Home » , , » MEMBONGKAR KEJAHILIYAHAN DENGAN TARBIYAH

MEMBONGKAR KEJAHILIYAHAN DENGAN TARBIYAH

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Wednesday, October 1, 2014

Kajian Online WA Hamba  اللَّهِ  SWT

Hari / Tanggal : Selasa, 30 September 2014
Narasumber : Ustadz Cipto
Notulen : Ririanty
Editor : Ana Trienta

 بسم الله الرحمن الرحيم

Bada tahmid wa shalawat alaa rasulillah SAW

ِ ۚ ﺍﻟْﻴَﻮْﻡَ ﺃَﻛْﻤَﻠْﺖُ ﻟَﻜُﻢْ ﺩِﻳﻨَﻜُﻢْ ﻭَﺃَﺗْﻤَﻤْﺖُ ﻋَﻠَﻴْﻜُﻢْ ﻧِﻌْﻤَﺘِﻲ ﻭَﺭَﺿِﻴﺖُ ﻟَﻜُﻢُ ﺍﻹِْﺳْﻠَﺎﻡَ ﺩِﻳﻨًﺎ ۚ ﻓَﻤَﻦِ ﺍﺿْﻂُﺮَّ ﻓِﻲ ﻣَﺨْﻤَﺼَﺔٍ ﻏَﻴْﺮَ ﻣُﺘَﺠَﺎﻧِﻒٍ ﻹِِﺛْﻢٍ ۙ ﻓَﺈِﻥَّ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻏَﻔُﻮﺭٌ ﺭَﺣِﻴﻢٌ

"Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu. Maka barang siapa terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." QS Al Maidah :3

Tentu nya kita ingat ayat di atas adalah ayat terakhir yang diturunkan الله SWT kepada Nabi Muhammad SAW. Sebagai manusia yang dapat tugas tentunya terselip rasa bangga dan senang bahwa tugas telah selesai namun rasa sedih tak terkira ketika ayat ini diturunkan melingkupi para sahabat.

Yup itu artinya tak lama lagi mereka akan ditinggal oleh manusia mulia dan sempurna nan mereka cintai melebihi diri mereka. Namun sejarah kemudian mencatat betapa gemilangnya dan menunjukkan betapa sistem yang Allah ciptakan dan aplikasikan lewat rasul yang mulia yang bernama ISLAM. Dari seorang diri beliau menunjukkan dan menyuguhkan fragmen indah nan mulia disetiap detik hidupnya hingga sampai lah ajarannya itu kepada kita.

Tak kalah pula generasi yang agak jauh dari beliau SAW seperti Umar Bin Abdul azis lalu jauh dari beliau ada Shalahuddin Al-ayyubi dan juga muhammad Al fatih mewujudkan kemuliaan nilai-nilai islam yang sedemikian sempurna. Generasi berikutnya yakni para sahabat mewariskan betul ajaran yang diterimanya hingga menyebarkannya hingga 2/3 dunia. Mengapa demikian ya?

Mba anita : Karena islam rahmatan lilalamiin
Ustdz cipto : atau "udah dari Sononya" islam bakal begitu. Terus kira-kira bisakah generasi kita kembaili melakukan seperti yang pernah dilakukan para sahabat dan salafus sholeh terdahulu?
Mba nia : Harusnya bisa ya?
Mba anita : Bisa tapi ga tau kapan dan gimana caranya?
Mba nia : Apa perbedaan generasi kita dan generasi rosululloh dan para sahabat? Keimanan... tampaknya keimanan kita belum sehebat keimanan mereka
Ustdz cipto : Nah khan??? Ada nada ke tidak "PD" an kita muncul benarkah?
Mba nia : Iya, Jadi salah kita karena kita nggak pd?
Ustadz cipto : Hemmmh wajar sih kita gak PD tp perlu di bongkar tuh ketidak PDan kita

Dari Ibnu Muhairiz ia berkata; Aku bertanya kepada Abu Jumu’ah, ia adalah seorang sahabat: “Ceritakan sebuah hadits kepadaku yang engkau dengar dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.” Ia mengatakan, “Baik, aku akan menceritakan kepadamu sebuah hadits yang bagus. Kami pernah makan siang bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, kami bersama Abu Ubaidah bin Al Jarrah. Ketika itu Abu Ubaidah berkata: ‘Wahai Rasulullah, adakah orang yang lebih baik dari kami yang telah masuk Islam dan berjihad bersama engkau?’ Beliau bersabda: ‘Iya [ada], yaitu orang-orang yang hidup setelah kalian. Mereka beriman kepadaku padahal mereka tidak pernah melihatku.’” [Hadits dalam Sunan Ad Darimi: 2626]

Belajar dr hadits di atas keimanan kita "ajaib" loh dan diagung-agungkan oleh Rasulullah SAW. Kurang apalagi yah?
Mba anita : Kurang iman dan ilmu mungkin ustadz
Ustadz Cipto : Baiklah yuk kita bongkar ke tidak PD an kita. Pake apa coba?
Mba ana : Ilmu tadz
Mba anita : Pake hati. Hati nya harus dibongkar dulu biar nyerap ilmunya
Ustadz cipto : Jawabannya adalah......Menjauhkan diri dari Kejahiliyahan

Adapun ciri-ciri dari kejahiliyahan antara lain :
a. Bodoh sebagaimana tercantum dalam quran surat al ahzab : 72
b. Hina dalam QS at-tiin : 5
c. Lemah QS 4: 28
d. Miskin QS 35 :14
e. Berpecah belah QS 3:103

Itulah yg terjadi dan ada pada diri kita secara umum
--------
Mba nia : Biar bisa menjauhkan diri dari kejahiliyahan gimana caranya?
Ustadz cipto : Nah pertanyaan yang TOP ukh nia.

ﻗُﻞْ ﺃَﻓَﻐَﻴْﺮَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺗَﺄْﻣُﺮُﻭﻧِّﻲ ﺃَﻋْﺒُﺪُ ﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟْﺠَﺎﻫِﻠُﻮﻥَ

Katakanlah: "Maka apakah kamu menyuruh aku menyembah selain Allah, hai orang-orang yang tidak berpengetahuan?" QS Azzumar : 64

ﻭَﻋِﺒَﺎﺩُ ﺍﻟﺮَّﺣْﻤَٰﻦِ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﻳَﻤْﺸُﻮﻥَ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻷَْﺭْﺽِ ﻫَﻮْﻧًﺎ ﻭَﺇِﺫَﺍ ﺧَﺎﻃَﺒَﻬُﻢُ ﺍﻟْﺠَﺎﻫِﻠُﻮﻥَ ﻗَﺎﻟُﻮﺍ ﺳَﻠَﺎﻣًﺎ

Dan hamba-hamba Tuhan yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata (yang mengandung) keselamatan. QS Al Furqon : 63

Dua ayat diatas mengingatkan kita betapa pentingnya yang namanya ilmu yang akan membentuk wacana berfikir dan paradigma sehingga menghasilkan sebuah persepsi. Dari persepsi akan membangun pola fikir lalu menjadi sebuah tindakan dan perilaku berwujud dalam kebiasaan lalu menjadi karakter begitu ya kira-kira para psikolog sering sampaikan. Disinilah kemudian kita akan buka solusinya dengan yang namanya tarbiyah.

Tarbiyyah jika diterjemahkan secara bahasa artinya pendidikan namun dalam hal ini sebenarnya pengertian tarbiyyah yang dimaksud terutama dalam hal keislaman. Tarbiyah atau pendidikan harus dapat menghasilkan ketercapaian tujuannya yakni selain memberikan aspek pengetahuan atau kognisi juga mampu memberilan perubahan dalam aspek afeksi atau sikap juga aspek psikomotorik yang kedepannya akan lebih detail standar kompetensi atau kompetensi dasar yang ingin dihasilkan adalah muwashofat.

Tarbiyah bukan sekedar sekolah seperti sekarang ini atau tarbiyah itu seperti yang didalami teman fakultas Agama Islam jurusan tarbiyah yang kelak jadi S.PdI Atau hingga S3 atau baru keluar generasi S5 dari s*ms*ng (ups jd iklan)

ana coba sampaikan sekelumit tentang tarbiyah ya Kita lanjutkan ya...
Gambaran umum tentang tarbiyah meliputi
1. Alasan atau urgensi keberadaannya.
Alasan atau urgensi dari tarbiyah adalah adanya kejahiliyahan atau kebodohan sebagaimana 2 ayat diatas

2. Tujuan atau ahdaf dari tarbiyah secara sepintas ada keterkaitan dengan point 1
Tujuan atau ahdaf tarbiyah adalah :

a. Memberikan gambaran  tentang islam yang benar (shohih)  dan menyeluruh hingga islam dijadikan sebagai pedoman hidup (minhajul hayyah)
b. Dapat melakukan interaksi dengan islam :
  • kedalam diri seperti keyakinan yang membentuk dasar atau azas hidup; pemikiran yang membentuk persepsi; perasaan yang membentuk rasa. Ketiganya akan menghasilan azzam (kemauan yang kuat);
  •  dari diri keluar seperti penampilan yang membentuk sikap dan tingkah laku yang membentuk amal keduanya tercermin sebagai akhlaq yang baik/karimah
c. Memperoleh dan mengokohkan tanggung jawab terhadap Allah dimana diharapkan akan muncul kesadaran individu untuk bersama sama atau ber jamaah.
d. Melakukan pengembangan kemampuan baik sisi dakwah, ilmiah dan keterampilan. Adapun muwashofat atau dalam bahasa kita artinya adalah karakteristik adalah indikator-indikator capaian hasil dari proses tarbiyah umumnya dalam tarbiyah islamiyah terdapat 10 muwashofat yang diharapkan akan muncul selepas melakukan proses tarbiyah

3. Sarana-sarana
Sarana-sarana nya macem-macem yang dapat mengoptimalkan seluruh potensi manusia baik hati, pikiran dan juga jasad namun yang paling efektif dalam hal ini dan menjadi catatan penting adalah kontinuitas pertemuan atau adanya pertemuan rutin.

4. Elemen-elemen
Elemen-elemen tarbiyah diantaranya
1. Peserta tarbiyah
2. Pembina
3. Sarana
4. Pedoman/kurilulum
5. Alat ukur evaluasi...

5. Supporting
Supporting disini adalah hal-hal lain yang diluar semua point di atas tapi mendukung keberlangsungan proses tarbiyah.
-------
Mba anita : Maksud tarbiyah disini apakah sama dengan liqo atau mentoring atau halaqoh?
Ustadz cipto : Nah in sya Allah dengan memperbaiki diri melalui proses tarbiyah inilah kita akan mengembalikan kesempurnaan Islam dan Menunjukkannya kepada Dunia. Hhmm itu diantara sarana atau perangkatnya ukh anita. Bahkan beruntungnya antuna ada grup kajian HA dengan semakin canggih khan. Maksudnya dengan makin canggihnya dunia sekarang
namun selaras dengan jiwa manusia pertemuan fisik dan rutin adalah yang lebih efektif.
و الله علم بصواب
--------
Mba nia : Apakah benar jika ingin islam maju, maka sistemnya juga harus islami (a.k.a membentuk khilafah)?

Ustadz Cipto : Sistem terbaik adalah sistem islam dan sudah terbukti. Namun menuju kesana butuh sebuah proses yang mungkin akan sangat panjang. Proses inilah proses tarbiyah perlu disadari membangun kembali khilafah tidak mudah. Tidak semudah membalikan tangan.
-------
Baik demikian pengantar seri tema syumuliyatul islam melalui tarbiyah yang akan ana bawakan kedepan

"Tegakkanlah islam di hatimu maka kelak ia akan tegak di bumi mu"

Pun harus di sadar bahwa setiap kita adalah dai (penyeru/pengajak) sebelum menjadi apapun. Begitulah dari para sahabat dan salafus shaleh melakukannya hingga Islam dapat kita "nikmati" sekarang.

ﻳَﺎ ﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺁﻣَﻨُﻮﺍ ﺇِﻥْ ﺗَﻨْﺼُﺮُﻭﺍ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻳَﻨْﺼُﺮْﻛُﻢْ ﻭَﻳُﺜَﺒِّﺖْ ﺃَﻗْﺪَﺍﻣَﻜُﻢْ

"Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu." QS Muhammad : 7

Tafadol kalo mau ada yang didiskusikan
Bunda aryani : Ustadz ada yang ga mau sama sekali kalo masuk liqo/tarbiyah katanya masuk salah satu partai. Gimana cara mengajak yang baik agar mau menuntut ilmu yaitu bertarbiyah, menyadarkannya intinya? Maksudnya ga mau ngaji kalo dimasukin liqoan, karena alasannya dia dimasukin ke salah satu partai. Intinya mau ngaji ga mau yang berbau partai

Ustadz cipto : Hemm ya ada persepsi begitu yah, baiklah ahsan kita pelajari QS An Nahl 125

ﺍﺩْﻉُ ﺇِﻟَﻰٰ ﺳَﺒِﻴﻞِ ﺭَﺑِّﻚَ ﺑِﺎﻟْﺤِﻜْﻤَﺔِ ﻭَﺍﻟْﻤَﻮْﻋِﻆَﺔِ ﺍﻟْﺤَﺴَﻨَﺔِ ۖ ﻭَﺟَﺎﺩِﻟْﻬُﻢْ ﺑِﺎﻟَّﺘِﻲ ﻫِﻲَ ﺃَﺣْﺴَﻦُ ۚ ﺇِﻥَّ ﺭَﺑَّﻚَ ﻫُﻮَ ﺃَﻋْﻠَﻢُ ﺑِﻤَﻦْ ﺿَﻞَّ ﻋَﻦْ ﺳَﺒِﻴﻠِﻪِ ۖ ﻭَﻫُﻮَ ﺃَﻋْﻠَﻢُ ﺑِﺎﻟْﻤُﻬْﺘَﺪِﻳﻦَ

Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.

Emang ada ya ngaji yang baunya partai?

Mba ana : Nah iya bunda idem deh pertanyaannya : "Soalnya ada bau-bau kaya trauma gitu hehehe tetang liqo namun di dalamnya ada yang berbau-bau politik. Ada ustadz. Jadi kaya unsur pemaksaan sec, halus dalam mengajaknya

Bunda aryani : Mba merasa dipaksakah? Atau diajak gimana?

Ustadz cipto : Nah termasuk persepsi kita umat islam tentang politik juga banyak yang keliru dan terkena dampak media betapa mereka (musuh-musuh islam.red) telah berhasil memporak porandakan bangunan umat ini nanti kita bahas di sub judul qhozwul fikri

Mba arii : Jujur saya ikut dalam liqoan bimbingannya salah satu kader partai. Tapi nggak pernah bicara-bicara soal partai sekalipun

Ustadz cipto : Dalam tema syumuliyatul islam in sya Allah kita akan buka persepsi yang benar ya. Islam itu syamil dan mutakamil = sempurna dan menyempurnakan. Seluruh Aspek kehidupan itu sudah diatur dalam islam dari hal paling "sepele" sampai yang "berpele-pele" diatur oleh islam apatah lagi politik itu bagian kecil. So mari kita pandang Islam dengan kacamata yang benar ini tadi yang sudah dibahas di karena kebodohan lah pandangan kita jadi sempit. Kalo masuk ke wc aja di atur dalam islam apa lagi berpolitik (yang konon dampaknya berhubungan dengan hajat hidup orang banyak) bener gak #cmiiw
------
Bunda aryani : Jadi maksudnya gimana ustadz? Dengan pertanyaannya? Bagaimana memahamkan orang ini agar intinya dia mau belajar islam secara kafah. Intinya sih milih-milih, karena dia ngerasa nyaman belajar tanpa berbau politik atau membahas politik, misal di tahsin karena disanakan ada kajian pure ga ada bahan tentang politik. Pengen di pesantren tp kan harus kerja, memenuhi tanggungan ktnya gitu. Sedangkan sudah lama setelah ga tahsin ga ngaji ataupun ngaji setiap pekan
------
Ustadz cipto : Ajak aja gabung di grup seperti ini in sya Allah
Membongkar persepsi itu memang sulit tapi tetap kaidah An Nahl :125 tetap di jalankan. Pergauli dengan baik ajak ke kajian / acara yang membuka wawasan keislaman

Bunda aryani : Sudah ustadz diajak ke group ini tidak bergeming, kajian offline susah

Ustadz Cipto : Pergauli saja dengan baik ukh. Hak-hak ukhuwahnya ditunaikan....

Sudah maghrib disini, ana cukupkan dulu ya tafadol kalo ada pertanyaan bisa diakumulasi dan semoga bermanfaat buat kita semua. Afwan pamit mundur ya semoga bermanfaat dan barokah.

Do'a kafaratul majelis:

سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika
“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”
Wassalamu'alaikum...

Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

Ketik Materi yang anda cari !!