Rekap Kajian Online Hamba اللَّهِ
SWT Ummi G1
Hari, Tgl: Selasa, 5 Maret 2019
Materi: Mendidik anak sesuai syariat
di zaman now
Nara Sumber: Ustadz Undang
Waktu Kajian: 19. 30-21.00 WIB
Notulen: Bunda Meita
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
Materi
Pendidikan anak dalam Islam adalah
merupakan salah satu kewajiban kita para orang tua dalam membina keluarga. Karena
keberhasilan dan kesuksesan anak dalam dunia dan akhiratnya adalah dimulai dari
semenjak kecil atau sejak dini. Pengenalan ilmu agama kepada anak memang harus
ditanamkan semenjak kecil, sehingga pemahaman yang benar mengenai Islam akan
terbentuk sejak sedini mungkin.
Tuntunan Nabi Rasulullah SAW dalam
mendidik anak telah beliau ajarkan kepada umat-umat beliau, hanya saja kita
akan mengikutinya atau malah meninggalkannya.
Kewajiban mendidik anak dan bagaimana
tanggung jawab orang tua terhadap pertumbuhan perkembangan putra-putrinya telah
Allah jelaskan dalam sebuah ayat Al-Qur'an yaitu surat At-Tahrim : 6 yang
artinya : "Hai orang-orang yang
beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya
adalah manusia dan batu."
Dan makna kewajiban akan hal ini
adalah menjaga keluarga dari siksa api neraka, yaitu dengan mengamalkan
kewajiban dalam beragama Islam menjauhi akan hal-hal yang dilarang di dalam
agama.
Ibnu Abbas mengartikan hal ini adalah
"Ta’atlah kamu kepada Allah. Janganlah bermaksiat kepada-Nya, Suruhlah
keluargamu untuk dzikir mengingat Allah, niscaya Allah akan selamatkannya dari
neraka.
Bagaimana cara mendidik anak sesuai syariat ?
Ajarkan Akidah Islam
Akidah menjadi fondasi dalam
kehidupan manusia. Akidah haruslah ditanamkan dan dibentuk dengan kuat dalam
kehidupan setiap sosok muslim, terutama anak-anak. Anak-anak harus mulai
dikenalkan kunci pokok akidah Islam yang ada di dalam rukun Islam, seperti,
kedudukan Allah.
Selain itu, juga ditanamkan bahwa
segala perbuatan yang dilakukan anak akan memiliki balasan atau ganjaran.
Setiap perbuatan yang baik atau sesuai dengan syariat Allah akan diberikan
balasan berupa pahala, sedangkan perbuatan yang tidak sesuai atau melanggar
syariat Allah akan mengantarkan anak pada diterima dosa. Pahala dan dosa ini
pada akhirnya akan menjadi sebuah konsekuensi terbesar dalam kehidupan manusia.
Setelah kehidupan dunia, ada kehidupan akhirat yang menjadi hasil dari
kehidupan dunia. Di kehidupan akhirat, ada surga dan neraka. Anak juga dapat
diberikan gambaran mengenai surga dan neraka tersebut.
Manfaatnya sangat besar ketika kita
mulai menerapkan parenting islami dengan memperdengarkan Alquran sejak janin
masih di dalam kandungan.
Alquran sebaiknya diperkenalkan
kepada janin sejak bayi sebagai wujud parenting islami. Setiap sumber bunyi
yang diperdengarkan melalui bacaan Alquran
memiliki frekuensi dan panjang
gelombang tertentu. Ketika Alquran dibaca dengan tartil yang sesuai dengan
tuntunan tajwid, bacaan tersebut akan memiliki frekuensi dan panjang gelombang
yang mampu memengaruhi otak secara positif dan mengembalikan keseimbangan dalam
tubuh.
Kemuliaan dan kebaikan Alquran dapat merangsang perkembangan otak anak dan
meningkatkan intelegensinya.
Dengan begitu proses parenting islami
dengan memulai memperdengarkan Alquran yang kita ingin terapkan jadi akan lebih
mudah dilakukan ke depannya karena anak sudah terbiasa dengan Alquran sejak ia
kecil.
Orang dewasa saja akan mendapatkan
ketenangan ketika membaca atau mendengarkan lantunan bacaan Alquran yang tartil
dan indah. Ini karena lantuan bacaan Alquran dapat menciptakan suasana damai
dan meredakan ketegangan saraf otak kita. Bayangkan saja jika hal ini
didengarkan oleh janin yang saraf otaknya masih suci dan belum tercemar oleh
berbagai informasi yang tidak baik.
Ibu hamil yang memperdengarkan
lantunan Alquran kepada janin tidak untuk mengharapkan mereka mengerti apa yang
sedang dibaca, tetapi sekadar membiasakan janin memperdengarkan Alquran sejak
dalam kandungan, membantu menumbuhkan tingkat intelegensi, meningkatkan
kemampuan berbahasa, dan mendapatkan kepribadian yang baik pada anak ketika
tumbuh besar kelak. Sebab ketika janin berusia 7 bulan, ia sudah dapat merespon
suara-suara di sekitar ibunya. Oleh karena itu, membiasakan diri membaca
Alquran saat sedang hamil memiliki efek yang sangat baik, baik bagi janin
maupun bagi ibu untuk mendapatkan ketenangan agar tidak mudah stres.
Kenalkan Syariat Islam
Anak harus dikenalkan dengan syariat
Islam. Kenalkan sedikit demi sedikit melalui kehidupan secara langsung.
Kenalkan pula mana yang tergolong sebagai ibadah wajib, sunah, mubah, makruh,
dan haram.
Perjelas kedudukan ahkamul khomsah tersebut
dalam Islam. Sebagai contoh, kenalkan anak tentang salat lima waktu, ajari anak
perempuan memakai jilbab/kerudung, ajarkan kasih-mengasihi dengan saudara atau
teman, ajarkan sikap saling berbagi ketika memiliki, dan ajarkan untuk tidak
menghina teman.
Kasih Sayang
Inilah cara mendidik anak islami yang
diajarkan oleh Rasulullah saw. Rasulullah pun harus memperpanjang sujudnya
ketika pundak beliau dinaiki oleh cucunya. Betapa besar kasih sayang beliau
kepada cucunya. Ya, beginilah konsep pendidikan anak, penuh dengan kasih
sayang.
Orang tua mendidik anak dengan cara
yang lembut, tetapi tentu saja, ada kalanya harus bersikap tegas. Namun, dalam
ketegasan tesersbut harus ada kelembutan dan jangan sampai membuat hati anak
terluka, bahkan melukai fisik si anak.
Ungkapan bijak Dorothy Law Nolte
dalam syair Children Learn What They Live berikut bisa dijadikan sebagai bahan
perenungan kita
Bila anak sering dikritik...
ia belajar mengumpat
Bila anak sering dikasari...
ia belajar berkelahi
Bila anak sering diejek...
Ia belajar menjadi pemalu
Bila anak sering dipermalukan...
Ia belajar merasa bersalah
Bila anak sering dimaklumi...
Oa belajar menjadi sabar
Bila anak sering disemangati...
Oa belajar menghargai
Bila anak mendapatkan haknya...
Ia belajar bertindak adil
Bila anak merasa aman...
Ia belajar percaya
Bila anak mendapat pengakuan...
Ia belajar menyukai dirinya
Bila anak diterima dan diakrabi...
Ia akan menemukan cinta.
Cara Pandang Positif
Hendaknya orang tua selalu memiliki
cara pandang positif terhadap anak. Jika anak sulit diatur, maka ia berpikir
bahwa anaknya kelebihan energi potensial yang belum tersalurkan. Maka orang tua
berusaha untuk memberikan saluran bagi energi potensial anaknya yang melimpah
ruah itu, dengan berbagai kegiatan yang positif. Selama ini anaknya belum
mendapatkan alternatif kegiatan yang memadai untuk menyalurkan berbagai
potensinya.
Dengan cara pandang positif seperti
itu, orang tua tidak akan emosional dalam menghadapi ketidaktertiban anak. Orang tua akan cenderung introspeksi dalam
dirinya, bukan sekedar menyalahkan anak dan memberikan klaim negatif seperti
kata nakal. Orang tua akan lebih lembut dalam berinteraksi dengan anak-anak,
dan berusaha untuk mencari jalan keluar terbaik.
Bukan dengan kemarahan, bukan dengan kata-kata
kasar, bukan dengan pemberian predikat nakal.
“Kamu anak baik dan salih. Tolong lebih mendengar pesan ibu ya Nak”, ungkapan ini sangat indah dan positif.
“Bapak bangga punya anak kamu. Banyak potensi kamu miliki. Jangan ulangi
lagi perbuatanmu ini ya Nak”, ungkap seorang bapak
ketika ketahuan anaknya bolos sekolah.
Semoga kita mampu menjadi orang tua
yang bijak dalam membimbing, mendidik dan mengarahkan tumbuh kembang anak-anak.
Wallahualam bishahowab
##################
TANYA JAWAB
1.
Ustadz, ijin bertanya. Bagaimana ya anak-anak sudah diajarkan bicara
yang baik, tapi ternyata teman-temannya ada yang mengatai dia "gob*ok dan umpatan kasar saat
bermain. Anak-anak kita sudah tahu itu ga boleh, sudah diinfo juga tentang bahaya
mengumpat (isi tafsir al humazah), tapi lama kelamaan mereka kadang ga tahan,
akhirnya keceplosan menjawab umpatan temannya. Benteng pertahanan kesabaran dia
akhirnya bobol juga.
Jawab : Mba Atten yang baik hati dan suka menabung di kantin, dengan cara pandang
positif dan pembentukan karakter pada anak sejak dini Insya Alloh bisa kita
atasi dengan cara:
Ø Ajar anak berani menegur. Ajarkan padanya agar ia berani mengungkapkan
apa yang dia butuhkan. Dengan begitu, anak diajak mengembangkan kemampuan berpikirnya
untuk menentukan respons yang tepat.
Ø
Libatkan orang dewasa. Yang paling
penting, hindari anak untuk membalas perbuatan temannya
misalnya
dipukul balas memukul bila ini terjadi, anak akan belajar menyelesaikan masalah
dengan cara kekerasan. Anak yang menjadi korban perlu membela diri, tapi
lakukan dengan cara yang tepat. Jika perbuatan temannya sudah sangat
keterlaluan, mba atten bisa mengajarkannya untuk melibatkan orang di sekitarnya
yang memiliki pengaruh dalam mengatasi perilaku negatif si teman, misalnya
ibunya si anak. Si ibu pun bisa melakukan cross check dengan anaknya dan
akhirnya memberi nasihat mana yang baik dan yang benar.
Itu yang ana ajarkan pada 3 kecil ana, ketika ada perbuatan temannya
yang tidak membuatnya nyaman ana suruh mereka untuk bilang sendiri kepada orang
tua anak tsb.
Ø Kenalkan berbagai karakter. Tak ada orangtua yang ingin anaknya salah
berteman. Tapi, menentukan mana teman yang layak dan tidak untuk si anak, bukan
tindakan bijaksana. Justru dengan mengenal berbagai karakter orang, wawasan
anak akan menjadi kaya. Karena itu, beri anak kita bekal tentang karakter
manusia, misalnya ada yang baik hati, suka menolong, suka mencuri, pembohong,
dan lain-lain. Yang perlu dilakukan mba atten ialah mengajari anak bagaimana
bersikap terhadap masing-masing karakter. Ini akan membantunya dalam
beradaptasi. Dengan demikian, anak kita akan
punya bekal dalam menghadapi berbagai karakter temannya.
Ø
Awasi anak bermain. Selalu
dampingi saat anak bermain bersama teman-temannya, tapi Anda tak harus selalu
berada di dekatnya. Yang penting, Anda dapat dengan mudah mengawasinya.
Ø
Bersikap responsif. Jadilah
orangtua yang peka dan tanggap terhadap kebutuhan anak. Selalu luangkan waktu
untuk berkomunikasi dua arah dengan si kecil. Jika mba atten terbiasa
berkomunikasi dengannya tentang apa saja sejak dini, maka anak akan terbiasa
untuk mengekspresikan kebutuhannya.
Ø Beri contoh yang baik. Anak adalah mesin copy yang handal. Bila mba
atten melarangnya untuk tidak memukul sebagai balasan perilaku yang kurang baik
dari teman bermainnya, konsistenlah dengan perkataan itu. Jika mba atten
melarangnya memukul, tapi mba atten malah memukul tangannya saat melarang
sesuatu, maka ba atten tak membantu ia melihat apa yang seharusnya ia ketahui
dari suatu kebiasaan. Dengan mba atten memukulnya, ia belajar bahwa memukul
merupakan satu cara agar orang lain mematuhi perintahnya atau memenuhi
keinginannya. Berilah contoh yang baik pada anak setiap hari.
Wallahualam bishahowab.
•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•
Kita tutup dengan membacakan istighfar....hamdalah..
Astaghfirullahal’adzim..... Alhamdulillahirabbil'aalamiin
Doa Kafaratul Majelis:
سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا
أنت أستغفرك وآتوب إليك
Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta
astaghfiruka wa atuubu ilaika
“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa
tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon
pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”
Wassalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh
★★★★★★★★★★★★★★
Badan
Pengurus Harian (BPH) Pusat
Hamba
اللَّهِ SWT
Blog:
http://kajianonline-hambaallah.blogspot.com
FanPage
: Kajian On line-Hamba Allah
FB
: Kajian On Line-Hamba Allah
Twitter:
@kajianonline_HA
IG:
@hambaAllah_official
Tim Posting January 02, 2020 New Google SEO Bandung, Indonesia
Mendidik Anak Sesuai Syariat di Zaman Now
Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Thursday, January 2, 2020
Kajian Online WA Hamba الله SWT
Senin, 27 November 2017
Rekapan
Grup Bunda G5
Narasumber : Ustadzah Pristia
Tema : Kajian Umum
Editor : Rini Ismayanti
Dzat
yang dengan Kebesaran-Nya, seluruh makhluk menyanjung dan mengagungkan-Nya...
Dzat
yang dengan Keperkasaan-Nya, musuh-musuh dihinakan lagi diadzab-Nya...
Dzat
yang dengan Kasih dan Sayang-Nya, kita semua mampu mengecap manisnya Islam dan
indahnya ukhuwah di jalan-Nya, memadukan hati kita dalam kecintaan kepadaNya,
yang mempertemukan kita dalam keta'atan kepadaNya, dan menghimpunkan kita untukuk
mengokohkan janji setia dalam membela agamaNya.
AlhamduliLlah...
tsumma AlhamduliLlah...
Shalawat
dan salam semoga tercurah kepada tauladan kita, Muhammad SAW. Yang memberi arah
kepada para generasi penerus yang Rabbaniyyah bagaimana membangkitkan ummat
yang telah mati, memepersauntukan bangsa-bangsa yang tercerai berai, membimbing
manusia yang tenggelam dalam lautan sayaahwat, membangun generasi yang tertidur
lelap dan menuntukun manusia yang berada dalam kegelapan menuju kejayaan,
kemuliaan, dan kebahagiaan.
Amma
ba'd...
Ukhti
fillah sekalian. Agar ilmunya barokah, maka alangkah indahnya kita awali dengan
lafadz Basamallah
Bismillahirrahmanirrahim...
MEREKALAH WANITA SUKSES
Pada dasarnya setiap insan membutuhkan
panutan dalam keluarga yaitu sosok yang bisa dijadikan kebanggaan dalam
hidupnya, begitu juga para kaum hawa mereka butuh tauladan dari orangtua dan
keluarga terdekatnya.
Tanpa tauladan, mereka akan kesulitan
untuk menemukan makna hidup, jalan pulang di tengah derasnya arus modernisasi
dan merasakan manisnya hidup. Kenapa demikian?
Para perempuan sesungguhnya tidak bisa
berjalan tanpa ada arahan orang-orang terdekat. Para orangtua mempunyai peran
penting dalam mendidik anak gadisnya, tanggung jawab mereka bukan saja dalam
masalah ekonomi dan kasih sayang, melainkan ada juga tanggung jawab pendidikan
agama.
Dalilnya mana?
Mudah saja, bisa dengan pendekatan
logika, karena segala sesuatu adalah titipan Tuhan termasuk harta benda,
keturunan, kesehatan, waktu luang, sampai amanat sebagai pemangku kepentingan.
Hai
orang-orang beriman, janganlah hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari
mengingat Allah. Barangsiapa yang berbuat demikian Maka mereka Itulah orang-orang
yang merugi. (QS. Al Munaafiquun: 9)
Ditambahkan di surat Al Anfaal ayat 28.
“Dan
ketahuilah, bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan dan
Sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar.”
Para orangtua bertanggung jawab memberi
pendidikan moral kepada kaum hawa, karena jika lengah apalagi mengabaikannya,
maka mereka bisa masuk ke dalam pola hidup kurang tepat, salah memilih
pergaulan, teman curhat, tauladan dan yang lebih berbahaya salah memilih
pasangan hidup.
Jika hal ini terjadi pada kaum hawa akan
berdampak % pada perubahan perilakunya ke arah yang kurang baik, oleh karenanya
peran para orangtua untuk mendidik agama kepada anak-anaknya menjadi hal yang
sangat serius.
Apalah arti sukses jika?
Jika dalam rumahnya belum tertata,
Jika anak-anaknya kurang mendapat
perhatian kendati materi selalu ada
Jika anak-anaknya jauh dari pendidikan
agama dan moral,
Jika anak-anaknya kurang mendapat
bimbingan dalam perkembangan kejiwaannya
Kurangnya tauladan dalam kehidupan
anak-anaknya,
Kurang diajarkan sopan santun dan
bertutur kata yang baik kepada anak-anaknya
Jika anak-anaknya tak kunjung dewasa,
tidak mandiri dan selalu bergantung kepada orangtua
Jika anak-anaknya frustasi karena sikap
orangtua yang tidak bijaksana
Jika anak-anaknya sulit diatur dan nakal
Para orangtua hendaknya mengingat
pertumbuhan anak-anaknya, baik secara psikologis maupun dalam pendidikan yang
mempunyai pengaruh besar dalam sejarah perjalanan hidupnya.
Jangan sampai menyesal karena salah
mendidik anak,
Jangan sampai bersedih karena terlalu
sibuk demi ambisi pribadi,
Jangan sampai air mata meluap karena
gagal membahagiakan anak menjadi pribadi berkarakter, bermoral dan beragama.
Ada beberapa pola yang harus kita perhatikan
sebagai orangtua dalam mendidik anak-anak dengan ikut menyertai hari-harinya
dengan pendidikan yang berawal dari keluarga, sebelum mereka mengenal
lingkungan sekolah dan lingkungan bergaul.
Teruntuk para ibu maupun calon ibu
jadilah sebaik-baik sekolah untuk anak-anaknya, dalam ungkapan bahasa Arab
dikatakan “Al Ummu Madrasatun”, artinya seorang ibu adalah sebaik-baik sekolah.
Peran bapak juga penting, namun peran ibu jauh lebih penting.
Maka kita bisa membayangkan jika seorang
ibu sibuk bekerja siang malam mencari tambahan untuk suaminya lalu menitipkan
anak-anaknya kepada orang lain, di satu sisi kita tidak tahu apa yang dirasakan
dan dibutuhkan sang anak.
Bukan berarti seorang perempuan tidak
boleh bekerja atau membantu suaminya, akan tetapi seyogya nya pandai memilih
skala prioritas dalam kehidupannya sehingga tidak terjebak dalam urusan
sekunder, apalagi jika hanya memenuhi gaya hidup semata. Berbahaya!
Dalam kehidupan anak-anak, berbahagia
cukup sederhana yaitu hari-hari mereka bisa dilalui bersama orang-orang
terdekatnya khususnya seorang ibu. Kenapa demikian?
Kasih sayang seorang ibu jauh berbeda
dengan bapak. Sampai kapanpun perhatian dan kasih sayang yang diberikan seorang
ibu tidak mungkin sama dengan bapak. Inilah kelebihan para ibu. Maka
berbahagialah anda sebagai seorang perempuan.
Kelebihan lain, ketika para ibu
ditinggal suaminya, ia sanggup mengurusi beberapa anaknya bahkan tak jarang
mereka yang rela tidak menikah lagi seumur hidupnya dan hanya fokus mendidik
dan membesarkan anak-anaknya. Berbeda dengan para lelaki yang ditinggal
istrinya, biasanya tak lama berselang mereka menikah lagi, tak sanggup mengurus
diri sendiri dan anak-anaknya.
Saat sang anak hendak bepergian jauh,
dalam banyak kasus seorang ibu lebih pandai mempersiapkan kebutuhan sampai
bekal makananpun disiapkan, ketika sudah dalam perjalanan perhatian tak pernah
putus, menelepon, sms dan terus menemani perjalanan sang anak dengan perhatian
sampai tiba di tempat tujuan.
Ada sebuah ungkapan:
“Jika seseorang ditinggalkan ibunya maka
akan berdampak pada kurangnya perhatian dan sentuhan kasih sayang, jika
ditinggal bapak dampaknya pada masalah ekonomi”
Anehnya di zaman sekarang banyak anak
yang lebih dahulu yatim piatu kendati orangtuanya masih hidup. Dan nampaknya
inilah penyakit kronis yang banyak diderita anak-anak yaitu penyakit “KUPER”
alias kurang perhatian. Alangkah sayang!
Seandainya para orangtua mau mendudukkan
anak-anaknya untuk mendengar keluh kesah dan mendapat jawaban jujur dari buah
hati, cobalah sesekali tanyakan.
Nak! Tolong koreksi ibu dan bapak, coba
sebutkan apa saja kekurangan kami selama ini?
Para orangtua usah kaget, karena anda
akan dicecar dengan ribuan keluh kesah dan beragam kekurangan anda. Jika anda
merasa punya 100 kebaikan kepada anak anda, maka anak anda akan mengutarakan
1000 kekurangan anda. Maka sadarlah!
Mungkin saja umur seorang ibu tidaklah
panjang menemani hidup sang anak, namun betapa banyak mereka yang bahagia
kendati ibunya sudah lama meninggal, karena sentuhan kasih sayang sang ibu yang
masih melekat dan membekas di relung sanubari sang anak. Sebaliknya betapa
banyak anak-anak yang orangtuanya masih hidup namun hidupnya kurang bahagia. ,
karena kurang mendapat perhatian dan kasih sayang. Alangkah sayangnya!
Para ulama berpendapat diantara sebab
hancurnya generasi dan rusaknya karakter anak-anak umumnya karena faktor
orangtua mereka sendiri, kurang perhatian, tidak mengajarkan
kewajiban-kewajiban agama, perkara halal haram dan sunnah-sunnah Nabi shallallahu
‘alaihi wasallam kepada anak-anaknya.
Sungguh! Tiada yang lebih membuat
orangtua berbahagia, melainkan melihat anak-anaknya takut dan tunduk runduk
hanya kepada Allah semata. (dakwatuna)
TANYA AJAWAB
Q : Ustadzah..bagaimana dengan peran ibu
(ortu)..yang anaknya di pondok pesantren...bagaimana dengan al ummu
madrasatun..
A : Sejak di dalam kandungan ibu sudah
menjadi madrasa ula. Untuk di ponpes merupakan lanjutan
Q : Bagaimana klo seorang wanita sukses
itu bekerja tapi anak anak nya yang kecil kecil di titip ke neneknya ...dan si
nenek malah kewalahan ga bisa pergi mengaji dan lain lain....Sementara ibu
anak-anak itu hanya percaya kepada si nenek
A : Hal ini perlu dipertimbangkan lagi.
Orang tua kita sudah tua. Jadi sebaiknya kita membayar orang untuk menemani
nenek. Agar bisa menjaga anak-anak
Q : Ustazah, ada sebuah kisah, seorang
ulama besar, jarang sekali bertemu sang anak, setelah dewasa sang anak bisa
menjadi ulama besar juga, bagaimana hal tersebut bisa terjadi ustadzah,
bagaimana bisa mendidik anak yang demikian, dengan terbatasnya waktu untuk
bertemu?
A : Sekarang ini sudah ada media sosial.
Bisa telpon atau video call untuk selalu saling memotivasi anak setiap harinya.
Sehingga kita tidak ketinggalan perkembangan anak kita
Q : Ustadzah…Gimana sih cara
mendidik/menjelaskan kepada anak yang beranjak dewasa/baligh? Memberikan
pengertian tentang aturan sesuai dengan syariat islam. Misalnya soal aurat dan
batasan pergaulan dengan teman lawan jenisnya
A : Carilah terlebih dahulu ayat dan
arti perintah menutup aurat. Setelah itu sampaikan kepada ananda dan jelaskan
dengan cara yang balik
Q : Assalamu'alaikum Warohmatullahi
wabaraakatuh,,, bagaimana cara membiasakan anak untuk disiplin sejak dini,,jadi
ketika mereka besar mempunyai kesadaran sendiri dalam hal apapun,tanpa disuruh memang
ini faktor pembiasaan diri disiplin dari kecil,,, kiatnya seperti apa ustadzah?
A : Buatlah jadwal untuk ananda dan
sampaikan padanya peraturan yang telah sama dibuat. Sehingga anak menjadi lebih
disiplin.
Alhamdulillah,
kajian kita hari ini berjalan dengan lancar. Semoga ilmu yang kita dapatkan
berkah dan bermanfaat. Aamiin....
Segala
yang benar dari Allah semata, mohon maaf atas segala kekurangan. Baiklah
langsung saja kita tutup dengan istighfar masing-masing sebanyak-banyakanya dan
do'a kafaratul majelis:
سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك
Subhanakallahumma
wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika
“Maha
Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang
haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat
kepada-Mu.”
rhinrhiny
January 02, 2018
New Google SEO
Bandung, Indonesia
REKAP KAJIAN ONLINE HAMBA ALLAH G-4
Hari/tgl : Kamis 17 Agustus 2017
Narsum: Ustadzah Endria Sari
Tema. : Bagaimana Sholat Anak Kita
Waktu : 19.00-selesai
Admin : Sugi, Rahmi,
Notulen: Laela
Editor : Sapta
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
Sholat adalah salah satu selain Zakat sebagai pembatas dari suatu identitas ke-Islaman seseorang.
Artinya batas atau bedanya seorang muslim dan orang kafir adalah terletak pada SHOLAT dan ZAKAT nya ...
Begitu besar perhatian Allah kepada seorang yang mengaku islam terhadap amal sholatnya.
Jika kita review kembali apa yang sudah kita fahami.
Sholat adalah ibadah yang ketika turunnya perintahNya , Rasulullah ﷺ diperjalankan oleh Allah ﷻ di malam hari dalam keadaan sadar dan penuh dengan suasana yang Allah ingin tunjukkan kepada Hamba kekasihNya itu betapa Maha AgungNya Dia... dan betapa Maha Kuasanya Allah ﷻ
Sholat juga ibadah yang akan meringankan kita atau memberatkan keadaan kita saat kita sudah berada di alam barzah ..
Sholat juga akan menjadi sebab ringan atau beratnya keputusan Allah kelak ketika kita tiba sampai di hari Hisab. Yakni hari Perhitungan. Di akhirat.
Hari/tgl : Kamis 17 Agustus 2017
Narsum: Ustadzah Endria Sari
Tema. : Bagaimana Sholat Anak Kita
Waktu : 19.00-selesai
Admin : Sugi, Rahmi,
Notulen: Laela
Editor : Sapta
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
Sholat adalah salah satu selain Zakat sebagai pembatas dari suatu identitas ke-Islaman seseorang.
Artinya batas atau bedanya seorang muslim dan orang kafir adalah terletak pada SHOLAT dan ZAKAT nya ...
Begitu besar perhatian Allah kepada seorang yang mengaku islam terhadap amal sholatnya.
Jika kita review kembali apa yang sudah kita fahami.
Sholat adalah ibadah yang ketika turunnya perintahNya , Rasulullah ﷺ diperjalankan oleh Allah ﷻ di malam hari dalam keadaan sadar dan penuh dengan suasana yang Allah ingin tunjukkan kepada Hamba kekasihNya itu betapa Maha AgungNya Dia... dan betapa Maha Kuasanya Allah ﷻ
Sholat juga ibadah yang akan meringankan kita atau memberatkan keadaan kita saat kita sudah berada di alam barzah ..
Sholat juga akan menjadi sebab ringan atau beratnya keputusan Allah kelak ketika kita tiba sampai di hari Hisab. Yakni hari Perhitungan. Di akhirat.
Sholat di dalam Al Qur'an juga merupakan cara agar kita terhindar dari perbuatan mungkar.
Sholat selain merupakan perintah juga merupakan ajaran Allah ﷻ bagaimana agar kita manusia segera ditolong oleh Allah ta'ala ketika berada dalam jurang kesempitan.
Yang yang tidak kalah utama yang harus kita ingat adalah bahwa SHOLAT merupakan Sarana Seorang Muslim untuk berkomunikasi, bermediasi, bermohon berbagai kebaikan. Dan juga sebagai sumber sebab dicintainya seseorang oleh Allah ﷻ ....
MasyaAllah
Laa quwwata ilaa billaah
Betapa dahsyatnya Ibadah yang satu ini yaaa ...
Oleh karena itu ...
Kalau tadi kita sdh memahami betapa istimewanya ibadah Sholat ini ... mgkin nara sumber yang lain juga sudah menjalaskan panjang lebar rentang fiqh dan keutamaan2 yg lain ...
Pada malam hari ini saya ingin lebih spesifik pada pembahasan bagaimana keadaan sholat anak-anak kita. Untuk lebih mudahnya saya menyampaikan materi ini, saya izin untuk sedikit berbagi pengalaman pribadi saya dengan keluarga saya. Ambil saja moment ter up date yakni hari ini. Apa yang terjadi hari ini ?
Di saat hampir disetiap sudut wilayah indonesia sedang memeriahkan acara 17an. Mungkin Juga termasuk di daerah semua jama'ah yang ada di grup ini. Sebelum saya menceritakan keadaan anak saya ... hari ini.
Saya ingin semua bunda yg ada disini "berkaca" artinya melihat ke kami dan juga lihat ke anak bunda yang ada di rumah atau di tempat di mana saja. Bagi yang sempat melakukan evaluasi pada malam hari ini, bersyukurlah kepada Allah dan memohonlah pertolongan agar bunda dan keluarga diberi tambahan hidayah dan juga jiwa yang istiqomah didalam melaksanakan ibadah sholat. Sedangkan bagi bunda yang sibuk bekerja dimana saja berada, malam ini saya mengajak diri saya dan bunda sekalian untuk bermuhasabah. Mengevaluasi diri segera terkait urusan Sholat kita sendiri dan juga Sholat anak-anak kita.
Hari ini seperti biasa anak saya yang laki-laki umur sekitar 11 tahun menuju 12 th (bulan Mei nanti insyaAllah), padat dengan aktivitasnya baik yang sifatnya hiburan baginya atau rutinitas wajib yang sudah kami sepakati sebagai agenda harian yang hrs dikerjakan. Bedanya hari ini hari libur jadi tidak ada waktu yang tersita untuk berada di sekolahnya. Sebelum subuh seperti biasa saya sudah membangunkannya untuk segera menuju masjid dan melaksanakan sholat subuh berjama'ah. Setelah subuh biasanya dia melanjutkan untuk Menghafal Qur'an, yang alhamdulillah tadi pagi dia laporkan sudah mendapat 2 halaman hafalan baru.
Menjelang siang (dari sepagi hingga dzuhur) saya kurang perhatian kepadanya karena kebetulan banyak tugas membuat materi yang harus saya kerjakan. Anak saya juga datang ke rumah hanya sebentar-sebentar sekedar untuk minum segelas air kemudian kembali mengikuti jadwal pertandingan demi pertandingan dgn warga setempat. Hingga setiap terdengar azan dia baru pulang untuk salim dan minta izin ke saya hendak menunaikan sholat di masjid. Setiap setelah selesai sholat selalu menghampiri ibunya kembali untuk salim lagi.
Saya biasanya tanya, ke dia lama di masjid ngapain aja dik ?
"Aku ngaji dulu muroja'ah alhamdulillah dapet 1 juz ma.. Soalnya teman-teman belum siap juga." Jawabnya ..Baik ... saya bersyukur dan sempat puji dan doakan dia. Memasuki waktu ashar juga demikian. Azan terdengar dia bergegas menghampiri ibunya hanya sekedar salim kemudian pergi ... ke masjid. Sholat ashar ...Pulang lapor alhamdulillah setelah sholat dapat muroja'ah 1 juz lagi. Maghrib hampir sama dengan beberapa waktu sebelumnya. Dia melaksanakan sholat di masjid kemudian muroja'ah 2 halaman yang tadi pagi dihafalnya,
Demikian sekelumit aktivitas anak saya hari ini yang baru beberapa menit sebelum kajian saya terfikir untuk mengangkatnya sebagai bagian dari materi ini. Karena ketika kita bicara Bagaimana mendidik Anak dalam hal ini dan itu ... jika nara sumber tidak memiliki pengalaman dalam hal tsb tentu akan sulit menjelaskan .. Dari crita singkat diatas … Seperti yang saya minta kepada seluruh jama'ah bunda ...
Tengok anak bunda hari ini saja
Gak usah yang kemarin-kemarin ...
Bagaimana mereka?
Sudahkah bunda yakin anak-anak bunda telah melaksanakan perintah Allah ini (Sholat Fardhu') ?
Tentu jawabnya akan beragam...
Saya ingin mulai dialog langsung saja ...
Siapa yang ingin bercerita singkat tentang keadaan anak nya hari ini
Agar kita bisa mulai memperlebar pokok bahasannya ..
Karena cerita tentang anak saya itu tadi hanyalah sebuah pancingan pada forum diskusi malam ini sehingga para bunda yang membaca hatinya tergerak untuk bettanya atau menyapaikan uneg-unegnya.
==============
TANYA -JAWAB
TANYA -JAWAB
T : Afwan pertanyaannya..bagaimana menumbuhkan inisiatif dia untuk sholat awal waktu kami sudah menceritakan bahwa anak sholih itu masuk surga dan supaya kayak syurga sholatnya harus ontime dan benar?
J : Karena kasus seperti yang kedua anak bunda itu ... saya qadarullah juga sudah pernah mengalaminya. Artinya masa-masa seperti itu adalah suatu proses walaupun tidak mutlak setiap anak akan sama persis ya . Masalah bangun tidur pagi. Anak saya juga masih susah sampai sekarang. Walaupun kebiasaan dia sholat subuh di masjid itu sudah sejak ia berusia 4 tahun. Hingga sekarang sudah 11 tahun. Berarti sudah 7 tahun lewat tabiat subuh susah bangun masih tetap juga berlaku hehehe. Dalam hal ini kita perlu cerdas bunda .. jangan menyerah. Perhatikan ...Apa kira-kira yang membuat dia sulit untuk bangun maka hilangkan penyebab itu.
Kalau dulu masih kecil sebelum azan subuh saya sudah lepas semua bajunya dan saya gendong dalam keadaan mata merem juga tetap saya lepas dan saya guyur sekujur badannya dari kepala ...itu saya lakukan hampir setiap hari ...Lama-lama ketika pikirannya sudah berkembang, rasa malunya juga sudah mulai ada .. dia mulai berfikir, tidak mau dianggap seperti anak kecil lagi. Kasihan juga mamanya harus gendong badannya yang mulai kekar. Sekarang alhamdulillah dia sudah lebih mudah dibangunkan setelah saya siati dengan menghilangkan penyebab dia susah bangun pagi.
Apa itu ..Saya selalu usahakan agar dia tidur di awal waktu. Sekitar jam 20.00 hingga maksimal 20.30 wib. Dengan demikian anak sudah cukup waktu tidurnya sehingga lebih mudah untuk bangun...Ini menurut saya efek nehatifnya jauuuh lebih besar daripada anak kecapean selepas bermain ..
Sebanyak apapun peluh (keringat)nya ... kalo sekedar karena bermain yang bukan dengan gadgets atau nonton TV saya tidak terlalu khawatir. Mengapa? Karena kerusakan syaraf dan juga mental kejiwaan anak dari pengaruh gadget maupun TV itu sangat berbahaya dibanding permainan fisik. Otak yang lelah lebih mengacaukan kondisi kejiwaan anak sehingga membuatnya sulit untuk bangun pagi ..
T : Ustadzah, Alhamdulillah untuk urusan sholat anaku yang pertama (11 tahun) sudah dengan kesadaran sendiri, yang saya pengin ustadzah dia belajar hafalan alquran tapi saya sendiri bukan penghafal al quran. bagaiimana caranya ya ustadzah paling tidak ada beberapa juz yang hafal?!
J : Untuk mendidik anak menghafal Qur'an kebetulan saya sedang membuat program yang khusus saya rancang untuk orang tua yang ingin anaknya menghafalkan Al Qur'an. Bunda bisa mengikuti program tersebut jika mau.
Barikut info yg sdh saya share :
*Anakku Menghafal Al Qur'an*
::::::::::::::::::: AMQ :::::::::::::::::
بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Bersama ini kami mengundang para orangtua Muslimin untuk bergabung dalam Komunitas Orangtua Para Penghafal Qur'an. Programnya bernama AMQ (Anakku Penghafal Qur'an).
Penjelasan tentang Program AMQ :
* Program AMQ adalah program bagi Orangtua (bukan anaknya), yang berniat membimbing anaknya menjadi seorang Penghafal Al Qur'an.
* AMQ juga diperuntukkan siapa saja yang memiliki visi dan misi membangun Keluarga Qur'ani. Tidak dibutuhkan syarat untuk bergabung. Hanya diperlukan konsistensi untuk mengikuti kegiatan program yang hanya dilakukan secara ONLINE. Hanya via Grup WA saja. Program tidak berbayar (GRATIS).
* Peserta Program insyaAllah akan mendapat materi bimbingan terkait tujuan program. Dan juga mendapat kesempatan untuk berdialoq selama proses pembimbingan dan mengarahan anaknya (konselling).
Mungkin disekitar kita, apakah saudara, teman atau tetangga ada yang berminat mengantarkan putra putrinya menjadi para Ahlul Qur'an. InsyaAllah program ini akan memberi manfaat yang banyak.
*Quota sangat TERBATAS*
Jika ada yang mengikuti program lantaran seruan kita, insyaAllah akan menjadi sumber pahala jariyah yang tak kan putus pahalanya.
والله أعلم بالصواب
*Semoga Allah ﷻ menjadikan kita dan anak keturunan kita sebagai Ahlul Qur'an, sehingga akan diberi Keselamatan, Kesejahteraan serta Kemuliaan, baik sejak di DUNIA hingga kelak di AKHIRAT.*
آمِيْن يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ.
Jazakumullah khoir,
Management M.Q.M
________
Pendaftaran:
WA - 081932220610
Bunda Endria
=====================
Kita akhiri majlis hari ini dengan membaca :
🔊 ucap syukur : الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِين
🔊 dan istighfar : أَسْتَغفِرُ اَللّهَ الْعَظيِمْ
🔊 serta
Doa Kafaratul majelis
سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك َ
Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika
“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”
[In Syaaa ALlaah] إِنْ شَاءَ الله
kebersamaan malam inih bermanfaat dan barokah.
أٰمِيْنَ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْن
[aamiin yaa Rabbal 'aalamiiiin]
وَالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Kita akhiri majlis hari ini dengan membaca :
🔊 ucap syukur : الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِين
🔊 dan istighfar : أَسْتَغفِرُ اَللّهَ الْعَظيِمْ
🔊 serta
Doa Kafaratul majelis
سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك َ
Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika
“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”
[In Syaaa ALlaah] إِنْ شَاءَ الله
kebersamaan malam inih bermanfaat dan barokah.
أٰمِيْنَ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْن
[aamiin yaa Rabbal 'aalamiiiin]
وَالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
======================
Website: www.hambaAllah.net
FanPage : Kajian On line-Hamba Allah
FB : Kajian On Line-Hamba Allah
Twitter: @kajianonline_HA
IG: @hambaAllah_official
Tim Posting
November 20, 2017
New Google SEO
Bandung, Indonesia
