Home » , » Pentingnya Muraqobah, Muhasabah, Mujahadah dan Mu'aqobah

Pentingnya Muraqobah, Muhasabah, Mujahadah dan Mu'aqobah

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Saturday, January 3, 2015


Kajian Online WA Hamba  اللَّهِ SWT 25 UMI
Hari tanggal : Jumat, 2 Januari 2015
Narasumber : Ustadz Syahrawi
Judul Kajian : Pentingnya Muraqobah, Muhasabah, Mujahadah dan Mu'aqobah
No. Grup : M13
Nama Notulen : Puji Maulani Lestari

Bismillah...
Assalaamu'alykum warohmatullaahi wabarokaatuh..
Apa kabar semangat mengkajinya umi ? Ayo jangan patah semangat untuk mengkaji, karena menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap muslim. Berikut materinya :

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته 

Semoga Allah melimpahkan karuniaNya kpd kita semuanya, memudahkan urusan2 kita serta memberi ampunan atas segala kesalahan dan dosa yg pernah dilakukan.
Sholawat dan salam senantiasa Allah curahkan kpd qudwah hasanah, Rasulullah Muhammad SAW, kiranya kita mendapatkan syafaat dr beliau di akhirat kelak. Amin YRA
InsyaAllah materi kajian kita hari ini adalah "Pentingnya Muraqobah, Muhasabah, Mujahadah dan Mu'aqobah"
Allah berfirman:

" وَنَضَعُ الْمَوَازِينَ الْقِسْطَ لِيَوْمِ الْقِيَامَةِ فَلَا تُظْلَمُ نَفْسٌ شَيْئًا ۖ وَإِنْ كَانَ مِثْقَالَ حَبَّةٍ مِنْ خَرْدَلٍ أَتَيْنَا بِهَا ۗ وَكَفَىٰ بِنَا حَاسِبِينَ

"Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari kiamat, maka tiadalah dirugikan seseorang barang sedikitpun. Dan jika (amalan itu) hanya seberat biji sawipun pasti Kami mendatangkan (pahala)nya. Dan cukuplah Kami sebagai pembuat perhitungan." QS. Al Anbiyaa: 47

يَوْمَ يَبْعَثُهُمُ اللَّهُ جَمِيعًا فَيُنَبِّئُهُمْ بِمَا عَمِلُوا ۚ أَحْصَاهُ اللَّهُ وَنَسُوهُ ۚ وَاللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ شَهِيدٌ

"Pada hari ketika mereka dibangkitkan Allah semuanya, lalu diberitakan-Nya kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan. Allah mengumpulkan (mencatat) amal perbuatan itu, padahal mereka telah melupakannya. Dan Allah Maha Menyaksikan segala sesuatu." (QS. al Mujaadilah: 6)
I. Muraqobah
Untuk memahami keutamaan muroqobah, Malaikat Jibril pernah bertanya kpd Rasulullah SAW mengenai ihsan, lalu Rasul menjawab, ihsan adalah "


ان تعبد الله كانك تراه فان لم تكن تراه فانه يراك
"engkau beribadah kpd Allah seolah-olah engkau melihat-Nya, jika engkau tidak dapat melihat-Nya maka sesungguhnya Ia melihatmu" (HR. Muslim)
Manusia dlm segala ihwal keadaannya tdk lepas dari gerak dan diam. Maka hendaknya iq merasakan pengawasan Allah (muraqabatullah) terhadap dirinya dlm segala hal dgn niat, perbuatan baik, serta menjaga adab.
Dalam keseharian, seorang hamba tidak terlepas dr 3 keadaan, yaitu dalam ketaatan,  dalam kemaksyiatan, dan dalam hal yg mubah. Muraqobah dlm ketaatan adalah dengan ikhlas, menyempurnakannya, menjaga adab dan memeliharanya dari berbagai cacat. Jika melakukan kemaksyiatan, maka muroqobahnya adalah dgn bertaubat, menyesal, meninggalkan kemaksyiatan tsb, merasa malu dan sibuk.melakukan tafakkur. Dan jika berada dlm.hal yg mubah, mk muroqobahnya dgn menjaga adab dan mensyukuri pemberi nikmat tsb.
II. Muhasabah
Allah berfirman:
" يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ
" Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan." QS 59: 18
Umar pernah berkata, " Hisablah dirimu sebelum kamu dihisab dan timbanglah ia sebelum kamu ditimbang"
Al Hasan mengatakan, seorang mukmin bertanggung jawab thdp dirinya, ia menghisabnya krn Allah. Sesungguhnya proses hisab (di akhirat) menjadi ringan bagi orang2 yg telah menghisab diri mereka di dunia dan proses hisab itu menjadi berat bagi.orang2 yg mengambil perkara ini tanpa.muhasabah.
Oleh krn itu seorang mukmin.hendaknya melakukan muhasabah dgn.menghisab amal2 perbuatannya, apakah ia layak.mendapatkan 'hadiah' dr Allah kelak atau sebaliknya.
III. Mua'qobah
Mu'aqobah adalah menghukum.diri atas segala kelalainnya.
Mu'aqobah penting dilakukan agar orientasi diri dlm.hal keihklasan beribadah kpd Allah. Seperti sahabat Abu Thalhah, ketika kekhusyuannya terganggu oleh seekor burung di kebunnya saat sholat, maka ia menyedekahkan kebun.itu sebagai penebus ketidakkhusyuannya. Demikian.juga umar, memukul.kedua kakinya dgn cemeti setiap malam, lalu berkata, " Apa yh telah engkau perbuat hari.ini?"
IV. Mujahadah
Mujahadah adalah proses melaksanakan ibadah dgn sungguh2. Benar2 mengharap kasih sayangNya dgn upaya yg optimal. Berupaya dgn sekuat tenaga mempersembahkan ibadah terbaik.kpdNya.
Salah seorang sabahat dr Ali ra meriwayatkan, "Aku pernah shalat subuh di belakang Ali ra. Ketika salam ia menoleh ke kanannya dan tampak bersedih. Lalu ia berdiam.hingga matahari terbit kemudian.membalikkan tangannya seraya berkata, 'Demi Allah, dahulu aku tidak melihat sesuatu yg menyerupai mereka. Dahulu mereka di waktu pagi kusut,  berdebu, dan pucat pasi. Mereka mengisi.malam.hari dgn sujud dan berdiri krn Allah. Mereka membaca kitab Allah sambil.bergantian pijakan kaki dan jidat mereka. Apabila menyebut Allah, mereka bergetar seperti pohon bergetar di hari banyak angin. Mata mereka bercucuran air mata sehingga membasahi baju mereka. Tetapi seakan-akan orang sekarang melewati malam.mereka dgn lalai. "
Demikian lah beberapa tingkatan yg harus dilakukan hamba.utk menjadi hamba Allah yg terbaik. Semoga kita bisa mengamalkannya dgn sebaik baiknya.
Dalam.setiap.proses tingkatan  tsb yaitu muraqobah, muhasabah, mujahadah dan.mu'aqobah bukanlah pekerjaan yg mudah, krn sesungguhnya 'pendakian' menuju rahmat Allah banyak rintangan dan cobaan.
Mari kita berdoa kpd Allah agar kita selalu dlm.naunganNya utk.bisa melaksanakan tahap demi tahapnya untuk.menjadi hamba yg terbaik bagiNya. Amin.
Wallahu'alam.
Berikut pertanyaan dan jawaban mengenai materi:
Tanya: Ustad, saya masih belum jelas tentang mu'aqobah. Apakah dicontohkan oleh Rasululloh? Bagaimana pelaksanaannya dlm kehidupan sekarang ini? Dan siapa yang menentukan hukumannya?
Jawab:
Muaqabah disini maknanya adalah pemberian sanksi terhadap diri sendiri. Apabila melakukan kesalahan atau sesuatu yang bersifat dosa maka ia segera menghapus dengan amal yang lebih utama meskipun terasa berat, seperti berinfaq dan sebagainya.
Kesalahan maupun dosa adalah kesesatan. Oleh karena itu agar hamba tidak tersesat hendaklan ia bertaubat kepada Allah, mengerjakan kebajikan sesuai dengan norma yang ditentukan untuk menuju ridha dan ampunan Allah.
Berkubang dan hanyut dalam kesalahan adalah perbuatan yang melampaui batas dan wajib ditinggalkan.
Di dalam ajaran Islam, orang baik adalah orang yang manakala berbuat salah, bersegera mengakui dirinya salah, kemudian bertaubat, dalam arti kembali ke jalan Allah dan berniat dan berupaya kuat untuk tidak akan pernah mengulanginya untuk kedua kalinya.
Itulah sebabnya perlu dilakukan mu'aqobah, agar diri hamba tdk jatuh pada kesalahan atau kelalaian yg berulang.
Wallahu'alam
Tanya: Ustadz..melanjutkan prtanyaan di atas, apakah qt bisa merasakan pertaubatan qt itu sdh Alloh terima,yg bisa dirasakan di dunia,adakah ciri2 nya ustadz..?seperti halnya hukum manusia,pd saat melakukan kesalahan ada sanksi hukuman yg hrs ditebus..misalny tinggal didlm sel..
Jawab:
Tidak ada satu orang pun yg tau taubatnya sdh diterima atau tidak. Batasan maksimal yg bisa kita yakini adalah Allah Maha Pengampun, akan mengampuni hamba yg bertaubat padaNya. Itulah sebabnya Umar selalu menangis, khawatir Allah tdk mengampuni dosanya krn.ia pernah mengubur putrinya hidup2 saat masih jahiliyah. Padahal Rasulullah sdh menjamin Umar akan masuk.surga.
Dosa2 ada yg langsung dibalas di.dunia, salah satunya durhaka.pada kedua orangtua.
Wallahu'alam
Tanya: Alaikumsalam warohmatulloh ustadz, tanya ustadz..
muhasabah sendiri diartikan apa dan sy kurang paham dg perkataan umar "hisablah dirimu sebelum kamu dihisab dan timbanglaj ia sebelum kamu ditimbang dan perbedaan muhasabah dan mua'qobah apa
Jazakallah ustadz
Jawab:
Muhasabah maknanya adalah introspeksi diri, menghitung diri dengan amal yang telah dilakukan. Manusia yang beruntung adalah manusia yang tahu diri, dan selalu mempersiapkan diri untuk kehidupan kelak yang abadi di yaumul akhir.
Dengan melaksanakan Muhasabah, seorang hamba akan selalu menggunakan waktu dan jatah hidupnya dengan sebaik-baiknya, dengan penuh perhitungan baik amal ibadah mahdhah maupun amal sholeh berkaitan kehidupan bermasyarakat. Allah SWT memerintahkan hamba untuk selalu mengintrospeksi dirinya dengan meningkatkan ketaqwaannya kepada Allah SWT.
Kalau mu'aqobah sdh ada penjelasan pada pertanyaan sebelumnya ya.
Tanya: Afwan ustadz, berarti klo muhasabah kt hanya instospeksi trus taubat u memperbaiki diri g perlu dg menghukum/iqab dr kesalahan kt ya?
Berarti maksud dr hisab dr perkataan umar adl dg introspeksi ato dilanjutkan dg mua'qobah.
Misal hr ini tilawah 1 juz pdhl biasanya 2 juz jd iqabnya kt ganti dg y lain klo ini tmasuk mu'aqobah gt kah?
Jawab:
Sebenarnya itu proses yg salaing berkaitan dan melengkapi satu sama lain. Muhasabah merupakan.proses introspeksi atas segala amal perbuatan, sedangkan.mu'aqobah ditujukan.utk 'menghukum' diri agar tdk lalai jika dalam.melaksanakan amal perbuatan tsb ada kekhilafan dan.kelalaian. Menghukum.disini semata-mata adalah utk meningkatkan ibadah kpd Allah. Bukan utk menyiksa diri.
Tanya: Ustadz diluar tema boleh ya...  gini ustadz disuatu grup hafalan Al-Qur'an ada 2 orang ikhwan yg ikut bergabung.. ketika sy tanya kenapa ada di grup dia ingin sekaligus mencari pasangan. Apakah aman ustadz bila di teruskan, sudah sy sampaikan kpd ustadz pembimbing keberatan sy tp katanya tdk masalah krna di grup jg banyak ibu2. Menurut ustadz gimana sebaiknya? Syukron
Jawab:
Kalau pertimbangan dr saya, sebaiknya di pisah saja. Karena niatnya sdh beda. Kalau mau cari.jodoh ya lewat group 'cari.jodoh' saja.
Tanya: Ustad, saya mau tanya lagi. Tentang dakwah melalui perfilman itu bagaimana? Seperti sekrang ini baru saja launching film assalamu'alaikum Beijing. serta dakwah melalui novel seperti novel ayat-ayat cinta?
Jawab:
Kita sangat mengapresiasi metode da'wah lewat perfilman, utk melawan propaganda film Hollywood. Sepanjang utk tujuan da'wah, ya gpp. Tapi utk nontonnya sebaiknya beli VCD saja, terus ajak tetangga2 nonton di rumah, nobar. Tdk usah ke bioskop. Saran saja
Tanya: tanya ustad, melanjutkan mba rika, knp ya tidak dianjurkan menonton di bioskop, saya sama anak2 hobi bener nonton
Jawab:
Boleh tidaknya nonton di bioskop apakah sebaiknya memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:
1. Bahwa subjek-subjeknya yang diketengahkan itu bersih dari kegila-gilaan, kefasikan dan semua hal yang dapat mensirnakan aqidah, syariat dan kesopanan Islam. Adapun semua pertunjukan yang dapat membangkitkan nafsu dan mencenderungkan orang kepada perbuatan dosa atau yang dapat membawa kepada perbuatan kriminal atau mengajak kepada fikiran-fikiran untuk berbuat serong, atau menjurus hukumnya adalah haram yang tidak halal bagi seorang muslim untuk menyaksikannya, atau mendukungnya.
2. Tidak melupakan kewajiban agama atau duniawi. Diantara kewajibankewajiban itu ialah sembahyang lima waktu. Oleh karena itu tidak halal seorang muslim meninggalkan sembahyang maghrib misalnya, karena akan pergi nonton bioskop.
Firman Allah:
“Celakalah orang-orang yang sembahyang, yaitu mereka yang lalai terhadap sembahyangnya.” (al-Ma’un: 4-5)
3. Jangan sampai terjadi persentuhan dan percampuran antara laki-laki dan perempuan lain, demi menjaga fitnah dan menolak syubhat. Lebih-lebih pertunjukan ini tidak dapat dilakukan, kecuali di tempat yang gelap. Sedang hadis Nabi mengatakan:
“Sungguh kepala salah seorang di antara kami ditusuk dengan jarum dari besi, lebih baik baginya daripada menyentuh perempuan yang tidak halal baginya.” (Riwayat Baihaqi, Thabarani; dan rawi-rawinya adalah rawi-rawi Bukhari)
Dari buku Halal dan Haram dalam Islam, Dr Yusuf Qardhawy
Baiklah bunda kajian hari ini kita cukupkan sekian. Dan kita tutup dengan membaca istighfar 3x dan hamdallah.
Serta dengan
Doa Kafaratul Majelis :

سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك 

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika 
“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”.                           
   ​السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

0 komentar:

Post a Comment

Ketik Materi yang anda cari !!