Home » , , » Strive or Stuck With "Galau"

Strive or Stuck With "Galau"

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Wednesday, November 15, 2017


Image result for galau

Rekap Kajian Online Hamba Allah Ummi G-3
Hari/Tgl: Selasa, 15 Agustus 2017
Materi   : strive or stuck with "galau"
Narasumber : Ustadzah Runie
Waktu kajian :14:00 wib- selesai
Editor : Sapta
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

Pernah punya rasa galau???
Great, InsyaaAllah kita akan menjadi lebih baik.

Bagian dari karakter manusia, mereka memiliki obsesi dan harapan. Dan karena karakternya yang tamak, obsesi itu selalu berkembang. Dari Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَوْ كَانَ لاِبْنِ آدَمَ وَادِيَانِ مِنْ مَالٍ لاَبْتَغَى ثَالِثًا ، وَلاَ يَمْلأُ جَوْفَ ابْنِ آدَمَ إِلاَّ التُّرَابُ
Jika manusia memiliki dua lembah penuh dengan harta, pasti dia akan mencari lembah harta ketiga. Tidak ada yang bisa memenuhi perut anak Adam, selain tanah. (HR. Bukhari 6436 & Muslim 2462)

Tidak ada yang bisa menghentikan manusia untuk selalu mengejar obsesinya, selain kematian.
Sahabat Ibnu Mas’ud pernah menceritakan penjelasan NabiShallallahu ‘alaihi wa sallam tentang karakter manusia,
خَطَّ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَطًّا مُرَبَّعًا، وَخَطَّ خَطًّا فِي الْوَسَطِ خَارِجًا مِنْهُ، وَخَطَّ خُطَطًا صِغَارًا إِلَى هَذَا الَّذِي فِي الْوَسَطِ مِنْ جَانِبِهِ الَّذِي فِي الْوَسَطِ، وَقَالَ: هَذَا الْإِنْسَانُ، وَهَذَا أَجَلُهُ مُحِيطٌ بِهِ، أَوْ قَدْ أَحَاطَ بِهِ، وَهَذَا الَّذِي هُوَ خَارِجٌ أَمَلُهُ، وَهَذِهِ الْخُطَطُ الصِّغَارُ الْأَعْرَاضُ، فَإِنْ أَخْطَأَهُ هَذَا نَهَشَهُ هَذَا، وَإِنْ أَخْطَأَهُ هَذَا نَهَشَهُ هَذَا
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah membuat bangun segi empat, lalu beliau membuat garis lurus di tengahnya yang menembus bangun segi empat itu. Kemudian beliau membuat garis kecil-kecil menyamping diantara garis tengah itu. Lalu beliau bersabda,
“Ini manusia. Dan ini ajalnya, mengelilinginya. Dan garis yang menembus bangun ini adalah obsesinya. Sementara garis kecil-kecil ini adalah rintangan hidup. Jika dia berhasil mengatasi rintangan pertama, dia akan tersangkut rintangan kedua. Jika dia berhasil lolos rintangan kedua, dia tersangkut rintangan berikutnya.” (HR. Bukhari 6417).

Pelajaran hadis,
Bahwa sejatinya semua manusia mengalami galau, karena tidak ada satupun manusia yang tahu masa depannya. Sementara mereka semua berharap bisa mendapatkan cita-citanya. Allah berfirman,

وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ مَاذَا تَكْسِبُ غَدًا
“Tidak ada satupun jiwa yang mengetahui apa yang akan dia kerjakan besok.” (QS. Luqman: 34)

Pelajaran lain, bahwa kita selalu memikirkan obasesi yang belum pasti, namun kita sering melupakan sesuatu yang pasti, yaitu kematian.
Karena itu, semata mengalami galau, pikiran kacau, bingung dalam menentukan arah hidup, bukanlah kesalahan. Hampir semua manusia mengalaminya. Yang lebih penting adalah mengatasi kondisi galau, sehingga tidak sampai menyeret kita kepada jurang maksiat.

Ada beberapa saran yang bisa kita lakukan, untuk mengurangi rasa galau,

Secara garis besar, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallamtelah memberikan panduan, agar manusia selalu maju menuju lebih baik dalam menghadapi hidup.

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, Rasullullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

اِحْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ, وَاسْتَعِنْ بِاَللَّهِ, وَلَا تَعْجَزْ, وَإِنْ أَصَابَكَ شَيْءٌ فَلَا تَقُلْ: لَوْ أَنِّي فَعَلْتُ كَانَ كَذَا وَكَذَا, وَلَكِنْ قُلْ: قَدَّرَ اَللَّهُ وَمَا شَاءَ فَعَلَ; فَإِنَّ لَوْ تَفْتَحُ عَمَلَ اَلشَّيْطَانِ
Bersemangatlah untuk mendapatkan apa yang manfaat bagimu, mintalah pertolongan kepada Allah, dan jangan lemah. Jika kalian mengalami kegagalan, jangan ucapkan, ‘Andai tadi saya melakukan cara ini, harusnya akan terjadi ini…dst.’ Namun ucapkanlah, ‘Ini taqdir Allah, dan apa saja yang dia kehendaki pasti terjadi.’ Karena berandai-andai membuka peluang setan. (HR. Ahmad 9026, Muslim 6945, Ibn Hibban 5721, dan yang lainnya).

Mari kita kupas setiap bagian dalam hadis di atas,

Pertama, sibukkan diri untuk selalu mengerjakan yang manfaat.
Beliau memberikan batasan, artinya, ini berlaku baik untuk manfaat dunia maupun akhirat. Karena ketika kita sibuk dengan  segala yang bermanfaat, kita tidak memiliki waktu luang untuk melakukan perbuatan yang tidak manfaat, apalagi berbahaya.

Ibnul Qoyim mengatakan,

من أعظم الأشياء ضرراً على العبد بطالته وفراغه، فإن النفس لا تقعد فارغة، بل إن لم يشغلها بما ينفعها شغلته بما يضره ولا بد
Bahaya terbesar yang dialami seorang hamba, adalah adanya waktu nganggur dan waktu luang. Karena jiwa tidak akan pernah diam. Ketika dia tidak disibukkan dengan yang manfaat, pasti dia akan sibuk dengan hal yang membahayakannya. (Thariq al-Hijratain, hlm. 413)

Seorang mukmin tidak perlu merasa kesulitan untuk mencari apa yang manfaat baginya. Karena semua yang ada di sekitarnya, bisa menjadi kegiatan yang bermanfaat baginya. Jika dia belum bisa melakukan kegiatan yang manfaatnya luas, dia bisa awali dengan kegiatan yang manfaatnya terbatas. Setidaknya dia gerakkan lisannya untuk berdzikir atau membaca al-Quran. Atau berusaha menghafal al-Quran atau membaca buku yang bermanfaat.

Tidak ada istilah nganggur bagi seorang mukmin. Karena setiap mukmin selalu sibuk dengan semua kegiatan yang manfaat. Ibnu Mas’ud mengatakan,

إني لأمقت أن أرى الرجل فارغا لا في عمل دنيا ولا آخرة
Sungguh aku marah kepada orang yang nganggur. Tidak melakukan amal dunia maupu amal akhirat. (HR. Thabrani dalam Mu’jam al-Kabir, 8539).

Kedua, jangan lupa diiringi dengan doa
Inilah kelebihan orang mukmin yng tidak dimiliki selain mukmin. Setiap mukmin memiliki kedekatan hati dengan Rabnya. Karena mereka memiliki harapan di sisi Rabnya, yang ini tidak dimiliki oleh orang kafir.
“mintalah pertolongan kepada Allah”

Mengingatkan agar kita tidak hanya bersandar dengan kerja yang kita lakukan, tetapi harus diiringi dengan tawakkal kepada Allah. Karena keberhasilan tidak mungkin bisa kita raih, tanpa pertolongan dari Allah.

Ketiga, jangan merasa lemah
Dalam melakukan hal yang terbaik dalam hidup, bisa dipastikan, kita akan mengalami rintangan. Seorang mukmin, rintangan bukan sebab untuk putus asa. Karena dia paham, rintangan pasti di sepanjang perjalanan hidupnya.

Keempat, Hindari Panjang Angan-angan
Terlalu ambisius menjadi orang sukses, memperparah kondisi galau yang dialami manusia. Dia berangan-angan panjang, hingga terbuai dalam bayangan kosong tanpa makna. Karena itulah, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallamdan para sahabat mencela panjang angan-angan.

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لاَ يَزَالُ قَلْبُ الْكَبِيرِ شَابًّا فِى اثْنَتَيْنِ فِى حُبِّ الدُّنْيَا ، وَطُولِ الأَمَلِ
Hati orang tua akan seperti anak muda dalam dua hal: dalam cinta dunia dan panjang angan-angan. (HR. Bukhari 6420)

Ali bin Abi Thalib mengatakan,

إنّ أخوف ما أخاف عليكم اتّباع الهوى وطول الأمل، فأمّا اتّباع الهوى فيصدّ عن الحقّ، وأمّا طول الأمل فينسي الآخرة. ألا وإنّ الدّنيا ارتحلت مدبرة
“Yang paling aku takutkan menimpa kalian adalah mengikuti hawa nafsu dan panjang angan-angan. Mengikuti hawa nafsu bisa menjadi penghalang untuk memihak kebenaran. Panjang angan-angan bisa melupakan akhirat. Ketahuilah bahwa dunia akan berlalu.

Kelima, Jangan Merasa Didzalimi Taqdir
Ketika anda merasa lebih gagal dibandingkan teman anda,
Ketika anda  merasa lebih miskin dibandingkan rekan anda,
Ketika anda terkatung-katung di dunia kuliah, sementara teman anda telah sukses di dunia kerja dan keluarga,
Anda tidak perlu berduka, karena duka anda tidak akan mengubah nasib anda. Yang lebih penting kendalikan hati agar tidak hasad dan dengki. Anda perlu mengingat hadis ini,

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, Rasullullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

انْظُرُوا إِلَى مَنْ هُوَ أَسْفَلَ مِنْكُمْ وَلا تَنْظُرُوا إِلَى مَنْ هُوَ فَوْقَكُمْ فَإِنَّهُ أَجْدَرُ أَنْ لا تَزْدَرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ
Perhatikanlah orang yang lebih rendah keadaannya dari pada kalian, dan jangan perhatikan orang yang lebih sukses dibandingkan kalian. Karena ini cara paling efektif, agar kalian tidak meremehkan nikmat Allah bagi kalian. (HR. Ahmad 7657, Turmudzi 2703, dan Ibn Majah 4142)

Ketika anda melihat ada orang kafir yang bergelimang nikmat, anda perlu ingat bahwa nikmat iman yang anda miliki.
Ketika anda melihat orang muslim ahli maksiat lebih sukses, anda perlu ingat, Allah lebih mengunggulkan anda dengan taat.

Keenam, Jangan Lupakan Doa Memohon Kebaikan Dunia dan Akhirat
Diantara doa yang bisa anda rutinkan,
اللَّهُمَّ أَصْلِحْ لِي دِينِي الَّذِي هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِي وَأَصْلِحْ لِي دُنْيَايَ الَّتِي فِيهَا مَعَاشِي وَأَصْلِحْ لِي آخِرَتِي الَّتِي فِيهَا مَعَادِي وَاجْعَلِ الْحَيَاةَ زِيَادَةً لِي فِي كُلِّ خَيْرٍ وَاجْعَلِ الْمَوْتَ رَاحَةً لِي مِنْ كُلِّ شَرٍّ
Ya Allah ya Tuhanku, perbaikilah bagiku agamaku sebagai benteng urusanku; perbaikilah bagiku duniaku yang menjadi tempat kehidupanku; perbaikilah bagiku akhiratku yang menjadi tempat kembaliku! Jadikanlah ya Allah kehidupan ini mempunyai nilai tambah bagiku dalam segala kebaikan dan jadikanlah kematianku sebagai kebebasanku dari segala kejahatan. (HR. Muslim no. 2720).

Semoga Allah selalu membimbing kita untuk mendapatkan kebahagiaan dunia dan akhirat. Amin
Allahu a’lam.

#Sumber dr Ustadz Ammi Nur Baits
~ keep smile & strive to move on, Allah itu dekat ~
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
TANYA - JAWAB

T : Ustadzah, salahkah caranya saya ,yang membangunkan setiap azan subuh, agar anak saya ke mesjid, dan saya selalu juga sholat subuh di mesjid (ada juga beberapa perempuan disana yang sholat), dengan tujuan agar anak saya rajin ke masjid, terutama subuh, jadi saya juga ikut sholat ustadzah?!
J : Ummi yang dirahmati Allah, sebaik-baik wanita sholatnya adalah di rumahnya. Membangunkan anak untuk sholat shubuh di masjid. Jika itu anak lelaki, namun yang berangkat ke masjid bukan hanya ummi, suami juga harus ikut atuh, masa keluar rumah tidak sama mahram. Kalau anak perempuan, dan suami tidak sholat ke masjid, maka ummi ama si geulis sholatnya di rumah saja, bukan ke masjid. Bukan ana melarang ummi sholat ke masjid, tapi seorang wanita mesti ada mahramnya yang menemani sholat ke masjid

T : Ustazah saya mau bertanya, ketika ada problem seperti sekarang ini kalau shalat jadi susah untuk khusuk selalu kepikiran, bahkan dalam keseharian juga jadi tidak fokus, bagaimana solusinya?
J : Manusia hidup pasti ada masalah. Saat sholat adalah saat paling dekat seorang makhluk kepada Rabb-Nya, lepaskan semua beban ketika beribadah, karena kita bersujud di hadapan Allah, ingatlah Allah tidak akan pernah memberikan ujian melebihi dari kemampuan kita. Ketika Allah menguji kita dan diri kita merasa seakan-akan diambang batas, itu hanya perasaan kita saja, Allah ingin mengetahui apakah kita benar-benar ikhlas dan sabar, atau malah putus asa dari rahmat Allah. Jadi, yakinlah, tidak ada ujian dari Allah yang melebihi kemampuan kita.
Jika, memang ujian selalu datang bertubi tanpa henti, maka instropeksi diri, pastikan bahwa tidak ada rezeki yang kita terima, rezeki yang kita makan, ada terkandung syubhat apalagi riba di dalamnya, karena bisa saja ujian yang kita hadapi sebenarnya adalah azab dari Allah, karena dosa syubhat dan riba yang kita lakukan, atau dalam bahasa lain, diri kita berselimut maksiat, taubatan nasuha dan perbanyak istighfar.
Semoga Allah melembutkan hati kita.

T : Bolehkah niat puasa sunah digabung? Misalnya senin kamis dan yaumil bid, mana yang didahulukan niatnya? Terima kasih.
J : Silahkan digabungkan niat puasa sunnahnya, tidak ada syarat khusus mana yang disebutkan dulu dalam penggabungan niat.

T : Ustadzah, saya sering menjumpai orang yang hendak mengkhitankan anaknya mengupah beberapa orang untuk khataman Al qur'an, dan kalau ada yang pindahan rumah juga ada yang khataman. Bagaimana hukumnya bagi yang mengupah dan yang diupah? Syukron
J : والله أعلم
Ini pasal ranting, tergantung ia ikut pendapat golongan yang mana, jangan dibenturkan

T : Ustadzah, tepat di belakang rumah saya ada TPQ, setiap malam meraka latihan qosidah sampai jam 10 malam dengan memakai speaker, apakah dengan alasan kebaikan dan syiar hal tersebut di benarkan? Jazakillah khoir ustadzah.
J : Dalam beribadah terutama yang sunnah atau yang tidak dianjurkan (mubah), bahkan yang wajib, ada persyaratab tidak tertulis, yaitu: jangan sampai mengganggu kenyaman orang lain. Silahkan ditegur dengan bijak, baiknya melalui orang yang disegani, misalnya ketua RT/RW atau ulama setempat.

T : Bagaimana cara mengingatkan teman yang sering meminta pertolongan pada kita, namun dibelakang malah menjelek jelekan kita. Kita yang menolong jadi gemes dan tidak ikhlas.
J : Sabar. Kalau tidak ikhlas malah menguap pahalanya, biasa aja atuh, niatkan menolong karena Allah, bukan mengharap senyuman manis atau pujian.

T : Ana pernah dapat nasehat begini, asiah masuk surga walaupun suaminya firaun, jadi bersabarlah, kan suami-suami kita masih lebih baik dari firaun jadi bersabarlah. Surga tidak murah harganya. Menurut ustadazah bagaimana? Mengharap suami seperti Rosululloh ya kita apa sudah seperti bunda khadijah, katanya begitu ummi?
J : Waktu kita menikah apa se-ekstrem itu kita bandingkan  suami kita dengan firaun? Jadi, apa kita mau dibandingkan oleh suami kita; dengan siapa- wanita yg sebejat firaun? Perbaiki akhlaq kita, kita jauh dari sempurna. Ingat beda bukan berarti tidak ada potensi untuk Shaleh. Galau ngebandingin orang lain? Buat hidup gak simple bunda.

T : Ustadzah, ayi beberapa waktu belakang ini sering bertengkar dengan suami, kadang masalah kecil tapi terus berulang. Sampe kadang bertanya-tanya kenapa sih Allah ta'ala pertemukan kami, yang beda banget ini. Ayi sempet berfikir selintas, apa sudahi aja, atau tinggalkan beliau. Astagfirullah, naudzubillah. Bagaimana ya biar diri ini bisa menerima suami seuutuhnya?
J : Pointnya adalah seberapa kuat kita mau menerima segala kondisi yang ada. Tidak usah pikirin apa yang kita mau. Lihat point ke-2 dan ke-3, menguatkan do'a dan... (Silah djawab).
Suami kita adalah bekal terbaik untuk kita lebih baik, dalam meraih surga #tanamkan dalam hati dan pikiran kita ya.

T : Ustadzah bagaimana caranya agar anak-anak tahu tanggung jawabnya, terutama untuk shalat subuh berjamaah ke mesjid. Kami orangtua sudah mencontohkan, berjamaah ke mesjid, baca Quran atau yang lainnya. Jazakillah ustadzah.
J : Bahasakan dengan bahasa yang mudah, setiap kita punya tanggung jawab. Ayah harus.....Ibu bertugas....Ayah-ibu selalu mendoakan anak-anak tersayang. Sampaikan terus menerus bahwa mereka adalah sebuah anugerah untuk ayah-ibu. Walau pola kita beda; ayo sama-sama kita raih surga bersama dan berkumpul kembali bersama di surga Allah.
Aamiin.
Note: mungkin sedikit lebay untuk anak makan sekarang, tapi sampaikan saja "heart to heart". Apa yang dari hati akan menuju ke hati, InsyaaAllah.
Alhamdulillah....
~~~~~~~~~~~~~~~~
Selanjutnya, marilah kita tutup kajian kita dengan bacaan istighfar 3x
Doa robithoh dan kafaratul majelis

Astaghfirullahal' adzim 3x

Do'a Rabithah
Allahumma innaka ta'lamu anna hadzihil qulub,
qadijtama-at 'alaa mahabbatik,
wal taqat 'alaa tha'atik,
wa tawahhadat 'alaa da'watik,
wa ta ahadat ala nashrati syari'atik.
Fa watsiqillahumma rabithataha,
wa adim wuddaha,wahdiha subuulaha,wamla'ha binuurikal ladzi laa yakhbu,
wasy-syrah shuduroha bi faidil imaanibik,
wa jami' lit-tawakkuli 'alaik,
wa ahyiha bi ma'rifatik,
wa amitha 'alaa syahaadati fii sabiilik...
Innaka ni'mal maula wa ni'man nashiir.

Artinya :
Ya Allah, sesungguhnya Engkau mengetahui bahwa sesungguhnya hati-hati kami ini,
telah berkumpul karena cinta-Mu,
dan berjumpa dalam ketaatan pada-Mu,
dan bersatu dalam dakwah-Mu,
dan berpadu dalam membela syariat-Mu.
Maka ya Allah, kuatkanlah ikatannya,
dan kekalkanlah cintanya,
dan tunjukkanlah jalannya,
dan penuhilah ia dengan cahaya yang tiada redup,
dan lapangkanlah dada-dada dengan iman yang berlimpah kepada-Mu,
dan indahnya takwa kepada-Mu,
dan hidupkan ia dengan ma'rifat-Mu,dan matikan ia dalam syahid di jalan-Mu.Sesungguhnya Engkau sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong.
Aamiin...    

DOA PENUTUP MAJELIS
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ
Subhanaka Allahuma wabihamdika asyhadu alla ilaha illa anta astaghfiruka wa atubu ilaik.Artinya:“Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”
Aamiin ya Rabb.

======================
Website: www.hambaAllah.net
FanPage : Kajian On line-Hamba Allah
FB : Kajian On Line-Hamba Allah
Twitter: @kajianonline_HA
IG: @hambaAllah_official

Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

0 komentar:

Post a Comment

Ketik Materi yang anda cari !!