Insyaa
Allah siang ini kita akan diskusi tentang Sabar dan Ikhlas
Segala
puji milik Allah. Kami memohon pertolonganNya, dan mohon ampun kepada Nya. Kami
berlindung kepada Allah dari kejahatan diriku dan keburukan amalku. Barang
siapa yang diberi petunjuk Allah maka tidak ada siapapun yang dapat
menyesatkannya, dan barang siapa yang disesatkan Allah maka tidak ada siapapun
yang dapat menunjukinya. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, aku
mengesakanNya dan tidak mempersekutukanNya.
Shalawat
dan doa keselamatan semoga terlimpahkan selalu kepada Nabi Muhammad Saw beserta
keluarga dan para sahabat-sahabat dan pengikut-pengikutnya sampai akhir zaman
Sahabatku
yang dirahmati Allah
Kita
sebagai makhluk ciptaan Allah, hidup didunia yang fana ini sebagai khalifah,
yang ditunjuk oleh Allah dengan segala resiko dan konsekwensi yang harus kita
hadapi, Hidup kita seutuhnya ada dalam aturan Allah sang maestro Sutradara,
Maha Ahli yang tiada kecacatan dalam pengaturannya. Baik dan buruk yang kita
temui adalah kehendakNYA yang harus kita terima dengan Kelapangan hati. Dunia
ini adalah ujian, ujian bagi HAMBANYA, dan ujian itu tak melulu berupa
kesusahan, kesedihan, kesakitan , kemiskinan dan hal-hal negative lainnya.
Namun juga berupa kekakayaan, kebahagiaan dan hal-hal yang kita sukai sebagai
manusia. Dalam menghadapi ujian inilah kita dituntut untuk SABAR dan
IKHLAS menerima ketentuan tersebut.
Pada
umumnya kita semua bisa lebih sabar, disaat kita di uji Allah dengan hal yang
menyenangkan, tapi saat kita di uji Allah dengan ujian yang tidak menyenangkan,
seperti ujian kesulitan, ujian kehilangan dan atau musibah maka kebanyakan dari
kita, akan merasa begitu sulit menerimanya dan sulit untuk bisa sabar.
Ujian
kesulitan, ujian kehilangan, kekurangan musibah, penyakit, kemiskinan, adalah
perkara biasa yang dihadapi oleh manusia selama hidup di dunia ini.
firman
Allah SWT “ Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit
ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah
berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (yaitu) orang-orang yang apabila
ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun.
Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan
mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. Al-Baqarah
[2] : 155-157).
Sabar
dan ikhlas akan sangat sulit dilakukan, apabila kita tidak mampu menyadari,
bahwa segala sesuatu yang terjadi di dunia ini, pada hakikatnya hanyalah ujian.
Harta yang kita miliki, karir yang bagus, rumah dan mobil mewah yang kita
miliki, anak dan keluarga, itu semua adalah ujian dari Allah dan titipan Allah.
Cobaan itu bersifat alami, manusiawi, oleh sebab itu tidak ada seorang pun yang
dapat menghindar.Yang diperlukan adalah menerimanya dengan penuh kesabaran,
seraya memulangkan segala sesuatunya kepada Allah SWT. Innalillahi Wainnailaihi
Rajiun
Imam
Al-Ghazali menggolongkan manusia dalam tiga tingkatan sabar,yaitu:
1.
Orang yang sanggup mengalahkan hawa nafsunya, karena mempunyai daya juang dan
kesabaran yang tinggi.
2.
Orang yang kalah oleh hawa nafsunya.
3.
Orang yang mempunyai daya tahan terhadap dorongan nafsu, tetapi suatu ketika ia
kalah, karena besarnya dorongan nafsu. Meskipun demikian, ia bangun lagi dan
terus tetap bertahan dengan sabar atas dorongan nafsu tersebut.
Ikhwahfill
yang diRidhoi Allah
Ujian
bisa menjadi Musibah atau Nikmat tergantung cara kita menyikapi (menerima)
kesusahan atau kemudahan itu. Hakikat musibah / bencana adalah segala sesuatu
(baik kesusahan maupun kemudahan) yang bisa menjauhkan kita dari Allah SWT ,
sedang hakikat Nikmat adalah segala sesuatu (baik kesusahan maupun kemudahan)
yang bisa mendekatkan kita kepada Allah SWT.
Kalau
diuji oleh Allah SWT dengan kesusahan kita menjadi semakin jauh dari Allah
(menyikapi dengan minder, frustasi, atau berburuk sangka kepadaNya), maka kita
gagal menghadapi ujian itu, sehingga menjadi Musibah , Seperti kata orang''
sudah jatuh tertimpa tangga''.
Sebaliknya
jika di uji dengan kesusahan, kita semakin mendekat kepada Allah (menyikapi
dengan tetap Khusnudlon kepadaNya, introspeksi diri, Taubat, memperbaiki diri),
maka kita sukses menghadapi ujian itu, sehingga menjadi Nikmat dan Anugerah. Begitu juga , jika di uji
dengan kemudahan ,kesuksesan, harta melimpah, jabatan yang tinggi menjadikan
kita semakin jauh dari Allah (menjadi ujub / membanggakan diri, sombong,
takabbur, pelit), maka kita gagal menghadapi ujian / cobaan itu dan kesuksesan
yang kita terima Hakikatnya adalah Musibah / atau bencana bagi kita.
Akan
tetapi jika di uji dengan semua kemudahan kita semakin (bersyukur, tawaddhu'
,suka menolong orang lain), maka kita sukses menghadapi ujian itu, sehingga
segala yang telah kita terima menjadi Nikmat dan Anugerah.
Jadikanlah
Sabar dan Sholat sebagai kunci pembuka pertolongan Allah. Adalah suatu
kesalahan besar jika kita mengatakan "Sabar itu ada batasnya"
,berarti kita membatasi pahala. Mengatakan Sabar ada batasnya menandakan kita
kurang sabar dalam bersabar. Sabar akan membuahkan hasil yang gemilang walau
awalnya mungkin pahit dan getir. Sabar akan menghasilkan sesuatu yang mempesona
yang tiada terputus. Oleh karena itu jika kita ingin menikmati hidup, kita
harus menikmati setiap kejadian yang menimpa kita. Karena orang orang yang
beriman tidak akan pernah merugi. Di beri Nikmat dia bersyukur, di beri Musibah
dia bersabar. Syukur berarti kebaikan bagi dirinya, sabar juga kebaikan bagi
dirinya. Maka tidak ada yang perlu kita takutkan dalam hidup ini, kecuali kita
tidak punya rasa syukur dan tidak bisa bersabar.
Selain
sebuah kesabaran didalam menjalani kehidupan ini,kita sebagai seorang yang
beriman kepada Allah kiga dituntut untuk Ikhlas, baik Ikhlas dalam beramal
maupun Ikhlas dalam menerima ketentuan Illahi. Seseorang yang ikhlas ibarat
orang yang sedang membersihkan beras (menampi beras) dari kerikil-kerikil dan
batu-batu kecil di sekitar beras. Maka, beras yang dimasak menjadi nikmat
dimakan. Tetapi jika beras itu masih kotor, ketika nasi dikunyah akan tergigit
kerikil dan batu kecil. Demikianlah keikhlasan, menyebabkan beramal menjadi
nikmat, tidak membuat lelah, dan segala pengorbanan tidak terasa berat.
Sebaliknya, amal yang dilakukan dengan riya akan menyebabkan amal tidak nikmat.
Pelakunya akan mudah menyerah dan selalu kecewa. Dikala ujian mendera jika keikhlasan
tiada didalam jiwa maka yakinlah sekecil apapun ujiannya akan terasa besar bagi
kita, dan jika ujian itu besar akan terasa sangat berat, begitulah jika tiada
ikhlas didalam jiwa, kita akan makin tersiksa dan akan semakin tidak bisa
menerima ketentuan Ilahi Rabby.
Kata
kata Ikhlas sering kita dengar, namun tidak mudah menyelaraskan ucapan &
hati. Sudahkah kita ikhlas dan selaras antara ucapan & hati dlm kiprah
hidup kita sampai hari ini ..? Sulit … ?!! dan tidak pernah akan ditemukan kata
Ikhlas dalam ayat Surat Al Ikhlas … ! Ikhlas itu…. Ketika nasehat, kritik dan
bahkan fitnah, tidak mengendorkan amalmu dan tidak membuat semangatmu punah;
Ikhlas itu…. Ketika hasil tak sebanding usaha dan harapan, tak membuatmu
menyesali amal dan tenggelam dalam kesedihan; Ikhlas itu…. Ketika amal tidak
bersambut apresiasi, tak membuatmu urung bertanding;
Ikhlas
itu…. Ketika niat baik disambut berbagai prasangka, kamu tetap berjalan tanpa
berpaling muka; Ikhlas itu…. Ketika sepi dan ramai, sedikit atau banyak, menang
atau kalah, kau tetap pada jalan lurus dan terus melangkah.
Ikwah..
Sudah barang tentu engkau akan menghadapi cobaan di dalam kehidupan dunia ini.
Boleh jadi cobaan itu menimpa langsung pada dirimu atau suamimu atau anakmu
ataupun anggota keluarga yang lain. Tetapi justru disitulah akan tampak kadar
imanmu. Allah menurunkan cobaan kepadamu, agar Dia bisa menguji imanmu, apakah
engkau akan sabar ataukah engkau akan marah-marah, dan adakah engkau ridha
terhadap takdir Allah?
Di
dalam ke ikhlasan ada kesabaran. Kesabaran yang disandarkan kepada ALLAH mendatangkan keikhlasan
akan kehendak-hendaknya terhadap diri kita.
Katakanlah,
sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanyalah untuk Alloh Tuhan
semesta alam.” (Al An-Am : 162)
Memang
mudah diucapkan, tetapi sudah dijalankan rasa ikhlas dan kesabaran itu,
terlebih lagi ketika kita sering kali berhadapan pada ujian dan cobaan hidup,
beban dan kesulitan hidup.
Tetapi,
disinilah letak RAHASIA SABAR itu. Di saat kita menghadapai situasi yang benar-benar membelenggu,
benar-benar menyulitkan, atau benar-benar memiliki masalah yang sangat berat,
maka disaat itulah kita di UJI dengan kesabaran, yakni apakah kita BISA SABAR
atau tidak, kita bisa ikhlas atau tidak.
Sahabat-sahabatku
Sabar
adalah pilar kebahagiaan seorang hamba. Dengan kesabaran itulah seorang hamba
akan terjaga dari kemaksiatan, konsisten menjalankan ketaatan, dan tabah dalam
menghadapi berbagai macam cobaan. Ibnul Qayyim rahimahullah …
Semoga
Allah memberikan kekuatan untuk menjadikan amal ibadah kita menjadi lebih baik,
menambah spirit tuk selalu berbuat kebaikan dan semakin bermanfaat bagi banyak
orang-orang di sekitar kita.
Demikian
share dari saya siang ini mudah mudahan bermanfaat
Mohon
maaf jika Ada salah salah kata
Tanya
Jawab
1.Ustadzah
ada teman saya, dia merasa sudah melakukan apa yang harus dilakukan dan
melaksakan tanggungjawab bahkan meskipun bukan tanggungjawab utamanya, namun pada
akhirnya dia merasa kecewa karena ternyata semua seperti tiada artinya, tiada
nilainya, bahkan apa yang di dapat justru hal yang menambah tanggungjawab lagi,
sehingga akhirnya dia kecewa, merasa menjadi korban dan diperalat, meski sudah
berusaha menerima dan istighfar, tapi terkadang tetap rasa itu muncul (baru aja
dia cerita sama saya ustadzah) apakah itu berarti dia tidak sabar dan ikhlash?
Atau patut dipertanyakan keikhlasannya?
Jawab
Mba
Vita Yang dirahmati Allah
Disaat
segenap tenaga sudah tercurah Dan pikiran pun sudah terkuras namun semua seolah
take Ada arti dimata manusia, Ada satu janji Yang bisa kita pegang bahwa Allah
tak akan menyia nyia kan kebaikkan. Walau sebiji Sarah,Walau sedaun jatuh, dia
Ada dalam tahapan kebaikkan Allah yang Maha menyaksikan, disaat nyata hidup ini
tak sesuai harapan dan keinginan, maka berdoalah, rayuan hamba kepada
sang Pemilik kesempatan. Amanah
yang ada bukan lah serta merta dari manusia, namun tetap melalui
kehendak Illahi, lakukan semampu kita, semaksimal usaha, Dan
lakukan lillahi ta'ala, jangan berharap penilaian manusia tapi berharaplah
catatan amal kebaikkan disisiNYA. Jauhkan kecewa karna dia hanya akan menyakiti
jiwa kita. Akan menoreh luka, sayangilah diri sendiri, karna diri kita lah
paling pantas disayangi. Wallahu 'Alam.
2. Assalamualaikum
ustadzah, kenapa ya kalo kadang saya jika berhadapan dengan murid 2x
saya, saya bisa sabar meski mereka bertanya berkali-kali tentang hal yang sama tapi
kadang dengan anak sendiri saya kurang sabar ada aja yang kadang bikin
saya ngomel, bagaimana caranya menghindari hal itu ?
Jawab
Alaikumussalam
mba yudit
Udah
alamnya Kali yaa kita lebih sabar ketika berhadapan dengan orang lain, namun berbanding
terbalik jika berhadapan dengan keluarga sendiri, hal itu bisa terjadi
mungkin karna "kadang ini instruksi dari alam bawah sadar kita"
kita ingin terlihat jadi orang baik dan sabar dimata orang lain , dan
kwantitas pertemuan juga sangat berpengaruh , kondisi jiwa kita saat bertemu
juga sangat berpengaruh , Saat bersama anak2 adalah disaat
kita sudah lelah, dan emosi, sangat mudah terpancing , dan celakanya lagi anak
yang lemah sering kena imbas dlm pelampiasan emosi. Bagaimana cara agar tidak
seperti itu? Perlu latihan untuk membalikkan pola pikir bahwa anak kita lah
yang menjadi prioritas utama untuk mendapatkan kesabaran kita, bukan
orang lain. Anak lahh yg akan jadi teman kita bagaiimanappun
kondisi kita kelak. karena itulah mereka yang lebih pantass mendapatkan
kesabaran kita. Wallahu 'alam
KAJIAN ONLINE HAMBA ALLAH
"TELEGRAM"
Hari /
Tanggal : Rabu, 27 April 2016
Narasumber
: Ustadzah Irnawati
Admin :
Yudith Mardianti
Notulen
: Rochimah
Editor
: Ana Trienta
Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT




0 komentar:
Post a Comment