Home » , , , , » INDAHNYA BERINTERAKSI DENGAN ALQURAN (MA'RIFATUL QUR'AN)

INDAHNYA BERINTERAKSI DENGAN ALQURAN (MA'RIFATUL QUR'AN)

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Wednesday, April 20, 2016

Kajian Online WA Hamba الله SWT

Rabu, 20 April 2016
Narasumber : Ustadz Undang
Rekapan Grup Nanda M104
Tema : Kajian Umum
Editor : Rini Ismayanti



Puji syukur kehadirat Allah SWT yang masih memberikan kita nikmat iman, islam dan Al Qur'an semoga kita selalu istiqomah sebagai shohibul qur'an dan ahlul Qur'an dan dikumpulkan sebagai keluarga Al Qur'an di JannahNya.
Shalawat beriring salam selalu kita hadiahkan kepada uswah hasanah kita, pejuang peradaban Islam, Al Qur'an berjalan, kekasih Allah SWT yakninya nabi besar Muhammad SAW, pada keluarga dan para sahabat nya semoga kita mendapatkan syafaat beliau di hari akhir nanti. InsyaAllah aamiin

INDAHNYA BERINTERAKSI DENGAN ALQURAN (MA'RIFATUL QUR'AN)

Ketika manusia mencoba mengupas keagungan Al-Qur'an Al-Karim, maka ketika itu pulalah manusia harus tunduk mengakui keagungaan dan kebesaran Allah swt.

Karena dalam Al-Qur'an terdapat lautan makna yang tiada batas, lautan keindahan bahasa yang tiada dapat dilukiskan oleh kata-kata, lautan keilmuan yang belum terfikirkan dalam jiwa manusia dan berbagai lautan-lautan lainnya yang tidak terbayangkan oleh indra kita.

Cukuplah menjadi bukti keindahan bahasa Al-Qur'an, manakala diriwayatkan oleh Ibnu Ishaq dari Imam Zuhri (Abu Syahbah, 1996 : I/312) dalam kisah di atas.

Ada sebuah kisah dari kota Mekah pada zaman Rosululloh

Suatu ketika, Abu Jahal, Abu Lahab dan Akhnas bin Syariq secara sembunyi-sembunyi mendatangi rumah Rasulullah saw. Pada malam hari untuk mendengarkan lantunan ayat-ayat Al-Qur'an yang dibaca oleh Rasulullah saw. dalam shalatnya.
Mereka bertiga memiliki posisi yang tersendiri, yang tidak diketahui oleh yang lainnya.
Hingga ketika Rasulullah saw. usai melaksanakan shalat, mereka bertiga memergoki satu sama lainnya di jalan. Mereka bertiga saling mencela, dan membuat kesepakatan untuk tidak kembali mendatangi rumah Rasulullah saw.
Namun pada malam berikutnya, ternyata mereka bertiga tidak kuasa menahan gejolak jiwanya untuk mendengarkan lantunan ayat-ayat tersebut.
Mereka bertiga mengira bahwa yang lainnya tidak akan datang ke rumah Rasulullah saw., dan mereka pun menempati posisi mereka masing-masing. Ketika Rasulullah saw. usai melaksanakan shalat, mereka pun memergoki yang lainnya di jalan. Dan terjadilah saling celaan sebagaimana yang kemarin mereka ucapkan.
Kemudian pada malam berikutnya, gejolak jiwa mereka benar-benar tidak dapat dibendung lagi untuk mendengarkan Al-Qur'an, dan merekapun menempati posisi sebagaimana hari sebelumnya. Dan manakala Rasulullah saw. usai melaksanakan shalat, mereka bertiga kembali memergoki yang lainnya.
Akhirnya mereka bertiga membuat ‘mu'ahadah' (perjanjian) untuk sama-sama tidak kembali ke rumah Rasulullah saw. guna mendengarkan Al-Qur'an.
Gembong gembong musyrikin Abu Jahal, Abu Lahab dan Akhnas bin Dyariq  hati mereka sudah tertawan pada bacaan Alquran Rasulullah SAW.
Rindu untuk mendengarkan. Rindu dan rindu.

Masing-masing mereka mengakui keindahan Al-Qur'an, namun hawa nafsu mereka memungkiri kenabian Muhammad saw. Oleh karenanya, mereka yang telah dapat berinteraksi dengan Al-Qur'an sepenuh hati, dapat merasakan ‘getaran keagungan' yang tiada bandingannya. Mereka dapat merasakan sebuah keindahan yang tidak terhingga, yang dapat menjadikan orientasi dunia sebagai sesuatu yang teramat kecil dan sangat kecil sekali.

Sayid Qutub, di dalam muqadimah Fi Dzilalil Qur'annya mengungkapkan:

“Hidup di bawah naungan Al-Qur'an merupakan suatu kenikmatan. Kenikmatan yang tiada dapat dirasakan, kecuali hanya oleh mereka yang benar-benar telah merasakannya.

Suatu kenikmatan yang mengangkat jiwa, memberikan keberkahan dan mensucikannya.... "

Dan Al-Hamdulillah...

"Allah telah memberikan kenikmatan pada diriku untuk hidup di bawah naungan Al-Qur'an beberapa saat dalam perputaran zaman. Di sebelumnya aku dapat merasakan sebuah kenikmatan yang benar-benar belum pernah aku rasakan sebelumnya sama sekali dalam hidupku.”

Selain contoh di atas terdapat juga ayat yang mengungkapkan keindahan Al-Qur'an. Allah mengatakan,

“Kalau sekiranya Kami menurunkan Al Qur'an ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan takut kepada Allah. Dan perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia supaya mereka berfikir.” (Al-Hasyr: 21)

Dalam sepenggal fragmen di atas membenamkan selaksa hikmah. Apakah gerangan yang merenggut hati kaum musyrikin...kaum yang hatinya menyala bara benci dan dendam pada kekasih kita hingga mereka rela meninggalkan hangatnya rumah dan keluarga mereka?

Wahai diri, tidakkah kamu malu kepada Allah Swt? Mengaku cinta kepada Allah Swt tetapi tidak merasa senang berinteraksi dengan Kalam-Nya. Bukankah ketika manusia cinta dengan manusia lain, ia menjadi senang membaca suratnya bahkan berulang-ulang? Mengapa kamu begitu berat dan enggan untuk hidup dengan wahyu Allah Swt?

Amalan seorang Muslim terhadap Al-Quran

1. Membacanya dan memiliki Tilawah Yaumiyah
Keutamaan Membaca Al-Quran
Abu Umamah ra. berkata: Saya telah mendengar Rasulullah saw. bersabda:
'Bacalah Quran karena ia akan datang pada hari qiamat pembela pada orang yang mempelajari dan mentaatinya.
(H.R.Muslim)

2. Mempelajarinya Urgensi tadabbur Quran
Amalan dalam tadabbur Al-Quran
"Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu, hanyalah mereka yang apabila disebut (nama) Allah, gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, bertambahlah iman mereka karenanya dan kepada Tuhanlah mereka bertawakal". (Al Anfaal 8:2)


Cara nya;
Mutakallim (Mengagungkan Allah)
Tadabbur
Tujuan membaca adalah tadabbur, oleh karena itu disunnahkan membaca dengan tartil sedab di dalam tartil secara zhahir memungkinkan tadabbur.
Tafahhum (memahami secara mendalam)
Takhshish (menyadari bahwa dirinya merupakan sasaran yang dituju oleh setiap nash)
Taatstsur (mengimbas ke dalam hati)
Taraqqi (meningkatkan penghayatan sampai ke tingkat mendengarkan kalam dari Allah bukan dari dirinya sendiri)
Tabariyy(melepaskan diri dari daya dan kekuatannya)
Cepat dalam melaksanakan tugas
Kuat dan teguh hati
Tahan dan gigih
Mengerahkan segala kemampuan
Mengatasi rintangan

3. Mengamalkannya
Mengamalkan Al-Quran didasari mentalitas jiddiyyah (kesungguhan). Jiddiyyah adalah lawan dari main-main, menyepelekan, lemah dan santai.

4. Menghafalkannya
Urgensi Hifzhul Quran
Menjaga kemutawatiran Al-Quran
Sehingga Al-Quran teriwayatkan secara mutawatir dan tidak mudah bahkan tidak mungkin diubah atau dipalsukan oleh tangan-tangan kotor, sebagaimana kitab-kitab suci sebelumnya.
Seorang penghafal Al Quran dituntut untuk memiliki keterikatan yang tinggi dengan Al Quran, baik ketika ia dalam proses menghafal maupun ketika selesai menghafal.
Metode tarbiyah Rasulullah lebih banyak mengajak sahabat untuk langsung berinteraksi terhadap ayat-ayat Allah dengan frekuensi waktu yang cukup lama, dari pada mengajak mereka mendengarkan uraian-uraian yang panjang.

Demikianlah Sahabat Surga Rahimukumullah.
Tentang indah nya berinteraksi dengan Al Quran dan keberkahan yang dirasakan serta hikmah yang didapat
Wahai jiwaku, siapa yang menjamin keamanan dirimu saat gentingnya suasana akhirat?

Padahal Rasulullah Saw menjamin bahwa Allah Swt akan memberikan keamanan bagi manusia yang rajin berinteraksi dengan Al-Qur’an, mulai dari sakaratul maut hingga saat melewati shirat.

Memperjuangkan Al Quran dengan sebagai pengingat, penggugah, dan pemimpin dalam kedisiplinan untuk menuju kualitas ibadah yumiah harian yang baik adalah salah satu ujud kecintaan akan Allah dan Rasulnya..
Jadikan Al Quran sebagai jam biologis kita..
Jadikan Al Quran bacaan pertama dan utama kita..
Hingga para malaikat selalu meng- Aamiin kan doa-doa kita..
Semoga kita semua selalu menjadi shohibul Quran hingga yaumil akhir nanti..

Wallahu a'lam bishawab.

Demikian Paparan dari ana

Yang benar datang nya dari اللّه
Mohon maaf jika ada salah salah kata dalam penulisan , itu murni kesalahan ana yang masih fakir dalam ilmu Agama.

Barang siapa yang menginginkan dunia maka hal itu dapat dicapai dengan ilmu, barang siapa yg menginginkan akhirat hal itu bsa didapat dengan ilmu, maka yg mnginginkan keduanya dapat didapat dengan ilmu.

TANYA JAWAB

Q : Ustadz.. Gimana bikin semangat tilawah?
A : Ingat kata kuncinya
Kalau Kamu.....
Kalau kamu lelah, cobalah tilawah.
Kalau kamu resah, segeralah tilawah.
Kalau kamu gelisah, hilangkan dengan tilawah.
Kalau kamu susah, mulailah tilawah.
Kalau kamu gundah, jangan lupa tilawah.
Kalau badanmu lemah, kuatkan dengan tilawah.
Kalau imanmu tergugah, lakukan tilawah.
Kalau jiwamu gerah, perbanyak tilawah.
Kalau matamu basah, segera tilawah.
Kalau pikiranmu cerah, cepatlah tilawah.
Kalau hatimu patah, teruslah tilawah.
Kalau kamu marah, redakan dengan tilawah.
Kalau kamu merasa gagal, jangan lupakan tilawah.
Kalau kamu kalah, harus banyak tilawah.
Kalau kamu tidak mau kalah, harus makin banyak tilawah.
Kalau kamu tabah, seringlah tilawah.
Kalau tanganmu tengadah, mulailah tilawah.
Kalau kakimu melangkah, lantunkan tilawah.
Kalau hatimu berseri bak bunga merekah, seringlah tilawah.
Kalau perasaanmu begitu indah, segeralah tilawah.
Kalau ingin keluarga sakinah, ajak mereka tilawah.
Kalau ingin anak-anak salih dan salihah, ajari tilawah.
Kalau ingin rejeki melimpah, rajinlah tilawah.
Kalau ingin hidup penuh berkah, rutinkan tilawah.
Kalau ingin mengunjungi Ka'bah, lantunkan tilawah.
Kalau anganmu tengah membuncah, perbanyak tilawah.
Kalau kamu malas tilawah, paksalah untuk tilawah.
Kalau kamu rajin tilawah, lanjutkan terus tilawah.
Kalau kamu tilawah, itulah jalan menuju jannah..
Allahumarmarna bil qur'an

Q : Ustad bagaimana penjelasan tentang baiti jannati dalam Al-Quran? Apakah andil dari setiap anggota keluarga?
A : "Allah menjanjikan kepada orang-orang mukmin, lelaki dan perempuan, (akan mendapat) surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai, kekal mereka di dalamnya, dan (mendapat) tempat-tempat yang bagus di surga 'Adn dan keridhaan Allah adalah lebih besar; itu adalah keberuntungan yang besar."
(QS At Taubah [9]: 72)
Ayat di atas memberikan pemahaman, bahwa kebahagiaan yang hakiki dan "keberuntungan yang besar" adalah ketika kita dapat meraih surga di akhirat nanti. Hal ini menuntut kita untuk mampu menjadikan seluruh lingkungan kita, termasuk rumah kita menjadi taman-taman surga duniawi yang mampu menghantarkan semua keluarga kita menuju taman-taman surga ukhrawi.
Agar terwujud Baiti Jannati
Mengacu dari ayat di atas dan dalil-dalil lain, ada beberapa tips agar kita bisa merealisasikan Baiti Jannati, di antaranya:
Pertama: Mengenalkan Allah swt kepada penghuni rumah
Hal ini dilakukan dengan menerapkan Tarbiyah Imaniyah (Pendidikan Keimanan) kepada seluruh anggota keluarga sejak dini secara terpadu dan kontinyu sehingga mereka manjadi pribadi-pribadi yang bertakwa yang akan mewarisi surga. 
(lihat QS Ali Imran [3]: 133).
Kedua: 
Menciptakan Raudhah min Riyadhul Jannah (taman dari taman-taman surga) di rumah
Caranya dengan menghidupkan rumah dengan pengajian-pengajian, baik khusus keluarga maupun umum, dan halaqah-halaqah dzikir (majelis-majelis untuk meningkatkan intensitas dzikir kepada Allah). Memakmurkan rumah dengan lantunan ayat-ayat Al Qur'an supaya tidak seperti kuburan sebagaimana disabdakan oleh Rasulullah saw, "Jangan kalian jadikan rumah kalian seperti kuburan. Sesungguhnya syetan lari dari rumah yang dibacakan di dalamnya surat Al Baqarah" (HR Muslim no. 1300).
Sesungguhnya kondisi seperti inilah yang disinyalir oleh Rasulullah sebagai Raudhah min Riyadhi'l Jannah (taman dari taman-taman surga).
Beliau saw bersabda, "Jika kalian melewati Riyadhul Jannah (taman-taman surga), maka bergabunglah!" Para sahabat bertanya, "Apa itu Riyadhul Jannah?" Nabi menjawab, "Halaqah-halaqah dzikir " (HR At Tirmidzi no. 3432).
Ketiga: 
Mengenalkan surga kepada keluarga
Termasuk menghadirkan surga di rumah adalah dengan mengenalkan surga kepada keluarga. Mulai dari sifat surga dan kenikmatan pemandangannya yang belum pernah mata melihatnya, belum pernah telinga mendengarnya, dan belum pernah tergerak di hati. Pintu-pintunya yang berjumlah delapan
(lihat: HR An Nasaa'i no. 148),
Semua anggota keluarga harus andil di dalamnya
Wallahu a'lam bish-showab

Q : Serasa masih hampa gitu, cinta Alquran sudah ditegakkan,QL sudah dijalankan,tapi tetap masing-masing anggota keluarga tidak menemukan bhagia jika di rumah,, apa yang salah ?
A : Menengakkan Al Quran bukan berarti hanya tilawah dan menadaburi...tapi juga menghadirkan Al Quran dalam hati dan tindakan. Apakah QL hanya sebatas rutinitas ibadah atau sebagai sarana kita bercengkrama dengan Sang Kholik? Tanya pada hati ....
Wallahu a'lam

Q : Kalo ada keinginan tapi malas ustadz?
A : Malasnya di hilangkan. Tidakkah kita merasa khawatir dengan dirimu? Selama ini hidup tanpa al-Qur
an.... Jatah usia makin sedikit..... Tabungan amal shalih masih sedikit.... Jaminan masuk surga tak ada di tangan. 
Sampai saat ini belum mampu tilawah rutin satu juz per hari, jangan-jangan Al-Qur’anlah yang tidak mau bersama kita karena begitu kotornya diri sehingga Al-Qur’an selalu menjauh dari kita.
Wallahu a'lam bish-showab

Alhamdulillah, kajian kita hari ini berjalan dengan lancar. Semoga ilmu yang kita dapatkan berkah dan bermanfaat. Aamiin....

Segala yang benar dari Allah semata, mohon maaf atas segala kekurangan. Baiklah langsung saja kita tutup dengan istighfar masing-masing sebanyak-banyaknya dan do'a kafaratul majelis:


سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika

“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”

​السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ


Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

0 komentar:

Post a Comment

Ketik Materi yang anda cari !!