilmu syar’i. Menuntut ilmu syar’i tidak
bisa kilat atau dikursuskan dalam waktu singkat. Harus diingat, bahwa
perjalanan dalam menuntut ilmu adalah panjang dan lama, oleh karena itu wajib
sabar dan selalu memohon pertolongan kepada اللّهُ Ta'ala agar tetap istiqamah
dalam kebenaran.
Semoga Kita semua tidak
ada rasa Futur, Bosan dan Malas dalam menuntut ilmu di Kajian Online ini.
Jangan terkalahkan dengan kesibukan dunia yang fana yaa.
آمِــــــــــيْنَ يَا
رَبَّ الْعَالَمِــــــــــيْنَ
TANYA
JAWAB
1. Pak di saat kita sendiri masih harus
belajar banyak tentang agama. Bolehkah kita pun mengajar kan untuk
yang lain untuk anak atau sahabat kita dan bagaimana. Cara yang lebih
mudah memberi tahukan yang dia tau ke orang lain. Karena terkadang ada
rasa takut dan ragu, takut di bilang sok tau padahal yang disaksikannya benar yang
dilarang dalam agama. Jazakillah khairan pak.
Jawab
Ambil hatinya dulu ya
Bunda. Jangan langsung to the point. Jika hati sudah tertambat, in sha اللّهُ
nasehat kita akan didengarnya.
2. Pak Bolehkah dengan niat
di hati saya ingin sekali memberi kan nasihat dengan segala cara buat
teman saya karena dengan teguran seperti di WA dan di inbok seperti
itu sudah tidak mempan tetapi jika dia bikin status saya komen di situ
dia pun menyadari bahwa yang dia lakukan salah, apakah ini Boleh saya
lakukan pak?
Jawab
Boleh Bunda.
3. Apakah boleh mengambil ilmu dari golongan
mana saja yang sesuai dengan ajaran Rasul? Tanpa kita mengikuti golongan tersebut.
Jawab
In sha اللّهُ boleh... Selama dalilnya kuat
yaaa
4. Assalamualaikum pak Ustad, apakah boleh kita
belajar alquran dengan youtube, contohnya kita di youtube cari surat an naba
lalu kita buka alquran kita menyimak dengan mengikuti yang ada di youtube
tersebut, semata hanya supaya lancar dalam membaca hurup ,
Jawab
Hati hati saja berguru
didunia maya, kalau kita tidak mengetahui apakah yang diajarkan itu benat atau
salah. Lain hal kita sudah mengetahuinya
5. Bagaimana cara kita agar bisa lebih tau itu yang sunah waljamaah yang
menurut al-qur'an dan hadist pak? Karena sosmed itu banyak sekali yang
memberi berita. Apa yang harus kita lakukan?
Jawab
Makanya pelajarilah Dakwah Sunnah yaaa. Otomatis akan bisa membedakan dengan
sendirinya.
6. Pak dody gimana si
biar malas ilang dan kalo baca fikih atau hadits bisa hapal dan nyantol lama
dikepala
Jawab
Biasakan dan jadikan
MOTIVPAKSA. Nanti lama lama menjadi biasa deh
Cukup yaaa
Doa Kafaratul Majelis :
سبحانك اللهم وبحمدك أشهد
ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك
Subhanakallahumma
wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika
“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada
sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan
bertaubat kepada-Mu.”
Semoga Bermanfaat
--------------------------------
Hari / Tanggal : Jum’at,
27 Maret 2015
Narasumber : Ustadz Dodi
Kristono
Tema : Kajian Islam
Notulen : Ana Trienta
Kajian Online Telegram Akhwat Hamba اَللّٰه Ta'ala
Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT




0 komentar:
Post a Comment